[ Darling, Don't Be Scared ]
By Michi D Rebels

H. Sakura x U. Sasuke
Dark Romance / Rated T / Indonesian

OOC, AU, Gaje, Typo(s), dan masih banyak lagi [?]

: : :

Naruto © Masashi Kishimoto

: : :

Chapter 2 / Stalking and Stalked
"You make me crazy, but I love it."

: : :

Pagi telah berganti malam. Sakura yang dari sore sudah berdandan dengan rapih kini hanya menunggu waktu yang tepat untuk menguntit kekasih hatinya. Memang bukan kekasih secara resmi, tapi entah mengapa Sakura merasa senang memanggil Sasuke dengan berbagai panggilan sayang. Kau tidak perlu menyadari bahwa akulah yang selalu mengikutimu, pangeranku. Pikirnya, senyum lebar kini menghiasi wajah Sakura. Dengan membuat Sasuke tersenyum karena pesan yang ia kirim saja sudah membuatnya senang dan bersemangat.

Belum selesai ia berkhayal, pikirannya sudah tercampur aduk oleh pesan yang tadi diterima saat di sekolah. Kira-kira siapa yang sedang menguntit dirinya? Sudah pasti seseorang di sekolahnya. Tapi, tidak mungkin Sasuke yang melakukan ini. Hmm… Apa mungkin ini ulah salah satu dari kelompok laki-laki mesum yang suka tertawa di pojokan kelas? Ah! Apa benar? Kalau benar, Sakura jadi merasa jijik sendiri memikirkannya.

Sakura segera menggelengkan kepalanya dan menoleh ke arah jam dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Biasanya jam segini Sasuke sedang mengganti bajunya. Dengan segera, gadis berambut pink itu berjalan ke arah lemari dan mengeluarkan sebuah teropong kecil miliknya. Aku tidak boleh terlambat. Secepat mungkin, Sakura membuka jendelanya dan melihat ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada siapapun yang melihat aksinya.

Entah sengaja atau memang Sasuke tidak perduli, tirai jendela kamarnya tidak pernah ditutup sehingga memberi akses Sakura untuk mengawasi kegiatan Sasuke. Dengan teropong andalannya, Sakura mulai mengawasi setiap pergerakan laki-laki tersebut. Ternyata Sasuke belum mengganti bajunya dan hanya mengambil sebuah baju kaos sebelum hilang dari pandangan. Sial. Sakura berdecak sambil melempar teropongnya ke kasur sebelum merebahkan dirinya tepat di sebelah teropong itu.

Matanya memandangi langit kamar, memikirkan apa yang harus ia lakukan setelah ini. Mungkin saja Sasuke mengganti bajunya di ruang tamu…kan? Sakura tiba-tiba bangun dan duduk di kasur saat pikiran itu melintasi benaknya.

Dengan terburu-buru, Sakura langsung keluar dari kamarnya dan bergegas menyusuri tangga untuk meninggalkan rumahnya yang kecil itu. Ia tidak mau terlambat menyaksikan dambaan hatinya menunjukkan absnya selagi masih ada kesempatan.

Keluarga Sakura sudah tinggal di luar kota, sedangkan Sakura masih di Konoha untuk menyelesaikan sekolahnya. Jadi keluarganya menyewakan sebuah rumah kecil di dekat sekolah. Tapi sejujurnya, alasan lain Sakura masih ingin disini adalah karena Sasuke. Saat pertama kali melihat Sasuke di sekolah dan menyadari bahwa mereka tinggal berseberangan, kerinduan akan keluarganya hilang seketika. Sakura sudah terbiasa hidup sendiri sekarang dan mungkin akan memilih tinggal di kota ini sampai ia mulai bekerja.

Sesampainya di depan rumah Sasuke, Sakura mendekati jendela dekat pintu masuk dan melihat sosok Sasuke yang sedang berdiri dekat sofa dan membuka baju atasannya dengan mudah. Batin Sakura sudah berteriak sedari tadi karena memandangi perut Sasuke yang cukup six-pack dan kulitnya yang putih dengan sebuah tato dalam bentuk tulisan di bagian tulang rusuknya. Sasuke adalah pria paling seksi yang pernah kutemui. Ujar Sakura dalam hatinya yang sedang berbunga. Ia segera mengabadikan momen itu dengan handphone yang ia dapat dari kantong celananya.

Suara motor berhenti di depan rumah Sasuke mengagetkan Sakura secara tiba-tiba. Seorang laki-laki berambut pirang turun dari motor itu. Aduh, bisa ketahuan aku kalau Naruto melihat aku. Sakura dengan cepat menyembunyikan dirinya di balik semak-semak milik rumah Sasuke dan berharap dirinya tidak ketahuan. Untung saja handphone ku tidak jatuh. Setelah melihat Naruto masuk ke rumah Sasuke, Sakura segera lari ke rumahnya dan mengunci pintu sambil menghela nafas. Semoga saja tidak ketahuan. Setelah menguasai dirinya, Sakura bergegas mengambil air dingin dari kulkas dan menelan beberapa tegukkan.

Keinginan untuk mengekspresikan perasaannya tentang apa yang ia lihat tadi masih membara di dalam benak Sakura. Ayolah, Sakura, kirimkan Sasuke sebuah pesan... Setelah berpikir panjang, Sakura yang napasnya masih belum bisa di kendalikan akhirnya duduk di depan meja makan dan mengeluarkan handphone dari kantong celananya sambil tersenyum.

: : :

Sasuke terdiam sambil melihat keluar jendela. Tidak ada tanda dari Sakura keluar dari rumahnya atau membuka jendela. Mungkin dia sedang mempersiapkan dirinya. Ia tidak dapat menahan rasa bersemangatnya untuk bermain permainan stalker ini. Perlahan, Sasuke menjauh dan mulai naik ke lantai atas lewat tangga dan berharap saat ia sudah sampai di kamarnya, Sakura sedang mengawasinya. Saat sampai di kamar, Sasuke sangat senang karena dapat melihat jendela kamar Sakura akhirnya terbuka dan pura-pura mendekati jendela agar Sakura dapat menyadari bahwa ia ada disitu.

Ini sangat menyenangkan. Sasuke segera mendekati lemari pakaiannya dan mengeluarkan sebuah kaos putih karena tidak dapat menahan senyum di bibirnya. Sasuke takut Sakura sadar bahwa ia telah mengetahui semuanya, karena ini belum saatnya bagi Sakura untuk tau siapa yang ikut memainkan game yang ia buat. Sedikit godaan akan membuat permainan ini semakin menyenangkan, bukan?

Tanpa pikir panjang, Sasuke langsung turun ke bawah dan diam di ruang tamu untuk menunggu kehadiran ratu dari hatinya. Sebentar lagi… ujarnya dalam hati sambil memandangi TV yang menyala tanpa mencerna isi dari program yang disiarkan, karena isi pikirannya hanya difokuskan kepada Haruno Sakura.

Gadis itu…berbeda. Sasuke tidak dapat menjelaskan dengan detail, tapi yang pasti, gadis berambut merah muda itu telah menarik perhatiannya. Caranya mengagumi Sasuke dari jauh tapi dengan cara yang manis membuat Sasuke ingin mengenalnya. Ditambah lagi, Sakura sama seperti dirinya. Tidak mudah untuk membaca ekspresi wajahnya. Itu hanya membuat Sasuke semakin penasaran.

Sebuah senyuman kecil tertera di bibir Sasuke saat ia menyadari, di pojok matanya, ia melihat seseorang berambut terang yang tidak lain Sakura sedang memperhatikannya diluar jendela. Ia segera membuka baju atasannya secara perlahan agar semakin membuat perempuan favoritnya itu tergila-gila padanya. Sepertinya ia sedang mengambil handphonenya… Sasuke sengaja pura-pura melamun sambil menonton TV dan tertawa seakan sedang asyik menonton, lalu segera memakai kaos putihnya beberapa detik kemudian. Sakura, Sakura, ucapnya dalam hati. Kau tidak keberatan kalau suatu hari aku membalas perbuatanmu ini 'kan? Sasuke hanya tertawa kecil membayangkan pembalasan yang akan ia lakukan karena Sakura diam-diam memperhatikan dirinya mengganti baju terlalu sering. Okay, bukan hanya sering tapi hampir setiap hari. Apalagi saat Sasuke baru saja selesai mandi.

"Tak apa, Sakura," bisiknya, "selama kau hanya memperhatikan diriku, bukan orang lain."

TING TONG!

Bunyi bel rumah mengagetkan Sasuke yang sedang melamun. Entah siapa yang datang malam-malam begini. Tidak mungkin gadisku berani datang. Sasuke segera membuka pintu rumahnya karena penasaran dan sedikit kecewa saat melihat Naruto yang datang ke rumahnya. "Naruto? Ada apa?" tanya Sasuke, matanya mengawasi seseorang yang sedang berlari menuju rumah di seberang jalan. Bodoh, dia pikir aku tidak tau? Sasuke hanya tersenyum di dalam hatinya.

"Hei, kau sedang melihat apa sebenarnya? Di luar sangat dingin, bawa aku masuk atau setidaknya jangan berdiri di pintu seperti itu dong!" Naruto mengoceh.

Sasuke akhirnya memberikan akses bagi laki-laki itu untuk masuk ke rumahnya sambil memutar bola matanya secara sarkastik karena ocehan Naruto. "Cepat masuk."

"Terimakasih ya, Sasuke! Oh iya, tadi aku melihat pergerakan di semak-semak depan rumahmu. Kau sepertinya sedang diawasi salah satu penggemarmu." Naruto merebahkan dirinya di sofa yang empuk sambil memandangi Sasuke. "Penggemarmu sudah gila ya sampai mengikutimu kerumah."

Sasuke hanya tertawa kecil sambil berjalan ke dapur. "Sudahlah, biarkan saja mereka mau berbuat apa. Bukan urusanku."

"Biarkan saja? Nanti kau di culik bagaimana? Perempuan itu menakutkan kalau mereka menjadi obsesif seperti tadi! Oh, sekalian buatkan aku minum ya, Sasuke!" teriak Naruto saat ia melihat pemilik rumah berjalan ke arah dapur.

Laki-laki berambut hitam pekat itu hanya menghela nafas sambil menunjukkan jempolnya. Banyak bicara. Ia segera mengeluarkan sebuah gelas beling dari rak terbuka di dapurnya lalu menghampiri kulkas untuk mengambil sirup jeruk. Tiba-tiba sesuatu bergetar di kantongnya sehingga memaksa Sasuke harus menempatkan botol sirup itu di meja terlebih dahulu dan mengeluarkan handphonenya. "Bukan yang ini." Pikirnya sambil menaruh handphonenya di meja, lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong yang lain. Sebuah handphone lain.

Sasuke tersenyum saat tulisan you've got a new message tertera di layar. Pasti dari gadis kesayanganku. Benar dugaannya, Sakura lah yang mengirimkannya pesan. Ia tersenyum lagi sambil membuka pesan tersebut.

WAAA! I really adore your body, my prince. You make me crazy, but I love it! 3

From: My Princess

Sepertinya aku pernah mendengar kata-kata ini disebuah lagu. Senyuman di bibir Sasuke sepertinya akan tahan lama setelah membaca pesan dari Sakura. Manis, sangat manis. Sasuke menyukai setiap pesan yang Sakura kirimkan, kadang penuh arti dan kadang spontan namun tidak pernah berhenti membuatnya tersenyum. Semua pesan masuk ia simpan untuk dibacanya tengah malam. Dia sudah membuatku gila. Dengan sedikit ragu, Sasuke mengambil handphonenya yang ada di meja dan mulai mengetik pesan yang tepat untuk dikirim ke Sakura.

[ Sayang, dimana kau? Apa yang barusan kau lakukan? ]

Message sent! Sasuke tersenyum puas saat pesannya sudah terkirim. Walau ia tidak dapat melihat reaksi Sakura, ia yakin gadis itu pasti makin kaget dan takut. Tenang saja, kalau kau takut, aku akan memeluk mu… Tiba-tiba, Sasuke dikagetkan oleh sebuah teriakan dari ruang tamu, membuyarkan pikirannya.

"Sasuke! Apa yang sedang kau lakukan? Mengapa lama sekali? Aku haus−"

"Iya, iya, sebentar! Aku sedang membuatkan minuman spesial untuk mu, dasar kau teman tidak tau diri." Sindir Sasuke secara blak-blakan sambil bergegas membuatkan sirup di gelas yang tadi ia dapatkan dari rak piring. Naruto hanya tertawa malu. Sasuke kembali menyindir. "Tidak ada yang lucu tau."

: : :

[ To Be Continued ]

Next on Darling, Don't Be Scared

"Sayang, apa aku benar-benar gila atau hanya jatuh cinta?"

: : :

Author's Notes / Aaaaaa makasih banyak ya readers atas feedbacknya *ngelap keringet * Aku jadi makin seneng dan semangat nulis chapter selanjutnya niiih. XD Semoga kalian suka chapter ini ya soalnya aku pribadi have fun pas nulisnya. Gimana menurut kalian? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Lanjut atau nggak? Bagian mana yang kalian suka? Let me know in the reviews ya readers. Hehehe XD


xolovenanr = Haloooo, salam kenal, makasih ya reviewnyaa *mata lope juga*. Namanya ngingetin aku sama username Tiffany di IG nih hehehehe. Ini lanjutannya, semoga suka ya! XD

undhott = Haiii, salam kenal dari Michi. Makasih udah ngereview yaaa~ Seneng deh kalo undhott suka temanya.. semoga suka sama isinya juga :)

me = Ini sudah di apdet, moga sukaaa. XD

cherrydevilla93 = Hihihi makasih yahhh. Ini udah apdet, ditunggu feedbacknya ya untuk chapter iniii ^_^

lightflower22 = SasuSaku elom jadian kok. ^^ Hehehe sabar ya, manis-manisnya coming soon sepertinya. Aku jg mau buat oneshot fluff/romcom SasuSaku nih, ditunggu ya. XD

Rona Zulfa = Makasih yaaa Rona-senpai. Ini udah lanjut, ditunggu feedbacknya yaa. XD

BubbleChickenButt = Ahh, really? Bisa kebetulan gitu yaaa hehehe. Ditunggu komennya buat chapter ini… salam kenal juga ya! =)


Sekali lagi, makasih ya reviewnya. Kalo kalian review entah kenapa jadi pengen update buru-buru update lagi hahahaha. Juga makasih buat yang favorite sama follow… Happy Sunday readers!

See you in the next chapter,
Michi. XOXO