Konnichiwa! Akhirnya bisa buat chapter baru!

Minna, arigatou atas reviewnyaa… Shiecchan bener – bener senang sampai mau nangis rasanya TT^TT.

Mohon reviewnya lagi ya semuaanyaa...

Maaf banget chapter yang kali ini pendekk sekalii… Sekali lagi maaf yang sebesar – besarnyaa.

Disclaimer : Vocaloid itu bukan punya Shiecchan tapi Shiecchan punya fanfic ini :D

P.S : Tolong review semuanyaa

Rin POV

"APAAA?" Aku spontan menutup kedua telingaku.

"Aduh…duh… Kagami-san, kau mau membuatku masuk rumah sakit karena teriakanmu, ya?" ujarku kesal.

"Kagamine!" teriaknya lagi.

"Maaf, maaf. Jadi kamarku dimana?" tanyaku sambil mengangkat koperku ke ruang tamu.

"Siapa yang bilang kau boleh tinggal disini?" bentaknya.

Aku menoleh kearahnya lalu mengarahkan telunjukku ke arahku. Menunjuk diriku sendiri.

"Memangnya ini rumahmu?" tanyaku.

Aku kembali duduk diatas sofa dan mulai memainkan rambutku.

"Bukan, tapi ini juga bukan rumahmu. Bukankah begitu? Kagami-san?" balasku.

Dia mengambil koperku lalu berjalan keluar rumah. "Ini rumahku!"

Aku langsung berdiri dan mengambil koperku darinya. "Memangnya kau yang beli? Hei! Koperku mau kau bawa kemana?"

Aku berusaha mengambil koperku darinya sedangkan Kagami-san sendiri tetap tidak mau melepaskan koperku.

"Pokoknya ini rumahku jadi aku yang memutuskan dan aku memutuskan kau TIDAK BOLEH tinggal dirumahku!" Dia sengaja menekan beberapa kata.

"Oh tidak bisa begitu, tuan rumah. Kau ingat kontrak yang kita buat?" balasku.

Aku melepaskan pegangan tanganku lalu mulai menirukan senyuman yang Kagami-san lemparkan kemarin dan mencoba menirukan suaranya. "Ya. Aku akan membantumu apapun yang terjadi"

Aku berani bertaruh kalau muka Kagami-san sekarang sudah semerah tomat.

"Kau bisa membantuku dengan cara membiarkanku tinggal di rumah ini, kok. Kagami-san" ujarku.

Checkmate!

Dia menghela nafas panjang. "Baiklah…"

YES!

Len POV

"Baiklah…" kataku akhirnya.

Dasar hantu picik gak tahu diri! Aku akan membuatmu menyesal karena mengusik hidupku!

"…tapi, ada satu syarat" ujarku kemudian.

Kalimat yang satu itu sepertinya membuyarkan lamunan Rin.

"Apa? Kagami-san?" tanyanya.

"Kau harus bisa… memasak! Ya! Memasak!"

Haha! Bagaimana dengan ini? Mungkin saja hantu sialan itu tidak bisa memasak.

Rin tersenyum lalu mendekat kearahku.

"Apa? Kau takut? Pokoknya kau harus membuatkanku makanan yang bisa mengeluarkan kata – kata 'enak' dari mulutku"

"Kalau aku bisa?" tanyanya.

"Aku akan membiarkanmu tinggal disini" kataku.

Rin menggelengkan kepalanya. "Kurang menantang. Selain itu?"

"Tidak ada. Kalau kau menolak, mau tidak mau, aku akan menyeretmu keluar dari sini!"

Rin tersenyum lalu menarik tanganku. "Hoi! Apa – apaan ini?" bentakku.

"Hmm? Aku hanya memintamu untuk memberitahu dimana apron dan peralatan memasak lainnya. Itu saja" katanya dengan santai.

Aku mengendikan bahuku. "Mana kutahu. Aku tidak pernah memasak dan selalu makan diluar. Cari saja sendiri!"

Sekarang, dia menarikku kearah meja makan dan menyuruhku duduk.

"Duduk disini yang manis, ya? Shota" katanya masih dengan senyum yang sedikit berbeda.

Shota? Apa katamu? SHOTA?

"HEI! AKU NGGAK SHOTA!" teriakku spontan.

"Ya…ya… Dan tolong, berhentilah berteriak. Suara teriakkanmu itu mirip seperti cewek, kau tahu?"

Rin berjalan pergi ke dapur dengan santai.

SIALAN! HANTU SIALAN! LIHAT SAJA NANTI!

-Skip time-

Rin menyodorkan sebuah piring berisi nasi kari keatas meja makan. "Nih, makan."

Aku melotot kearahnya. "Kamu pikir aku bercanda? Mana bisa kau membuatku mengeluarkan kata – kata 'enak' hanya dengan sebua–"

Rin tiba – tiba memegang pipiku.

"AP–" sebelum aku menyelesaikan perkataanku, mulutku sudah disumpal oleh sesuatu.

Rin ternyata menyendokkan sesuap kari dan memasukkannya kedalam mulutku yang sedang menganga. "Makan dulu baru komentar!"

Tidak terduga. Ternyata wajah Rin tidak buruk juga kalau dilihat dari dekat. A – ah! Coret yang barusan. CORET! Barusan aku tidak mengatakan apa – apa! Anggap saja begitu.

Hantu sialan itu jelas – jelas sama sekali tidak manis!

Mungkin nenek sihir lebih cocok untuk mendeskripsikan Rin yang mempunyai sejuta akal bulus dari pada hantu gentayangan!

Kalau dibandingkan dengan cewek di sekolahku, dia sama sekali tidak ada manis – manisnya!

Dia… berbeda.

Aku mengunyah nasi kari yang sudah ada dimulutku dengan kesal dan mencoba merasakan rasanya.

Rasanya…

"…enak." Kata – kata itu keluar dari mulutku tanpa bisa kutahan.

Rin POV

Kagami-san tampak mengunyah nasi kari yang tadi kusendokkan kedalam mulutnya dan mencoba merasakannya.

Kau mengambil topik yang salah untuk mengusirku, Kagami-san.

"…enak." Akhirnya kata – kata itu keluar dari mulutnya.

"Hm? Sepertinya tadi ada orang yang bilang kalau sepiring nasi kari tidak bisa membuat seseorang mengeluarkan kata – kata enak dari mulutnya" ujarku dengan senyum kemenangan.

Kagami-san langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya. "A–aku tidak bilang apapun, kok!"

Aku mengeluarkan handphone yang dari tadi ada diatas meja makan. Aku sengaja membiarkannya dalam mode perekam suara.

Aku memutarnya kembali pada saat Kagami-san mengeluarkan kata – kata yang menandakan kemenangan untukku.

"Kagami-san, berbohong itu tidak baik, lho" ujarku dengan suara yang dibuat – buat.

Kagami – san membuang mukanya yang sudah semerah tomat lalu meninggalkan meja makan. "Terserah. Kau bisa pakai kamar Kak Neru yang ada di lantai dua."

Kagami-san tiba – tiba berhenti.

"Kapan – kapan, buatkan aku nasi kari itu lagi" gumamnya.

"Apa?" tanyaku.

"Bu – bukan apa – apa!" katanya lalu berlari entah kemana.

Aku mendengarnya, kok. Dasar playboy aneh.

Aku mengalihkan pandanganku kearah piring nasi kari yang sudah kosong.

Makannya cepat sekali! Apa dia mengunyahnya dengan benar?

AH! Aku lupa!

"Hei! Cuci piringnya dulu! KAGAMI-SAN!" teriakku.

Tidak ada jawaban.

Mungkin dia pergi keluar rumah untuk mencari udara segar.

Aku mengambil piring kosong bekas nasi kari tadi lalu membawanya ke bak pencuci piring.

Yah, sebagai tanda terimakasih, kali ini aku yang mencucikan piringmu.

Haah! Semoga aku bisa bertemu cowok itu secepatnya dan mendapatkan tubuh asliku kembali.

-TBC-

Reviewnya kuttungu ^^

Saran dan kritik boleh, kok tapi no flame ya :D

Sampai jumpa di chapter berikutnyaa…