Cloudy Shine Clouds:::Aimikka Cloudy

Collaboration Fic:

My Innocent Baby


RATED: M~! *nari hula dengan Yefi chan*/plak


PAIR: YeWon/WonSung/WonYe/SungWon-/dibekep Yefi chan


Genre: (Diharapkan) Romance, (diusahakan) Humor


Disclaimer: God, Parents, SM, ELF, Self.


Warn!: Pedophile, Innocent!Ye, (Maybe?)Pervert!Won, Fic KOLABORASI, BL(BOYS LOVE), plot yang (diusahakan) nyambung, Typo, NC!


DLDR!

:::

^_^v


"A-ah! Wonnie hyungh…!" desah Yesung tertahan saat jemari panjang Siwon bergerak liar didalam hole ketatnya. Dieratkannya pelukannya pada leher Siwon. Sementara Siwon melangkah cepat menuju kamar mandi, dan sesekali mengecupi wajah manis Yesung yang sudah merona malu.

"Saranghaeyo, baby Sungie…" bisik Siwon lembut.

Yesung menatap sayu Siwon dengan napas terengah. "A-ahh… hyunghh… tubuh Sungie terasa aneh…" ucapnya dengan nada yang –tanpa ia sadari– terdengar menggoda.

PTAS

Oke. Itu bunyi tali kesabaran Siwon yang terputus. Siwon mendobrak masuk kedalam kamar mandinya, lalu membaringkan tubuh Yesung dibath tub kamar mandi. Ia lalu menyalakan keran air bath tub.

"Sungie mau mandi?" tanya Siwon lembut.

Yesung mengangguk dengan wajah innocent. "Heum, tapi keluarkan dulu jari Wonnie hyung dari… er…" wajah Yesung sontak memerah.

Siwon tertawa gemas. "Kau terlalu manis, baby!" Siwon mengeluarkan jarinya, lalu memilih duduk didalam bath tub bersama Yesung. "Sungie…" Siwon mencium pelan cuping telinga Yesung setelah memeluk Yesung dari belakang.

"Ne, Wonnie hyung?" sahut Yesung sembari memainkan busa yang muncul akibat sabun yang digunakannya.

"Bolehkah hyung menyentuhmu…?"

"Hem? Ini hyung sudah menyentuh Sungie!" balas Yesung dengan senyum innocent.

"Bukan dalam artian itu, Sungie…" bisik Siwon ditelinga Yesung, dan membuahkan geliatan kecil dari Yesung. "Hyung ingin menyentuhmu… memilikimu seutuhnya…"

Yesung mengernyit. "Bukannya Sungie sudah jadi milik hyungie?" tanyanya polos.

Siwon memeluknya gemas. "Maksud hyuung…" Siwon menjeda kalimatnya sejenak. "… Bolehkah hyung… memasukimu…?"

Yesung berbalik menatap Siwon tak mengerti. "Memasuki Sungie?"

Siwon mengangguk sebagai jawaban.

"Kenapa?"

Siwon menghela napas mendengar pertanyaan innocent dari Yesung. bisakah dia mengambil kepolosan Yesung sekarang…? Bisakah? Hei, dia sudah sangat lama bersabar. Bukankah ini saat yang tepat…? Persetan dengan kemurkaan Heechul ahjussi.

"Karena hyung mencintai Sungie baby…" Siwon tersenyum lembut. Menatap kedua obsidian didepannya dengan penuh cinta.

Bibir cherry itu perlahan-lahan mulai membentuk senyuman. "Ne~! Masuki saja Sungie, hyung~! Sungie juga mencintai Wonnie hyung~!" ujarnya ceria sambil memeluk Siwon erat.

'YA TUHAAAN… TERIMA KASIH KARENA ENGKAU SUDAH MEMBERIKANKU UKE SEMANIS DAN SEBABBO INIIII!'

"Awalnya akan terasa sakit, Sungie… tapi hyung janji rasanya akan segera nikmat!" Siwon mengangkat pinggang Yesung sedikit, menggesek-gesekkan junior ukuran jumbonya yang sudah tegak berdiri didepan hole Yesung.

"A-aah! Hyungieh…" lirih Yesung saat merasakan sensasi aneh diholenya.

"Baby…" Siwon meremas butt kenyal Yesung gemas, membuat Yesung sedikit menggelinjang. "Hyung akan masuk ne… katakan kalau sakit…!"

Yesung mengangguk kecil, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah diceruk leher Siwon.

Siwon tersenyum lalu mengecup bahu Yesung sekilas. Iapun memposisikan hole Yesung diatas junior besarnya. Dalam sekali hentak, ia menurunkan tubuh Yesung dengan keras.

"AAAPPPOOOOOO!" pekik Yesung dengan air mata berlinang. "H-hiks! Hyungg! K-keluarkaan! Hiks hiks! Appooo!" rengek Yesung sambil memukul-mukul dada Siwon.

Siwon memejamkan matanya saat merasakan kehangatan dan keketatan hole Yesung. "Sshh… baby… uljimma…" bisiknya dengan suara parau. "Kau mencintai hyung, bukan?" tanyanya sambil memeluk Yesung lembut.

Yesung mengangguk sebagai balasan.

"Kau percaya pada hyung?"

"Ne… tentu Sungie percaya pada Wonnie hyung…!" lirih Yesung. "Tapiii pantat Sungie sakiit…!" adunya setengah terisak.

"Baby…! Ingat apa yang hyung katakan tadi?" Siwon menangkup wajah manis Yesung, lalu menciumi sudut matanya yang basah karena air mata. "Awalnya memang akan terasa sakit. Tapi nanti akan enak juga kok."

"…" hanya isakkan kecil Yesung yang terdengar.

"Jadi… apa hyung harus berhenti?" tanya Siwon tanpa bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Hyung mengerti kalau kau belum siap, baby…" dikecupnya bibir Yesung dengan lembut.

Yesung menggeleng kecil. "A-ani… lanjutkan hyung… Sungie percaya hyung…!" Yesung mengalungkan tangannya dileher Siwon, dan mempertemukan dahi keduanya. "A-apa yang harus Sungie lakukan, hyung…?"

Siwon tersenyum lembut. "Kau cukup mendesah untukku, baby…" ia mengecup hidung bangir Yesung lembut. "Sekarang, apa hyung sudah bisa bergerak?"

Yesung menatapnya bingung. Bergerak? Apanya yang bergerak? Tapi Yesung memilih untuk menganggukkan kepalanya.

Siwon tersenyum hangat. Ia meraih pinggang Yesung, dan mengangkatnya hingga junior Siwon lepas dari hole Yesung. "Saranghaeyo, baby."

Dan Siwon langsung menekan tubuh Yesung kebawah, membuat juniornya tertanam dalam dalam hole Yesung. Cukup dalam untuk kembali menembus rektum namja manis itu, dan mengenai prostatnya.

"A-aahhh~…" tubuh Yesung melengkung saat merasakan kenikmatan yang perlahan mulai menggantikan rasa sakitnya tadi. "A-ahh~… hyuunghh~…" Yesung menengadahkan kepalanya saat merasa junior Siwon kembali mengenai prostatnya. "Ahh~! Hyuungh~! Disituuh~… ahh~!"

Siwon tersenyum saat melihat Yesung mulai menggerakan tubuhnya. Ia melepas pegangannya pada pinggang Yesung, membiarkan namja manis itu bekerja sendiri. Tangannya kini beralih mengocok pelan junior mungil Yesung.

Yesung menggigit bibir bawahnya dan mempercepat gerakkannya. Ia menaik-turunkan tubuhnya dengan cepat, membuat ujung junior Siwon menumbuk prostatnya berulangkali dengan keras.

Siwon memandangi wajah erotis Yesung tanpa menghentikkan kocokannya yang semakin cepat pada junior Yesung. desahan Yesung terdengar sangat seksi ditelinganya.

"A-aahh… Sungieh… lelah… hyuungh~…"

Siwon sontak membalik tubuh mungil Yesung, membuat namja manis itu menungging didepannya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Siwon langsung menghujam hole Yesung dengan sodokkan-sodokkan brutal.

"AAAHHH! HYUUNGH! A-AHH!" Yesung meremas tepi bath tub saat merasakan kenikmatan yang sangat. "A-ahh~! Hyuunghh!" tubuhnya mulai melemas. "A-akhh! S-Sungiehh…! Mauh… keluarh…!" desahnya saat merasakan sesuatu yang aneh tengah terbendung diujung juniornya yang sudah berkedut-kedut tanda akan segera keluar.

"Bersama, baby…!" bisik Siwon sambil mempercepat tusukkannya.

"A-ah! HYUUNGHH!"

CPROOT

"Hhh…!" tubuh Yesung ambruk, tapi segera ditahan Siwon. "Hyuunghhh…" panggil Yesung manja sambil memeluk Siwon erat.

"Ne, baby…?" sahut Siwon lembut sambil mengusap punggung Yesung pelan.

"Unghh… apa kita sudah saling memiliki seutuhnya, hyung?" tanya Yesung dengan wajah innocent.

"Tentu saja~!" Siwon tertawa kecil. "Gomawo baby~…"

Chu~


FLASHBACK: ON


"Umma! Cuami Cungie pingcan! Eottokhae?" Ulang Yesung kecil merasa orang tuanya tidak bereaksi. Sungmin terkekeh melihat kepanikan Yesung. Namja kecil berusia 4 tahun tersebut mengguncang tubuh besar Siwon panik.

"Ciwonnie hyuung... Ileonna. Cungie tidak mau jadi janda muda!" Heechul ber-sweatdrop ria diambang pintu. Sepertinya membiarkan Yesung bermain dengan Hyukjae anak tetangga sebelah sama sekali bukan hal yang bagus.

"Sungie baby... Siwon hanya pingsan sebentar, nanti juga bangun!" Ucap Ryeowook gemas. Yesung mengalihkan pandangannya kearah Ryeowook dengan mata berkaca-kaca lucu. "Cincca? Baguclah... Bica tinggalkan Cungie beldua dengan Wonnie hyung?"

"ANDWAE!" Teriak Heechul seketika mengalihkan perhatian MinWook Couple dan anak mereka sendiri.

"Umma…? Hik hik... Kenapa tidak boleh…?" Airmata mulai mengalir dari kedua sudut mata sabit Yesung.

Heechul berdecak, akhirnya airmata sang anak yang sangat ia benci mengalir deras karena dirinya sendiri. Dengan terpaksa Heechul menganggukkan kepalanya. Hanya untuk hari ini saja. Pasti besok Yesung sudah lupa soal Siwon.

PASTI!

Entahlah, ia tidak tahu kenapa ia tidak menyukai Siwon, hanya saja ia benci saat melihat raut wajah Siwon saat bertemu anaknya. Dan sekarang apa? Ryeowook mengatakan Yesung dijodohkan dengan Siwon? Apapun akan ia lakukan demi kebahagiaan anak satu-satunya, dan dia akan menjaga babynya itu sampai titik darah penghabisan! Dalam kata lain, jika namja Choi itu berani membuat babynya menangis sedikit saja, Heechul akan dengan senang hati membelikannya bunga pemakaman.

"Hah! Baiklah," Ucap Heechul akhirnya. Yesung loncat kegirangan diatas bed Siwon. Kedua couple tersebut pergi meninggalkan Yesung berduaan disana bersama Siwon.

"Cungie cayang Wonnie hyung…" bisiknya lalu kembali mengecup sekilas bibir joker Siwon.

:

:

Siwon menatap tumpukan kertas diatas mejanya. Ujian telah dekat, dan tentu membuat Siwon frustasi. Apalagi tiap menit Yesung akan datang mengganggunya. Ia sudah membentak Yesung menyuruhnya pergi sekitar lima menit yang lalu. Sejak saat itu Yesung tidak pernah lagi mengganggunya.

Entah kenapa Siwon merasa sedikit bersalah juga. Bagaimanapun Yesung masih kecil, tentu Siwon harus menghadapinya dengan sabar.

"Haish… jinjja…" Siwon menyandarkan tubuhnya dikursi belajarnya. Berusaha merilekskan otaknya. Rasanya benar-benar muak. Mungkin sebentar lagi Siwon akan mempertimbangkan untuk bunuh diri.

Krieet

"W-Wonnie hyung…?"

Siwon melirik kearah pintu, dan mendapati Yesung yang tengah menatapnya takut-takut diambang pintu. Ia diam, tetap memperhatikan Yesung yang melangkah mendekatinya.

"U-umm… Cungie minta maap kalena cudah membuat Wonnie hyung malah… ini, Cungie punya cake simpanan…" Yesung menunjukkan cake strawberry yang ia sembunyikan tadi dibelakang punggung mungilnya. "K-kata umma, kemalahan kita akan leda kalau makan cake… b-buat Wonnie hyung caja…" ia meletakkan piring kecil berisi cake itu diatas meja belajar Siwon dengan susah payah –mengingat tinggi tubuhnya. Ia lalu menunduk menghadap Siwon. "Maapkan Cungie, Wonnie hyung… tolong jangan benci Cungie…"

Setelah berkata begitu dengan sedikit terisak, Yesung kecilpun berlari keluar kamar. Tak lupa ia menutup pintu kamar –tak mau Siwon semakin marah padanya.

Siwon menatap sepiring cake itu dengan raut wajah aneh. Ia meraih sendok dan mencicipi cake itu dengan senyuman yang tanpa sadar tampak diwajah tampannya.

:

:

Hari berganti keminggu, dan minggupun berganti kebulan. Tidak terasa sudah sekitar 4 bulan Yesung tinggal dirumah keluarga Choi –atas permintaannya. Sikapnya yang lucu dan wajahnya yang manis mampu meluluhkan hati siapa saja, bahkan Siwonpun 'sudah' jatuh cinta dengan bocah yang seharusnya ia anggap adiknya itu. Tapi hey! Mereka dijodohkan, tidak ada salahnya Siwon menyukai Yesung 'kan?

Siwon bahkan memutuskan semua yeojachingunya, dan berjanji hanya akan mencintai Yesungnya saja. Tentu Yesung bahagia mendengar perkataan Siwon.

Heechul? Harapannya kandas. Yesung meminta tinggal dirumah keluarga Choi, membuat namja Choi itu jatuh cinta padanya, dan Heechul harus terus menyaksikan kemesraan mereka setiap ia datang kerumah keluarga Choi. Heechul ingin membunuh Siwon, tapi mengingat babynya akan sangat sedih, Heechul mengurungkan niatnya.

"Siwon ingat! Jangan macam-macam padanya sampai Yesung berumur 18 tahun!" Peringat Heechul. Ia takut Siwon akan melakukan hal yang tidak-tidak sebelum sang anak berusia cukup untuk hal 'itu'. Yesung memang terlalu manis dan imut untuk ditolak.

"Ne ahjussi! Aku berjanji," Siwon memeluk semakin erat tubuh mungil Yesung yang duduk dipangkuannya, kedua tangan kecil Yesung mengalung mesra dileher Siwon. "Sungie imut sekali…!" bisik Siwon lembut sambil mengecup bibir cherry Yesung. Ia tidak mempedulikan tatapan predator dari sang calon ibu mertua, Heechul.


FLASHBACK: OFF


"Wonnie hyuuungg~!" panggil Yesung dari atas tempat tidur.

"Ne, babyyy~!" Siwon melangkah keluar kamar mandi. Dihampirinya Yesung dengan senyum jokernya.

"Sungie mau keruang tengaah~!" ujar Yesung.

Sebelah alis Siwon terangkat. "Nee?"

"Gendong~!" pinta Yesung manja. Bagian bawahnya memang terasa sakit saat ini. Jadi untuk berjalan saja rasanya sulit sekali.

Siwon terkekeh. Kekasih namjanya ini benar-benar manis dan menggemaskan~! "With pleasure, my baby~!" Siwon menggendong Yesung bridal style, lalu melangkah keluar kamar.

Sepanjang perjalanan, Siwon tak henti-hentinya mengecup sekujur wajah cantik Yesung, dan mendapat tawa manis dari namjanya itu.

Setelah sampai, Siwon mendudukkan Yesung diatas sofa dengan hati-hati, lalu meraih remot tv yang ada dimejanya. Ia memutar film kartun kesukaan sang kekasih, dan segera menarik Yesung untuk bersandar padanya.

"Wonnie hyung…"

Siwon menoleh sambil tersenyum hangat. "Ne, baby?"

"Umm… ituu~…" Yesung menunduk, menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat.

"Ada apa, baby?" Siwon mengusap pipi chubby Yesung dengan lembut.

Yesung mengangkat wajahnya, menatap Siwon dengan wajah malu-malu. "S-Sungiee… suka melakukan hal tadi dengan Wonnie hyung!" cicitnya malu. "B-bisakah kita melakukannya lagi…?"

Siwon blank sejenak. Namun sedetik kemudian sebuah senyum bahagia merekah diwajah tampannya. "Tentu saja baby! Hyung sangat setuju~!"

Yesung tersenyum manis, lalu mengecup bibir Siwon kilat. "Saranghaeyo, Wonnie hyuuung~!"

Oke. Yesung mengatakan itu hanya dengan nada biasa. Senyum biasa. Dan sikap biasa.

Tapi bagi Siwon, Yesung seperti sedang beraegyo didepannya. DAN ITU TELAH MEMBANGUNKAN MACAN YANG TERTIDUR DALAM DIRINYA! –Atau itu hanya alasannya agar bisa memasuki Yesungnya lagi.

"BABY!" Siwon menerkam Yesung, dan langsung membungkam bibir cherrynya tanpa membiarkan Yesung merespon.

"E-eungh~…! W-Wonnieh… hyungiehh…!" desah Yesung disela ciumannya. Tangan nakal Siwon mulai merambat memasuki piyama kura-kura ninja merahnya, dan menyentuh nipple kecokelatan Yesung "Hyuunghh…!"

Krieet

"Ba-"

Brugh

Yesung dan Siwon sontak menoleh keasal suara. Wajah Siwon memucat. Berbeda dengan Yesung yang tampak bahagia dengan kedatangan dua tamu yang sudah tidak asing lagi bagi keduanya.

"Ummaa~! Appaa~!" sambut Yesung sambil melambai-lambaikan tangannya ceria. "Tadi Sungie baruuu~ saja dimasuki Wonnie hyung~! Kata Wonnie hyung kami sudah saling memiliki sekaraaang~!" terangnya dengan senyum innocent yang terlihat sangat manis.

"…"

"H-Heechul ahjussi… Hangeng ahjussi… s-saya bisa jelaskan…!"

BUAGH

Dan setelah itu terdengar jeritan menyakitkan seorang Choi Siwon dan pekikan kaget Kim Yesung dari dalam rumah bergaya minimalis itu.

:

:

"Ne ahjussi! Aku berjanji…?" Heechul mengulangi ucapan Siwon 9 tahun yang lalu. "Apa itu, Siwonsshi?" Kedua tangan Heechul terkepal erat bersiap memukul kembali wajah Siwon. "Umma~!" Sebelum tangan Heechul menyentuh wajah Siwon sang anak telah terlebih dahulu merengek membuat tingkat kemarahannya berkurang.

"Ne baby..." Pandangan Heechul melembut menatap Yesung. "Jangan pukul Wonnie hyung..." Melasnya lucu. Hangeng menghela napas lalu menggendong Yesung bridal style.

"Ah! Appa... appo!" Yesung memegangi pantatnya dengan raut wajah kesakitan.

"CHOI SIWOOOOOON!"

"Hyaaaa~!"

"Andwae, appa!"

Duakh...

Bugh...

"Hiks... Appo! Appo! Appaa! Berhenti menendang Wonnie hyuuung!"

.

.

Yesung sedang berjalan-jalan bersama temannya diatap gedung sekolah, Cho Kyuhyun mengajaknya ketempat itu karena ingin membicarakan sesuatu, Yesung percaya saja. Masih terlalu polos rupanya.

"Jja! Mau bicara apa Kyu?" Tanya Yesung setelah mereka berdua duduk disalah satu kursi disana. "Hanya ingin mengajakmu kesini," Balas Kyuhyun santai tidak peduli ekspresi marah dari Yesung yang merasa dipermainkan, mereka sudah menaiki ratusan anak tangga untuk sampai keatas sini –jangan lupakan butt Yesung yang masih sakit! Dan setelah semua yang ia lalui, Kyuhyun hanya ingin mengajaknya kesini?!

Jelas Yesung marah. "Kau membuatku kesal Kyu-ah!" Mata Yesung berair, ia merasa sangat kesal. Sebelumnya tidak pernah ada orang yang berani mempermainkannya seperti ini.

"Ternyata kau bisa marah ne?" Kyuhyun menolehkan kepalanya mendapati airmata Yesung menetes mengaliri pipi chubby nan merah itu. "Tentu saja! Kau kira aku apa heoh?"

"Istriku yang tidak pernah marah." Yesung menjambak rambutnya kesal. Dadanya naik-turun menahan seberapa inginnya ia mendorong tubuh Kyuhyun saat ini juga, kalau bisa ia ingin mencakar-cakar wajah sok polos didepannya.

"Aku pergi saja! Kau menyebalkan," Yesung berdiri dari duduknya bersiap berlari, namun belum sempat melangkah tangannya sudah ditarik Kyuhyun untuk duduk disebelahnya. "Lepaskan aku Kyuhyun! Hiks... akan aku adukan kau pada ummaku!" Yesung berucap sambil terisak.

"Kau namja Yesung-ah... Manja sekali," Salah satu tangan Kyuhyun mengambil sebotol obat dari dalam saku seragamnya, sedangkan tangan satunya masih menahan kuat tangan Yesung agar tidak lepas. "Hiks... Kau akan menyesal Kyuhyun! Siwon songsaeng akan datang dan memukulimu!"

Isakan Yesung membuat Kyuhyun semakin gemas melihatnya, Kyuhyun memasukan sebotol cairan tidak berwarna tersebut kedalam mulutnya, diraihnya cepat leher Yesung.

"L-lepas!" Tangis Yesung semakin menjadi saat bibir tebal Kyuhyun menyentuh bibirnya. Yesung tidak dapat berbuat apa-apa, kedua tangannya ditahan Kyuhyun hanya dengan menggunakan satu tangan, sedangkan tengkuknya Kyuhyun tekan begitu kuat membuat bibir mereka semakin menempel.

Yesung membuka mulutnya merasakan tangan Kyuhyun sedikit mencekik lehernya, saat itu juga Yesung merasakan cairan tidak berasa memenuhi seluruh mulutnya. Tanpa rasa curiga Yesung menelan habis cairan yang ia tidak tahu apa itu.

Kyuhyun menyeringai, dilepaskannya ciuman mereka lalu meludah untuk menghilangkan obat berupa cairan bening tadi. "NAPPEUN!" Teriak Yesung kesal. Tangannya terkepal keudara lalu suara plak terdengar disana.

"Kau jahat Kyuhyun! kau jahat!" Yesung memukul-mukul dada Kyuhyun layaknya seorang yeoja yang dihamili dan namjanya tidak mau bertanggung jawab.

Kyuhyun yang memang postur tubuhnya lebih besar dari Yesung berhasil menahan kedua tangan kecil itu. "Hiks... Lepa- ahhh…? Kyuhyun? Kenapa tiba-tiba panas sekali…" Tubuh mungil Yesung mulai menggeliat erotis didepan Kyuhyun. seketika Kyuhyun menjilati bibir keringnya.

"Kyuhh… ahhh... sakitt..." Yesung menarik kembali tangannya dari cengkraman Kyuhyun. "Apa yang sakit?" Ekspresi wajah Kyuhyun terlihat sangat datar menikmati pemandangan Yesung didepannya.

"Juniorku…" Dan obat tersebut sudah bereaksi dengan baik. "Baiklah! Aku akan membantumu dengan senang hati sayang..."

Kyuhyun membuka paksa baju seragam Yesung, melemparnya kebelakang dan segera menyerang kedua nipple kecil tersebut, tidak henti-hentinya Yesung mendesah nikmat. Ia serahkan tubuhnya pada Kyuhyun dan tidak peduli apapun lagi, meski mereka berada diatap gedung sekolah yang bisa suatu waktu didatangi para guru maupun murid.

.

.

Jam pelajaran sudah berlangsung sejak 5 menit yang lalu. Siwon memang menerangkan pelajaran pada murid-muridnya terlihat tenang saja, tapi sayangnya hatinya berkata lain, ia resah. Pasalnya sang kekasih tidak terlihat didalam kelas itu.

Ia sudah pertanya pada murid lain tapi hampir semuanya mengatakan Yesung ketoilet, dan juga. Ada yang mencurigakan disini, sang murid evil juga tidak ada.

"HyukJae! Kau tahu kemana perginya Yesung dan Kyuhyun?" HyukJae mendelikkan bahunya acuh.

Donghae berdiri dari bangkunya, lalu berkata lantang. "Tadi saya lihat Kyu membawa Yesung keatas gedung, songsaengnim!"

JDEER!

Seakan disambar petir Siwon hangus seketika ditempatnya (Red : membeku). "A-apa? Sejak kapan?!"

"Eum! Saat jam makan siang tadi sampai sekarang,"

Kedua mata Siwon membulat, segera ia berlari menuju tangga yang akan membawanya keatas gedung sekolah.

Sementara semua murid didalam kelas Siwon mengajar tadi berpesta pora melihat sang Guru yang posesive pada Yesung itu keluar, dan artinya mereka tidak akan mengerjakan soal-soal fisika untuk sementara.

Siwon terus berlari tergesa menaiki satu demi persatu anak tangga. Kekhawatirannya terjawab ketika ia membuka pintu menuju atap sekolah, Yesungnya sedang diperkosa.

"CHO KYUHYUN!" Teriaknya sambil berlari cepat menuju kedua orang yang tengah melakukan hubungan badan tersebut. Yesung sudah sepenuhnya naked sementara Kyuhyun tidak membuka pakaiannya sama sekali kecuali mengeluarkan juniornya dari dalam celana sekolahnya. Bahkan junior milik Kyuhyun telah menancap sempurna dihole kekasih namjanya.

"Ohhh… Kenapa berhenti?" Yesung membuka kedua matanya, seketika mata Yesung membulat melihat Siwon berdiri dengan wajah marah didepannya. "Siwon songsaengnim?"

BUGH!

"Beraninya kau menyentuhnya!"

BRAK

"Kurang ajar! Sudah kukatakan jangan dekati Yesung!" Siwon menghajar Kyuhyun tanpa ampun. Kyuhyun hanya mampu memegangi wajahnya yang babak belur dengan darah dimana-mana. Juniornya pun telah terlepas dari hole ketat Yesung.

"BERHENTI!" Teriak Kyuhyun akhirnya merasa kesal akan perbuatan Siwon.

"APA? KAU BERANI MENYENTUHNYA! TENTU SAJA AKU MARAH!" Siwon balas berteriak tidak kalah nyaring.

Angin bertiup kencang menerpa ketiganya. Yesung kembali memakai semua pakaiannya dengan tertatih, tubuhnya terasa lengket karena cairan Kyuhyun yang berapa kali muncrat ditubuh maupun holenya.

"Memang Yesung siapa songsaengnim?! Ada apa dengan kalian?" Kyuhyun berdiri menantang Siwon.

"Dia... Kau mau tahu dia siapaku?" Mata Siwon sedikit membulat menghadapi murid nakalnya.

"Dia kekasihku! Apa kau dengar? YESUNG KEKASIHKU!" Tekannya seklai lagi membuat Kyuhyun memundur tidak percaya. "JIKA KAU SUDAH TAHU SEBAIKNYA PERGI JAUH-JAUH DARI HADAPANKU!" Tidak mau membuat masalah semakin besar Kyuhyun berlari meninggalkan keduanya tanpa sepatah katapun.

"Wonnie hyung... hiks..." Yesung memeluk Siwon erat dari belakang. Dapat Siwon rasakan punggungnya basah yang ia yakin karena airmata Yesung. "Sudahlah baby... Jangan fikirkan lagi," Siwon menggenggam tangan yang melingkari perutnya itu.

"Hiks… Sungie bodoh hyung… seharusnya Sungie mendengarkan perintah hyung, dan bukannya mengikuti Kyuhyun ketempat ini… d-dan harusnya Sungie menolaknya… Sungie malah menyerahkan tubuh Sungie begitu saja…" Yesung terisak semakin nyaring.

"Aniya baby… jangan menyalahkan dirimu... semuanya sudah terjadi... kumohon berhenti menangis." Bisik Siwon sedih.

Siwon membalik tubuhnya menghadap Yesung, ditangkupkannya kedua tangannya dipipi chubby tersebut lalu menghapus airmata yang mengalir dipipi Yesung.

"Uljima..." Kemudian mengecup lembut bibir bengkak Yesung akibat perlakuan kasar Kyuhyun. "Hyung..." Lirihnya masih menangis.

"Hum?" Yesung menundukkan kepalanya malu.

"Itu... junior Sungie sakit… dia terus berdiri dan tidak mau tidur," Siwon mengarahkan pandangannya kebawah dimana alat kelamin kekasihnya terlihat berdiri semangat. "Aish! Apa yang dia lakukan padamu hingga jadi seperti ini?!"

"Kyuhyun meminumkan sesuatu pada Sungie," Tangan Yesung menunjuk botol dibawah kaki Siwon. Tanpa banyak bicara Siwon mengambil botol kecil itu. 'Aphrosidiak'.

"Shit! Pantas saja! Sebaiknya kita pulang lebih awal," Siwon menggendong Yesung untuk meninggalkan tempat tersebut.

"Hyung…?"

"Hmm?"

"Bagaimana kalau Kyuhyun memberitahu pihak sekolah soal ini…?"

"… Aku akan tetap membelamu, baby…"

.

.

Sudah 1 minggu sejak kejadian itu. Kyuhyun pindah dari sekolah ini entah karena takut pada Siwon atau karena takut Yesung akan hamil. Yah… Siwon dipecat karena hubungannya dengan Yesung ketahuan. Sementara Yesung lolos hukuman karena Siwon membelanya. Akhirnya Siwon memilih melanjutkan perusahaan appanya, Choi Sungmin.

Hubungan Siwon dan Yesung semakin mesra. Bahkan sesekali Siwon lepas kontrol dan menyentuh Yesungnya. Tentu saja Kim Heechul yang sudah memasang kamera pengintai secara diam-diam diapartemen mereka, langsung mendatangi Namja penerus Choi Corp. itu untuk menghajarnya.

Hingga suatu hari Siwon sudah benar-benar ingin menikahi Yesung, terlebih Yesung merupakan namja uke yang cukup terkenal disekolah. Siwon takut Yesungnya akan kenapa-napa karena ia sudah tak bisa menjaganya lagi dari dalam sekolah. Yah, walau Lee Hyukjae dan kekasih ikannya sudah berjanji akan menjaga Yesung, tapi tetap saja Siwon tidak bisa percaya sepenuhnya pada couple aneh itu.

Dan disinilah Siwon sekarang. Mendapat berjuta makian dan hujatan dari sang ahjussi 'kesayangan'. Kata-kata kasar yang sungguh frontal dan menyakitkan hati (TmT) *Yefi chan curhat nih!XD*

"Aku tidak mau! Bahkan Yesung belum lulus sekolah!" Heechul melipat kedua tangannya didepan dada.

"T-tapi ahjussi… saya sangat mencintainya…!"

Heechul mengirim deathglarenya. "Pergi! Kembali lagi kesini 5 tahun kemudian!" Usir Heechul sadis.

Siwon menundukkan kepalanya, dengan berat hati ia melangkah meninggalkan kediaman Kim.

.

.

"Aku merestui pernikahan kalian," Sungmin berucap mendapat aminan dari Ryeowook. "Kalian akan menikah diam-diam,"

"MWO?" Kedua sejoli berbeda usia tersebut membelakakan mata dengan mulut membentuk O bulat.

"Kalian ingin menikah kan? Umma akan menyiapkan segalanya, kau tenang saja baby~!" Ryeowook memeluk tubuh mungil Yesung dengan riang gembira.

"Tapi... Bagaimana jika umma marah?" Yesung bertanya takut. Mengingat kembali sang umma yang sangat menantang keinginannya menikah dengan Siwon.

"Kau menangis saja!" Usul Ryewook, Yesung berfikir sejenak sebelum ia mengangguk polos.

"Baiklah!" Sungmin tersenyum mistis. "Kalian akan segera mendengar kabar baik~…"


-WonSung's Apartement…

"MWO?! KENAPA KAU SEENAKNYA SAJA, CHOI SUNGMIN!" sebuah suara tinggi melengking nan menggelegar memecah kesunyian malam itu.

"Tapi Heechul ah! Mereka saling mencintai! Tak sepatutnya kau menghalangi cinta mereka!"

"AISHHH! NO WAY! BABYKU BAHKAN MASIH 13 TAHUN! TIDAK! TIDAK! TIDAK!"

Yesung mulai menangis –sesuai rencana Ryeowook.

"AIIYAAH! BAIKLAH! Uljimma baby~…"

Ryeowook mengedipkan sebelah matanya kearah Siwon.

:

:

-Two weeks later…

Disebuah gereja, Nampak seorang namja cantik yang tengah membantu namja manis didepannya memakai make up tipis diwajah manisnya.

"Baby… kau yakin mau menikahinya…?" tanya Heechul melas sambil tetap mengoleskan blush on berwarna soft pink dipipi chubby sang aegya yang memang sudah merah alami.

"Ne, umma! Sungie sangat mencintai Wonnie hyung~!" sahut Yesung riang. Hari ini ia akan menikahi hyung kesayangannya. Beberapa hari yang lalu Ryeowook mengajaknya berbelanja gaun dan karangan bunga untuk hari besarnya ini.

Heechul menggigit jarinya saat sudah selesai merias babynya. Babynya tampak sangat cantik dengan make up tipis yang menghiasi wajahnya. Rambut pendeknya ditata acak tapi tetap rapi, dan jangan lupakan gaun yang membalut tubuhnya. Gaun pilihan Ryeowook, sang ibu mertua.

Sebuah gaun putih cantik yang memiliki belahan-belahan tersembunyi diroknya. Jadi jika Yesung salah berjalan, maka bisa dipastikan paha mulusnya itu akan terekspos. Bahu dan punggung gaunnya pun terbuka, mempersilahkan siapa saja untuk melihatnya.

Tentu saja Heechul sangat membenci gaun yang dipakai babynya ini. Hei, enak sekali orang lain bisa melihat paha, bahu dan punggung mulus Yesung! Hanya Kim Heechullah yang boleh melihatnya!

… Yah… walau Choi Siwon juga sudah melihatnya.

"Bagaimana, umma? Apakah Sungie terlihat tampan?" tanya Yesung sambil tersenyum manis.

Heechul otomatis memeluk aegya manisnya itu. Menangis mengingat ia harus melepas anak manisnya ini untuk bocah mesum seperti Siwon. "Kau cantik, baby… sangat cantik…!"

Yesung mempoutkan bibirnya imut. "Sungie tampan!" protesnya kesal.

Baru saja Heechul hendak kembali menggoda Yesung, terdengar suara Hangeng dari luar ruangan. "Chullie, Sungie… sebentar lagi acara akan dimulai!"

Heechul menghela napas berat. Ia menatap Yesung dengan senyum lembut. "Kau siap, baby?"

Yesung mengangguk dengan senyuman bahagianya. "Ne! Kajja umma!"

:

:

Siwon bergerak gelisah. Matanya terus menatap pintu gereja, menunggu kekasih namjanya yang belum juga muncul. Jangan bilang Heechul membius aegya kesayangannya itu, dan membawanya kabur keluar negeri?!

Siwon menggigit bibir bawahnya cemas. Namja tampan itu terlihat menawan dengan tuxedo putihnya. Rambutnya pun tampak ditata rapi namun tetap terkesan keren. Sementara pastor disampingnya hanya tersenyum melihat tingkah Siwon.

"Sepertinya kau sangat mencintainya, hm?"

Siwon mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya. "Ye, saya sangat mencintainya." Ia tertawa kecil. "Segalanya tentangnya."

Pastor itu tersenyum. "Aku yakin kehidupan rumah tangga kalian akan berjalan dengan baik. Apa dia jago memasak?"

Siwon menunduk murung.

Dan pastor pun memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut.

"Pengantin akan memasuki ruangan!"

Siwon sontak mengangkat wajahnya. Dan kedua dark chocolatenya terpana melihat sesosok namja manis yang melangkah anggun mendekatinya sambil menggandeng sang appa, Hangeng.

Namja manis itu… terlihat benar-benar cantik dan bercahaya dengan gaun putih yang membalut tubuh rampingnya.

"U-uhm… hyung…!" Siwon tersadar dari keterpukauannya saat namja manis itu telah sampai dihadapannya. Ia mengambil alih tangan Yesung dari Hangeng.

"Jaga dia, Siwon ah." Pesan Hangeng sebelum berbalik.

"Saya akan menjaganya walau tanpa anda minta…" Siwon tersenyum lembut, menabrakkan dark chocolatenya kepada obsidian indah Yesung. Yesung balas tersenyum manis.

"Ehem."

Siwon dan Yesung sontak menoleh kearah pastor yang sudah bersiap didepan mereka.

Setelah berbicara panjang lebar tentang berbagai hal mengenai cinta, sang pastorpun mulai bertanya.

"Choi Siwon. Bersediakah kau menerima Kim Yesung sebagai istrimu, menjaganya dikala sakit, menemaninya dikala sehat, menerimanya dikala senang maupun susah, mencintainya disetiap hela napasmu, dan menyayanginya disetiap detak jantungmu?" (Kata-katanya Ucchan ngarang!)

"Saya bersedia!" jawab Siwon mantap sambil menatap kedua obsidian Yesung lembut.

Pastorpun berbalik kearah Yesung. "Kim Yesung. Bersediakah kau menerima Choi Siwon sebagai suamimu, menjaganya dikala sakit, menemaninya dikala sehat, menerimanya dikala senang maupun susah, mencintainya disetiap hela napasmu, dan menyayanginya disetiap detak jantungmu?"

"Saya bersedia…!" Yesung tersenyum manis sambil mengeratkan genggamannya pada tangan Siwon.

Pastor itu tersenyum. "Mulai saat ini, saya resmikan kalian berdua sebagai sepasang suami istri!" ucapnya dan mendapat tepuk tangan heboh dari para hadirin yang hadir. "Mempelai bisa berciuman sekarang."

Siwon menarik Yesung mendekatinya. Melingkarkan sebelah tangannya dipinggang ramping Yesung, sementara tangan yang satunya lagi menangkup pipi chubbynya. Yesung perlahan memejamkan matanya saat Siwon mulai memajukan wajahnya.

Chu~

Dan ciuman manis itu diabadikan Ryeowook dengan kamera tua miliknya. Sementara Heechul sudah diikat Sungmin dan Hangeng dikursi. Hangengpun telah membungkam mulut Heechul dengan sapu tangan, takut Heechul akan berteriak.

"Saranghaeyo, baby…" bisik Siwon.

Yesung tersenyum manis sambil mengalungkan tangannya dileher Siwon. "Nado saranghaeyo, Wonnie hyung…"

Chu~

FIN~!

Y/N: Yah! Ucchan *?* tau ini aneh XD … dah itu aja

U/N: TwT" SAENGIL CUKHAE MY BABY!*gigit Yemma*/plak/ so, ini chapt terakhirnya~! Mwahahahah!XD mian kalo adegan mnya gak hot ne! dibilangin Ucchan masih pemula juga-,- yah, moga-moga diterima!XD gomawo ne, yang udah review! Moga-moga chapt ini review juga!X3

Singkat kata,

REVIEW PLEASE~?