Disclaimer : YuGiOh!! Milik Om Kazuki Takahashi. Dan juga lagu yang tercantum di chapter ini bukan milikku. (buset!! Kalau lagu itu milikku, Sejak kapan aku jadi penyanyi?)

Author : jika ada tanda //.......// itu adalah suara musik. Jika masih belum paham silahkan baca sendiri chapter ini. Anda akan mengerti maksud saya nanti.

Warning : beberapa character yang agak OOC, Gaje dan beberapa language yang sangat kasar, tidak sopan dan kurang senonoh untuk dilihat oleh mata innocent anda. Oke, enjoy!! ^__^

-------Chapter 2-------

Welcome to the Hell

Yugi POV

Semenjak pertama kali aku masuk dan memutuskan untuk ngekos di Wisma Sennen, aku mengira bahwa tantangan yang akan kuhadapi hanya seorang pemilik kos yang aneh dan mungkin beberapa tetangga kosku yang kurang ramah. Jika memang mereka tidak dapat diajak untuk bersosialisasi maka tak masalah buatku karena aku juga sudah terbiasa menyendiri dan hidup individualis. Aku kira semua permasalahanku akan beres dan selesai dengan jalan keluar seperti itu. tapi ternyata aku salah.....cobaanku tak sesimple yang aku kira. Sepertinya mau tidak mau aku harus masuk ke dalam neraka.....

-------Kamar Kos Wisma Sennen-------

Normal POV

"mari kutunjukkan letak kamarmu Yugi boy....."

Setelah Yugi menyetujui untuk tinggal di Wisma Sennen, sang pemilik kos Pegasus mulai mengantar Yugi masuk menuju ke dalam lorong tengah rumah itu dan setelah mereka memasuki sebuah lorong, di bagian samping kanan dan kiri terlihat beberapa kamar kos yang berjejeran. Yugi pada awalnya masih mengira bahwa mungkin di lorong-lorong itu akan dipasangi poster-poster dan lukisan-lukisan Binaragawan seperti di ruang depan tadi tapi sepertinya dugaan Yugi meleset dan suasana lorong kamar yang ia masuki sekarang sepertinya lebih buruk daripada suasana Binaragawan tadi.

"What the....." Yugi hanya bisa terkejut dan terbelalak saat ia melihat berbagai macam pemandangan baru yang kini terlihat di dinding lorong dan kamar. Dinding lorong yang di cat dengan warna oranye kini dipenuhi oleh sebuah variasi-variasi unik dalam bentuk coretan dan gravity yang mungkin tidak seberapa kreatif. Yugi hampir terkena serangan jantung saat kedua mata violetnya itu melihat beberapa seni kata-kata bahasa inggris dengan makna yang kurang menyenangkan seperti kata Bitch, Whore, Shit, Asshole, Sex Bastard, Pain in the Ass dan kata-kata kreatif lainnya mulai terpampang di dinding. Bahkan sebuah Gravity raksasa yang terletak di bagian tengah ruangan yang bertuliskan Fuck and Suck my Cock Forever!!! dengan efek lumuran darah membuat mulut Yugi menganga hingga berdiameter 10 cm. Yugi serasa ingin pingsan. Ia tak menyangka bahwa para penghuni tetap di tempat ini sangat begitu kreatif.

"a…apakah ini salah satu kebebasan penghuni kos yang anda maksud Pegasus san?" Pegasus hanya bisa tertawa melihat ekspresi shock yang tergambar di wajah Yugi.

"ya, aku tidak keberatan dindingku di coret-coret dengan kata-kata kreatif seperti ini. Justru tempat kosku menjadi semakin berwarna dan penuh dengan kejutan sekarang" ujar Pegasus dengan perasaan bangga. Yugi hanya bisa sweatdrop melihat reaksi Pegasus.

"oh begitu…."

"hmm jika kau ingin membuat sebuah seni di dindingku, tak masalah Yugi Boy…..kau bebas melakukan apa saja disini. Hehehe…..bahkan kau mengupil dan menempelkan ingus di dindingku juga tidak masalah……hohohohohoho!!! Semuanya bebas asalkan masih dalam keadaan yang terkendali" Yugi semakin bertambah sweatdrop dan tak tahu harus mengatakan apa.

"ah….terima kasih atas hak kebebasan yang telah Pegasus san berikan, tapi sepertinya saya tidak terlalu menyukai seni dan untuk soal menempelkan kotoran Hidung, sa.…saya tidak suka memamerkan kotoran saya di depan umum. Sepertinya saya lebih suka hal yang sifatnya privacy Pegasus san……"

"hohohoho……aku senang dengan penghuni kos sepertimu Yugi boy…..kepribadianmu begitu charming sekali…..jika aku menjadi wanita, aku mau kau jadikan sebagai kekasih…..sayang sekali aku terlahir sebagai seorang pria…..fuhuhuhu….tapi aku tak keberatan jika harus menjadi seorang gay demi dirimu Yugi boy….." Bisik Pegasus sambil menatap Yugi dengan pandangan yang menurutnya sangat seductive. Yugi hanya bisa memaksakan untuk tertawa kecil menyembunyikan ekspresi illfeelnya.

"te….terima kasih atas pujiannya Pegasus san, ta….tapi saya bukan seorang Gay….."

"oh, sayang sekali ya…….Fuhuhuhu…..jika aku seorang wanita, aku pasti akan menangis sekarang ini….." Keluh Pegasus seraya mengibaskan rambutnya ke samping. Yugi hanya bisa bernafas lega. Walaupun ia bukan seorang Gay, tapi sebenarnya ia adalah seorang Bisexual. Ia tertarik pada wanita tapi juga bisa tertarik pada pria. Walaupun begitu ia tak ingin mengatakan pada Pegasus bahwa ia seorang Bi.

'Yucks!! Aku tak sudi punya kekasih lebay macam dia!!! Amit-amit!! Jangan sampai ia tahu kalau aku adalah seorang Bi' Pikir Yugi sambil diam-diam memasang wajah jijik di belakang Pegasus.

Tak berapa lama kemudian mereka berdua sampai pada sebuah kamar. Dari empat deret kamar yang berjejer di sebelah kanan lorong. Yugi mendapatkan kamar urutan kedua dari pojok.

"nah, kamarmu disini Yugi boy…..karena hanya kamar ini yang masih layak untuk ditempati. beberapa kamar kosong yang lainnya masih perlu kurenovasi karena penghuni sebelum telah merusak dan melubangi dindingku karena terlalu depresi. Aku harap kau tidak keberatan mendapat kamar di urutan ini Yugi boy…."

"ah, tidak masalah Pegasus san, umm apakah kamar di sebelahku ini ada penghuninya?" Yugi mulai melihat kamar-kamar di sebelah dan seberang yang terlihat kosong.

"tentu saja ada. Di kamar seberang yang paling pojok di sana itu adalah kamar milik Seto Kaiba lalu di seberang sana milik si kembar Malik dan Marik. Lalu dua kamar di sebelah Seto Kaiba itu penghuninya jarang pulang lalu Kamar urutan pertama di sebelah kirimu ini adalah kamar milik Bakura lalu kamar urutan keempat milik mahasiswa bernama Ryou dan kamar urutan ketiga yang terletak disebelah kanan kamarmu ini adalah kamar milik si punk Yami" Yugi langsung terbelalak.

"si pu…punk?"

"iya, Yami dan Bakura di sebelahmu ini adalah anak punk. Mereka berdua yang banyak menciptakan seni di dindingku terutama Bakura. Hmm....bahkan sepertinya Yami agak mirip denganmu Yugi boy...."

"oh be….begitu" Yugi mulai pucat. Kini ia harus tinggal dalam sebuah kos-kosan yang gaje dan dikelilingi oleh para tetangga yang tidak benar pula. Bahkan kini ia dibilang mirip oleh salah satu anak punk penghuni tetap kos-kosan ini. Yugi hanya bisa pasrah dengan semua itu.

'Ra pasti sangat membenciku......'

-------Kamar Yugi-------

Hari semakin gelap. Yugi kini berada di dalam kamar barunya. kamarnya cukup luas untuk sebuah kos-kosan. Bahkan fasilitas ekstra macam televisi, lemari kosong, tempat tidur dan meja belajar juga lengkap tersedia. Bahkan AC juga terpasang di atas dinding bagian pojok.

"tempat ini tidak buruk. Fasilitasnya lumayan. Aku heran kenapa banyak yang tidak betah ngekos disini? Jika memang para penghuni baru yang menetap disini tidak betah karena perlakuan penghuni tetap, lebih baik tidak usah bersosialisasi dengan mereka. Beres kan?" gumam Yugi. ia lalu mulai berbaring di tempat tidurnya. Spring bed yang ia gunakan terasa begitu nyaman dan lembut. Yugi benar-benar senang dengan fasilitas yang ia dapatkan itu.

"bahkan tempat tidurnya lebih empuk daripada tempat tidur di apartementku dulu!! Keren!!!" Yugi mulai berguling-guling merasakan nyamannya kasur barunya itu.

"hmm....sebaiknya akan kulanjutkan membaca buku yang kupinjam dari perpustakaan kemarin mumpung tugas kuliahku sudah beres semua!!!" dengan semangat Yugi segera mengeluarkan buku tebalnya dari dalam tas. Ia lalu duduk di atas kasurnya dan mulai memakai kacamata bacanya. Yugi hanya akan memakai kacamata bacanya saat akan membaca bukunya. Ia tak akan memakainya setiap waktu karena kedua matanya hanya minus setengah saja.

"Yosh!! Sejauh ini semua berjalan lancar-lancar saja!! Asyik!! Saatnya memanfaatkan waktu luang!!" Yugi mulai membuka sebuah halaman di pertengahan bukunya. Ia mulai fokus dan membaca buku tebalnya itu hingga setengah jam berlalu, masih tak ada sebuah interupsi yang menganggu.

"cara menganalisa subtansi masalah yaitu pertama-tama kumpulkan seluruh asumsi dasar lalu cari narasumber tersendiri dan lalu di kelompokkan ya hmm....." Yugi terus membaca dan membaca. Ia juga terlihat merumuskan sebuah formula di catatan kecil miliknya.

"jadi jika di formulasikan seperti ini akan menghasilkan sebuah kesimpulan yakni......"

//WE WILL WE WILL ROCK YOU!!!! SING IT!!! WE WILL WE WILL ROCK YOU!!!! EVERYBODY WE WILL WE WILL ROCK YOU!!!!//

Alunan lagu rock milik band legendaris Queen mulai menggema dengan sangat nyaring dari sebelah kanan kamar Yugi. hal itu membuat Yugi langsung kaget dan mulai menutup kedua telinganya. Kerasnya suara sound system milik tetangga kos disebelahnya itu hampir membuat seluruh kamar Yugi mengalami getaran. Yugi benar-benar emosi karena waktu luangnya telah mengalami gangguan.

"brengsek!!! Siapa yang nyalahin musik keras begini!!! Be...berisik!!! Sungguh menganggu sekali!!" dengan penuh amarah Yugi langsung keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke kamar yang terletak tepat di sebelah kanannya. Sumber suara itu terdengar semakin memekakkan telinga saat Yugi sudah berdiri di hadapan pintu kamar tetangganya itu.

"kalau tidak salah, penghuni kamar ini anak punk yang bernama Yami itu kan?" Yugi lalu mulai melihat keadaan pintu kamar tetangganya itu. dan benar dugaan Yugi, ternyata ia sudah disambut oleh tulisan "Fuck You Dammit!!!" yang tertulis di pintu yang berada di hadapannya itu.

"bagus.....penyambutan yang sangat kreatif....." ujar Yugi dengan nada sarkastik. Dengan segenap kekuatannya, ia lalu mulai mengetuk pintu kamar tetangganya itu.

Tok!!! Tok!!!

"permisi!!!"

-------Di dalam kamar urutan 3-------

Tok!!! Tok!!! Tok!!!

Suara ketukan itu membuat dua orang pria yang sedang menikmati musik favorite mereka menjadi sangat terganggu.

"Brengsek!!! Siapa orang kurang kerjaan yang berani ngetuk-ngetuk pintu? sialan!!!" Bakura benar-benar merasa terganggu dengan suara ketukan pintu yang kini bercampur menjadi satu dengan lagu yang ia dengarkan. Di atas kasur terlihat seorang pria yang berbaring sambil terus merokok. Ia tak mempedulikan orang yang mengetuk-ketuk pintu kamarnya itu.

"sudah biarkan saja Bakura, paling-paling dia pergi sendiri nanti......" ucapnya sambil menghembuskan asap rokok yang ia hisap itu. Bakura hanya membuang muka dan mulai menyalakan rokok.

Tok!!! Tok!!!

"halo!! Apa ada orang di dalam? Halo?"

Yugi benar-benar semakin bertambah emosi jika ia tidak di pedulikan dan di kacangi seperti ini. Sebagai murid teladan, ia tak pernah sekalipun mendapatkan perlakuan yang sangat tidak sopan seperti ini.

"hah!! Jadi ini cara kalian menggunakan hak kebebasan kalian? Oke!! Akan kutunjukkan caraku menggunakan hak kebebasanku!!" dengan cepat Yugi langsung menendang pintu dan langsung berteriak dengan keras.

BRAAAKKK!!!!! BRAAAKKK!!!

"HOI!!! BUKA PINTUNYA!!! PADA BUDEK SEMUA YA, HAH!!!!"

BRAAAAAAKKKKKK!!!!!! BRAAAAAKKKKK!!!!

"BUKA!!!!"

"FUCK!!!" Bakura mulai emosi dan langsung berjalan menuju pintu. Ia langsung membukanya dengan cepat.

"APA MAUMU!!!?" Yugi langsung terkejut dengan bentakan keras dari Bakura yang kini sudah berada di hadapannya. Yugi langsung mengernyutkan dahi saat ia melihat Bakura.

'apa dia yang namanya Yami? Kata Pegasus san ia mirip denganku? Tapi kok nggak mirip sama sekali denganku?' Yugi segera mengatakan sesuatu.

"ma...maaf jika aku menganggu tapi bisakah kau mengecilkan volume musikmu? Aku tak bisa berkosentrasi dalam belajar karena kamarku tepat berada disebelah kamarmu" Bakura hanya diam dan menatap tajam pada Yugi. sebelum pada akhirnya ia memanggil seseorang.

"YAMI!!!"

'jadi benar dugaanku, ia bukan Yami' pikir Yugi. keheningan terjadi saat seseorang yang dipanggil Bakura tak kunjung merespon.

"YAMI!!! CEPAT ANGKAT BOKONGMU DARI SITU DAN SEGERA KEMARI!!!! JIKA KAU TIDAK KEMARI JUGA, AKAN KUTENDANG BOKONGMU BRENGSEK!!!!" suara geraman langsung terdengar setelah Bakura mengancam orang yang dipanggilnya itu.

"Ah!! Cerewet!!! Ada apa keparat!!" suara baritone yang terlihat emosi itu mulai terdengar jelas diiringi dengan munculnya seseorang yang kini terlihat berjalan ke arah Bakura.

"ada kembaranmu!! Tapi versi culun!!!"

"APA!!! CU...CULUN?!!" Yugi benar-benar emosi karena ia diejek dengan kata culun. Ia benar-benar tak pernah merasakan kemarahan sedalam ini dalam hidupnya. Ia tahu sebab mengapa ia dikatakan culun. Hal itu karena Yugi tidak melepas kacamata bacanya.

"sebenarnya ada apa ini?" kini pemilik suara baritone itu sudah muncul dihadapan Yugi. dalam sekejap terjadi keheningan di antara mereka. Yugi tak menyangka bahwa ada orang yang benar-benar mirip dengannya. Walau mirip tapi mereka berdua sangat bertolak belakang. Yugi hanya bisa menganga melihat penampilan mencolok kembarannya itu. ia memakai tank top hitam dengan tulisan 'Devil' di depannya dan celana kulit berwarna hitam dengan beberapa gelang silver dan metal di pergelangan tangan, lengan dan pinggangnya. Di bagian leher terlihat sebuah neck belt berwarna hitam dan dua buah sabuk metal melingkari pinggangnya. Sepasang sepatu boots hitam juga terlihat di kedua kakinya. Kembarannya itu lebih terlihat dewasa dan berkarisma dan lebih mencolok jika dibandingkan dengan penampilan Yugi yang seperti anak-anak. Tatapan mata kembarannya itu terlihat lebih tajam dan berwarna merah darah. Poni pirangnya juga terlihat lebih banyak dan menjulang keatas. Sungguh sangat bertolak belakang dengan Yugi. Kembarannya itu mulai terlihat mengernyutkan dahinya saat melihat Yugi yang masih menganga melihatnya.

"siapa kau? Aku tak pernah melihatmu sebelumnya" suara baritone itu membuyarkan lamunan Yugi.

"uh....a..aku Mutou Yugi penghuni baru yang ngekos disini" Bakura langsung melipat tangannya setelah mendengar itu.

"hah!! Penghuni baru rupanya. Aku tak menyangka masih ada orang yang mau ngekos disini. Bagaimana menurutmu Yami?" Yami langsung memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

"mungkin hanya bertahan beberapa hari saja....." perkataan Yami langsung membuat Yugi mengernyutkan dahi.

"a...apa maksudmu?"

"hah!! Harusnya kau tahu maksud kami. Tidak ada yang bisa bertahan di sini lebih dari sebulan" gerutu Bakura.

"dan aku yakin pasti yang menyebabkan para penghuni baru tidak betah ngekos disini adalah karena kalian!!" ejek Yugi. Yami langsung memicingkan matanya pada Yugi. ia lalu mulai mendekat kearah Yugi dan mulai tersenyum sinis.

"oh ya? Apa yang menyebabkan kau bisa mengambil sebuah kesimpulan seperti itu?" Yugi mulai mundur perlahan-lahan.

"mudah saja!! Di hari pertamaku ngekos disini aku sudah disambut oleh kerasnya suara sound system jelek milikmu dan hal yang sangat luar biasa adalah waktu luangku tidak bisa ku maksimalkan se-efisien mungkin. Bagaimana?" Yugi balik menantang. Yami hanya tersenyum sinis.

"cukup masuk akal. Jika memang kami yang menyebabkan penghuni baru disini tidak betah memangnya kenapa? Ini adalah cara kami untuk bersenang-senang lagipula kami bebas melakukan apa saja disini....." Yami semakin mendekati Yugi sampai pada akhirnya Yugi terjebak karena dibelakangnya sudah ada dinding.

"walaupun kalian bebas melakukan apa saja tapi kalian juga harus tahu aturan!! Jangan seenaknya saja!! Yang ngekos disini bukan hanya kalian tahu!!!" Yugi mulai marah. Yami hanya tertawa mendengar itu. Bakura yang mendengar itu juga mulai tersenyum sinis pada Yugi.

"beritahu padanya Yami!! siapa yang berkuasa disini!!" Yami hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Bakura. Ia lalu mulai mencengkram Yugi dan mulai mencengkram wajahnya. Jarak mereka hanya beberapa inci saja. Hal itu membuat Yugi terbelalak dan tergagap-gagap. Wajahnya pun mulai memerah.

"dengar Yugi......perlu kau tahu, kami sudah menetap disini selama dua tahun dan kami berdua adalah penghuni tetap terlama disini dan dalam kamus kami, itu berarti kami adalah penguasa disini. Pendatang baru yang pendek dan 'culun' sepertimu sebaiknya jangan berbuat macam-macam karena apa?" Yami mulai mendekatkan jaraknya ke telinga Yugi. hembusan nafas panas dari Yami membuat Yugi menjadi merinding.

"karena kau akan merasakan sebuah 'neraka' jika kau berbuat macam-macam dan tidak mau mengikuti aturan kami. Ingat itu.......culun"

"a..apa?!" belum sempat Yugi merespon tiba-tiba dengan cepat Yami segera menahan wajah Yugi di dinding dan langsung mencium bibirnya dengan kasar. Hal itu membuat Yugi shock dan langsung berontak. Ia langsung mendorong Yami dan menampar kembarannya itu.

"BRENGSEK!!! APA YANG KAU LAKUKAN!!!" Wajah Yugi mulai memerah dan ia segera mengusap bibirnya. Yami hanya tersenyum sinis dan mengusap pipinya yang memerah karena tamparan Yugi.

"anggap saja itu sebagai wujud perkenalan pertama culun.....hehehe....."

"KAU!!!" Yugi benar-benar emosi dan marah. Yami dan Bakura hanya bisa tertawa melihat itu.

"baiklah selamat belajar culun!! Semoga kau mendapat nilai yang bagus ya?! Hahahahahaha!!!"

"BAJINGAN!!!"

BRAAAAAAKKKK!!!!!

Yami dan Bakura segera kembali masuk ke dalam kamar mereka dan langsung menutup pintu dengan keras. Yugi benar-benar panas dan ingin segera membunuh tetangga barunya itu. baru kali ini ia dipermalukan seperti ini. Yugi hanya bisa menggeram dan menendang pintu kamar Yami. dalam sekejap lagu We will rock you yang diputar melalui sound system milik Yami langsung berhenti. Hal itu membuat Yugi mengernyutkan dahinya.

"lho kok...." belum sempat Yugi mencapai sebuah kesimpulan dalam pemikirannya, sebuah interupsi yang baru langsung menyongsongnya dengan keras.

//YOU KNOW I MAKE YOU WANNA SCREEAAAAAMMMM!!!! YOU KNOW I MAKE YOU WANNA RUN FROM ME BABY BUT KNOW IT'S TOO LATE YOU'VE WASTED ALL YOUR TIME!!!//

Kini lagu scream milik avenged sevenfold membuat keadaan sepuluh kali lipat lebih buruk daripada lagu queen tadi. Yugi hanya bisa menggeram dan mengutuk tetangga barunya itu.

"KALIAN SEMUA BAJINGAN!!!!! DASAR SAMPAH MASYARAKAT!!! PUNK NORAAAAAAKKKK!!!!"

//SCREAAAAAAMMMMM!!!!!! SCREEAAAAAAAAMMMMMM!!!!! SCREAAAAAAAMMMM!!! THE WAY YOU WOULD IF I RAVAGED YOUR BOOOODDDYYYYYYY!!!! SCREEAAAAAAAAAAMMMM!!!!!! SCREEAAAAAAAAMMM!!!!!//

"BEDEBAH!!!" Yugi langsung berjalan pergi meninggalkan kamar Yami. percuma jika ia berteriak-teriak seperti orang gila di depan pintu tetangganya itu. karena ia tak akan di pedulikan dan malah mendapat sebuah penyambutan sound system yang lebih parah lagi dari ini. Yugi hanya bisa mengeluh dan pasrah.

"tempat ini benar-benar parah. Harusnya aku bisa memprediksi kalau kekacauan di tempat ini akan menjadi separah ini.....sial!! sekarang aku harus bagaimana? Aku tak bisa belajar jika begini" Yugi lalu membawa bukunya dan memutuskan untuk keluar dari kamarnya.

"sebaiknya aku belajar diluar saja" gumam Yugi sambil berjalan kembali melewati kamar Yami.

//SCREAAAAAAMMMM!!!!! SCREEAAAAAAAMMMM!!!!//

"Gah!!! Sial!!! Telingaku semakin sakit!!! Awas saja, tunggu pembalasanku dasar punk baka!!!" gerutu Yugi sambil menutup kedua telinga dan mempercepat langkahnya menuju ke ruang tengah. Yugi terus berlari sampai pada akhirnya saat ia hampir masuk ke ruang depan, langkah Yugi langsung terhenti saat sebuah pemandangan yang tidak lazim terlihat di depan matanya. Ia hampir menjatuhkan bukunya saat ia melihat apa yang sedang dilakukan oleh pemilik kos.

"oh...satu...woh...dua....uh...ti..tiga...um...empat!!" Pegasus terlihat mulai terengah-engah saat sedang mengangkat barbel dan sedang berlatih angkat besi. Baju fitness ketat berwarna pink kini terpasang di tubuhnya. Hal itu membuat Yugi semakin menganga dan sweatdrop.

"sebentar lagi!! aku akan menjadi seorang binaragawan seperti Dennis Wolf dan setelah itu, Yugi Boy pasti akan jatuh cinta padaku!!! Untuk itu aku akan terus berjuang dengan semangat keibu-ibuanku!!! Tunggulah Yugi boy!! Kau pasti akan terpesona denganku!!! Satu!! Dua!! Tiga!! Empat...ouch!! oh!! Berat sekali barbel ini!! Padahal beratnya hanya satu setengah kilo!!! Huh!! Aku harus berusaha!!! Yak!! Satu....dua...ouch!! ti...tidak!!! sekarang kuku indahku patah!! Sepertinya aku harus ke salon besok....." keluh Pegasus sambil terus melakukan latihannya. Yugi benar-benar pucat dan perlahan-lahan mulai mundur dan menjauh dari Pegasus agar ia tak mengetahui keberadaan Yugi.

"i...ini benar-benar gila!!! Bahkan sekarang pemilik kos banci itu benar-benar terobsesi denganku!!! i...ini benar-benar mimpi buruk!!!" Yugi akhirnya kembali di dalam lorong. Sound system milik Yami masih menggema di seluruh ruangan. Kini Yugi mulai bersandar di dinding lorong.

"sekarang aku harus belajar dimana? Jika aku tidak belajar, aku akan kesulitan menerima materi besok....." Yugi mulai terlihat lemas dan pasrah. Saat ia akan kembali ke kamarnya tiba-tiba ia melihat sebuah bangku di depan pintu kamar Kaiba. Seketika itu juga wajah Yugi langsung kembali menjadi cerah.

"aku akan belajar disitu saja!! Lagipula jaraknya lumayan jauh dari kamar punk baka!!!" Yugi langsung berjalan menuju bangku dan mulai duduk. Ia mulai kembali membuka halaman bukunya dan melanjutkan apa yang ia baca sebelumnya. Tapi sepertinya sebuah ketenangan masih belum bisa Yugi dapatkan.

"hmm....darimana aku tadi? Oh ya!! cara menganalisa subtansi masalah!! setelah di formulasikan maka hasilnya...."

"KEUNTUNGAN YANG AKAN KITA PEROLEH AKAN SEGERA MENURUN ISONO!!!!" sebuah suara yang sangat nyaring mulai terdengar dari dalam kamar Seto Kaiba. Hal itu membuat Yugi langsung menganga.

"KITA HARUS SEGERA BERNEGOSIASI DENGAN PIHAK KEDUA SECEPATNYA!!!! JANGAN SAMPAI TERTUNDA KAU DENGAR ITU ISONO!!! PROSENTASE KEUNTUNGAN KAIBA CORPORATION HARUS MENGALAMI PENINGKATAN DALAM WAKTU TIGA MINGGU!!!" suara teriakan seorang pria yang diduga Yugi adalah suara milik Seto Kaiba itu tak kalah berisiknya dengan sound system milik Yami. bahkan suara itu dua kali lipat lebih memekakkan telinga Yugi. Yugi lalu mencoba untuk menunggu beberapa saat. Akhirnya setelah keadaan menjadi hening, Yugi kembali melanjutkan belajarnya.

"maka hasilnya akan menjadi sebuah kesimpulan yang terkumpul dari beberapa hipotesa dan juga....."

"MENGALAMI KERUGIAN?!!! ITU TIDAK MUNGKIN TERJADI ISONO!!! PERUSAHAAN MILIK MEREKA SUDAH MENDAPATKAN BANYAK PENGHARGAAN BERGENGSI!!! BAGAIMANA BISA HASIL PERJANJIAN ITU MENJADI SEBUAH KERUGIAN?!! BULLSHIT!!!!"

Yugi benar-benar mulai kembali emosi. Ia lalu mulai menutup kedua telinganya dan melanjutkan membaca.

"terkumpul dari beberapa hipotesa dan juga beberapa spekulasi baik dari beberapa narasumber maupun dari......"

"ISONO!!!! SEMUA HARUS DISERAHKAN PADAMU!!! BERKAS-BERKAS DAN DOKUMEN JUGA!!! HARUS SEGERA DISERAHKAN PADAMU!!!!"

"Beberapa narasumber maupun dari analisa asumsi itu sendiri. Sehingga keseluruhan akan diperoleh sebuah subtansi masalah yang......"

"HANCUR ISONO!!!!! HANCURKAN MEREKA DAN RAIH SELURUH KEUNTUNGAN YANG MEREKA DAPAT!!!!

"Subtansi masalah yang paling inti. Jadi jika secara garis besar sebuah subtansi masalah bisa dilihat berdasarkan asumsi itu sendiri dan juga beberapa spekulasi yang bisa didapatkan dengan......"

"HELIKOPTER ISONO!!!! DENGAN HELIKOPTER!!!! GUNAKAN HELIKOPTER UNTUK MENGIRIM PASOKAN YANG MEREKA MINTA!!!!"

"BAH!!! AKU TAK TAHU HARUS BAGAIMANA LAGI SEKARANG!!!" Yugi mulai emosi dan mulai pergi meninggalkan bangku di depan kamar Kaiba. Ia benar-benar merasa muak dan jengkel. Jika keadaan berlanjut seperti ini, ia tak akan bisa belajar dengan tenang dan nilai-nilai mata kuliahnya akan jatuh.

"ya Tuhan mengapa aku bisa terjebak dalam tempat mengerikan ini? Sudah pemilik kosnya aneh, terjebak ditengah-tengah tetangga nggak beres, ba....bahkan ci....ciuman pertamaku di ambil oleh bajingan baka itu!!! Sial!!! Sial!!!" Yugi serasa ingin menangis. Semua cobaan ini begitu mengerikan.

"dan sekarang mencari tempat untuk belajar saja sulitnya minta ampun.....ugh!! apakah sudah tak ada lagi tempat yang normal di sekitar sini?" Yugi mulai berjalan perlahan-lahan menuju ke arah kamarnya tapi saat ia tiba di persimpangan lorong, ia melihat ada sebuah bangku kosong di depan kamar milik si kembar Marik dan Malik. Secercah harapan kini mulai muncul di hati Yugi.

"mudah-mudahan aku bisa belajar disitu" dengan semangat Yugi segera berlari menuju bangku dan duduk di sana. Ia mulai kembali membuka bukunya dengan perasaan gembira.

"oke!! Lanjutkan!! Darimana aku tadi....oh ya!!! Jadi jika secara garis besar sebuah subtansi masalah bisa dilihat berdasarkan asumsi itu sendiri dan juga beberapa spekulasi yang bisa didapatkan dengan......."

"PLEASURE!!! MARIK!!! AAHH!!! MMHH!!! AH....AH!!! NGH!!! HUAAAH!!! TERUS!!!! TERUS!!! AAAHHH!!! MARIKKK!!!!"

"OH GOD!!! MALIK SAYANG!!! KAU BEGITU RAPET!!! AH!!! HOT!!! SEXY!!! HOAAAA!!! MMHHH!!!!"

Suara rintihan sex yang mengerikan itu membuat Yugi hampir terkena serangan jantung. Buku tebal yang ia bawa sampai terjatuh di lantai. Yugi hanya bisa menganga dan mematung dalam sekejap. Tidak diragukan lagi. tempat ini memang benar-benar sebuah neraka.

"oh Ra.....mengapa kau sangat membenciku......"

To Be Continued......

Akhirnya kini Yugi menyadari bahwa kesalahan terbesarnya adalah masuk ke dalam sebuah neraka. Lalu bagaimana ia menghadapi tempat kosnya yang sangat bermasalah itu? Ulah apa lagi yang akan dilakukan oleh genk punk milik Yami? apakah Pegasus akan berhasil menjadi seorang binaragawan dan mendapatkan hati Yugi? apakah Marik dan Malik akan berhenti berbuat mesum atau malah sebaliknya? Dan lalu bagaimana bisa si Billioner Kaiba nyasar di kos-kosan Pegasus? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Saksikan di chapter berikutnya.

Author :saya harap chapter kali ini bisa memuaskan anda. Tenang ini masih belum apa-apa. Untuk pairing yang belum muncul seperti puppyshipping atau yang lainnya. Harap bersabar dan ikuti terus fic ini. Oh ya perlu diingatkan juga bahwa fic ini adalah alternative universe jadi itu berarti fic ini tidak ada hubungannya seperti serial YGO di anime. Misal saja Yami. Dia disini jadi remaja yang normal dan bukan roh pharaoh seperti di anime. Nah saya harap anda tidak terlalu bingung.

Yugi : terima kasih untuk semua yang telah mereview fic ini!! Harap kembali review ya saran, pertanyaan dan kritik yang membangun sangat di terima ^__^

Yami : jangan beri flame ya. Oh ya sekedar info. Semakin banyak review akan semakin menambah semangat author gaje kita yang satu ini jadi...

Yugi : review sebanyak-banyaknya!! Lebih cepat lebih baik ^__^

Author : baiklah. Sampai jumpa di chapter berikutnya....bye ^__^