Tittle : Power.

Rate : T.

Genre : Romance, Fantasy, Family, Humor.

Pair : DaeLo.

Author : Skinner Jang ft Andy Desuuuu~

Disclaimer : TS, Wolllim, Jellyfish, Cube, BigHit, Simtong, Starkim, SM Entertainment.

Cast : [TS : Choi Junhong, Jung Daehyun. –B.A.P-], [Cube : Jung Ilhoon. –BTOB-, Yang Yoseob –B2ST-], [JellyFish : Han Sanghyuk. –VIXX-], [Wollim : Kim Myungsoo. –Infinite-], [Simtong : F;ie, J;eta. –Alphabat], [BigHit : Park Jimin. –BTS-], [Starkim : Jang Hanbyul. –LED Apple-], [SM : Tao. –EXO-].

Chapter 2 : Nginep Dirumah Junhong.

# Fie Pov.

Hari ini aku dan Jeta akan menginap dirumah teman kami, Junhong. Anak kutukan yang bisa ngomong dengan hewan. Disekolah hanya kami yang tau kalau Junhong bisa ngomong dengan hewan, dan kakak-kakaknya yang bisa berubah jadi rubah.

" Tadi disekolah kau ngobrol apa saja dengan Daehyun Sunbaenim?." Tanya Jeta pada Junhong.

" Ya ngobrol kayak biasanya orang pacaran. Mau apa lagi…" jawab Junhong.

" Ya kali aja kalian ngobrol ama hewan gitu." Sambar Jeta.

" Enak aja! Pokoknya Daehyun hyung nggak boleh tau tentang hal ini lho!."

" Aku tau kok, lagian aku juga nggak mau kamu galau lagi diputusin gara-gara bisa ngomong sama hewan."

" Jangan ingatkan aku dengan mantan berengsek itu…" gerutu Junhong.

" Eh, tapi mantanmu itu kalau tidak salah satu angkatan dengan Daehyun hyung kan? Ati-ati lho, mantanmu itu kadang suka nyebarin hal-hal rahasia."

" Lihat aja! Kalau Yoseob hyung berani buka aib-ku! dasar mantan nggak guna!" Kesal Junhong.

" Udah deh Jeta, jangan ngipasin Junhong gitu, nanti tambah barak apinya. Dia kan paling sensi sama Yoseob…" kataku.

" Bener juga sih…" kata Jeta.

Setelah itu kami sampai dirumah Junhong. Kami disambut dengan baik seperti biasanya, kecuali kakaknya yang namanya Myungsoo itu, cuek gila! Mungkin kalo kiamat beneran kejadian Cuma dia yang stay masang wajah poker face.

" Hyung, Jeta sama Fie mau nginep disini karena besok hari minggu." Kata Junhong.

" Emang, malem minggu kamu nggak keluar kencan ama Daehyun?."

" Enggak, katanya dia ada tugas hari ini, jadi enggak kencan dulu." Jawab Junhong.

" Oh jadi getoh, ya udah bentar lagi aku suruh Hanbyul hyung masak buat makan malam." Kata Ilhoon hyung.

" Nde hyung."

Kamipun menuju kamar Junhong dilantai dua. Aku langsung melihat-lihat koleksi terbaru PS3 milik Junhong. Sedangkan Jeta sudah melihat koleksi komik Junhong yang terbaru dan segera membacanya.

Akupun akhirnya main game Harvest Moon, karena masih ingin ngelanjutin game yang aku save minggu lalu.

" Lhooo! Kok nyebelin sih chapter ini!." Kudengar Jeta ngomel sendiri, tapi tak kugubris. " Kok bisa mati sih tokoh utamanya!." Lanjut Jeta.

" Masa sih? Katanya sih matinya kecebur got pas ujan-ujan, arusnya lagi kenceng, jadi tenggelam deh." Kudengar Junhong menyahuti.

" Nggak mungkin deh! Terus kelanjutannya gimana dong?." Sambar Jeta tidak terima.

" Kalo aku sih woles aja, lagian kalau ada dia juga bakal ngerepotin, dari awal sih aku berharap mati aja." Komentar Junhong.

" Pliss deh! Nggak seru banget mati ditengah cerita!."

" Tapi katanya ada yang sengaja nyeburin dia ke got waktu itu. Kalau aku bisa ketemu tuh orang, aku sembah sujud deh buat terimakasih." Kata Junhong woles.

Ya Tuhan, mereka itu ngomongin apa'an cobak? Nggak penting banget deh! Ganggu konsentrasi aja. Oh bentar-bentar kudaku belum aku mandi'in nih, ke kandang kuda dulu terus panen apel.

" Gua nggak terima! Kenapa bisa ini tokoh utamanya mati! Duuh! Aku kan udah terlanjur kepo dan ngikutin vol buku ini." Kesal Jeta lagi.

" Uda deh, mending nggak usah dibahas, pokoknya aku seneng banget kalo mati, apalagi matinya epic kayak gitu." Kata Junhong.

DUUKK!

Sepertinya Jeta yang kesal melempar Junhong dengan bantal. " Apa-apa'an sih lu! Tokoh utamanya kan baik, kenapa lu sirik amat!." Kata Jeta.

" Yaa! Tokoh utama apa'an?!." kesal Junhong yang tidak terima.

" Ini lho! Yang kamu bilang mati kecebur got pas ujan-ujan! Nggak seru banget tau!."

" Apanya? Kalo ngomong ngawur aja! Aku tuh lagi ngobrol ama burung merpati peliharaan Hanbyul hyung! Kita lagi ngomongin anjing tetangga sebelah yang sering ganggu orang lewat, 3 hari lalu anjingnya mati kecebur got!." Kata Junhong yang makin kesal dengan tuduhan Jeta.

" Ohh… lagian kamu ngomongnya kayak nyahutin aku, jadi aku kira ini tokoh utamanya mati kecebur got." Kata Jeta.

" Makanya baca dulu sampe habis! Tokoh utamanya itu Cuma pura-pura mati!." Kesal Junhong sewot.

" Sorry…"

Dasar labil semua… Nggak ngerti ada orang lagi seru panen apel apa? Ganggu banget.

.

.

.

.

" Ikaaaaaannnn!." Seru Jimin hyung saat melihat salah satu hidangan makan malam kami adalah ikan.

" Eitss! Jangan makan sendiri, harus bagi dengan yang lain juga." Kata Hanbyul hyung.

" Tapi kan aku suka ikan hyung." Kata Jimin hyung Wajahnya kayak tentara yang lagi emosi nunggu bungkus makanan yang belum dibagi

" Dasar kau ini, makan dulu satu, nambahnya nanti dulu." Kata Hanbyul hyung.

" Sepertinya sifat asli kucing juga kelihatan sekali ya walaupun Jimin hyung masih dalam keadaan manusia." Kata Jeta.

" Ya, semuanya juga gitu kok."

" Semuanya? Berarti Hanbyul hyung bisa makan kita dong kalau kelaperan." Kata Jeta.

" Ya semoga enggak, lagian dia juga jarang sedih kok, jadi jarang berubah jadi harimau." Kata Junhong.

" Kali aja dia pas sedih terus kamu bangun-bangun tanganmu udah dimakan." Kata Jeta.

" Amit-amit!." Sambar Junhong.

Tiba-tiba bel rumah berbunyi. Hanbyul hyung segera membuka kan pintu, dan kami masih melanjutkan makan.

" Jimin! Jangan habiskan ikannya! Kau ini benar-benar yah! Jangan bikin aku marah deh!." Kata Ilhoon hyung.

" Aku lapar hyuuung." Rengek Jimin hyung.

" Tapi nggak ngambil dari piringku juga doong!."

" Waduuh… gawat nih kalau Ilhoon hyung berubah jadi rubah lagi." Gumam Junhong.

Lalu kulihat Hanbyul hyung datang. " Junhongie~ Daehyun datang nih! Katanya ingin ngapelin kamu dirumah." Kata Hanbyul hyung.

Kulihat Junhong sudah melotot kaget karena Ilhoon hyung mulai berubah jadi rubah karena bertengkar dengan Jimin hyung. Tentu saja dia takut Daehyun melihat hal ini, karena Daehyun sudah ada beberapa langkah dibelakang Hanbyul hyung.

" Lhoo? Ilhoon? Kok … berubaah?..." kata Hanbyul hyung bingung.

Junhong langsung berlari sebelum Daehyun masuk keruang makan dan dengan cepat Junhong mengajak Daehyun kembali keruang tamu.

Aku segera menggendong Ilhoon hyung yang sudah berubah sempurna jadi rubah sebelum membuat kerusuhan di meja makan.

" Huweeee… aku dicakar Ilhoon hyung…" Rengek Jimin hyung.

" Jeta! Dari pada kamu magabut, tolongin Jimin hyung sanah!." Kataku.

" Padahal yang paling magabut dari tadi kan Myungsoo hyung, dia Cuma poker face doang…" gerutu Jeta yang langsung dapat death glare dari Myungsoo hyung.

" Waduh waduh… anak dua itu, kalau masalah ikan mesti seperti ini…" keluh Hanbyul hyung.

Kulihat Ilhoon hyung masih meronta, aku juga nggak ngerti dia ngomong apa… Junhong juga masih dengan Daehyun, bahkan aku juga kena cakar Ilhoon hyung. Bener-bener serem banget kalo Ilhoon hyung marah.

# Fie Pov End.

# Junhong Pov.

Aku segera menggiring Daehyun hyung ke ruang tamu.

" Eh? Junhongie, ada apa? Hanbyul hyung bilang akan makan malam bersama?." Kata Daehyun hyung.

" Eh… Makanannya udah dihabisin Jeta sama Fie hyung, mending kita makan bakso di perempatan depan masjid ajah, disitu lebih enak, ntar biar aku yang traktir." Kataku asal ceplos.

" Lho emang Jeta sama Fie ada disini juga?." Tanya Daehyun hyung.

" Iya, kalo lagi malming kadang mereka nginep disini, si Fie mesti maen game, dan Jeta baca komik disini." Jawabku.

" Waaah seru… boleh nggak aku juga nginep disini?." Tanya Daehyun.

Waduuh… Aku takutnya kalau Daehyun hyung nginep disini dia bakal tau tentang keluarga anehku. Bisa gawat ini. Tapi aku juga nggak enak kalo nolak, dia kan juga pacarku…

" Bukannya hyung banyak tugas?."

" Udah selese, aku limpahin semua ke Tao, aku kangen kamu sih." Kata Daehyun hyung sambil tersenyum manis.

Sialan, di tengah keadaan kayak gini, masih aja sempet nyepik segala, akoh kan jadi maluuu…

" Ya! Hyung ada-ada aja. Mending kita makan bakso diluar dulu deh." Kataku.

" Boleh boleh. Terus Fie sama Jeta nggak kamu ajak juga?."

" Nggak usah, mereka biar disini aja nakutin tikus." Jawabku.

Kamipun pergi ke perempatan depan masjid untuk makan bakso. Tapi aku jadi rada paranoid kalo misalnya Daehyun hyung nanti maksa buat nginep dirumah, kalo dia tau keluargaku itu aneh dan terkutuk, bisa-bisa aku diputusin lagi.

" Pedes banget sambelnya…" kata Daehyun hyung kepedesan, bibirnya yang dower tambah dower ajah kalo kepedesan.

" Nih minum es kelapa muda dulu hyung." Kataku sambil menyodorkan es kelapa muda padanya.

" Emang kamu nggak kepedesan?." Tanya Daehyun hyung.

" Enggak, udah biasa kok aku pake sambel banyak. Kalo kepedesan tambahin kecap aja hyung." Kataku.

" Nggak usah, kalo dikasih kecap nggak ngefek." Kata Daehyun hyung.

" Kok bisa gitu hyung?."

" Kan liat kamu udah manis, jadi nggak usah pake kecap." Kata Daehyun hyung sambil menoel pipiku.

' Kyaaaaaahh.. gua disepik pas lagi makan bakso…' batinku alay.

" Hyung bisa aja, ati-ati diabetes lho hyung kalo liat aku terus." Sahutku.

" Hahahaha, lucunyaa…" kata Daehyun hyung.

Setelah itu kami kembali kerumah, sebenarnya aku nggak pingin Daehyun hyung nginep dirumah, tapi mau gimana lagi. Akhirnya aku mengizinkan dia nginep dirumah. Dan aku sudah mewanti-wanti hyung-hyung-ku dan Jeta juga Fie untuk tidak berbuat macam-macam atau berubah jadi hewan selama ada Daehyun hyung dirumah.

" Fie! Dari tadi maen Harvest Moon mulu sih… bosen tau liatin-nya! Cuma nanem taneman, merah susu, ngambilin telur… Aku juga pingin maen PS!." Gerutu Jeta.

" Duh! Berisik banget sih! Emang kamu mau maen apa?." Kata Fie.

" Ini nih… Devil May Cry 4… Tokohnya ganteng lhoo… namanya yang satu itu Dante, trus yang satunya… Emmm… Duh aku lupa namanya yang satunya, seingetku sih namanya Yanto… Uda deh ayok capcus maen yang ini." Kata Jeta nggak jelas.

" Namanya tuh bukan Yanto! Namanya itu Mulyadi!." Sahutku.

" Haahh? Jelek banget!." Kata Fie.

" Kalian salah semua, yang bener itu Nero. Aku udah pernah maen itu." Kata Daehyun hyung menengahi.

" Yaudah yaudah…" sahut Fie.

" Menurutku bagusan Mulyadi ajah…" Gerutuku nggak jelas.

Tiba-tiba Jimin hyung datang ke kamarku, dengan sedikit gelagat aneh.

" Ada apa hyung?." Tanyaku.

Jimin hyung segera duduk di sampingku, lalu berbisik. " Gara-gara aku rebutan ikan lagi sama Ilhoon hyung, aku bertengkar ama dia sampe dia jadi rubah, tadi yang ngelerai Hanbyul hyung, tapi karena kita bertengkar di dapur yang berantakan, Hanbyul hyung sampe kepereset trus jatuh trus kejedot kompor akhirnya dia nangis, sekarang lagi berubah jadi harimau, aku udah capek mau ngurusin Hanbyul dan Ilhoon hyung lagi." Cerita Jimin hyung.

Aku langsung bingung tralalala. " Trus, Myungsoo hyung mana? Dia nggak ngelerai?." Tanyaku.

" Enggak, dia lagi ngelanjutin makan, kayak nggak tau The Power of Poker Face-nya dia aja, dia nggak bakalan noleh." Kata Jimin hyung.

" Wuaduuh… Gawat nih! Jangan sampe Daehyun hyung tau dan ngeliat mereka!."

" Junhongie, kayaknya aku juga bakal jadi kucing deh ini… Aku capek banget dipukuli sama Ilhoon hyung…" Kata Jimin hyung.

" Lho lho lho lho lho! Jangan dulu!."

" Junhongie, aku pingin ke kamar mandi dulu, sebelah mana ya?." Tanya Daehyun hyung.

Huwaduuuh! Jangan sampe Daehyun hyung keluar kamar! Dia nggak boleh keluar kamar kalo keadaan hyung-hyungku kayak gini!

" Emmm… Hyung Kamar mandinya lagi dipeke sama Myungsoo hyung, dia kalo boker lama." Kataku asal ceplos.

" Ehh? Tapi aku uda kebelet nih…" Kata Daehyun hyung.

" Bentar…bentar, tunggu bentar lagi, di empet dulu ya hyung…" kataku gugup.

Tiba-tiba kulihat muncul telinga kucing pada Jimin hyung. Aku langsung menarik Daehyun hyung untuk duduk menghadap TV melihat permainan Jeta dan Fie. " Hyung lihat game ini dulu deh, Mulyadi keren tuh! Pedangnya huwoooohh keren banget! Keliatannya tajem deh, guna banget tuh buat nyembelih unta." Kataku ngelantur.

" Hahahahahaha, iya keren banget." Sahut Daehyun hyung.

Aku langsung memasangkan topi pada Jimin hyung. Tiba-tiba kulihat muncul ekor dari bokong Jimin hyung. Gawaaaattt! Aku langsung menyelimuti Jimin hyung dengan selimut dan segera menggiring Jimin hyung keluar kamar.

" Lho, Junhongie, kamu mau kemana? Katanya mau lihat Mulyadi?." Tanya Daehyun hyung yang ikut-ikutan manggil Mulyadi.

" Ini nih, aku mau nyuruh Jimin hyung dan Ilhoon hyung nge-laundry-in selimutku. Bentar ya hyung, sekalian aku liat kamar mandinya apa Myungsoo hyung selesai atau belum bokernya." Kataku.

" Oh oke deh kalau gitu. Jangan lama-lama yah." Kata Daehyun hyung.

Aku segera menutup pintu kamarku dan Jimin hyung sudah berubah sepenuhnya menjadi kucing. Aku segera membawa Jimin hyung ke kamarnya beserta selimutku.

" Hyung, kamu jangan keluar-keluar lho. Pokoknya kudu istirahat dulu sampe berubah jadi manusia lagi."

" Tapi aku laper Junhongie…" kata Jimin hyung.

" Ntar aja, aku kudu ngurusin yang laen." Kataku lalu keluar dari kamar Jimin hyung dan segera menuju dapur dengan kilat.

Dan ternyata benar memang ada harimau dan rubah disana.

" Aiggoooo! Kenapa kalian bisa sampe berubah sih! Kalau Daehyun hyung tau gimana? katanya kalian mau bantu aku biar Daehyun hyung nggak tau!." Kesalku.

" Habisnya Jimin ngeselin banget sih!." Gerutu Ilhoon hyung.

" Hyung ngalah aja kan juga bisa sih, udah sana balik ke kamar! Jangan sampe Daehyun hyung tau dan ngeliat kamu dengan wujud rubah." Kataku marah.

" Iya-iya…" gerutu Ilhoon hyung lalu segera ngacir dari hadapanku.

" Hanbyul hyung, udah jangan sedih lagi." Kataku, mencoba untuk sedikit lebih kalem.

" Habisnya mereka berdua bertengkar, aku kan jadi harus ngelerai, apalagi Myungsoo juga kayak orang budek gitu. Hiks hiks…"

" Cup.. Cup… Udah nggak papa, lain kali jangan sampe kepereset lagi. Kalau masih sakit karena kejedot kompor, nanti biar aku obatin. Sekarang hyung ke kamar dulu ne…" Bujukku.

Akhirnya Hanbyul hyung segera masuk ke kamarnya. Lalu aku segera kembali ke kamarku.

" Daehyun hyung, tuh kamar mandinya udah selese dipake boker ama Myungsoo hyung." Kataku.

" Shipeoo… Aku pipis dulu nee…"

Akupun melanjutkan nonton game yang dimainkan oleh Jeta dan Fie.

" Duh! Bego banget sih lu Jet! Harusnya itu tadi lompat! Pencet yang segitiga, terus pake jurusnya itu! Bulet bulet kotak X X segitiga trus kotak lagi!." Kata Fie yang menuturi dengan nada kesal.

" Mian, aku juga nggak tau kalo ada musuh, la musuhnya jelek sih, jadi males aku lihatnya." Sahut Jeta.

" Ck! Jadi ngulang deh misi-nya." Kesal Fie.

" Bukan akunya yang salah! Yanto-nya tuh yang salah, udah tau musuhnya ada dibelakang, masih aja diem, malah nunggu aku yang harus pencet tombol, inisiatif sendiri dong!." Kata Jeta nggak jelas.

" Ini elu-nya yang bego ato Yanto-nya yang bego sih!." Sambar Fie.

" Dua-duanya kayaknya." Sahutku.

Tak lama kemudian Daehyun hyung kembali ke kamar, dan yang membuatku kaget adalah dia menggendong Jimin hyung yang sudah berubah jadi kucing!.

" Junhongie, kenapa kau tidak bilang kalau melihara kucing?." Kata Daehyun hyung sambil menimang-nimang Jimin hyung.

" Eh? Emmm… eh.. Aku kira hyung tidak suka kucing." Alasanku.

" Enggaklah, aku suka kucing kok. Namanya siapa ini?." Tanya Daehyun hyung.

" Emm. Na.. namanya Fatihah." Kataku asal.

" Ehhhh? Kok Fatihah?."

" Soalnya dulu aku nemunya di masjid hyung." Jawabku sekenanya.

" Hahahahaha kamu bisa saja!." Kata Daehyun hyung.

Aku langsung was-was dan terus menatap Fatihah, eeehhh.. maksudku Jimin hyung!

" Sorry Junhongie, tadi aku udah nggak kuat pengen makan ikan, jadi aku keluar, aku kira aman-aman aja. Tiba-tiba Daehyun keluar dari kamar mandi dan langsung ngegendong aku." Kata Jimin hyung yang terdengar olehku. Rasanya aku ingin memarahinya, tapi aku juga nggak mungkin memperlihatkan kemampuanku disaat seperti ini.

Daehyun hyung benar-benar suka binatang, haduuuuwww aku ingin Jimin hyung cepat-cepat pergi. Jeta dan Fie juga masih asyik maen PS.

" Lho, kok kayak Jimin hyung?." Kata Jeta dengan lantang dan berunsur keceplosan. Aku langsung men-deathglare Jeta.

" Jimin hyung? Mana?." Tanya Daehyun hyung bingung mencari Jimin hyung.

' Kalo lu bilang kucing itu Jimin hyung gue bunuh loe sekarang!' ucapku dalam tatapanku pada Jeta.

" I…Itu lho sunbaenim, Jimin hyung yang ada di foto sama Junhong. Unyu-kan?." Kata Fie mencoba menutupi sambil menunjuk fotoku dengan Jimin hyung yang lagi berpose seperti Hulk.

" Hahahahaha, iya lucu sekali!." Sahut Daehyun hyung percaya.

Aku langsung menghela nafas alhamdulilah. Untung Daehyun hyung nggak peka, jadi gampang di bohongi.

Untungnya setelah itu Jimin hyung segera lepas dari pelukannya dan keluar dari kamarku. Mungkin karena ngerti dia udah ngerasa kode dari death glareku, jadi ketika ada kesempatan Jimin hyung segera pergi dan meninggalkan kamarku. Oh terimakasih hyung telah mau mengerti. Dan untungnya juga Daehyun hyung biasa-biasa saja dengan hal itu.

Dan sekarang… aku bingung akan apa yang aku lakukan. Oke Junhong ayo berpikir… tetap tenang. Apa yang harus kamu lakukan selanjutnya. Aku harus segera memikirkan strategi bagaimana caranya agar Daehyun hyung sampai akhir pun tetap woles dan kedamaian rumahku masih terjaga dengan baik… Kalau semisal ketahuan pas hyung-hyung-ku jadi hewan-hewan aku pasti ditanyai macem-macem sama Daehyun hyung. Kalau waktu itu tiba, aku harus apa? Pura-pura mati, kayaknya nggak efektif. Aku sendiri ya malu, mau buat busa yang keluar dari mulut biar kayak epilepsy ya ribet. Lagian itu bisa mengurangi kegantengankuh.

Ah, ini mah masalah utamanya adalah menjauhkan kakak-kakakku sehingga kalau mereka menjauh mau berubah bagaimanapun bisa nggak ketahuan sama Daehyun hyung… hmmm dan pilihannya ada dua, aku dan Daehyun hyung dan 2 temanku Jeta dan Fie yang menjauh, atau kakak-kakakku yang menjauh… iwaw aku berasa detektif. Sayang gabisa kedengeran sound effect James Bond yang keren.

Kalau aku yang pergi, pergi kemana? Sekarang sudah hampir malam, secapek apapun usaha yang aku lakukan untuk menghilangkan rencana nginep dirumahku dan pindah ke rumah orang lain kayaknya nggak mungkin. Apalagi Jeta sama Fie, pasti mereka sewot banget, kan niatnya mereka memang pure pengen nginep disini. Daehyun hyung jelasnya pasti tambah curiga. Kalau kakak-kakakku yang keluar rumah, mau nggak ya mereka? Habis situasinya kayak gini, tadi aja hampir ketahuan kan. Ribet deh. Hiks hiks mereka tidak tahu perasaan hatiku yang halus dan mudah rapuh ini… kalau aku diputusin nanti aku ngemil kerdus lagi dong… Apa aku harus semacam buat game Saw ' I Want to Play A Game' untuk kakak-kakakku ya? Hm…

" Mikirin apa yank?" tiba-tiba Daehyun hyung mengagetkan lamunanku.

" Em..anu.. mikirin mantan…eh, maksudku monopoli…" Jawabku geje. Aduh tadi ada yang salah ngomong juga.

" Hm…" terlihat wajah sedikit sedih dari wajah Daehyun hyung. Aduh mati deh guweh! Aku harus segera menghiburnya!

"Daehyun hyung, dari pada magabut, main sesuatu yuk!." Kataku cepat agar segera menaikkan kembali suasana woles. Habis aku juga ngerasa gabut juga ngelihat Fie sama Jeta yang sibuk dengan dunianya sendiri-sendiri.

" Hm, main apa?." Respon Daehyun hyung.

" Emm main petak umpet? Eh jangan nanti malah ketemu hyung-hyungku. Emm bagaimana kalau—"

" Memang kenapa dengan hyung-hyungmu?"

Mati sudah, aku salah ngomong. Err…

" Enggak sih… kadang mereka suka beritahu gitu siapa yang sembunyi, kan nggak masa mainan petak umpet cuman berdua aja."

" Hhaha… terus enaknya apa deh? Aku pinter main game apapun kok, tapi aku nggak pinter kalau main hati..apalagi hatimu." Ujar Daehyun hyung dengan senyum usilnya, mendekatkan wajahnya ke wajahku. Uwaaah aku blushing!

" Ehh… kalau gitu… mainan mantan yuk."

" Apa?"

Oh tidak kenapa ya aku kalau bingung dan gugup gini kata-kataku mesti tidak bisa aku kendalikan.

" Eh… nggak jadi."

" Kenapa sih… kamu masih kepikiran sama mantanmu?."

" Etto… Maksudnya… aduh maaf hyung aku murni cuman bercanda, aku bener-bener sudah move on kok. "

" Oh gitu… hhaha aku mengerti." Matanya menatap sudut yang lain.

Kemudian Daehyun hyung memelukku. Lalu dia terpejam dan memperkuat hanya menunduk pelan dengan gugup.

" Yek masa alay remaja ooon."

Tiba-tiba ada suara. Siapa itu yang bicara, kayaknya dari atas, aku melihat ke atas dan disitu ada… cicak! Dan dia berkata lagi, " Eyaaa ini anaknya noleh, halooo masih ingat saya?."

Dafuk! Berani sekali dia, kenapa dia mengganggu kemesraan dan masa-masa serius dalam hidupku? Duuuh jahat….

" Ciyee hangat ya pelukannya? Kalau kasih ini, tambah hangat gak ya?."

PLUK.

Dan dari cicak itu, dia menjatuhkan sesuatu ke aku yang berada dibawahnya, dan jatuh di telapak tanganku.

E'EK-NYA CICAK! DAFUUUK AKU DILECEHKAN! KIYAAAAAAAH AKU HARUS BERONTAK TAPI… TAPI… TAPI…. Aku nggak bisa teriak frontal karena disampingku ada Daehyun hyung…. Aduh apa yang harus kulakukan dalam kondisi seperti ini?

" Hhaha… senangnya hatiku~ turun panas demamku~." Cicak itu malah menyanyi dengan nggak jelasnya kayak korban iklan.

Aku… nggak bisa nahan ini lagi. Aku marah! Akhirnya aku memutuskan untuk berkata pelan untuknya agar dia tahu kalau aku benar-benar terganggu!

" ….Goblok…."

" Eh? Apa yank?" tiba-tiba Daehyun hyung mengangkat kepalanya. MATI SUDAH RUNYAM SUDAH.

" Eh… nggak yank. Aku cuman kepikiran peristiwa lucu aja tadi pagi… Emmmm beneran lhoooo! Hhahahahahahahaha…" ketawaku dengan tampang aku payah sekali. Huweeee~~~

" He? Emm ." Dan pelukannya semakin dilonggarkan dan melepaskanku.

INI SEMUA KARENA CICAK ITU PELUKANNYA JADI SELESAI. Dan ketika aku melihat ke atas lagi, CICAK ITU SUDAH TIDAK ADA. DAFUUUUUUUKKK!.

" Junhongie, aku ngantuk nih udahan bdw." Ujar Daehyun hyung tiba-tiba.

.

.

.

.

-Keesokkan harinya-

" Semuanya!Ayo banguuuun~~~ makanan sudah siap~~~~" teriakku ke seantero rumah.

Perlahan, ada yang turun dari lantai atas, Fie dan Jeta. Berikutnya disusul Ilhoon hyungdan Jimin hyung.Tampaknya mereka berdua sudah tidak marahan berdua sudah woles. Dan yang ada dibelakangnya… Hanbyul hyung dan Myungsoohyung.

Kami duduk di kursi merasa suasana sudah semakin awkward, dan aku tidak seharusnya membiarkan ini berlangsung saja aku membuka dialog.

" … sebelum kita makan. Biarkan aku yang memimpin doa. Semoga hari ini menyenangkan dan kita semua bisa move on dari semua masalah hidup yang terjadi. Dan nggak ketahuan kalau aku sudah sisipin Dulcolax ke makanan kalian."

Aku memandang mereka nggak ada yang ketawa.

" Oke sip nggak lucu ya. Maaf garing. Ya nggak mungkin lah aku pakai jadi… selamat makan."

Semuanya mulai mengambil piring dan sendok, dan mulai mengambil makanan yang ada di meja ke piring tanpa ekspresi. Dan aku kesel sama suasana yang mencekam ini.

" Oke jadi… Dari pada garing kayak gini, gimana kalau kita jalan-jalan?." Tanyaku.

" Jalan-jalan kemana?." Tanya Fie.

" Ke hati guweh! Ya jalan-jalan ke mana gitu kek." Sambarku ketus pada Jeta.

" Aku mau kok kalau jalan-jalan ke hatimu." Kata Daehyun hyung tiba-tiba, dan aku jadi salting.

" Gimana kalau jalan-jalan ke acara gathering K-Pop? Katanya VIP mau ngadain gathering buat ultahnya BigBang lhooo." Kata Ilhoon hyung.

" Hyung, sejak kapan kamu update banget ama K-Pop?." Tanyaku.

" Aku kan emang ngefans BigBang dari dulu! Kamu aja yang nggak tau." Sewot Ilhoon hyung.

" Iya, iya. Emang kapan hyung?." Tanyaku. Kalau dia sewot bisa gawat kalo dia berubah disini.

" Besok lusa. Kalian mau ikut?." Tanya Ilhoon hyung yang terlihat seperti sekalian promosi.

" Oke, deh jalan-jalan hari ini diganti besok lusa." Kata Hanbyul hyung.

" Aku nggak ikut." Kata Myungsoo hyung jelas padat, sedikit, dan menolak.

" Kenapa hyung?." Tanyaku.

" Iya kenapa? Kan seru gathering-gathering gitu." Tanya Hanbyul hyung.

" Aku sukanya SNSD."

JDEEEEERRRRRR!

Ini lebih mengerikan kalau ternyata Myungsoo hyung suka SNSD. Aku nggak ngebayangin dia bakal fanboying diem-diem.

Dan semua wajah disini langsung pada gubrak, sedangkan wajah Myungsoo hyung masih stay frozen kyak biasanya.

" Oke deh, dari pada keterusan ilfeel sama omongannya Myungsoo hyung, kita berangkat aja tanpa Myungsoo hyung. Eotte?." Tanyaku.

" Wooyoooo!." Seru yang lain setuju.

Oke! Selanjutnya, kita pergi ke gathering K-Pop!

.

.

.

.

.:: To Be Continued ::.