Tittle : What's Poppin?

Rate : M.

Genre : Romance, Hurt/Comfort.

Author : SkinnCho.

Disclaimer : TS, SM, STARDOM, YG Ent.

Pair : DaeLo. TaoRis.

Cast : [B.A.P : All Members], [EXO : Kris, Tao, D.O], [WIN TEAM B : B.I / Kim Hanbin], [Topp Dogg : Hojoon, Xero, B-Joo].

Warning : BL, YAOI, NC21, RATED M, NO FLAMERS, MISS TYPO[s], RNR, AU, DLDR, LEMON, RAPE.

[CHAPTER 2] : HAND JOB.

" Enggghh… Ouwwhh.. Mmmpph.."

" Kau benar-benar sangat sempit Zelo-yah…"

" Enggh.. Aku sudah tidak kuat lagiihh…"

" Sedikit lagi, aku masih belum puas sama sekali."

" Aaakkh! Ngghh! A—ku… akan keluarrrhh… hhkkk!."

" Mmmh… Tidak sekarang chagiyaa…"

" Aaaahh! Haaahhh! Haaahh! Nggghhh! Kumohoonn.. lepaass… mmmhh…"

" Ini akan nikmat, tenanglah, semakin menyakitkan, semakin terlihat sexy."

" Nggh.. Ssshhh…"

" CUT! Ck! Junhong-ssi, desahanmu kurang binal!." Kesal Daehyun.

" Ma… Maaf… A.. aku sudah berusaha keras."

" Apa kau ingin aku perkosa lagi?." Marah Daehyun.

" Andwae! Jangan lakukan itu lagi." Kata Junhong panik.

" Gara-gara kau, kita banyak pekerjaan yang belum selesai! Kau bahkan tidak bisa melakukan hand job dengan benar tadi." Kata Daehyun.

" Tapi aku sudah melakukan apa yang kau katakan tadi." Kata Junhong.

Ya benar, karena Junhong benar-benar menolak untuk bersetubuh dengan Daehyun lagi, sehingga Daehyun menyuruh Junhong untuk melakukan hand job sendiri saat pengisian suara. Tapi sepertinya itu belum membuat Daehyun puas dengan hasil dubbing Junhong yang menurutnya masih payah.

" Ini sangat sulit Daehyun-ssi! Aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya." Kata Junhong hampir menangis tetapi terlihat kesal sekali.

" Lalu kau ingin meninggalkan semua pekerjaanmu ini? Aku sudah membujuk bos untuk tidak memarahimu, jadi jangan mengecewakan!." Kata Daehyun.

" Aku juga tidak bermaksud untuk mengecewakan kalian semua…." Kata Junhong.

Daehyun mengehela nafas panjang. Bagaimanapun Junhong juga masih pemula, dia juga harus bisa mengajari Junhong cara mendesah yang baik dan benar.

" Sudah, jangan cengeng. Aku akan ajari pelan-pelan." Kata Daehyun dengan nada yang sedikit melembut.

Tiba-tiba Daehyun duduk berjongkok di depan kejantanan Junhong yang sedari tadi terekspos karena Junhong melakukan hand job.

" Ck! Ck! Ck! Lihatlah, kau sudah keluar berapa kali hingga sebasah ini? Tapi kau belum bisa mendesah dengan baik." Kata Daehyun.

Semburat merah terlihat diwajah Junhong. " Da.. Daehyun-ssi, a.. aku malu jika kau—"

" Tidak perlu malu, lagi pula aku tidak akan semudah itu memanfaatkanmu untuk memuaskan nafsuku. Aku harus selesaikan anime ini." Kata Daehyun sambil meremas kejantanan Junhong.

" Aaaakh! Mmpph!." Seru Junhong kaget saat merasakan penisnya diremas oleh Daehyun, dia menggigit bibir bawahnya sedikit kencang.

" Jangan tahan desahanmu seperti itu. Biarkan suaramu keluar." Kata Daehyun.

" Engghhh… Aaakkhh… Engghh.. ssshh… Ouwwwhhh…" desah Junhong yang melesakkan badannya kebelakang menekan sandaran kursinya. Keringatnya terus mengalir karena panasnya susasana disana meski AC masih menyala.

" Terus seperti itu Junhongie… Lupakan semuanya, rasakan nikmatnya.. fokus pada apa yang kau rasakan." Kata Daehyun sambil mempercepat kocokannya pada kejantanan Junhong.

" Enggghhh uwaaakh! Aku.. engggh… tidak tahan lagiiih… ssshh… akkhh!." Racau Junhong sambil memejamkan matanya erat.

Daehyun tersenyum simpul. " Katakan padaku apa yang kau rasakan sekarang." Kata Daehyun.

Junhong masih belum mejawab karena masih kacau dengan suasana.

Daehyun mengubah tempo kocokannya menjadi sangat kasar. " Katakan! Bagaimana rasanya Junhongie!." Bentak Daehyun.

" Akkggh! Enggh! Enaaakk! Uggghh… niikmat sekali.. ungghh.. ssshh.. lagiiihh… rasanya sangat enaaakk… emmmhh…" desah Junhong.

Daehyun tertawa puas. " Kau benar-benar seperti pelacur yang minta diperkosa. Kau harus sering-sering melakukan sex agar mulutmu terlatih untuk mendesah." Kata Daehyun yang mulai melakukan dirty talk untuk memanasi Junhong.

" Andwae.. Enggh… aku tidak akan melakukannya… aaakkh! Haaah.. haaaah! Engggh! Ouwwwhh… nnnhhh…" kata Junhong.

" Cih! Apa yang katakan berbanding terbalik dengan yang tubuhmu reaksikan. Kau menikmatinya kan. Jangan bohongi perasaan ketagihan itu." Kata Daehyun sambil memperlambat kocokannya untuk menggoda Junhong.

Junhong terlihat sangat frustasi, dia ingin klimaks, tapi rangsangan yang ia dapat tidak cukup untuk membuatnya mengeluarkan sperma yang sudah ingin keluar itu.

" Aaakkkkh! Haaaaggh! Lebih cepaath! Kumohon! Engggh! Aaakkh! Akkkkh! Pleasefasterrh.." kata Junhong kacau.

" Katakan apa yang tubuhmu inginkan. Dan mintalah padaku untuk melakukannya." Goda Daehyun.

Ini waktu yang pas untuk merekam suara desahan Junhong. Dengan begini pengisian suara bisa dimulai lagi.

" Nnnhh! Lakukan apa yang ingin kau lakukan! Aku sudah tidak tahan! Aaakkh! Sshh! Ouwwhh! FUCK MEEEEEH!." Pinta Junhong sudah tidak tahan.

" As you wish baby." Kata Daehyun lalu mengulum kejantanan Junhong dengan begitu lihai dan dalam.

Begitu hangat dan mulai panas, Junhong benar-benar tidak bisa berfikir jernih lagi, dia tidak ingin bersetubuh dengan Daehyun lagi, tapi tubuhnya berkata lain. Memang tidak bisa dipungkiri olehnya bahwa bersetubuh dan rangsangan-rangsangan dari Daehyun sangat memabukan dan begitu nikmat. Dia juga tidak pernah membayangkan bahwa sex akan terasa sangat enak.

" Lihat spermamu begitu banyak dan berada dimanam-mana. Kau benar-benar pelacur Zelo-yah." Kata Daehyun sambil mengelus lubang diujung kejantanan Junhong yang masih mengucurkan cairan putih yang amat banyak.

" Sllrp… sllrrp.. mmmhh… Nnnnh..Sllrp.. unggh.." desah Daehyun sambil kembali mengulum penis mungil yang tegang milik Junhong.

Junhong menggeliat keenakan, dia meremas rambut Daehyun dan menarik kepala Daehyun untuk mengulum miliknya lebih dalam.

" Teruussh.. enak sekalihh… Akkh! Nnnh! Akkhh! Haaah! Haaah! Laggiih! Aku ingin lebih! Ouuwwhh…" seru Junhong sambil memejamkan matanya keenakan.

Daehyun memainkan Twin Balls milik Junhong saat sibuk mengulum milik Junhong. Membuat Junhong benar-benar serasa terbang ke surga.

" Aku dataanghh… Aaaakkhh!."

SPULRT! SPULRT! SPULRT!

Mulut Daehyun penuh dengan tembakan sperma dari penis Junhong. Daehyun masih terus mengulum milik Junhong, menyedot sisa-sisa sperma yang tertinggal.

" Kau gampang sekali klimaks, bisa-bisa tenagamu habis hanya untuk 2 ronde Zelo-yah…" kata Daehyun sambil tertawa kecil.

" Haaaahh… Haaah… Nikmat… Nnnhh…" desah Junhong lemah.

Daehyun memijat penis Junhong amat pelan, mencoba bermain-main sejenak dengan lawan mainnya itu.

" Penismu mungil sekali, tegang dan basah." Kata Daehyun mencoba memancing dengan Dirty Talk.

" Ugghh… Mmmh! Lebih cepat! Aaakhhh…" desah Junhong frustasi.

" Tidak sabar sekali, kau benar-benar terlihat seperti pelacur yang minta disodomi hingga robek. Mendesahlah, mintalah lebih padaku." Kata Daehyun sambil meraba masuk kedalam kaos milik Junhong dan memilin nipple Junhong dengan perlahan juga. Memberikan stimulus pada Junhong untuk berbuat lebih binal lagi.

" Jangann.. engghh.. mempermainkankuuuh.. Cepatlah! Akkkhh! Ssshh! Aku sudah menginginkan penismu menyodomiku.. ooouugh! Uwaaahh… ssshh.. Nnhhh!." Racau Junhong.

" Perintahkan padaku apa yang kau inginkan my slut!." Kata Daehyun.

" Aaagghh! Please Fuck meeeh! Fuck mee roughly! Ouwwhhh! Crush my hole pleaseeee… Enggghhh!." Titah Junhong frustasi.

" With my pleasure…"

JLEEB!

" AAAARRGGGH! Akh! Akh! Akh! Haaahgkk! Ouuuwwh! Unggghh! Yeaahh! Feels goooddh… thrust it! Engggh! Fasteerh! Deeper! H-Hardeerhh.. Nnnh.. Akh! Akh! Akh! Nikmaath! Lagiii… aku ingin lagiihh.. ouwwwhh enak sekalii… aakkhhh! Disanaaa! Eunggghh! Tusuk lagi!." Racau Junhong frustasi saat Daehyun tanpa aba-aba langsung menusuk lubangnya dengan kejantanan Daehyun yang Mempenetrasi lubangnya dengan brutal.

Tidak bisa dia bohongi jika saat ini dia benar-benar sangat menyukai apa yang Daehyun lakukan padanya. Tak peduli jika dia terlihat seperti pelacur, dia sudah terlanjur horny, dan ini sangat nikmat, anusnya terus ditusuk oleh Daehyun semain cepat. Tubuhnya terhentak kerasa dan cepat. Sangat brutal, tapi memabukkan rasanya.

" You're so fuckin tight bitch! Nggghh! Damn! Gooodh! Ouwwwh!." Desah Daehyun keenakan sambil terus mempercepat tusukannya pada lubang anal Junhong.

" So roughly! Eungghh! Aaaakhh! Haaah! Haaaah! Ennnhh! Cabuli lubangku lagiiih!." Seru Junhong yang mulai melakukan dirty talk. Entah kenapa hari ini dia sangat terangsang dengan semua yang Daehyun lakukan padanya.

" Kau sudah mulai nakal ternyata… Baiklah, akan aku buat tidak bisa berjalan hari ini!."

" Eunggghh! Huwaaakh! I'm cumiingghhh… Sssshhh.. aaaaaakhh!."

Daehyun langsung menutup lubang Junhong sebelum Junhong klimaks, dan membuat Junhong menjerit sejadinya karena hasratnya tidak bisa keluar karena kali ini sepertinya spermanya akan keluar begitu deras.

" It huurrts! Lepaskaaaannnh! Kumohoon! Aaakhh! Ennngh! Ssshhh! Pleaseeelet me cumm… ouwwwhh.. akh! Akh! Akh! Akh! It hurts!." Teriak Junhong memohon, tapi Daehyun seolah tuli dan makin gencar menusuk Junhong dengan cepat dan kasar.

" Rasakan nikmatnya, semakin sakit kau akan semakin sexy Zelo-yah… eungghhh… aku ingin menyiksa penismu lebih kasar lagi…" bisik Daehyun ditelinga Junhong.

" Pleasee… engggh! It hurts.. aakhh! Hhaaaah! Sssh… don't torture meee… engggh! Haakkh!."

" Ingatlah kau yang meminta ini, dan kau yang menginginkan permainan kasar! Jadi mendesahlah dan memohon padaku!." Kata Daehyun tidak peduli.

" Cukuup… enghhh… Aku sudah tidak kuat lagiihh…" kata Junhong.

" Tapi lihat, tubuhmu sangat menikmatinya, lubangmu meremas milikku dengan sangat kencang, benar-benar pelacur." Kata Daehyun mengompori sambil mengocok penis Junhong tanpa membuka lubang milik Junhong.

" Uwaaaakkhh! Engghhh! Haaaahh! Haaahh! Aku ingin keluarrhhhh! Mmmhhh!." Desah Junhong tidak karuan, lubangnya makin mencengkeram penis Daehyun dengan kencang, membuat Daehyun terus melenguh keenakan.

" Uhhh.. emmmh… Nikmat sekali, lubangmu benar-benar sempit." Kata Daehyun.

" Pleaseehh.. ouwwwhh.. nnnh! Haaahhh.."

" Kau sudah mengeluarkan banyak sperma, kau benar-benar mengotori semuanya Zelo-yah…" kata Daehyun menggoda sambil memijat penis Junhong dengan sangat pelan, dan juga Daehyun memelankan tusukannya pada sweetspot Junhong, membuat Junhong semakin tersiksa, dan mendesah dengan keras.

" Apa kau ingin klimaks?." Tanya Daehyun.

Junhong mengangguk keras, dia sudah tidak bisa menahan semua ini lagi, terlalu nikmat dan terlalu menyakitkan untuknya secara bersamaan.

Daehyun mendudukkan dirinya di kursi dan mengarahkan Junhong kepangkuannya masih menutupi lubang kemaluan Junhong.

" Puaskan aku, dan kejar klimaksmu sendiri." Kata Daehyun.

Sebenarnya Junhong tidak ingin melakukannya, apalagi dia sudah pasti akan terlihat seperti pelacur murahan. Tapi bagaimanapun dia tidak bisa berhenti sekarang, penisnya sudah sangat sakit dan linu, tetapi lubangnya masih berkedut menginginkan tusukan yang jauh lebih dalam dan brutal menumbuk sweetspotnya hingga dia bisa mengeluarkan hasratnya sebanyak yang bisa ia keluarkan.

Junhong perlahan memasukkan penis Daehyun dalam lubangnya sendiri dan menjatuhkan tubuhnya hingga penis Daehyun menusuk jauh di dalam lubangnya.

JLEEBB! JLEEB! JLEEB! JLEEB!

" AAAARRGH! HAAAH! HAAAH! IT"S FUCKIN' GOOODDHH! OUUWH! SSSHH.. NGGGHH!." Desah Junhong begitu keras sambil terus menaik-turunkan badannya dengan cepat dan dalam.

" Ouwwwhh! Mmmmhh.. Nikmat sekaliih…" desah Daehyun.

" Ngghh! Shake my dick pleaseee! Nggghh! Aakhh! Haaakkgh! Ouuwwhhh! Eungghh… feels gooodd…" racau Junhong terus menghentakkan tubuhnya melawan penis besar milik Daehyun.

Sedangkan Daehyun semakin mempercepat kocokan di penis Junhong dengan kasar dan memilin nipple Junhong hingga membuat Junhong begitu terpuaskan.

" Sedikit lagiiih… Ouwwh.." racau Junhong.

" Kau harus lebih cepat menaik-turunkan tubuhmu Zelo-yah… Sssh… Biarkan lubangmu tersodomi lebih jauh lagi." Kata Daehyun.

Junhong mempercepat gerakannya, dan rasa nikmat itu semakin dekat dan semakin memabukkan baginya, seakan dia sudha tidak memiliki akal sehat lagi.

" AAARRRGHH!." Jerit Junhong saat spermanya keluar sangat deras saat dia sudah mendapatkan klimaksnya. Disusul dengan Daehyun.

Junhong ambruk memeluk Daehyun yang masih menyangga tubuh Junhong dengan baik. Daehyun tersenyum kecil. " Tidak buruk. Kurasa kau sudah lebih baik sekarang Junhong-ssi. Tapi jangan pernah ulangi kesalahanmu lagi." Kata Daehyun.

Nafas Junhong masih memburu dan butuh waktu sesaat untuk menjawab kalimat Daehyun. " Ini sangat memalukan…" katanya.

" Tapi kau menyukainya kan?." Kata Daehyun.

" Tidak seharusnya kan kita melakukan sex secara nyata. Bukannya kau hanya bisa melakukan sex dengan orang yang kau cintai, Daehyun-ssi?." Tanya Junhong.

" Well, itu memang benar. Tapi hal seperti itu tidak memiliki nilai mutlak dan batasan. Kau bisa melakukan itu sesui dengan kehendakmu. Lagipula melakukan sex denganmu bagiku hanya sebagai bentuk keprofesionalitasan dalam pekerjaan saja. Aku tidak berharap selalu melakukan sex denganmu setiap melakukan dubbing hanya karena kau selalu melakukan kesalahan. Jika kau bisa melakukan pekerjaanmu dengan baik, kau tidak akan melakukan ini denganku. Dan lakukanlah dengan orang yang kau cintai. Bukan denganku." Kata Daehyun.

Ada rasa kesal dan sedih yang dirasakan Junhong. Memang dia tidak menginginkan hal ini. Tapi dia hanya merasa kata-kata Daehyun terlalu dingin dan gamblang mengatakan semua ini. Selain itu dia benar-benar tidak ingin Hoojoon melihatnya melakukan sex dengan Daehyun. Rasa sayangnya pada Hoojoon perlahan berubah menjadi cinta yang masih akan tumbuh jauh lebih kuat nantinya.

.

.

.

.

.

" Junhongie, kau baik-baik saja?." Tanya Hoojoon khawatir saat melihat Junhong berjalan dengan tertatih.

" Gwaenchana. Aku hanya baru saja jatuh." Kata Junhong.

" Haish… kau harus hati-hati. Sini biar kubantu." Kata Hoojoon.

" Apa kau sudah mau pulang?." Tanya Junhong.

" Nde. Memangnya kau belum mau pulang?." Tanya Hoojoon.

" Aku harus dubbing 2 episode lagi dengan Daehyun-ssi. Baru aku bisa pulang." Kata Junhong.

" Jinjjayo? Kalau begitu, biar aku ke rumahmu dulu untuk menjaga adikmu sampai kau pulang." Kata Hoojoon.

" Apa tidak merepotkan jika seperti itu?." Tanya Junhong.

" Tentu saja tidak. Aku tau Daehyun, dia sangat perfeksionis. Kau harus sabar menghadapinya." Kata Hoojoon.

" Araseo. Dia benar-benar menyebalkan." Kata Junhong.

" Tapi dia sangat memuaskan di ranjang. Hahahaha." Tiba-tiba suara Tao menyahut dan ikut pembicaraan.

" Ya! Tao! Kenapa kau disini?." Tanya Hoojoon.

" Cuma tidak sengaja lewat dan dengar percakapan kalian." Kata Tao.

" Kau belum pulang juga?." Tanya Hoojoon.

" Belum. Aku dan Kris hari ini mengambil lembur. Jadi kita akan pesta sex sampai pingsan malam ini." Kata Tao.

" Haissh.. kalian berdua ini, kerjaannya selalu saja sex. Carilah kegiatan lain selain pekerjaan." Kata Hoojoon.

" Hahaha… tapi sex itu memang enak hyung, mau bagaimana lagi." Kata Tao.

" Apa kau selalu melakukannya dengan Kris?." Tanya Junhong.

" Ya, tentu saja. Mau dengan siapa lagi. Jika aku dengan seme lain bisa-bisa Kris hyung menghabisiku." Jawab Tao.

" Sudahlah, tidak usah membahas topik itu." Kata Hoojoon.

" Wae? Apa kau juga ingin melakukannya Hoojoon hyung? Hmmm… sampai kapan Xero hyung dan B-Joo hyung mengambil cuti? Sepertinya jika mereka sudah kembali, kau akan benar-benar dihabisi oleh mereka di Anime season ke-3-mu." Kata Tao.

" Ya! jangan bilang begitu! Kita tidak sering melakukannya meski mereka ada disini." Kata Hoojoon.

" Kita liat saja nanti. Hihihihihi." Kata Tao sambil berjalan pergi ke ruang dubbingnya.

" Xero dan B-Joo itu siapa?." Tanya Junhong pada Hoojoon.

" Dia partnerku saat dubbing. Kami teman dekat." Kata Hoojoon.

" Oh jadi begitu."

" Baiklah, kurasa kau harus segera kembali sebelum Daehyun memarahimu lagi. Aku akan berangkat ke tempatmu sekarang." Kata Hoojoon.

" Baiklah hyung. Terimakasih banyak." Kata Junhong.

Setelah itu Junhong kembali ke ruang dubbing-nya. Disana sudah ada Daehyun yang menunggu.

" Lama sekali." Kata Daehyun.

" Mian." Sahut Junhong pelan.

Daehyun membalik-balik naskah yang dipegangnya. " Kau sudah siap atau tidak untuk episode selanjutnya? Aku sedang tidak ingin melakukan sex lagi, hanya untuk mengeluarkan suara desahanmu." Kata Daehyun.

" Aku akan berusaha dengan baik."

" Baguslah kalau begitu."

" Aku sudah menghafalkan naskahnya, dan sudah mempelajarinya dengan Hoojoon hyung." Kata Junhong.

" Hoojoon… Kau menyukainya ya?." Tanya Daehyun.

Junhong sedikit tersentak. " A.. anieyo…" jawab Junhong.

" Jadi memang benar, kau menyukainya.. haishh… kau ini benar-benar bodoh ya…" kata Daehyun.

" Ya! maksudmu apa?." Tanya Junhong.

" Kau ini belum tau apapun tentangnya tapi sudah main jatuh cinta saja. Kau tidak akan bisa mendapatkannya. Kalau 2 orang itu sudah kembali, kau benar-benar tidak akan bisa menyentuh Hoojoon." Kata Daehyun.

" Sudahlah, tidak perlu membahas hal itu. Ayo segera selesaikan ini." Kata Junhong.

" Semangat yang bagus." Celetuk Daehyun.

.

.

.

.

.

.

" Kita lakukan satu episode lagi. Setelah itu pulang." Kata Daehyun.

" Mwoya?! Kau bilang hari ini kita hanya akan melakukan 8 episode. Kenapa kau menambah lagi?." Tanya Junhong protes.

" Dari 8 episode hanya 3 kali adegan sex, menurutku kita sudah memanfaatkan waktu dengan baik setelah keterlambatan kita mendubbing anime gara-gara kita harus melakukan sex juga. Jadi aku ingin 1 episode terakhir untuk hari ini. Aku tidak menerima penolakan." Kata Daehyun tegas tetapi terkesan santai dan menuntut.

Junhong menghela nafas kesal dan membuang muka dari Daehyun.

" Lakukan. Sekarang." Kata Daehyun pelan mengancam.

" Bisakah kau tidak bersikap memaksa seperti itu? Aku sudah melakukan apapun yang kau perintahkan." Kesal Junhong.

" Tidak untuk permintaanku yang satu ini."

" Permintaan? Itu perintah. Kau tidak pernah meminta."

" Syukurlah kau sadar akan hal itu." Sahut Daehyun.

" Ya! ini sudah pukul 11 malam, dan aku harus merawat adikku dirumah."

" Oh! Bukannya Hoojoon selalu membantumu? Hmm?." Tanya Daehyun.

" Aku tidak bisa merepotkannya setiap waktu."

" Dan kenapa kau selalu merepotkanku setiap waktu? Kau pikir penurunan gajiku bulan ini terjadi karena siapa?." Sambar Daehyun santai.

Dan itu sudah sangat telak membuat Junhong terdiam. " Aku harus ke kamar mandi sebentar." Kata Junhong sambil segera bangkit dari tempat tidurnya.

Daehyun tersenyum kecil melihat Junhong yang sekali lagi kalah darinya. Ada perasaan senang melihat Junhong seperti itu, mengerjai partner baru karena Daehyun sudah lama tidak melakukannya.

Junhong menghela nafas panjang saat melihat pantulan dirinya di kaca kamar mandi. Dia menyalakan kran wastafel dan segera membasuh wajahnya yang sangat penat karena pekerjaannya hari ini.

" Sial." Gerutunya sambil mematikan kran. Setelah itu dia berjalan masuk menuju bilik toilet untuk buang air kecil.

" Krissshh.. Mmmhh.."

Tiba-tiba dia mendengar desahan seseorang samar-samar dari bilik sebelahnya. Junhong terkejut dan mencoba untuk fokus pada apa yang ia dengar.

" Ya! kita sudah melakukan banyak ronde hari ini. Kau harus memberiku istirahat."

Sekarang sangat jelas sekali itu suara Tao. Sepertinya mereka sedang melakukan sesuatu di dalam bilik itu. Junhong terlihat kikuk, tidak seharusnya dia mendengar seperti ini.

Saat Junhong keluar dari bilik kamar mandi berbarengan dengan keluarnya Tao dan Kris sambil berciuman dengan begitu panasnya. Dan itu membuat Junhong shock dan terdiam ditempatnya berdiri dan mendengarkan suara kecipak dua bibir itu beradu, dan itu benar-benar membuat Junhong bergidik ngeri, hingga Tao menyadari bahwa Junhong berada disana.

" Ups… Ternyata ada yang melihat." Kata Tao sambil melepas ciumannya dan pelukannya pada leher Kris.

" Ma… Maaf mengganggu kalian." Kata Junhong.

" Oh, tentu saja tidak. Ini tempat umum, kau berhak kesini kapanpun kau mau. Bagaimana pekerjaanmu? Apa Daehyun masih dingin seperti biasanya?." Tanya Tao yang hanya dibalas anggukan oleh Junhong.

" Tao. Jangan mulai menjahili orang lain." Kata Kris sambil bersandar di tembok memperhatikan kekasihnya itu.

Tao merangkul pundak Junhong sambil tertawa, kemudian memojokkan Junhong dengan cepat ke wastafel.

" Kurasa kita sudah berteman. Jadi tidak apa kan jika aku hanya ngobrol dengannya?." Kata Tao, membuat Junhong tidak bisa mengatakan sepatah katapun.

" Kurasa dia sudah pernah melakukan sex dengan Daehyun." Kata Kris.

" Tapi dia polos sekali. Entah dia bisa atau tidak cara berciuman." Kata Tao sambil mendekatkan wajahnya pada Junhong.

" Hyu… hyungwae irae?." Kata Junhong sedikit takut.

" Hmmm… bagaimana jika satu ciuman kucuri darimu?." Tanya Tao menggoda. Dia melirik kearah Kris, dan Kris hanya mengangkat alisnya sejenak.

Kemudian Tao mulai mencium bibir Junhong. Perlahan tapi kemudian sedikit lebih ganas. Tangan Tao bergerak menarik tengkuk Junhong untuk memperdalam ciuman.

Sedangkan Junhong sudah gemetar hebat, dan badannya terlalu shock untuk melakukan gerakan maupun penolakan.

" Yamma. hentikan membully anak itu." Tiba-tiba suara datar Daehyun menginterupsi saat Tao mulai menggigit bibir Junhong. Tao segera melepaskan ciumannya dan melihat Daehyun bersandar di pintu.

" Kau tidak lihat dia gemetar hebat?." Kata Daehyun sambil menunjuk tangan Junhong.

" Aku hanya mengerjainya saja hyung. Lagi pula itu hanya ciuman kecil." Kata Tao sambil tersenyum lebar.

" Terserah kau saja. Tapi aku membutuhkannya untuk mendubbing suara sekarang. Aku ingin segera pulang." Kata Daehyun.

" Oh. Tentu saja, silahkan. Dia properi milikmu hyung." Kata Tao.

Junhong segera mengikuti Daehyun keluar dari kamar mandi.

" Bisakah kau membela dirimu sendiri saat ada orang lain melakukan hal itu padamu? Kau payah sekali." Kata Daehyun yang berjalan beberapa langkah dari Junhong.

" A… aku terlalu kaget. Maafkan aku."

" Kau tidak perlu minta maaf. Kau memang payah." Kata Daehyun.

" Kau selalu begitu." Gerutu Junhong.

" Well, aku memang seperti ini. Terima atau tidak selama hidupmu bergantung padaku, kau harus mau menurut." Kata Daehyun sambil memasuki ruang dubbing.

" Kenapa aku harus melakukan itu?." Tanya Junhong sambil mengikuti masuk ke dalam sebelum pintu kembali tertutup.

" Karena kau pasti akan menyukaiku." Kata Daehyun datar sambil duduk di kursinya tanpa menoleh kearah Junhong yang terpaku.

.:: To Be Continued ::.