Infinitely Yours
..
..
Preview chap:
"aku... cantik.. nanti... hilang.." gumamnya.
"APA?!"
..
..
Chapter 2.
..
..
"Kyungsoo.. oh ayolah cerita pada kami Kyungsoo... kitakan sudah berjanji tidak akan menutup rahasia satu sama lain. Kyungsoo.. yayaya.. kyung-ie... jebal..."
Kyungsoo yang kedua tangannya dipegang oleh Baekhyun hanya menghela napas lalu menggeleng. Ia mau saja menceritakan hal ini kepada mereka hanya saja...
Kyungsoo tidak mengerti arti cinta itu apa.
Ia malu tentunya. Seorang Do Kyungsoo yang notabenenya adalah siswi yang cukup terkenal disekolah menengah pertama ini tidak mengerti apa yang dimaksud oleh satu katu mempunyai banyak makna itu. yaTuhan, Kyungsoo kau benar-benar Kudet.
Minseok yang tidak tega hanya menggeleng lalu melepaskan cengkraman Baekhyun dari tangan Kyungsoo. "Baek-a.. hentikan. Kasihan Kyungsoo, biarkan ia menenangkan dirinya terlebih dahulu ne.. kau tidak boleh seperti itu. Hm.. Kyung-a kalau kau belum siap untuk menceritakan apa yang terjadi pada kami itu tak apa kok, kami akan selalu menunggu sampai kau siap.." katanya.
Luhan menggenggam erat tangan Baekhyun dan Minseok. Ia tersenyum manis pada Kyungsoo. "yasudah. Kajja kita pulang... ppai ppai Kyung-ie.." katanya.
Tidak.
Kyungsoo butuh tempat untuk menampung semua isi hatinya. Ia butuh sekarang. Bukan nanti. Atau kapanpun itu.
"tunggu!"
Kyungsoo kembali sadar. Ia mulai menarik napasnya lalu menghembuskannya pelan. Mencoba menetralkan detak jantungnya yang berlebihan. Ia berdiri mendekati ketiga sahabatnya dan menarik mereka untuk kembali duduk kembali. "aku... aku akan menceritakannya kepada kalian sekarang" katanya.
Wajah ketiga orang itu berubah berbinar ceria. Wajah muram serta khawatir mereka langsung lenyap seketika saat melihat Kyungsoo yang mulai berani bercerita. Luhan pun bersorak dalam hati karena rencananya kali ini berhasil.
"eung... anu... ci..cinta... cinta itu apa?"
"..."
"aku benar-benar tidak mengerti apa artinya."
"ASTAGA KYUNGSOO!"
..
..
Tuk. Tuk.
Satu batu terlempar. Dua batu terlempar.
Kyungsoo berjalan pulang sendirian kali ini. Zitao tidak bisa pulang bersamanya karena ia dan teman-temannya –segerombolan wanita yang datang pada Kyungsoo saat istirahat tadi— akan menunggu disekolah sampai jam setengah tiga. Dan beruntung saja sekolah hari ini dibubarkan lebih cepat karena sekolah sedang mengadakan kemah dan hari pertama kemah dimulai hari ini.
Ting!
Suara ponsel milik Kyungsoo menghentikan langkah kecilnya. Ia merogoh saku blazzer sekolahnya dan melihat apa yang terpampang dilayar ponselnya.
"Kyungsoo-a... kau berangkat untuk pembukaan kemah nanti jam berapa? Kalau bisa datang lebih cepat ya.. –Lee Chaerin—"
"Aku tak tahu, mungkin sekitar jam dua aku akan kembali lagi.. memangnya kenapa? Tumben sekali aku harus datang cepat.. biasanya sajakan yang sampai dikelas pertamakalinya itu aku Chaerin-a.. "
Send!
Kyungsoo kembali memasukkan ponselnya lalu kembali berjalan dengan santainya. Sesekali dirinya menendang beberapa kerikil kecil tak berdosa karena kadar bosannya yang sudah melebihi ambang batas sewajarnya.
Ting!
"tidak apa apa Kyung... hanya ada sesuatu hal yang ingin kubicarakan padamu nanti.. yasudah selamat bersiap siap^^ -Lee Chaerin—"
"ne.."
Send!
Kyungsoo kembali memasukkan ponselnya sambil menunduk. Mengetahui tali sepatunya terlepas, segera ia merunduk untuk mengikatnya kembali. Merasa tak nyama, ia sedikit menggeser letak kakinya kekanan agar ia dapat leluasa membenarkan tali sepatunya.
Eh, tunggu!
Ada selembar notes kecil berwarna hijau dengan tulisan hanggul yang memang benar-benar khas tulisan pria.
Annyeong
Who i am?
ah.. of course you don't know me..
hehe^^
jika kau tahu aku, maka kau adalah orang yang beruntung.. tapi jika kau tidak tahu aku, kau belum beruntung, Do Kyungso.
I'm your first fan.
Soo..
you're so lucky to be my idol.
Oh... wait,
I hope you read it^^
Bye!
Kyungsoo terdiam menatap kertas itu. Ia mematung. .
"nugu?" gumamnya.
Ia menoleh kekanan dan kekiri. Kosong. Tidak ada apa-apa. Ia tidak menemukan seorang pun yang –mungkin— sengaja membuang kertas ini dijalan. Tapi, Kyungsoo bukan orang yang mempunyai rasa penasaran tinggi. Ia hanya memletakkan kembali kertas itu ditempatnya semula lalu berjalan melewati kertas itu dengan santainya.
Masa bodo, yang namanya Do Kyungsoo didunia ini bukan hanya aku, masih banyk orang yang memakai nama itu bisa saja kertas itu bukan untukku. Ah sudahlah batinnya.
Ting!
"Kyungsoo! kau harus cepat datang kesekolah kembali! Aku punya berita untukmu!"
Kyungsoo memasukan ponselnya kembali. Ia memiringkan kepalanya sambil sesekali menoleh kekanan dan kekiri melihat situasi. "Baekhyun? Berita? Cepat datang? Untukku? Apaan?" katanya.
..
..
Tap.
Tap.
Tap.
"kosong?" ucap seorang pria yang sedang melihat-lihat situasi kelas Kyungsoo.
Ia menggeser pintu kelas dengan pelan lalu memasukinya. Ia berjalan menuju meja yang berada ditengah kelas dengan senyuman yang masih setia melekat diwajahnya. "cantik. Meja belajarnya saja rapih, orangnya juga pasti.. haha. Tidak salah memilih rupanya, ah betapa beruntungnya kau...,
Kim Jongin.." ucapnya pada diri sendiri.
Srek.
Ia mengeluarkan sepucuk surat dengan amplop putih gading yang polos dari kantung celana seragam sekolahnya. Ia menoleh kekanan dan kekiri melihat situasi disekitarnya. Ia memasukan surat itu kedalam laci meja yang berada didepannya dengan perlahan. Selesai. Ia pun berjalan keluar kelas sambil terus tersenyum tanpa henti. Menuju kelas sebelah.
"maafkan aku cantik, tapi aku hanya bisa seperti ini... hanya menitipkan sepucuk surat saat kau tak ada.. maaf"
..
Kriiit
"Mwoya?! Masih kosong?! Siapa yang tadi menyuruhku datang cepat sih?!" gerutu Baekhyun.
Ia memasuki kelasnya dengan wajah ditekuk benar-benar ditekuk. Ia tidak suka sendirian. Oh andai saja ia masuk kelas unggulan –walau kelas ini juga unggulan tapi dibawahnya satu tingkat— pasti ia sudah mempunyai teman yang menunggunya didalam kelas.
Ia berjalan terseok-seok dengan malas. Masih tetap mengerucutkan bibirnya ia menduduki kursi milik Kyungsoo yang berada tepat dibawah ac kelas. Berniat untuk mendinginkan diri. Namun, tanpa diduga Baekhyun menemukan sepucuk kertas yang baru saja pria itu masukan dilaci meja milik Kyungsoo.
Baekhyun memasang tampang kagetnya dengan mata yang melebar besar. Namun mata Baekhyun sipit, jadi ia tida bisa memasang mata burung hantunya. "oh god! Surat? Surat cinta?!" katanya.
Baekhyun berniat membuka surat itu. Namun terbersit pemikiran melintas dikepalanya. Ia segera mengeluarkan ponselnya. Mengetik nama Kyungsoo dan langsung mengirimnya pesan singkat.
Kyungsoo! kau harus cepat datang kesekolah kembali! Aku punya berita untukmu!
Send!
Ia tersenyum lega. "bagus! Kyungsoo ayo cepatlah datang jangan lama-lama..." katanya.
Semenit.
Duamenit.
Limamenit.
Sepuluh menit.
Limabelas menit.
"ck, lama sekali sih dasar siput ayam belalang cacing kadal sem—,"
Kriet.
Seorang pria memasukan setengah badannya kedalam kelas dan setengahnya lagi berada diluar kelas. "eoh? Kau berbicara dengan siapa baek? Kau normal? Normal? Normal" kata pria itu.
Baekhyun yang matanya sudah berbinar karena mengira itu adalah Kyungsoo langsung berubah lesu. Tak terima dan merasa dibohongi, wajah Baekhyun berubah merah menahan marah. "YAK! PARK CHANYEOL! KUTU BERAS! TOMCAT TAK BERGUNA! AKU MEMOHON AGAR KYUNGSOO YANG DATANG BUKAN KAMBING SEPERTIMU!" pekiknya keras.
"tomcat? Kambing?"
"YAK!"
..
..
Tap.
Tap.
Kyungsoo melangkahkan kakinya cepat menuju kelas. Akibat kakinya yang pendek, ia harus merelakan dirinya berlari-lari kecil menusuri lorong menuju kelasnya. Rambutnya yang sudah ia tata rapi dengan diurai harus direlakan juga. Ia mencepol rambutnya tinggi dan acak-acakan. Tidak masalah bagi Kyungsoo jika tataan rambutnya seperti itu. Kyungsoo memang pada dasarnya sudah cantik dengan model rambut apa saja, jadi itu bukan masalah baginya. Bahkan saat dalam keadaan seperti itu, Kyungsoo masih saja mengeluarkan pesona manisnya. Sungguh diberkati dirinya.
Kriet.
"Baekhyun?" ucapnya.
Kyungsoo memasuki kelas dengan pelan. Ia berjalan menuju mejanya dan mulai duduk disana. "huh? Kosong? Astaga aku telat?" katanya.
Ia menjatuhkan kepalanya diatas meja sambil menghirup udara dengan rakus. Akibat berlari dari gerbang sekolah hingga kelas sudah begini saja. Bagaimana jika harus lari maraton? Dasar Kyungsoo. ketidaksukaannya pada olahraga membuatnya seperti ini. Ck.
Aku... sms dia saja? Batin Kyungsoo.
Ia segera mengambil ponselnya dan mulai mengetik pesan singkat untuk sahabatnya, Baekhyun. Dan kemana Luhan juga Minseok? Mereka ada kelas tambahan jadi mereka akan datang telat. Tapi itu tak masalah.
"baek, kau dimana? Aku sudah dikelas. Teganya kau menghilang meninggalkan diriku yang habis berlari-larian ini. Tega sekali kau"
Send!
Selsai. Kyungsoo segera memasukan ponselnya kedalam laci meja untuk sementara. Namun..
"ini apa?" katanya.
Oh tuhan! Kyungsoo menemukan surat yang diberikan Jongin untuknya!
Kyungsoo membolak-balik surat dengan amplop putih gading ditangannya. Dengan perasaan ragu ia mulai membuka surat itu dan membacanya dengan suara sedang.
"annyeonghaseyo
Kita bertemu lagi manis.
Hehe, ingat aku?
Ah harusnya kau ingat, Soo.
Baru saja saat kau pulang tadi kita bertemu.
Kau tidak ingat?
Kau membaca tulisanku bukan?
Kau juga menemukan selembar kertas note hijau dijalanan bukan? Akulah pelakunya dan itu benar-benar untukmu, bukan untuk orang lain.
Hehe, aku misterius ya?
Sudah... kau tidak usah takut
Kau tidak menyadari keberadaanku bukan? Aku selalu ada dimanapun kau berada, Soo.
Jadi, aku akan membuatmu aman.
Em... sudah dulu ya, annyeong!
.-"
Pipi Kyungsoo sedikit menyemburkan semburat merah tipis. Menandakan bahwa dirinya sedang merona malu. Ah sungguh lucu Kyungsoo yang satu ini. Segera ia melipat kertas surat itu dan memasukkannya kembali kedalam amplop putih gadingnya dengan senyuman yang tak terlepas dari wajahnya.
Bahagia?
Mungkin...
..
..
Kyungsoo berjalan dengan santai dilorong sekolah menuju lapangan sekolah yang berada ditengah-tengah antara gedung 1-2 dan 2-3. Setelah membaca surat tersebut, ponsel Kyungsoo berbunyi dan menampilkan nama Baekhyun yang menelponnya dan menyuruhnya untuk kelapangan sekolah ditengah. Maka jadilah Kyungsoo yang sedang berjalan dilorong dengan senyuman tipis yang manis tak terlepas dari wajahnya.
Saat berjalan, Kyungsoo berpapasan dengan pria berkulit tan yang lumayan tinggi tengah tersenyum kearahnya. Kyungsoo hanya membungkuk sopan sambil terus menggenggam surat itu ditangannya. Dan tanpa Kyungsoo sadari, pria itu menatap Kyungsoo juga surat ditangannya. Seulas senyum tulus pun terpancar diwajah tampan milik pria itu.
Mungkin kah? Batin pria itu.
..
..
TBC!
..
..
review:
ArraHyeri2 : ne gwenchanayo chinggu ^^ thanks for review ne!
anishi : iya chinggu tanggal 7 sept itu tangga aku jadian sama doi, sampe sekarang aku juga belom bisa moveon kita sama huhuhu/? *kok curhat* hehe, btw thanks for review!
setyoningt : ini udah aku update, maaf kalo kelamaan ya.. thanks for review^^
SuJuXOXO91 : iya salam kenal juga, waah makasih udah suka sama karakter Jongin dan Kyungsoo.. karakter mereka aku ambil dari kejadian aku sendiri ya.. walau ada yang ditabah tambahin sedikit hehe^^, thanks for review yaaa!
KaiSoo Fujoshi SNH : iya chingu, ini udah diupdate ya.. pas bagian sehun ngedobrak pintu kelas itu juga kejadian asli yang aku alamin hehe *curhat dikit* btw thanks for review yaa!
puputkyungsoo : gamsahamnida eonnie! thanks for review! ^^
SooSweet : iya ini udah di update, thanks for review yaa^^
..
..
waaah! annyeong! author comeback again!
hehe^^
sebelumnya aku mominta maaf ya, ini chapternya kependekan soalnya biar tambah penasaran sama jalur ceita kedepan-depannya. mungkin ada beberapa dari kalian yang mungkin udah ngerti nanti jalan ceritanya gimana.
tapi, bisa aja nanti ditengah perjalanan ada sesuatu hal yang ga terduga? mungkin ada hehe ._.
pokonya aku mau buat readers ff ini penasarn oke oke^^
oya, siapa yang beli EXO's first box disini? ada ga?
author kepingin beli tapi kemahalan dan uangnya gacukup :c
sedih deh huhuhu/?
okesip sekian dulu ya.. kalo ada yang mau tanya-tanya lebih lanjut bisa follow akun twitter aku byunhyeonkkaeb
hehe^^ annyeong!
REVIEW YAA!
GO REVIEW GO REVEW!
..
..
byunhyeonkkaeb
..
..
