My Kawaii Sei-chan

Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki

Warning: Typo(s), Gaje, Alur gak jelas, aneh, OOC maybe, dll..

Gak suka? jangan lanjutin baca


Note : 'Aku' disini sebagai anak berumur 13 Tahun. 'Aku' bersekolah di SMP Teiko kelas 2-B. 'Aku' pernah mengikuti kelas Akselerasi sebelum aku pindah ke Teiko.


Pagi yang cerah. Aku dengan malasnya bangun dari kasurku. Kalau bukan karena adik tercinta yang menjadikanku sebagai pelayan pribadinya, aku pasti akan bangun lebih siang dari ini. Atau tidur sampai besok pagi. Akupun menyambar handukku lalu pergi ke kamar mandi.

Akupun turun ke ruang makan. Di rumah sebesar ini kami hanya ditinggal berdua bersama beberapa pelayan. Yaah~ tapi setiap pagi aku yang memasak untuk Sei-chan. Aku memasak sandwich dengan irisan daging tipis di dalamnya. Ditambah sedikit mayonnaise dan saus di dalamnya. Aku melihat Sei-chan menuruni tangga dan menatapku datar.

"Ohayou Sei-chan"

"Ohayou"

"Pagi begini sudah rapih, kau mau kencan ya?" Godaku, sebenarnya aku sudah tahu kalau dia akan berlatih basket. Mo-chan sudah mengajakku semalam lewat SMS.

"Bukan urusanmu, lagipula kalau sudah tahu tidak usah bertanya" ia duduk di kursi meja makan.

"Hmm… Sandwich untuk adikku tercinta~" Aku meletakan sandwich yang masih hangat di mejanya. Dia hanya diam menatap sarapannya. Sedangkan aku berlari ke kamar dan mengganti baju dengan Hot pant, baju kaus berwarna pink, dan tidak lupa dengan bolero hitamku, dan sepatu snickers berwarna biru. Akupun turun ke ruang makan.

"Kau mau kemana?" Seperti biasa, Sei-chan hanya menatapku tanpa ekspresi

"Sampai ketemu nanti Sei-chan!" Menurutku jawaban itu sudah cukup untuk menjawab pertanyaannya. Akupun keluar dan mencari bus untuk menuju tempat yang di janjikan Momoi.

.

.

.

Ingin sekali aku rasanya main basket lagi. Sudah lama sekali. Teman-temanku selalu bertanya kenapa aku berhenti bermain basket. Ya… itu rahasiaku! Hehehe… aku hanya duduk bersama Mo-chan di sini. Tumben sekali mereka tidak bermain di sekolah. Sei-chan memutuskan anak asuhannya untuk beristirahat sebentar dari latihan neraka yang ia berikan. Sei-chan mendekatiku dan menagih sesuatu. Ya, dia menagih bento yang aku buat dan tentu saja minumnya. Mo-chan juga membuatkan bento untuk Aomine-kun.

"Apa kau mau?" Aomine-kun menawarkan bekalnya kepada Kii-chan

"Tidak, aku tidak lapar" Kii-chan mencari-cari alasan untuk menolaknya. Seseorang memanggil namaku. Akupun menoleh mencari-cari arah suara. Aku menemukan seorang laki-laki berambut hitam yang aku kenali. Yah.. itu adalah Zetsu, temanku waktu SD segaligus saingan olimpiade pianoku saat itu.

"Yo! Lama tidak bertemu" laki-laki bersurai hitam itu mengangkat tangannya

Aku hanya tersenyum dan berlari ke arahnya. Tak mempedulikan Sei-chan yang memperhatikanku dari awal. Kami berdiri di pinggir lapangan.

"Kau melanjutkan karir basketmu?"

"tidak, aku menjadi menejernya" Kataku bangga. Ia hanya menahan tawa dan akhirya dia tertawa sangat keras.

"Apa aku tidak salah dengar?!" Dia tertawa dan membuatku merasa aneh

"kenapa kau tertawa?"

"kau lebih pantas jadi pemain"

"yah… aku cukup merindukannya" Aku tersenyum mengingat masa laluku

"Kenapa kau tidak pernah muncul di kompetisi lagi? Apa kau berhenti?"

"Tidak, nanti kalau ada waktu. Aku akan menemuimu"

"Aku tidak akan kalah lagi" Zetsu menyeringai. Dan tiba-tiba ia mendekatkan tubuhku dan mengangkat daguku dengan lembut. Semburat merah muncul di wajahku. Bagaimana tidak? Jarak antara wajah kami hanya 3cm! tiba-tiba ia menangkap bola yang menuju arahnya dengan satu tangan. Midorima-kun dan Kise-kun membelalakan matanya.

"Heihei… tidak sopan bersikap begitu pada senpaimu" kata Zetsu melempar bolanya ke arah Sei-chan. Eh? Sejak kapan Sei-chan memperhatikanku? Biasanya dia cuek.

"Jangan bertindak seenaknya"

"Hmm… baiklah.. kalau begitu… sampai jumpa (nama)" dia melambaikan tangannya lalu pergi entah kenapa.

.

.

.

.

.

.

.

.

Aku sedang duduk diam sambil memainkan game yang ada di ponselku. Sei-chan mendekatiku tanpa sepengetahuanku. Dia mengeluarkan PSP dari saku celananya.

"Apa kau lapar Sei-chan?"

"Ya, tolong buatkan aku sesuatu"

"Baiklah…" Aku segera bangkit dari tempat duduk untuk membuatkan adik kesayanganku ini makanan. Entah dari mana naluri ke-kakak-an ku ada. Padahal dulu aku ini anak yang egois. Mungkin karena anak satu-satunya?. Aku segera membuatkan Sei-chan Miso Soup dan susu.

"Sei-chan! Ini makanannya" Aku meletakan makanannya di meja makan. Lalu aku pergi ke atas untuk bermain piano. Aku menekan tutsnya perhelan. Mengikuti patitur lagunya. Lama kelamaan sifat alamiku keluar. Aku bermain sesuka hatinya.

Akashi P.O.V

Jarang dia bermain piano sendirian. Biasanya dia bermain sebagai pengiringku. Mungkin dia sedang stress. Tapi suaranya sangat lembut. Aku mendengarkannya dengan seksama. Lumayan lah, musik gratis. Makanan buatannya juga enak. Aku mendengarkan permainannya. Ia mengambil jeda sebentar. Dan-. Aku tercengang mendengarnya. Kecepatan yang luar biasa. Itu sangat cepat. Tanpa kesalahan. Iblis macam apa yang merasukinya. Akupun segera menghabiskan makananku dan naik untuk melihat permainannya. Akupun membuka pintu ruang tamu kamar dimana ada piano itu. Aku tercengang melihatnya. Permainannya sangat cepat tapi lembut. Aku sampai mengaga mendengarkannya. Dia hebat. Dia pandai bermain musik, pandai bernyanyi, berbicara, pintar, dia cantik, perhatian. Aku beruntung aku bisa mengenalnya.

Reader P.O.V

Lelah juga bermain Piano dengan serius. Aku memainkannya untuk Sei-chan. Dengan sepenuh hati. Aku mengakhiri permainan dengan mulus. Semoga Sei-chan mendengarnya. Akupun bangkit dari kursi piano dan menoleh kearah pintu. Di sana ada Sei-chan yang sedang berdiri.

"sejak kapan kau ada di sana?"

"Permainanmu lumayan bagus, bagaimana jika kau menjadi pengiringku minggu ini?"

Sei-chan memintaku untuk mengiringinya main biola? Tumben sekali dia minta yang seperti ini.

"Aku-"

"Aku akan mengikuti Summer Concert minggu depan" Sei-chan mengambil biolanya dan memainkannya. Indah, tapi dia kurang sepenuh hati memainkannya. Dia bilang ini hanya konser, jadi ini mungkin agak bebas.

"memang lagu apa yang ingin kau mainkan?"

"Introduction And Rondo Capriccioso Op.28"

Itu lagu yang cukup rumit. Apa lagi Sei-chan kalau main seenaknya dia saja. Tapi kalau di depan Hyuga-sensei dia sangat patuh dan sopan.

.

.

.

.

.

H-3 Summer Concert.

.

.

.

.

.

Aku berjalan di lorong sekolah. Sambil menghapalkan jari-jariku untuk konser nanti. Tiba-tiba suara ponselku berbunyi menandakan ada pesan yang masuk. Itu dari Sei-chan! Akupun membaca pesan dari Sei-chan.

"Konsernya bulan depan saja. Lima hari lagi kami akan ikut perlombaan basket. Jadi aku harus berlatih dengan giat."

-Akashi

Aku hanya menganga melihatnya

'SEI-CHAN BAKAAAAAAA!' gerutuku dalam hati. Aku sudah susah-susah menghapal dan dia menghentikannya begitu saja.

"Dasar adik yang tidak punya perasaan" Aku menggerutu kecil sambil meremas ponselku

.

.

.

.

.

.

TBC


Makasih yang udah baca. Author minta reviewnya kalo kalian minta stop. Author cuma sampe sini aja :3 Arigatou!