Kim Kyuna Present
A YAOI KyuMin Fiction
Room(Soul)Mate
Cast:
Super Junior
Pairing KyuMin and 5 other official OTP
Rate: T
Author's determination : KyuMin, you, and i. Like we are fetched by kyumin, like you and i make them both stronger, like we said they trully real and like they're trully real, like we were meant to be. Kyuhyun and Sungmin are geneticly programmed to find each other.
Fiction is something real within an imagination.
Chapter 2
.
.
"Jadi, hobimu apa Hyung?" tanya Sungmin ke arah namja yang sedang duduk di sebelahnya.
"Aku? emm.. aku bisa meramal"
"Heechul Hyung..." kata Sungmin dengan wajah memelas. Sudah lebih dari setengah jam dia di sini dan menghadapi seorang Kim Heechul yang menurutnya sangat aneh.
"Aku serius Sungmin-ah, aku bisa meramalmu. Kau mau?"
"Hyung, baiklah akan kutulis seperti itu saja ya di sini"
"Eh, tidak. tulis di sana kalau hobiku adalah minum teh, membuat teh, juga merindukan Hannie" jawabnya dengan nada yang sensual dan lembut. Sungmin sedikit memutar bola matanya lalu kembali menulis.
"Eh? Hannie? Siapa dia?" tanya Sungmin lagi
"Hannie, nama panggilan sayang untuk Hankyung. Aku sangat merindukannya, kau tahu? biasanya hampir tiap sore kami minum teh bersama. Aku sangat merindukannya."
Sungmin menunduk pelan. Ya, dia tahu. sangat tahu arti kata rindu. Sejurus kemudian namja itu tersenyum "Kau bisa minum teh bersamaku kalau kau mau Hyung"
Mata Heechul berbinar-binar "Jeongmal? Kalau begitu nanti sore.."
"Tidak hari ini, aku harus mengumpulkan biodata sebelum hari rabu" kata Sungmin lagi
"Oh kau benar. Keudae Sungmin-ah.."
"Hmm?"
"Aku bisa melihat sesuatu dari mu. Kau akan mencintai orang itu dan kau harus percaya kalau dia adalah sebelah jiwamu."
Sungmin menatap Heechul sekali lagi dengan tatapan yang aneh "Hyung, terima kasih tapi.."
"Dia akan melindungimu dari apapun Sungmin-ah dan tanpa kau ketahui kau akan mencintainya dan tidak akan bisa terlepas darinya"
"Heechul Hyung.." desah Sungmin frustasi
Seketika raut wajah Heechul berubah "Eh? Apa aku mengatakan sesuatu yang aneh?"
"Hyung.. jjebal.."
.
.
.
"Wah, koleksi majalah dewasamu sangat banyak sekali"
"Kekeke ini sisa yang belum ketahuan oleh Teukki Hyung, aku bisa meminjamkannya padamu kalau kau mau melihatnya. Tapi kau juga harus membantuku"
Sungmin mengerutkan keningnya "Membantumu? Apa?"
"Kau kan sekamar dengan Kyuhyun, sesekali ajak dia untuk ikut membaca."
"Mengapa harus aku?"
"Kau kan roommate-nya, kau pasti bisa merayunya agar tidak melaporkan aku. dia tidak bisa diajak kompromi, banyak buku ku yang di sita oleh Teukki Hyung karena ketahuan saat diperiksa olehnya. Maka itu aku harus pandai-pandai menyembunyikan ini"
Sungmin menarik nafas "Kurasa dia tidak akan tertarik melihat majalah ini"
"Ommo! Ternyata bukan hanya aku yang merasa kalau dia tidak straight, kau juga?"
Kali ini Sungmin terkaget "Maksudmu apa dia tidak straight?"
Eunhyuk diam sebentar sebelum membisikkan sesuatu di telinga Sungmin "Kurasa dia tidak suka pada yeoja"
"Eh? Tapi dia kan memiliki kekasih"
"Entahlah, aku ragu padaya.."
Lagipula bukan urusanku
Sungmin agak merasa aneh dengan percakapan ini. apa-apaan membicarakan hal yang menurutnya tabu menjadi pembicaraan biasa seperti itu.
"Ehm, jadi bisakah aku meminta biodatamu sekarang?"
"Oh, aku hampir lupa. Tentu saja, dan jangan lupa ceritakan juga tentangmu"
"Baiklah, asal secepatnya tugas ini berakhir"
.
.
.
TOK TOK
"Masuk!"
Sungmin perlahan membuka pintu kamar asrama nomor 1308 tepat yang berada di sebelah kamarnya "Yesung Hyung.." sapa Sungmin ramah
"Oh, Sungmin-ah.. ada apa? kemarilah"
Sungmin masuk ke dalam, melihat Yesung yang sepertinya sedang berlatih vokal. "Apa aku mengganggumu?"
"Tidak, berlatih adalah tugasku setiap hari" jawabnya sambil tersenyum ramah
Sungmin mengagguk pelan "Apa aku boleh meminta biodatamu?"
"Tentu, ambilah di meja belajarku. Aku sudah menyiapkannya untukmu"
"Jjinja? Terima kasih Hyung"
"Jangan khawatir, aku tidak akan memberatkanmu atas tugas ini dan maaf Sungmin-ah kemarin aku ikut menyirammu dengan air kotor itu"
"Gwaenchana Hyung"
Dengan satu gerakan Sungmin menggapai selembar kertas dari meja belajar Yesung, tanpa sengaja melihat foto Yesung dengan Ryewook di sana.
"Kau dan Ryewook tampak akrab"
"Tentu saja, Wookie adalah kekasihku"
PATS!
Sungmin butuh beberapa detik agar dia bisa bersikap biasa saja "Oh begitu, selamat untukmu. dia anak yang baik"
"Tentu, terima kasih Sungmin-ah. Kau sendiri, apa sudah punya kekasih?"
Sungmin terdiam sebentar lalu menggeleng pelan "Sekalipun ada, aku tidak ingin"
"Eh? Mengapa begitu?" tanya Yesung aneh. Dia menatap Sungmin dengan heran
"Tidak apa-apa Hyung, aku hanya belum menemukan saja. Gomawo Hyung untuk biodatamu"
"Baiklah, lain kali kau harus sering bermain ke sini karena Kyuhyun pasti jarang sekali ada di dorm"
"Tentu, Gomawo Yesung Hyung"
.
.
.
"Bagaimana Sungmin-ah? Apa sudah selesai?" tanya Teukki sewaktu berpapasan dengan Sungmin di lorong asrama. Sungmin sedang membaca hasil pencariannya dengan wajah yang cerah.
"Oh, Hyung.. belum, kebetulan aku ingin bertemu denganmu"
"Kemarilah, aku dan yang lainnya sedang bersantai di ruang keluarga"
Sebenarnya Sungmin malas bergabung dengan yang lain, dia lebih suka membaca buku sendirian di kamar, mendengarkan musik klasik atau musik-musik favoritnya lalu tertidur di sana namun, menolak ajakan Teukki Hyung sangat sulit. Ketua asrama itu sangat baik dan ramah, member yang lain juga seperti itu. Cukup untuk membuat seseorang merasa nyaman, cukup untuk membuat seseorang merasa mempunyai keluarga selain kesendirian.
"Baiklah Hyung"
Sungmin mengikuti Teukki yang berjalan di depannya sambil kembali membaca beberapa tulisannya "Siapa saja yang sudah kau dapat?" tanya Teukki
"Heechul Hyung, Yesung Hyung dan Hyukjae"
"Apa Heechul merubah hobinya lagi?"
"Eh?" tanya Sungmin tidak mengerti
"Dia selalu merubah hobinya, dulu dia bilang hobinya memancing, menyanyi, memasak, membaca buku, menonton film.."
Sungmin memutar bola matanya, aneh. "Dia berkata padaku kalau hobinya meramal, minum teh, membuat teh, juga merindukan Hannie"
Teukki tertawa lepas "Jjinja? Kekeke dasar Chullie.."
Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan dimana hampir semua member dorm berkumpul, mereka tampak berbincang dengan ringan dalam suasana yang hangat. Sungmin bisa melihat Heechul yang sedang menikmati tehnya sambil membaca sebuah majalah. Yesung yang tampak sedang menghapalkan partitur. Wookie yang sedang bersandar kepada Yesung, memperhatikan Yesung dengan tatapan sayang, membuat Sungmin sedikit memejamkan mata lalu membuang pandangannya ke arah seorang namja yang belum dia kenal namun dia ingat namja itu yang bersama Heechul membawakan ember besar kepadanya selagi malam penyambutan.
"Sungmin-ah, kemarilah" ajak Heechul. Yang lain memusatkan pandangan ke arah Sungmin. Sungmin membungkuk memberi salam kepada yang lain sebelum duduk di samping Heechul. "Minumlah teh ini"
"Ne Hyung"
Perlahan Sungmin mengangkat cangkir itu dan meneguk isi di dalamnya sebelum wajahnya berubah.
Tuhan, teh apa ini?
Yang lain tergelak puas. Seperti baru saja melihat seseorang terjebak dalam permainan. "Heechul Hyung, teh apa ini?"
"Jangan khawatir Sungmin-ah, itu hanya teh pelangsing tubuh" jawab Eunhyuk masih tertawa
"Mengapa kau menurut saja? Itu teh yang paling tidak enak sedunia" tambah seseorang yang Sungmin masih belum mengenal dia siapa
"Ya! diam-diam kau juga pernah memintanya bukan Kangin-ah? Saat Teukki menyuruhmu diet"
Sungmin tertawa kecil, kesalnya lenyap begitu saja saat namja yang bernama Kangin mendadak salah tingkah apalagi saat Teukki memandangnya meminta penjelasan.
"Kau sudah selesai dengan biodatamu?" tanya Wookie masih bersandar pada Yesung dengan mesra.
"Aku masih belum punya tentang Kangin Hyung juga.. bocah itu"
"Ah, selagi Kangin Hyung ada di sini, kau minta saja"
"Kau benar"
Sungmin bangkit dari duduknya lalu menghampiri namja yang berbadan agak besar yang sedang duduk di samping Teukki.
"Hyung, aku ingin.."
"Oh, Biodata bukan? Aku akan memberikannya kalau kau sudah bernyanyi dan berjoget lagu Tiga Beruang di depan kami semua"
Sungmin kehilangan kata-katanya. "Hyung.."
"Ayo Sungmin-ah, aku pasti bisa!"
"Sungmin! Lee Sungmin! Lee Sungmin!"
Semua orang menyerukan namanya dengan antusias. Detik itu juga Sungmin menyesal telah datang ke tempat ini. apa-apaan semua ini? teh pahit lalu menari dan menyanyi? Dia bisa gila.
"Kajja Sungmin-ah.. "
Sungmin memejamkan matanya sesaat sebelum bangkit dan mulai bernyanyi. Menggerakkan pinggulnya dan bergaya hingga semua orang mulai tertawa dan ikut menyanyi. Bertepuk tangan riuh hingga membuat Sungmin menikmati show-nya.
"Teukki Hyung..."
Semua orang menoleh ke arah suara itu. Sungmin berhenti menari dan menyanyi, memperhatikan roommate-nya yang baru saja datang dan berdiri di dekat pintu ruangan.
Anak itu.. wajahnya rumit sekali. apa yang terjadi?
"Kita ke kamarku"
Teukki pergi begitu saja bersama Kyuhyun meninggalkan Sungmin yang masih penuh tanya namun, tidak dengan yang lain. mereka tampak seperti biasa saja melihat kejadian itu.
"Sepertinya kali ini masalah serius" gumam Wookie
"Sudah! Lanjutkan Sungmin-ah" kata Heechul tidak perduli
.
.
.
Sungmin masuk ke dalam kamarnya. Dia baru saja selesai kuliah, dilihatnya Kyuhyun sedang duduk di mejanya sambil mendengarkan musik. Matanya terpejam. Perlahan Sungmin meletakkan buku-bukunya dan mendekat ke arah Kyuhyun.
"Kyuhyun-ssi.."
"..."
"Kyuhyun-ssi, aku ingin meminta biodatamu"
"..."
Dengan satu gerakan Sungmin melepas headset yang terpasang di telinga Kyuhyun, membuat namja itu membuka matanya dan memandang dingin ke arah Sungmin.
"Aku sedang bicara denganmu, aku butuh biodatamu"
"Tapi aku sedang tidak ingin bicara dengan siapapun." Ucapnya tanpa ekspresi
Cuma itu, Kyuhyun lalu pergi bergitu saja. Menutup pintu dengan agak keras hingga membuat Sungmin tersentak.
"Dia pikir dia siapa? Semena-mena sekali"
Drrt
Sungmin sedikit tergugup saat melihat nama seseorang di ponselnya. Perlahan dia menekan tombol untuk menjawab panggilan.
"Oh, ini aku"
"Bagaimana kuliahmu? Apakah lancar?"
"Tentu, ternyata kau mengirim Donghae juga ke sini"
"Untuk memastikan kau baik-baik saja"
"Aku sudah bilang padamu.."
"Selamanya kau adalah Lee Sungmin yang tidak bisa diatur. Aku menghubungimu bukan untuk berdebat. Aku ingin mendengar suaramu"
"Kau sudah mendapatkannya" jawab Sungmin singkat dan dingin
"Apakah kau tidak merindukanku? Aku sangat merindukanmu"
"..."
"Sungmin-ah.."
"Kau sudah berjanji untuk tidak memaksaku bukan?"
"Apa merindukanmu termasuk memaksa?"
"Kau tahu aku tidak terbiasa dengan itu dan.."
"Arra, minggu ini pulanglah.. aku ingin melihatmu"
"Kalau jadwalku tidak penuh"
"Kalau begitu pilihlah, kau atau aku yang datang?"
Sungmin menarik nafas frustasi "Baiklah, aku saja."
"Jaga dirimu, jangan tidur terlalu larut karena membaca. Saranghae"
KLIK
Sungmin memejamkan matanya dengan erat. Kesal, kecewa, marah, namun tidak tahu harus mengatakannya pada siapa. "Eomma, kali ini apa lagi? menjawab 'Nado saranghae' pada namja itu?"
.
.
Sungmin mengerjapkan matanya. Tersadar kalau dia sudah tertidur dengan pulasnya setelah mendengarkan musik. Sungmin bergerak bangun dan lengannya menyentuh sesuatu.
Cho Kyuhyun. Seoul, 3 februari 1988. Hobiku bermain game dan membaca. Aku benci sayuran dan makanan manis.
Sungmin tercengang. "Cih, dasar orang aneh. Kemana dia?"
Mata Sungmin melirik ke arah ranjang yang ada di samping ranjangnya, kosong. Kyuhyun tidak ada. Sungmin kemudian bangkit dari tidurnya dan beranjak ke kamar mandi sebelum ada satu ketukan pelan dari luar kamarnya.
"Masuklah" jawab Sungmin dari dalam. Seseorang muncul di balik pintu. "Teuki Hyung.."
"Minnie-ya, Apa Kyuhyun sudah datang?"
Sebentar.. dia memanggilku apa? Minnie? Hei..
"Emm, entahlah.. memangnya ada apa Hyung dan mengapa kau memanggilku Minnie?" tanya Sungmin heran. Teukki tampak menggaruk kepalanya gusar.
"Sejak semalam dia belum kembali berarti"
Sungmin mengajak Teukki untuk duduk di sofa yang ada di kamar 1307 itu. Sungmin sedikit penasaran dengan apa yang terjadi pada namja aneh yang bahkan semalam berkata sangat dingin padanya.
"Kurasa dia kembali dan meletakkan ini, biodatanya"
Teukki melirik kertas yang tergeletak di kasur Sungmin lalu menarik nafas "Dia baru saja bertengkar hebat dengan SeoHyun dan kurasa kali ini.."
"Hmm? Ah, kekasihnya? Mereka putus Hyung?"
Teukki membekap mulut Sungmin dengan gerakan cepat, seolah tidak ingin ada yang mendengar "Bisakah kau tidak bicara seperti itu Lee Sungmin? Atau kau ingin terus kupanggil Minnie?"
"Lepp..askan.. tanganmu Hyung!"
Dengan satu gerakan Sungmin menepis tangan Teukki yang membekap mulutnya dan menarik nafas banyak setelah itu. "Aku kan hanya bertanya"
"Kau tidak tahu apa-apa soal ini"
"Kalau begitu beritahu aku, mengapa kemarin kulihat dia sangat kacau dan bahkan dia mengacuhkanku semalam"
Teukki menarik nafas pelan "Baiklah, karena dia roommate-mu dan entah mengapa aku bisa ingin bercerita padamu begitu saja padahal kau orang baru dan aku belum memastikan kadar mulutmu"
"Hyung.." desis Sungmin frustasi
"Ah, baiklah.. Kyuhyun dan Seohyun, sebenarnya.."
CKLEK!
"Sungmin Hyung! Ada yang mencarimuuuu~"
Baik Teukki dan Sungmin saling bertukar pandang saat mereka melihat Ryewook masuk ke dalam kamar dengan wajah polosnya.
"Kalian sedang apa? Hyung? Kau pasti sedang bercerita sesuatu ya?"
Sungmin segera bangkit dari duduknya "Siapa yang mencariku Wookie-ah?"
"Namanya Lee Donghae, dia dari asrama timur dan Hyukkie sedang bicara dengannya sekarang di ruang tamu"
GASP!
Bocah itu, pasti si jelek yang menyuruhnya ke sini.. menyebalkan!
"Hyung, aku akan menemui dia dulu. Sampai nanti"
"Dia siapamu Sungmin-ah?" tanya Teukki seolah tidak memperdulikan Wookie yang penasaran dengan obrolan kedua orang itu sebelumnya
"Dia sepupuku.."
Calon sepupu tepatnya.. entahlah apa namanya itu..
"Sungmin Hyung, apa yang kalian bicarakan tadi? Teukki Hyung.." rengek Wookie. Sungmin hanya mengangkat bahu
"Dia belum mengatakan apapun Wookie-ah dan jangan khawatir, itu bukan masalah penting untuk dibahas"
"Ya! Lee Sungmin! dia itu roommate-mu.. emm... maksudku, siapa bilang tidak penting?"
"Huwa! Selama ini Hyung tidak pernah bercerita tentang Kyuhyun padaku, mengapa sekarang bercerita pada Sungmin Hyung, kau jahat Hyung!"
Sungmin terkikik puas lalu memberi isyarat kalau dia tidak ikut campur dengan semua urusan Kyuhyun atau siapapun di dorm ini. Sungmin berjalan dengan cepat menuju ruang tamu.
.
.
"Kau dari asrama timur?" tanya Eunhyuk penuh selidik
"Benar, ada apa?" balas Donghae tidak kalah curiganya.
"Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya, kau mahasiswa baru?"
"Benar, aku.."
"Donghae-ah!"
Kedua orang itu menoleh dan ada tatapan cemas yang langsung dilayangkan Donghae kepada Sungmin.
"Eunhyuk-ah, kau bisa tinggalkan kami. gomawo"
Eunhyuk mengangguk lalu pergi perlahan sebelum sekali lagi menatap namja itu dengan senyum penuh arti, mendekat ke arah Sungmin dan membisikkan sesuatu di sana "Sepertinya namja itu tidak suka majalah dewasa"
Sungmin terkekeh "Kau pintar menebak"
Eunhyuk tertawa lagi lalu pergi dari ruang tamu yang tidak terlalu besar yang memang dirancang untuk mempersempit waktu kunjungan di dorm. Teukki memberikan peraturan bahwa tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam sini. Lebih baik bertemu di luar dorm demi kenyamanan asrama.
"Hyung, aku.."
"Ikut aku!"
Sungmin menuntun Donghae keluar dari dorm dan berbicara di luar. Berhenti di bangku taman yang berada tidak jauh dari dorm. Sungmin menyruh Donghae untuk duduk sedangkan dia berkacang pinggang sebal.
"Jangan bilang dia memilihkan tempat kuliah dan asrama ini agar ku terbiasa dengan lingkungan penyuka sesama?" semprot Sungmin
"Bukankah memang kau salah satu dari mereka? bahkan Hyung dan dia.."
"Ya!" potong Sungmin dengan cepat sambil membekap mulut Donghae, tidak lama lalu melepaskannya lagi
"Aku kesini untuk memberikan semua titipannya padaku, dia menyuruhku memberikannya padamu"
"Apalagi?"
"Ikut aku!"
Donghae menarik lengan Sungmin lalu membawanya ke tempat dimana dia memarkir mobilnya, membuka bagasi dan memperlihatkan semua barang bawaannya pada Sungmin.
"Ya! Apa-apaan ini? kau pikir aku tinggal di rumah yang sangat besar?"
Sungmin terbelalak sewaktu melihat bahan makanan dan minuman juga beberapa hal lain yang dibawakan uintuknya.
"Ini belum apa-apa Hyung, dia memintamu untuk memilih apa kau butuh kamar sendiri atau tidak, juga mobil dan.."
"kembalikan semua itu! aku tidak butuh! Bahkan dia bukan siapa-siapa"
"Kalian akan menikah kurang dari satu tahun lagi, cobalah mengerti dia"
Sungmin mendengus "Aku sudah bilang padamu dan kepadanya untuk tidak memaksaku!"
"Lalu? kau mau seperti ini terus? kau tidak ingin dipaksa tapi kau tidak pernah mencoba mencintainya bukan? Lalu apa maumu Hyung? Terimalah takdir kalau kau telah dijual ibumu"
PLAK!
"Tutup mulutmu Choi!"
Hening.
Sungmin memejamkan mata "Kembalilah ke tempatmu, taruh saja semuanya di sini." Ucapnya pelan lalu meninggalkan Donghae yang masih terdiam kaku di sana.
.
.
.
"Eomma, dia teman sekolahku. Sangat cantik bukan?"
"Kau menyukainya Sungmin-ah?"
"Tentu, aku ingin menikah dengannya suatu saat"
"Tidak bisa, tidak akan pernah bisa Sungmin-ah. Dia bukan takdirmu"
"Eomma, mengapa bicara begitu?"
"Kau akan menikah dengan orang lain, satu saat nanti kau akan mengetahuinya"
.
Kau tahu Eomma, sejak saat itu aku tidak pernah lagi menyimpan perasaan suka pada siapapun karena aku berfikir orang yang akan menikah denganku nanti adalah seseorang yang sangat kuimpikan selama ini. setidaknya sebelum aku bertemu dengan orang itu, aku percaya pada cinta. Aku percaya pada hal yang kusebut mimpi dan apapun itu tentang kebahagiaan.
Setidaknya.. setidaknya sebelum kuhapus kata cinta dari hidupku..
.
"Lee Donghae! Menyebalkan sekali kau! kau pikir kau siapa! Berani berkata seperti itu padaku!"
"Berkelahi dengan kekasihmu?"
Eh?
Sungmin menoleh ke arah suara itu sebelum dia merasa dia salah tempat untuk melampiaskan marahnya. Tempat ini kosong dan kelihatannya jarang dipakai tapi dia tidak menyangka akan ada orang lain di sini.
"Cho Kyuhyun, kau.."
"Kau membangunkan tidurku, tahu?"
"Sejak kapan kau pindah ke sini?"
Kyuhyun bangkit dari tidurnya lalu berdiri di sebelah Sungmin "Sejak ada penghuni baru di kamarku yang menyebalkan"
"Terima kasih" jawab Sungmin cepat sambil mengalihkan pandangan sebalnya ke arah lain tempat ini, sebenarnya Sungmin tidak tahu ini tempat apa.
"Ini gedung olahraga indoor dan mungkin sudah tidak dipakai"
"Aku tidak bertanya padamu" jawab Sungmin ketus. Kyuhyun terkekeh pelan.
"Dan ini tempatku, aku yang lebih dulu menemukannya"
"Cih, ambil saja! Aku tidak tertarik"
"Lalu mengapa kau ke sini dan berteriak menyebut nama kekasihmu?"
"Ya! Donghae sepupuku! Bukannya kau yang baru saja putus dengan kekasihmu?" sungut Sungmin tidak mau kalah. Kyuhyun terdiam, sejurus kemudian orang itu beranjak pergi.
"Kau sama saja seperti yang lain"
"Hei Cho! Jadi kau benar-benar putus?" tanya Sungmin setengah terkekeh
"Bukan urusanmu" jawab Kyuhyun sambil terus berjalan
"Terserah padamu! Seo Jo Hyun atau siapapun itu sudah pasti akan muak jika menjadi kekasihmu" teriak Sungmin meledek. Kyuhyun berbalik dengan tatapan marah. Dia mendekat ke arah Sungmin dan menghimpit Sungmin ke dinding yang ada di belakangnya.
"Ya.. apa maumu?" tanya Sungmin terbata-bata
Kyuhyun tersenyum menyeringai lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Sungmin, kedua lengannya mengurung tubuh Sungmin. "Menurutmu?"
PATS!
"Arrgghh!" Kyuhyun mengangkat sebelah kakinya yang diinjak dengan keras oleh Sungmin. saat itu juga Sungmin mendengus sebal.
"Jangan macam-macam denganku!" ancamnya kesal
Astaga Tuhan, wajah anak ini... mengapa wajahnya seperti itu?! aku bodoh! sudahlah lupakan wangi farfum itu dan harum nafasnya! Ini tidak baik untuk otakku! Tidak! tidak!
Sungmin pergi dari Kyuhyun yang masih meringis kesakitan begitu dilihat oleh Sungmin kaki Kyuhyun sedikit berdarah. Kyuhyun terduduk lemas di sana
"Sepatu apa yang kau pakai itu Lee Sungmin!" teriak Kyuhyun kesal. Sungmin dengan cepat mendekat pada Kyuhyun lalu berjongkok memeriksa kakinya juga sepatunya.
"Astaga, mengapa ada benda seperti ini di sepatuku?" Sungmin melepas sepatunya lalu mengambil pecahan kaca yang tertancap pada sepatunya. "Gwaenchana? Siapa suruh membuatku kesal!"
"Kau yang lebih dulu menggangguku!"
"Sudah! Aku tidak ingin berkelahi seperti yeoja denganmu!" kata Sungmin akhirnya perlahan namja itu meraih kaki Kyuhyun dan mengikat bagian luka dengan sapu tangannya.
"Ini akan menyumbat darahnya, kuantar kau ke ruang kesehatan"
Sungmin menarun lengan Kyuhyun di bahunya lalu memapah namja itu keluar dari ruang olahraga indoor. Mereka berdua berjalan dalam diam.
"Mianhae.." ucap Sungmin
"Kau berhutang padaku" kata Kyuhyun masih dengan ekspresi sebal
"Kalau begitu ingatkan aku ya"
Mereka berdua saling menatap lalu perlahan tersenyum. Senyum yang tulus dari keduanya.
.
.
.
"Donghae Hyung, mengapa menangis?"
Donghae dengan cepat menghapus air matanya dan bersikap seperti biasa "Ani, aku baik-baik saja"
"Terjadi sesuatu? Kau dan Sungmin tidak bertengkar bukan?"
"Tidak, semua baik-baik saja"
Namja itu memperhatikan wajah Donghae "Dia menamparmu? Lagi? apa yang kau katakan padanya?"
Donghae menarik nafas berat "Dia menolak pemberianmu dan marah padaku, aku hanya membalas apa adanya bahkan dia seharusnya bersyukur karena kau.."
"Kembalilah ke kamarmu sebelum aku mengusirmu! Kau hanya membuat semuanya semakin sulit Hyung"
Perlahan Donghae beranjak ke dalam kamarnya lalu mengunci pintu dengan rapat, berbahaya jika sampai sepupunya itu marah dan meledak di sana. Dari luar terdengar suara mobil yang baru saja keluar dari gerbang, namja itu telah pergi.
.
.
"Eh? Kyuhyun? Sungmin? kakimu kenapa Kyu?" tanya Teukki Hyung. Yang lainnya menatap dengan aneh ke arah mereka.
"Kakiku terkena pecahan kaca, entahlah.. mungkin seseorang menginjak kakiku" sindir Kyuhyun. Sungmin terkekeh.
"Aku tidak sengaja menginjak kakinya Hyung" aku Sungmin akhirnya.
"Hyung! Makanan ini banyak sekaliii" kata Wookie senang. Sungmin menatap mereka satu-satu yang tampak juga menunggu jawabannya
"Namja yang bernama Donghae itu yang mengantarnya" tambah Hyukjae
"Kalian makan saja ya? itu semua terlalu banyak. Aku kembali ke kamar saja"
"Aku juga"
Kyuhyun dan Sungmin kembali ke kamar. Sungmin terdiam duduk di tepian ranjangnya, begitu juga Kyuhyun. mereka berdua berkutat dengan pikirannya masing-masing.
"Bagaimana kakimu?" tanya Sungmin
"Pernah lebih baik" jawab Kyuhyun singkat
"Kukira kau sungguhan putus dengan pacarmu itu.."
"Aku tidak pernah berpacaran dengannya, orang lain yang bilang begitu. Termasuk dirimu"
"Aku? Hei.."
TOK! TOK!
"Masuklah.."
"Sungmin Hyung, ada yang mencarimu" kata Eunhyuk sambil masuk ke dalam kamar.
"Dasar Lee Donghae.." umpat Sungmin sebal
"Bukan Lee Donghae. Dia menyebutkan namanya, Choi Siwon"
"Eh?"
TBC-
Part ini masih dalam repost ya kkk~
Entah kenapa tetiba inget punya tanggung jawab untuk yang satu ini.
Semoga masih ada yg nunggu.
Sign,
Kim kyuna
