STARS GO DIM
Kyuhyun and Sungmin
KyuMin
They belong to each other
The Storyline is mine
PLAGIARISM IS NOT ALLOWED
Cast: SUPER JUNIOR
Genre: Drama, Hurt
WARNING: BOYS LOVE, IF YOU READ DON'T BASH
TYPOS
xxx
How does it feel?
To be the one to cry
All alone and left to die
How does it feel?
To know that all your love was wasted on the good time
And I don't care if you're sorry and you missed me now
And I don't care if you're lonely and you need me now
"Kyuhyun, aku sudah merevisinya kau bisa memperbaikinya kemudian serahkan kepada editor seminggu lagi. Deadline percetakan adalah 3 minggu lagi," ucapan Changmin menyentakkan lamunan Kyuhyun.
Beberapa saat lalu, orang melihat Kyuhyun seperti sedang sibuk dengan netbooknya tetapi sebenarnya Kyuhyun sibuk menelusuri masa lalunya. Mengingat-ingat sejak kapan Sungmin berubah seperti sekarang. Sungmin memang bukan orang yang mudah mengekspresikan perasaannya, ia juga bukan orang yang banyak bicara, tetapi Sungmin yang ia kenal sebelum mereka menikah bukanlah orang yang berdarah dingin yang akan mudah melukai orang lain. Kyuhyun ingat pasti, Sungmin berubah setelah ia kehilangan rahimnya. Kyuhyun pikir, perubahan Sungmin karena perasaan terancamnya jika ditinggalkan Kyuhyun, membuat rasa posesifnya begitu besar dan akan melukai Kyuhyun jika ada wanita dekat dengannya meskipun itu urusan pekerjaan. Tetapi apapun perubahan Sungmin, Kyuhyun sudah bertekad akan selalu berada di samping Sungmin. Sungmin kehilangan rahim, kepribadiannya yang berubah itu, Kyuhyun yakin akan hubungannya dengan kesalahannya di masa lalu. Tanpa Kyuhyun tahu, teror apa yang dihadapi Sungmin setiap bulannya.
"Sungmin tadi pagi mengatakan kepadaku, atasannya menugaskannya ke Singapura selama 3 bulan," celetuk Kyuhyun, ini juga mengganggu pikirannya.
"3 bulan?" Changmin meminum kopinya yang sudah mulai dingin.
Kyuhyun mengangguk.
"Lama juga."
"Dia bertanya kepadaku apa aku mengijinkannya."
"Dia meminta ijin kepadamu? Lalu kau bilang apa? kau mengijinkannya bukan? Ini bagus untuk memberikanmu jeda, setidaknya 3 bulan akan kau lewati tanpa siksaan fisik dari Sungmin."
"Aku mengijinkannya, bukan karena untuk menghindari Sungmin. Aku hanya mengatakan kepadanya ia bebas meraih apapun impiannya. Tetapi aku terlalu mudah memberinya ijin, bagaimana jika aku merindukannya?"
Changmin terhenyak, tidak menyangka dengan pola pikir sahabatnya.
"Dia sudah menganiayamu dan kau masih takut merindukannya? Kyuhyun, kau serius?" Changmin menatap Kyuhyun tidak percaya.
Kyuhyun hanya menatap Changmin datar.
"Kau tahu bagaimana cinta buta? Tetapi cintamu tidak hanya buta, cintamu mati rasa!"
Kyuhyun sama sekali tidak bergeming dengan cibiran Changmin, karena Changmin sama sekali tidak mengetahui kesalahan apa yang dibuat oleh Kyuhyun kepada Sungmin. Sungmin pun tidak mengetahuinya, itulah mengapa ia terima saja bagaimanapun perlakuan Sungmin kepadanya. Meski Sungmin suatu hari akan membunuhnya, Kyuhyun pun akan rela.
"Ahh sudahlah, sampai mulutku hancur pun kau tidak akan mendengarkanku bukan? Urusi saja deadline novelmu, editormu akan datang sebentar lagi tapi sayangnya aku harus pergi," ucap Changmin dengan merapikan barang-barangnya kemudian memasukkannya ke dalam tasnya.
"Kau mau kemana?"
"Mengantar istriku, hari ini jadwalnya memeriksakan kandungannya. Kau koordinasikan sendiri tulisanmu dengan Luna, editormu itu. Kemudian serahkan naskah finalnya kepadaku seminggu lagi, aku perlu memeriksanya lagi sebelum naik cetak, okay," Kyuhyun hanya mengangguk dengan instruksi-instruksi dari Changmin.
Ia tersenyum ketika Changmin menepuk bahunya dan berlalu dari hadapannya. Tidak lama Luna datang menghampirinya, dan mereka tenggelam dalam naskah novel Kyuhyun hingga lupa waktu. Kyuhyun baru tersadar ini sudah larut ketika pelayan cafe mengingatkannya ia sudah memesan 7 cangkir kopi hari ini. Kyuhyun melihat jam digital di ponselnya dan ini sudah pukul 11 malam. Ya Tuhan ini artinya ia sudah berdiam di cafe selama 13 jam, dan ia sama sekali tidak memberikan kabar kepada Sungmin.
"Astaga!" pekik Kyuhyun yang membuat Luna yang terkejut.
"Ada apa, Kyuhyun?"
"Ini sudah larut sekali, dan aku harus pulang," ujar Kyuhyun buru-buru membereskan naskahnya yang berserakan di meja cafe dan mematikan netbooknya.
"Hei jangan panik seperti itu, aku bisa mengantarmu dengan mobilku. Aku pikir sudah tidak ada kereta dan bus semalam ini," tawar Luna.
"Ahh bolehkah?"
"Tentu saja!"
"Terimakasih Luna, sungguh terimakasih," Kyuhyun sumringah dengan tawaran Luna untuk mengantarnya, lupa bahwa Sungmin tidak suka ia memiliki interaksi dengan wanita manapun sekecil apapun.
.
.
.
"Luna, terimakasih dan maaf sudah merepotkanmu. Ini sudah sangat larut apa tidak masalah kau pulang sendirian?" ucap Kyuhyun di dalam mobil Luna, sesampainya mereka di depan rumah Kyuhyun.
"Jika kau tahu jam berapa biasanya aku pulang kantor saat dikejar deadline, ini belum terlalu larut," Kyuhyun tertawa dengan jawaban Luna.
"Baiklah, aku harus berterimakasih karena kau menjadi partnerku, kau tahu kau yang terbaik. Kau membuat novelku menjadi semakin layak dibaca."
"Sudahlah, kau terlalu banyak memujiku padahal itu sudah menjadi tugasku," tawa akrab mereka tercipta, membuat Kyuhyun lupa bahwa ini sudah larut.
"Baiklah, sekali lagi terimakasih. Aku harus segera masuk," pamit Kyuhyun.
"Ah iya iya, silahkan."
Kyuhyun segera keluar dari mobil Luna, dan menutup pintu mobilnya. Ia melambai sebelum Luna benar-benar pergi dari hadapannya. Melempar senyumnya kepada Luna yang membalas lambaiannya, kemudian ia berbalik setelah mobil Luna hilang dari pandangannya.
BYURR
Pikiran Kyuhyun belum sepenuhnya sadar akan lingkungannya ketika ia merasakan dingin dan basah mengguyurnya. Kyuhyun kesulitan membuka matanya, dan tentu saja kesulitan bernapas lewat hidungnya karena air yang disiram dari atas kepalanya. Kyuhyun buru-buru menyeka wajahnya, dan Sungmin sudah berdiri di depannya dengan mata yang tidak berkedip dan penuh dengan kemarahan. Tapi kali ini Kyuhyun sudah terlalu lelah, ini sudah larut dan ia sedang tidak membutuhkan pertengkaran.
"Apa yang kau lakukan hah?" bentak Kyuhyun kepada pasangan hidupnya, Sungmin.
"Mendinginkan kepalamu yang mungkin sudah dipenuhi panasnya nafsu pada wanita lain," jawab Sungmin datar dengan ekspresi wajah yang sama sekali tidak merasa bersalah.
"Kau pikir ini mainan? Kau pikir ini tidak bahaya, malam-malam menyiramku air sebanyak itu, bagaimana kalau air masuk ke dalam paru-paruku, ke jantungku, kemudian aku mengalami gagal napas? Kau ingin membunuhku?" Kyuhyun sudah tidak bisa menahan emosinya, entah mengapa malam ini ia ingin berontak atas perlakuan Sungmin.
Tetapi Sungmin sama sekali tidak mendengarkan Kyuhyun dengan serius, ia berbalik dan berjalan memasuki rumah meninggalkan Kyuhyun di belakangnya, tanpa berkata apapun. Membuat Kyuhyun semakin geram karenanya.
"Sungmin dengar!" Kyuhyun berteriak memanggil Sungmin, ia melangkah lebar-lebar menyusul Sungmin.
PRAKKK
Belum sempat Sungmin terkejar olehnya, lelaki itu berbalik menghadapnya, melempar pot bunga berukuran sedang yang ada di teras rumah mereka kepada Kyuhyun. Beruntung kali ini Kyuhyun bisa menangkisnya, Kyuhyun merasakan nyeri di tangan kanannya. Ia tidak akan terkejut jika setelah ini tulangnya retak, karena pot itu cukup besar ditambah lagi dengan kondisinya yang tidak terlalu siap. Sampai ia sadar darah merembes, kulit lengannya terkoyak karena serpihan pot bunga yang menghantamnya.
"Sungmin, kau jahat ya? Kau benar-benar lelaki yang sangat jahat," guman Kyuhyun, lagi-lagi Sungmin hanya diam memandangnya dengan mata penuh kekecewaan.
Tetapi kemudian ia berbalik dan masuk ke dalam kamarnya, mengunci kamarnya dari dalam dan tidak mengijinkan Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya.
Kyuhyun menghela napasnya berat, menatap pintu kamar mereka yang tertutup dengan sedih. Sungmin sudah terlalu sering menyiksanya, mungkin benar kata Changmin, lama-lama ia mungkin bisa terbunuh oleh Sungmin. Sungmin tidak pernah mau tahu siapa wanita-wanita yang kedapatan sedang bersamanya, asal Kyuhyun berinteraksi dengan wanita jika Sungmin mengetahuinya maka Sungmin akan langsung menyiksanya. Malam ini sebenarnya bukan apa-apa, tetapi Kyuhyun sudah sangat merasa lelah di hatinya akan kelakuan Sungmin.
Dengan lemas ia berjalan ke dapur untuk mencuci tangannya dan mengambil minum, masih dengan sekujur tubuhnya yang basah. Begitu ia melewati meja makan di dapur yang penuh tersedia makanan lezat, Kyuhyun tertegun. Tidak ada piring kotor maupun gelas bekas dipakai, itu artinya Sungmin belum makan malam, dan menunggunya. Kyuhyun sedikit merasa bersalah karena itu, pantas saja Sungmin menatapnya dengan kecewa tadi rupanya Sungmin sedang menantinya.
Ada amplop di atas meja, Kyuhyun meraihnya dan membukanya untuk mengeluarkan isinya. Kyuhyun menatap nanar pada tiket yang ada di tangannya. Tiket perjalanan dari Seoul menuju Singapura, tertanggal besok pukul 10 pagi. Itu artinya Sungmin besok akan meninggalkannya? Dan dia tidak tahu apa-apa?
Bergegas Kyuhyun berjalan menuju kamarnya dengan Sungmin, tidak lagi memikirkan rasa hausnya dan basah di tubuhnya. Ia mengentuk pintu kamar dengan lembut.
"Sungmin, kita harus berbicara," panggil Kyuhyun.
Tidak ada sahutan apa-apa dari dalam.
"Sungmin," panggil Kyuhyun lagi, tetapi Sungmin tetap tidak bersuara.
Kyuhyun terdiam di depan pintu kamar, pandangannya kosong. Seingatnya ia bahkan tidak berbicara dengan Sungmin seharian ini, selain kalimat pendek Sungmin yang mengatakan ia akan ditugaskan ke Singapura selama 3 bulan. Tiba-tiba ia merindukan suara Sungmin. Tetapi Sungmin paling tidak suka dipaksa, maka ia masuk ke dalam ruang kerjanya. Memutuskan berganti pakaian dan tidur di ruang kerjanya.
.
.
.
Kyuhyun terbangun pagi itu dengan kepala yang lumayan berat, ditambah dengan posisi tidurnya yang duduk dengan kepala bertumpu di meja kerjanya, semakin membuatnya kesulitan menguasai kesadarannya. Ia tetap memejamkan matanya untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya, kemudian ia membuka sedikit matanya dan melirik ke jam digital yang ada di mejanya. Sudah jam 7.
Astaga!
Kyuhyun teringat Sungmin akan berangkat ke Singapura pagi ini, Sungmin akan meninggalkannya selama 3 bulan. Kyuhyun harus bertemu dengan Sungmin sekarang, hanya untuk mengucapkan perpisahan dan sekedar mengucapkan rasa cintanya agar Sungmin tidak pergi dengan perasaan terluka seperti semalam. Buru-buru Kyuhyun bangkit dari duduknya, memegang erat pinggiran meja saat ia merasa limbung. Kyuhyun memejamkan matanya, mengusir peningnya. Ia mengamati ruang kerjanya yang sudah rapi, sudah tidak ada lagi pakaian kotornya semalam, tidak ada kertas-kertas berserakan, dan buku-buku sudah tertata rapi di raknya. Sepertinya Sungmin sempat merapikan ruang kerjanya saat ia masih tertidur tadi.
Kyuhyun keluar ruangannya untuk mencari Sungmin kemudian, tetapi ia hanya menjumpai kesunyian di luar ruangannya. Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya dengan Sungmin yang tidak terkunci, Sungmin juga tidak ada disana. Ia hanya menjumpai pakaian dan handuk yang disiapkan Sungmin untuknya. Kyuhyun mencari Sungmin di dapur, dan tidak ada Sungmin pula disana. Hanya ada sarapan pagi tersaji di meja makan. Kyuhyun membuka kulkas di dapurnya, ada banyak makanan beku disana. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, jangan sampai pikiran buruknya terjadi. Dengan cepat Kyuhyun naik ke lantai 2 berharap Sungmin ada disana sedang menjemur cucian, tetapi hanya ada cucian yang masih basah dan tidak ada Sungmin disana.
Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi, jangan bilang Sungmin sudah berangkat tanpa seijinnya. Kyuhyun merasa sangat buruk, ia tahu Sungmin pasti sedang terluka karena semalam ia meneriakinya dan mengatakannya jahat, hal yang tidak pernah ia lakukan. Tapi ini masih pagi, seharusnya pesawat Sungmin belum berangkat. Sebaiknya ia mengecek Sungmin di kantornya terlebih dulu. Segera Kyuhyun mandi dan bersiap menyusul Sungmin ke kantornya, setidaknya ia perlu berbicara dengan Sungmin.
Sepanjang perjalanan menuju kantor Sungmin, di atas bus Kyuhyun terus memikirkan Sungmin. Sungmin memang sering sekali menyiksa fisiknya, tetapi ia adalah pasangan hidup yang sangat ideal. Sungmin selalu memastikan Kyuhyun makan 3 kali sehari, Sungmin memasaknya sendiri khusus untuk Kyuhyun. Sungmin selalu menyiapkan pakaian-pakaian apa yang akan dikenakan oleh Kyuhyun, Sungmin merapikan ruang kerjanya yang selalu berantakan setiap hari. Sungmin tidak lelah membersihkan rumahnya, membuatnya senantiasa harum dan nyaman untuk ditinggali. Sungmin juga tidak pernah melawan perintahnya. Terlepas dari kebiasaannya menyiksa Kyuhyun yang Kyuhyun pikir dilandasi oeh kecemburuan, Sungmin adalah pasangan hidup yang sempurna. Akan menjadi apa hari-harinya tanpa Sungmin, bagaimana repotnya dirinya mengurus rumah mereka atau bahkan mengurus dirinya sendiri tanpa Sungmin. Kyuhyun sudah sangat terbiasa dengan Sungmin.
.
.
.
"Lee Sungmin dari divisi apa, Tuan?" Kyuhyun tertegun dengan pertanyaan yang dilemparkan oleh resepsionis kepadanya.
Ini adalah pertama kalinya Kyuhyun mendatangi kantor Sungmin, dan ternyata ini sangat luas. Sehingga ia membutuhkan bantuan resepsionis untuk menemukan Sungmin. Tetapi sayangnya ia bahkan tidak tahu divisi apa yang ditempati oleh Sungmin, ia merasa sangat konyol. Setahun hidup bersama Sungmin, ia bahkan tidak tahu divisi apa Sungmin bekerja, bagaimana ia bekerja? Ia sadar ternyata ia yang tidak perhatian kepada Sungmin, sedangkan Sungmin selalu mengurusnya tiap hari? Dan ia mengeluh karena Sungmin sering menyiksanya?
"Bohyung, bisa aku meminjam teleponmu sebentar? Sepertinya ada barangku yang tertinggal di atas," Kyuhyun menepi ketika seseorang berpakaian rapi merebut perhatian resepsionis darinya.
"Baik, silahkan sajangnim," dengan patuh resepsionis cantik itu menyerahkan gagang telpon kepada lelaki di sebelah Kyuhyun.
Kyuhyun meliriknya, sepertinya lelaki ini memiliki jabatan yang penting disini, apalagi saat melihat 3 pria berbadan besar mengelilinginya, sepertinya itu pengawalnya.
"Kau cari tiketku di laci ya, ah dan jangan lupa kirim delegasi ke Singapura menggantikan Sungmin. aku hanya bisa mengikuti konferensi selama 4 hari, sisanya wakilkan kepada orang lain. Kau bisa mengirim Zhoumi, persiapkan kepergiannya segera. Kalau bisa suruh ia menyusulku dalam waktu 2 hari saja. Kau mengerti?"
Kyuhyun diam tak bersuara menyimak lelaki di sebelahnya saat berbicara di telepon. Kalau tidak salah ia mendengar nama Sungmin dan Singapura disebut, mungkinkah itu Sungminnya? Kyuhyun memandang lelaki itu dengan penuh minat.
"Maaf Tuan, apakah baru saja anda membicarakan seseorang yang bernama Sungmin?" to the point, Kyuhyun bertanya kepada lelaki itu setelah ia selesai dengan pembicaraannya.
Membuat lelaki di sampingnya mengernyit bingung, menatap orang yang tidak dikenalnya.
"Sungmin?"
"Iya benar Tuan, Lee Sungmin yang akan pergi ke Singapura."
"Oh manajer perencanaanku? Iya benar itu Lee Sungmin, dia manajer yang paling tangguh yang pernah aku miliki. Ia memiliki kemampuan dalam menggkoordinasi dan berdiplomasi yang baik, itulah mengapa aku ingin mengirimnya ke Singapura," jawab lelaki itu terlihat senang membicarakan Sungmin, tetapi sesaat kemudian wajahnya mengeruh. Kyuhyun hanya diam menunggu lelaki itu melanjutkan perkataannya.
"Sayangnya ia mengirimkan surat pengunduran dirinya pagi ini, aku sangat merasa kehilangan. Padahal aku tidak serius saat aku mengatakan, bahwa aku akan memecatnya jika ia tidak mau aku tugaskan ke Singapura. Ia tetap menolaknya, beralasan ingin mengurus keluarganya, padahal ia tidak harus berhenti bekerja bukan?"
Mulut Kyuhyun terkunci, jadi Sungmin mengundurkan diri pagi ini? Ia tidak jadi berangkat ke Singapura? Beralasan ingin mengurus keluarganya, itu artinya mengurus dirinya kan? Sungmin melepas karier untuknya?
"Mengundurkan diri?" tanya Kyuhyun memastikan.
"Iya benar, tapi aku akan memanggilnya untuk kembali bekerja nanti. Anggap saja saat ini aku memberinya cuti, ia sudah bekerja terlalu keras untuk perusahaanku. Oh iya ngomong-ngomong anda ini siapa?" tanya lelaki itu sambil mengulurkan jabatan tangannya.
"Saya Cho Kyuhyun, suami dari Lee Sungmin," jawab Kyuhyun mantap.
"Ohh suaminya?" tanya lelaki itu tidak percaya, Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum sama sekali tidak minder dengan statusnya.
"Baguslah, setidaknya aku membicarakan hal yang baik tentang Lee Sungmin tadi hahahahah," lelaki itu tertawa kencang, membuat Kyuhyun juga tertawa.
"Ngomong-ngomong setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya, Sungmin langsung pamit pulang jadi dia tidak berada disini jika anda mencarinya."
"Begitu, baiklah saya akan mencarinya di tempat lain."
Lelaki itu mengangguk.
"Baik, baik. Dan saya Kim Youngwoon atasan Sungmin, tolong sampaikan padanya saya menolak surat pengunduran dirinya."
Kyuhyun mengangguk, kemudian membungkuk memberi hormat dan berpamitan kepada Youngwoon. Youngwoon, atasan Sungmin itu ternyata sangat ramah beruntung Sungmin mendapatkan karier yang bagus disini.
Seperti tersadar saat Kyuhyun teringat akan Sungmin, jadi dimana Sungmin kini berada?
.
.
.
Ini adalah satu-satunya tempat yang terlintas di pikiran Kyuhyun, tempat dimana mungkin Sungmin berada disini. Setaunya Sungmin tidak memiliki sahabat dekat untuk ia kunjungi, apalagi ini masih jam kerja. Sungmin juga tidak suka menghabiskan waktu di keramaian seperti cafe dan sejenisnya. Dan kemungkinan besar Sungmin berada disini, di kompleks pemakaman ayahnya. Kyuhyun tidak pernah mengunjungi makam ayah mertunya selain saat hari pemakamannya karena Sungmin selalu melarangnya. Tetapi Kyuhyun tidak lupa jalan kesini.
Kyuhyun mengedarkan pandangannya mencari lokasi tepat pemakaman ayah Sungmin, sampai ia menatap seseorang sedang duduk di bukit tertinggi. Saat itu Sungmin memberikan tempat yang terbaik untuk ayahnya, ia rela membayar berjuta-juta won hanya demi bukit tertinggi khusus untuk pemakaman ayahnya. Sungmin begitu mencintai ayahnya, Sungmin rutin mengunjungi makam ayahnya bahkan tanpa menunggu ada acara-acara khusus.
Kyuhyun berjalan gontai menuju tempat ayah mertuanya dimakamkan, bibirnya menyunggingkan senyumnya saat ia menatap punggung Sungmin dari kejauhan. Mengenakan kemeja putih, Sungmin sangat jelas terlihat dari kejauhan. Punggungnya yang lebar itu mengundang Kyuhyun untuk memeluknya. Langkahnya semakin gontai saat ia semakin dekat dengan posisi Sungmin, tetapi kemudian ia berjalan dengan pelan berusaha agar tidak terdengar. Ia sedang ingin memberi kejutan kepada Sungmin.
Tepat di belakang Sungmin, Kyuhyun berjongkok dengan hati-hati, menyamakan posisinya dengan Sungmin. ia mengalungkan kedua lengannya mengelilingi leher Sungmin dari belakang, kemudian mendekapnya dengan erat. Sungmin menjingkat terkejut dengan kontak fisik yang tiba-tiba ia rasakan.
"Hey ini aku," bisik Kyuhyun tepat di telinga kanan Sungmin.
Ia bisa merasakan ketegangan di tubuh Sungmin perlahan mengendur, hingga Sungmin membiarkan Kyuhyun duduk di belakangnya dengan paha yang mengelilingi tubuhnya dan kedua lengannya yang melingkari pinggang Sungmin. Dagu Kyuhyun ia tempatkan tepat di bahu Sungmin, menikmati keharuman tubuh Sungmin.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sungmin pelan.
"Kau pergi dari rumah ketika aku sedang tertidur, aku kuatir kau meninggalkanku jadi aku mencarimu hingga akhirnya aku bisa menemukanmu," jawab Kyuhyun sambil memejamkan matanya, mencoba santai karena sepagi ini ia sudah demikian tegang hingga rasa jantungnya akan pecah takut kehilangan Sungmin.
"Aku hanya pergi ke kantor seperti biasanya."
Kyuhyun menggeleng di bahu Sungmin.
"Tidak seperti biasanya, karena aku menemukan tiket pesawatmu semalam aku pikir kita sudah terpisah jauh dan baru 3 bulan lagi bertemu. Nyatanya kau sedang menyerahkan surat pengunduran dirimu kan?"
Sungmin menoleh menatap Kyuhyun di belakangnya.
"Darimana kau tahu?"
"Aku pergi ke kantormu untuk mencarimu, Sungmin. Ohh dan aku bertemu dengan atasanmu, ia bilang ia menolak surat pengunduran dirimu jadi kau harus bekerja lagi nanti."
Sungmin menggeleng.
"Aku tidak mau bekerja, sudahlah aku di rumah saja banyak yg harus dibenahi di rumah."
Kyuhyun membuka matanya, meniup leher Sungmin hingga membuatnya bergidik dan Kyuhyun tersenyum karena berhasil menggoda Sungmin.
"Kau tidak mau bekerja karena ingin membenahi rumah kita atau karena ingin mengawasiku 24 jam?" tanya Kyuhyun dengan senyum menggoda, tidak menyadari raut wajah Sungmin yang berubah menjadi tegang.
Sungmin membelai lengan Kyuhyun, kemudian beralih menatapnya saat ia merasakan luka di lengan Kyuhyun. Luka akibat lemparan pot darinya semalam. Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun padanya, kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju makam ayahnya. Mengambil soju yang sisa separuh dan menyiramnya di batu nisan milik ayahnya, kemudian mengelusnya sebentar. Kyuhyun menatapnya dengan cemas, baru menyadari jika candaannya tadi begitu sensitif untuk Sungmin. Tetapi ia hanya diam.
"Aku memang jahat, Kyuhyun. Aku lelaki yang paling jahat, yang suka menyakitimu. Aku hanya akan berhenti saat kau mengatakan kau tidak mencintaiku dan menyuruhku berhenti berada di sampingmu, selama kau ingin aku ada di sampingmu maka aku akan berusaha mempertahankanmu dari wanita-wanita yang mendekatimu," ucap Sungmin dengan mata kosong menatap marmer mahal makam ayahnya.
Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin, menatapnya sedih. Ia berdiri di sisi Sungmin, kemudian memberi penghormatan kepada ayah mertuanya.
"Ayah, ini aku Kyuhyun. Maaf aku tidak pernah mengunjungimu, aku juga sudah menikah dengan Sungmin. Sekali lagi maafkan aku karena aku tidak bisa membuat Sungmin nyaman hidup denganku, aku tidak bisa membuat Sungmin percaya kepadaku meskipun aku tidak pernah mencintai orang lain selain dirinya. Jika ayah tidak keberatan, suatu hari nanti tolong tunjukkan padaku bagaimana agar Sungmin bahagia hidup denganku?" tanpa memandang Sungmin, Kyuhyun terus berbicara dengan nisan milik ayah mertuanya.
"Bagaimanapun Sungmin memperlakukanku, aku tidak akan berhenti mencintainya. ia menyakitiku itu bukan karena inginnya, itu karena aku tidak bisa menjaga perasaannya."
Sungmin terdiam di posisinya, menatap Kyuhyun dengan serius tapi jauh di dalam hatinya ia menangis terharu melihat bagaimana cara Kyuhyun merendahkan dirinya sendiri di hadapan pemakaman ayahnya, bagaimana Kyuhyun mencintainya tanpa syarat meski apapun yang ia lakukan kepada Kyuhyun.
Sungmin berjalan ke sisi lain pemakaman ayahnya, mata Kyuhyun mengikuti kemana Sungmin pergi sampai ia kembali membawa setumpuk pigura berwarna coklat. Dahi Kyuhyun mengernyit, sorot matanya penuh tanda tanya. Apa yang disimpan oleh Sungmin. Kemudian Sungmin meletakkan di dekat kaki Kyuhyun.
"Ada yang mengotori pemakaman ayahku setiap bulannya, dan setiap aku menerima ini maka saat itu juga amarahku timbul, membuatku ingin menyiksamu. Menyiksamu hingga kesakitan, memohon pertolonganku, hingga membuatmu bergantung kepadaku," ucap Sungmin sambil menundukkan wajahnya dalam-dalam.
Kyuhyun mengambil 1 pigura di bawahnya, membaliknya dan melihat foto itu. Matanya membulat, tenggorokannya kering hingga ia sulit mengeluarkan suaranya. Tangan Kyuhyun yang gemetar reflek membanting pigura itu, ekspresi yang sama seperti ekspresi Sungmin saat pertama menemukan pigura itu. Pigura yang berisi fotonya bersama Seungyeon setahun lalu, foto yang ia bahkan tidak tahu kapan Seungyeon mengambilnya. Kyuhyun beralih menatap Sungmin yang masih menundukkan wajahnya. Bagaimana, bagaimana Sungmin menyimpan lukanya sendirian, kemudian bersikap biasa saja di rumah, mengurusnya dengan penuh perhatian, memastikan perut Kyuhyun kenyang, memastikan Kyuhyun nyaman dengan pakaian-pakaian harum dan bersih yang sudah ia siapkan, memastikan Kyuhyun tidak kedinginan di musim dingin, dan memastikan Kyuhyun tidak basah saat hujan. Dengan hati seluas itu, bagaimana bisa Kyuhyun hanya membalasnya dengan sikapnya yang biasa saja kepada Sungmin. Dengan luka sedalam itu, bagaimana bisa Sungmin hanya melukai fisiknya dan tetap mengobatinya, seharusnya Sungmin membunuhnya saja bukan? Kyuhyun sudah melukai Sungmin dengan pengkhianatannya.
Kyuhyun berjalan mendekat kepada Sungmin, kemudian menarik lengannya dan menarik pasangan hidupnya itu ke dalam pelukannya. Dadanya sesak akan rasa bersalah, rasa bersalah yang ia pikir sudah hilang tetapi ternyata malah melukai Sungmin begitu dalamnya. Kyuhyun menangis sambil memeluk Sungmin.
"Bagaimana kau menyimpan ini sendirian, Sungmin? Bagaimana bisa kau membiarkanku berpikir kau adalah lelaki jahat yang suka menganiayaku? Mengapa kau lakukan ini pada dirimu sendiri?" susah payah Kyuhyun menyelesaikan kalimat-kalimatnya di sela isakannya yang begitu deras.
Tangan Sungmin bergerak mengelus punggung Kyuhyun, ia bisa merasakan rasa bersalah Kyuhyun yang menyesaki dirinya. Sebelum kedatangan Kyuhyun, Sungmin bahkan sudah memutuskan akan menghentikan semua aksinya menyiksa Kyuhyun. Ia merasa sangat jahat kepada Kyuhyun, tetapi kini ia merasa lebih jahat lagi kepada Kyuhyun karena membuatnya terbebani dengan rasa bersalah yang besar. Sungmin tidak meragukan cinta Kyuhyun padanya tentu saja, itulah mengapa ia berusaha mengakhiri semua ini dan hidup secara normal bersama Kyuhyun. Tidak lagi mempedulikan gangguan-gangguan dari luar.
"Maaf, maafkan aku Kyuhyun," bisik Sungmin dalam pelukan Kyuhyun.
Kyuhyun melepaskan pelukannya kepada Sungmin untuk menatap wajah pasangan hidupnya itu dengan matanya yang basah, tetapi Sungmin tetap menunduk. Membuat Kyuhyun memegang dagunya dan memaksanya untuk menatapnya.
"Bagaimana kau yang minta maaf kepadaku huh? Ini bukan kesalahanmu."
Tetapi Sungmin menggeleng.
"Aku sudah menyimpan ini terlalu lama, membuatmu kesakitan karena siksaanku tanpa tahu apa sebabnya. Kau merasa tidak adil bukan? Dendam yang menyelimuti hatiku membuatmu teraniaya, benar?"
Kyuhyun mengelus wajah Sungmin.
"Mungkin awalnya aku merasa tidak adil, semua orang yang mengetahui keadaanku menyuruhku untuk meninggalkanmu tetapi aku hanya ingin bertahan denganmu. Kini kau membuatku terlihat sangat buruk, Sungmin. Membuat luka-luka yang pernah kau berikan di tubuhku sama sekali tidak berarti."
"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu itulah mengapa aku tidak melakukan apa-apa saat kau menyiksaku. Apalagi kini aku tahu ini bukan tentangmu, ini semua tentang pengkhianatanku," sambung Kyuhyun, tepat setelahnya ia merasakan basah menyentuh jemarinya. Sungmin menangis.
"Maafkan aku Sungmin, sungguh pengkhianatan seperti ini hanya sekali terjadi dan itu hanya hanya karena kekhilafanku. Setelah ini maukah kau memperbaiki semua denganku? Apapun yang kau lakukan padaku, lakukanlah," ujar Kyuhyun menatap Sungmin penuh tekad.
"Hari ini aku memang berniat membenahi kembali rumah tangga kita, membuatnya senormal mungkin seperti rumah tangga orang lain. Aku merasa aku seperti psikopat yang senantiasa menyakitimu, dan aku tidak ingin kau lari dariku karena ini."
Kyuhyun tersenyum menatap Sungmin, kemudian menghujani wajah Sungmin dengan ciuman-ciuman kecil membuat Sungmin tertawa geli karenanya. Suasana sedih sesaat tadi mendadak berganti menjadi penuh tawa, Kyuhyun merasa suasana ini sama seperti saat ia baru mengenal Sungmin. sekali lagi Kyuhyun memeluk Sungmin, mencium dahinya, kemudian menggenggam tangan Sungmin untuk menghadap makam ayahnya.
"Di depan ayah, maukah kau mengawali lagi rumah tangga bersamaku, Sungmin?" tanya Kyuhyun sambil menoleh kepada Sungmin di sampingnya.
Sungmin mengangguk antusias dengan senyum lebarnya kepada Kyuhyun. Kyuhyun membalasnya dengan senyum yang lebih lebar, kemudian ia mencium jemari Sungmin di genggamannya.
Setelah itu hanya ada suara tawa di sela pembicaraan mereka yang sedang menghadap pembakaran, membakar pigura-pigura hingga tidak berbekas. Meninggalkan asap yang membumbung dan terlupakan dengan mudah setelah itu.
.
.
.
EPILOG
Sungmin membuka ruang kerja Kyuhyun sepelan mungkin, ini masih jam 5 pagi terlalu pagi untuk Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Sungmin menatap posisi tidur Kyuhyun yang sepertinya sangat tidak nyaman, membuatnya berjalan menghampiri Kyuhyun yang tidur sambil terduduk. Sungmin terdiam mengamati Kyuhyun, mengamati luka-luka di lengannya, mengamati memar di pipinya yang mulai memudar.
Memar-memar yang aku timbulkan di tubuhmu, luka-luka yang aku berikan padamu, benarkah bisa membuatmu terbunuh? Jika kau merasa akan terbunuh olehku, mengapa kau tidak lari dariku? Jika aku adalah lelaki paling jahat, mengapa kau masih mempertahankanku?
Sungmin menatap Kyuhyun dengan sendu, kemudian mengelus luka-luka Kyuhyun. Untunglah tidak ada luka dalam disana, hanya goresan-goresan menghiasi kulit pucatnya.
Jauh di dalam hatimu, pasti sudah penuh luka dariku kan? Luka yang tidak bisa sembuh karena aku terus menganiayamu, Suamiku?
Sungmin bergerak mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun, mengecup pipinya pelan menghindari agar ia tidak terbangun.
Jika aku berubah, jika aku melupakan dendamku kepadamu, apa kita bisa menata rumah tangga kita dari awal?
Sungmin menyingkirkan anak-anak rambut yang menutupi mata Kyuhyun, berusaha membuatnya nyaman dengan menyelimutkan selimut yang ia bawa, menutupi punggung Kyuhyun. Ia tersenyum sekilas, kemudian bergerak merapikan meja kerja Kyuhyun, merapikan buku-buku di dalam raknya, dan mengambil pakaian kotor Kyuhyun untuk ia cuci.
Selesai menyiapkan pakaian-pakaian terbaik untuk dikenakan Kyuhyun pagi ini, Sungmin menatap 2 amplop di tangannya. Memantapkan hatinya mana yang akan ia pilih, tiket pesawat perjalanan bisnisnya ke Singapura atau surat pengunduran dirinya kepada perusahannya. Mana yang ia pilih, kariernya kah atau memperbaiki rumah tangganya?
Tanpa ragu, Sungmin meletakkan amplop putih berisi tiket pesawat di atas tempat tidurnya. Memasukkan amplop coklat berisi surat pengunduran dirinya ke dalam ranselnya kemudian keluar kamar, ia harus berangkat sepagi mungkin agar bisa menemui atasannya. Tentu saja setelah memastikan kebutuhan Kyuhyun pagi ini sudah tersedia.
Sebelum benar-benar pergi, Sungmin membuka pintu ruangan Kyuhyun lagi. Dan suaminya masih nyenyak dengan posisi yang sama. Sungmin tersenyum, kemudian mengecup kepala Kyuhyun.
After all we have each other
Nothing can hold us back from all
That this life has put in our path
We will survive
E N D
HAHAHAHAHA...bentar ngakak dulu, itu kemaren genrenya salah ihhh aduh malunya. Jadi kan copy paste terus genrenya nggak diedit. Maafin ya maap.
Okey jadi kita mulai darimana reviewnya nih, ohh tentang Kyuhyun yang di-KDRTin dan itu nggak biasa ya? Beberapa ada yang paham ya kenapa Sungmin sekejam itu, pertama dia kehilangan ayah, kedua kehilangan rahim, ketiga diinjak-injak harga dirinya dengan foto di pemakaman ayahnya dan ternyata itu tidak hanya sekali. Dendam itu bisa mengubah tanah liat menjadi batu, mengubah kelinci menjadi singa. Terus kenapa Kyuhyun nyerah aja kayak orang bego, simpel sih karena Kyuhyun nggak mau lebih ngelukain Sungmin, dan juga takut didepak Sungmin makanya dia terima mau diapain aja. Karena rasa bersalah yang murni datang dari hati yang terdalam itu membuat seorang raja bisa berubah menjadi budak.
Tentang ending, hey jangan khawatir aku bakal bikin sad ending. They will survive, because they are KyuMin. Semua fic punya saya, saya bikin happy ending deh mau maksa kayak gimana juga. Kok endingnya gitu doang sih, bikin Kyuhyun sekarat kek terus Sungmin ngerasa bersalah gitu biar dramatis. Nggak lah, Sungmin biar suka nyiksa kayak gitu kan dia sebenarnya pasangan yang sempurna, kenapa bisa sempurna, karena dia cinta sama Kyuhyun. Sebenarnya dia trauma liat Kyuhyun jalan sama cewek. Jadi akhirnya yang salah di fic ini bukan Kyuhyun atau Sungmin, karena emang udah ditakdirkan kayak gitu. Yang menang juga bukan Kyuhyun atau Sungmin, yang menang itu rasa kompromi.
Tentang comeback saya, ya akhirnya, saya udah lahiran anak kedua cewek juga. Alhamdulillah secantik Sungmin hahahha ini serius, dia punya single eyelid padahal di keluarga double eyelids semua, ini berkat doa kalian kayaknya. Namanya Hafshah lahir 27 Agustus 2014, terimakasih doanya semua.
Tentang banyak author yang hiatus, sabar ya setiap orang butuh waktu menenangkan diri, menerima kenyataan. Begitu juga tentang readers yang hiatus, saya ngerasa kok tiba-tiba ngerasa kehilangan mana ya yang suka review di ff saya biasanya kok pada ngilang nih? Tapi terus banyak nama-nama baru nyemangatin saya, terimakasih kalian bertahan. Terimakasih sekali.
Dan yang terakhir banyak yang curhat di review tentang kegelisahannya masalah Sungmin dan masa depan KyuMin ya. There is nothing we can do, other than trust. Yang paling bikin saya paling sedih bukan Sungmin yang udah taken, tapi seberapa banyak fans yang membalikkan punggungnya untuk Sungmin hanya karena sebaris kabar dan setitik rumor, luar biasa hati saya sakit, break down, nangisnya di bagian ini. Tapi balik lagi setiap orang butuh waktu, siapapun kalian yang masih membalikkan punggungnya untuk Sungmin, it's okay. Get well soon. And comeback quickly. We need you. Sungmin needs you. Once he said "Watch over me, watch over me, I'll do my best, I want to be the best."
THANKS TO:
Heldamagnae: Karena twoshoot nyiksa Kyu-nya Cuma seiprit kok hehe
Miauw miauw: makasih ya nggak ada yang nggak mungkin kok kalo pikiran dikendalikan sama dendam
Guest: Kyuhyun bego? Are u sure? Pernah jatuh cinta?
5351: aduh nggak busuk juga kali ya, mungkin terinfeksi kali. Soalnya temenku rahimnya terinfeksi, pendarahan terus, sampe dikemo tapi nggak bisa diselamatkan akhirnya rahimnya diangkat
myFridayyy: Hai why did you say that? Semua boleh mampir kesini, baca baca disini bebas. Ficnya kelar di hari ketiga Sushow tapi bikin notesnya baru kemarin masih kagok nggak tau situasi, nggak ngerti harus ngomong apa. dan yang terpenting masih bisa kok temenan sama aku, chat aja okay
elfsissy701: Sungyeon sekali muncul, selanjutnya dia muncul fotonya doang sabar ya
010132joy: ahhh setuju banget sama kamu, i love you lah pokoknya, fandom butuh orang tangguh kayak kamu nyang nggak gampang ditumbangkan sama skandal
Elfjieyoung: udah dilanjut ya, hayo sekarang komennya gimana?
Zen Liu: kamu bener kok nggak sotoy, mereka sama-sama tersakiti dan saling menyakiti, tapi kan akhirnya karena pengertian bisa baik lagi
Nova137: tadinya sih Sungmin nikah karena cinta, tapi karena dendam juga nggak mau ngelepas Kyuhyun begitu aja. Tapi sadar atu nggak Sungmin juga cinta kok sama Kyuhyun, buktinya dia jadi pasangan yang sempurna kan Cuma ya suka mukulin Kyuhyun dikit hehehehe
LiveLoveKyumin: nggak kok, mana tega saya bikin Kyuhyun sekarat cuma diguyur air sama dilempar dikit, luka dikit nggak papa lah kan?
Din: Hallo mbak, kalo cuma ada 1 typo itu prestasi banget mbak biasanya ya saya 2 typo tiap paragraf hahahah. Ohh mbak biasnya Kyuhyun ya, sabar ya mbak, bias saya nakal dikit doain cepet sadar ya, ato kita anterin ruqyah lah demi kebahagiaan biasnya mbak hayuk aja
Sitara1083: judulnya suram ya, quotenya juga dipilih yang suram sengaja tapi kan happy ending yayhh
Juu: dan terimakasih kamu ettap bertahan sama Sungmin, udah keliling dukung author KyuMin di tiap ficnya, readers kayak kamu udah paling luar biasa
KyuMin137: yaaaa jangan dibikin sekarat dong, nanti nggak kelar kelar dong hihihi (authornya mau buru-buru tamat)
Sweetsferonika: makasih ya makasih
Grace grace 9026: pas itu keadaan Kyuhyun masa bodoh lah sama dirinya ya, lagi penat banget kan ngadepin Sungmin yang sensitif uring-uringan, ditambah dia pernah suka sama Seungyeon jadi ya mau aja
Adhe kyumin 137: sudah dibikin happy ending kan, kalo sad ending berarti bukan saya yang bikin hehe
Luvori19: Sungmin kan jago martial arts, terus Kyuhyunnya yang nggak bisa apa-apa kan, ditendang dikit udah oleh dia buahahahhaha
Ammyikmubmik: sadar kok Sungminnya sadar
Choyoumin: amiin semoga kuat semuanya ya
RaniahMing: Nggak tau Seungyeon ya? coba googling deh
Mingiesmilee92: hahahah maaf itu salah genre aduh maafin authornya rada stres nih
Thania Lee: masih pada shock kali, sabar ya nanti berjamuran lagi kok ff KyuMinnya. HOMH ya? Hahahha ini juga perlu kesabaran
Lizuka myori: ahhh kok kamu kayak kenal aku gini, kamu readers lamaku yang ganti nama ya? Makasih yaa makasih banyak, kamu semangat sekali jadi seneng baca reviewnya
Kim Yongmi1307: terimakasih, sudah diupdate ya dan udah ending
Nugu: ohh halo nugu, loooooooong time no see. Masalah genre itu murni salah teknis, sebenarnya genrenya drama dan hurt sih, dan aku jadi inget temptation of wife iya ya mirip gitulah, Sungminnya dikuasai dendam. Tentang feeeling ya, Sungmin udah pasti ngilang, Kyuhyun ngilang ini yang nggak wajar. Abis syuting MV yang lainnya makan makan, minum minum, kumpul kumpul, kecuali KyuMin. Ya kali mereka lagi saling menghibur, merekatkan yang sudah renggang hihihihi
Novatiara91: halah kalau galau mention aku aja nggak papa, nanti aku bikin makin galau hahahha ya nggak sih, aku hibur deh kalo aku nggak ketularan galau. Kamu kok, itu kamu kok nyebut nama voldermort sih? Hahahahhaah sudah sudah makasih ya ihh kamu selalu lucu
KimMyongiNara: kaya Kyumin di dunia nyata? Masa? Di dunia nyata mah Kyuhyun disiksa batinnya bukan fisiknya hehehhe
Lee 90 Arkim: emang ini based on SS6 solo perform sih. KyuMin ada interaksi sih tapi emang Sungminnya pendiem yang nggak suka ngomong, tapi ketauan kan karakternya Sungmin dari epilognya ya
JoyELF: udah lahiran sayang, babynya cewek lagi. Kyuhyun sih bikin Sungmin marah ehh ya sama aja ya hehehhe
GyuMin Cho: pastinya emang Seungyeon yang masang fotonya, dia kan juga dendam sama Sungmin
Rhara: Nggak kasian sama authornya nih hahahhaa
Alfi lee: terimakasih, sudah dilanjutin ya jadi gimana komennya?
Kyuminjoy: Kyuhyun belum tahu ada foto-foto itu, baru ini dia taunya. Ahhh kamu ada ff ya, oke oke nanti aku baca kok, tungguin ya. Semangat buat kamu
Darkmf: iya Cuma twoshoot ini, nggak bisa bikin panjang-panjang soalnya masih ada utang ff yang panjangan gitu.
Cho Na Na: Sungmin lagi dikuasai dendam pas keadaan emosinya belum stabil tuh, sabar ya. Akhirnya Sungmin juga sadar kok
Ilyeseun: sabar ya, Kyuhyun menderita juga dia tahan kok demi rumah tangganya
Cecu valia9: Kyuhyun khilaf, maafin yaa
Mooiejoy: kamu sedih sama siapa, kamu ada di sidenya mana hahahahah nia makasih ya quotenya Sungmin
Chikyumin: ya sama sama kasian ya, ini ciri khas fic saya kayaknya
Kyumin pu: udah dilanjut yaa
Jihyunelf: Kyuhyun emang lagi khilaf, tapi Sungminnya juga emosinya belum stabil ada ginian lagi udah deh kalap dia
Aiueoooo: oyyyyy iya iya aku semangat kok, sesemangat kamu sumpah deh makasih ya makasih
PRISNA:Kok kamu ngakak sih Kyuhyun dikdrtin? Nanti dia ngambek kabur ke Jepang lagi deh
Abilhikmah: Insyaallah Kyuhyun sabar
Allea1186: hahahha so sorry, itu genrenya salah nulis sebenarnya drama hurt kok
Metacho137: Sabar ya Sungminnya masih dendam tapi akhirnya sadar kok
ChoLee: Ini udah ending dan pasti mereka baikan akhirnya kok
Melsparkyu: nggak ada komunikasi, Kyuhyun nggak ngakuin salahnya, Sungmin juga yang tiba-tiba berubah Kyuhyun pikir Sungmin Cuma posesif tapi sebenarnya kalapnya itu ada alasannya. Tapi akhirnya sama-sama jujur kan, sama-sama nyadar juga
Harukazhy: AKU JUGA SUKA
Myblacksmile137: koreksi kak, yang bener hafshah bukan nafshah hehehhe. Saya di rumah nggak bisa kdrt kak, jadi nyoba kdrt di ff doang hihihi. Semoga cepet sembuh hatinya ya, insyaallah mulai banyak author yang balik
Ryesungminkyu18: nah makanya itu masa ya Sungmin mulu yang dianiaya Kyuhyun, saya juga mau dong Kyuhyunnya yang disiksa, yaa Cuma di ff sih hehehhe
Meonbelle713: aku udah hiatus sih, tapi waktu itu cuti lahiran hehehhe. Ihhhh kamu delusinya keren banget sih, aminin deh aminin
Bluepink: makasih juga buat kamu ya
TiffTiffanyLee: ini based on SS6 solo perform sih
Okalee: Sungmin OOC ya? Hahahha sengaja sih
Purpleming: tenang, meskipun out of control tapi dendamnya dilandasi cinta kok
DdangkomaChagi: haahahhaah kamu kebanyakan ciyeee ihh, udah nambah emang anaknya sekarang, ada cewek tuh, amiin semoga jadi anak soleha dunia akhirat deh. Masalah genre itu salah ngopy ya ahahahha berasa aneh gitu, eh tapi Kyu nggak botak juga sih Changminnya aja ayng lebay, orang Cuma rontok rambut 5 helai doang
Cywelf: oke sudah ya
Bluepearl: yaa masa kamu nangis pas jaga malam gitu? Jangan lagi ya? Kasian mbak mbak penunggu lainnya nanti kalah eksis sama tangisan kamu, sabar ya. Fighting pokoknya
Wulancholee: emang kayak psikopat abis ya?
May moon581: Sungmin dikuasai dendam makanya gelap mata, tega aja dia mah
Lia Tasliyah: hahahha sabar ya, gosip mah anggep aja kayak DePe yang ngaku gaku dikawinin pengusaha tuh
Sparkyuminmin: udah jangan mewek, masih unconfirmed rumor kok
Shinjiwoo920202: eh Changmin nggak tau apa-apa jangan dihajar dong kasian gitu mukanya udah melas
Ayyuannisa: okeee
cloudKMS: ciyeee peluk kamu juga deh, makasih yaa
gyumin4ever: emang harus ada konfliknya biar ficnya ngaduk perasaan readernya heheheh authornya jahat yaa
Cho Kyuna: nggak sih, aku dulu pas lamaran nggak sweet kayak gitu hehehhe Cuma KyuMin yang sweet
Hyeri: Kyuhyun sekarang imut banget ya? Emang sih rasa mau masukin kantong doraemon gitu biar dia bahagia mukanya. Alhamdulillah aku tetap semangat, semangat tetapi sibuk
Fenigista99: kamu kayak Sungmin ihh main nodongin pisau gitu hahahhah kayaknya emang saya nggak suka bikin ff yang satu menderita banget terus lainnya jahat banget, harus ada alasan pokoknya
imKM1004: alhamdulillah ini happy ending
melee: udah mulai pudar ya? It;s okay
KyuMin Cho: udah dilanjuuut
Kyutminimi: genrenya salah tuh maaf ya, Sungmin nggak mau ninggalin Kyu kalo dia ninggalin Kyu ntar Kyunya diambil cewek lain dong
Sha nakanishi: ahh iya bener, saat kita paling ngerasa sedih jangan lupa ada yang lebih sedih dari kita (puk puk Kyu)
Lee MinHyun: ohya langsung banyak yang comeback? alhamdulillah ya semoga bisa ngobatin gundahnya readers, semoga abis ini Kyuhyun bisa nakal lagi ya, usil lagi, nggak sopan lagi heheheh
Ncie gyuminglove: udah dilanjut, makasih ya semangat juga buat kamu
Yuliaksm: Kyuhyun bukan lembek, rasa bersalahnya gede banget, dia ikhlas makanya mau diapain juga sama Sungmin
Yolanda anggita: sudah ya
Echa Myeong: fighting buat kamu juga, makasih ya
Sandrimayy88: Kyuhyunnya udah tekad sih bakal terima aja diperlakukan Sungmin kayak apa, karena dia ngerasa bersalah, dan ini happy ending makasih ya
Semoga nggak ada yang kelewat karena reviewnya kayaknya belum masuk semua. Oh ya dan yang belum tau siapa Han Seungyeon, bisa searching di google ya Kyuhyun-Seungyeon. Bye
THANK YOU
AND
HAVE A GOOD WEEKEND
