.
.
.
Previous chapter
Terkadang bagi Chanyeol, memandang wajah Baekhyun dapat menenangkan pikirannya, meskipun masalah yang dideritanya itu disebabkan oleh Baekhyun sendiri.
Cinta mengalahkan sengalanya. Wow.
.
.
.
Malam hari, Chanyeol mulai terbangun dari tidurnya. Ia menggeliat dan merentangkan tangannya ke samping, merenggangkan otot-ototnya. Matanya mulai terbuka dan berkedip-kedip, berusaha mencari fokusnya dan mengembalikan kesadarannya.
Merasa sudah benar-benar terbangun, Chanyeol menoleh ke kanan. Baekhyun masih di sana. Tertidur dengan wajah yang oh-damn-cute yang membuat Chanyeol harus ekstra menahan diri untuk membungkam bibir Baekhyun dengan bibirnya sekarang juga.
Hingga akhirnya Chanyeol mendengar suara ribut-ribut di luar, Chanyeol memutuskan untuk melihat keadaan di luar. Begitu membuka pintu, ia merasakan seolah rahangnya telah jatuh di lantai. Di depan matanya, ia melihat Taeyeon dan Kyungsoo yang bergulat di ruang tengah, dan member yang tersisa berusaha untuk melerai kedua orang yang bergulat itu.
"Hey hey tunggu!" Teriak Chanyeol dengan sigap menghampiri Taeyeon dan Kyungsoo setelah menutup pintu kamarnya. Semua orang yang berada di ruang tamu menoleh ke arah Chanyeol sekilas, namun mereka kembali melanjutkan kegiatan masing-masing. Chanyeol hanya mendesah, oke dengar, Kyungsoo yang ia lihat sejak kemarin ia berembuk dengan member lainnya itu terlihat seperti bukan Kyungsoo. Kyungsoo saat ini terlihat lebih, ehm, liar.
"Dasar gadis jalang argggghhhhh!" Terdengar Kyungsoo menggeram dan Taeyeon ikut memekik. "Aishhh hoobae tidak tahu diri enyah saja kau!"
Chanyeol, masih dengan tidak mengerti, berusaha melerai Kyungsoo dan Taeyeon yang masih bergulat. Hebatnya, hanya dengan bantuan Chanyeol, pergulatan mereka berhenti. Suho, Kai dan Sehun yang kelelahan jatuh terduduk di sofa. Suho menggumam cukup keras. "Kita bertiga berusaha sampai seperti ini tapi hanya dengan Chanyeol datang semua langsung berhenti."
Chanyeol tidak menggubris perkataan Suho dan menatap Kyungsoo serta Taeyeon bergantian. "Taeyeon noona dan Kyungsoo. Aku tidak tahu apa masalah kalian. Tapi sebesar-besarnya masalah untukmu, Soo, kurasa itu cukup tidak waras jika kau melawan gadis dengan cara seperti itu. Terlebih dia noona-mu."
Kyungsoo mendengus sambil memutar kedua bola matanya. "Kalau kau tahu masalahnya kau pasti akan melakukan hal yang sama, Chanyeol. Dan lago, gadis jalang seperti dia pantas untuk mendapatkan ini."
"Jaga ucapanmu, bocah gila!" Ucap Taeyeon menyolot, dan Chanyeol berteriak. "Hentikan!"
"Sekarang jelaskan padaku." Ucap Chanyeol, suaranya memelan dan melembut meskipun masih tersirat ketegasan yang dalam di ucapannya. "Apa masalah kalian hingga kalian seperti itu?"
Sebelum Kyungsoo atau Taeyeon membuka mulut, Suho mendahului. "Ehm, guys, kupikir kalian akan nyaman berbicara kalau kita duduk bersama."
Suho diikuti Kai dan Sehun duduk di karpet, lalu Chanyeol mengangguk setuju dan ikut duduk di karpet. Kyungsoo serta Taeyeon melirik tatapan membunuh satu sama lain dan kemudian duduk.
"Bicara sekarang." Ucap Chanyeol. Kyungsoo menghela nafas sebelum mulai menjelaskan. "Begini, tadi si jalang ini—oke maaf, Taeyeon noona, astaga apa aku perlu memanggilnya sesopan itu?"
Sehun memutar bola matanya malas. Hyung-nya satu ini bisa menjadi se-moody ini.
"Taeyeon noona datang ke sini pagi tadi, dengan sopan tentu saja." Ucap Suho, mengambil alih penjelasan Kyungsoo. "Ia datang ke sini untuk menemui Baekhyun, ingin mengajaknya jalan katanya. Tapi si Kyungsoo yang entah bagaimana bisa menjadi seganas itu menyerang Taeyeon."
Chanyeol menaikkan sebelah alisnya. "Apa yang dilakukan Kyungsoo?"
"Ia melempar beberapa pertanyaan—"
"Tunggu dulu." Belum sempat Suho berbicara banyak, Chanyeol memotong perkataan Suho. "Jangan bilang ini ada hubungannya denganku serta pembicaraan kita tadi siang."
"Sayangnya, iya hyung." Jawab Kai. Chanyeol menghela nafas, kecewa. "Sudah kuduga. Kyungsoo, aku sudah mengatakan padamu kalau—"
"Ini pantas untuk dilakukan." Bantah Kyungsoo, melirik Taeyeon sengit. Chanyeol kembali menghela nafas. Pikiran Kyungsoo memang benar-benar tidak bisa dicerna, terkadang. Dan jujur, Chanyeol sudah cukup lelah dengan sikap keras kepala Kyungsoo.
"Lupakan. Suho hyung, lanjutkan kalau begitu." Ucap Chanyeol pada akhirnya. Suho mengangguk. "Baiklah, sampai mana tadi? Oh iya, ia melempar beberapa pertanyaan dengan sengit. Seperti, bagaimana Baekhyun bisa tertarik pada, maaf, jalang sepertinya yang membuat sahabatnya sedih... Lalu atas dasar apa Taeyeon noona mengencani Baekhyun, ehm, ada olok-olokan juga seperti, sangat menyedihkan Baekhyun bisa berpacaran dengan Taeyeon noona, lalu apa lagi ya? Pokoknya, intinya seperti itu."
Suho menjelaskan dengan runtut dan panjang lebar, sebisa mungkin tidak melukai hati Kyungsoo atau Taeyeon karena jujur, Suho dalam posisi netral saat itu.
"Begitu? Kyungsoo, aku benar-benar akan mengajari sopan-santun yang baik kepadamu setelah ini." Ucap Chanyeol, menggeleng-gelengkan kepalanya. Kyungsoo sama sekali tidak terpengaruh, hanya menatap Chanyeol datar. "Dan sekali lagi kukatakan, kau belum tahu apapun."
Chanyeol memilih mengabaikan Kyungsoo dan memandang Suho serta Taeyeon bergantian. "Lalu, apa yang dikatakan Taeyeon?"
Suho hendak menjawab tapi Taeyeon melirik Suho, mengisyaratkan untuk diam, membuat bibir Suho terkatup rapat. Taeyeon menyeringai dan menatap Chanyeol. "Oh, aku harus membuat pengakuan terhadapmu juga, namja menyedihkan?"
Chanyeol, antara tersinggung dan tidak percaya, memilih menahan dirinya. Membiarkan si jalang Taeyeon—tunggu, dia sudah mengikuti cara bicara Kyungsoo? Lupakan. Dan jujur semakin lama Chanyeol semakin tersulut emosi menatap Taeyeon yang oh-liat-wajah-bitch-itu.
"Kau mau tahu apa yang ku jawab atas perkataan Kyungsoo?" Taeyeon menyeringai, dan Chanyeol mengepalkan tangannya. Menahan marah. "Aku bilang... Aku mengencani Baekhyun, dengan sengaja, untuk memanfaatkannya."
Hampir saja Chanyeol kehilangan kontrolnya begitu mendengar perkataan Taeyeon. Nafasnya terengah, sebisa mungkin menahan untuk tidak menyemprot kata-kata kasar kepada Taeyeon. Dan ia hanya melihat Taeyeon dengan tatapan tak percaya, namun kilatan-kilatan amarah terlihat sangat jelas di mata Chanyeol. "Apa? Memanfaatkan kau bilang?"
Taeyeon mengangguk dengan mantap, menggunakan wajah bitch-nya, ia menatap Chanyeol dengan tatapan menantang. "Ya, memanfaatkan."
"Kau tahu si KYM1 sialan itu hanya memandang EXO, apa-apa serba EXO, lalu boyband dan girlband seperti kami dicampakkan... Kau kira aku terima? Dan melihat Baekhyun malang yang kelihatannya sangat mengidolakanku dan mudah dipengaruhi itu... Kau tahu sendiri, aku dapat ide dari itu." Lanjut Taeyeon, mengucapkan semua hal yang selama ini ia sembunyikan dengan wajah datar-bitch yang menyebalkan itu.
"Dia sangat mudah dipengaruhi, oh Baekhyunnie yang malang... Untuk fans-fansku, berkomentar di akun Instagram dan berjalan di airport dengan ekspresi menyedihkan penuh air mata itu, ah, hanya membutuhkan sedikit akting dan semua percaya." Taeyeon masih berbicara dengan panjang lebar.
"Dan untuk Baekhyunnie tersayang? Fans-fansnya yang menggila itu? Oh, terima saja nasibmu Baekhyun sayang, hahahaha." Telak. Pertahanan Chanyeol runtuh. Ia bangkit, menarik leher Taeyeon—memaksanya untuk berdiri.
Chanyeol meludah tepat di wajah Taeyeon, membuat Taeyeon meringis jijik. "Dengarkan aku nona Kim Taeyeon yang terhormat, aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Baekhyun sedikitpun."
Lalu dengan kasar Chanyeol menyentakkan cengkraman tangannya pada leher Taeyeon dengan keras, dan menampar Taeyeon. Semua member menganga menatap perlakuan Chanyeol, dan setelah itu terdengar jeritan. "Chanyeol! Apa yang kau lakukan pada yeojachingu-ku!"
Chanyeol menoleh ke arah Baekhyun yang menatapnya penuh amarah, tapi ia hanya memutar bola matanya dan kembali menatap Taeyeon penuh benci. "Kau. Akan berakhir di tanganku."
Taeyeon hanya tertawa sinis, lalu Chanyeol merasakan ada yang menarik bahunya untuk membalikkan badannya dan tamparan-pun ia dapakan. Dari tangan indah seorang Byun Baekhyun. Ia tidak tahu harus kesakitan, atau menangis, atau bahagia. Entahlah. Kecewa, mungkin?
"Kau kurang ajar, Park Chanyeol. Aku membencimu." Geram Baekhyun penuh benci, lalu menggandeng Taeyeon untuk keluar dari dorm EXO yang entah mengapa bisa berubah aura-nya seperti berada di neraka.
Chanyeol hanya menatap miris kepergian Baekhyun dan Taeyeon, lalu menoleh ke arah Suho dan Kai yang berusaha menahan Kyungsoo. Dari gelagat Kyungsoo, sepertinya namja itu berniat menghabisi Baekhyun. Ya Tuhan...
"Sudahlah Kyungsoo. Tenanglah. A-aku... Aku tidak apa-apa." Ucap Chanyeol, tersenyum. Kyungsoo menganga, lalu menyentakkan tangan Suho dan Kai yang dari tadi menahan tubuhnya hingga terlepas.
"Kau bilang apa?" Ucap Kyungsoo dengan mencicit. "KAU BILANG TIDAK APA-APA?! KATAKAN ITU PADA ORANG YANG PATAH HATI DAN HAMPIR TERJUN DARI ATAP!"
Chanyeol bungkam, kalah telak atas perkataan Kyungsoo. Kyungsoo menatap sengit pintu dorm yang tertutup dengan sangat baik itu. "BYUN BAEKHYUN BAJINGAN! DIA TIDAK TAHU APA-APA DAN SEENAKNYA MENGATAIMU?! GOD, TAEYEON MENGGUNAKAN PELET APA?!"
"Kyungsoo baby yang paling tampan, tenangkan dirimu." Ucap Kai dan Kyungsoo melirik tajam ke arah Kai. "ITU tidak memperbaiki moodku Kai. Aku tidak bercanda!"
"H-hyung..." Semuanya sontak mengalihkan pandangannya ke arah Chanyeol yang matanya kini berkaca-kaca. "...demi apapun, bunuh aku sekarang juga."
Satu tamparan penuh kasih sayang dari Kyungsoo mendarat di pipi Chanyeol.
.
.
.
"Chanyeol, ku mohon." Kyungsoo terisak di hadapan Chanyeol, dan Sehun berdiri di sampingnya, mengusap punggungnya untuk menenangkannya. Kyungsoo menatap Chanyeol miris. "Harus berapa kali kukatakan jangan bilang aku ingin mati atau apapun itu, hah?!"
Mengabaikan jam yang saat ini menunjukkan pukul 23.30 KST, para member EXO masih terbangun dan masih juga membahas persoalan yang sama. Suho tampak berpikir dan Kai menatap kosong ke arah Chanyeol, Kyungsoo serta Sehun.
Membahas tentang Baekhyun sepertinya tidak ada habisnya. Ya Tuhan, ini adalah masalah terumit yang pernah mereka rasakan, setelah berita tentang Kris yang menuntut SM. Tapi ngomong-ngomong tentang Baekhyun, oh damn, masa bodoh dengannya yang masih belum kembali.
"Demi apapun, Chanyeol! Lupakan Baekhyun..." Kyungsoo mulai lelah. Isakannya juga perlahan terhenti dan airmatanya hampir mengering. Membujuk Chanyeol rasanya sangat susah. "Kau tersakiti! Kau menderita!"
"Dan harus berapa kali aku katakan kalau Baekhyun adalah hidupku?" Gumam Chanyeol lemah, air matanya sudah lelah untuk mengalir. Bukan hanya air matanya, tubuhnya juga lelah. Hatinya? Oh jangan tanyakan.
"Chanyeol... Aku tidak mengerti jalan pikiranmu." Ucap Kyungsoo. "Tidakkah kau merasa sakit? Kau berusaha melindunginya sedemikian rupa, jangan lupakan perjuanganmu merawat Baekhyun sejak kau mengenalnya, lalu—astaga, kau terlalu baik!"
"Soo..."
"Dengarkan. Setelah usahamu melindunginya hingga menyiksa Taeyeon, kau lihat apa yang Baekhyun lakukan padamu? Ia menamparmu! Dammit!" Kyungsoo menghiraukan panggilan Chanyeol dan tetap berbicara.
"Kyungsoo, wajar Baekhyun menamparku. Ia tidak tahu kalau ia sedang dimanfaatkan oleh Taeyeon noona. Lagipula, siapa yang mau yeojachingu-nya disakiti orang lain?" Ucap Chanyeol, masih berusaha menenangkan Kyungsoo yang meledak-ledak.
"Baekhyun di luar dengan Taeyeon. Apa yang akan—oh God!" Kyungsoo menepuk jidatnya dan menatap semua member EXO-K dengan panik. "Apa yang akan dikatakan Taeyeon pada Baekhyun? Bagaimana jik-jika... Taeyeon mengelabui Baekhyun lebih jauh lagi?"
Semuanya terdiam. Dan Chanyeol mematung di tempatnya, berusaha mencerna perkataan Kyungsoo. Namun tak lama, gumaman keluar dari mulut Chanyeol. "A-apa?"
Suho kelabakan. "Kita harus cari Baekhyun secepatnya!"
Suho hampir bangkit kalau saja Sehun menarik lengannya untuk tetap tinggal. "Apa? Kita harus segera menemukan Baekhyun dan kenapa kau menahanku?"
Sehun menggeleng. "Tidak perlu. Biarkan Baekhyun."
Kyungsoo sontak menoleh ke arah Sehun. "Apa? Biarkan saja? Hey, bagaimana bisa kau menyuruh untuk membiarkan, hah? Apa kau mau bertanggung jawab untuk hal selanjutnya?"
Sehun tersenyum sangat tipis, penuh arti, lalu menatap Kyungsoo. "Percaya padaku. Kita tidak—"
"—Aku pulang."
.
.
.
TBC
.
.
.
Udah ya. Udah kan? Oke sip.
Buat yang ngereview, yang ngefav, yang ngefoll ff ini.
Dengan amat sangat saya ucapkan. THANK YOU!
Satu pesan saya, jangan jadi silent readers oyy-,,-
Oke, mind to RnR?
