Attention : cerita ini di publish juga di wattpad dengan authornya saya sendiri. Jadi kalau ada yang melihat cerita ini di publish di wattpad, itu memang saya. Dan ceritanya juga sudah End.
.
.
.
.
.
Cybkiun
.
.
present
.
.
Tittle : I Wish
Rated : M
Length : Chapter
Genre : Romance, Drama, little bit of sad, etc.
.
.
Warning : jika tidak suka lebih baik tidak usah baca karena saya lebih menghargai seseorang yang mengapresiasi cerita saya. Terimakasih.
.
.
.
.
Happy Reading ~
.
.
.
Seorang resepsionis menyambut kedatangan seorang namja manis yang ia hormati,
"Selamat siang Baekhyun-ssi, apa anda mau menemui Byun Sajangnim?" Tanya resepsionis itu sopan.
Baekhyun tersenyum tipis,
"Ya, suster Yeo. Apa Sajangnim ada di ruangannya?" Tanya Baekhyun ramah.
*
Tok..tok..tok..
Pintu ruangan besar bernuansa putih itu di ketuk dari luar. Seorang namja paruh baya pemilik ruangan itu mempersilahkan masuk.
"Ya, silahkan masuk." Ujar namja tersebut.
Pintu itu pun terbuka menampakkan seorang namja manis yang tersenyum tipis.
"Kau datang, Baekhyun. Ayo masuk.."
Baekhyun duduk di sebuah kursi di depan meja namja itu.
"Ada apa Appa menyuruhku datang kemari?" Tanya Baekhyun memulai obrolan.
Hankyung menghela nafasnya,
"Maafkan kami atas kejadian tadi pagi, Baek. Kami tahu kalau kau keberatan. Tapi ini keinginan kami..." lirih Hankyung berusaha memberikan penjelasan.
Baekhyun tersenyum kecil,
"Tidak apa-apa. Aku mengerti, Appa."
Hankyung tersenyum lega, namun...
"Tapi, Chanyeol sudah memiliki kekasih Appa. Aku tidak bisa menerima perjodohan ini." Jelas Baekhyun.
Hankyung tercekat mendengar penjelasan Baekhyun, bagaimana Baekhyun bisa tahu?
Mengenai Chanyeol yang sudah memiliki kekasih itu sudah Hankyung ketahui dari Donghae tadi pagi. Dan Donghae juga sudah mengatakan bahwa ia akan membuat Chanyeol memutuskan kekasihnya itu dan Hankyung setuju dengan itu.
Tapi kenapa Baekhyun bisa mengetahuinya?
"Bagaimana kau bisa tahu, Baekhyun?" Tanya Hankyung.
Baekhyun menghela nafasnya lalu memejamkan matanya,
"Tadi aku melihatnya di Cafe, Appa."
Flashback on
"Bukannya itu Kang Seulgi??"
Baekhyun menatap kedua orang yang sedang bermesraan itu dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kang Seulgi? Kau mengenalnya, Kyung?" Tanya Luhan pada Kyungsoo.
Kyungsoo mengangguk pasti,
"Tentu saja, Luhan! Dia itu Kang Seulgi yang di tembak oleh Chanyeol di depan seluruh murid di kantin dulu! Kau lupa?" Jelas Kyungsoo memelankan suaranya.
Pasalnya kedua orang yang sedang di bicarakan berjarak dua meja di samping mereka.
Luhan membelalakkan matanya,
"Aku ingat! Jadi itu Kang Seulgi?! Kenapa ia bisa kembali dari Belanda?! Aku tak mengenalinya, ia berubah banyak.." ucap Luhan.
Luhan dan Kyungsoo menoleh ke arah Baekhyun yang sedari tadi tidak ikut dalam pembicaraan.
Luhan menegur Baekhyun,
"Baek, kau baik-baik saja?"
Baekhyun mengangguk kecil sambil tersenyum tipis,
"Tidak apa-apa"
"Kau ingat Kang Seulgi, kan Baek?" Tanya Kyungsoo.
Tentu saja Baekhyun mengingatnya. Bagaimana bisa ia melupakan seorang yeoja yang memutuskan harapannya?
Baekhyun hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Kyungsoo.
"Ternyata ia masih bersama dengan Chanyeol. Kenapa mereka bisa bersama kembali? Bukannya mereka sudah putus karena katanya si Seulgi itu pindah ke Belanda?" Selidik Kyungsoo.
"Benar. Jahat sekali si Chanyeol, setelah melakukan hal itu pada Baekhyun ia malah kembali bersama 'ular' itu?!" Luhan berapi-api.
Baekhyun menunduk, sebuah cuplikan dari kaset rusak melintas di benaknya.
Bibirnya pucat, air matanya mulai mengumpul.
Luhan dan Kyungsoo langsung menenangkan Baekhyun.
Mereka merutuki diri mereka yang asal bicara tanpa berpikir.
"Maafkan kami, Baek!!" Mereka panik.
Baekhyun menggeleng sambil tersenyum lemah.
"Tidak apa-apa"
Flashback off
"Aku tidak bisa menerima perjodohan ini bila Chanyeol tidak menerimanya." Ucap Baekhyun.
Hankyung memejamkan matanya karena ia mulai pusing dengan perjodohan ini.
"Bagaimana jika Chanyeol menerimanya?" Tanya Hankyung penuh harap.
Baekhyun hanya bisa tersenyum.
Ia akan menerima apapun yang akan terjadi nanti.
"Aku akan menerimanya"
Lagipula perasaan itu masih sama dan belum berubah sejak dulu.
*
Chanyeol merebahkan dirinya di kasur seseorang yang sedang menatapnya sinis.
"Hey, Chan! Sebenarnya ada apa? Kenapa kau tiba-tiba datang ke apartemenku dan mengacak-acak kasurku?! Bangun!!" Omel namja tinggi dengan rahang tegas.
Bukannya bangun Chanyeol malah melempar namja itu dengan sepatu vantopel yang baru ia lepaskan.
"Bawel sekali kau cadel. Aku sedang banyak pikiran. Tolong mengerti!!" Ujar Chanyeol malas.
Namja itu melempar balik sepatu itu pada Chanyeol. Chanyeol meringis kesakitan.
"Akh! Sakit Oh Sehun! Kau gila, ya??"
Namja itu mendecih kesal,
"Kan tadi aku bertanya, 'sebenarnya ada apa?' Tapi kau tidak jawab, bodoh!" Ujar namja yang bernama Oh Sehun.
Chanyeol mendudukkan dirinya di atas kasur Sehun. Lalu menatap Sehun memelas,
"Hun"
"Apa?"
"Aku di jodohkan."
"Ooh"
Chanyeol mengernyit melihat reaksi Sehun yang kelewat santai dan datar. Memang Sehun itu datar, tapi tidak begini juga.
"Kenapa reaksimu hanya 'ooh' saja? Kau tidak terkejut?!"
Sehun mengendikkan bahunya acuh,
"Baguslah kau di jodohkan. Dengan begitu ada yang mengurusmu dan tidak mengerecokiku lagi.
Orang tuamu mengambil langkah baik, Chan."
Chanyeol merenggut kesal,
"Tapi aku mau menikah dengan Seulgi! Aku tidak mau dengan namja itu!" Tolaknya kesal.
Sehun tersenyum jahil, "Aah, namja rupanya. Kau kan straight ya?"
"Tentu saja, bodoh"
Sehun menaruh jarinya di dagunya,
"Memang siapa namanya? Kau ada fotonya?" Sehun membuka kaleng birnya lalu meneguknya perlahan.
Chanyeol menggeleng,
"Foto tidak ada. Tapi kalau tidak salah namanya Byun Baekhyun"
Brusshh~
Sehun menyemburkan birnya ke arah Chanyeol.
Ekspresinya kaget bukan main.
"Aishh!! Kau jorok!!" Ucap Chanyeol sambil mengelap wajahnya menggunakan selimut Sehun.
"K-kau bilang siapa? Byun Baekhyun??!" Tanya Sehun gagap.
Chanyeol mengangguk bingung.
"Bagaimana bisa? Ini buruk.." gumam Sehun pelan.
"Kau bilang apa?" Tanya Chanyeol yang sedikit mendengar ucapan Sehun.
Sehun gelagapan, bisa gawat kalau sampai Chanyeol tahu.
"Ahahaha... tidak ada.." Sehun tertawa garing.
Chanyeol mengenyitkan dahinya,
"Kau sakit"
Baru saja Sehun mau melemparnya dengan bantal namun Chanyeol sudah beranjak menuju lemari pakaiannya.
"Kau mau apa?" Tanya Sehun.
Chanyeol menjawab acuh,
"Mandi. Aku pinjam bajumu, ya.
Sekalian aku mau menginap di sini semalam"
"Hey! Dasar-" baru mau melarangnya Chanyeol sudah masuk ke kamar mandi yang terletak di kamar itu.
Sehun menghela nafasnya. Memang susah punya teman macam Chanyeol, belum lagi temannya yang lain.
Sehun teringat dengan perjodohan Chanyeol dengan Baekhyun.
Ia merogoh kantong celananya lalu mengetik sebuah nomor di poselnya.
"Halo, Jongin. Ada masalah besar"
*
"Tae, kau tidak mau pulang? Ini sudah malam lho!" Ujar Jungkook.
Taehyun menggeleng pelan.
Saat ini mereka sedang berada di sebuah Cafe 24 jam. Dan sekarang waktu menunjukkan pukul 21.30.
Taehyung mengambil kunci mobilnya,
"Ayo aku antar pulang." Ujarnya pada Jungkook seraya bangkit dari tempat duduknya.
Jungkook menggeleng imut,
"Tidak mau. Aku mau menemanimu saja disini"
Jungkook menolak di antarkan pulang oleh Taehyung. Ia lebih memilih menemani namjachingunya di Cafe ini.
Terlebih lagi kondisi Taehyung sedang kacau. Ia takut terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Kau harus pulang, Kookie. Nanti orang tuamu khawatir"
Taehyung melarang Jungkook untuk menemaninya.
"Aku kan namja, Tae. Aku bisa jaga diri dan aku juga sudah besar. Jangan khawatir!" Ucap Jungkook penuh percaya diri.
Taehyung tersenyum melihat tingkah Jungkook yang terlihat lucu di matanya.
Memangnya siapa yang bilang Jungkook yeoja?
"Ayo pulang" Taehyung menautkan tangannya pada tangan Jungkook untuk mengantarnya pulang.
Ternyata Taehyung tetap mengantar Jungkook pulang dan melarangnya menemaninya.
Jungkook mempoutkan bibirnya lagi dan tetap diantar pulang Taehyung walau terpaksa.
*
Tiga hari setelah berita perjodohan Baekhyun dan Chanyeol, suasana di keluarga Baekhyun belum juga damai.
Taehyung masih tidak terima dengan keputusan Hyungnya dua hari yang lalu. Tepatnya setelah ia pulang dari mengantar namjachingunya.
"Tae, hyung mau bicara" Baekhyun datang ke kamar Taehyung pada tengah malam. Tentu saja karena Taehyung baru pulang saat itu.
"Ada apa Hyung? Bicaralah" jawab Taehyung.
"Mengenai perjodohanku dengan Chanyeol, aku harap kau mau menyetujuinya" ujar Baekhyun pelan.
Taehyung membelalakan matanya kaget,
"Apa?! Kenapa hyung? Apa hyung di paksa eomma dan appa?!" Taehyung marah.
"Tidak,Tae. Hyung sudah mengambil keputusan. Dan hyung sudah memikirkannya matang-matang." Jelas Baekhyun.
Baekhyun melanjutkan,
"Jadi hyung harap kau sudahi marahmu dan menerima keputusan yang hyung buat ini, Tae"
Namum nyatanya keinginan Baekhyun tadi tidak di turuti Taehyung.
Masa bodoh dengan keputusan hyungnya itu, yang penting perjodohan itu di batalkan.
Padahal Baekhyun yang mau di jodohkan, tapi yang menolaknya dengan keras adalah Taehyung.
Taehyung tidak mungkin menyerahkan hyung satu satunya itu pada seseorang yang jelas-jelas pernah menghancurkan hidup Hyungnya lima tahun lalu.
Sampai-sampai Baekhyun terpuruk dan kehilangan keceriaanya. Sosok Baekhyun yang ceria dan periang menjadi seseorang yang berkebalikan dengan seorang Byun Baekhyun sebelumnya.
Dan membuat Baekhyun kembali menjadi dirinya yang periang dan ceria seperti sekarang sangatlah sulit. Dan Taehyung tidak mau hal buruk itu terjadi lagi.
"Tae, makan sarapanmu. Kau mau aku tinggal?"
Suara Baekhyun membuyarkan lamunan Taehyung.
Taehyung kemudian hanya memakan sarapannya tanpa menjawab Baekhyun.
"Taehyung, kau mau susu?" Tanya Heechul saat maid membawa teko susu ke meja makan.
Taehyung tak mengubrisnya.
"Taehyung, apa ada kesulitan dalam mata kuliahmu?" Tanya Hankyung bermaksud ingin mengajarkan Taehyung.
Taehyung juga tidak mengubrisnya.
Baekhyun mengernyitkan dahinya karena sikap Taehyung yang acuh.
'Apa ia masih marah?'
"Taehyung, apa kau masih marah?" Baekhyun akhirnya bertanya pada adik yang terpaut usia 3 tahun darinya itu.
Dan lagi-lagi Taehyung hanya diam seakan tidak ada yang berbicara padanya.
Baekhyun mendesah jengah,
"Tae, kumohon jangan seperti ini... keputusan yang ku buat sudah bulat dan aku tidak mau mengubahnya..." lirih Baekhyun.
Taehyung hanya fokus memakan sarapannya dan tidak menghiraukan Baekhyun.
'Aku mau kau memikirkannya lagi, hyung. Kumohon!!'
"Aku tidak bisa mengubahnya, sungguh. Aku harap kau mau menghargai keputusanku yang sudah sangat aku yakini ini, Tae." Mohon Baekhyun.
Namun reaksi Taehyung hanya diam. Seakan ia sendiri di ruangan ini dan tidak ada yang berbicara.
Taehyung tidak akan mengubah keputusannya untuk tidak menerima keputusan Hyungnya itu. Sampai...
"Hiks.."
Oke, pertahanan Taehyung hancur berkeping-keping.
Ia tidak bisa jika Baekhyun sudah menangis dan air matanya keluar.
Dan parahnya lagi ia sendiri yang membuat Baekhyun menangis.
Ah, bodohnya dirimu Byun Taehyung.
"Tidak apa-apa jika kau tidak mau, Tae... hiks.. aku mengerti dan ak-"
"Baiklah, hyung."
Baekhyun mendongakkan wajahnya kaget.
Akhirnya Taehyung menerima keputusan Baekhyun.
Heechul dan Hankyung menatap Taehyung tidak percaya.
Mereka tidak percaya dengan apa yang barusan Taehyung katakan.
Taehyung tersenyum tipis,
"Aku menerimanya, hyung. Keputusanmu pasti sudah bulat, kan? Maafkan aku yang terlalu memaksakan kehendaku. Aku egois..." ucap Taehyung.
"Maafkan aku juga eomma appa."
Ucap Taehyung.
"Tidak apa-apa, Tae"
Baekhyun tersenyum manis lalu memeluk Taehyung lembut.
Baekhyun mengusap punggung Taehyung menenangkannya.
"Tidak, Taehyungie...
Aku tahu kalau kau menghawatirkanku, kan? Aku tahu maksudmu. Kau hanya mau aku bahagia kan?" Tanya Baekhyun.
Taehyung mengangguk dalam pelukan hyungnya itu.
Heechul dan Hankyung tersenyum senang lantaran rencana mereka akan segera berhasil.
"Eumm, hyung" gumam Taehyung.
"Ya?"
"Jika kau tidak bahagia nantinya, kau bisa kembali bersama kami."
"Baiklah, Tae"
"Hyung masih punya waktu untuk berfikir lagi loh!"
"Dasar kau Alien"
*
At Honfrape Café
Terlihat namja manis bernama Do Kyungsoo sedang berkutat dengan ponsel pintarnya di temani oleh secangkir Macha Latte dimeja.
Ia sedang berkirim Line Chat dengan seseorang yang sebenarnya alasan ia datang café ini sendirian.
Ia sedang ada janjian dengan orang di Line itu.
Kyungie~
Kau dimana?
14.01
KAIhandsome
On the way, Kyungie
Sebenarnya ada apa, baby?
14.03
Kyungie~
Menggelikan.
Aku mau membicarakan sesuatu
Tentang Baekhyun
14.05
KAIhandsome
Hehehehe. Apa itu?
Apakah penting?
14.05
Kyungie~
Sangat penting, Jong.
Cepat kesini kalau mau tahu
14.06
KAIhandsome
Dari tadi juga aku sudah disini.
Lihat kebelakang, Baby~
14.08
Spontan Kyungsoo menengokkan kepalanya ke belakang sesuai anjuran dalam chat itu.
Dan...
"Yak! Sejak kapan kau di sini, Jongin?!" Kesal Kyungsoo.
Namja yang di panggil Jongin oleh Kyungsoo atau Kim Jongin atau KAI dan terserah panggilannya apa tersenyum idiot menanggapi pertanyaan Kyungsoo.
"Aku sudah di sini sejak kita memulai Chat, Kyung." Ucap jongin seraya duduk di kursi yang ada di depan Kyungsoo.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi, sih? Kan bisa lebih cepat" omel Kyungsoo.
"Aku mau memandangimu dulu, baby~" goda Jongin.
Alasan Jongin selalu memanggil Kyungsoo 'Baby' adalah karena ia seorang Playboy.
Itu hanya salah satu alasannya dan itu dulu. Alasan utamanya adalah cinta.
Jongin mencintai Kyungsoo sejak mereka masih di SMA.
Dan sikap acuh Kyungsoo bukan karena ia tidak mencintai Jongin. Ia memang mempunyai sikap cuek. Menurut Jongin itu menggemaskan.
Mereka sudah berpacaran selama 5 tahun. Dan Jongin berhenti menjadi Playboy karena itu. Hanya Chanyeol dan Sehun saja yang masih mempertahankan keplayboyan mereka.
Bisa di katakan Jongin insaf(?).
"Kau ini ada ada saja... hentikan" ucap Kyungsoo.
Jongin tertawa,
"Hahaha, baiklah.
Lalu hal apa yang ingin kau katakan padaku, Kyungie?" Tanya Jongin di akhir tawanya.
Kyungsoo hampir saja lupa dengan tujuan utama mereka bertemu. Kalau Jongin tidak menanyakannya ia pasti akan lupa.
"Ah! Benar. Hal itu!" Pekik Kyungsoo.
"Jadi begini Jong, Baekhyun di jodohkan dengan Chanyeol" ucap Kyungsoo dengan wajah khawatir.
Jongin mengangguk,
"Aku sudah tahu dari Sehun. Chanyeol sendiri yang memberitahukannya pada sehun semalam, lalu ia langsung menghubungiku" jelas jongin.
Kyungsoo membulatkan matanya yang sebenarnya sudah bulat itu.
"Benarkah? Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku tidak mau hal itu terjadi lagi..." tanya Kyungsoo khawatir.
"Aku dan Sehun sudah membicarakan ini di telpon kemarin, menurut kami lebih baik kita menanyakannya pada Baekhyun lebih dahulu. Biar bagaimanapun ialah yang mempunyai masalah" saran Jongin.
Kyungsoo mengangguk menyetujui saran kekasihnya itu,
"Apa Kris sudah tahu?" Tanya Kyungsoo
"Belum. Aku masih ragu memberitahukannya. Pasti Kris akan sangat khawatir nanti"
"Lalu bagaimana dengan Chanyeol? Apa dia setuju dijodohkan dengan Baekhyun?" Tanya Kyungsoo.
Jongin menggeleng, "Tidak. Ia tidak setuju... katanya ia mau menikahi Kang Seulgi"
Kyungsoo mendecih kesal.
"Cih, ternyata benar Chanyeol masih berpacaran dengan gadis ular itu. Kenapa kau tak pernah memberitahuku kalau Chanyeol masih berpacaran dengan Seulgi?" Mata Kyungsoo memincing tajam.
Jongin tertawa gugup,
"Ahahaha.. itu... karena kau tidak menanyakannya" Jongin menggaruk tenguknya yang tidak gatal.
Kyungsoo melipat tangannya di depan dada
"Huh! Aku memang kesal dengan si ular Seulgi itu! Kalian bertiga selalu memujanya waktu SMA. Membuat aku, Luhan dan Baekhyun ingin menarik rambutnya saat itu!" Kyungsoo mempoutkan bibirnya kesal.
Jongin hanya diam dan meminum ice coffenya cepat.
Ia takut jika Kyungsoo sudah bernostalgia (?) Seperti itu.
Pasti akan terjadi sesuatu yang mengancam nyawa Jongin nantinya.
"AH!" Pekik Kyungsoo. Mata Kyungsoo melirik tajam ke arah Jongin.
Jongin sweatdrop.
"Jangan-jangan kau tidak memberitahuku karena kau masih menyukai si Seulgi itu, ya?!" Tanya Kyungsoo curiga.
Mata Kyungsoo melotot, alisnya saling menaut, bibirnya melengkung ke bawah menunjukkan bahwa pasti Kyungsoo sedang cemburu.
Jongin menyilangkan tangannya membentuk huruf 'X',
"Tidak Baby! Aku tidak menyukainya lagi! Walaupun ia sangat Cantik sekarang dibanding dulu dan membuatku dan Sehun menjadi terpana, aku-" Jongin keceplosan.
Kyungsoo menatap Jongin datar, dan ini ekspresi yang paling Jongin takutkan dari Kyungsoo.
"Aku membencimu"
JDER!
"Kyungsoo~ maafkan aku baby...
Baby~ " Jongin berusaha membujuk Kyungsoo.
Namun Kyungsoo sudah pergi dari café itu dengan kaki yang ia hentak-hentakkan.
Jongin tersenyum kecil,
"Menggemaskan"
*
Baekhyun adalah mahasiswa yang paling dipuja oleh dosen dan mahasiswa di fakultasnya karena kecantikan, kejeniusannya dan kepintarannya. Belum lagi karena Baekhyun juga merupakan anak dari ketua Persatuan Dokter Korea yang juga dokter nomor 1 di Korea.
Hal itu membuatnya terkenal dalam fakultasnya. Ia juga sering di jodoh-jodohkan dengan Wu Yifan atau Wu Kris. Murid yang sama pandanganya dengan Baekhyun dalam fakultasnya.
Namun Kris sudah lulus tahun lalu. Karena Kris dapat menyelesaikan kuliahnya selama tiga tahun. Lalu ia pergi ke China untuk mengurus perusahan ayahnya di sana.
Tidak banyak yang tahu kalau Baekhyun dan Kris sangat dekat atau bisa dibilang bersahabat sejak mereka SMA dulu.
Makanya baik Baekhyun dan Kris pun tidak keberatan jika di jodohkan begitu oleh orang-orang.
"Baekhyun sunbae, apakah kau bisa membantuku?"
Baekhyun tersenyum,
"Baiklah, jadi begini caranya.."
Tidak jarang juga Baekhyun membantu hoobaenya yang meminta bantuannya dalam pelajaran.
Seorang namja berpostur badan tinggi dengan rahang yang tegas berjalan menuju Baekhyun yang sedang mengajarkan seorang Hoobae yang susah payah menghampirinya sampai ke kelasnya.
Namja yang mengenakan jas putih yang menandakan identitas seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran itu menepuk pundak Baekhyun pelan.
Spontan Baekhyun menoleh ke arah namja itu, dan Baekhyun kaget setelahnya.
"Oh Sehun?" Tanya Baekhyun.
Namja yang ternyata Sehun itu tersenyum,
"Annyeong Baekhyun. Kenapa reaksimu kaget begitu?" Tanya Sehun mengerutkan dahinya.
Baekhyun menggeleng, "ah, itu.. hanya saja seorang Oh Sehun si mahasiswa pandai mau datang ke kelasku yang letaknya jauh dari kelasnya sendiri.."
Oh ya, Sehun juga merupakan anak yang terpandang di Fakultas kedokteran itu.
Sehun tertawa kecil,
"Kau ini ada-ada saja. Tidak usah merendah Baek, kau ini masih sama saja dari dulu."
Baekhyun tertawa,
"Sudahlah! Kenapa kita jadi canggung begini? Kau ini benar-benar Hun!" Ujar Baekhyun sambil memukul lengan Sehun.
Sehun mengusap bagian lengan yang Baekhyun pukul tadi,
"Kau ini selalu saja memukulku. Kurasa kebiasaan itu harus kau hilangkan Baek. Kau bisa masuk penjara atas dugaan penyiksaan tahu!" Keluh Sehun.
Baekhyun menjulurkan lidahnya, ia mengejek Sehun.
"Memangnya kau mau melaporkanku pada polisi? Jahatnya.." Baekhyun memasang tampang nanar. Sehun mencubit pipi Baekhyun gemas.
"Tentu saja tidak. Kasihan sekali seorang puppy sepertimu masuk penjara, aku tidak bisa membayangkannya... ugh.." jawab Sehun dengan ekspresi aneh.
Baekhyun terkekeh menang.
Baekhyun mengangkat kepalanya yang tadi ia topangkan pada dagunya, ia teringat sesuatu.
"Sehun, sebenarnya apa yang kau lakukan disini? Kau ingin menemuiku?" Tanya Baekhyun pada Sehun yang sedang meminum ginseng merahnya.
Sehun berhenti meminum tonicnya itu, ia juga baru ingat tujuan awalnya.
"Aah! Iya, aku mau menemuimu" jawab Sehun.
Baekhyun mengangguk kecil,
"Untuk apa?"
Sehun menggaruk pelipisnya gugup.
"Eum, jadi begini.." Sehun menggantung kalimatnya.
Ia belum yakin mau menanyakan hal ini pada Baekhyun mengingat kejadian 5 tahun lalu yang menjadi mimpi buruk untuk Baekhyun.
"Bagaimana aku menanyakannya, ya?"
Sehun terlihat bimbang sekarang.
Baekhyun yang melihatnya mengerutkan dahinya bingung,
"Ada apa dengan Sehun?"
Sehun terlihat tengah berpikir.
Otaknya mengatakan 'jangan' namun hatinya berbeda.
"Katakan saja Sehun. Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Baekhyun yang tidak sabar.
Sehun mengangguk meyakinkan dirinya,
"Ini tentang perjodohanmu dengan Chanyeol"
Air muka Baekhyun berubah. Yang tadinya berseri menjadi muram.
Sehun merasa bodoh menanyakannya, ia tahu pasti inilah reaksi sang pemilik puppy eyes ini.
"Baek, maaf aku-"
"Kau tahu dari siapa?" Ucapan Sehun dipotong oleh Baekhyun.
"Dari...Chanyeol" jawab Sehun ragu.
"Maafkan aku, Baek. Aku harusnya tidak menanyakannya. Tapi kau tahu kan kami, maksudku aku, Luhan, Jongin dan Kyungsoo menghawathirkanmu. Jadi kami ingin mendengar pendapat langsung darimu... maafkan aku Baekhyun.." jelas Sehun penuh penyesalan.
Bukannya sedih, Baekhyun justru menunjukkan senyum manisnya.
Ia menggeleng pelan,
"Tidak apa-apa, Hun-ah. Aku mengerti maksud kalian."
Baekhyun menghela nafasnya,
Sehun menunggu jawaban Baekhyun dari pertanyaannya tadi.
"Aku menyetujuinya, Hun. Aku menerima perjodohan ini" tukas Baekhyun membuat Sehun membulatkan matanya.
"Apa?! Kenapa kau menerimanya?"
Baekhyun tersenyum tipis,
"Karena rasa ini belum berubah, Hun" ujar Baekhyun sambil mengusap dadanya.
Sehun tidak habis pikir dengan Baekhyun. Bagaimana bisa ia masih memiliki rasa yang belum berubah sejak lama.
Setelah apa yang ia dapatkan, ia masih menyimpan perasaanya?
Sehun menajamkan matanya menatap Baekhyun yang sedang menunduk.
"Baek,"
Baekhyun mendongak,
"Ada apa, Hun?"
Sehun menghela nafasnya dan semakin menajamkan matanya,
"Apa kau ingat kejadian 5 tahun lalu?"
*TBC*
Maaf soalnya jadi telat up. tadinya mau up kemarin tapi ffn nya agak bermasalah jadi males. ff ini di up di wattpad juga, jadi kalo ada kesamaan itu memang ff ini.
terimakasih yang udah fav, foll sama review cerita ini. di tunggu ya...
oh ya, mengenai ex member (ada kah?) junn ga bisa hapus karakter mereka. ff ini udah end, dan bakal jadi hancur kalau junn ubah. maaf ya :)
seeyou :))
