Disclaimer: I Don't Own It Naruto Belongs To Masashi Kishimoto

Pairing: ItaFemNaru

Rating: M

Genre: Romance,Family

Warning: oc, ooc, gender switch, Female Naruto, Typo's

Chapter 2: First day Husband and Wife

..

..

..

Naruto bangun awal dari biasanya, hari ini adalah hari pertama bagi dirinya. Hari pertama menjadi istri Uchiha Itachi, biarpun mereka dijodohkan Naruto tetap menjalankan tugas sebagai seorang istri.

Naruto masuk ke kamar mandi tiga puluh menit kemudian akhirnya dia keluar menggunakan handuk sebatas dada hingga paha-nya, Naruto sangat menggoda jika seperti itu. Naruto mengeringkan rambutnya mata safir-nya melirik ke arah Itachi.

Sepertinya suaminya itu masih betah tidur dan tentu saja bermalasan di kasur, Fugaku dan Minato memberikan mereka libur dua minggu. Mereka harus berlibur kata Minato yah pengantin baru katakan.

..

..

..

Naruto bangga hasil kerjanya. Masakannya pasti di sukai pria datar seperti Itachi. Naruto bergegas membuka apron milik-nya setengah berlari ia masuk kamar mereka, Naruto berdecak kesal Itachi masih tidur nyenyak.

"Bangun! Hey Itachi." Naruto menggoyangkan tubuh Itachi. Lima menit berlalu Itachi masih betah menjelajah alam mimpi.

Naruto kesal dan ia menyeringai jahil. Naruto mencubit hidung Itachi, tentu saja menyekat aliran pernafasan suaminya itu tak lama kemudian Itachi meronta-ronta melepaskan jari Naruto dari hidung mancung-nya.

"Uwaaa!" dengan tidak elit Itachi berteriak, bernapas dalam-dalam. "Kau gila pirang!" teriak Itachi lagi.

"Habis-nya kau sama sekali tidak bangun saat aku mengejutkan mu," ujar Naruto terkekeh geli. "Bersiaplah, aku akan menunggu mu di bawah." Naruto keluar dari kamar mereka.

Jika mereka dijodohkan kenapa mereka sekamar dan seranjang. Semua ini adalah satu-satunya agar mereka akrab, entah apa yang mereka pikirkan.

Itachi bergegas masuk ke kamar mandi selepas mendengar teriakan Naruto, ah! Itachi seperti menjelma menjadi pria 'suami takut istri'.

..

..

..

"Waa! Kau memasak semua ini." kata Itachi takjub dengan pelbagai jenis masakan di atas meja.

"Ya, kau pikir siapa? Koki!" Naruto berkata ketus, ia menyendok nasi ke dalam mangkuk nasi Itachi.

"Hehehe...aku pikir kau wanita kantoran." Itachi tertawa geli.

"Ck! Ada-ada saja! Cepat sana makan." bentak Naruto tapi ia tersenyum tipis.

..

..

..

Seluruh keluarga Uchiha dan Namikaze mengunjungi rumah pasangan pengantin baru Itachi dan Naruto, mereka berbondong-bondong mendatangi rumah agam pasangan itu.

Sepupu mereka yang tidak sempat datang ke acara pernikahan mereka datang membawa kado. Kado yang sangat memalukan.

Seperti pengaman, baju renang seksi untuk Naruto, celana boxer untuk Itachi, baju couple berwarna pink, ada juga yang memberi kado yang layak, dan Kado besar berupa barangan bayi.

Itachi dan Naruto tersentak saat melihat kado itu, mereka berpandangan dan menghela napas.

Jujur kado itu adalah istimewa untuk pasangan pengantin baru seperti mereka tapi apakah mereka bisa memiliki momongan. Satu persoalan yang harus dipertaruhkan oleh Itachi dan Naruto.

..

..

Naruto menghantar seluruh keluarga Uchiha dan Namikaze di depan pintu, mereka dengan semangat melambaikan tangan.

"Apa mereka terlalu berharap pada kita." perkataan ambigu Naruto menyadarkan Itachi.

"Apa kita harus melakukannya sekarang." ujar Itachi dengan polos.

"Yah! Kita harus melakukan-nya!"

Naruto menyeret Itachi masuk ke kamar mereka, menghempas tubuh tegap Itachi ke kasur. Entah kekuatan apa yang digunakan oleh Naruto bisa menghempas tubuh Itachi.

"N-naruto! J-jangan ber-bercanda!" Itachi mencoba untuk kabur.

"Aku tidak bercanda Itachi! Lakukan atau kau akan menyesal!" balas Naruto dan wanita itu sengaja memancing gairah Seorang Uchiha Itachi.

"Baiklah."

Itachi membalikkan keadaan mereka. Naruto berada di bawahnya, Itachi menumpukan kedua siku-nya di antara tubuh sintal Naruto.

"Kau cantik," jeda "kau juga wanita yang jutek, dingin, dan datar tapi sekarang kau liar." ujar Itachi.

Itachi mengecup kening, pipi, mata, hidung, dan melumat bibir merah muda istri-nya. Naruto mendesah pelan ketika Itachi mengigit cuping telinga Naruto dengan seksual.

Itachi beralih ke leher Naruto. Kulit putih mulus Naruto bisa memperlihatkan urat-urat lehernya, sungguh pemandangan yang menggoda iman Itachi.

Gigit, lumat, dan kecup. Itachi merangsang nafsu Naruto. Akhirnya Naruto mendesah berat, Itachi menggoda inti kewanitaan-nya.

Entah sejak kapan pakaian mereka terlepas dari tubuh mereka, Itachi mengecup seluruh tubuh sintal Naruto akhirnya wajahnya berhenti tepat di area kewanitaan Naruto. Dapat mata hitam Itachi lihat. Tidak ada bulu-bulu di area itu dan memperlihatkan MissV yang tembab dan berwarna pink.

Itachi menjilat tanpa rasa jijik, ketika Naruto ingin melepaskan hasratnya Itachi berhenti dan mendapat delikkan maut dari Naruto.

Itachi memposisikan MrP miliknya tepat di MissV Naruto. Dengan satu hentakan Itachi memasukkan seluruh MrP-nya.

Jeritan kesakitan Naruto. Dengan kesal Naruto menampar wajah Itachi.

"SAKIT BODOH!" teriak Naruto menjambak rambut Itachi.

Itachi tidak menjawab. Ia mengerakkan pinggul-nya. Desahan demi desahan di kamar mereka.

Dan pekerjaan mereka berlangsung lama sehingga 3.00 am.

..

..

..

..

TBC!

GOMEN! saya lambat update, saya berharap chapter ini memuaskan. Lemon-nya menjadi ato tidak. Huhuhu...