Pertama desy dan gimo mengucapkan terimakasih pada chingudeul yang sudah berkenan membaca dan BERSEDIA MEREVIEWS FanFict kami ^^

Okee... Ini dia ! Chapter 2 yang mungkin sudah di tunggu2 oleh kalian semua ! *plakkk*

Title : Europe, I'm coming !

Authors : Gimo Michiko andDesySeungho ShawolShinee

Pairing : EunHyuk, Donghae

Length : Chaptered

Genre : Fluffy, Romance-Comedy

Rating : T

Tag : EunHyuk, Donghae, Super Junior

Summary : Hyukkie dan Donghae akhirnya sampai di Eropa. Namun...

/"What?" teriak Donghae tidak terima./

/"Are you sure, miss?" tanya Hyukkie pada resepsionis hotel./

/'Koh Endhong, lihat saja pembalasanku setibanya di Korea!'/

/"Aku yang tidur di kasur!" klaim Hyukkie./

/"Enak aja! Jatahmu ya tidur di sofa!" protes Donghae./

/"Huwek!"/

Uppss... Apa yang terjadi yah dengan Hyukkie? Daripada penasaran... Let's check out ^^

A.N : Gender-switch, typos, garing, abal. Maka kami berdua membutuhkan REVIEWS, KRITIK, SARAN ^^ Gomawoooo~~

BUKAN YAOI ! TIDAK ADA UNSUR BOYS-LOVE, NC dan sebagainya... jadi jangan ragu untuk membaca ^^

Oke, langsung ajja ... Happy reading dears ^^

Gimo Michiko and DesySeungho ShawolShinee proudly present ::

Chapter 2 :: *Europe, i'm in nightmare!*

*author pov*

Bandar Udara Internasional Malpensa…

Syuuuuuuungggg… *pokoknya suara pesawat mendarat =P*

Setelah terbang selama 12 jam dan selama itu pula Hyukkie dan Donghae tetap tertidur dengan posisi kepala Hyukkie bersandar di bahu Donghae, akhirnya pesawat itu mendarat di Bandara Malpensa. *buset.. tidur 12 jam =="*

Hyukkie membuka matanya perlahan dan mendengar sebuah dengkuran di sampingnya. Menyadari kepalanya bersandar di bahu Donghae, Hyukkie segera mengangkat kepalanya karena takut kalau Donghae tau maka dia bakal di ledek habis-habisan oleh si ikan. Bukan hanya itu, Hyukkie gengsi donk! Masa mesra-mesraan sama mantan pacarnya? Beuhh… Kata-kata itu sudah di CORET dari kamus online—coret—hidupnya.

Hyukkie melirik sekilas Donghae yang masih terlelap dalam wonderland lengkap dengan mulut terbuka dan cairan bening yang mengalir dari sudut bibirnya. 'Si ikan Mokpo ini bahkan jadi semakin mirip ikan kalau lagi tidur. Udah mangap, ngiler lagi… =='

"Ya! Ikan Cucut bangun! Tidur mulu! Pesawat udah landing tau!" Hyukkie membangunkan Donghae sambil menimpuk kepala Donghae dengan jari-jari lentiknya. *bo'ong banget, member SuJu yang jarinya lentik cuma si Cinderella doank xD*

"Hah? Apa? Gempa? Longsor? BANJIRRRR?" teriak Donghae kebingungan sambil mengelap iler dengan punggung tangannya dengan tampang babo ala Yesung.

"BANJIR ILER LO! Pesawat udah LANDING babo! Heran deh, kayaknya babo-nya Yesung ahjussi udah nurun ke dirimu." Hyukkie menggelengkan kepala penuh dramatis.

"Yaelah! Dia kan babe gue! Buah jatuh nggak jauh dari pohonnya, inget nggak lu? Eh, lupa aku kalau kau ini nggak lulus SD," kata Donghae cuek lalu beranjak dan meninggalkan Hyukkie turun dari pesawat.

~IkanCucutLophKunyuk~

'Aisshhhh… Kenapa malah aku sih yang ditinggal sama dia? Tau gini mending tadi nggak usah ku bangunin si ikan amis itu! Biar ketinggalan di pesawat! ' rutuk Hyukkie dalam hati sambil menatap tajam namja yang sedang berjalan santai jauh di depannya.

"Ikan cucut!" teriak Hyukkie sambil melempar salah sepatu hak tingginya ke arah Donghae.

FAILED! Lemparannya meleset dan sukses masuk ke tong sampah. 'Ukhhh...' Hyukkie kecewa, tapi Hyukkie ternyata tak pantang menyerah, ia segera melempar sepatu hak tingginya yang satunya.

FAILED AGAIN! Lemparannya lagi-lagi melenceng dan...

'Byur!'

Sepatu mahal nan malang itu sukses masuk ke ember berisi air pewangi yang sudah kotor yang sedang digunakan oleh cleaning servise untuk mengepel. Hyukkie melengos... 'Damn! Pokoknya kali ini harus berhasil!' Tanpa ragu Hyukkie melepas tas selempang kesayangannya yang berbentuk monyet coklat sedang makan pisang.

'Duagh!'

'Horay!' Lemparan tas selempangannya berhasil mengenai kepala Donghae.

"Wadaw!" ringis Donghae karena mendadak ia merasa kepalanya berhiaskan bintang-bintang yang berputar. Setelah sadarkan diri ia menoleh ke belakang, "Apaan sih Kunyuk! Sakit tau!"

Hyukkie mengembungkan pipinya dengan lucu. "Tunggu aku BABO! Tau nggak bokongku tepos gara-gara nemplok berjam-jam di kursi pesawat!"

Donghae mengkerutkan keningnya, "So? Apa urusannya sama aku?"

"Pijitin kek! Gitu aja lolanya minta ampun, cape deh! Ahhh iya dink, aku lupa.. otakmu kan sebesar otak ikan =P"

Donghae melotot, "Mwo? Pijitin bokong datarmu? Ogah! Amit-amit, cuih!"

Hyukkie menendang koper besarnya. "IKAN CUCUT! NYEBELINNNN...!"

Donghae juga ikutan membanting tasnya. "KUNYUK JELEKKKK!"

"BABO NAMJA!"

"YEOJA MENTEL!"

Dari bola mata kedua muda-mudi itu terpancar aura kelam penuh kejahatan. Untunglah Hyukkie udah belajar menirukan tatapan iblis ayahnya, Cho Kyuhyun. Sementara Donghae yang sering memperhatikan adegan perang Umma dan Appanya kalau sang Appa lebih memperhatikan kura-kura kesayangannya daripada istrinya, Wookie. Dan Donghae mengeluarkan tatapan marah sang Umma yang memang terkenal dengan kepolosannya tapi kalau udah marah? Beuhhh... Bulu-bulu ayamnya Onew bisa rontok seketika. *Apaan coba?*

Mendengar kegaduhan yang dilakukan oleh Donghae dan Hyukkie seluruh mata melihat ke arah mereka. Bisikan seluruh orang dibandara tertuju pada mereka berdua, "Sttt... sttt...sttt... lihat tuh!"

"Mereka gila ya?"

"Mereka penjahat kali..."

"Ahhh... Bukan.. Mereka sales sendal swallow," kata salah satu author *author dilempar benda tajam gara-gara ngerusuh.*

"Apaan lihat-lihat! Wush-wush!" bentak Hyukkie sambil menggoyangkan tangannya ke semua orang yang tengah melemparkan pandangan dasar-orang-nggak-punya-malu. Lagak Hyukkie bener-bener kayak menggusah ayam milik Onew yang sering ngemis beras ke rumah author. *Plak*

Donghae yang indra malunya mulai berfungsi segera menepuk kepalanya pelan. "Dasar yeoja gila!" rutuknya. Saat melihat seorang satpam berjalan mendekati mereka, tanpa pikir panjang Donghae segera mengambil tasnya juga tas selempang—bergambar monyet—Hyukkie dan berakhir dengan menyeret Hyukkie.

"Aish! Lepasin tanganku, sakit tau!" bentak Hyukkie.

"Pegang kopermu, Kunyuk. Cepetan!" perintah Donghae.

Hyukkie memegang kopernya, "Waeyo?"

"Kabur BABO!" Donghae langsung berlari dan menyeret Hyukkie ikut bersamanya.

Hyukkie kelimpungan karena nggak bisa mengimbangi langkah besarnya Donghae, "Ahh... Ikan cucut! Aku nggak pake alas kaki, malu atuh!"

"Emang gue pikirin!" ledek Donghae masih tetap berlari.

Hyukkie merengut dengan lucunya. Setelah berhasil keluar dari arena bandara, mereka langsung ngos-ngosan.

"Caaapppppeeee! Ngapain sih nyeret-nye..." protes Hyuukie terbungkam oleh tangan Donghae.

"Sekali aja, diem bisa nggak, heh!" bentak Donghae. "Sekarang kita harus ke hotel secepatnya."

Hyukkie melepas tangan Donghae paksa. "Naik taxi kan?"

Donghae mendengus. "Naik bajaj! Ya jalan kakilah! Emang kau punya uang?"

"Mwo?" teriak Hyukkie.

"Ya udah kalau nggak mau," kata Donghae langsung meninggalkan Hyukkie.

"Aish... tunggu ikan cucut!" teriak Hyukkie sambil menarik tangan Donghae.

"Apa lagi, heh?" tanya Donghae sebal.

Hyukkie mengerucutkan bibirnya. "Lihat kebawah!"

Donghae menunduk lalu mendangak lagi dengan tatapan sebal. "Nggak ada koin."

'Plak!'

Hyukkie mengeplak kepala Donghae. "Ikan cucut babo! Lihat yang bener! Aku nggak pakai alas kaki tau! Panas nih aspalnya!"

Donghae meringis sambil mengelus-elus kepalanya yang nyut-nyutan. "Ntar beli sandal cepit di emperan, gitu aja kok repot!"

Hyukkie melotot dan dalam hati ia membatin, 'Pakai sandal cepit? Gya...! Nggak ada modis-modisnya!'

Selama Hyukkie tengah berkutat dengan pikirannya sendiri, ternyata Donghae telah meninggalkannya dengan jarak yang cukup jauh.

'Aissshh! Kenapa sih tuh anak hobi banget ninggal orang?' Untunglah Hyukkie sadar dengan cepat, "Ikan cucut, tunggu! Panas nih! Awwww..."

Donghae memutar badannya dan menghampiri Hyukkie lalu tanpa pikir panjang segera menggendong Hyukkie ala bridal style. *So sweet*

"Ahhhh! Donghae-yaa! Koperku ketinggalan babo!" teriak Hyukkie saat sadar tangannya nggak menggenggam tangkai koper. ==" Ya ampun...

*Pasangan babo xD*

~IkanCucutLophKunyuk~

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Roma, mereka akhirnya menginap di hotel yang telah dijanjikan oleh Koh Endhong. Hotel tersebut berlokasi di Livorno, Italia. Dan setelah perjalanan melelahkan dan membuat mereka terlihat seperti gelandangan *plak* mereka akhirnya tiba di hotel.

"What?" teriak Donghae tidak terima.

"Are you sure, miss?" tanya Hyukkie pada resepsionis hotel.

Donghae dan Hyukkie ternyata telah ikut kursus bahasa Inggris. Semua dipersiapkan secara matang untuk holiday impian mereka. Tetapi holiday impian mereka tiba-tiba menjadi malapetaka. Kenapa bisa begitu? Karena mereka dijatahkan hanya satu kamar saja! SATU KAMAR BERDUA! Wuaaaawwww!

Yeoja resepsionis mengangguk mengiyakan. Donghae mengebrak meja resepsionis, di dalam hatinya ia bersumpah, 'Koh Endhong, lihat saja pembalasanku setibanya di Korea!' Tanduk Wookie Umma ketika marah tiba-tiba muncul di kepala Donghae.

Sementara itu di kios Koh Endhong...

'Huk.. Uhuk...'

Koh Endhong tersedak ketika memakan bakpaonya. Ia segera minum dari gelas di sebelahnya. "Sepertinya, aku harus pindah kios. Aku merasa nyawaku terancam, Omo!" Koh Endhong memegang kedua pipinya dan membulatkan mulut besarnya.

~IkanCucutLophKunyuk~

Donghae membuka pintu kamar hotelnya lalu masuk disusul oleh Hyukkie. Kamar yang tanpa penerangan memancing naluri Donghae untuk menekan tombol saklar lampu. Olala... ternyata kamar yang mereka tempati amat teramat sempit! Lihatlah, fasilitasnya hanya ada sebuah kipas angin butut, kamar mandi berukuran 2x2 meter, lemari usang, tv berukuran 14 inchi *hotel apaan tuh?* dan yang tak kalah heboh adalah...

"Aku yang tidur di kasur!" klaim Hyukkie.

"Enak aja! Jatahmu ya tidur di sofa!" protes Donghae.

Ternyata oh ternyata, udah kamarnya sempit ditambah cuma ada single bed lagi. Aish... Koh Endhong SUNGGUH TERLALU!

"Ngerti istilah lady first, huh?" tanya Hyukkie sambil berkacak pinggang.

"Emang dirimu lady? Mana mungkin seorang lady bisa sekasar dirimu!" balas Donghae sambil menunjuk Hyukkie dengan dagunya penuh angkuh.

"Ugh!" Hyukkie kehabisan kata-kata karena memang benar yang dikatakan Donghae.

Donghae memutar bola matanya lalu menghela nafas panjang. "Gini aja, pake batu gunting kertas dan yang menang tidur di kasur sedangkan yang kalah di sofa, oke?" tawar Donghae.

"Siapa takut!" jawab Hyukkie percaya diri.

Kesepakatan pun dimulai. Siapakah yang beruntung itu?

"Batu..."

"Gunting..."

"Kertas..."

"Tisue..."

'Ctak!'

Donghae menjitak kepala Hyukkie. "Serius dikit napa?" cerca Donghae.

Hyukkie meringgis, "Ne...ne...ne..."

Yak permainan dimulai lagi dan hasilnya adalah... jenk... jenk...

"Aish... sial! Sial! Sial!" rutuk Hyukkie tak henti-hentinya. Ia berbaring di sofa yang sama sekali tak empuk. Hyukkie sangat mengutuki kesialannya. 'Kenapa si ikan cucut itu yang menang? Padahal kan aku ini pemenang lomba Batu Gunting Kertas 15 tahun berturut-turut setingkat RT. Huffh!' batin Hyukkie esmosyong.

Sementara itu Donghae yang berbaring di kasur yang empuk hanya bisa cekikikan merayakan kemenangannya.

Hyukkie tiba-tiba saja bangkit berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi. Rasanya gerah dan ia ingin mencari kesegaran di kamar mandi. Sesampainya di sana, Hyukkie mandi dan parahnya ia minum air yang mengucur dari shower! Istilahnya kayak sambil menyelam minum air.

Bagaimana Hyukkie nggak haus? Sejak di pesawat hingga di hotel, ia hanya minum segelas air yang disodorkan oleh pramugari dan itu sangat membuatnya hampir pingsan karena dehidrasi.

"Argh... segar!" Hyukkie membuka mulutnya lebar, membiarkan air yang mengucur dari shower memenuhi rongga mulutnya. Di dalam benaknya sudah termemori bahwa air di Eropa bisa langsung minum layaknya di Korea.

'Tok...tok...tok...!'

"Hyukkie, kau nggak sedang minum air di kamar mandi kan?"

"Memang kenapa, huh? Pengen?" jawab Hyukkie sinis.

"Minum air keran? No way, lagian tadi aku dapat info kalau dilarang minum air dari keran di hotel! Katanya lagi dalam perbaikan dan diberi kaporit dalam jumlah banyak!" peringat Donghae.

Hyukkie yang terlanjur meminum banyak air keran langsung mules mendadak. Ia berlari ke wastafel lalu muntah tak karuan.

"Huwek!"

Donghae yang mendengar suara muntah Hyukkie hanya mampu cekikikan sambil memegang perutnya karena omongannya tadi hanyalah bualan Donghae untuk mengerjai Hyukkie. 'Haha… Dasar Hyukkie polos… Gampang banget di bo'ongin… Nurun dari Umma-nya kali ya? SungMin ahjumma. Dia mudah banget ketipu sama gombalannya Kyuhyun ahjussi, Kyuhyun ahjussi bilang cuma ada sungmin ahjumma di hidupnya. Toh mpe sekarang Sungmin ahjumma sering di duain sama PSP atau PS kesayangannya Kyuhyun ahjussi. Hahaha…'

*Bukannya sama aja ya nasibnya ama Umma-mu hae? Appa-mu kayaknya lebih sayang sama kura-kuranya daripada Umma-mu =P*

Ckleeekk...

Pintu kamar mandi mendadak terbuka, Hyukkie muncul dengan wajah pucat. Donghae yang daritadi masih asyik ketawa karena kepolosan Hyukkie pun kaget karena mendadak Hyukkie memandangnya dengan tatapan menyelidik khas Appa-nya, Kyuhyun. Yupss,, ternyata gen kepolosan umma-nya dan gen evil appa-nya menurun dengan sempurna dalam tubuh Hyukkie.

"Ya! Kenapa kau tertawa, huh? Ada yang lucu?" teriaknya.

JEGEERRR!

Donghae mendadak kaget karena dibentak Hyukkie. Sejenak Donghae terdiam dan kemudian tertawa lepas saat melihat wajah Hyukkie yang terlihat pucat.

"Mwuaaaahahhahahah! Pabo! Kau percaya aja sama perkataanku? Aku cuma bohong tau!" seru Donghae ditengah-tengah derai tawanya. Donghae masih asyik memukul-mukul tembok saat melihat ekspresi Hyukkie setelah mendengar kalau air-keran-berkaporit-banyak itu cuma bohongan.

Set!

Tiba-tiba Hyukkie menghilang dihadapannya saat Donghae udah nggak memukul-mukul tembok lagi. Euh? Kemana Hyukkie?

Brukkk!

Donghae menoleh saat ia mendengar sesuatu di jatuhkan dengan kasar. Ternyata Hyukkie menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan memiringkan tubuhnya ke sandaran sofa, sehingga Donghae tak bisa melihat wajahnya.

'Uuups? Apa aku keterlaluan?' batin Donghae saat melihat tindakan Hyukkie yang tak biasa itu. Biasanya Hyukkie bakal langsung marah-marah dan memaki-maki Donghae kalau Donghae mengerjainya. Tapi kenapa saat ini Hyukkie malah langsung tidur? Tanpa mengucapkan apa-apa pula padanya.

Donghae yang merasa sedikit bersalah segera menghampiri Hyukkie dan memegang bahunya. "Hyukkie? Gwaenchanna?" tanyanya sedikit khawatir. Tapi Hyukkie sama sekali nggak bergerak. 'Ahhh... paling juga ngambek... Biasanya besok juga baikan sendiri...' batin Donghae sambil berjalan ke kasurnya. Donghae merebahkan diri di kasurnya dan menarik selimutnya. Namun matanya masih tertuju pada sofa tempat Hyukkie tidur. 'Ukhh.. kenapa aku jadi merasa bersalah gini sih?'

Akhirnya Donghae bangkit sambil membawa selimutnya, ia menghampiri sofa Hyukkie dan menyelimuti tubuh mungil (?) *kurus kaliii ==" haha* Hyukkie dengan selimutnya.

'Aissshhh, pasti dia tadi haus banget sampai nekat minum air keran. Huft, aku babo banget yah? Malah bikin dia marah... Apa yang harus ku lakukan? Ahhh! Aku tau...!'

Donghae membuka pintu kamar dan keluar untuk membeli segelas susu coklat panas. 10 menit kemudian Donghae kembali dengan segelas susu coklat yang mengepul di tangannya. Donghae meletakkan susu itu di meja dekat sofa tempat Hyukkie tidur. 'Hyukkie-ya... Maaf aku nggak bawain susu strawberry kesukaanmu itu, kau tau kan kalau aku alergi bau strawberry? Jadi ku bawakan susu coklat... Kalau kau terbangun, diminum yah? Mianhae... Tadi aku hanya bercanda untuk mengerjaimu, aku nggak tau kalau reaksimu bakal kayak gini...'

Donghae terus memandangi wajah Hyukkie sambil tersenyum. Ya... Mantan pacarnya itu belum berubah sedikitpun, sifatnya... wajah imutnya... Ahhh... Pokoknya nggak ada yang berubah dari seorang Hyukkie sejak pertama kali Donghae mengenalnya sampai sekarang. Tanpa sadar Donghae menyibak rambut Hyukkie yang menutupi wajah manisnya. "Walaupun kau galak, kasar, babo, kayak monyet... Tapi kalau kau sedang tidur seperti ini, kau terlihat polos sekali... Kayak bayi... Hihi..." gumam Donghae sambil merapatkan selimut Hyukkie.

Sret!

"GROOOKK! GROOOKKK! FIUWIUWIUWIU... GROOOKKK! FIUWIUWIUWIU..."

Olalalaaaa... Ternyata Hyukkie NGOROK! Langsung saja Donghae ilfil dan menjatuhkan diri di kasurnya sambil bergumam... "Aighoo~~ bocah itu,, baru 5 menit yang lalu dia bikin aku kagum, tapi gara-gara ngorok-nya itu ilang deh kagumnya ==" Aisshhh.. Tidur ajalah... Capekk..."

~tbc~

Nahhh... Apakah besok pagi Hyukkie masih ngambek sama Donghae? Ataukah Hyukkie nggak marah sama sekali? Apa yang akan dilakukan mereka berdua keesokan harinya? Silahkan tunggu di chapter berikutnya... Kalau mau chapter selanjutnya di publish... REVIEWS!

Gimo Michiko and DesySeungho ShawolShinee pamit, ANNYEONG... *deepbow