"Akkhhh.. Nii-san.. kepalaku"
Teriakan seorang pemuda menggema seisi kamar aparteman yang di dominasi warna putih itu. Kedua matanya terbelalak menahan rasa sakit tak terkira di syaraf kepalanya. Tangan kanannya mencengkram erat kepalanya. Sedangkan di sampingnya terdapat sang kakak yang juga merupakan dokter jiwanya tengah sibuk menenangkan pria itu. Raut wajahnya terlihat sangat khawatir, tentu saja ini merupakan hal tidak baik. Namun setelah beberapa menit berlalu akhirnya sang pria mulai tenang dan mampu menguasai dirinya pemuda itu bersandar di atas kasur terapinya.
"Apakah hal ini sering terjadi?" tanya Itachi penuh selidik.
"Ya.. Dalam minggu ini sudah beberapa kali ini."
Deg..
Perasaan takut menghinggapi Itachi, ia tahu betul apa yang sedang terjadi pada adiknya. Hanya saja Sasuke belum memahami semuanya. Pasti iblis itu mulai memberontak segelnya. Dan itu sama sekali bukan hal yang baik. Jika sang iblis berhasil mengambil alih tubuh adiknya. Ia akan kehilangan adiknya selamanya. Yah.. Sembilan tahun lalu dengan segala upaya Itachi berhasil menyegel iblis itu. Ia melakukannya karena tak ingin semakin banyak peristiwa berdarah terjadi. Walaupun konsekuensinya ia harus kehilangan adiknya. Namun untung saja nyawa Sasuke terselamatkan, hal itu jugalah yang menjadi pertanyaan Itachi. Hanya saja Sasuke harus membayar mahal semua itu dengan kehilangan semua ingatannya.
Itachi tahu iblis yang ada dalam diri Sasuke tak pernah benar-benar lenyap. Beberapa kali 'diri lain' Sasuke mengambil alih tubuhnya ketika hal-hal mengerikan terjadi padanya.
Seperti kejadian 3 tahun lalu saat ia di hajar oleh sekelompok berandal di Jerman . Sasuke berhasil menghabisi semua berandal itu tanpa harus mengotori tangannya. Itachi tahu hal ini karena tak ditemukan bekas luka/racun dalam tubuh korban. Polisi setempat pun ikut heran akan hal itu, mereka tak mampu mengungkap pelakunya karena hal ini terlalu tak logis. Alhasil Sasuke terlepas dari dakwaan walaupun semua alibi sang tersangka utama mengarah padanya. Di lihat dari cara kematiannya, jantung sang korban bisa berhenti mendadak walaupun mereka tak memiliki riwayat penyakit jantung. Hal ini bisa saja terjadi jika seseorang terkena mantra dalam buku sihir kuno.
Namun tidak sampai disitu saja pernah suatu waktu ada seorang pria mabuk yang membuat Sasuke marah lantas keesokan harinya pria itu ditemukan tak bernyawa dalam keadaan mengenaskan dan masih banyak hal mengerikan lainnya.
Sasuke sendiri pun tak mengetahui hal itu karena bukan ia sendiri yang melakukannya melainkan dirinya yang lain. Tapi kenapa setelah sekian lama iblis itu muncul kembali? Apakah ada hal mengerikan yang menimpa Sasuke baru-baru ini. Ingin sekali Itachi mengatakan perihal iblis itu pada Sasuke namun ia tak berani menanggung resiko, ia takut ini akan menjadi bumerang untuk adiknya kelak. bagaimana jika iblis memanfaatkan ingatannya sebagai celah tuk 'jalan penyatuan' mereka karena diri Sasuke di masa lalu merupakan seorang manusia iblis. Dengan susah payah ia mengeluarkan Sasuke dari kegelapan. Ia tak ingin adiknya terjebak ke lubang yang sama lagi.
Itachi terpaksa menutupi semuanya. Ia hanya mengatakan jika gejala yang Sasuke alami merupakan murni penyakit DID (dissociative identity disoeder) atau seseorng yang memiliki kepribadian ganda karena pada faktanya dalam diri Sasuke terdapat diri lain yang sama-sama menghuni tubuhnya.
"Adakah hal mengerikan yang terjadi padamu pada dirimu?"
"Tidak.. hanya saja diriku yang lain mengatakan jika ia harus menemukan seseorang yang penting"
Deg
Bermacam pertanyaan pun muncul dalam benak Itachi, apakah selama ini Sasuke dan iblis itu saling berkomunikasi satu sama lain? Bagaimana bisa dan sejak kapan? Dan siapa orang penting itu.
"Ap-apa kau bisa berbicara dengannya?"
"Ya.. dalam mimpi"
"Apakah sering?"
"Tidak.."
"Apa yang ia bilang padamu?"
"Entahlah.. Ia hanya bilang itu.. oh dan dia juga bilang kalau dia memiliki apa yang tak aku miliki.."
Itachi berpikir sejenak. Ia lirik wajah adiknya dengan seksama, tak ada kebohongan di matanya. Namun pikiran Itachi sedang buntu. Siapa orang penting yang dimaksud iblis itu? Apakah menyangkut orang di masa lalu Sasuke.
"Apakah kau tahu siapa yang orang itu?
"Tidak.."
Seorang perempuan terlihat sibuk memarkirkan mobilnya di sebuah parkiran yang terisi penuh. Beruntung masih tersisa satu tempat lagi untuk mobilnya. Hanya saja jarak antara mobil terlalu rapat jadi ia harus ekstra hati-hati agar tak menyenggol mobil lainnya. Sejak seminggu yang lalu Sakura memutuskan pindah ke apartemen baru. karena apartemen lamanya terlalu jauh dengan rumah sakit dan sekolah Sarada.
Dengan pindahnya mereka kesana ia harap Sarada tak perlu lagi menunggu lama jemputan darinya apalagi belakangan pasien di rumah sakit terus bertambah jadi terpaksa ia harus bekerja lembur. Sebenarnya Sarada bersikeras tuk pulang sendiri dengan menggunakan bus tapi Sakura melarangnya. Ia merasa khawatir jika Sarada pulang sendirian apalagi belakangan ini marak kejadian kriminal.
Setelah dinilai pas posisinya Sakura segera memundurkan mobilnya. Namun belum sempat mobilnya masuk sempurna terdengar suara tabrakan yang mengagetkannya.
BRAAKKK
Otomatis ia segera keluar mobil dan melihat keadaan mobil di sampingnya.
"Ya tuhan... mati aku..."
Pintu samping mobil Audi berwarna hitam yang ada di sampingnya penyok akibat tertabrak mobilnya. Sakura panik lantas segera saja ia mengambil pulpen dan kertas dari dalam tasnya lalu ia catat sebuah catatan di kertasnya.
"Maaf aku telah menabrak mobil anda. Tapi aku akan mengganti semua kerugiannya. Tempat tinggalku di lantai 606 dan no hp ku 0107xxxxxx (Sakura) ^^ "
Itachi melihat-lihat isi rak buku yang ada di apartemen adiknya. ia penasaran apa yang dibaca sang adik. Lalu matanya tertuju pada sebuah buku yang sudah tak asing lagi baginya. Rastros do Oculto karya Daniel Mastral penulis dari Brazil.
Tentang stargate-portal.Mastral, mantan seorang Pemuja Setan yang berperingkat tinggi, dilatih secara khusus untuk memimpin kelompok mereka di Brasil, namun membelot berpaling kepada Kristus dan menjadi Evangelis. Dalam buku itu ia menyatakan bahwa okultisme, sihir dan Satanisme berusaha keras membuka portal dan melakukan komunikasi dengan malaikat jahat yang terusir atau setan. Pengetahuan esoteris masa lalu yang diturunkan oleh setan dihimpun dalam bentuk ritual, dalam rangka untuk membuka portal dan menjauhkan orang dari Tuhan, memastikan kutukan mereka. Penderitaan seperti sudah menjadi sahabat
Itachi menatap lekat wajah adiknya lekat-lekat. Apa yang ada di dalam benaknya saat ini? Apakah ia mulai tertarik kembali mempelajari hal-hal itu. Ia segera mengambil buku itu dan memberikannya pada Sasuke.
"Sasuke.. buku ini.. apa kau yang membelinya+"
"Buku apa ini? Aku tak pernah membelinya.."
Itachi tertegun. Apa mungkin? Astaga.. ini tak boleh terjadi.
Setelah kejadian sembilan tahun yang lalu Sasuke telah menjadi orang yang baru. Ia bukan lagi orang yang dipenuhi dengan kegelapan. Ia telah berubah menjadi orang yang baik ia tak mau adiknya kembali lagi ke jalan kegelapan.
Kesalahannya memang Fatal. Merusak kehidupan orang tak bersalah bahkan sampai menghilangkan nyawa orang tak berdosa. Semua itu adalah perbuatan yang telah melanggar norma hukum, sosial dan agama. Beruntung tak ada korban yang menuntutnya dan semua telah tersimpan rapat-rapat. Hanya saja fakta itu tak bisa membuatnya tenang. Rasa ketakutan itu masih ada bahkan bertambah parah.
Pandangan Itachi beralih menatap langit yang ada dibalik kaca kantor adiknya. pikirannya melayang jauh, memikirkan berbagai macam kemungkinan-kemungkinan akan terjadi di masa depan.
Di sisi lain Sasuke merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.
AKHH...
Teriakan Sasuke mengalihkan kembali pandangan Itachi, ia segera menghampiri tempat duduk adiknya tuk menenangkannya.
"Sasuke.."
Ia masih saja meraung-raung namun beberapa detik kemudian Sasuke kembali tenang. Itachi mengguncang-guncang tubuhnya kembali.
"Kau tak apa-apa, Sasuke?"
Diam.
Diam.
Diam.
Mata Sasuke menyeringai dan manatap Itachi tajam. Sebuah tatapan tak biasa. Tatapan yang penuh sirat dan makna. Makna yang mungkin berarti senang, benci atau rindu. Mata Itachi terbelalak ia kenal betul seringai khas itu.. seringai yang sudah lama tak ia lihat.. tidak mungkin...
"Lama tak bertemu Itachi-nii"
Sudah pasti dan tak salah lagi. Hanya dia lah yang memanggilnya seperti itu. Itachi masih tak percaya.
"Kenapa kau tak menjawab pertanyaanku Itachi-nii? Apakah seperti ini kau menyambut adikmu setelah sembilan tahun tak bertemu."
"Tidak.. kau bukanlah adikku.. k-kkau adalah iblis"
"Tentu saja aku adalah adikmu.. aku masih ingat semua memori-memori indah kita sewaktu kecil terutama memori malam itu.."
Itachi tak mampu berbicara apa-apa lagi. Bingung, apakah benar ia adalah adiknya atau kah iblis yang berpura-pura jadi adiknya?
"Itu tak mungkin.."
"Kau mengenalku dengan baik Itachi-nii"
Jika dilihat dengan cara bicaranya, tak salah lagi jika dia memang adiknya. tetapi bagaimana bisa? Bahkan nada bicaranya sangat mirip Sasuke dulu. Ia berharap ini semua murni hanya did Sasuke saja. "Sasuke.. kau kah itu?"
"Hn.."
"T-tapi adikku telah tiada"
"Aku masih ada Itachi-nii"
Entahlah.. dia harus senang atau apa, Sasuke di masa lalu sama berbahayanya dengan iblis Itachi tak ingin ada korban jiwa lagi.
"Apa tujuanmu sebenarnya?"
Tak langsung menjawab Sasuke malah memejamkan matanya. Ia sedang menikmati aroma kebebasannya setelah sekian lama terkurung dalam tubuhnya sendiri. Sebelum akhirnya ia bangkit dan memandang keluar jendela kantornya.
"Itachi-nii.. Kita hidup di dunia di mana ada orang-orang yang menyembah Tembok di mana air membentuk gambar Maria atau bersulang dengan wajah Yesus. Aku ingin tahu apa yang akan terjadi jika penampakan roh menjadi hal yang biasa. Orang logis akan memerlukan penjelasan lain selain dari yang diberikan oleh media, tentang alien pintar yang menembus jutaan tahun cahaya atau tipuan kamera semata. sebuah konsep Portal stargate. Bahkan Smurfs menunggu penyelarasan langit tertentu untuk membangun kegelapan dan ketakutan."
Tak dapat menutupi kemarahannya, Itachi menggebrak meja Sasuke.
"K-kau..."
"Apa kau tahu soal Portal ke tubuh manusia dan portal ke Bumi?"
Tentu saja Itachi tahu mengenai hal itu. Portal ke Badan Manusia yaitu Portal ke tubuh manusia yang memungkinkan setan untuk berinteraksi dan mengendalikan manusia. Ritual yang paling mendasar adalah channeling (penyaluran), di mana medium memungkinkan berbicara dengan roh melalui mulutnya, memberikan nasihat dan perintah. Berkorban dengan darah segar, dengan perantaraan simbol, seks, musik, obat-obatan dan melakukan meditasi khusus memungkinkan setan yang berilmu tinggi memberi kemampuan spiritual lebih kepada orang-orang yang melakukannya. Kemampuan tersebut berupa penipuan Penyembah Setan klasik seperti ramalan, telepati (pesan sebenarnya disampaikan oleh setan), menciptakan api, telekinesis dll.
Sedangkan bagi pengikut yang lebih maju ilmunya, roh mereka dapat meninggalkan tubuhnya dan melakukan proyeksi astral atau perjalanan dimensi, di mana roh manusia bergerak diluar badan kasarnya, sementara tubuh mereka terbaring seolah sedang beristirahat. Dalam kondisi seperti ini, mereka juga dapat mengunjungi dan berinteraksi dengan roh-roh jahat di dimensi lain. Inilah yang disebut Portal ke Bumi.
Terdapat sembilan dimensi yang tumpang tindih dalam alam semesta ini. portal-earth laksana sebuah lift. Roh dari dimensi yang lebih tinggi bisa turun ke bawah, tapi tidak ada yang bisa naik. Manusia hidup di dimensi keempat. Di bawah dunia manusia ada beberapa setan kuat yang telah dipenjarakan oleh Tuhan sebagai penghakiman. Lucifer.
Itulah sebabnya para Pemuja Setan terobsesi dengan numerologi, gematria dan astrologi, karena ilmu-ilmu ini merupakan alat yang digunakan untuk bisa melakukan kalkulasi yang akan dilakukan dalam rangka mendapatkan manfaat dari portal untuk menghubungi roh tingkat tinggi. Perlunya Berkorban Dengan Darah Segar Roh-roh jahat tidak bisa mewujud di tengah-tengah Fifth Avenue. Mereka membutuhkan energi yang kuat yang dibuat dalam ritual darah segar agar terwujud.
Raut Sasuke terlihat tenang, ia menyamankan kembali tempat duduknya. Sedangkan Itachi masih sibuk dengan segala pikirannya, Sasuke kembali membuka mulutnya.
"Aku telah mengunjungi dimensi terendah hingga tertinggi. Aku telah melihatnya.. Seluruh jumlah portal ada 90, 72 telah dibuka dalam pergantian abad. Sembilan lagi telah dibuka pada tahun 2006 dan sisa 9 portal yang terakhir akan dibuka pada tahun ini. Semuanya nyaris sempurna.. Kedatanganku kesini tuk memimpin antikristus dan mencari putri mahkota Lucifer"
Nyaris Itachi tak percaya, Sasuke mampu mengunjungi hingga dimensi tertinggi? Setahunya hanya Lucifer lah yang mampu mengunjungi tingkat kesembilan dan yang tertinggi itu. Itu artinya Sasuke telah menemui dan menyatu dengan Lucifer. Sebenarnya sudah sejauh mana kemampuan Sasuke? Mendengar nama Lucifer ia sedikit gentar. Kali ini ia telah menemukan lawan yang tangguh tapi walaupun begitu ia tak boleh goyah, selama masih ada tuhan di sisinya ia takkan takut dengan iblis manapun.
"T-tapi.. Bagaimana bisa?"
"Sebenarnya pada malam itu aku tahu kau akan menyegel kami.. jadi aku menggunakan mantra kuno tuk menolak segel itu hanya saja sebagai konsekuensinya semua memoriku terhapus.. Untunglah Orc berbaik hati mengirim jiwaku pergi ke dimensi lain dan disanalah aku bertemu Lucifer, sekarang aku telah kembali.. aku akan menyingkirkan Sasuke yang lemah itu"
Jadi seperti itu, sekarang Itachi telah memahami semuanya. Kenapa Sasuke masih tetap hidup walaupun ia sudah menyegelnya? Namun ia masih bingung kenapa baru sekarang Sasuke muncul? Dan sepertinya ada beberapa kendala yang membuat Sasuke sulit kembali menguasai tubuhnya.
"Lalu siapa putri Lucifer itu?"
"Seorang putri yang mengalir darah manusia dan iblis di dalam tubuhnya"
Deg..
Ini sangat tak baik.. Itachi tak dapat lagi menyembunyikan rasa terkejutnya. Siapa putri itu? Ia harus mencarinya sebelum Sasuke menemukannya. Ya.. Kemungkinan besar ia adalah keturunan pemuja iblis. Biasanya orang yang memiliki hubungan keturunan keluarga dengan Pemuja Setan akan memiliki kekuatan yang luar biasa pada dirinya.
Namun hal ini hanya dapat terjadi dengan tiga cara: pertama, roh setan seksual (incubus dan succubus) yang dapat membawa air mani antara manusia. Kedua, setan yang menguasai pria lalu membuahi seorang wanita. Dan ketiga, pasangan yang dapat melewati portal dan berhubungan seks di dimensi lain.
Memang terdengar tak masuk akal. Dalam semua kasus, energi yang lebih tinggi dapat mempengaruhi DNA janin dengan cara membuatnya lebih mudah bagi individu untuk berinteraksi dengan roh dan menjadi saluran bagi kekuatan batin yang lebih kuat.
Orang normal tidak akan dapat bertahan sepenuhnya ketika dikuasai oleh setan tingkat tinggi, tubuhnya akan mati, dan itulah mengapa sebabnya channeler selalu kelelahan setelah melakukan "sesi" kontak dengan roh. Mungkinkah orang seperti sudah ada saat ini? Sasuke? seorang antikristus?
"Sasuke..sudah sejauh mana kau melangkah.."
"Aku telah melamapaui pendahulu-pendahulu kita"
Penghangat yang menyala dalam kamar tak mampu menghangatkan tubuhnya. Tubuh kecilnya menggigil dan matanya terbelalak. Keadaannya sangat kacau, ia hanya meringkuk di atas kasur bergambar frozen kesukaannya. Sarada berusaha menahan mati-matian rasa sakit yang mendera tubuhnya. Ia tak boleh kalah dengannya. Ia tak boleh menguasai tubuhnya.. tidak sekarang.. nanti.. atau sampai kapanku.
Giginya menggigit bantal keras-keras. Ia takut suara erangannya mengejutkan kakaknya. Cukup ia saja yang menanggungnya sendiri. Kakaknya tak boleh tahu jika di dalam tubuhnya terdapat seekor monster yang haus akan darah.
Jika sudah begini Sarada hanya bisa menahan semua hasrat monsternya. Terkadang jika sudah tak tahan ia akan memotong pergelangan tangannya dan menghisap darahnya sendiri. Ia tak boleh menghisap darah orang lain. Ia tak mau jadi pembunuh.. sebenarnya mahkluk apa yang ada dalam dirinya itu? Apakah ia seorang vampire atau kah apa? Sarada masih tak mengerti.
Hasratnya akan darah ia sadari ketika ia berumur 5 tahun. Pertama kali ia melihat kelinci Ame -temannya- terluka kecil, niatnya membersihkan luka itu Sarada malah tergoda mencium bau darah. Ia pun mengambil pisau mencabik-cabik kelinci manis itu dan meminumnya tanpa rasa jijik. Ame yang melihat kejadian itu jatuh pingsan dan keesokan harinya mereka sudah tak berteman lagi.
Setelah kejadian itu teman-teman menjauhinya. Ibunya telah dipanggil kepala sekolah dan sepulang dari sana wajahnya tampak sangat sedih. Ibu memberitahunya jika darah bukanlah makanan. Karena pada umumnya manusia tidak memakan itu. Sarada menyadari ia tak boleh melakukan itu lagi karena itu akan membuat ibunya sedih . Tapi sebuah hasrat semakin terpendam semakin besar. Akhirnya ia memutuskan tuk melakukan itu diam-diam.
Semua darah binatang telah ia coba namun tak ada yang benar-benar memuaskan hasratnya. Biasanya ia berburu darah pada dini hari. Dan suatu ketika ia melihat seorang pria kecelakaan sekitar jam 3 pagi. Saat itu keadaan jalan sepi, Sarada yang kasihan ingin membantunya. Tapi mencium bau darah yang menggoda ia tak sanggup menahan hasratnya. Ia pun menyantap cairan merah itu tanpa bersisa. Sejak saat itu ia tahu darah manusia adalah yang terbaik.
Tangan Sarada mencengkram erat sprei-nya, sekarang ia sudah mulai dewasa. Sudah seharusnya ia melawan monster itu. Walaupun ia harus menyiksa dirinya sendiri tapi ia tak boleh kalah.
Ting-tong.
"Sarada-chan.. Buka pintunya.. Onee-chan sedang mandi"
Teriak Sakura menggema seisi apartemen itu. Sekejap saja rasa sakit itu pun hilang. Tubuh Sarada kembali normal lagi. Ia segera keluar kamar dan membuka pintu apartemennya.
Sesosok pria berparas tampan berdiri tegak di hadapannya. Sarada mengangkat alisnya siapa pria ini? Tak mungkin kan pacar kakaknya? Sejak kapan selera pria kakaknya jadi meningkat begini?
"Kau cari siapa?"
Tangan pria itu menggosok-gosok rambut Sarada dan tersenyum manis padanya.
"Hai adik kecil aku mencari wanita bernama Sakura. Apa ia tinggal disini"
Sarada menatap sinis pada pria di depannya. "Tampan sih.. tapi gayanya sok asyik banget deh" ia segera menepis tangannya yang masih ada di kepala Sarada.
"Hei.. aku bukan adik kecil.. lagi pula sebenarnya kau ini siapa memegang kepala orang sembarangan? Dan ada urusan apa kau dengan kakakku?"
Tiba-tiba saja Sasuke menjadi kikuk. Baru kali ini ia di tolak oleh seorang anak kecil dan rasanya sakit sekali. Huft.. dia harus bersabar ini kan Cuma anak kecil.
Ia pandangi wajah jutek gadis kecil di depannya. Wajahnya malah lucu jika cemberut begitu Sasuke tak dapat menyembunyikan rasa gemas dan gelinya.
"Haha.. kau gadis kecil yang lucu sekarang cepat panggilkan kakakmu"
Tanpa perlu dipanggil lagi, gadis yang mereka bicarakan keluar begitu saja dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk pink yang menutupi daerah pribadinya.
"Tunggu sebentar Ino-chan aku akan ganti baju, habis itu baru aku akan mengantarmu memata-matai Saa"
Belum sempat Sakura menyelesaikan kata-katanya ia sudah dikagetkan dengan sosok pria yang ada di depannya. Ya tuhan.. Dia pikir yang datang itu Ino karena siang tadi Ino menelponnya dan meminta tuk menemaninya memata-matai Sai. Karena ia curiga Sai telah memiliki kekasih yang baru.
"KYYAAAAA... SASUKEE-KUUNNN"
Lekas saja Sakura berlari ke kamarnya karena malu Sasuke melihatnya dalam keadaan setengah telanjang seperti itu. Tapi sayangnya nasib baik tak berpihak pada Sakura. Karena tak berhati-hati ia malah jatuh terlentang sebelum sempat memegang kenop pintu kamarnya.
BRAKKK
"AAUUUU"
Tiba-tiba suasana jadi hening. Handuk yang Sakura pakai untuk membukus daerah pribadinya sudah terurai menampilkan bagian polosnya. Sasuke yang sadar segera membalik tubuhnya sedangkan ekspresi Sarada masih terlihat santai, sesekali ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Auch.. pinggangku.. Sarada-chan sepertinya tulang ekorku patah.."
Kasihan melihat sang kakak dalam keadaan mengenaskan seperti itu segera ia berinisiatif mengambil selimut yang ada di kamarnya. Ia tutupi tubuh kakaknya dengan selimut itu sedangkan Sasuke masih belum beranjak dari tempatnya.
"Silahkan di minum Sasuke-kun.."
Ucapan Sakura memecahkan lamunan Sasuke. Ini baru pertama kali baginya melihat tubuh perempuan telanjang secara langsung seperti itu, untuk pria seusianya memang memalukan dan nalurinya sebagai lelaki sedikit terusik, segera saja ia membuang jauh-jauh semua pikiran kotor itu.
"Ne.."
Sasuke menyeruput teh yang dibuatkan oleh gadis kecil bernama Sarada yang baru ia tahu merupakan adik Sakura.
"Gomen Sasuke-kun.. Aku tak tahu jika mobil yang ku tabrak itu adalah mobilmu tapi kau tenang saja aku akan membayar semua ganti rugi kerusakan mobilmu.. Akhh.. aku masih tak menyangka kita bisa bertemu dalam keadaan seperti ini. Benar-benar memalukan bukan"
Sejujurnya Sasuke tak mengingat gadis di depannya sama sekali namun karena ia terlihat baik
"Oh.. Tidak apa-apa.. kau tak perlu menggantinya. Aku hanya ingin memberi tahu hal itu padamu"
Sakura yang sedang menyeruput teh memuncratkan air yang diminumnya setelah mendengarkan ucapan Sasuke. Ia kaget mendengar hal seperti itu dari bekas rival terberatnya.
"Kau tak apa-apa Sakura?"
Harusnya Sakura lah yang bertanya hal itu pada Sasuke, apakah ia baik-baik saja? Apakah dia terbentur benda keras sebelum sampai disini? Atau dia telah di culik alien? Tapi Sakura pikir ini mungkin saja. Sebelas tahun bisa merubah segalanya, melihat Sasuke yang berubah baik begini membuat Sakura meleleh.
Ia meletakkan kembali tehnya lalu membersihkan bekas muncratannya tadi.
"Aku tak apa-apa. Terima kasih. Tapi aku serius mengenai ganti rugi itu"
"Tak usah.. kita kan teman lama.. anggap saja aku sedang sial"
Sekali lagi Sasuke membuatnya terperangah. Teman? Seingatnya terakhir kali ia cek mereka bukanlah seorang teman terlebih lagi setelas pemilihan ketua OSIS waktu itu.
"Sasuke-kun.. "
"sembilan tahun bisa merubah segalanya. Sebenarnya aku tak mau tahu masa laluku seburuk apa aku hanya ingin berjalan ke depan saja. Aku minta maaf jika di masa lalu aku telah membuatmu susah. Aku telah menemui banyak orang di masa laluku dan kesan mereka tentangku tidaklah bagus tapi sekarang aku ingin menjadi orang yang lebih baik aku ingin menjadi hamba tuhan yang taat"
Kata-kata terakhir dari Sasuke membuat Sakura takjub. Ia pandangi lagi pria yang duduk dihadapannya. Ia bukanlah Sasuke yang ia kenal. Penampilannya rapi dan apa itu yang menggantung di lehernya? Sebuah salib? Apakah sekarang ia sudah menjadi seorang yang religus?
Hilang sudah Sasuke yang dingin, kasar dan selalu pembenci. Yang ada di hadapannya sekarang adalah pria matang, tampan, rapi dan calon suami idaman setiap wanita. Perubahan pada diri Sasuke membuat Sakura memiliki banyak kemungkinan-kemungkinan. Mungkinkah ini takdir? Apakah ia orang yang tepat tuk membimbingku kelak?
"Tidak apa-apa.. jauh sebelum kau meminta maaf aku telah memaafkanmu"
"Terima kasih.. Sakura.. setelah menerima catatan darimu aku tahu kalau adalah wanita yang baik"
Semburat merah merona menghiasi pipi Sakura, ia tersanjung mendapat pujian seperti itu dari seorang Sasuke.
"Sama-sama"
"Aku harus ke kantor karena sebentar lagi ada meeting, ini kartu namaku.. Nanti aku akan menemuimu lagi Sakura.."
Sarada menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sang kakak yang tengah kasmaran dengan mantan teman sekelasnya yang bernama Sasuke itu. Senyum tak pernah lepas dari wajah Sakura sedangkan tangannya sedang sibuk mencuci bekas-bekas piring yang kotor. Ya ampun.. Apa ia tak melihat berapa umurnya sekarang? Kenapa seperti ABG saja.
"Apa kau sedang jatuh cinta pada pria itu?"
"Siapa?"
"Siapa lagi kalau bukan mantan teman sekelasmu itu"
Gugup karena ketahuan sang adik Sakura menjadi salah tingkah.
"T-tidak.."
"Kau pembohong yang buruk"
Ya.. harus ia akui kepintaran adiknya itu.. hmm.. sampai kapan pun tak ada orang yang dapat menipu Sarada.
"Apa kelihatan?"
"Sangat.."
Karena sudah kepalang basah Sakura berterus terang saja pada Sarada. Siapa tahu ia bisa menjadi pendengar curhat yang baik. Ewhh.. itu sangat mustahil. Gadis kecil itu umurnya saja yang muda tapi pikirannya jauh diatas anak-anak seumurannya.
"Apa kau tahu Sarada, Sasuke dan aku dulunya adalah seorang rival. Dia selalu tak mau kalah dalam segala hal dariku, baik itu dalam segi prestasi, organisasi dan kepopuleran di sekolah."
"Ewh.. memangnya kau populer di sekolah? Sulit dipercaya.."
"Tentu saja.. Waktu itu aku terpilih menjadi ketua OSIS mengalahkan Sasuke."
"Memangnya kau tahu cara memimpin? Memangnya apa saja yang sudah kau lakukan tuk sekolah"
Bibir Sakura tiba-tiba keluh tuk menjawab pertanyaan Sarada. Ia tak mengingatnya. Terakhir yang ia ingat adalah ketika kepala sekolahnya, Tsunade melantiknya menjadi ketua OSIS lalu pertengkaran hebatnya dengan Sasuke. Setelah itu ia tak mengingat apa-apa lagi. Menyedihkan memang..
"Hei.. kau tak perlu tahu semuanya, aku ini pemimpin OSIS yang hebat tahu!"
"Aku tak yakin"
Sakura kesal mendengar jawaban adiknya.
"terserah.. Kepercayaanmu tak penting bagiku tahu. lagi pula kenapa aku harus mengingat masa lalu, aku ingin seperti Sasuke hanya berjalan menatap ke depan saja. Seburuk apapun masa lalu kita dulu kita tak boleh terpaku disana saja.. Oh.. Sasuke-kun.. pria idamanku. Kau lihat kan betapa sopannya ia ketika membalikkan pandangannya saat aku jatuh tadi"
Semburat raut keresahan menghiasi wajah Sarada. Ternyata Sakura benar-benar telah jatuh cinta pada pria itu. Sarada melihat aura negatif terbesar yang pernah ia temui dalam diri pria itu. Ia dapat melihatnya.. makhluk mengerikan itu. Dan firasatnya mengatakan ini tak baik. Sekilas gambaran-gambaran buruk masa depan terlintas dalam pikiran Sarada. Sebaiknya ia menghentikan kakaknya sebelum semuanya terlambat.
"Onee-chan.. Aku mohon jauhi pria itu"
Sakura terkejut mendengar ucapan tiba-tiba Sarada.
"Kenapa?"
"Dia akan membawa petaka bagi kita"
TBC
