Disclaimer : High School DxD Ichie Ishibumi

Tentunya Saya Hanya Meminjam Karakternya Saja Dari Om Ichie XD

Rate : T/M Saya Gk Tau Pasti :v

Genre : Adventure, Supernatural, Comedy Dikit Mungkin Garing, Mungkin Juga Ada Romance

Warning : OOCIssei, OOCSaji, OC, Very2 Gaje, Saya Juga Agak Tidak Mahir Dg POV Karakter, Typo Bertebaran,Dll

Yo yo yo Pemirsa Ketemu Lagi Bersama Saya Authorr X-eet Kok Malah Mirip Youtuber Sih Yak :v (Readers : Ngelawak thor??)-_-. Yah, Ini Chapter Kedua Dari Fanfic Saya Yg Bisa Dibilang Masih,(NOOB) Dan Saya Berharap Readers Semua Bisa Menikmati Karya Saya Yg Satu Ini, Okeee Baiklah...Tanpa perlu Banyak CingCong Langsung Saja, Selamat Membaca :D

Don't Like Don't Read~

Enjoyy Reading~

Chapter 2 : Tribute Of Two Dragon

'haaah kutebak hari ini, hari yg sangat melelahkan bagiku' batin nista Issei dg memasang wajah seperti kehilangan semangat hidupnya, para murid laki2 dan sensei itu pun sweatdrop berjamaah sedangkan murid perempuan,

bisa dibilang merekaa...agak mulai mengganas (yahh...you know lah :v) "Baiklah, Issei-kun duduklah di bangku kosong disebelah gadis berambut merah dibelakang sana, Rias-san acungkan tanganmu" ucap sensei

dan gadis berambut merah darah yg sudah pasti Readers semua pasti kenal, ia mulai mengacungkan tangannya "Hai' Senseii" "nah, Issei-kun silahkan duduk segera di bangku itu karena pelajaran akan dimulai :)" dg senyum yg lebar, sensei yg kemungkinan umurnya yg menuju lansia itu berbicara dg lembut pada Issei

'kenapa senyumannya sangat mirip dg kakek...' "Sensei kalau boleh tau, siapa nama anda??" tanya Issei "ah namaku, Utsui Takuma, panggil saja Takuma Sensei..."

"wakarimashita, Takuma-sensei" dg senyuman di wajahnya, Issei langsung duduk di bangku yg sensei itu suruh, dan mengeluarkan mengeluarkan buku tulis dan alat tulis dari tasnya

"baiklah anak2, buka buku paket sejarah kalian halaman 18, kita lanjutkan bab kemarin" murid2 pun kembali keaktivitasnya masing2. Tapi, terlihat satu murid perempuan berambut crimson atau merah darah sedang mencuri pandang ke Issei

"huh?" Issei yg dipandang lama2 seperti itu kemudian "Rias-san boleh pinjam buku paketnya" ucap Issei dg seringai kerennya(Issei tau kalau Rias curi2 pandang XD)Rias gelagapan seketika dg wajah merona merah "a-ah i-ini H-hyoudo-kun s-silahkan"

"ah arigato nee, Rias-chan" masih dg seringai kerennya Issei juga memanggil Rias dg suffix chan yg membuat Rias semakin memerah dan menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya

'a-ah a-ada apa dg ku, t-tidak b-biasanya begini' Rias semakin gelagapan dalam pikirannya 'gadis yg manis,...hooohh rupanya dia Iblis ya' batin Issei dg senyum yg masih terpasang di wajah tampannya

Skip Time : Pulang Sekolah

Pada sore hari menjelang gelap, di ruang OSIS terlihat 4 gadis terduduk di sofa mereka sedang berbicara satu sama lain dan terlihat aura serius dari mereka "nee Souna, apa kau tau murid baru di kelasku yg baru pindah tadi pagi??"

"ahh itu ya, dia temannya Saji namanya Hyoudo Issei kalau tidak salah, memang ada apa Rias??" "aku mulai tertarik padanya, kau merasakannya kan kalau dia memiliki Sacred Gear langka?" Souna mulai serius akan jawaban yg dia dapat dari Rias

"ya lalu, kau ingin apakan dia?" "hm, aku ingin dia menjadi peerageku" jelas Rias dg memasang wajah Iblisnya "ara ara~ Rias, bilang saja secara jujur, kau suka pada pandangan pertama kan dg Hyoudo-kun~"

Akeno pun memasuki obrolan antara Rias-Souna, dan mulai menggoda Rias, yg merubah wajah Rias yg awalnya putih bersih menjadi merah pekat "a-apa yg kau b-bicarakan Akenoo!!" "ah, wajahmu memerah loh, saat Hyoudo-kun berbicara padamu tadi" "u-urusaii!"

"kalau kau ingin pria itu, aku pasti akan membantumu sampai mendapatkannya" ucap Souna dalam mode seriusnya "ah arigatou Souna, aku pasti akan membalas budi padamu" "tidak perlu repot2, kita kan teman dari kecil" ujar Souna dg membenarkan kacamatanya

Dan mereka berdua saling tersenyum penuh arti "baiklah Souna, aku dan Akeno pamit dulu hari sudah mulai gelap" "jaa nee Kaichou-san"

"hn" jawab Souna dg ciri khasnya, sambil membenarkan kacamatanya sesekali, Rias dan Akeno pun langsung keluar dari ruangan OSIS

"Kaichou, apa kau sungguh ingin membantu Rias-san, kenapa tidak kau rekrut saja pemuda itu terlebih dahulu menjadi peeragemu??" "tenang saja Tsubaki, maksud dari membantu yg kumaksud adalah...saling berebut untuk mendapatkannya..."

"pantas saja Rias-san percaya, biasanya dia tidak mudah percaya orang lain, meskipun itu Kaichou sekalipun" ujar Tsubaki dan dibalas senyuman oleh Souna

Back To Issei Dkk

Hari menjelang gelap, warga kota pun terlihat bergegas untuk pulang dan menemui keluarganya, dan di sebuah taman kota pada sore hari itu, Issei, Saji dan Vali masih duduk di kursi taman dan bersantai sambil sesekali bercanda satu sama lain

"ah, Vali kenapa tadi pagi kau tidak berangkat bersamaku dan Saji??" "aku lupa kalau kau akan bersekolah disana juga" jelas Vali dg menggaruk kepalanya yg tidak gatal

"kau pelupa atau memang hilang ingatan? kejadian itu kemarin kamprett kenapa kau bisa lupa :v" ucap nista Saji yg membuat Vali dongkol dibuatnya "yah gausah ngegass juga kntl! :v" balas Vali dg suara kerasnya

Syuut...

Duarr!!...

ditengah2 obrolan asik mereka itu, mereka bertiga dikagetkan dg sebuah tendangan super yg entah darimana langsung membuat kursi yg diduduki Issei dkk pun terbelah menjadi dua bagian, dan membuat tanah yg mereka pijaki berlubang

tapi untungnya, mereka bertiga bisa menghindar sempurna sebelum tendangan itu mengenai kepala mereka

Tap...Tap...Tap...

"yoo bocah2 nakal, kenapa kau tidak pulang kerumah...dicari ibumu looh..." tendangan itu ternyata berasal dari seorang pria kira2 berumur 27 tahun,

ia berpakaian layaknya seorang geng motor, rambutnya yg berjambul panjang dg jaket motor hitam yg bergambar nisan kuburan, dan celana jeansnya yg robek pada kedua lututnya, menambah kesan garang pada orang itu

"siapa orang ini?"

"kheh, namaku adala-"

Duakk!!...

"Arghhh!!!"

Wussshh...

Blarr!!...

belum sempat ia berbicara penuh, ia langsung dihadiahi sebuah spin kick(tendangan yg biasanya digunakan dalam Taekwondo)dari Saji, orang itu pun terpental jauh menabrak pohon dan langsung terkapar seketika

"dia punya Sacred Gear yg lumayan kuat, sayangnya dia tidak pernah melatihnya" Saji memasang senyum meremehkannya, melihat orang itu yg sudah tak sadarkan diri

terlihat para anak buah dari pria itu, yg kira2 berjumlah 6 orang langsung naik pitam melihat itu "o-oi! b-bocahh sialann!! berani2nya kau menendang boss, ayo serang mereka!"

"ORRYAAA!!!"

Wusshh!...

Duakk!!...

Buggh!!...

Krakk!!...

"ARRGHH!" "OHHOKK!!" "s-sialan! o-orang ini k-kuat s-sekali a-akhh..."

Brukk!...

Seketika 6 orang tersebut langsung lemas dan ambruk, karena tendangan dan pukulan mematikan milik Saji dg berkecepatan di luar batas "memang siapa mereka, tiba2 menyerang, tiba2 kalah?" ucap Vali mendekat penasaran

"entahlah, mungkin mereka geng baru yg membuat ulah seperti biasanya..." tambah Saji, kemudian Issei menarik kepala dari salah satu 6 orang itu dg kasar sambil mengeluarkan aura intimidasinya "kalian, siapa? dan tujuan kalian apa menyerang kami?" terlihat wajah orang itu mulai ketakutan

Karena melihat tampang dingin dan menyeramkan milik Hyoudo Issei "k-kami S-stal-llion G-graves, k-kami g-geng b-baru d-di k-kota ini..." "lalu?" lanjut Issei masih dg tampang dinginnya

"k-kami d-dib-bayar o-oleh D-datenshi yg katanya i-ingin m-mereb-but S-sacred G-gear l-langka d-dari orang2 s-spesial, d-d-dan k-kami m-merasakan aura a-aneh k-kalian, j-jadi kami i-ingin m-merebut Sacred G-gear k-kalian t-terlebih dulu"

"hooh...kalian manusia yg tak punya harga diri ya, apa kurangnya pekerjaan di dunia ini, sampai2 kalian bergabung dg para Datenshi pendosa itu..."

"k-kami t-tergiur akan h-hadiah yg d-diberikan oleh D-datenshi itu" racau orang itu dg kaki yg gemetar, karena intimidasi dari Issei dkk

"memang hadiah apa yg diberikan gagak itu, sampai2 kalian menginginkannya??" tanya Issei "s-salah s-satu Sacred G-gear langka..." "apa kau belum puas dg Sacred Gearmu itu, kenapa kau tidak bersyukur akan itu?"

Kemudian Vali berjalan mendekat dan menepuk pundak Issei "sudah lah Issei, bertanya pada nya tidak akan membuatnya berubah..." "hn, baiklah terima kasih atas infonya..."

"t-tolong l-lepaskan a-aku..."

Buaghh!!

"Arggh!"

tiba2 Issei memukul keras rahang orang itu hingga tak sadarkan diri "apa mungkin para Datenshi itu ingin melakukan invasi di kota Kuoh..." jelas Saji "tapi, apa kau tidak aneh, kenapa Datenshi itu repot2 menyewa orang2 ini untuk menyerang kita??" ucap Vali

"orang2 ini hanya umpan, agar kita keluar terpancing emosi dan para Datenshi itu bisa menganalisa kekuatan kita, lalu sudah jelas mereka ingin menemukan kelemahan kita, dan mengambil paksa Sacred Gear kita..." "maksudmu membunuh kita??" "hn" Issei kemudian mengaktifkan Gauntlet Sekiryuutei di tangan kirinya "kenapa kau mengaktifkan Gauntletmu??" tanya Saji penasaran

"aku ingin memastikan apa Datenshi itu ada di sekitar sini..." setelah Issei melakukan penelusuran aura dg Gauntletnya, tiba2, 8 buah tombak cahaya mengarah pada mereka bertiga dg kecepatan yg sangat tinggi

Zuosshh!...

Trakk...

Trakk...

Trakk...

Issei yg menyadari itu, menonaktifkan Gauntletnya dan langsung melakukan tebasan angin dg tangan kosongnya untuk menghalau tombak2 tersebut "kau meremehkanku ya makhluk rendah!!..." umpat jengkel Malaikat Jatuh itu karena melihat senyum mengejek milik Issei

"sialan! aku diremehkan olehnya, Vermith, Propel! bunuh yg dua itu! aku akan membunuh yg satu ini..." salah satu malaikat jatuh itu maju dan langsung menyerang Issei dg brutal, Vali dan Saji pun tidak ada pilihan lain selain melawan 2 dari malaikat jatuh yg dilawan Issei

Trinkk!...

Trinnkk!...

trangg!...

dirasa pertarungan jarak dekat tidak menguntungkannya, Datenshi itu kemudian mundur sejenak, lalu melemparkan kembali tombak2 cahaya itu pada Issei

Syuutt...

Drapp...

Sayangnya tombak2 itu meleset karena Issei menghindar dg refleknya yg cepat. Bagi Issei, menghindari sebuah puluhan tombak itu, tidak seberapa baginya ketimbang latihan kerasnya dulu "cihh!! keras kepala sekali kau Ninggenn!!! cepatlah matii!!"

Set...

Tap...

Malaikat jatuh itu mulai menahan sebuah energi yg besar ditangannya, dan mulai terbentuklah sebuah tombak cahaya berukuran raksasa, setelah selesai menahannya ia melemparkannya dg kecepatan di luar batas ke arah Issei

"HHEEAAAAHHH!! enyahlah dari pandanganku!! [Holy Spear Destruction!!]"

Wuussh...

Syyuuuutt...

Blaarrr!!!!...

Asap pun mulai tercipta akibat ledakan skala besar yg diciptakan Datenshi itu "kheh, mati juga dia" setelah Datenshi itu mendekat, ia kaget saat melihat Issei sudah hilang dari area ledakan itu "huh? dimana?-"

Jressh!!

"Akkhh!! k-kissamma! d-dari mana k-kau d-datang OHHOK!!" sebuah lubang tercipta diperut datenshi itu, akibat pukulan keras dan menusuk milik Issei dari posisi belakang,

dg wajah tanpa ekspresi, Issei dg mudahnya menebas Datenshi itu dg tangannya sendiri hingga tubuhnya menjadi dua bagian,

Jrasshh!!

kemudian tubuh terbelah milik malaikat jatuh itu berubah seketika menjadi bulu2 gagak yg berterbangan di udara

taptaptap...

"yo, Issei kau sudah membunuhnya??" "ya, bagaimana dg Vali?"

"sudah..." kemudian Vali berjalan mendekati Issei dan Saji "rupanya yg kita lawan tadi adalah Datenshi Rank A, aku bisa merasakan auranya yg pekat..." "mudah juga rupanya walau mereka berRank A"

"kalian tidak memakai Sacred Gear kan?" "tidak sama sekali" ucap Saji meremehkan

"mungkin ini efek latihan berat kita secara rutin, terutama kau, Issei latihan mu terlalu gila kalau disebut latihan ya," "kau benar Saji, mungkin Issei juga bisa dipanggil monster berjalan kali ini XD" "haaahh...hari pertama sekolah dan ini yg kudapatkan, sialnya hambamu ini ya tuhan..."

tiba2 Issei mulai berbicara dg dirinya sendiri dg tampang absurdnya yg membuat kedua sahabatnya jatuh sweatdrop seketika

drapp...

dua sosok pemuda tiba2 muncul dari atas yg satu berambut spike berwarna hitam gelap dan yg satu lagi berambut agak emo berwarna biru muda, dan membuat ketiga orang sebelumnya terkejut "oyy! kalau ingin bunuh diri, periksa tempat lah sialann" umpat kesal Saji akan kedua orang yg baru datang tadi "siapa juga yg ingin bunuh diri kamprett :v" kedua manusia yg berdebat tadi diam seketika sambil bertatap muka

"kauu...Nobura! kenapa ada disini" "Saji rupanya. ah, aku dan shiro tadi merasakan aura pertempuran dekat taman sekitar sini niatku ingin memeriksanya sih" ucap orang yg baru datang tadi yg bernama Nobura dg wajah polosnya

"KAU TELATT SIALANN!" kemudian Saji melayangkan drop kick kearah Nobura sambil berteriak keras, dan membuat ketiga orang lainnya menghela nafas panjang "kutukan apa yg kau berikan pada hamba ya tuhan, punya sahabat2 kamprett seperti mereka ini -_-"

Bersambung~

Biodata OC :

Nama : Narutaki Nobura

Umur : 17 tahun, (Satu Kelas Dg Issei Tapi Nggak Satu Ruangan)

Sifat : Humoris, Banyak Bicara, Suka Tantangan(tapi pada saat bertarung sifatnya berubah menjadi serius dan tak suka basa basi)

Hobi : Olahraga, Apapun Itu dan Menggoda Wanita XD

Sacred Gear : Hell Of Cathastrope, Fafnir The Cathastrope Dragon

Nama : Shirotori Fusuke

Umur : 17 Tahun, (Sekelas Sama Nobura)

Sifat : Cuek, Humoris Pendiam (biasanya orang kayak gini ngelawaknya greget XD)

Hobi : NgeGame/Nolep (kayak yg nulis :v)

Sacred Gear : Mighty Evolve, Ixceel The Judgement Dragon (prinsip kekuatannya mirip Issei, tapi kalau yg ini menambah keberanian)

Author Notes : Setelah kemaren author lihat film High and Low yg tawuran2 gitu kayak genjehh, author kemudian dapet ide pengen ngubah konsep fic ini jadi kayak geng - gengan macam genjehh, entah kenapa tapi saya pikir2 juga agak keren LOL XD

Issei nanti jadi leader geng yg cuma beranggotakan 5 orang berisikan Vali, Saji, Nobura dan Shiro. Dan mungkin nanti ada geng2 besar lain yg jadi musuh besarnya Issei, (Coeg Spoilerr :"v)

dan maaf kalau fic saya masih jelek~

mohon kritik dan sarannya para senpai...!

Mind To RnR~~