"Tapi tuan ini siapa? Nona Sakura tidak memesan apa-apa sama saya tadi ketika pergi"Ucap seorang pelayan menahan Sasuke masuk kedalam rumah Haruno Sakura.
"Ck, harus ku katakan berapa kali. Aku adalah tunangan Sakura! Kami berpacaran jarak jauh. Makanya kau tidak pernah melihatku"Tipu Sasuke berusaha masuk ke dalam rumah Sakura
"Tunangan? Sakura Tunangan?"Pelayan itu tersentak kaget mendengar pernyataan lelaki di hadapannya. Sasuke tersenyum penuh kemenangan.
"Iya, kami akan pergi ke Osaka untuk bertemu dengan kedua orang tua Sakura dan untuk bertunangan secara resmi"Ujar Sasuke. Pelayan itu menggarukkan kepalanya bingung.
"tapi, setahu saya Sakura tidak mempunyai pacar apalagi Tun…"
"KAU INI TIDAK PERCAYA SEKALI! AKAN KU TELEPON SAKURA SEKARANG SUPAYA KAU YAKIN DAN DIA AKAN SEGERA MEMECATMU!"Potong Sasuke keras.
"Baik tuan, Mari saya antarkan ke kamar nona Sakura"Pelayan itu berjalan duluan dengan ketakutan.
Senyum kemenangan Sasuke mengembang. Untunglah Sakura seorang model yang cukup populer, jadi ia tidak terlalu sulit menemukan biodata tentang Sakura di Internet. Yah, sebelumnya Sasuke memang telah membaca dulu segala tentang 'Haruno Sakura' untuk segala kemungkinan yang terjadi. Termasuk saat ini. Menyamar atau lebih tepatnya berpura-pura menjadi Kekasih atau Tunangan (yang di akuinya).
"Aku butuh 3 koper besar"Seru Sasuke memasuki kamar dengan nuansa serba pink.
Sasuke melangkahkan kakinya ke sebuah pintu, seakan sangat mengetahui kamar itu Sasuke tersenyum karena tebakannya benar. Ruang Walk-in Closet . di dalamnya bergantung segala jenis baju dan berjejer segala jenis tas dan Aksesoris (Maklumlah model). Sasuke lalu memilih baju-baju yang pantas untuk Sakura nanti. (Jangan bertanya, tadi sudah jelas Sasuke telah mencari biodata tentang Sakura berarti wajah Sakura juga) dan di bantu oleh pelayan Sakura yang memasukkannya ke dalam koper.
'drttt..drttt'getaran handphonenya membuat Sasuke menghentikan aktifitasnya.
"Hallo Tuan Sasuke"Ucap suara dari sebrang telepon
"Hn"Jawab Sasuke. "Semuanya sudah siap. Saya sedang dalam perjalanan menuju Kantor Itachi-sama"Lapor Kakashi
"Bagus. Tunggulah disana"Sasuke langsung mematikan teleponnya.
"Sudah siap tuan"Ucap pelayan itu. "Bagus. Terima kasih"Jawab Sasuke sambil tersenyum, membuat pelayan Sakura Blushing melihat senyuman dewa itu.
"Bantu Aku masukkan Koper-koper ini ke dalam mobilku. Aku harus menjemput Sayangku terlebih dahulu"Pintah Sasuke dingin sambil menyeret 2 koper besar keluar menuju mobilnya.
.
.
HOLIDAY
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku, Slight/ NaruHina, ShikaTema, NejiTen, SaIno
Happy reading ! Don't Like Don't Read
.
.
"Masih sejam lagi"Sasuke keluar dari mobil sportnya sambil melirik Jam yang melingkar di tangannya.
"Sasuke-sama"Seorang lelaki dengan rambut melawan gravitasi serta memakai masker datang menghampiri Sasuke. "Kakashi"jawab Sasuke
"Ada lagi yang perlu ku lakukan?"Tanya Kakashi, "Hn. Masukan koper yang ada di mobil ini ke dalam mobil itu. Ingat taruh di bagasi belakang. Aku masih mempunyai urusan. Mobil yang ini kau bawa pulang saja, aku akan pergi dengan mobil itu. Setelah itu bawakan Macbook dan Ipad-ku. Antar ke Bandara. Di Jet. 50 menit. jangan telat"Sasuke menunjuk mobil sportnya lalu mobil BMW 7 series.
"Ha'i"Kakashi sedikit membungkuk, Sasuke berjalan memasuki sebuah gedung dengan tulisan besar bertuliskan 'Uchiha Entertainer'. Satpam yang duduk bertugas menjaga segera berdiri di dekat pintu.
"Selamat datang Uchiha-sama"Ucapnya sambil setengah membungkuk, "Hn"Jawab Sasuke sambil berjalan memasuki gedung tersebut. Beberapa pegawai yang telah lama bekerja di sana memberikan salam kepada Uchiha bungsu ini, mereka sempat kaget pasalnya Uchiha yang satu ini sangat jarang berkunjung ke kantor yang notabene milik kakaknya tersebut.
Sasuke melangkahkan kakinya memasuki lift yang kosong dan segera memencet tombol lantai teratas menuju langsung ruangan kerja si sulung Uchiha.
'Ting'pintu lift itu segera terbuka, Sasuke melangkahkan kakinya menuju pintu yang terbuat dari kaca itu. Tanpa mengetuk Sasuke langsung memasukinya.
"My otou? Kenapa kau kemari? Bukannya kau harus berkemas untuk acara liburmu?"Itachi cukup tersentak kaget dengan kehadiran adik kesayangannya.
"Aku kemari untuk untuk mengajak salah satu artismu, atau lebih tepatnya model baru itu untuk ikut berlibur bersamaku"Jawab Sasuke langsung.
"Artisku? Jangan bercanda?"Tanya Itachi terkekeh, "Aku tidak bercanda. Oh yah, Haruno-san"Jawab Sasuke.
"Sakura. Haruno Sakura? Kenapa?" Itachi mengerutkan keningnya seakan nama itu terdengan sangat familiar di telinganya.
"Sudah ku katakan dia akan berlibur bersamaku"Jawab Sasuke
"Ah, Aku ingat sekarang. Naruto. Pasti Naruto kan? Tentang Hinata juga kan? Tch! Keras kepala sekali anak itu! Kau di suap apa oleh Naruto heh, my otou?"Tanya Itachi menyelidik. Ia baru ingat, Naruto dari kemarin Siang membujuknya tak kenal lelah, Tch! Sampai sekarang-pun tak mudah menyerah.
"Hn, Tawaran menarik yang hanya bisa ku dapatkan sekali selama setahun"Jawab Sasuke duduk di hadapan Itachi.
"Hah! Kau pasti sudah tau jawabannya bukan? TIDAK"Ujar Itachi, "Dia itu model baru, banyak tawaran dan pekerjaan untuknya"Lanjut Itachi, Sakura Haruno Model yang berbakat menjadi Artis multitalenta yang baru bergabung di rumah Produksi dan redaksinya 3 bulan yang lalu.
"Baiklah, ku rasa kau juga tahu apa yang akan ku lakukan. Aku akan duduk di sini sampai kau mengatakan 'ya'"Sasuke memperbaiki posisi duduknya. "Liburanmu?"Itachi sungguh tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran adiknya itu.
"Kurasa kau akan di marah Madre karena gagal menjalankan permintaan atau perintahnya"Jawab Sasuke acuh. "Astaga Sasuke! Kau ini kenapa? Baiklah-baiklah. Kau boleh membawanya selama liburanmu"Jawab Itachi, dan senyum kemenangan terpatri jelas di wajah Sasuke. Itachi membaca sesuatu di kertasnya.
"Dia sedang melakukan pemotretan di lantai 10"Ucap Itachi, Sasuke segera berdiri hendak pergi. tapi sebelum ia benar-benar keluar dari pintu ruangan Itachi "Senang berbisnis dengan anda tuan!"Serunya. "Huh! Dasar"Itachi kembali berusaha focus dengan pekerjaannya.
Sasuke segera melangkah menuju lantai 10 dengan menggunakan lift.
Sasuke melangkah keluar menuju lift, semua pegawai (kru) sibuk bekerja. Sasuke melangkahkan kakinya ke sebuah meja besar.
Orang yang berada di balik meja itu segera berdiri menyadari siapa yang datang.
"Selamat siang Uchiha-san. Ada yang bisa saya bantu?"Tanyanya
"Hn. Haruno Sakura, dimana dia?"Tanya Sasuke, "Haruno. Lurus lalu belok kiri, ada sebuah ruangan di sana"Jawab orang itu cepat. Sasuke segera melangkahkan kakinya menuju ruangan tersebut. Banyak para pegawai (kru) yang melihat dan mengenali Sasuke sedikit membungkuk hormat ketika Sasuke lewat dan Sasuke hanya terfokus pada ruangan yang berada di pojok sana.
'kriet'Sasuke segera melangkah masuk setelah membuka pintu. Sasuke melirik ruangan yang cukup besar dengan baju banyak bergantung di mana-mana. Matanya segera menangkap seorang perempuan berambut pink yang sedang mendengar arahan dari seorang lelaki dengan kamera yang menggantung di lehernya.
Beberapa Pegawai (kru) segera menunduk hormat sebelum kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Sasuke berjalan menuju perempuan yang tengah melakukan pembicaraan serius itu.
"Haruno-san"Ucapnya, Sakura bebalik saat mendengar namanya di panggil oleh seseorang. Sasuke sudah berdiri sejajar di sampingnya.
"Oh!"Fotografer itu membulatkan matanya sebelum pergi meninggalkan Sakura.
"Yah, Saya ada apa?"Sakura menyerit keheranan. "Maaf mengganggu. Anda harus ikut dengan saya. Ada sesuatu yang terjadi dan ini sangat penting!"Ujar Sasuke dengan wajah datar.
"Ada apa? Dan anda siapa?"Sakura bingung. "Sebaiknya kita bergegas. Saya sahabatnya Naruto dan Hinata, sesuatu yang buruk telah menimpa mereka berdua. Sebaiknya kita bicarakan saja di perjalanan"Jawab Sasuke sambil melangkah pergi
"Naruto? Hinata? Sesuatu yang buruk ada apa?"Tanya Sakura, wajahnya langsung pucat.
"Tidak ada waktu"Jawab Sasuke. "Tunggu dulu"Sakura menyambar tas miliknya yang berada di atas meja tak jauh darinya. "Tapi saya sedang bekerja"tutur Sakura panic.
"Mana Fotografernya?"Tanya Sasuke pada salah satu crew yang kebetulan lewat. "Disana tuan!"Jawabnya cepat sambil menunjuk seorang lelaki sedang meminum kopi di pojok ruangan. Sasuke segera melangkahkan kakinya menuju sang Fotografer di ikuti Sakura dari belakang. Sang fotografer terkejut melihat Sasuke menuju Kearahnya.
"Ada apa tuan?"Tanyanya lembut, "Dia Ada perlu"Sasuke menunjuk Sakura .
"Oh , Sakura! Tidak apa-apa, Pergilah!"Jawab Fotografer itu cepat sambil melihat Sakura.
"Kita Undur saja nanti sampai kau benar-benar selesai dengan urusanmu"Lanjut Fotografer itu. Sasuke segera berjalan meniggalkan ruangan itu.
"Tapi, bagaimana?"Tanya Sakura heran. "Sudah tidak apa-apa! Cepat"Fotografer itu mendorong tubuh Sakura pergi, "Baiklah"Sakura Bingung. Sakura berlari mengejar Sasuke yang sudah keluar ruangan tersebut.
"Hei, mereka tidak apa-apa kan?"Tanya Sakura lagi. "..."Tidak di jawab
"Selamat Siang tuan!"Perempuan yang duduk di meja besar itu berdiri membungkukkan badannya
'Dia siapa sih? Kenapa semua orang takut padanya?'Tanya Sakura dalam hati
'Naruto kan pengusaha. Mungkin ia salah satu pengusaha atau investor di sini"pikir Sakura, tanpa Sadar mereka berdua sudah berada di pintu keluar, sebuah mobil BMW 7 series berwarna hitam legam telah terparkir sempurna di depan pintu utama. 2 pelayan telah berdiri di setiap sisinya membuka pintu kemudi dan di samping kemudi, Sasuke segera masuk dan di ikuti Sakura. Mobil itu langsung melaju meninggalkan Halaman kantor 'Uchiha Entertainer'.
"Jadi, apa kau bisa jelaskan tentang 'sesuatu yang buruk' itu?"Tanya Sakura
"Oh, Mereka berdua kecelakaan dan sedang sekarat"Jawab Sasuke. "Apa? Astaga Hinata-Naruto"Mata Sakura berkaca. "Di mana mereka sekarang?"Tanya Sakura dengan air mata Yang mulai jatuh.
"..."tak ada jawaban. "Aku tanya di mana mereka sekarang!"Bentak Sakura.
"Ck, cerewet sekali! Kita harus bergegas"Jawab Sasuke. "Hei! Aku bertanya denganmu! Kau ini sebenarnya siapa?"Tanya Sakura. "Sudah ku katakan tadi"Jawab Sasuke.
"Sahabat Naruto dan Hinata, yah aku tahu. Tapi, kau mengatakan mereka berdua kecelakaan dan sedang sekarat sekarang. Di mana rumah sakitnya?"Tanya Sakura lagi. "..."Lagi-lagi tak di jawab.
"Aku harus menelpon Neji-nii"Sakura mengeluarkan Handphone dari dalam tas miliknya.
"TIDAK USAH!"Sasuke segera merebut handphone milik Sakura dan dimasukkannya ke dalam Saku jas miliknya. "Astaga! Apa yang kau lakukan? Hinata sedang kritis! Kita harus segera memberitahukan keluarganya"Seru Sakura matanya benar-benar merah.
"Kau itu siapa?"Sakura terisak
"..."
"Kumohon beritahu, mereka di rumah sakit mana? Kita sudah melewati 3 rumah sakit tadi"
"..."
"Rumah Sakit Konoha?"Tanya Sakura
"..."Sasuke hanya diam
'drrttt.. drtttt..'Sasuke segera mengangkat Handphonennya yang bergetar
"Teme? Kau dimana? 30 menit lagi take off loh!"Suara Naruto terdengar dari sebrang telepon. Sasuke melirik sekilas Sakura wajahnya benar-benar merah karena menangis.
"Kita segera kesana"Jawab Sasuke mematikan teleponnya.
"Hei bagaimana keadaan mereka?"Tanya Sakura. "..."Sasuke hanya diam
"Tunggu! Kenapa kita ke jalan tol menuju bandara?"Tanya Sakura curiga sambil mengelap air matanya. "Tidak bisakah kau berhenti bertanya?"Tanya Sasuke balik dengan Nada yang dingin.
"Bagaimana aku bisa berhenti bertanya jika kau bilang Naruto dan Hinata kecelakaan dan sedang sekarat dan hei… "Sakura menyadari sesuatu, "Bukankah Naruto dan Hinata sekarang sudah pergi berlibur ke Eropa?"Tanya Sakura dengan Nada curiga Sasuke tersenyum menyeringai.
"Hei kau menipuku!? Mereka baik-baik saja kan? Kau ingin menculikku!"Seru Sakura
"TOLONG!"Sakura berteriak ke arah jalanan, "Percuma saja kau berteriak nona. Mobil ini kedap suara dan kaca film mobil ini di buat khusus"Ujar Sasuke
"Jadi kau benar ingin menculikku! TOLONG! Kau mau apa?"Tanya Sakura panik berusaha membuka pintu mobil.
"Ya ampun Kami-sama, TOLONG! Aku sedang di culik!"Teriak Sakura histeris.
"Hei! Hei! Aku bukan penculik. Aku punya pekerjaan"Seru Sasuke
"Bohong! Mana mungkin ada orang jahat mengaku jahat! Kau itu siapa? Berani-beraninya kau menculikku dengan alasan kau sahabat Hinata dan Naruto!"Seru Sakura
"Jika kau menuduhku sembarang lagi, akan ku pastikan karirmu hari ini juga akan berakhir! Kau dengar itu! Kau harus dengar itu"Ancam Sasuke
"Argghhhhhh! Tolong! Aku tidak takut dengan ancammu"seru Sakura
"Sebaiknya kau duduk tenang sebelum semuanya terlambat!"seru Sasuke. Mobil mereka memasuki bandara.
"Hei! Kau ingin membawaku kemana? Tolong!"seru Sakura sambil mengedor kaca mobil.
"Kau tau, sekarang tamatlah riwayat keartisanmu pinkie!"Seru Sasuke tajam, membuat Sakura terdiam ketakutan.
Sasuke menurunkan kaca mobilnya ketika di depan sebuah pagar besi menuju lapangan bandara.
"Maaf tuan identitas"Ucap seorang penjaga pria berseragam lengkap. Sasuke mengeluarkan dompetnya.
"Pak! Tolong saya! Saya mau di culik, tolong pak!"teriak Sakura. "Maaf tuan"ucap polisi itu curiga
"Tidak usah pikirkan dia. Anda kenal dia kan? Model baru Haruno Sakura, dia sedang ingin melakukan casting dan sekarang dia sedang memerankan seorang yang mengalami tekanan batin"Jelas Sasuke
"Hahahahaa.. oh iya saya ingat. Model itukan? Aktingnya sangat sempurna. Semoga sukses"Orang itu mengembalikan dompet Sasuke.
"Tidak pak! Ini sungguh bukan, Argghh! Tolongg!"Seru Sakura. Sasuke langsung menutup kaca mobilnya. "Kau lihat bahkan orang itu lebih percaya denganku"Ujar Sasuke
"Kau siapa hah?"Seru Sakura. "Kau mau tau siapa aku?"Sasuke menghentikan laju mobilnya.
"Silahkan kau lihat sendiri!"Sasuke melemparkan dompet miliknya ke Sakura, dengan spontan Sakura menangkap dompet itu. Sasuke langsung keluar meninggalkan Sakura di dalam mobil.
Sakura dengan segera memeriksa dompet itu, terdapat cukup banyak uang, kartu kredit, ATM dan sebuah KTP, sakura segera mengeluarkannya.
"Nama: Uchiha Sasuke, Umur: 25 tahun, Pekerjaan: Pengusaha. Eh tunggu dulu Uchiha!"Sakura membaca ulang Nama Sasuke.
"Ya tuhan Jangan-jangan dia bosku. Tapi kalau tidak salah namanya Itachi bukan Sasuke. Astaga!"Sakura menutup dompet itu dan segera keluar dari mobil.
Sakura cukup tercengang, cukup banyak orang berlalu lalang di sini, dia melihat 4 buah jet berjejer sejajar di hadapannya dan Sakura segera melangkahkan kakinya ke tempat Sasuke yang berada di antara jet yang cukup besar yang sedang bercakap dengan seorang pria lain dengan kulit pucat.
"Hei!"Seru Sakura menghampiri Sasuke dengan raut wajah kesal, Sasuke berbalik begitu juga orang itu. "Oh Jadi dia alasanmu terlambat tiba di sini? Kurasa menarik"Ucap lelaki berwajah pucat itu.
"Berani-beraninya kau menculikku dengan menunjukkan identitas palsumu!"Seru Sakura, Sasuke mengangkat alisnya Satu, sedangkan lelaki berwajah pucat itu tersentak kaget.
"Kau kira aku akan takut dengan identitas palsumu yang menambahkan marga 'UCHIHA'!?"Seru Sakura kesal sambil menunjukkan dompet Sasuke tepat di depan wajah Sasuke.
…
Bersambung...
…
Hai, Cherry gak nyangka responnya baik semua. Cherry senang sekali. Hahaha, Cherry tau kemarin itu banyak kesalahan dalam tulisan karena Cherry tidak ngebaca ulang sebelum di upload. Cherry minta maaf yah. Maaf kalau chap ini gak sesuai keinginan kalian.
Hazekeiko : Makasih udah kasih tau, emang salah di situ harusnya yang bilang Naruto yak, hahaha.
Fury F :Iya Slightnya itu salah, slightnya NaruHina bukan NaruIno. Makasih udah ngasih tau di chap ini udah di perbaiki. Sekali lagi terima kasih ^^
Untuk semuanya yang udah review minta di lanjutin terima kasih ^^
Luca Marvell, bandung girl, HazeKeiko, Fury F, fdestyalove, , dianarndraha, Fannylla, RovieUS, nariezka, ratihwp12, shintaiffah, Bluesweetpink, Kimimaru-chan, RovieUS, dianarndraha, ruwettoyo
Yang udah Follow dan Favorite jugaa makasih banyak..
