Aku Benci Padamu!.
part 2: It's a nightmare party
Cast:
- Namikaze Naruto
- Hyuuga Hinata
- Uchiha Sasuke
- Haruno Sakura
Genre: Romance
Rated: T
Length: Chaptered
Enjoy!
Baik, sekarang aku sudah siap untuk menghadiri pesta pangeranku, Uchiha Sasuke. Aku sih tidak tau pasti apa gaun ini cocok, tapi aku percaya diri dengan gaun lamaku saat kupandangi diriku di cermin. Aku ini, ternyata cantik juga, batinku pede.
Aku turun dari kereta. Setelah 30 menit membetah-betahkan diri menahan tatapan aneh dari orang-orang yang memelototi aku – karena aku naik kereta dengan gaun seperti ini. Tentu saja kelihatannya aneh, tapi bagaimana lagi, aku hanya punya transportasi ini. Sebelum masuk, aku buru-buru memakai sepatu high heels-ku di luar. High heels warna hitam yang dibelikan Neji-nii saat aku berusia 15 tahun. Dengan segera kutenteng kado-ku–isinya syal hasil rajutanku sendiri. Begini-begini, aku juga bisa merajut. Akupun bergegas dengan berlari-lari kecil menuju tempat masuk.
Di pintu masuk, Sasuke sudah tampak menungguku. Tidak, Hinata jangan berkhayal begitu, mana mungkin dia menunggumu. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, menepis semua khayalanku yang mungkin lebih tinggi daripada rumah Sasuke. Ternyata rumah Sasuke – tidak. Ini lebih cocok disebut istana. Rumahnya sangat besar, berkali-kali lipat dari luas rumahku.
"Hyuuga-senpai! Kau datang juga? Ternyata aku tidak sia-sia menunggumu." Ia berlari padaku sambil menunjukkan senyuman termanisnya. Kami~ Hontou dia sangat tampan. Jebal Sasuke, berhentilah tersenyum atau aku akan pingsan.
Aku hanya tersenyum kecil. "Oh ya, otanjoubi omedetou. Ini hadiahmu." aku langsung menyerahkan kotak yang kubawa. Ia tersenyum manis. "Arigatou Senpai. Oh ya, langsung saja masuk dan buatlah dirimu merasa nyaman!" Ia menggandeng tanganku, mengajakku masuk ke dalam istana ini.
Aku memilih duduk di pojok bersama Ino. Jelas saja, aku agak minder dengan tamu-tamu undangan disini. Habis, semua memakai gaun-gaun cantik yang bermerek, tuxedo atau jas yang bagus-bagus dan mahal. Apalagi Ino yang tampak anggun dengan gaun ungu miliknya. Aku serasa ingin pulang saja karena minder. Walau sedikit-sedikit pujian Ino dapat menurunkan tingkat minderku sih. Dia bilang kalau aku sebaiknya berdandan seperti ini di sekolah, atau apalah yang sedikit banyak menaikkan semangatku untuk tidak minder.
Sasuke naik ke atas panggung. Kami-sama~ dia memang sangat tampan dan mempesona dengan tuxedo putih yang dia kenakan.
Ia mengucapkan salam sambutan kepada siapa saja, yang pokoknya banyak yang tidak kukenal.
"Dan juga untuk Hyuuga-senpai, terimakasih sudah datang kemari. Kau sangat cantik malam ini. Sebaiknya kau berdandan seperti itu setiap di sekolah, dan terimakasih juga untuk…"
Apa? Apa katanya tadi? Sasuke bilang aku cantik? Apa dia tidak salah?
Geez~ Seseorang, tolong bawa aku ke bulan!
Kami kemudian menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya. Hingga akhirnya kue ultah Sasuke datang. Tuhan~ Kue-nya sangat besar dan cantik. Saking besarnya bahkan aku yakin, aku tidak akan sanggup menghabiskannya bersama keluargaku. Seusai dia meniup lilin, dia mengiris potongan kue pertama. Kepada siapa kue itu akan diberikan ya?
Seorang gadis cantik masuk ke ruangan. Semua pandangan langsung tertuju padanya. Tuhan~ Dia memang sangat cantik bagaikan bidadari.. Dia tinggi, cantik, dan gaun mewah yang membalut tubuh rampingnya membuatnya semakin anggun. Dan apalagi dia juga naik ke panggung, menemani Sasuke.
"Kue ini, akan kuberikan untuk pacarku Haruno Sakura, yang baru saja kembali dari Amerika."
Deg.
Gadis cantik itu, dia pacarnya Sasuke?
Aku shock. Bercampur rasa kecewa dan marah dalam hatiku. Sekuat tenaga aku menahan air mataku. Ino menghampiriku dan mengusap-usap punggungku. Ia membisikkan kata-kata penghibur, namun aku tidak bisa mendengarnya karena yang jelas aku sedang berjuang untuk tidak menangis.
Akhirnya, pesta selesai juga. Aku memutuskan untuk segera pulang dan menangis di kamar. Baru saja kuambil tasku, Sasuke sudah berdiri di depanku sambil tersenyum. Namun karena aku sedang marah, senyuman itu sangat membuatku muak.
"Senpai, aku ada seseorang yang ingin kukenalkan. Maukah kau tinggal lebih lama?"
Aku terpaksa mengiyakan permintaan Sasuke. Aku tidak ingin menunjukkan kalau aku sedang ingin menangis. Terpaksa aku membiarkan Sasuke menggandeng tanganku kemanapun dia tuju. Dan akhirnya kami sampai di sebuah ruangan. Ada Ino, pacar Sasuke, Sai, Naruto, dan beberapa orang lainnya. Aish, kenapa cowok itu juga disini sih? Membuat mood-ku yang sudah jelek semakin down saja. Seperti biasa, dia sibuk dengan handphone-nya sendiri. Dasar tidak tahu sopan santun.
Naruto berdiri, kemudian menyalami Sasuke. Diikuti Ino, Sai, dan juga temanku Chouji yang kebetulan disini juga.
"Oh ya, minnasan. Perkenalkan, dia pacarku, namanya Haruno Sakura. Dia baru pulang dari Amerika untuk studinya." Sasuke menunjuk gadis cantik yang ada di sebelah Ino.
Sasuke mendekati Sakura, dan ia mencium pipi Sakura dengan mesra.
Tuhan, aku ingin mati sekarang juga kalau melihat pasangan itu.
"Aku…Aku harus pergi. Aku khawatir kalau orangtuaku mencariku, jadi…Sampai jumpa." aku buru-buru berlari meninggalkan ruangan ini. Orang-orang menatapku dengan tatapan aneh, tapi aku tidak peduli. Yang jelas aku ingin pergi, pergi sejauh mungkin dari istana mewah yang bagiku adalah neraka ini.
Aku berjalan menyusuri trotoar sambil menangis sendirian. Aku benar-benar sakit hati melihat mereka bermesraan begitu. Dan kenapa juga Sasuke menunjukkan kalau dia sudah punya pacar baru-baru ini. Kenapa tidak dari dulu, sehingga aku tidak akan jatuh padanya terlalu dalam. Aku benci Sasuke!
Terlihat ada kedai sake. Sebenarnya aku agak ragu, tapi aku masuk kesana dengan hati-hati.
Dan aku pun mabuk disana. Semua kata-kata yang ingin kukatakan keluar dari bibirku dengan mulus. Namun akhirnya aku jatuh tertidur di kedai itu.
Aku membuka mataku perlahan. Aneh, ini seperti bukan kamarku. Aromanya wangi, dan wallpapernya tidak seperti kamarku – Tunggu. Ini memang bukan kamarku!
Kepalaku sakit sekali, butuh konsentrasi tinggi untuk melihat sekeliling. Aku bangkit dari tidurku. Mataku mendelik begitu menyadari aku sedang tidak di rumah. Apa mungkin aku di surga?
"Dimana aku? Aku di surga?" gumamku sendiri. Aku menoleh ke samping. Kudapati seorang pria yang tidur memunggungiku. Aku sangat shock ketika ada namja disampingku.
Ya Tuhan, aku…Aku tidur bersama seorang pria? Tidaaakk!
TBC
Note
KONNICHIWA! ^O^
Watashi no namae wa, Bakaprincess desu :D yoroshiku onegaishimasu, ne?
Gomen kalau saia terlalu alay, maklum author baru muncul dari hiatus #plak karena itu saia mohon bantuannya dari reader sekalian, ne? cukup tulis komentar anda di kotak review tentang ff saia lalu klik post review ^w^ sankyuuu ne :)
