Chapter 2
Di waktu yang sama tetapi di tempat berbeda dengan tokoh utama perempuan kita yang berusaha untuk terbuai ke alam mimpi dan melupakan tentang masalah tersebut. Disinilah sang lelaki berada yang mana merupakan tokoh utama pasangan perempuan tersebut, disebuah apartemen mewah milik seorang lelaki tampan berambut merah menyala bagaikan senja matahari sore kala ingin menenggelamkan diri dari datangnnya sang kegelapan malam.
Apakah kalian berpikir bahwa sasuke sang pasangan perempuan lari dari hotel bintang 5 ke apartemen ini untuk menenangkan diri dengan cuap-cuap agar si teman membantunya bagaimana menceraikan sang perempuan yang baru saja ia nikahi dan juga menjauh dari masalah tersebut, tidak kawan. Itu merupakan pemikiran klise sekali. Seharusnya bukankah jika ia ingin melarikan diri tinggal menelfon temannya tersebut dan juga memintannya untuk menemaninnya ke salah satu bar dikota ini ataupun tempat lainnya yang bisa melupakan pernikahan yang baru saja ia gelar tersebut?.
Iya mereka berdua bukanlah sepasang teman dekat ataupun sahabat yang seperti kalian bayangkan dimana jika salah satu teman tersebut memiliki masalah, maka teman satunya akan membantu memberikan solusi ataupun saran untuk meringankan masalah maupun beban tersebut. Bukan seperti itu, tetapi lebih malahan dari itu. mengerti akan maksudku?, jika tidak langsung saja
"Hmm, Sasuke-kun..b-bukannya kau hari ini baru saja melaksanakan pernikahanmu dan juga harusnya sekarang kau me-melakukan mm-malam pertama dengannya?" tanya lelaki bersurai merah itu dengan bibir yang sedikit bergetar
"Hn, tidak Saso-chan aku tidak akan pernah melakukan 'itu' dengannya, dan kau seharusnya mengerti itu" jawab sasuke lembut seraya menatap lelaki bersurai merah tersebut dalam
"T-tapi, aku tt-ta-takut jika ka..umphh" sebelum lelaki tersebut menyelesaikan perkataannya, sasuke tiba-tiba saja langsung menyergap bibir lelaki itu sedikit ganas dan juga memberi tanda dileher mulus dan kokoh lelaki berambut merah yang dipanggilnya Saso-chan itu
"Hmmp..mphh, Sa-sasu se-sebentarhh" selanya
"Hn, ada apa?"
"Jangan meninggalkan bekas bagaikan gigitan nyamuk ditubuhku, aku memiliki sebuah pekerjaan yang kau tahu itu kan.." jawabnya sambil cemberut dan itu malah membuat wajahnya yang imut semakin imut saja
"Ck, iya-iya" dan sasuke terus memperhatikannya seperti berkata 'jangan memasang wajah seperti itu, atau kalau tidak kau akan ku makan malam ini juga'. Seperti tau akan tatapan mata sasuke sasori berkata
"Bukankah kau memang akan memakanku malam ini" jawab sasori dengan sedikit menyeringai nakal (iyuuhh guys, sebenernya mimin nggk kuat nulis adegan ini. Bulu kuduk mimin jadi berdiri semua sumpah pngen muntah juga rasannya. oke kita skip aja yah mimin nggk kuat( o ))
dan akhirnya kalian taulah apa yang mereka lakukan setelahnya,
SKIPSKIPSKIPSKIPSKIPSKIP
Keesokan harinya di pagi yang cerah di salah satu kamar hotel
"Engghhh…" terdengar suara erangan khas perempuan bangun tidur, dirinya pun juga meraba-raba kasur sampingnya dimana seharusnya sang suami tidur disitu. Tetapi kasur disebelahnya terasa dingin dan tidak ada hawa hangat jika seseorang baru saja menempatinya. Munculah pertannyaan-pertannyaan di kepalanya. Apakah lelaki yang menjadi suaminya beberapa jam lalu itu tidak kembali lagi ke hotel ini?. Jika iya, pergi kemanakah dia?. Tidak mungkin dirinya pulang kerumah orang tuanya, pikirnya.
*SAKURA POV*
Setelah aku mengerjapkan beberapa kali mataku dan juga membiasakan diri, aku baru sadar bahwa aku sekarang berada di salah satu kamar hotel yang menjadi tempatku tadi malam menggelar pesta pernikahanku dengannya. Ah saat diriku meraba ke samping tempat tidurku, aku tak menemukannya dan aku berfikiran bahwa dia belum kembali karena kamar ini terlihat sunyi dan tak ada suara-suara seperti gemericik air ataupun hal lain. Yah mungkin saja dia belum kembali. Akupun juga sudah melupakan masalah yang timbul tadi malam.
Jika kalian berfikir kenapa aku mudah melupakan soal permasalahan tadi malam yang terjadi denganku dan dia, itu mudah saja. Karena sebenarnya aku juga tidak menginginkan soal pernikahan ini dan juga jika kalian berfikir bahwa aku menangis kala itu untuk menangisi tentang cintaku yang bertepuk sebelah tangan atau apapun itu, kalian salah besar. Aku tak pernah dan tak memiliki rasa itu kepadannya karena ada beberapa alasan sebenarnya.
Biarkan saja dia tidak kembali, aku tambah bahagia dan bebas dengan kehidupanku ini. Akupun bergegas untuk membersihkan diri dan juga mungkin ini nanti aku akan mengunjungi temanku berambut pirang panjang bernama ino dan pergi ke beberapa tempat bersamannya. Biasa, jika aku ke tempatnya mungkin aku akan bercerita beberapa hal ke dia. Walaupun aku tidak berceritapun teman sekaligus sahabatku itu pasti akan bertannya panjang lebar juga kepadaku nantinya. Huuft..
Baiklah, beberapa menit sudah kuhabiskan di kamar mandi besar ini seorang diri. Waktunya untuk segera berpakaian dan pergi ke ino. Oh iya aku beberapa hari kedepan ini libur bekerja, biasalah jika seseorang habis menggelar pernikahan pastinya mereka akan diberikan cuti kan.
Sesampainya aku di depan apartemen ino, langsung saja ku tekan berkali-kali bel aprtemennya
TING..TONG..TING..TONG
TINGTONGTINGTONGTINGTONG
"JIDAAAAAT!, APA YANG KAU LAKUKAN INI HEY…PAGI-PAGI SUDAH MEMBANGUNKANKU DENGAN SUARA CEMPRENGMU ITU DI TELEFON DAN JUGA KENAPA KAU DATANG KESINI? SEHARUSNYA KAU ITU MASIH BERGELUNG DIBAWAH SELIMUT DENGAN SASUKE DAN JUGA LIHATLAH DIRIMU..OH KAMI-SAMA" teriaknya yang bagaikan kudanil kehilangan giginya itu,
"Ssssttt..pig bisakah kau pelankan suaramu. Memangnya kau pikir ini di hutan? Tetangga apartemenmu bisa-bisa datang kesini dan kau akan digorok menggunakan sebuah cutter jika kau seperti itu" jawabku sebal
"Hehe, gomen..lagian ini kan salahmu juga jidat" jawabnya cengengesan dengan tampang watadosnya itu
"kau tidak menyuruh tamumu masuk pig, kau kira aku kurir pengantar barang" sindirku
"Ck, tanpa kau suruhpun aku sebenarnya dari tadi mau menyuruhmu masuk jidat" jawabnya
Akupun berjalan menuju sofa apartemen yang berada di pojok kanan apartemen mewahnya itu yang berhadapan langsung dengan bar dapur tanpa menjawabnya walaupun sekedar gumaman. Apartemen ini tidak berubah dari dulu sampai sekarang saat dimana aku dan ino menempatinya bersama ketika kami masih berstatus mahasiswa di Universitas Konoha. Walupun sekarang juga apartemen ini masih milik kami berdua sih. Tapi sekarang aku harus ikut kemauan kedua orang tuaku untuk tinggal di rumah hasil hadiah pemberian mereka atas pernikahanku.
"Jadi?" setelah ino meletakkan dua gelas jus strawberry dan jus jeruk dimeja dari sekembalinnya dia didapur
"Apanya?" akupun kembali bertanya kepadanya dan sesekali menyesap jus strawberry kesukaanku
"Ck, kau ini pura-pura tidak tahu atau apa?, sudah jelaskan aku bertanya tentang pernikahanmu dan bagaimana malam pertamamu itu" jawabnya
"Biasa saja, dan juga kami tidak melakukannya bodoh. Mana mungkin aku dan dia melakukannya haha, mungkin hanya mimpi jika dia melakukan hal 'itu' juga ke wanita" jawabku sedikit pelan di akhir kalimat
"Heh, maksudmu?, dan kenapa matamu sedikit kelihatan sembab dan sipit jidat apakah terjadi sesuatu?" tanyanya bingung sekaligus khawatir
"Tidak ada apa-apa pig lupakan saja"
"Apakah sasuke itu menyakitimu dengan kabur setelah pesta pernikahan usai karena tidak terima dengan pernikahan itu jidat seperti di drama-drama korea yang kutonton? Atau jangan-jangan…."tanyanya penuh selidik
"Karangan ceritamu sungguh bagus ino dan jangan-jangan apa maksudmu? Jika kau sudah selesai menginterogasiku sebaiknya cepatlah berdandan aku ingin mengajakmu untuk jalan-jalan sebenarnya" walaupun yang dikatakannya sedikit benar tetapi aku cepat-cepat menimpalinya dengan mengajaknya keluar
"Baiklah-baiklah jidat, tapi nanti kita mampir dulu yah ke Butiq Quezila aku ingin membeli beberapa baju keluaran terbaru disana" setelahnya dia langsung saja masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap dan meninggalkanku seorang diri disini. Lihatlah dia itu mulai lagi, sebenarnya aku paham dan sangat paham sekali tentang sahabatku itu bahwa moto hidupnya adalah tiada hari tanpa shopping dan membeli satu baju baru setiap harinya.
"INOO CEPATLAH, JIKA KAU TIDAK CEPAT TERIK MATAHARI SIANG NANTI AKAN MEMBAKAR KULIT KITA HINGGA MENJADI PANTAT PENGGORENGAN YANG HITAM ITU" teriakku kesal saat menunggunya yang berdandan itu karena lama sekali
"yaph sudah siap, Let's go jidat" aku hanya memutar bola mata malas saat dia sangat bersemangat sekali dan aku tahu alasannya.
.
.
.
To be continue
N/A:
Hehe..maaf kalo upnya lama, habis nggk ada ide sih :D. Ini aja juga nggantung bangetkan kelanjutannya. Yah karena mimin lagi males mikir sumpah. Terus maaf kalo tiba-tiba alurnya nggk sesuai dengan ekspetasi yang kalian pikirkan dan juga berubah gini. Apalagi ada yang berbau-bau yaoi..author aja kaget pas nulis n pengen muntah abis. Sumpah sebenernya nggk suka ama kayak gituan, cuma mau gimana lagi itu salah satu bumbu dapur buat plotnya wkwkw..#dijitak para readers rame-rame sampek bonyok.
Oh ya ini kecepetan nggk sih, terus udah nyambung belum jalan ceritanya? Kalo belum kalian bisa bilang yah atau review aja hehe cause that is very helping me..karena author disini juga masih belajar dan masih baru banget. Jadi maaf banget #bungkuk-bungkukin badan sampek encok hehe..
Dan juga maaf banget kalo masih banyak typo sana sini, juga nggk pas pemilihan katannya. soalnya menurutku itu paling sudah banget buat dihindariL.
Oh iya buat para reviewers
- luhputusetia.p: nih udah lanjut ;), wkwk yah bisa dibilang gitu n makasih yah reviewnya :*
- : haha ini udah lanjut loh kak, oh iya buat correctnya maksih banget kak ai itu membantu ngets. Moga aja di chap ini udah berkurang wkwkwk..
-Shinachiku: Yuhuu, makasih udah repiew :*, udah lanjut loh
-Stevy.J.E: makasih banyak :*, udah lanjut nih ;)
-Savanaa: Wuooh makasih atas supportnya :*, hehe ya harus dong kalo itu mimin ma harus semangat wkwk..
-Guest: hehe makasih loh udah review ff aku :*
Dan buat silent readers makasih udah bca ff abal-abalku hehe, walaupun kalian ndak meninggalkan jejak kaki sama sekali ndak papa* kok ;). Tapi kalo bisa walaupun cm tulis a-i-u-e-o di repiew ndak papa loh. Karena suara kalian itu sangat membantuku hehe #peace sambil nyengir liatin gigi yang kuning2
Oke all, lope you muachh..muachh :*
Salam,
SakuHaruchi
