HERO OR AVENGER
.
.
BY: KOUKURO
...
NARUTO©Masashi Kishimoto
.
.
GENRE: ADVENTURE/FRIENDSHIP/COMEDY
.
.
NOTE: "Berbicara langsung"
'Berbicara dalam hati'
"biju/hewan kuchiyose"
"jutsu"
.
.
.
CHAPTER 1: DIA UCIHA SASUKE
.
.
Naruto pov
"pergi dari toko ku dasar anak monster! Kau hanya akan membawa sial!"
Pemilik toko itu mendorongku hingga aku jatuh ketanah "apa salah ku paman aku hanya ingin membeli buah" ucapku dengan nada sedikit bergetar.
"salah mu adalah karena kau adalah seorang monster dank au hanya akan membawa bencana pada desa ini" pemilik toko itu lalu mengambil sebuah appel lalu melemparkan nya pada ku dengan keras
"ah. Ittaii" rintih ku sedikit kesakitan "ambil itu dan pergilah segera dari toko ku!" aku hanya menatap marah kepada pemilik toko tersebut , pemilik toko itu menatap ku dengan pandangan jijik, kudengar bisik bisik dari warga yang sedang menyaksikan ku , kulihat sekeliling pandangan mereka semua sama memandangku seolah olah aku ini adalah hama .
Aku menundukkan kepala ku sejenak " sebenarnya ada apa dengan kalian " ucap ku yang masih menunduk dan mengepalkan tangan "kenapa kalian memandangku seperti itu, apa nya yang monster,apanya yang bencana.. aku ini bukan monster aku adalah uzumaki naruto….. matii saja kaliaaaann !" aku berteriak lalu segera lari dari kerumunan tersebut.
Saat aku berlari tanpa senagaja aku berpapasan dengan anak seusia ku berambut hitam yang sedang berjalan berlawanan dengan ku, tanpa sengaja mata kami bertemu aku sedikit terkejut dan keliharan nya dia juga sedikit terkejut 'dia.. tatapannya sama sepertiku' batin ku , kulihat sekilas kearah penduduk desa sepertinya mereka tidak hanya memandangku tapi juga memandang anak ini, aku tidak terlalu peduli dan terus melanjutkan lari ku meninggalkan warga sialan ini.
Aku berlari dan terus berlari tanpa melihat kedepan dan tanpa sadar aku menubruk seseorang dari tiga anak , aku terpental kebelakang hingga terduduk di tanah kulihat anak yang ku tabrak juga merasa kesakitan
"beraninya kau dasar anak monster! Teman teman ayo hajar dia!" ucap nya lalu mereka mulai menghajarku tanpa ampun , kulihat ada bebrapa orang yang lewat dan hanya melihatku di pukuli tanpa mau menghentikan nya, tch ada apa dengan orang orang ini,. Aku sedikit membela diri dan mengambil batu yang ada di sampingku seukuran genggaman tangan , kuhantamkan batu itu ke salah satu anak itu lalu mereka bertiga mundur perlahan
Kulihat salah satu anak memegang kepala nya yang sedikit mengeluarkan darah akibat hantaman batu ku tadi "sialan kau monster tunggu saja akan ku bawa ayah ku untuk menghajar mu" ucap nya lalu lari bersama teman teman nya .
"lihat anak monster itu dia melukai anak tadi" "dia semakin menyeramkan" "kenapa hokage membiarkan anak monster ini berkeliaran di desa" "tega sekali dia melukai anak tadi"
Dapat ku dengar bisik bisik warga yang sedang menyaksikan tadi. Kenapa? Kenapa? Kenapa seolah olah aku yang salah aku hanya membela diri ,bukan kah anak anak itu yang menyerang ku duluan jika tidak ingin aku melukai seseorang kenapa mereka tidak menghentikan saat aku di pukuli tadi , aku semakin tidak mengerti dengan jalan pikir warga desa ini.
Aku lalu berlari lagi dan akhirnya sampai di sebuah taman desa suasananya cukup sepi jadi aku memutuskan untuk duduk di salah satu ayunan untuk menenangkan diri "setiap hari selalu begini sampai kapan ini akan berakhir" aku berbicara sendiri meratapi nasib ku yang amat sangat menyedihkan
"itu dia disana ayah" aku menoleh ke sumber suara itu kulihat tiga anak tadi dan orang dewasa berpakaian jounin yang kurasa dia adalah ayah dari salah satu anak tersebut. "disini kau rupanya anak monster , berani sekali kau melukai anak ku" ucap nya dengan nada marah dan menghampiriku
"mereka yang memukuli ku duluan aku hanya membela diri" sangkal ku "dia bohong ayah buktinya aku yang terluka dan dia tidak terluka" jounin itu tampak kelihatan marah dan mendekatiku
Plaaaaaaaakkkkkkk
Jounin itu menamparku dengan sangat keras hingga aku tersungkur ke tanah meninggal kan bekas merah di pipi ku , bahkan ninja sekelas jounin tega menyakiti anak berumur lima tahun tanpa rasa kasihan, penduduk desa ini semuanya memang sudah gila
Aku hanya memegang pipi ku yang teramat sakit karena tamparan nya yang keras, aku ingin melawan tapi apa yang bisa di lakukan anak berumur lima tahun .
"kau jangan berani berani lagi mengganggu anak ku atau kau akan mendapatkan lebih dari ini !" ucapnya dengan nada membentak "ayo anak anak kita pulang, mulai sekarang jangan dekat dekat dengan monster itu " mereka pergi meninggalkan ku yang masih terduduk di tanah salah satu anak itu menoleh melihat ku sambil menjulurkan lidah nya mengejek ku.
Hari sudah mulai senja aku meninggalkan taman tapi aku belum ingin kembali ke rumah , aku berjalan di tepi sungai konoha kulihat ada seornag anak yang sedang duduk di pelantar kayu di tepi danau sambil melamun 'dia anak yang tadi ' batin ku mengingat anak yang tadi ku temui saat aku lari dari kerumunan warga, aku melihatnya dan dia juga melihat kearah ku 'benar . tatapan matanya sama sepertiku dan lambang di punggung nya sepertinya dia dari clan uciha' batin ku ,aku berniat menghampirinya tiba tiba ada seseorang yang datang di sampingnya pandangannya teralih ke orang tersebut dan ekspresi nya berubah menjadi senang "nii-san" ucapnya memanggil orang yang ada di sampingnya, aku pun mengurungkan niatku menghampirinya "dia sangat beruntung masih memiliki keluarga" ucap ku dan melanjutkan perjalanan ku.
aku berjalan menuju hutan di tepi desa , kulihat gerbang dan ada lambang kipas milik clan uciha, hutan yang ingin ku kunjungi memang cukup dekat dengan perumahan para uciha aku memandang sekilas tempat itu 'jika aku terlahir di clan elit seperti uciha mungkin nasib ku tidak akan seburuk ini' batin ku lalu melanjutkan perjalanan ku menuju hutan.
Aku sudah sering kesini hanya untuk sekedar berlatih melempar shuriken sendiri tapi kali ini aku tidak ada niat untuk berlatih dan hanya berbaring di rerumputan, aku masih berfikir sebenarnya siapa sebenarnya orang tua ku aku sudah sering menanyakan kepada hokage jii-chan dan dia hanya menjawab orang tua ku adalah pahlawan desa tanap memberikan penjelasan yang jelas , aku makin terhanyut kedalam fikiran ku hinnga mata ku terpejam dan akhirnya aku tertidur.
.
.
.
Aku berjalan melewati lorong sempit dengan sedikit penerangan hingga sampai di depan sebuah penjara besar
"grrrrrrrrrrrrrr" aku tidak bisa melihat jelas apa yang ada di dalam penjara itu karena sangat gelap
"kemarilah bocah akan kubunuh kau dan aku akan lepas dari sini" ucap sosok di dalam penjara itu , tiba tiba muncul tangan dengan cakar tajam lalu menghentakkan pintu penjara tersebut
Braaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk
Aku terbangun dari tidurku dan langsung terduduk karena terkejut "huh huh huh ternyata Cuma mimpi tapi rasa nya nyata sekali" nafasku masih memburu akibat terkejut dicamur rasa takut
Kuliahat hari sudah mulai gelap "ah sial aku ketiduran dan jam berapa sekarang aku harus segera pulang" ucapku dan bergegas meninggalkan tempat ini , aku melewati perumahan uciha lagi dan tak sengaja aku menoleh kedalam gerbang perumahan tersebut tak jauh dari gerbang aku melihat dua orang yang aku temui tadi sore di tepi sungai anak berambut hitam itu dengan kakak nya yang sedang berada di belakang nya , kakak nya seperti merasakan keberadaanku dan lalu menoleh menatap ku tajam dengan mata merah yang seolah olah menyala, aku yang tidak ingin mendapat lebih banyak masalah segera lari meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumahku.
.
.
.
Keesokan harinya
.
.
.
Aku sedang berjalan jalan di pusat desa, tidak ada yang berubah mereka masih memandangku dengan pandangan jijik aku hanya berfikir sampai kapan aku harus seperti ini, aku terus berjalan hingga aku melihat seorang anak berambut hitam yang ku temui kemarin berjalan berlawanan arah denganku hinnga jarak kami semakin dekat aku terkejut melihat tatapan matanya tatapan mata nya tidak seperti sebelum nya bAhkan lebih buruk dari sebelum nya seolah olah mengisyaratkan kebencian yang sangat dalam , dia hanya berjalan melewatiku tanpa melihat ku , aku berhenti dan berbalik melihatnya
"hei lihat dua monster itu mereka tampak menyedihkan terutama anak uciha itu" " ya benar aku dengar kakak nya telah menghabisi clan nya sendiri tadi malam dan hanya menyisahkan nya saja" "yang benar saja kenapa tidak di habisi sekalian saja monster itu" "kakaknya pasti sangat tersiksa karna harus menjaga anak monster selama ini"
Dapat ku dengar bisik bisik dari warga ini yang aku rasa dia dapat mendengarnya juga , aku tidak mengerti kenapa dia juga di panggil monster , yang aku tau hanya akulah satu satu nya yang di juluki monster di desa ini , aku melihat dia berhenti dan menutup telinga nya denagn kedua tangan nya
"diam kalian semuaaaaa dasar sialan!" ia berteriak sekuat tenaga lalu berlari meninggal kan sekerumunan warga desa tersebut.
.
.
.
Aku sekarang berada di hutan temapt biasa aku berlatih melempar shuriken, aku terus berlatih hingga tanpa sadar hari sudah mulai senja , aku segera keluar dari hutan , aku melewati perumahan uciha lagi kulihat keadaannya sangat sepi mungkin isu tentang pembantaian clan uciha itu memnag benar aku pun melanjukan perjalanan ku aku melewati tepi danau karena ini memang route tercepat menuju rumah ku
Ku lihat anak berambut hitam tadi sedang duduk di pelantar kayu di tepi danau sambil melamun , kali ini aku menghampirinya
"kau ini suka sekali melamun ya" ucap ku , dia hanya menoleh kearahku tanpa menjawab ucapan ku dan kembali melihat ke danau
"apa kakak mu tidak menjemput mu hari ini?" Tanya ku lagi , dia hanya menunduk dan mengepalkan tangannya saat aku menyinggung tentang kakak nya
"entah kenapa aku merasa posisi kita saat ini sama , jadi ceritakan saja padaku mungkin aku dapat mengerti perasaanmu" ucap ku lagi berharap dia akan merespon ucapan ku ini, dia sedikit tersentak dan memandangku lagi . "kakak ku telah membantai clan ku dan meninggalkanku sendiri" ucap nya lirih dengan nada sedih , aku sedikit terkejut ternyata yang benar isu isu dari orang desa kalau kakak nya yang telah menghabisi clan nya sendiri
"itu pasti sulit bagimu karena kehilangan seluruh clan mu dalam satu malam" ucap ku kepadanya dia hanya menggeleng dan berkata "tidak" aku sedikit bingung dengan jawaban nya dan ia melanjutkan kata katanya "sejujurnya aku tidak peduli dengan clan ku aku tidak peduli mereka mati malah itu yang sangat aku inginkan karena mereka aku dan nii-san menjadi menderita" aku terkejut dengan jawaban nya aku hanya terus mendengarkan apa yang dia katakan .
" nii-san pasti sangat mederita selama ini , dia ikut di cemooh warga desa dan di buang dari clan karena memiliki adik sepertiku " dia semakin menunduk "karena aku lah dia sampai menghabisi clan nya dan meninggalkan desa"
Aku sangat mengerti perasaan nya dia sama sepertiku dia juga korban dari kekejaman para penduduk desa sama sepertiku, "aku rasa yang membuat kakak mu pergi bukan diri mu melainkan penduduk desa sialan ini" ucap ku yang membuatnya mengangkat kepala dan memandang ku
dia kembali menatap danau dengan tatapan tajam "ya mungkin kau benar penduduk desa ini lah yang membuatku dan kakak menderita" aku lalu ikut duduk di sampingnya "ne siapa namamu?" tanyaku
"uciha sasuke" uciha sasuke kah ,hmm bahkan dia yang lahir di clan elit seperti uciha juga merasakan penderitaan sepertiku. "namaku uzumaki naruto" ucap ku juga ikut memperkenalkan diri dia melihat ku dan hanya mengangguk
"tapi kau sedikit lebih beruntung sasuke, setidak nya kau bisa merasakan rasanya memiliki kluarga walaupun itu hanya kakakmu, berbeda dengan ku yang sudah sendiri sejak lahir" ucap ku sambil menunduk sedih, dia hanya memandangiku. Lalu kami hanya terdiam tanpa ada yang mengeluarkan sepatah kata sampai akhirnya dia angkat bicara.
"ne naruto bagaimana jika kita hancurkan saja desa ini agar orang orang disini tau seperti apa penderitaan yang kita rasakan" aku terkejut dengan pernyataan nya yang ingin menghancurkan desa, aku memang menbenci warga disini tapi tidak sampai kepikiran ingin menghancurkan desa, aku diam sejenak aku rasa idenya tidak buruk juga aku juga sudah muak dengan desa ini. Mereka memperlakukan kami seolah olah kami hanyalah hama di desa ini tanpa kami tau apa dan kenapa mereka memperlakukan kami seperti itu. Mereka hanya berteriak monster monster monster ahhhh apanya yang monster aku sudah muak mereka memang pantas mendapatkan balasan atas apa yang mereka perbuat.
"yah kau benar sasuke, lebih baik kita hancurkan saja desa ini. Aku sudah muak dengan semua penderitaan ini" aku membulatkan tekad ku dan mendapatkan tujuan baru yakni pembalasan dendam.
Dia lalu berdiri dari duduk nya aku pun mengikutinya "hn sudah di putuskan kita akan menghancurkan desa" ucap nya lalu mengulurkan tangan nya aku raih tangan nya dan kami pun berjabat tangan "yosh,ayo kita lakukan" ucap ku penuh semangat .
Aku pun langsung berbalik dan dengan bergegas ingin meniggalkan tempat itu
"hey kau mau kemana?" Tanya nya padaku aku sedikit bingung dengan pertanyaan nya
"apa maksud mu? Tentu saja ingin menghancurkan desa" ucap ku padanya
Dia menepuk keningnya sendiri " apa kau bodoh hah? Yang ku maksud menghancurkan desa itu bukan sekarang, jika kau ingin melakukan sekarang bukannya kau yang menghancurkan desa tapi kau yang akan di hancurkan !" ucap nya marah pada ku
"hehehe iya juga ya " aku tertawa sambil menggaruk belakang kepala ku
"heh usuratonkachi"
