Tittle : Reborn
Disclaimer : Member EXO milik diri mereka sendiri. Cerita murni milik saya. Jika ada kesamaan nama, tempat di dalam cerita, mohon dimaklumi, semua itu hanya keSENGAJAan semata.
Actor : KrisTao/HunTao
Summary : saat Huang Zi Tao terlahir kembali, namun… / 'tapi, maafkan aku jika melupakanmu suatu saat nanti….'
.
.
"Tao", seseorang mengejutkannya dari belakang.
"Sehun-ah"
"ayo pulang", Sehun menggenggam tangan Tao, menuntunnya masuk ke dalam mobil dan pulang bersama.
Sepanjang jalan Tao hanya diam. Ia memikirkan Kris. Ya, kejadian tadi tentu saja membuat hatinya sakit. Sehun menatap Tao yang kini telah duduk di sofa.
"Tao err… ayo minum obatmu", ujar Sehun sambil memberikan beberapa pil obat kepada Tao. Tao hanya menatapnya lesu.
"tak bisakah aku tak meminum ini sehari saja?", ucap Tao memohon. Tapi hal itu tidak akan membuat Sehun luluh. Ia harus menahannya. Bersikap seperti ini lebih baik daripada hal yang ditakuti Sehun terjadi. Dia belum siap untuk itu.
"apa kau ingin melupakanku?", Sehun memasang wajah sedihnya. Hal yang membuat Tao luluh.
Tao menggeleng. Dengan cepat ia mengambil obat dari tangan Sehun. Ia akan minum obatnya. Ia tak ingin melupakan Sehun, karena ia tahu bagaimana rasanya dilupakan. Sangat sakit.
.
.
Aku sudah pernah dilupakan oleh mereka, rasanya sangat sakit. Seakan hanya aku yang berada di dunia ini. Tak ada yang perduli sedikitpun. Kerena itu, saat kau kini disampingku. Bolehkah aku berharap bahwa kau tak akan melupakanku?
.
.
Tiga bulan berlalu…
Sejak kejadian itu –Tao yang tersesat-, Tao hanya berdiam diri di rumah. Ia tak bisa melanjutkan kuliahnya. Dan sejak kejadian itu pula Kris tak menghubunginya. Tao sudah mencoba menelpon Kris pada saat malam ia tersesat. Tapi tak ada jawaban. Kris tak mengangkat teleponnya.
Keadaan Tao tak bisa dibilang baik. Ia duduk di sebuah kursi roda, menatap jalanan yang bisa ia lihat dari etalase kaca. Semua orang tahu jika ia sakit.
Tak berapa lama, Sehun datang. Ia tampak membawa beberapa kantong belanjaan. Tao menoleh ke arahnya dengan pandangan ingin tahu.
Sehun hanya hanya tersenyum dan mendekati Tao.
"namaku Sehun. Oh Sehun. Aku teman satu flatmu. Kita sudah tinggal bersama selama tiga tahun. Bukankah itu waktu yang lama eoh?", ucap Sehun mempertahankan senyum di wajahnya.
Mendengar ucapan Sehun, Tao tersenyum. Ia tidak ingat. Tapi hanya mengangguk. Dan Sehun semakin mengembangkan senyumnya. Pandangannya beralih kea rah meja tak jauh dari tempatnya dan Tao berada. Sebuah surat yang seminggu ini menjadi pikirannya.
"Tao-er, malam ini kita akan pergi keluar. Kau mau?", Tanya Sehun perlahan. Ia ingin Tao mencerna perkataannya dengan baik.
"kemana?", Tanya Tao balik.
"membeli beberapa perlengkapanmu. Kita akan pindah"
"apa kau juga ikut? Temanku akan ikut kan?", Tanya Tao. Sedangkan Sehun tersenyum mendengarnya.
"tentu. Aku akan menemanimu selama disana"
Tao tersenyum. Cantik sekali, pikir Sehun.
.
Tao sudah tidur. Ia butuh tidur siang pada saat seperti ini. Sedangkan Sehun tampak telah membereskan pekerjaannya. Pandangannya teralih pada sepucuk surat. Ia beranjak menuju sebuah lemari. Sehun mengambil beberapa map yang ada dalam tas kecil tersebut. Dilihatnya kembali sebuah surat pernyataan.
Surat tentang penyakit Tao…
Alzheimeir.
Tao tentu tahu tentang penyakit tersebut. Tapi ia lupa untuk saat ini, bahkan mungkin untuk beberapa saat kemudian hingga ia sembuh. Hati Sehun rasanya sangat sakit mengetahui Tao memiliki penyakit tersebut. Mengetahui temannya akan melupakannya, orang yang ia cintai akan melupakannya. Bahkan ia belum mengatakan tentang perasaannya pada Tao. Ya, Sehun mencintai Tao. Lebih dari sekedar teman. Dan ia mencintai namja panda itu lebih dulu dari seseorang disana yang mendapatkan hati Tao, juga yang telah mengkhianati Tao.
Sehun tentu tahu perihal Tao yang memiliki pacar bernama Kris. Ia bahkan tahu bagaimana watak Kris. Hanya saja ia berpura-pura saat di depan Tao. Seakan tak tahu apapun. Ia tak ingin mencampuri urusan Tao, walau hatinya sakit saat Tao menangis diam ketika gagal kencan. Walau ia marah saat Kris tak mengangkat panggilan dari Tao, dan walaupun ia tahu jika Kris selingkuh bersama yeoja lain. Sehun hanya akan diam. Dan terus diam. Karena sejak awalpun ia mencintai Tao dalam diam.
Tapi sekarang sepertinya Tuhan memberikan kesempatan padanya untuk menunjukkan cintanya pada Tao. Cara yang sangat tak terduga. Saat Sehun mengatakan bahwa ia mencintai Tao –secara langsung dan dengan kata-kata-, namja panda itu hanya tersenyum manis. Itu sudah cukup bagi Sehun. Walaupun esoknya Tao tak ingat dengan perkataan Sehun. Sakit memang. Namun, dengan cara itu Sehun dapat mengatakan cintanya berkali-kali ia mau. Tanpa harus takut mendapatkan penolakan. Kerena Tao akan lupa, dan ia bisa mengulangi kata-kata cintanya kembali dengan balasan senyuman manis Tao atau kata-kata 'nado saranghae' yang di ajarkan Sehun pada Tao. Membuat Sehun melambung bahagia.
.
"lihat dirimu Tao, kau manis kan?", Sehun membalikkan badan Tao menghadap ke sebuah kaca. Lagi-lagi Tao tersenyum. Ini sudah ketiga kalinya Tao berganti pakaian di toko ini. Tentu saja semua itu ide Sehun.
"apa kau mau baju yang ini?". Tanya Sehun kembali. Tao mengangguk tanda ia setuju. Ia akan senang jika melihat Sehun senang, pikirnya.
"baiklah, aku akan membayarnya. Kau jangan kemana-mana, arraseo?", ujar Sehun sambil mengambil baju-baju yang akan ia bayar menuju kasir. Sedangkan Tao hanya mengangguk dan tersenyum manis.
Sambil menunggu Sehun, Tao berjalan melihat baju-baju di sekitarnya. Ia ingin tahu. Sejak penyakit itu menyerangnya, Tao jadi lebih melupakan semua hal. Bahkan ia lupa siapa dirinya, seperti orang amnesia. Tapi ini lebih dari sekedar amnesia. Untung ada Sehun yang tak pernah lelah mengingatkannya. Walaupun esok ia akan lupa kembali.
Brugh… seorang namja tersenggol badan Tao.
"ah, mianhae", ujar namja itu.
Tao mendongak menatap namja di depannya. Tinggi sekali, pikirnya.
"oppa, gwaenchana?", ujar seorang yeoja yang tengah menggandeng lengan namja tinggi tersebut.
"ne, gwaenchana. Ah, maaf aku menabrakmu… eh, Tao?", namja tinggi itu –Kris- kaget. Tak disangka ia akan bertemu Tao disini. Wajahnya menampakkan guratan gugup. Tentu saja ia gugup jika kekasihnya mendapati ia sedang bersama yeoja lain. Terlebih di hadapanmu, ia belum siap bertemu Tao. Ia belum siap untuk di tampar di tempat umum seperti ini. Apalagi dengan wajah Tao yang datar dan seakan tak mengenalnya.
Eh, tunggu…
Tak mengenalnya?
Saat Kris melamunkan hal itu, saat itu pula Tao berbalik ingin pergi. Tapi entah mengapa tangan Kris menahannya. Seakan tak ingin Tao pergi bergitu saja. Err, apa maksud namja ini Tao harus menamparnya dulu dan tak pergi tanpa marah-marah?!
"eh, nuguseyo?", ucap Tao polos. Kris terkejut. Bagaimana mungkin Tao berakting seperti ini? Apa ia tak ingin memarahi Kris di depan yeoja disampingnya? Atau Tao ingin mereka menyelesaikan permasalahan ini di tempat lain yang hanya mereka berdua saja dan Kris akan dijadikan sasaran empuk untuk pukulan Tao? Lupakan asumsi kedua.
"oppa, kau mengenalnya?", seru yeoja itu lagi. Tentu saja Kris tak menghiraukannya. Yang dipikirannya hanya ada namja panda ini. Ia bingung, kaget, Tao benar-benar aneh, pikirnya.
"Tao, aku kembali… eh, Kris sunbae", kali ini suara Sehun yang muncul. Ia menatap lengan Tao yang ditahan oleh Kris. Segera ia mengambil Tao mengarah pada pelukannya. Untuk kali ini saja, biarkan Sehun yang mendominasi Tao.
Kris tampak kecewa saat tangan Tao diambil alih oleh Sehun. Namun ia berpura memasang wajah datarnya.
"Sehun-ah, apa kau mengenal namja ini? Ia tadi menarik tanganku. Apa ia temanku?", ucapan Tao menginterupsi Sehun dan Kris. Tentu dengan ekspresi yang berbeda.
Sehun tersenyum mencoba mengendalikan dirinya di depan Tao. Sungguh, ia benar-benar muak bertemu Kris. Apalagi dengan yeoja yang terus menempel dengannya. Dan tanpa malunya Kris menarik tangan Tao? Apa maksudnya? Sehun benar-benar tak habis pikir dengan Kris.
"benarkah? Dia sunbaeku di sekolah. Mungkin ia ingat denganku karena itu menarik tanganmu. Kau tak apa-apa kan?", jawab Sehun lembut.
"ne, gwaenchana. Ayo kita pulang", ucap Tao. Ia tahu Sehun sudah selesai dengan belanjaannya. Dan ia tak memikirkan Kris. Lagi pula Tao tak tahu siapa dia. Untuk apa dihiraukan?, pikir Tao.
"ne, eum… maaf sunbae jika temanku mengganggumu. Aku permisi", dengan cepat ia merangkul pinggang Tao dan pergi meninggalkan Kris yang masih dengan pikirannya..
Sehun tak mengenalkan Kris pada Tao, ia tak ingin Tao mengingat tentang Kris. Sudah cukup selama ini ia yang mengalah. Biarkan kali ini saja ia bersama Tao. Walau esok ia akan menjadi orang yang baru kembali di kehidupan Tao.
.
.
Saat aku dilupakan, hal itu be nar-benar sakit. Apa kau juga merasakan hal yang sama?
Maafkan aku, karena sekarang aku yang melupakanmu…
.
.
TBC
note: Aku pikir ff ini -dan ff ku yang lain- punya lebih banyak viewer daripada yang review. Dan semua author bisa lihat guys kalau kalian jadi silent reader ^^
Aku senang kalau tulisanku menghibur. Tapi tolong Reviewnya yaa.. satu Review itu berharga banget untuk author. Setelah jadi author aku sadar kenapa penulis yang aku suka gamau melanjutkan tulisannya hanya karena review yang sedikit - tapi viewernya banyak. Mungkin aku juga akan menghapus ff atau berhenti nulis disini -tanpa melanjutkan cerita- juga nanti. Ibarat jual buku, untuk apa melanjutkan menulis kalau responnya sedikit. Apalagi pas tau pembaca yang baca dengan cara ilegal - silent reader. Kalau penulis di luar sana membutuhkan uang, kami sebagai author di ff net cuman butuh review dan semangat dari kalian aja kok :')
bukan hanya untuk ff ku, tapi juga di semua ff yang ada silent reader. pliss.. reviewlah walau hanya satu kata. itu sangat penting untuk kami sebagai semangat melanjutkan tulisan.
