Title :
Perfect Girl (Soccer)
Disclaimer :
DdhiiaNn
©2014
Main Cast :
Xi Luhan, Oh Sehun, Wu Yi Fan.
Other :
Bisa dicari sendiri yah!
Pair :
Hunhan, KrisHan.
Rate :
T
Summary :
Luhan yeoja brokehome yang periang dan sangat menyayangi eommanya. Cucu dari seorang pengusaha kaya Korea Selatan-Eropa. Yeoja yang lebih memilih bekerja paruh waktu untuk mendapatkan uang daripada menggunakan fasilitas kakeknya. Suatu waktu terjebat di Sebuah negara dan bertemu seorang namja pokerface dan membuat hidupnya terombang ambing. Terjabak diantar dua cinta
.
Cerita ini GS jadi yang nggak suka boleh pergi, dan yang ingin cerita ini lanjut please review yah biar aku bisa tambah energi semangat gitu bikin ceritanya kkk~ okey buat siders please hargai yah kita kan sama-sama manusia apa susahnya review :)
Enjoy~
.
Seoul~
.
Pagi ini matahari masih enggan menyapa seoul suhu udara masih sangat dingin dipagi hari. Embun masih menetes. Seorang yeoja berkeliaran menyebarkan koran edisi hari ini, dengan memakai hodie dan sarung tangan tebal agar tubuhnya tidak lagi menggigil ya karena ia bukan tipe yeoja yang tahan dengan hawa dingin.
.
"Luhannie~" yeoja yang dipanggil luhannie menoleh ke arah belakang dan menemukan sahabat kecilnya sedang berjalan ke arahnya.
"chanyeol-ah~" yeoja itu melambaikan tangannya dengan semangat bibirnya melengkung keatas menandakan ia tersenyum. Namja yang dipanggil chanyeol menghampirinya dengan sedikit berlari.
"boleh aku membantumu uri luhannie~" tanyanya memamerkan senyum tiga jarinya. Yah Park Chanyeol adalah sahabat sejati Luhan yeoja yang sedang mengantar Koran ke setiap rumah. Chanyeol sering membantu luhan karena ia sangat menyayangi yeoja itu, bukan sayang kepada seorang yeoja, melaikan seorang oppa ke dongsengnya. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama saat masih kecil chanyeol mengetahui asal usul Luhan semuanya. Ia memahami Luhan lebih dari Luhan memahami dirinya sendiri. Chanyeol memang menginginkan seorang yeodongseng tapi eommanya telah meninggal saat ia berusia 10 tahun karena sebuah kecelakaan. Sekarang mereka tidak sepenuhnya bisa bersama karena Luhan akan menghabiskan waktunya untuk bekerja paruh waktu dan belajar. Luhan memang bukan yeoja yang seperti biasanya, ia yeoja yang luar biasa dimata Chanyeol, dia yeoja yang kuat dan perkasa walaupun ia sebenarnya orang kaya karena setiap bulan kakeknya akan selalu menumpuk uang ditabungannya, tapi Luhan tidak pernah menyentuh sedikitpun. Chanyeol sangat mengerti sahabatnya itu Luhan memang keras kepala kalau menyangkut dengan uang, ia tidak akan meminta bantuan kepada siapapun walaupun ia sedang membutuhkannya, tidak akan menengok ke segudang uang ditabungannya, dan lebih memilih bekerja dibanyak tempat. Luhan suka bermain bola chanyeol tau itu, karena chanyeol sering bermain bola dengannya. Hingga sekarang chanyeol masih sangat penasaran apa yang membuat luhan ingin masuk ke sekolahnya Seoul High School.
"Pakailah aku tau hodie itu belum sepenuhnya menghangatkanmu" cetus chanyeol sembari memakaikan mantelnya, Luhan menerima dengan anggukan tanpa melepas senyumnya sedari tadi.
"gomawo chanyeol-ah~"
"kajja, setelah mengantar koran kau akan pergi kemana..?" Luhan mengerutkan keningnya menaruh jari telunjuknya didagunya tanpa bahwa ia sedang berfikir, chanyeol melihatnya ia tersenyum karena tingkah lucu sahabatnya ini.
"aigoo~ kau lucu sekali luhannie~" ucapnya menggacak-acak rambut caramel Luhan.
"Ya! Haish lihat rambutku berantakan..aku akan pergi kecafe setelah ini aku ada pekerjaan disana. Wae..?" nada bicara Luhan dibuat seketus mungkin ia sedang sebal karena tingkah chanyeol yang suka mengacak-acak rambutnya.
"omo.. kau marah" dengan nada menggoda chanyeol mentoel pipi Luhan
"aniyo"
*Pluk*
Luhan menonyor kepala chanyeol membuat sang empu kesakitan. Luhan segera mengambil ancang-ancang kabur sebelum kena pukulan yang lebih dari kata sakit. yah, karena mengingat chanyeol namja dan luhan yeoja pasti pukulan namja jauh lebih sakit daripada yeoja. Luhan berlari sekencang-kencangnya sembari melambaikan tangan tanpa berbalik menghadap chanyeol.
"Yah! Rusa jelek kemari kau…Yah! Jangan lari kau menyakiti dahiku.. akan kubalas kau nanti" omel chanyeol
.
Luhan mendengarkan teriakan chanyeol. Ia hanya tersenyum karena sukses mengerjai sahabatnya itu. Hari masih sangat pagi setelah chanyeol membantunya pekerjaannya menjadi semakin cepat selsai. Luhan memasuki sebuah kedai ia membeli sebuah minuman isotonic dan meminumnya sampai habis, berjalan menuju tenda di depan kedai mencoba untuk tidur, ia masih sangat ngantuk harus bangun pagi-pagi dan mengantarkan koran kesekeliling komplek tadi, membenamkan wajahnya mencoba tidur tapi gagal karena merasa ada yang memperhatikannya. Luhan mencoba tidak menhiraukannya, ia mencoba tidur lagi, tapi tercium bau ramen siap saji didepan luhan. Rasa-rasanya ada seorang yang sengaja duduk didepan Luhan. Terdengar beberapa anak kecil menangis, Luhan beranjak dari tidurnya dan meninggalkan kedai tadi setelah agak jauh, ia mengintip siapa orang yang duduk didepannya tadi. Seorang namja berkulit tan sexy, badan proposional, wajah yang lumayan tampan dari samping dengan tatapan mengintimidasi pada beberapa anak kecil yang masih menangis, sepertinya namja itu yang memperhatikan Luhan.
"mengganggu sekali namja itu" ketus luhan beranjak menjauhi tempat tadi.
Amerika~
.
Seorang namja berkulit putih susu sedang mengerjakan tugas pemberian Ssaem –panggilan singkat seorang guru- nya. Ia sedang berada di perpustakaan sekolahnya ia memang belajar rajin disini ia pintar itu sudah jelas tapi ia masih tidak bisa mengerti kenapa hyung kesayangannya mengirimnya kesini. Oh Sehun, Itu adalah namanamja berkulit putih susu ini nama yang indah seindah orangnya tapi tidak dengan sifatnya. Ia memang tampan semua orang tidak meragukan lagi, ia baik tapi kebaikannya itu tidak terlalu terlihat karena wajahnya yang jarang sekali berekspresi yah disekolahnya ia dikenal dingin. Padahal, tidak juga ia sering membantu orang yang memang membutuh bantuannya. Contohnya waktu itu, sehun membantu orang lanjut usia yang sedang kesulitan menyebrang jalan.
"yo~yo~ Sehun" sapa seorang namja berwajah blasteran inggris-canada.
"why John.. I'm busy now. So don't disturb me" ucapnya tanpa melihat kearah namja bernama john itu.
"oke-oke" john berlalu meninggalkan sehun. John mengerti sehun yang tidak suka diganggu kala sedang mengerjakan sesuatu atau sedang dalam keadaan tidak baik.
ZzzZZzz… handphone sehun bergetar tertera nama "Kyungsoo". Merasa telfon itu tidak penting jadi sehun memilih mengabaikannya dan melanjutkan acara-mari-mengerjakan-tugas.
Café sedang ramai Luhan bekerja seperti biasa dibagian kasir. Selalu, akan ada banyak namja yang mengantri untuk sekedar menanyakan nomor telponnya atau menanyakan SNS-nya. Dan sebenarnya luhan sudah sangat tidak tahan dengan semua pelanggan café yang super genit itu, tapi luhan tidak boleh marah ia harus menjaga imagenya supaya tidak dipecat dari café ini.
ZzzzZZz…handphone Luhan bergetar menandakan sebuah telfon masuk. Luhan beranjak ke temannya untuk menggantikannya sebentar karena ia harus menjawab telfon kakeknya.
"Sunny-ah bolehkah kau menggantikanku sebentar aku harus menggangkat telfon dari haraboji"
"baiklah, ingat jangan lama-lama kau taukan kalo.. bos kita itu sangat garang sekali" ucap sunny menggecilkan suaranya dibagian belakang. Luhan tersenyum dan menggangguk menandakan bahwa ia mengerti sembari beranjak meninggalkan sunny.
.
"yeoboseyo"
"Luhan-ah"
"haraboji, waeyo..? kenapa tumben sekali haraboji menelfonku..?"
"wae..? memangnya tidak boleh haraboji menelfonmu..?"
"kkk~ aniyo hanya saja Luhan sedang sibuk beker…ahh haraboji belum menjawab pertanyaanku" hampir saja luhan membeberkan acara bekerjanya. Yah walaupun harabojinya memang sudah mengerti luhan bekerja tapi tetap saja Luhan tidak mau haraboji salah paham terhadapnya.
"Luhan-ah…eonnimu Tao, ia membutuhkan uang jadi bisakah kau pergi ke amerika untuk mengantarkan uang kepadanya..? awalnya haraboji berfikir mungkin meminta nomor rekeningnya yang baru saja, tapi haraboji jadi ingat kau..haraboji tau kau sangat merindukan tao bukan begitu..?"
"memangnya haraboji tidak pernah mengirim uang pada eonni..?"
"setiap tiga bulan sekali haraboji mengirimkan uang tapi kemarin eommamu memblokir rekening Tao karena yah kau tau sendiri eommamu memang tidak suka tao berpacaran dengan orang amerika karena pergaulan mereka yang pasti diluar batas. Haraboji kasian kepadanya jadi bisakah kau membantu haraboji..?" Luhan menghela nafas memutar bola matanya, berfikir sejenak.
"baiklah haraboji berapa uang yang tao mau nanti biar aku ambil dari tabunganku yang haraboji kasih untuknya"
"andwe… jangan sekali-kali kau menggunakan uang yang haraboji kasih padamu untuk keperluan orang lain itu hanya untukmu uri luhannie~ cucu kesayangan haraboji, mengerti.. dan juga pakailah uang itu apa kau sengaja menumpuk uang ditabunganmu. Bersenang-senanglah sayang"
"geundae… haraboji tau luhan tidak suka merepotkan orang lain sudahlah luhan sedang sibuk, bisakah haraboji mengirimi luhan pesan saja dimana alamat eonnie, sudah dulu yah haraboji, Luhan sayang haraboji anyeong" Luhan memutuskan sambungan telepon secara sepihak dan beranjak kekasir, café sudah tampak sepi luhan menghampiri sunny.
"sunny-ah gomawo"
"kau tau pelanggan-pelanggan itu menanyakanmu terus aku jadi iri padamu kkk~" canda yeoja bermata sipit itu menyenggol bahu luhan.
"asal kau tau saja aku hampir muntah mendengar rayuan mereka" sunny tertawa mendengarkan ucapanku.
"kau ini.. ahh dari tadi temanmu itu yang berada disana menunggumu siapa yah tadi namanya chan..chan-" sunny memasang wajah berfikirnya karena ia melupakan nama namja yang duduk tidak jauh dari kasir itu huh sunggu keterlaluan kau sunny.
"chanyeol..?" luhan memotong ucapan sunny. Luhan beranjak menemui chanyeol yang sedang mengerjakan tugasnya disalah satu meja café.
.
"sejak kapan disini..?" tanyaku tetap berdiri disamping chanyeol yang sibuk dengan tugasnya.
"em…30 menit yang lalu..?" jawab chanyeol ragu
"bagaimana bisa kau disini selama itu tapi tidak memesan apapun, Ya! Bisa-bisa bosku akan memarahiku Babo, kau ini" omel Luhan, chanyeol hanya tersenyum mendengarnya.
"ambil" chanyeol menyerahkan sebuah payung pada luhan
"bagaimana dengan yeojachingumu..?"
"tenang, bakkie~ sangat suka romantis jadi aku akan memayunginya dengan jaketku" ucap chanyeol memeragakan adegan romantic ditivi-tivi yang ditanggapi luhan dengan memutar bola matanya.
"Ya! Park chanyeol jangan memandang Luhan seperti itu" yeoja manis berambut panjang menghampiri mereka dengan wajah kesal tatapan tajam dipersembahkan untuk Luhan. Dia adalah yeojachingu chanyeol, Byun Baekhyun itu namanya.
"baekkie-ah~ kau datang" ucap chanyeol sembari berdiri dari duduknya.
"jangan pernah mengganggu chanyeol" ketus baekhyun pada Luhan
"apa aku secantik itu..?" Tanya luhan pada baekhyun yang sukses membuat chanyeol tersenyum gembira karena ia dapat melihat yeojachingunya marah walaupun itu justru terlihat lucu dimata chanyeol. Belum sempat baekhyun menjawab luhan berkata lagi.
"sudahlah silahkan pergi jika tidak ada keperluan lagi, kalian tau jalan keluarnya kan" kalimat itu lebih seperti pernyataan dari pada pertanyaan.
"bagaimana bisa kau bekerja disini, apa pelayanan disini seburuk itu, aku penasaran apa alasan bosmu mempekerjakanmu disini, chanyeol-ah kajja" celetuk baekhyun menarik tangan chanyeol.
"hannie-ah beberapa hari kedepan aku tidak bisa menemuimu karena aku akan pe-" ucapan chanyeol terpotong karena sebuah tangan menutupi mulutnya.
"andwe… hanya aku yang boleh tau, kajja" baekhyun menarik chanyeol lagi belum sempat sampai kepintu ia berhenti.
"chakamman… kenapa kau tidak memakai sesuatu berwarna merah..?" omel baekhyun
"aku memakainya lihat" chanyeol menggoyang-goyangkan sepatunya.
"itu bukan merah itu merah hati, sudahlah kita pergi" baekhyun menarik chanyeol keluar dari café
"hannie-ah jangan lupa makan, nanti aku akan mengirimimu pesan, pai-pai" teriak chanyeol kepada luhan disela-sela acara baekhyun mari menarik chanyeol.
"andwe jangan pernah berani melakukan itu" Luhan tersenyum. Menurutnya pasangan yang baru saja melakukan adegan peperangan kecil itu sangan lucu mereka pasangan yang menarik.
.
"baekkie-ah~" panggil chanyeol yang berada dibelakang baekhyun
"aku tidak suka kau dekat dengan luhan, jauhi dia" rajuk baekhyun menghentikan jalannya.
"aigoo…dia itu sahabatku baekkie dan kau yeojachinguku itu mempunyai tempat yang berbeda kau tau" chanyeol mencubit pipi baekhyun menurutnya kekasihnya itu paling lucu kalau sedang kesal seperti sekarang.
"mana ada sahabat antara namja dan yeoja tanpa ada perasaan apapun yeolli~, sudahlah aku pergi" ucap baekhyun meninggalkan chanyeol yang tersenyum lebar.
.
Luhan baru saja pulang dari tempatnya bekerja, luhan mencoba menghubungi tao tapi malah mengarah ke voice mail. Luhan menghela nafas tak henti-henti ia menghubungi tao sampai dipanggilan terakhir luhan meninggalkan pesan.
"eonnie, hari ini kau makan apa..? apa eonnie sehat? Eonnie aku merindukanmu sungguh, aku tidak bohong eonnie aku sungguh-sungguh merindukanmu, eonnie kapan kau kembali kesini ke korea eonnie tidak rindu eomma..? arraseo eonnie sedang marah pada eomma, geundae eomma memarahi eonnie karena eomma sayang padamu eonnie kembalilah kita akan tinggal bahagia bersama. Arrachi, pai-pai eon, besok aku akan menelfonmu lagi"
Hujan mulai turun luhan mengambil payung pemberian chanyeol dan memakainya.
.
Bandara incheon. Luhan menyeret kopernya ia menuju tempat keberangkatan. Ia siap untuk berangkat ke amerika menemui eonnie-nya Tao. Luhan memandangi tiketnya membolak-balik, Luhan memang tidak terlalu suka naik pesawat karena ia sangat takut ketinggian, ia lebih memilih menaiki kapal atau kereta. yah, menurutnya itu lebih aman karena tidak berada dalam ketinggian. Ia mulai cemas saat suara seorang yeoja memberitahu bahwa penerbangan tujuan amerika akan berangkat, luhan berdiri ia memejamkan mata sejenak menguatkan hatinya ia terlalu cemas untuk naik pesawat akhirnya dengan keberanian luhan mulai melangka memasuki pesawat mencari nomor tempat duduknya yang telah tertera di tiketnya. Disamping tempat duduk itu terdapat seorang namja sepertinya namja itu orang korea yang akan terbang ketujuan yang sama dengannya. Luhan mendudukan pantatnya, mencoba menyapa namja yang ada di sebelahnya dengan sopan tapi tidak ada respon dari namja itu. Sepertinya namja itu sama dengan luhan takut dengan ketinggian atau pertama kali naik pesawat. wajahnya sangat pucat, tangannya mencengkram pinggiran kursi pesawat, namja itu menoleh kearah Luhan, seakan sadar bahwa sedang ada yang memperhatikannya. Menatap luhan tajam seakan bertanya 'kenapa kau menatapku seperti itu' luhan tersadar lalu menundukan wajahnya merasa tidak enak karena memergoki seseorang yang ketakutan naik pesawat. Sesudah suara pramugari memberitahu bahwa pesawat akan lepas landas Luhan menghela nafas kasar. Ia siap untuk terbang itu pikirnya.
.
.
Amerika…
Sebuah pantai menyapa penglihatan yeoja cantik ini. ia melihat ada beberapa kelompok yang sedang bermain voli, futsal dan yang lainnya, sepertinya yeoja ini tertarik ia menggambil topinya mengikat rambutnya dan memasukannya kedalam topi, ia beranjak dengan menyeret kopernya mendekati sekumpulan namja amerika yang sedang bermain bola.
"hai, bolehkah aku ikut bermain futsal?" Tanya Luhan berbahasa inggris dengan senyumnya yang paling manis.
"hai, bukankah kau wanita..?" ucap seorang namja sepertinya turunan inggris-canada dengan asal.
"haha… kau melihatku seperti wanita..?"
"ya,.. karena kau sangat cantik" namja itu berulah lagi.
"oke oke terserah kau menganggapku wanita atau pria. Jadi bolehkah aku ikut futsal.? Dan aku dibagian mana?" namja itu melihat teman-temannya seakan meminta ijin untuk memasukan seorang di acara bermain futsalnya. Semua temannya tersenyum dan menggangguk.
"oke. Kau jadi kelompok mereka…." Namja itu menunjuk temannya. "jadi aku adalah lawanmu" lanjut namja itu.
*Plit…*
Suara peluit berbunyi menandakan pertandingan antara merah vs biru dimulai. Luhan berada di tim merah yah memang luhan menyukai warna merah selain warna merah jambu. Luhan berada dibagian depan menjadi straker sebelum menendang bola ia menyempatkan tersenyum kearah namja yang menjadi lawannya tadi, namja itu seakan terhipnotis hingga ia hanya diam meskipun luhan sudah mulai mengoper bola, dari arah teman timnya mengoper, luhan berlari mendekati kotak pinalti menunggu temannya menendang bola kearahnya. Temannya member aba-aba kepada Luhan untuk sedikit kebelakang, luhan mengikutinya dan tepat saat namja teman setimnya itu mengoper kepada luhan ia memasang ancang-ancang untuk menendang kearah gawang dan..
Goal~… 1 skor untuk merah. Luhan menghampiri namja lawannya tadi dan tersenyum meremehkan. Namja itu terlihat frustasi menjambak rambutnya sendiri.
Pertandingan berlanjut, tinggal beberapa menit lagi dan skor sudah imbang 3 : 3 Luhan mengerang karena ia menendang bola melenceng tadi. Luhan menghindari lawan dengan mudah karena memang dia sangat jago memainkan kulit bundar itu sebelum mengoper kearah teman setimnya, Luhan melirik namja lawannya akan mentekelnya tepat sekali Luhan melombat dengan bola diapit dua kakinya melewati namja lawannya itu. Luhan melihat teman setimnya semua dikepung disisa waktu seperti ini hanya ada satu pilihan menendangnya kearah gawang. Semakin dekat dengan gawang luhan tidak berfikir panjang mulai menendang, bola itu terlihat akan mengenai gawang sebelah kiri, luhan mulai cemas tapi akhirnya…
"GOAL" teriak Luhan bersamaan dengan peluit wasit berbunyi. Teman-teman setimnya mulai mendekatinya mereka berpelukan seakan sudah kenal sangat lama.
.
Disatu tempat seorang namja facepoker mengerang karena kesepian teman yang selalu menemaninya –john- sedang tidak disampingnya. Sehun namja facepoker itu menelusuri pantai mencoba menghilangkan kebosenannya, ia berhenti saat melihat john sedang berbicara dengan seseorang, sehun memicingkan matanya mencoba melihat siapa yang berbicara dengan john. namja itu terlihat seperti orang asia, melihat gerak-geriknya seperti seorang yeoja tapi kalau itu yeoja kenapa yeoja itu bermain bola dengan para namja, kalau dia yeoja kenapa rambutnya sangat pendek tertutupi topi itu? Entahlah itu yang dipikirkan sehun. John terlihat menikmati pembicaraan bersama namja misterius bertopi itu. Pertandingan dimulai john tampak seperti patung setelah melihat namja misterius bertopi itu tersenyum, sehun akui senyumnya sangat indah matanya seakan bisa berbicara. Sehun menikmati acaranya melihat pertandingan futsal antara namja misterius yang menjadi lawan main john. kagum dengan cara namja itu memainkan bola itu, menghindari takel john dengan mudah namja misterius itu memang sangat mengagumkan. Tendangan namja itu membuat bola membentur gawang bagian dalam hingga bola itu melambung keatas tersenggol tangan kipper dan melewati garis gawang itu berarti namja misterius itu mencetak sebuah gol didetik-detik berakhir. Sehun tersenyum melihat john menjambak rambutnya frustasi dengan kekalahannya, padangannya berganti saat melihat namja misterius itu melepas topinya, matanya secara otomatis membulat saat mengetahui bahwa namja misterius itu seorang yeoja berambut caramel panjang sepunggung. Namja misterius yang ternyata yeoja itu seakan bersinar dimana sehun, jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Perlahan sehun memegang dadanya dengan mata masih focus pada yeoja yang kini telah menyeret koper meninggalkan pantai.
.
"dia sangat sempurna" ucap sehun mengukir senyum terbaiknya.
.
.
TBC/END
.
.
thanks to :
DO Bitches | Lisnana1 | ruixi | Taenggoo | Exohunhan947 | Callysta Park | Bubble KimChii | Lulufika | Xiu-hana | Meriska-Lim
.
.
anyyeong, ini lanjut.
semoga ini tidak mengecewakan yah..
makasih yang udah review, jangan lupa selalu review yah :)
.
.
kiss&hug
