LIKE IT? – Sequel Math is My Enemy
Author : Myth
Cast : HunHan
Rate : M
FF ini lanjutan atau sequel dri Math is My Enemy aku harap FF ini tidak mengecewakan :D
RCL J :D
HAPPY READING :D
Sepulangnya dari sekolah Sehun langsung menggendong Luhan ke dalam rumah.
"Sehun lepaskan!" Luhan terus saja berontak.
"Diamlah Lu. Atau kau mau aku menjatuhkanmu?"ucapan Sehun langsung membuat Luhan bungkam seketikaSekarang mereka sedang menaiki tangga menuju kamar mereka dengan Luhan yang masih dalam gendongan Sehun.
Oh Ya! Mereka tinggal serumah karena orang tua Luhan menitipkan anaknya pada Sehun dan kebetulan orang tua Sehun mensetujui hal itu.
BRUKKK!
Sesampainya dikamar Sehun menjatuhkan tubuh Luhan ke kasur dan langsung menindihnya. Sehun menatap Luhan intens . Sedangkan Luhan hanya menatap polos pada Sehun. Ugh bagaimana bisa kekasihnya yang berusia 17 tahun tapi tingkah anak TK seperti itu.
"Hu...Hunnie kau mau apa?"tanya Luhan polos.
"Bermain."jawab Sehun.
"H..Hah? Bermain?"
"Ne, chagi. Ayolah jangan sok polos kita sudah sering melakukannya."Sehun membelai pipi Luhan yang kini merona setelah mengerti arah pembicaraan Sehun.
"Em...Tapi..."
"Tapi apa hm?"
"Kau tidak mau?"
"Baiklah." Sehun beranjak pergi.
GREBB
"Wae?"tanya Sehun sedikit dingin tanpa melihat siapa yang memeluknya. Toh dia sudah tau siapa pelakunya.
Luhan tidak menjawab ia semakin menenggelamkan waqjahnya pada punggung hangat Sehun.
Sehun melepas pelukan Luhan dan membalikan pbadannya melihat sang kekasih. Ditangkupnya pipi Luhan.
"Wae?"tanya Sehun dengan lembut.
"A...Aku takut." Jawab Luhan.
"Takut? Apa yang kau takutkan?"tanya Sehun.
"Takut...sakit." jawab Luhan sambilmenunduk malu.
"MWO? Hmmmmmpppphhh...hmmmpphh..ahahahahahahahaha" tawa Sehun meledak.
"Y..YA! Kau menertawakanku?!"bentak Luhan yang terdengar lucu ditelinga Sehun.
"Hahaha."Sehun masih Luhan yang menjadi bahan tawaannya hanya mengerucutkan bibirnya. 'Imut' pikir Sehun.
CUP~
Sehun langsung membungkam bibir Luhan dengan bibirnya. Sedangkan Luhan yang mendapat ciumanmendadakdari Sehun hanya membelalakan matanya. Tak lama Sehun melepaskan ciumannya dan menatap Luhan. Lagi-lagi Luhan Cuma menatapnya polos.
"Aku berjanji kau akan menikmatinya Lu."
BRUKKK!
Sehun menindih Luhan dan kembali mempertemukan bibir mereka. Lama-lama ciuman itu berubah menjadi lumatan-lumatan kecil.
"Emmhh." Desahan Luhan membuat semangat Sehun semakin membuncah. Ia mulai menggigit kecil bibir Luhan. Tak ada reaksi Luhan tetap menutup rapat bibirnya.
Sehun menyeringai dalam ciuman itu. Tangan Sehun menyangga tubuhnya agar tak terlalu mengimpit tubuh Luhan.
"Emmmh..emh"Luhan hanya mendesah ketika gigitan dan hisapan Sehun pada bibirnya semakin kuat.
Bukan Sehun namanya jika ia kekurangan akal. Ia menyelipkan tangan kananya ke dalam seragam yang dikenakan Luhan. Ia mencari titik sensitif seorang Luhan.
Sehun menyeringai ketika ia menemukannya. Ia mulai memilin nipple Luhan. Dan jangan lupakan cubitan-cubitan yang ia lancarkan.
Sedangkan Luhan semakin merapatkan bibirnya menerima rangsangan dari Sehun. Sehun semakin keras mencubit nipple Luhan.
"Ahhh.." Luhan membuka mulutnya. Tak membuang kesempatan Sehun melesakan lidahnya ke dalam ronggan mulut Luhan mengapsen deretan gigi rapi milik Luhan. Tak lupa ia menyapa tuan rumah untuk diajakya bermain. Dan Luhan yang mulai mengikutipermain Sehun hanya pasrah dan meremas-remas rambut pirang milik namjachingunya.
"Nggghhh~Mpppphh...Sehhh..Hunhh..Ahh..Lepashh..kanhh.."ucapan Luhan mulai kehabisan nafas.
Karena Sehun tak ingi pacarnya mati akhirnya dengan sangat terpaksa ia melepas tautan itu.
"Hahhh..hahhh.."Luhan mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
Sehun kembali mendekatkan wajahnya pada Luhan dan menjilati lelahan saliva pada sudut bibir Luhan. Ia ikuti alur itu hingga sampai pada leher jenjang Luhan.
SRETTT
"Nggg~"hanya satu jilatan mampu membuat Luhan kembali mendesah.
Sehun mulai menggigit kecil daerah sensitif pada leher Luhan. Mmebuat kissmark yang sangat kontras dengan kulis putih Luhan.
"Ah..Angh~ Hunniehh~"Luhan terus memdesah dan kembali meremas rambut Sehun.
Sehun membuka kancing seragam Luhan dan membuag seragam itu ke sembarang arah. Ciumannya turun ke dada Luhan dan memanjakan nipple pink yang menegang itu. Sedangkan tangannya membuka melepas celana Luhan yang akhirnya bernasib sama dengan seragam atasan Luhan tadi. KINI Luhan hanya memakai CD nya saja.
Sehun bangkit dan melihat Luhan dari atas ke bawah.
"Hunnie...apa yang kau lakukan?" tanya Luhan dengan pipi merona karena Sehun menatapnya tanpa berkedip.
"Aniyo. Hanya mengamati tubuh malaikat yang dikirimkan Tuhan khusus untukku." Luhan semakin merona.
"Tapi ada yang kurang."
"A..Apa?"
Sehun tidak menjawab pertanyaan Luhan. Ia masukan tangannya pada sisi kanan kiri CD Luhan. Dan sekali tarikan, menyembulah Luhan kecil dengan precum diujungnya.
Sehun kembali berdiri dan mengamati tubuh Luhan.
"Nah! Inilah wujud malaikatku yang sesungguhnya. INDAH"ucap Sehun menjilat bibirnya sendiri. Melihat tubuh naked Luhan membuat Libidonya semakin bertambah.
Luhan? Ia merona hebat mendengar kata-kata Sehun.
"Ta..tapi ini tak adil Hunnie. Kau masih lengkap dengan seragam itu tapi aku..." Luhan tak melanjutkan kalinatnya dan melirik tubuh polosnya.
"Kemarilah dan bebaskan mainanmu. Kurasa dia butuh udara segar Lu."ucap Sehun.
"Eumh~ Hunnie~"Luhan bangkit dan menghampiri Sehun.
"Hm..?"Sehun hanya menggumam ketika Luhan membuka seragamnya.
Sehun membantu Luhan melepas celananya dan membuangnya. Tinggal underwear Sehun membiarkan Luhan yang melakukannya.
SRETTT
Hei!Munculah Junior Sehun yang sudah berdiri itu. OH!Jangan lupakan benda besar yan mengeluarkan precum itu. Luhan saja yang sudah sering melihatnya merinding mengingat ukurannya yang big size itu.
Tangan Luhan terulur untuk meraih Junior Sehun. Tapi segera dicegah oleh Sehun.
"Nanti saja kau 'bermain' dengan 'mainanmu' kini biarkan aku yang 'memakan' 'makananku'"ucap Sehun dan mendorong tubuh Luhan ke kasur.
Sehun lumat bibir bengkak Luhan. Kali ini Luhan membuka mulutnya. Dan hal itu menguntungkan Sehun yang kembali melesaka lidahnya menelusuri goa hangat itu.
Ciumanya turun keleher Luhan dan kembali memenuhi leher itu dengan Kissmark yang lebih nyata."Ah Ahhhh..Ahhhhh"desahan Luhan semakin menjadi jadi ketika lidah lihan Sehun menjilat nipple nya.
Setelah puas ciumannya kembali turun dan mengecup paha Luhan. Hanya kecupan tak lebih. Tapi sudah membuat Luhan menegang.
"Ahhhhh...Ahhhh..Ngghhhh"
Sehun sengaja hanya menggoda Luhan. Sedangkan Luhan semakin frustasi ketika Sehun hanya menjilati ujung juniornya dan memijat twinsballnya.
"Ahhhh.. Sehhhuuunnnhh..Jebalhh MasukhhhKanhhh.."pinta Luhan.
"Your Wish chagi."dengan itu Sehun mengemut junior Luhanlayaknya lolipop kesukaannya.
"Emmhhh Terusshhh Hunnniieehhh.."
Sehun menggesekan gigi-giginya pada Junior Luhan. Dihisapnya Junior itu kuat-kuat untuk memberikan kenikmatan lebih pada Luhan.
"Ahhhh..Sehunhhhhh..Ahhhh..akkhhuuu mauuhh Emmmhhh."Sehun yang mengerti maksud Luhan semakin menghisap dan menggigit junior Luhan.
"AARGHH..SEEHUUNIEH"Luhan mengeluarkan cairannya yang kini ditelan habis oleh Sehun.
"Nggghhh~"Luhan kembali mendesah ketika Sehun menjilati juniornya untuk membersihkan sisa cairannya.
" empphh"
"Sekarang manjakan 'mainanmu' Lu." Ucap Sehun memposisikan dirinya dihadapan Luhan dan mengangkang.
"Hunniehhh~"Luhan memanggil nama Sehun berserta desahannya untuk merangsang Sehun.
"Ngggghhh..Shhh..Lu..Ahhh..Pintarhhh..Ahhh."desah Sehun keenakan dengan blowjob Luhan. Tak sepenuhnya Luhan mengemut Junior Besar itu. Hanya sebagian sedangkan sisanya diremas oleh tangannya yang juga memijat twinsball Sehun.
"Ahh..Umh..Lu..Terushh"
"Luhan..Ahhh..Godd Job Babiehh."
"Umhhh..Terusshhh Lu.."
Sehun memegang kepala Luhan dan menggerakan pinggulnya berlawanan arah dengan Luhan ketika ia merasa ada sesuatu yang akan meledak dari tubuhnya.
"Ogk~"Luhan tersedak ketika junior Sehun menyodok tenggorokannya.
"Lu..Ahhh..LLLUUUUHHANNNHH~"Sehun menumpahkan cairannya ke dalam mulut Luhan. Luhan tidak menelan semua caira itu. Karena saking banyaknya cairan Sehun yang mengalir melalui sudut bibirnya.
"Lu." Sehu bangkitdan meraih tengkuk Luhan. Melumat kembali bibir Luhan. Dan merasakan cairannya sendiri.
Luhan mendorong dada Sehun karena kehabisan nafas.
"Hosh..Hosh.."Luhan mengambil nafas Wajahnya merah padam.
SRETTT
"Nghhh~"desah Luhan ketika Sehun memasukansatu jarinya pada hole Luhan. Sehun menusuk-nusuk Hole Luhan mencari titik terdalam Luhan.
"Ahhhh." Sehun menemukannya. Ia masukan jari kedua lalu keiga dan YA! Keempat.
"Emmmpphh Sehunhhh Ahhh" Luhan terus mendesah karena jari panjang Sehun terus menusuk Prostatnya dengan telak.
"Hunnieh aku mau..."
SRRETT
Sehun menarik jarinya dari hole Luhan. Dan membuat Luhan menggeram frustasi karena klimaksnya digagalkan.
Sehun mnyeringai."Sabar chagi sebentar lagi kau akan menikmatinya."
Sehun mengocok juniornya sebentar dan mengarahkannya pada hole Luhan. Baru ujung kepalannya saja Luhan sudah berteriak.
"AKH~ Appo.."teriak Luhan. Ia meremas kuat seprei yang ada dibawahnya kuat-kuat. Terlihat darah merembes dari hole Luhan.
Sehun kembali mendorong juniornya lebih masuk.
JLEB
"ARGH~APPO..Hikss"Isak Luhan ketika junior Sehun sudah masuk seutuhnya.
"Hust..Uljima Lu. Jika sakit kita hentikan ne." Sehun mnegusap pipi Luhan yang sudah basah dengan aoir mata itu menggunakan jarinya.
"Jeongmal?"potong Sehun senang.
"Ta..tapi nanti dulu."
"Ne. Aku tidak akan bergerak sampai kau terbiasa." Sehun kembali mempertemukan bibirnya dengan bibir Luhan.
"Nghh~"desah Luhan.
"Ugh.. Chagi holemu mencengkram juniorku. Aku sudah tidak kuat. Bolehkah aku bergerak sekarang?"tanya Sehun dan Luhan mengangguk.
Sehun menarik juniornya hingga hanya tersisa ujungnya mengehentakannya kuat-kuat dan langsung menumbuk prostat Luhan.
"Akh~ Hunnie Emh"desah Luhan.
"Oh Baby You're So Tigh...Emh..Sempit. Juniorku benar-benar kau manjakan baby...Ahhhh~"ucap Sehun yang langsung membuat pipi Luhan memerah.
Sehun terus memaju mundurkan juniornya dan terus menumbuk prostat Luhan.
"Ah~Hunnie Aku mauhh~ Keliarhh~ARGGHHH SEHHUNNNHH"
CROOTT!
"YA! Lu kau curang keluar duluan." Sehun mempoutkan bibirnya tapi semakin mempercepat tempo tusukannya.
Sehun meraih junior Luhan dan mengocoknya sesuai tempotusukannya.
"Ahhh..Hunniehhh Fasterhh~ Ahh~..Emh.." desah Luhan.
Tangan kanan Sehun yang tidak melakukan apa-apa kini memilin nipple Luhan secara bergantian.
Semakin lama tusukannya semakin cepat ketika ia akan cum.
"Hunnieh~ Aku mauhhh keluarhh"ucap Luhan.
"Mwo?! Aniyo kau sudah mau dua kali sedangkan akau baru mau satu. Tidak bisa."
Sehu menutup lubang Junior Luhan.
"Akh~Hunnie lepaskanhhh~sakiitt~"
CROTTT CROOOTT CROOT
Cairan Sehun tumpah di dalam hole Luhan. Dan memberikan kehangatan bagi Luhan.
Sehun kembali menusuk hole Luhan secara brutal membuat Luhan berteriak antara kesakitan dan nikmat.
Sakit karena tangan Sehun yang menutup lubang juniornya sekaligus geskan junior Sehun pada holenya yang terlalu kasar tapi juga nikmat karena junior Sehun terus menumbuk holenya.
"Akh~ Hunnie Jebal lepaskan.."
"Tidak sampai aku keluar untuk kedua kalinya."
"Hunnieh Akh~"desah Luhan
Sehun kembali merasakan juniornya berkedut. Kemudian melepas jarinya pada junior Luhan
CROOOTT CROOTT
Cairan Luhan berdesakan keluar karena tadi ditahan oleh Sehun.
3 tusukan Sehun kembali menumpahakan cairan Cintanya pada Luhan
CRROOOOTTT CRROOOOTT CRROOOTT
Kali ini lebih banyak bahkan sampai merember keluar.
"Hannie jangan tidur dulu. Masih ada ronde kedua"rajuk Sehun.
"Aku Lelah Hun."Luhan memejamkanmatanya. Sedangkan Sehun mempoutkan bibirnya. Akhirnya ia mencabut juniornya dan merebahkan tubuhnya disamping Luhan lalu menutup tubuh naked mereka dengan selimut.
"Jal Jae-yo Xiao Lu."
"Ne. Jal Jae-yo Hunnie."
Dan mereka berdua berlayar ke alam mimpi.
"AKU BENCI MATEMATIKA. DAN AKU LEBIH BENCI OH SEHUN." Teriak Luhan.
"Sama Lu Aku Juga sangat mencintaimu."
"Sehun pabbo. Badanku sakit semua tau."
"Hm. Tapi buktinya kau menikmatinya dan terus mendesahkan namaku tuh.." kata Sehun mengingat ingat kejadian semalam diranjang.
BLUSHH
"Ish. Lupakan" teriak Luhan sambil memukul Sehun dengan bantal.
"Haha kyeotanya namjachinguku ini. Emh karena hari inilibur bagaimana kalau kita lanjutkan yang semalam."Sehun bersmirk ria.
" tau."tolak Luhan.
"Ayolah. Nikmati saja"
"Nggak mau ah. Aku maumandi dulu."
"Bersama chagi."pinta Sehun.
"Nggak."
"Ayolah"
"Nggak akan."Luhan membuka selimutnya tapi dengan cepat kembali menutupnya.
'OIYA. Aku kan naked. Nanti kalau Sehun lihat...Ugh..Mana holeku perih lagi.'batin Luhan.
"Waeyo?Aku sudah melihatnya baby sering malah. Dan ayoku gendong pasti kau susah jalankan?"
"Aniyo. Aku bisa-YA! OS SEHUN LEPASKAN!"teriak Luhan ketika Sehun menggendongnya ala brydal style ke kamar mandi.
Setelahnya hanya desahan dan eranganlah yang terdengar.
END
Jika ada typos maaf saya males ngeditnya hehehe
#PLAKK
