OMEGAN MATERIAL

by willis.8894

Casts: Oh Sehun, Kim Jongin/Kai, EXO

Pairing: KaiHun, Possibly AllxHun

Warning: WOLF!AU [A/B/O dynamic], AGENT!AU, Supernatural!AU, MAMA!AU.

•••

CHAPTER ONE: FORGOTTEN TRUTH.

"Oh? Kalian sudah kembali," kata Minseok yang sedang menuju ke dapur, melihat kedatangan Baekhyun, Kyungsoo, dan Jongin.

"Yifan-ge dan Joonmyeon-hyung tak bersama kalian?" tanya Tao menguap, jelas tampak baru bangun dari tidur siangnya di sofa ruang tamu mereka.

"Masih menjadi tahanan Komisaris," jawab Baekhyun menghempaskan tubuhnya di sofa panjang dan merenggangkan badannya.

Kyungsoo mengabaikan yang lainnya seperti biasa dan pergi ke kamarnya. Jongin langsung saja mengikuti Hyungnya yang satu itu.

"Hyung, darimana kau mengenal Eve itu?" tanya Jongin langsung begitu menutup pintu kamar dibelakangnya.

Kyungsoo yang baru saja berbaring dan memainkan ponselnya langsung mematung sesaat sebelum matanya menatap tajam Alpha yang lebih muda darinya itu. "Dia teman lamaku," jawab Kyungsoo singkat.

"Teman lama? Dia tampak tak terlalu suka denganmu dan Baekhyun-hyung," komentar Jongin bersandar dipintu itu sambil melipat tangannya.

"Dia akan jauh lebih tidak menyukaimu daripadaku. Jadi camkan ini Kim Jongin, menjauh darinya atau aku sendiri yang mencabik-cabikmu," ancam Kyungsoo duduk ditempat tidurnya namun posisinya sigap untuk menerjang Jongin matanya berkilat-kilat merah, sebuah isyarat bahwa ancamannya tak main-main.

Jongin tak mundur begitu saja, posturnya berubah tegap dan kedua tangannya mengepal erat dengan badannya sedikit condong ke depan, posisi siap menyerang. Suasana berubah menjadi begitu menegangkan karena aura dominan yang dikeluarkan oleh kedua Alpha itu.

"Aku tertarik padanya. Eve itu, Sehun. Aku takkan mundur, Hyung," jawab Jongin tegas dengan matanya juga berkilat merah.

Keduanya saling menatap tajam, menunggu. Mereka menunggu waktu yang tepat untuk menyerang lawannya, mempertimbangkan setiap gerakan dan serangan yang akan mereka lancarkan nanti.

Sebuah ketukan memotong suasana mencekam itu. Kyungsoo dan Jongin memutuskan kontak mata mereka dan menatap ke pintu yang tertutup itu.

"Aku tak tahu kalian bertengkar karena apa, tapi jangan merusak barang-barangku. Kalau mau saling mencabik, di lapangan belakang saja," kata Minseok dari luar pintu itu dan langsung pergi tanpa menunggu respon keduanya.

Jongin terdiam sebelum membuka pintu itu, keluar tanpa bicara sepatah katapun. Tak lagi berniat melawan Kyungsoo.

Kalau Minseok-hyung mengamuk karena barang-barangnya rusak, ia akan menghajarku sampai sekarat apalagi tenagaku akan habis setelah bertarung melawan Kyungsoo-hyung, pikir Jongin memasuki kamarnya.

Pria tan itu berbaring di kasurnya dan menatap langit-langit kamarnya. Wajah Omega Pria nan cantik itu masih melekat erat dalam benaknya, tak ingin meninggalkan pikirannya. Tubuhnya yang ramping, bokongnya yang padat, kulit putih tanpa noda begitu mulus dan bersinar, Omega itu benar-benar jauh lebih menarik dari Omega Wanita manapun yang pernah Jongin jumpai. Ia tak pernah menyangka ada pria secantik itu.

Sehun.

Bahkan nama Sang Omega membawa getaran dalam diri Jongin, getaran bagi serigalanya. Seakan sesuatu menarik Jongin, menarik Kai untuk terus menatap ke arah Omega itu. Menarik Jongin untuk terus berada di dekatnya. Menarik Jongin untuk mengklaim Sehun.

Tapi tampaknya ia tak terlalu suka berada dengan Alpha, pikir Jongin. Kenapa begitu? Baekhyun-hyung dan Kyungsoo-hyung tak lagi membahas tentangnya setelah tadi.

Jongin menutup matanya namun ia malah terngiang suara Sehun. Suara Eve–nya. Jongin telah bergabung menjadi Agen 2 tahun lamanya, ia tak pernah begitu bergantung dengan Eve selama misinya, ia tak pernah tertarik dengan para Eve. Tapi sejak 6 bulan lalu, ketika seorang Eve Pria ditugaskan untuk mendampinginya, Jongin menemukan semuanya terasa begitu berbeda.

Senyum tak bisa tertahankan dari wajah Jongin ketika ia mengingat misi-misi pertamanya dengan Sehun. Ia selalu menggoda Sehun sampai Sehun marah dan memutuskan komunikasi mereka. Hanya untuk 5 menit, karenya nyatanya Sehun adalah pria berhati lembut yang masih menyayangkan nyawa Jongin dan itu yang membuat Sehun kembali menyambungkan komunikasi mereka dan memberi instruksi pada Jongin.

Jongin berusaha mencari tahu tentang Sehun, tapi jelas area divisi Eve terbatas. Tak ada Alpha atau Beta yang boleh ke ruang bawah tanah, tak ada satu Omega Eve yang ia temui di lobi yang mau memberitahu soal Eve Pria mereka. Sehun sendiri jelas-jelas menolak membongkar info tentang dirinya, memberitahu namanya saja tak mau. Jongin ingat mereka sempat berdebat karena itu.

"Ayolah, Eve! Kita bekerjasama sudah 4 bulan? 5 bulan? Beritahu namamu!" protes Jongin menghela nafas, baru saja menyelesaikan misinya dan memasuki mobilnya untuk meninggalkan TKP.

"Tidak mau," balas The Eve galak.

"Kau tahu namaku dan semua data diriku! Itu tak adil!"

"Itu pekerjaanku untuk tahu datamu. Jika bukan pekerjaan, aku juga takkan mau tahu!"

Jongin mengangkat satu alisnya mendengar itu. "Oh? Kau ingin bilang kau tak tertarik padaku? Jangan bercanda, Eve. Kau pasti seorang Omega, semua Omega tertarik pada— halo? Yah! Eve! Kau menutupnya?!"

Tak ada jawaban di seberang sana, suara hembusan nafaspun tidak.

"Ah, sial. Kenapa dia begitu sulit didapatkan?" gerutu Jongin dan melajukan mobilnya.

Jongin ingat setelah itu Eve-nya langsung di ganti ketika ia menjalankan misi berikutnya. Ia berusaha membujuk Yifan dan Joonmyeon untuk mengajukan Eve-nya dikembalikan dan akhirnya Sehun kembali menjadi Eve-nya setelah ia melewatkan 2 misi dengan Eve yang lain.

"Kirimkan 6 Bubble Tea. Letakkan di resepsionis jam 1 siang besok." Perintah Sehun begitu misi mereka selesai saat itu.

"Aku mengerti, Eve," jawab Jongin tak bisa menahan senyumnya mendengar itu.

Omega memerintah Alpha adalah hal yang tak lazim. Beberapa Alpha yang begitu dominan bahkan tak terima diperintah sesama Alpha dan mayoritas Alpha akan marah jika ada Beta atau Omega yang berani memerintah mereka.

Tapi Jongin tidak, ia tak marah Sehun memerintahnya seperti itu. Tentu ia akan marah jika Omega lain yang bicara begitu, tapi untuk Sehun, ia beri pengecualian. Lagipula, Jongin tak bisa menyangkal bahwa ia senang menuruti kemauan Sehun. Ia senang memanjakan Omega Pria itu dengan menuruti permintaanya. Jongin menunggu di lobi siang itu, berharap Sehun datang untuk mengambil Bubble Tea-nya, sayangnya ia mengutus Omega lain untuk mengambilkannya.

Jongin menghela nafas dan membuka matanya, kembali menatap langit-langit kamarnya. "Sehun, bagaimana aku bisa mendapatkanmu? Bahkan nama keluargamu saja tak kutahu," gumamnya.

e)(o

Sehun perlahan membuka matanya. Silau. Ruangan ini terlalu silau baginya membuatnya kembali memejamkan matanya dan mengerang pelan. Ia mendengar dua orang berbicara dengan suara pelan dan langsung berhenti mungkin karena mendengar erangannya.

"Kau sudah sadar, Oh Sehun?"

Suara baritone itu ia mendengar beberapa kali ketika ia mendampingi Agen ini, hanya beberapa kali karena ia Eve tetapnya Agen Kim Jongin. Itu suara Alpha Wu Yifan.

"Silau," kata Sehun serak membuka matanya sedikit dan cahaya lampu itu berusaha menerobos masuk ke matanya, membuatnya kembali mengerang.

"Pelan-pelan saja, nanti akan terbiasa," kata suara lainnya yang tak seberat Wu Yifan, bukan suara Sang Komisaris, jadi kemungkinan besar suara Alpha Kim Joonmyeon.

Sehun mengikuti perkataan Alpha itu, membuka matanya sedikit-sedikit membiasakan matanya menerima cahaya yang masuk itu. Ia familiar dengan tata ruangannya meski telah lama tak melihatnya. Ini Rumah Sakit khusus Werewolf, letaknya tepat disebelah Markas Besar. Tempat yang 6 bulan lamanya berhenti Sehun kunjungi.

Tak banyak yang tahu bahwa latar belakang pendidikan Sehun sangatlah melenceng dari pekerjaannya. Sebelumnya Sehun adalah mahasiswa kedokteran, ia sedang magang di rumah sakit ini khusus bagian Omega ketika ia bertemu dengan Kepala Divisi The Eves, disanalah ia di rekrut. Sehun diberikan waktu untuk berpikir hingga masa magangnya selesai dan akhirnya Sehun memutuskan untuk bergabung dengan The Eves.

Sampai sekarang aku masih tak tahu kenapa Bos merekrutku, pikir Sehun.

"Oh Sehun-sshi? Bagaimana perasaanmu?" tanya Joonmyeon.

Sehun mencoba duduk, tapi menolak ketika Yifan itu hendak membantunya. "Cukup baik," katanya terdengar sedikit serak. Ia cukup haus. Aku pasti pingsan tadi, berapa lama aku pingsan? Pikir Sehun.

"Minumlah," kata Yifan itu memberikan segelas air untuk Sehun.

Sehun menerimanya, sebisa mungkin tidak bersentuhan dengan tangan Alpha itu. Ia minum, berusaha untuk mengabaikan tatapan intens kedua Alpha itu yang tertuju padanya. Aku seharusnya menjadikan ini pekerja sampinganku, menarik uang dari setiap Alpha yang menatapku lebih dari satu menit, pikir Sehun meletakan gelas itu di meja samping tempat tidur.

Hening. Canggung.

"Berapa lama aku pingsan?" tanya Sehun pelan, melirik kedua Alpha yang masih menatapnya intens.

"Cukup lama. Hampir 2 jam," kata Joonmyeon melirik jam tangannya yang terlihat mewah bak model.

Aku tahu kau keren, berhenti tebar pesona begitu, dasar Alpha! Sembur Sehun membatin.

Belum ada sempat ada yang kembali bicara, pintu terbuka mendapatkan seorang dokter Omega Wanita dan seorang suster. Sehun kenal dokter itu, ia dokter penanggung jawabnya ketika ia masih Ko-As.

"Senang bertemu denganmu lagi, Sehun-sshi," sapa si dokter Omega tersenyum sambil memeriksa Sehun. "Oh, kondisimu sudah membaik. Kau bisa langsung pulang nanti," katanya setelah memeriksa Sehun dan mencatat hasil pemeriksaannya di data pasien itu.

"Kenapa dia pingsan, Dok?" tanya Yifan penasaran.

"Ah, Sehun-sshi belum memberitahu?" tanya si dokter Omega menatap Sehun.

Sehun menatapnya dengan 'jangan beritahu mereka'. Tapi nampaknya wanita hanya hebat dalam mengode tapi tidak pintar membaca kode. Si dokter Omega itu sama sekali tak mengerti arti pandangan Sehun dan menatap kedua Alpha itu dengan tersenyum.

"Sehun-sshi tak terlalu terbiasa dengan keberadaan Alpha dan Beta, jika terlalu lama berada disatu ruangan atau aura Alpha dan Beta terlalu kuat, maka ia akan pingsan. Tapi itu bukan situasi yang terlalu serius," kata si dokter memberitahu dengan senyumnya tak menyadari tatapan laser yang ditembakan padanya dari si pasien omega.

Intinya aku alergi dengan Alpha dan Beta. Mereka seperti bakteri pengganggu yang perlu di musnahkan. FIRE! Biarkan Omega yang memerintah!

"Ah, begitu," kata Yifan canggung melirik sang Omega Pria yang sibuk menatap tajam dokternya itu.

"Sehun-sshi, nanti akan kami berikan resep yang perlu ditebus di farmasi. Kau tahu aturannya, Sehun-sshi, semua obat harus tetap diminum sampai habis meski kondisimu sudah baikan," kata si dokter memberitahu dengan lembut.

Sehun cemberut. Selain Alpha dan Beta, obat adalah hal kedua yang ia benci. Tapi sebagai dokter ia jelas tahu aturan itu juga. "Baik, dok," jawabnya menurut meski wajahnya cemberut.

"Ah, kau masih menggemaskan seperti biasanya," kata si dokter tertawa mencubit pipi Sehun dan si suster juga tertawa setuju.

Aku tampan, tidak cocok dibilang menggemaskan! FIRE! Pikir Sehun dongkol.

"Itu saja, kami permisi," kata si dokter pamit pada ketiganya dan pergi dengan susternya.

Suasana kembali canggung begitu pintu tertutup.

Yifan berdehem. "Jadi kau tak terbiasa dengan keberadaan Alpha dan Beta," kata Yifan memulai, seakan ingin memastikan apakah Sehun tahu atau tidak kondisinya.

Ya, aku alergi kalian, pergi sana! Batinnya mengusir. "Kau dengar kata dokter tadi," balas Sehun datar.

"Sudah berapa lama?" tanya Joonmyeon.

Cukup lama sampai aku akan pingsan lagi kalau kalian tetap disini. PERGI SANA, IH! Namun jelas Sehun tak mengatakan itu, ia hanya mengangkat bahu. Tak ingin memberitahu info pribadinya pada dua orang asing ini.

Suasana kembali hening dan canggung untuk sejenak.

"Kami menelepon orang tuamu, mereka menuju kesini," kata Yifan memberitahu.

Mata Sehun membelalak mendengar itu. "Kenapa kalian menelepon mereka? Aku 24 tahun! Bukan anak umur 4 tahun!" protes Sehun marah-marah.

"Uh— karena kau Omega?" jawab Joonmyeon tak yakin dan langsung yakin jawabannya salah ketika Sehun menatapnya dengan tatapan lasernya itu.

Hanya karena aku Omega?! Kau pikir Omega lemah?! Omega yang melahirkanmu, Alpha idiot! Jika yang dilahirkan saja kuat apalagi yang melahirkan! KUKIRIM KAU KE NERAKA SEKARANG JUGA, KAU ALPHA BO—

Cacian dan makian dalam benak Sehun terputus ketika pintu terbuka menampakan sosok Ibunya, Ayahnya, Baekhyun, Kyungsoo— tunggu kenapa disana juga ada Kim Jongin?

"Oh, Sehunnie!" seru Ibunya justru terlihat riang meski anak semata wayang-nya itu berada diatas ranjang rumah sakit, memeluknya dengan erat.

"Kau terlihat senang melihatku sakit, Ibu," sindir Sehun dongkol begitu Ibunya melepaskan pelukannya dan Ayahnya memeluknya dengan canggung karena anaknya itu menatapnya dengan tajam.

Ayah Sehun seorang Alpha, tapi sebagai Alpha yang menyayangi keluarganya –terlebih anak semata wayangnya yang seorang Omega pembenci Alpha dan Beta–, ia sampai takut kalau anaknya ini sudah mengamuk hanya karena ia peluk.

"Itu karena kau tak pernah mau pulang kerumah setelah bekerja," kata Ibunya memukul lengan kurusnya membuat Sehun meringis.

Itu surgaku. Aku takkan pernah mau meninggalkannya, pikir Sehun melirik ketiga Alpha yang baru datang itu yang menatap intens padanya.

"Oh, siapa ini?" tanya Ibunya senang menatap Yifan dan Joonmyeon. "Salah satu kalian yang meneleponku?"

"Saya Wu Yifan, orang yang menelepon Anda, Ny. Oh," kata Yifan memperkenalkan diri dengan sopan.

"Kim Joonmyeon," kata Joonmyeon memperkenalkan diri. "Anak Anda pingsan ketika sedang pertemuan dengan Komisaris. Dokter mengatakan karena Sehun-sshi tak terbiasa dengan keberadaan Alpha," kata Joonmyeon memberitahu.

"Ah, itu tak mengherankan," kata Ibunya tertawa dan memukul lengan berotot ayahnya yang hanya tertawa canggung karena menyadari tatapan tajam dari anaknya itu. "Lihat Baekhyun dan Kyungsoo ini, mereka berteman dengan Sehun sejak kecil tapi Sehun mengamuk karena mereka adalah Alpha dan masih mendendam sampai sekarang. Dan suamiku ini? Dia kami usir 6 bulan dari rumah karena Sehun tak suka dengan Alpha," kata Ibunya membeberkan aib Sehun tanpa malu-malu.

Beraninya Ibu membeberakan aibku! Akan kuhapus nama ibu dari Kartu Keluarga! FIRE! Batin Sehun menjerit menembakan laser pada Ibunya yang sibuk tertawa tak menyadari kecanggungan dari 6 Alpha lainnya.

"Ibu, aku akan sangat berterima kasih kalau Ibu mau menutup mulut Ibu," kata Sehun dongkol.

Ibu Sehun itu menatap tajam pada anaknya itu. "Apa yang kau baru saja bilang? Jangan memerintah Ibu hanya karena Ibu adalah Omega!" sembur Ibunya menjewer kuping Sehun dengan keras membuat si pasien merengek kesakitan.

Ayah Sehun hanya mundur teratur melihat anaknya dan istrinya sudah mulai berdebat itu. Mengisyaratkan Alpha muda lainnya untuk menunggu diluar bersamanya.

e)(o

Jika kalian bertanya keputusan terbaik dalam hidup Oh Seunghwan, ayah dari Oh Sehun dan suami dari Oh Jihyun, adalah menikahi Han Jihyun –sekarang Oh Jihyun– dan memiliki seorang anak laki-laki tampan bernama Oh Sehun. Ia tak pernah menyesali apapun bahkan sampai detik ini.

Ia sama sekali tak kecewa ketika tahu ternyata anak laki-lakinya bukanlah seorang Alpha ataupun Beta melainkan seorang Omega. Sama sekali tidak kecewa. Ia hanya ingin memberikan kasih sayang yang lebih lagi pada anak semata wayangnya itu karena ia tahu anaknya masih tak menerima naturnya sebagai Omega.

Ia sama sekali tak menyesal harus diusir dari rumah selama 6 bulan dan tidur di sofa ruang kantornya ketika Sehun mengetahui dirinya seorang Omega dan mulai membenci Alpha dan Beta. Ia tidak menyesal harus membujuk dan memohon anaknya untuk mau kembali bertemu dengannya selama 6 bulan. Ia bahkan sangat bahagia akhirnya Sehun mengijinkannya kembali pulang ke rumah.

Oh Seunghwan sangat mencintai keluarganya dan tak pernah masalah jika Omega di rumah mereka yang mendominasi dalam mengatur keuangan dan peraturan rumah. Satu-satunya kondisi dimana Seunghwan menunjukan ke Alpha-annya adalah dalam aktifitas ranjangnya dengan Jihyun.

Oh Jihyun, istrinya itu, bukanlah Omega yang lemah. Ia seorang wanita yang luar biasa, memiliki pendirian, dan takkan tunduk begitu saja jika memang pendiriannya dilanggar. Ia seorang yang independen namun juga tahu dimana batasannya ia harus bergantung pada Alphanya, pada suaminya.

Dan jika kalian bertanya darimana asal sifat Sehun yang tidak mau tunduk pada Alpha, itu jelas turun dari Ibunya. Jangan heran, Jihyun sendiri akan mengamuk jika ada orang yang meremehkan Sehun hanya karena ia menjadi Omega meski ironinya Jihyun memperlakukan anaknya itu sama seperti memperlakukan Omega. Tapi tetap, tak ada satupun yang boleh memeremehkan Sehun sebagai Omega sama sekali atau siapapun itu akan melihat kemarahan seorang Oh Jihyun yang mengerikan.

"Jadi kenapa anakku bertemu dengan Komisaris?" tanya Seunghwan pada Joonmyeon dan Yifan.

"Ah, itu," kata Yifan melirik Joonmyeon canggung. "Oh Sehun-sshi sebelumnya bekerja sebagai Agen The Eve, divisi khusus para Omega. Komisaris ingin memindahkannya menjadi Agen Lapangan dan tinggal bersama kami—" Yifan mengisyaratkan kelima Alpha muda disana. "—dan 6 Alpha lainnya," kata Yifan menjelaskan.

Baekhyun dan Kyungsoo membelalak lebar mendengar itu dan memandang Oh Seunghwan dengan was-was. Mata Oh Seunghwan langsung menggelap, wajah ramahnya berubah datar, dan aura tenangnya berubah menjadi dominan nan agresif.

"Tinggal bersama 11 Alpha?" tanyanya dingin, membuat kelima Alpha muda itu cukup terintimidasi dengan ayah dari Oh Sehun itu.

"I-itu keputusan Ko-komisaris, Tu-tuan Oh," kata Joonmyeon jelas cukup ngeri dengan perubahan Oh Seunghwan yang begitu cepat itu.

"Komisaris," desisnya penuh ancaman, membuat para Alpha muda itu merinding.

"Oh, ada apa ini?" tanya Jihyun bingung begitu keluar dari ruangan Sehun dan menemukan suaminya mengeluarkan ke-Alpha-annya, dimana itu sangat jarang terjadi.

"Kita perlu bicara dengan Komisaris mereka," kata Seunghwan disela kertakan giginya dan menarik tangan istrinya untuk mengikutinya.

"Tolong jaga Sehunnie! 2 Alpha maksimal!" seru Jihyun pada kelima Alpha muda itu sementara berusaha mengikuti langkah suaminya yang cepat itu.

"Whoa, Tuan Oh benar-benar menyeramkan," kata Joonmyeon menghela nafas lega begitu Sang Alpha tak lagi dalam pandangan mereka.

"Begitulah Tuan Oh, langsung berubah ganas jika menyangkut Sehun berkaitan dengan Alpha atau Beta, seperti menjaga anak gadis," kata Baekhyun juga menghela nafas lega.

"Apa yang Hyung maksud Sehun akan tinggal bersama kita?" tanya Jongin mengabaikan fakta betapa menyeramkannya ayah Sehun itu, ia jelas lebih tertarik Eve-nya akan tinggal satu atap dengannya.

"Kita akan bahas nanti, semuanya belum ditentukan dengan jelas berhubung Sehun-sshi pingsan ditengah-tengah pembicaraan," kata Yifan menjawab.

"Jadi Komisaris ingin mengubah statusnya menjadi Agen Lapangan?" tanya Kyungsoo mengangkat alis. "Sehun lemah dalam stamina dan fisik, ia tak mungkin bisa bertahan di lapangan."

Baekhyun mengangguk-angguk setuju dengan omongan Kyungsoo, jelas mengetahui itu benar karena ia mengenal Sehun cukup lama seperti Kyungsoo.

"Sudah kubilang, semua masih belum ditentukan dengan jelas. Tapi kurasa maksud Komisaris adalah menjadikan Sehun-sshi sebagai Eve Lapangan," kata Yifan menghela nafas.

"Eve di ruangan dan Eve di lapangan tak ada bedanya. Aku benar-benar tak mengerti tujuan Komisaris," kata Baekhyun heran.

Yifan menghela nafas. "Aku tidak tahu, Baekhyun. Bisakah kita semua tunggu saja keputusan tetapnya nanti? Jangan tanyakan padaku lagi," kata Yifan lelah diintrogasi.

"Apa yang kau lakukan, Kim Jongin," kata Kyungsoo berbahaya melihat Jongin yang hendak membuka pintu kamar Sehun dirawat.

"2 Alpha maksimal, aku akan masuk dan menyapanya," jawab Jongin santai dan masuk ke dalam.

"Dasar anak sialan," maki Kyungsoo dan ikut masuk, tentu ia menyempatkan diri melemparkan tatapan peringatan pada ketiga Alpha lainnya agar tidak ikut masuk.

e)(o

"Silahkan duduk, Tuan Oh, Nyonya Oh," kata Sang Komisaris, Lee Sooman, mempersilahkan.

Wajah Seunghwan masih begitu datar dan dingin sedangkan wajah istrinya tak jauh berbeda darinya. Ini bukan masalah main-main, ini menyangkut anak semata wayang mereka yang akan tinggal bersama 11 Alpha. Seorang Omega diantara 11 Alpha! Seunghwan takkan membiarkan ini!

"Prediksi saya kedatangan Anda adalah untuk membicarakan keputusan saya memindahkan status Oh Sehun, benar?" tanya Sang Komisaris.

Seunghwan mengangguk kaku. "Saya keberatan untuk keputusan Anda," kata Seunghwan menyatakan, sama sekali tak terintimidasi dengan pangkat Komisaris yang disandang lawan bicaranya.

Sang Komisari terdiam sejenak dan menatap kedua orang tua Oh Sehun itu. "Ada sesuatu yang perlu kalian ketahui kenapa saya memindahkan Oh Sehun ke situasi yang rumit," kata Komisaris Lee serius.

"Apapun alasan dibalik itu, membiarkan Sehun, seorang Omega tinggal diantara Alpha adalah hal yang tak beretika, Komisaris Lee! Terlalu banyak resiko untuk Sehun!" protes Jihyun tak setuju.

"Ini menyangkut insiden 18 tahun lalu, Nyonya Oh," kata Komisaris Lee menyela dengan tenang namun wajahnya begitu serius. "Ini menyangkut anak kalian yang lain."

Mata Seunghwan dan Jihyun membelalak horor mendengar itu. Insiden 18 tahun lalu, sesuatu yang telah mereka lupakan. Sesuatu yang mereka lupakan bersamaan dengan fakta mereka memiliki anak kembar.

TBC/HOLD/DELETE?•

NO EDIT, MAAPKEUN TYPO T^T Dan maaf kalau chapter ini acak-acakan (aku ngerasa tulisanku acak-acakan banget disini. Mungkin kalian agak gak nyaman bacanya T-T Maaf banget ya, kritik dan saran sangat diterima)

MAKASIH BANYAAAK REVIEWNYA SEMUAAAAAA~~~

Whoaaaa aku gak nyangka ternyata banyak yang minat ini cerita wkwkwkwkwk
Maapkan di TBC dibagian begini yaaa kan biar bikin penasaran HEUHEUHEUHEU xD

Oh iya, aku mau ngasih tau, FF ini mungkin gak sesering diupdate kayak HTL/AR karena plotnya jauh lebih rumit gak cuman drama kayak dua cerita itu (dan aku bakal fokus namatin dua itu baru fokus nulis FF ini). Jadi mohon bersabar yaaa~~ Aku kan mau nulis yang terbaik buat readersku tercintaaaah :*

Mohon reviewnya semuaaaaaa~~~~
Semoga tak lelah mendukung FF ini xD

-willis.8894

P.S:

-No kaisoo, chanbaek, krisho disini heuheuheuheu. Kita bikin mereka berantem aja gimana? HEUHEUHEUHEUHEU /othor evil mode on/

-KaiHun/AllxHun masih belom kutentuin banget, nikmatin aja yaaa xD

-Si Sehun kalo marah Fire fire mulu -_- padahalkan yang punya fire si Ceye -_- /apasih thor -_-/