MY BELOVED COUPLE, KYUMIN
TOLONG BEDAKAN ANTARA "TERINSPIRASI"DAN "PLAGIAT"
DON'T LIKE DON'T READ!
OUT OF CHARACTER
enJOY~~
.
.
.
"Ahjushi ?" Siwon mendekati pria yang sedang mengepel itu guna memastikan pengelihatanya belum rusak
"Apa aku pernah bertemu dengan- Choi Siwon?" balas pria itu dengan ekspresi kagetnya "Untuk apa kau disini ?" lanjutnya
"Aku sudah sering main ke rumahmu, dan kau masih bertanya untuk apa aku disini ?"
"Aigoo, maafkan aku Siwon-ah , kau bersekolah di Kyunghee bukan ?Yatuhan bagaimana aku bisa lupa ?" ucap pria itu dengan wajah yang sedikit tidak enak
"Gwaenchana Ahjushi. Apa Sungmin juga ikut denganmu ?"
"Tentu saja tidak. Dia harus bekerja. Kau tau bagaimana sifatnya bukan?"
.
.
TIT TIT
"Kau yang menyetir Hyung" lemparan kunci itu berhasil Siwon tangkap
"Bahkan kau menyebutkan kata Hyung hanya pada Siwon. Aku juga Hyungmu!"
"Tapi sifatmu lebih cocok dengan bocah lima tahun Lee DongHae. Bagaimana bisa Hyukjae betah dengan orang macam dirimu?"
"Tentu saja dia mau, aku kan tampan"
"Berhentilah bertengkar dan masuk kedalam mobil" titah Yesung mendahului mereka dengan memasuki mobil bagian belakang
.
.
"Hey Siwon-ah! Kau mengenal orang tua tadi ?" tanya Donghae setelah mendaratkan pantat bulatnya di kursi penumpang
"Ck, kemana sopan santunmu Tuan Lee? Nde, aku mengenalnya. Dia ayah dari temanku. Wae?" jawab Siwon dengan mata fokus mengarah ke jalanan
"Ah! Dia namja atau yeoja ?" Donghae memajukan tubuhnya dengan tangan bertengger di dua kuris kemudi, diantara Siwon dan Kyuhyun
"Kau ini bodoh atau bagaimana? Tentu saja dia namja bodoh!" jawab Yesung mantap
"Eoh? Kau tau darimana Yesung hyung?" tanya Siwon penasaran. Seingatnya, dia tidak pernah menceritakan perihal Sungmin kepada Yesung.
"Ckck Choi Siwon, kau juga bodoh ternyata. Dadanya rata, kau juga memanggilnya Ahjushi bukan? Ah~ ada apa dengan kalian" jawab Yesung yang sukses membuat Siwon maupun Donghae menatap malas ke arahnya. Beruntung traffic light saat ini menunjukan warna merah
"Siapa namanya? Nama anak ahjushi tadi" giliran Tuan Cho yang bertanya kali ini
"Lee Sungmin"
.
"Kau menelfon ku?" gadis itu melihat jam berwarna soft pink yang melingkar di lengan kirinya.
"Hey, biar kutebak. Di Korea pasti tengah malam bukan? Aish, bukankah sudah kubilang? Jangan tidur terlalu larut! Bagaimana kalau kau sakit? Itu akan merepotkan eommonim! Bagaimana kalau dia berfikir kau sakit karna aku?Ah aku akan membunuhmu setibanya aku
di Korea Min-"
"Aku merindukanmu" jawab orang di seberang yang telak membuat Krystal menghentikan omelanya dan menangkup pipinya.
"Ck! Jangan mencoba merayuku!" jawab Krystal dengan nada merajuknya "Eoh?" Krystal menautkan alisnya ketika ponselnya kembali berdering
"Ah mian eomma ku menelfon. Nanti akan ku telfon. Sampaikan salamku ke Eommonim dan Abonim, bilang kepada mereka kalau aku adalah menantu yang baik!"
klik
"Nde eomma?"
"Soojung? Aigoo intonasi dan suaramu bahkan sudah berubah. Eomma merindukanmu"
"Eomma berlebihan!"
"Apa kau bilang? Seorang ibu merindukan anaknya dan kau bilang itu berlebihan? Yatuhan seburuk itu kah kebudayaan Amerika hah?"
"Aish bukan bagian itu eomma~ Aku juga merindukanmu. Eng, ada apa menelfonku? Di Korea sedang tengah malam bukan?"
"Kapan kau pulang? Kau sudah mengurus semua dokumen mu disana bukan? Chulie menelfonku tadi sore. Keluarganya mengajak kita makan malam setelah kau tiba di Korea. Dia bilang akan membahas tentang pertunanganmu dengan Kyu-"
"Ya ya arachi. Mungkin dua hari lagi aku sudah berada di Korea. Baiklah sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi bukan? Akan kututup telfonya. Bye~"
.
Namja itu tersenyum simpul dan memasukan ponsel pintar itu kedalam saku celananya.
"Apa kalian ingin meminum secangkir kopi? Atau makanan ringan?" tanyanya menginterupsi semua kegiatan –tak-penting- yang sedang dilakukan oleh ke tiga sahabatnya
"Sejujurnya aku memang sedikit lapar. Boleh kah aku mengajak Hyukjae?" Benar! Ucapanya berhasil membuat kegiatan 3 sahabatnya terhenti
"Apa kau yakin dia mau menrima tawaranmu?" ucap Kyuhyun sakrastik
"Yah! Dia bukan menolakku! Dia- dia- dia hanya butuh waktu untuk menerimaku!" sergah Donghae tak terima
"Ck terserah. Cha kita berangkat"
.
.
"Maaf membuat anda lama menunggu tu- Siwonie?" namja mungil dengan seragam kerjanya itu nampak sedikit terkejut mengetahui teman dekatnya yang akan memesan di tempat ia bekerja. Ya, hanya sedikit karena Siwon lumayan sering datang untuk membeli makanan atau hanya sekedar menunggu Hyungnya itu pulang
"Sungmin hyung? Hey, apa sift kerja mu berubah? Bukankah kau biasanya kau bekerja dari siang hingga sore? Mengapa selarut ini kau belum pulang?"
"Tidak, aku hanya lembur" jawab Sungmin dengan kekehan ringanya. Kyuhyun tersenyum simpul saat melihat orang yang dipanggil Sungmin hyung oleh Siwon itu tertawa. Ah, sangat manis. Tunggu, hyung ?
"Kau seorang namja?" tanya Kyuhyun tiba tiba
Sungmin mengernyit heran "Apa aku secantik itu tuan?" jawab Sungmin sekenanya. Kyuhyun kembali tersenyum simpul.
"Setidakna sekarang aku mempunya alasan untuk tertarik denganmu, Lee Sungmin" Kyuhyun berbicara dalam hatinya sembari tetap mengawasi segala gerak gerik Sungmin
"Dia sangat manis. Seperti Hyukjae" ucap Donghae setelah sosok Sungmin berjalan menjauh dengan membawa catatn pesanan mereka
"Hng. Dia juga sangat cerdas. Padahal kalian tau? Dia belajar hanya saat ada waktu lenggang atau saat cafe ini tidak terlalu ramai pelanggan" jawab Siwon dengan nada –promosi-nya.
"Cerdas? Gotcha! Aku mendapat alasan untuk mulai menarikmu kedalam hidupku Lee Sungmin" bisik Kyuhyun dalam hati.
Sayang semua omongan dalam hati Kyuhyun harus terhenti saat mendengar dering telfonya
"Yeoboseyeo?" Kyuhyun menempelkan ponsel itu ke telinga kananya
"Kyuhyun-ah ? Kau dimana ?"
"Aku? Sedang berada di suatu tempat tentunya. Ada apa?"
"Apa aku sudah memberi tahu? Kita akan makan mala-"
"Makan malam dengan keluarga Soojung untuk membahas pertunangan pewaris tunggal Cho Group dan anak dari Sahabat eomma nya?" sergah Kyuhyun
"Baiklah ku akui untuk hal daya ingat kau menuruni Appa mu"
"Ck, aku belum sepikun itu eomma. Dan , sejak kapan makan malam dilaksanakan sore hari?" Kyuhyun berujar malas
"Aku hanya salah berbicara Cho. Ah, kalau bisa tolong jemput dia di bandara besok pagi"
"Aku harus sekolah"
"Cih, kau bisa beralasan kalau kau harus sekolah? Kalau begitu seharusnya aku tidak pernah mendapat laporan bahwa anak semata wayangku hampir setiap hari membolos dengan teman-teman nya itu"
"Aish, geurae geurae aku akan menjemputnya besok"
KLIK
"Heechul ahjumma?" tanya Yesung yang sedari tadi mendengarkan percakapan Kyuhyun dengan eommanya
"Nde" Kyuhyun memejamkan matanya. Dia memang terkenal pintar memainkan kata-kata sehingga lawan bicaranya kadang stroke mendadak karena ucapan setan dari mulutnya. Dan sekarang kita tau darimana Kyuhyun mendapat kemampuan itu.
"Soojung? Dia akan pulang lusa? Aish dasar anak itu. Bisa-bisanya dia pulang tanpa memberi tahuku" gerutu Siwon
"Hey Hyung! Kau sepupunya kan? Kenapa tidak kau saja yang menjemputnya?" tanya Kyuhyun penuh harap
"Aku tidak bisa. Aku bukan anak dari pemilik Kyunghee, jadi aku tidak bisa membolos sesuka hatiku" ucap Siwon setengah mencibir
"Eoh? Bahkan kau selalu ikut saat aku membolos" balas Kyuhyun
"Ck, ayolah Kyu. Kau akan bertunangan denganya, bagaimana bisa sikapmu seperti ini? Lagipula kalian kan sangat dekat" jelas Siwon
"Yah kami memang dekat. Aku bahkan sudah menganggapnya seperti adikku sendiri. Sayang karena pertunangan bodoh ini baik aku maupun Soojung jadi tertekan. Ah bagaimana dengan kalian?" ucap Kyuhyun memandang Donghae dan Yesung dengan mata penuh harap
"A-aku ? Yesung-ah! M-menurutmu tempat-tempat mana saja yang cocok untuk menyatakan cinta kepada seseorang? Tanya Donghae dengan mata penuh kode terhadap Yesung
"Eoh? Ah, aku-aku tau tempatnya. Bagaimana kalau ku tunjukan besok pagi? Aku akan mengajak Ryeowook juga"
"Cih, kalian sama sekali tidak bisa diandalkan sebagai sahabat dalam hal seperti ini" jawab Kyuhyun memicingkan matanya
.
.
"Akhirnya kita bisa kembali ke sekolah kita yang jauh lebih nyaman dari temapt ini. Huaaahhh" Donghae berucap sembari merentangkan kedua tanganya
"Yah, dan aku bisa bertemu dengan Ryeowook sepuasku tentunya" sambung Yesung sembari menatap lurus kedepan. Dinding? Ah, dia sedang memikirkan apa-apa saja yang akan dilakukanya dengan namja polosnya satu ini
Siwon hanya menggeleng melihat tingkah laku ke dua hyung nya. Kepalanya lantas menoleh ke arah Kyuhyun
"Bagaimana dengan mu Kyu?" tanya Siwon. Tak ada jawaban dari Kyuhyun membuat Siwon menyadari sesuatu. Dongsaeng nya tengah fokus ke hal lain. Siwon mengikuti arah pandang Kyuhyun dan detik kemudian dahinya nampak sedikit berkerut. Tak ada yang menarik, hanya Sungmin yang sedang berbicara dengan sang Appa. Namun wajah penasaran Siwon seketika terganti dengan wajah mengancam dan mata yang memicing
"Kupastikan semua media akan menyiarkan berita kematianmu jika apa yang kupikirkan memang benar" ucap Siwon sarat dengan nada ancaman
"Aku ingin bersekolah disini saja" jawab Kyuhyun masih dengan arah pandang yang sama
"Apa?" Siwon memasang wajah heran.
"Kau tadi bertanya bukan"
"Jangan gila. Kau bisa membawanya ke sekolah kita kalau kau ma-"
"Yah! Itu ide yang bagus! Gumawo hyung" ucap Kyuhyun sembari membungkuk hormat dan pergi meninggalkan Siwon yang masih tak mengerti apa yang Kyuhyun maksut
"Apa Heechul ahjumma salah memberi sarapan pada anak itu tadi pagi?"
.
"Apa kau yakin?" tanya yeoja paruh baya itu sembari sesekali membenarkan letak kacamatanya
"Sangat" jawab pria yang menduduki kursi tamu
"Cho Kyuhyun-" yeoja itu menutup dokumen yang baru saja ia baca "Aku memang tau dia adalah siswa yang sangat berprestasi. Tapi aku tak bisa memutuskan begitu saja. Seharusnya kau bicara pada kedua orang tu-"
"Aku harus mendapat ijin dari anda dulu" sergah Kyuhyun
"Yah, kau tau tak ada yang bisa kulakukan lagi selain menjalankan keinginanmu" jawab yeoja itu membuat wajah Kyuhyun bersinar
"Aku akan mengurus semua dokumen-dokumen nya. Kupastikan dia akan ikut denganmu dan teman-temanmu saat pertukaran pelajar selesai. Aku juga akan meminta persetujuan dulu dari Tuan Lee apakah dia akan mengizinkan Sungmin untuk pindah ke Kyunghee atau tidak"
.
.
From : Sojungie
YAK CHO KYUHYUN ! KENAPA KAU TIDAK MENJAWAB PANGGILANKU HAH?! BAGAIMANA PUN AKU INI ADIK YANG MERANGKAP MENJADI CALON TUNANGANMU. JIKA AKU MENGADUKAN INI KE HANGENG ATAU HEECHUL AHJUMMA BISA KUPASTIKAN BERITA KEMATIANMU MENJADI HOT NEWS DI SEGALA PENJURU KOREA !
"Apa-apa an ini?" ucap Kyuhyun membaca pesan dari Krystal. Namun detik berikutnya dia terkekeh pelan. Benar-benar seperti berbicara dengan anak bayi.
To : Sojungie
Ponselmu rusak atau bagaimana? Jika aku menyebarkan pesan ini kupastikan berita "bad attitude" mu akan menjadi Hot News ke dua setelah berita kematian ku
TING
From : Sojungie
Tak kusangka orang Korea lebih menyebalkan dari pada orang Amerika gezz. Kau harus menjemputku saat aku tiba di Korea nanti! Arrachi?
To : Sojungie
Kenapa tidak meminta "dia" saja ? Kkkk
From : Sojungie
Beraninya kau Cho! Ah dan satu lagi, aku akan bersekolah di tempatmu oppa. Sampai bertemu !
"Eoh?" Kyuhyun hanya menggeleng dan terkekeh setelah membaca pesan dari Krystal.
Kyuhyun memang sangat menyayangi Soojung atau Krystal. Krystal bilang hanya orang-orang terdekatnya saja yang berhak memanggilnya Soojung, dan Kyuhyun adalah salah satunya.
.
.
TOK TOK
"Permisi , apa Nyonya memanggil saya?" pria paruh baya itu berdiri di ambang pintu. Sang "nyonya" belum memberinya izin untuk masuk.
"Ah, silahkan duduk" setelah dipersilahkan pria itu sedikit menundukan kepalanya dan berjalan ke arah kursi tamu
"Dan tolong jangan panggil aku Nyonya tuan Lee. Kau disini sebagai sebagai orang tua Sungmin bukan ?"
"Ah, keunde. Apa ada masalah dengan Sungmin? Apa anak itu melakukan kesalahan sehingga aku dipanggil ke ruang Kepala Sekolah?" Kangin mulai gelisah
"Eoh? Tentu saja tidak. Kau tau Sungmin adalah siswa yang cerdas, dan menurut cerita teman-temanya dia adalah pekerja keras bukan? Tidak mungkin dia melakukan keonaran disini" yeoja itu tersenyum ramah
"Jadi begini, setelah mempertimbangkanya aku ingin Sungmin bersekolah di tempat yang lebih layak. Aku akan memindahkanya ke Kyunghee. Sekali lagi kau tau bukan kecerdasan Sungmin?"
Kangin nampak terkejut, namun buru-buru dua menggantinya menjadi senyum kikuk
"Dan anda juga tau kalu aku tak mempunyai biaya untuk mem-"
"Ini beasiswa dari pihak Kyunghee Tuan Lee" jelas yeoja itu sebelum Kangin makin salah paham
"Apa?"
"Tadi ada seorang siswa yang menyarankan Sungmin mendapat beasiswa. Jadi kau tak perlu memikirkan tentang biayanya. Tolong pikirkan baik-baik, tak semua anak bisa masuk ke sekolah seperti Kyunghee. Jadi, apa kau mengijinkan putramu bersekolah disana?"
.
.
"Aku pulang!"
BLAM
"Hah~ hari ini aku sungguh ingin tidur panjang. Andai saja aku ini beruang"
"Kau akan memakanku jika kau menjadi beruang" sebuah suara tiba-tiba saja menyapa indra pendengaran Sungmin. Sungmin hanya terkikik pelan mendengarnya
"Ming, apa kau ingin bersekolah di sekolah ternama. Ng seperti Kyunghee misalnya?" tanya Kangin dengan nada serius sembari mendudukan dirinya dipinggir ranjang Sungmin.
Mendengar nada bicara sang ayah yang terdengar sangat serius membuat Sungmin ikut menundukan dirinya.
"Yah! Siapa yang tak ingin bersekolah disana? Tentu saja aku ingin appa! Tapi itu tidak mungkin bukan" jawab Sungmin menatap kosong ke arah depan
"Kau bisa jika kau mau. Kau hanya tidak perlu berangkat ke Dongah dan hanya perki ke Kyunghee"
"Dan akan diusir oleh satpam di sekolah Kyunghee bukan? Itu menggelikan appa" ucap Sungmin mengerucutkan bibirnya sebal
"Sungmin-ah. Appa serius. Ah, tunggu sebentar" Kangin berdiri dari posisi duduknya dan berjalan menuju lemari milik Sungmin
KRIET
"Apa yang appa lakukan?" Tanya Sungmin mengernyit heran
"Ini dia!" ucap Kangin sembari menunjukan satu stel seragam ke arah Sungmin
Sungmin memicingkan matanya dan mulai mengeja huruf yang terdapat di seragam tersebut
"Kyung-hee .. High-School.. MWO?! KYUNGHEE HIGH SCHOOL?!" mata foxy nya membulat seketika, dan makin membulat setelah membaca name tag yang berada di sebelah kanan saku
"Lee Sungmin?" Sungmin menatap sang Ayah, meminta penjelasan
"Jadi apa kau percaya sekarang?" tanya Kangin tersenyum hangat
"A-appa.. Huaaa appa~ Hiks gumawo-yo" Sungmin langsung berlari menghambur ke pelukan sang ayah. "P-pasti appa bekerja sangat keras bukan? Hiks maafkan aku appa. Aku hiks aku berjanji akan belajar dengan rajin"
"Yah! Memang tugasmu adalah belajar dengan rajin! Kau mendapat bea siswa dari Kyunghee, jadi Appa tidak membiayai apapun. Sejujurnya Appa masih bingung, dari mana datangnya seragam ini. Bukankah bea siswa hanya mencangkup biaya pembelajaran saja? Ah tapi yasudahlah. Kau harus menunujukan hasilnya kepada Appa!"
.
.
"MWO?!"
"Yah! Pelankan sedikit suaramu" ucap Sungmin melihat ke sekelilingnya, merasa tidak enak dengan pengunjung cafe yang lain
"Ah maaf-" Siwon menggaruk tengkuknya "Aku hanya terlampau senang Hyung. Itu berarti kau akan satu sekolah dengan ku dan Kibumie? Kau masuk kelas apa? Dan..siapa orang yang berbaik hati menyarankan namamu menjadi penerima bea siswa tahun ini?"
"Aku juga masih bingung akan hal itu Siwon-ah. Malaikat macam apa yang memberiku bea siswa secara cuma-cuma seperti ini" jawab Sungmin
Siwon terdiam. Dia menjadi ucapan Kyuhyun tadi pagi...
"Aish- kujamin kau akan mencabut kata Malaikat setelah tau siapa yang membantumu Hyung" ucap Siwon pelan
"Apa?" tany Sungmin karena tidak begitu mendengar ucapan Siwon
"Ah? Tidak. Mulai kapan kau akan berangkat? Aku akan berangkat bersamamu"
"Bagaimana dengan Kibum?" tanya Sungin tak enak hati
Siwon tersenyum ramah "Kibumie ku orang yang baik. Dia pasti memahami keadaanya"
Sungmin yang mendengarnya lantas ikut tersenyum
.
.
"Kau tidak cemburu Bumie-ah?" tanya namja dengan rambut pirangnya. Yang ditanya hanya tersenyum simpul
"Apa? Untuk apa aku cemburu?" jawab Kibum dengan pandangan ke arah Siwon dang Sungmin
"Yah! Namja chingu mu sedang bersama orang lain!" kali ini giliran namja mungil disamping Hyukjae yang berbicara
"Ck. Kau mendengar percakapan mereka bukan wookie ah? Baik Siwon maupun Ming hyung tetap mengingatku saat mereka tengah bersama. Apa lagi yang harus ku khawatirkan? Memang benar diawal aku memang tidak menyukai Ming hyung, tapi aku tidak bisa untuk tidak menyukainya. Dia anak yang baik. Dan apa tadi? Dia akan pindah ke sekolah kita bukan? Woah~ senangnya" ucap Kibum dengan senyum lebarnya
Sementara Hyukjae dan Ryewook hanya mengangguk-angguk kecil sembari meminum minuman yang tadi mereka pesan
.
.
Namja mungil itu melihat ke sekeliling dan tak henti-hentinya menggumamkan kata "woah~" ataupun berdecak kagum. Sementara Siwon yang baru saja memarkirkan motornya hanya terkekeh melihat aksi lucu dari Hyungnya itu
"Hyung! Cha aku akan mengantarmu ke ruang Kepala Sekolah, setelah itu aku mengantarmu ke ruang kelasmu" ucap Siwon berjalan didepan Sungmin
.
.
"Apa kata Kim seongsaenim? Kau dikelas apa?"
"Eung..3C sepertinya" jawab Sungmin
"Eoh benarkah? Itu hanya berbeda 2 ruangan dengan kelasku. Kau bisa memanggilku jika terjadi sesuatu" ucap Siwon berhenti disebuah ruang kelas dan berbalik menghadap Sungmin
"Sudah sampai? Ah gumawo Won-ah" Sungmin berjalan memasuki kelas barunya
"Ah Won-ah ! Tunggu sebentar! Apa kau mengenal orang yang memberiku bea siswa?" tanya Sungmin berbalik ke arah Siwon
"A-apa? Tentu saja tidak. Haha" Siwon tertawa kaku
"Begitu ya?" Sungmin sedikit kecewa "Padahal aku ingin sekali berterima kasih pada orang itu. Kira-kira siapa orang itu?" Sungmin mengetuk-ngetukan jari telunjuk ke dagunya
"Aku"
.
.
TBC. RNR ?
. .
