hanna

dul

set

"apakah noona akan membeli buku itu?" Kyuhyun mengoda

"aaani anio" Sungmin menaruh kembali buku yang sudah membuatnya tampak konyol itu

"jika begitu selamat mencari buku yang lebih bagus noona! Saya harus pergi" Kyuhyun menganggukan wajahnya

"sepertinya aku yang akan lebih dulu pergi" Sungmin bergegas keluar mendahului Kyuhyun karena dia sudah tidak kuat menahan malu dihadapan Kyuhyun.

Sungmin tidak menyadari Kyuhyun memperhatikan langkahnya keluar dari toko buku itu hingga Sungmin masuk kedalam mobil Audy-nya.

.

.

duarrr

terdengar suara petir menyambar. Langit sudah mulai gelap namun Yunho masih juga belum pulang. Sungmin mulai merasa kesepian saat hujan disertai petir yang memekikan telinga itu menakutinya.

Tuuuut tuuut tuuut

Sungmin mencoba menelpon suaminya namun Yunho tidak menjawabnya

"sebenarnya kamu dimana?" Sungmin menggerutu

Tuuuuu tuuuuut tuuuuut

Sungmin mencoba menghubungi Heechul eonnienya

"yeobseo!" Heechul menjawab panggilan Sungmin

"eonnie! Kau ada dimana?" Tanya Sungmin manja

"aku terjebak didalam sebuah restaurant dimana kaum sosialita sedang asyik berkumpul memamerkan berlian mereka" jawab Heechul terdengar dari cara dia berbicara sungguh tidak bersemangat

"jika begitu kau pergi saja! Kenapa eonnie memilih untuk bertahan?" Tanya Sungmin meneguk the hijaunya yang masih hangat

"kau tidak akan menyangka siapa yang aku temui ditempat ini" jawab Heechul

"nugu?" Tanya Sungmin penasaran

"nyonya Choi! Dia memintaku untuk menemaninya" jawab Heechul terdengar kesal

"lalu kenapa sekarang eonnie bisa menjawab panggilanku? Dimana calon mertua impianmu itu?" ejek Sungmin terkekeh

"babbo! Aku sedang ditoilet merapihkan dandananku" jawab Heechul agak tidak jelas karena sepertinya dia sedang memakai lipstick

"kenapa nyonya Choi memintamu untuk menemaninya?" Sungmin semakin penasaran

"dia ingin mencurahkan isi hatinya. Penyakit gay anaknya sudah semakin menyebar dilingkungan pergaulannya. Dia agak menyalahkanku tadi, dia bilang sampai saat ini aku adalah yeoja chingu terbaik yang pernah dimiliki anaknya. Tentu saja selama ini diakan berpacaran dengan seorang namja" Heechul mengumpat

"eonnie! Aku ingin kau datang mala mini dan bermalam dirumahku! Aku ingin cerita banyak hal padamu eonnie" Sungmin merengek manja

"akan aku usahakan jika nyonya Choi melepaskanku lebih awal! Tadi dia bilang dia ingin memamerkan rumah barunya padaku" jawab Heechul dan sepertinya dia mulai berjalan

"Minnie-ah aku tutup dulu yah! Aku sudah berada diluar toilet" Heechul menutup telponya.

.

.

Tiiiit tiiiit

Yunho begitu bernafsu menekan klakson pada pengendara truk yang menghalangi jalannya.

"brengsek kenapa truk itu jalannya lambat sekali?" keluh Yunho kesal dan semakin pelan menjalankan mobilnmya.

Yunho mulai memperhatikan seputar jalanan basah karena hujan yang dia lewati. Pandangannya berhenti disebuah halte bus yang sepi. Disana berdiri seorang yeoja memakai rain coat panjang sampai lutut memegang payung lipatnya.

Yunho tertarik untuk memperhatikan wajah yeoja itu yang jelas terlihat cantik meski dalam keadaan kusut karena angin dan sedikit basah karena hujan. Yunho berfikir apa yang akan dia lakukan pada yeoja itu. Dia menarik nafas panjang lalu memundurkan mobilnya kembali kearah halte

Kaca jendela mobil Yunho diturunkan agar dia bisa secara langsung melihat yeoja yang sudah menarik perhatiannya. Namun yeoja itu tidak menghiraukannya karena dia sedang serius menghubungi seseorang melalui ponselnya.

Bluug

Yunho menutup kembali pintu mobilnya. Dia melangkah menghampiri yeoja yang masih berbicara dengan seseorang melalui ponselnya

"selamat malam! Apa kau sedang menunggu bus? Atau kau sedang menunggu seseorang?" sapa Yunho tepat saat yeoja itu menutup ponselnya

"malam! Saya sedang menunggu bus" balas sang yeoja dengan senyum terpaksa

"kau mau menunpang dimobilku? Aku bisa mengantarmu pulang" Yunho menawarkan jasa

"maaf tuan! Kita tidak saling mengenal saya tidak bisa menerima tawaran anda" tolak sang yeoja sopan

"tentu saja! Maaf jika saya mengganggu! Semoga bus anda segera datang! Selamat malam" Yunho pamit dan kembali masuk kedalam mobilnya

Yunho kembali melajukan mobilnya dimana pandangannya terus tertuju pada kaca spionnya memandangi yeoja cantik itu. Terlihat seorang namja datang menghampiri yeoja itu dan terlihat yeoja tersebut sangat tidak nyaman membuat Yunho mengkhawatirkannya. Yunho kembali memundurkan mobilnya menghampiri sang yeoja

"apa yang kau lakukan pada dongsaengku?" Tanya Yunho pada namja itu menarik tangan sang yeoja

"mworago? Dongsaeng? Aku tidak merasa uri eomma melahirkan tiga anak! Kau siapa sok berpura – pura mengaku sebagai oppanya?" namja tersebut mencengkram kerah baju Yunho

"dia kekasihku oppa!" jawab sang yeoja berusaha melepaskan tangan namja itu dari kerah baju Yunho

"kau pandai sekali mencari kekasih pelacur! Sepertinya dia namja yang memiliki banyak uang" ujar namja itu membuat Yunho hilang kesabaran

"jaga mulutmu! Aku tidak akan membiarkan kau menghina kekasihku" giliran Yunho yang menyerang namja itu

"lepaskan aku brengsek! Atau aku akan memberikan kau kesulitan untuk bisa memiliki dongsaengku" ancam namja itu

"oppa hentikan aku mohon! Sekarang pergilah sebelum kau tertangkap" bisik yeoja dan masih mampu didengar Yunho

"berikan aku uang! Kau tahukan aku perlu makan?" namja itu merebut tas yeoja

"berapa yang kau butuhkan?" Tanya Yunho merebut kasar tas yeoja dari namja itu

"kau menantangku? Dua juta untuk malam ini!" pinta sang namja

Yunho mengeluarkan dompetnya dia mengeluarkan dua ratus ribu lalu melemparkannya pada namja itu

"ambilah! Aku tidak sudi diperas tikus brengsek macam kau! Berhentilah memeras kekasihku atau kau akan aku jebloskan kedalam penjara!" Yunho menunjukan identitasnya sebagai seorang jaksa.

Wajah namja tersebut mulai pucat dan segera pergi dari hadapan Yunho dan yeoja itu.

"gomawo! Kau sudah menolongku" ujar sang yeoja tersenyum malu

"nee cheonma! Apa sekarang kau percaya padaku untuk bisa mengantarmu pulang?" Tanya Yunho

"baiklah" jawab yeoja itu tersenyum

Mereka berdua sudah berada didalam mobil Yunho yang nyaman.

"jadi kau seorang jaksa?" yeoja itu membuka percakapan

"tepatnya jaksa bodygurad!" jawab Yunho serius mengemudikan mobilnya

"maksudmu?" Tanya Jaejoong bingung

"aku mungkin satu – satunya jaksa dikota ini yang selalu memukuli tersangka sebelum menjebloskannya dalam penjara! Terutama tersangka pemerkosaan atau menganiayaan terhadap yeoja" Yunho bercanda

"Kim Jaejoong imnida" yeoja itu mengenalkan namanya dan menahan tawanya karena candaan Yunho

"Jung Yunho!" jawab Yunho menatap Jaejoong tersenyum

"namja itu kakakku! Dia terpaksa hidup dijalanan karena diusir appa dan eomma! Hampir setiap malam aku harus menemuinya dihalte bus tadi jika tidak dia akan mengancam membuat keributan ditempat aku bekerja" Jaejoong tiba – tiba mencurahkan unek – uneknya

"jinja?" Tanya Yunho menatap Jaejoong iba

"tadi kau sudah benar – benar berhasil membuatnya takut! Tapi aku tidak tahu sampai kapan dia akan terus takut seperti itu karena nyatanya kau bukanlah kekasihku" Jaejoong menatap lurus kedepan

"dimana kekasihmu?" Tanya Yunho lancar

"tidak ada namja yang mampu bertahan menjalin hubungan denganku karena oppa" jawab Jaejoong memandang Yunho

"miane! Aku tidak bisa menolongmu lebih jauh! Aku adalah namja yang sudah beristri! Jika putriku masih hidup, aku juga adalah seorang appa!" Yunho menunjukan foto Se Kyung yang dia jadikan sebagai gantungan dikaca spionnya

"dia putrimu!" Tanya Jaejoong

"nee! Dia putri tunggalku! Dia meninggal 8 bulan yang lalu disaat usianya baru saja mencapai 5 tahun!" Yunho menarik nafas panjang

"kenapa dia meninggal?" Tanya Jaejoong iba

"aku sungguh tidak ingin mengingat kejadian itu. Jadi miane aku tidak bisa cerita" tolak Yunho

"arraseo!" Jaejoong menyerah

"didepan belok kanan" Jaejoong menunjukan arah

Yunho menuruti perintah Jaejoong. Dia membelokan mobilnya kearah kanan.

"dipertigaan depan belok kiri dan kita sudah sampai dirumahku" Jaejoong kembali mengarahkan

"gomawo Yunho-ssi! saya benar – benar sudah tertolong" Jaejoong membuka pintu mobil Yunho

"tunggu! Ini kartu namaku! Hubungi aku jika kau butuh pertolonganku!" Yunho memberikan kertu namanya pada Jaejoong

"ohh gomawo! Akan aku simpan" Jaejoong menerima kartu nama itu.

.

.

"kenapa kau pulang lambat sekali? Apa pengadilan sekarang berjalan hingga malam?" sindir Sungmin sesaat Yunho masuk kedalam rumah

"kau menungguku?" Tanya Yunho senang karena merasa Sungmin mulai mencemaskannya

"aku takut sendirian disaat hujan petir" Sungmin memalingkan wajahnya

"aku tahu kau sangat takut dengan petir chagiya" Yunho memeluk Sungmin dari belakang lalu mulai menciumi leher Sungmin.

Sungmin memejamkan matanya mencoba menikmati sentuhan Yunho yang sudah lama tidak dirasakannya. Tangan Yunho mulai berekplorasi kedaerah dada Sungmin dan mulai memeras payudara Sungmin

"hmmm" Sungmin mendesah

Karena desahan Sungmin itu libido Yunho semakin meninggi. Tangannya semakin menjelajahi hampir setiap sisi sensitive Sungmin. Tangannya mulai bermain dibawah rok Sungmin dan mulai masuk kedalam celana dalam Sungmin memainkan klitorisnya

"ahhh hmmm" Sungmin menggeliat

Yunho membalikan tubuh Sungmin menghadapnya dan mulai mencium bibir Sungmin. Mereka berciuman saling berpagutan dan suara desis mulai terdengar.

Yunho mulai membuka resleting dress yang Sungmin pakai hingga branya terlihat. Yunho jilati payudara Sungmin yang masih memakai bra

"ahhh yeobo" desah Sungmin

Yunho turunka dress itu hingga yang tersisa hanya pakaian dalam yang dipakai Sungmin. Celana dalam Sungmin Yunho turunkan hingga terlihat intim Sungmin. Yunho kembali memainkan klitoris Sungmin

"hmmmm hmmmm" Sungmin mendesah semakin panjang

Yunho yang sudah ereksi mulai melepaskan satu persatu pakaiannya hingga benar – benar telanjang. Yunho baringkan Sungmin diatas sofa tamu itu untuk mulai menyerangnya dengan batang yang sudah lama menganggur itu.

Sungmin memejamkan matanya dan tiba – tiba wajah tampan namja muda bernama Cho Kyuhyun terlintas dalam benaknya lalu

"hentikan!" Sungmin menghidari Yunho yang hampir saja memasukan batangnya kedalam vagina Sungmin

"fuck!" teriak Yunho kesal karena kejadian itu sudah terjadi berulang kali

"miane! Miane yeobo" Sungmin menyesal mencoba menenangkan Yunho

"sampai kapan kau akan memperlakukan aku seperti ini? Aku sudah cukup bersabar sejauh ini dan menahan naluri lelakiku! Tapi kau tahu sabar itu memiliki limit dan sepertinya aku sudah mencapai limit itu" YUnho memunguti pakaiannya satu persatu meninggalkan Sungmin diatas sofa yang hanya memakai bra.

"apa kau pikir aku masih punya selera bercinta dengan pembunuh puteriku" teriak Sungmin tak mau kalah

"bagus kalau kau memang sudah tidak berselera! Kau akan benar – benar menyesal jika aku menemukan yeoja yang lebih muda dan jauh lebih menarik darimu" sumpah Yunho nafsu

"carilah yeoja sebanyak yang kau suka! Kau pikir kau masih memiliki daya tarik itu hah?" tantang Sungmin memakai kembali pakaiannya

"jaga ucapanmu itu! Aku bersumpah kau akan benar – benar menyesal" Yunho benar – benar tidak sanggup menahan emosinya

~~~~~~~0000~~~~~~~

Siang itu seperti biasa Sungmin melakukan kembali perannya sebagai stalker seorang mahasiswa bernama Cho Kyuhyun. Bus itu sudah melewati mobil Sungmin yang masih terparkir. Sungmin segera melajukan mobilnya mengikuti bus itu.

Bus itu sudah sampai ditempat biasa Kyuhyun turun, namun Sungmin tidak menemukan Kyuhyun turun dari bus itu. Sungmin kecewa dan sangat penasaran. Dia lalu turun dari mobilnya untuk memastikan pandangannya. Sungmin berdiri disamping mobilnya memandangi kepergian bus yang semakin menjauhinya.

"apa kau sedang menungguku? Noona" tiba – tiba terdengar suara namja yang berat dan nyaman didengar bertanya pada Sungmin dari belakang

Sungmin menoreh kearah suara itu berasal. Wajah putih dan mulusnya merona saat matanya menatap seraut wajah tampan namja muda yang selama ini mengganggu tidur dan makannya

"kau!" Sungmin tidak sanggup melanjutkan kalimatnya

"apa yang noona lakukan disini?" Tanya Kyuhyun mendekati Sungmin

"menunggumu!" jawab Sungmin seperti hilang kewarasannya

"menungguku? Waeyeo?" Tanya Kyuhyun semakin mendekat

"aaku.." Sungmin menunduk dan wajahnya memerah

"kenapa wajah cantikmu memerah seperti ini noona? Apa kau malu padaku?" Kyuhyun menyentuh dagu Sungmin dan mengangkat wajah Sungmin menghadap wajahnya memberikan senyumal evilnya

"kau" Sungmin melepaskan sentuhan Kyuhyun darinya

"apa kau ingin berbicara denganku?" Tanya Kyuhyun menatap tajam

"apa kau mau berbicara dengan noona tua sepertiku?" Sungmin memancing

"kenapa tidak? Sepertinya kau noona yang menyenangkan" jawab Kyuhyun menggoda

"jika begitu aku ingin sekali bicara denganmu" Sungmin membuka pintu mobilnya

Kyuhyun menuntun Sungmin untuk duduk dikursi penumpang sebelah supir, lalu menutup pintu mobil itu dan melangkah menuju pintu sisi lainnya menuju jok supir.

"mianata! Aku tidak biasa membiarkan seorang yeoja menyetir untukku! Terutama yeoja cantik seperti noona" Kyuhyun mulai menyalakan mobil Sungmin dan mulai melaju.

"kemana noona ingin pergi untuk bicara?" Tanya Kyuhyun menatap mata Sungmin

"taman kota" jawab Sungmin singkat.

.

.

Mereka sudah sampai ditaman kota. Duduk berdampingan menatap jauh kedepan dimana banyak bocah sedang bermain.

"berapa umurmu?" Sungmin membuka percakapan

"23 tahun" jawab Kyuhyun jujur

"kau masih sangat muda" Sungmin tersenyum

"berapa umur noona?" giliran Kyuhyun bertanya

"jarak antara usiaku dengan usiamu adalah 5 tahun" jawab Sungmin tidak pada intinya

"jinja? Kenapa kau tidak tampak setua itu? Aku pikir usiamu baru 23 atau 24" ujar Kyuhyun jujur

"apa kau namja yang bisa dipercaya?" mengontrol rasa senangnya karena pujian Kyuhyun

"uri eomma pernah bilang kita tidak boleh mempercayai semua orang didunia ini termasuk saudara kembarmu sekalipun! Jadi jawaban atas pertanyaan noona adalah kau jangan mempercayaiku" jawab Kyuhyun seadanya

"kau benar! Dasar bocah" Sungmin terkekeh

"apa kau membutuhkan seseorang yang bisa kau percayai noona?" Tanya Kyuhyun

"aku hanya butuh orang yang mau mendengar keluh kesahku! Dan aku akan membayarmu untuk itu" jawab Sungmin angkuh

"kau salah menemukan orang noona! Yang kau perlukan adalah seorang psykolog bukan aku" Kyuhyun menyindir

"yang aku inginkan adalah bicara denganmu" Sungmin memaksa entah kenapa Sungmin berubah menjadi yeoja yang amat bodoh dihadapan Kyuhyun

"baiklah aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu noona" Kyuhyun mengangkat tangannya membentuk jarinya tanda pease

"aku adalah seorang ibu yang sudah delapan bulan ini ditinggal mati putri tunggalku. Kematian putriku aku salahkan pada suamiku karena dia secara tidak langsung merupakan penyebab meninggalnya putriku." Sungmin menarik nafas

"ohh Tuhan" reaksi Kyuhyun

"aku sudah melarang suamiku untuk memelihara anjing Nazy itu. Tapi dia tidak mendengar perkataanku. Hingga suatu hari anjing itu terlepas dari ikatannya dan menyerang Se Kyung yang sedang bermain berlarian dengan anjing pudlenya. Rottweiler itu menggigit leher Se Kyung hingga Se Kyung meregang nyawa karena kehabisan darah. Kejadian itu begitu cepat Se Kyung berhenti bernafas saat anjing itu melepaskan gigitannya. Aku melihat dengan jelas bagaimana Se Kyung terkapar, meregangkan nyawanya" Sungmin menangis segukan menutupi wajahnya dengan telapak tangannya

"noona! Sabarlah" Kyuhyun mencoba menyentuh bahu Sungmin

"kini hubunganku dengan suamiku semakin memburuk dan aku sudah tidak punya hasrat melakukan sex dengannya. Delapan bulan berlalu dan aku sudah merasa hidupku ini tidak lagi berguna aku sudah gagal menjadi ibu yang baik dan kini aku sudah gagal menjadi istri yang baik" Sungmin semakin histeris

"noona! Itu semua memang membutuhkan proses! Biarlah waktu yang membereskannya! Jika noona mau mendengar pengakuanku! Secara tidak langsung aku adalah pembunuh noonaku sendiri! Jika saja saat itu aku tidak menumpahkan susu dipuncak tangga, noona pasti masih hidup dan tinggal bersamaku. Noona yang berlarian begitu cepat untuk segera sampai dilantai atas, mengijak tumpahan susu yang aku tumpahkan. Noona terpeleset dan terjatuh bergulingan ditangga marmer hingga lantai dasar. Kepala noona bocor dan mengeluarkan banyak darah.." Kyuhyun tidak sanggup melanjutkan kalimatnya

Sungmin memandang wajah Kyuhyun begitu iba. Dan tidak sanggup bersuara.

"percayalah noona! Penderitaan yang dialami suamimu jauh lebih buruk dari deritamu! Rasa sesal dan menyalahkan diri sendiri akan selalu menjadi mimpi buruknya dan selalu menghantuinya. Itulah yang aku rasakan selama 10 tahun terakhir ini!" Kyuhyun menatap Sungmin serius

"jinja? Eotokkhe?" Sungmin tampak jauh lebih kekanakan dari Kyuhyun

"maafkan dia! Dan mulailah berhubungan kembali dari awal! Sebelum noona menyesal dan benar – benar kehilangan dia" nasehat Kyuhyun sungguh bijaksana

"tapi aku sudah tidak lagi memiliki hasrat dengannya" Sungmin menyangkal

"hidup itu selalu memberikan kita pilihan! Begitu juga dengan masalah yang noona alami. Ada dua pilhan yang bisa noona ambil leave it or take it. Jika noona masih mau bertahan maka jalani rumah tangga noona dengan sebaik – baiknya take it dan jangan mengeluh. Tapi jika noona sudah tidak sanggup bertahan maka tinggalkan leave it!" jawab Kyuhyun yang benar – benar sangat dewasa

"kau benar! Semuanya memang sesederhana itu ternyata" Sungmin mulai membuka pikirannya

"baiklah aku mengerti sekarang! Aku ternyata menemukan dokter yang tepat yang bisa mengobati masalahku selama ini" wajah Sungmin kembali ceria

"tentu saja noona! Jangan pernah menyepelekan namja diusia 23 tahun! Mereka bisa jauh lebih dewasa dari yang noona kira" Kyuhyun kembali menggoda

"apakah aku masih boleh menemuimu lagi?" Tanya Sungmin penuh harap

"tentu saja! Kita buat kesepakatan 2 kali dalam seminggu kita bertemu ditempat ini setiap hari selasa dan kamis jam 3 sore" ujar Kyuhyun semangat

"apa kau tidak risih berteman dengan yeoja tua sepertiku?" Tanya Sungmin ragu

"kenapa harus risih noona? Aku sudah menemukan kenyamanan berbicara denganmu" jawab Kyuhyun

"gomawo! Aku benar – benar merasa tersanjung" wajah Sungmin merona

.

Sungmin pulang dengan membawa keceriaan dalam dirinya. Dia begitu semangat seperti mendapatkan nyawa baru yang diberikan namja pintar, cerdas, tampan dan dewasa bernama Cho Kyuhyun.

.

.

Sungmin sampai lebih dulu dari Yunho. Dia memutuskan untuk memperbaiki hubungannya dengan Yunho mulai malam ini. Sungmin mencoba kembali memasak untuk hidangan makan malam romantis bersama Yunho.

Hidangan itu sudah tersaji dengan rapi diatas meja makan. Tidak lupa Sungmin menyalakan lilin merah agar makan malam itu tampak lebih romantis.

Sudah sejam berlalu Yunho masih belum juga datang. Membuat Sungmin kesal dan kelaparan. Sungmin putuskan untuk makan malam sendiri tanpa menunggu Yunho.

.

.

Dilain tempat Yunho sedang berada didalam mobilnya yang mulai dia parkirkan di basement sebuah gedung appartement. Yunho segera keluar dari mobil itu dan bergegas melangkah menuju lift.

Ting tong

Yunho memijit bel pintu appartement itu. Lalu tidak lama sang pemilik membukanya.

"kau? Kenapa kau datang kemari? Mana Minnie?" tanya Heechul heran mendapati adik iparnya datang menemuinya malam hari

"eomma ada?" tanya Yunho lemas

"tadi siang eomma minta pulang" jawab Heechul membuka pintunya lebih lebar

"masuklah" Heechul menyuruh Yunho masuk

"miane mengganggu istirahatmu" Yunho merebahkan badannya disofa tamu

"ada apa? Terus terang padaku! Kau tidak mungkin datang menemuiku jika kau tidak memiliki masalah" Heechul melempar pelan kaleng beer pada yunho

"ini tentang dongsaengmu noona!" jawab Yunho membuka penutup kaleng beernya

"kenapa lagi dia? Apa dia masih menolak berhubungan denganmu?" tanya heechul meneguk beernya

Yunho mulai menceritakan semua yang dia alami bersama Sungmin istrinya. termasuk kejadian tadi malam saat mereka hampir saja bercinta dan sumpah serapah Sungmin yang mengatakan Yunho boleh mengencani yeoja sebanyak yang dia inginkan.

"aku baru saja bertemu dengan seorang yeoja muda dan sangat cantik. Kami makan malam bersama dan aku mengantar dia pulang hingga kedepan rumahnya" Yunho mengakui pertemuan kembali dirinya bersama Jaejoong yang terjadi sebelum dia memutuskan untuk pulang kerumah Heechul

"apa sudah separah itu hubungan kalian hingga kau memutuskan untuk bertemu dengan yeoja lain dibelakang Sungmin?" Heechul tampak tidak rela adiknya dikhianati Yunho

"aku adalah namja noona! Bagaimanapun aku memiliki hasrat yang jauh lebih besar dari pada seorang yeoja" Yunho membela diri

"apa kau sudah tidur dengan yeoja itu?" tanya Heechul tegas

"sesaat tadi aku sempat memikirkannya. Keinginan itu sempat terlintas dalam benakku! Tapi aku masih sangat menyayangi Sungmin dan aku urungkan niatku itu" jawab Yunho dengan wajah memelas

"mianata Yunho-ah! Kau harus mengalami masa sulit seperti ini" Heechul tampak iba

"mungkin aku akan menceraikannya noona! Sepertinya cerai adalah jalan terbaik buat kami" Yunho mulai meneteskan air matanya

"pikirkan lebih matang lagi aku mohon! Jangan sampai kalian menyesal dikemudian hari" Heechul mencoba membujuk

"entahlah!" Yunho memejamkan matanya lalu air mata itu kembali menetes.

"apa kau akan bermalam disini?" tanya Heechul

Yunho sudah terlelap dan tidak lagi memiliki tenaga untuk menjawab pertanyaan Heechul

"istirahatlah! kau sangat membutuhkannya" Heechul berlalu menuju kamar tamu mengeluarkan bantal dan selimut untuk Yunho.

Heechul segera menghubungi Sungmin untuk menjemput Yunho yang berada diappartementnya.

"aku malas eonnie! Biarlah dia tidur ditempatmu! Aku tidak khawatir. Yunho bukanlah seleramu dia aman bersamamu" Sungmin berbicara ngawur membuat Heechul jengkel

"babbo! Aku akan memakan suamimu hingga aku hamil dan melahirkan anak! Apa pendapatmu?" Heechul memancing

"itu jauh lebih baik! Aku lebih rela melepas dia untukmu eonnie dari pada dia bersama yeoja lain yang tidak jelas asal usulnya" ucapan Sungmin sungguh tidak berotak.

'kau tidak tahu Minnie-ah dialah alasan kenapa aku meninggalkan Siwon makhluk sempurna itu. aku sangat mencintainya namun sayang cintanya begitu besar padamu' Heechul berlalu meninggalkan Yunho yang terlelap tidur diatas sofanya, masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.

~~~~~~~0000~~~~~~~

Hari itu adalah hari kamis tepat jam 3 sore Sungmin sudah memarkirkan mobilnya agak jauh dari taman karena kebetulan parkiran ditaman sudah penuh karena banyak orang datang untuk menikmati udara ditaman.

Kyuhyun sudah duduk setia menunggu Sungmin sambil membaca buku yang dia beli ditoko buku dimana dia berpapasan dengan Sungmin.

"hai!" sapa Sungmin yang tampak cantik memakai span ketat pendek dipadu tanktop hitam dan cardingan abu

"noona kau harus dihukum karena kau datang terlambat" canda Kyuhyun tersenyum manis pada Sungmin

"miane! Aku terpaksa memutar arah mencari tempat parkir karena ditempat biasa sudah penuh" Sungmin membela diri

Mereka berdua mengobrol banyak hal juga bercanda dengan begitu akrab. Mereka tampak seperti noona dan dongsaengnya karena Kyuhyun begitu manja memperlakukan Sungmin begitu juga Sungmin yang begitu dewasa memperlakukan Kyuhyun.

Tiba – tiba hujan turun begitu deras membubarkan semua orang yang sedang bermain ditaman. Mereka berlarian mencari tempat untuk berteduh. Kyuhyun segera melepaskan jaketnya untuk melindungi kepala Sungmin dari air hujan.

"kita balapan siapa yang sampai lebih dulu kemobil dia yang menang dan yang kalah harus mentraktir minum wine" tantang Sungmin berdiri dan berlari membiarkan dirinya basah kuyup karena hujan

"jangan menyesal karena aku pasti akan memenangkan taruhan ini" Kyuhyun berlari mendahului Sungmin yang dia sendiri tidak tahu harus berlari kemana dia tidak tahu mobil Sungmin terparkir dimana.

Sungmin menyusulnya dan berlari mendahuluinya menuju tempat dia parkirkan mobilnya. Mereka sudah sampai ditempat parkir yang hanya menyisakan mobil Sungmin sendiri disitu.

Sungmin segera membuka pintu penumpang dan membiarkan Kyuhyun menjadi supirnya. Kyuhyun menyusul masuk menuju jok supir.

Buk

Pintu itu tertutup. Kyuhyun membuka melemparkan jaketnya kejok belakang karena basah kyuyup. Kaos oblong berwarna abunya juga ikut basah karena hujan itu sungguh deras.

Sungmin mencoba mengeringkan rambutnya dengan memintal hingga lilitan terkecil

"bajumu basah kuyup noona!" Kyuhyun memandang Sungmin yang belahan dadanya terlihat karena tanktop yang basah itu menjadi berat sehingga bajunya menjadi turun

"hmm" Sungmin menutupi bagian dadanya.

"kita pergi sekarang?" tanya Kyuhyun

"aku masih ingin disini!" jawab Sungmin gugup

"baiklah jika itu yang noona inginkan" Kyuhyun memundurkan joknya menyandarkan jok itu keposisi paling rendah dan mulai tertidur.

Hikhikhik

Sungmin tiba – tiba menangis dan air matanya menetes. Membuat Kyuhyun khawatir

"noona! Gwencana?" tanya Kyuhyun

"Se Kyung suka sekali hujan – hujanan dibelakang rumah! Hujan ini mengingatkan aku pada Se Kyung" Sungmin menyeka air matanya

"kau pasti tidak akan pernah bisa melupakan kenangan indah bersama putrimu noona!" Kyuhyun mendekati Sungmin dan menatap begitu dalam

Sungmin dibuat tidak karuan dan dadanya begitu berdebar karena wajah namja tampan itu begitu dekat dengannya. Sungmin membuka pintu mobil yang terkunci itu namun Kyuhyun menahanya. Kyuhyun raih tangan Sungmin yang terus mencoba membuka pintu itu.

"jangan pergi! Tetaplah disini denganku" pinta Kyuhyun dan pandangannya terus menatap mata Sungmin

Tangan Kyuhyun mulai membelai wajah cantik dan mulus Sungmin. sungmin segera meraih tangan itu dan menurunkannya. Kyuhyun tidak menyerah tangan itu kini membelai leher Sungmin dan Kyuhyun mulai menciumi leher Sungmin. tangan Sungmin mencoba menahan tangan Kyuhyun yang terus membelai sekitar leher dan telinganya.

Kyuhyun kini menggunakan kedua tangannya membelai wajah Sungmin dan mengarahkannya pada wajahnya lalu Kyuhyun mulai menciumi bibir Sungmin dan mereka berciuman. Sungmin sadar apa yang dilakukannya salah besar, dia lepaskan ciuman itu namun terlambat sekilat Kyuhyun melompat kejok Sungmin dan menyandarkan jok Sungmin hingga diposisi terendah menindih tubuh Sungmin yang setengah berbaring.

Kyuhyun kembali menciumi leher Sungmin yang terus menghindar namun juga merasakan sentuhan itu. bibir Kyuhyun kini mulai turun kedada dan payudara Sungmin. cardigan itu Kyuhyun turunkan kedua sisinya begitu juga dengan thanktop itu hingga bra Sungmin terlihat jelas. Kyuhun mulai meremas kedua payudara Sungmin dan menjilati kedua puting itu.

"ahhh" Sungmin bergidig kegelian

Kyuhyun lalu mulai turuh kebawah jok menaikan span pendek Sungmin katas bokongnya hingga terlihat jelas celana dalam Sungmin, Kyuhyun ciumi selangkangan Sungmin dan menciumi vagina Sungmin yang masih ditutup celana dalam hitamnya. Tangan kanan Sungmin memegang pegangan pintu karena menahan nikmat dari sentuhan Kyuhyun.

Kyuhyun kembali naik keatas dan kembali menciumi bibir Sungmin lalu mereka berciuman penuh hasrat. Tangan Kyuhyun masuk kedalam celana dalam Sungmin dan memainkan klitoris Sungmin

"Ahhh ahhh" Sungmin mengejat dan mendesah

Kyuhyun lepas bra Sungmin hingga Sungmin telanjang dada, dia jilati kedua puting Sungmin bergiliran juga sambil diremasnya.

"ahh ahhh hahhh" Sungmin terus mendesah

Kyuhyun kembali turun dan kembali menciumi selangkangan Sungmin membuat Sungmin melepaskan pegangannya dari pegangan pintu dan duduk untuk mengangkat Kyuhyun kembali naik sejajar dengannya untuk berciuman. Sembari mereka berciuman tangan Kyuhyun kembali masuk kedalam celana dalam Sungmin dan semakin lincah memainkan klitorisnya disana

"ahh ahh hmmm" Sungmin terus mendesah semakin kencang

Kyuhyun tatap wajah Sungmin yang meringis itu lalu dia mulai melepaskan celana dalam Sungmin perlahan. Span itu Kyuhyun naikan hingga tidak menghalangi gerang Sungmin terbuka lebih lebar. Kyuhyun rentangkan kedua kaki Sungmin agar terbuka lebih lebar. Tangan yang satunya membuka sabuk, resleting dan cenalanya hingga bisa mengeluarkan batangnya untuk masuk kedalam vagina Sungmin

"Kyuhyun-ssi!" Sungmin tampak ragu

Kyuhyun tidak menggubris panggilan Sungmin dia arahkan batangnya untuk masuk kedalam vagina Sungmin yang sudah basah. Dia tekang maju mundur batang itu dan menindih Sungmin lalu melumat habis bibir Sungmin.

Tampak dari luar mobil itu bergoyang pelan. Dan tidak ada orang yang mempedulikan goyangan dari mobil itu.

Kyuhyun mengangakan tubuh Sungmin untuk berganti posisi. Kini Kyuhyun duduk diatas jok dan Sungmin duduk diatasnya saling berhadapan. Sungmin gerakan bokongnya naik turun diatas Kyuhyun dan mereka terus saling memandang tanpa berkata hanya desahan yang keluar dari bibir masing masing – masing

Gerakan Sungmin semakin cepat dan semakin cepat. Sungmin menggeliat dan menyandarkan tubuhnya kedashboard mobil. Giliran Kyuhyun yang mengambil alih gerakan penuh kenikmatan itu. kyuhyun semakin menekan dan semakin memasukan batangnya kedalam vagina Sungmin.

"hhahh ahhh ahhha ahhha" mereka berdua terus mendesah nikmat

Gerakan itu semaki cepat begitu juga dengan desahannya. Dan akhirnya mereka mencapai klimaks mencapai orgasme bersama – sama lalu mereka saling memeluk

"mulai saat ini kau adalah milikku noona!" bisik Kyuhyun mesra ditelinga Sungmin

tbc

annyeong!

gomawo udh mau baca ff vai lagi itu artinya kalian gak kapok baca ff kyumin karangan vai

gomawo buat semua great readers yang udh review di chapter pertama

miane kalo vai g bisa sebutin nama kalian satu persatu

yang penting nama kalian selalu ada dihati vai *lebay

deep bow buat kalian yang udh ngefollow n negfav ff ini

gmn nih ama chapter 2 nya?

nc Kyuminnya gmn cetarr gak? *kedip"mata

kasian Yunho yah udh naek diturunin lagi ama ming *jahaaat

ttep review yah makin banyak makin bagus vai makin semangat update kilat

sekian cuapcuap gejenya

gomawo n sangahae