Klub Relawan

Genre : Romance, Friendship, Mysteri, Drama, Comedy
Rate : T
Pair : NaruHina

© Naruto Dan Kawan"nya punya Kishimoto-Jiji

Waring : Ooc, Gaje, Tulisan berantahkan, Dll.


Chapter 2

Jam 17.10 Langit sudah mulai memperlihatkan warna Jingganya. Matahari dengan perlahan akan tenggelam lalu di gantikan oleh Sang Bulan juga di sertai Bintang-bintang. Bergantian untuk menunjukan Kecantikan dan Keindahannya kepada Dunia.

Sudah 2 Jam lebih berlalu saat Jam pulang Sekolah. Meskipun begitu di KHS tetap saja masih banyak kelihatan murid-murid yang sedang melakukan aktifitas Klub mereka.

Naruto saat ini sedang berjalan ke Perpustakaan, untuk menemui Hyuuga Hinata. Apalagi kalau bukan untuk bertanding. Awalnya Hinata mengajaknya untuk bertanding di ruang klubnya. Tapi di tolak Naruto mentah-mentah. Akhirnya Naruto sendiri yang memilih tempatnya, dan berakhirlah di perpustakaan ini.

Untuk yang ke sekian kalinya, saat ingin memasuki perpustakaan. Mata Naruto selalu tertuju oleh tulisan 'Prpustakaan' yang ada di atas pintu. Kenapa ? Itu karena huruf 'E' nya entah hilang kemana.

"Kenapa mereka belum memperbaikinya ? Itu membuat mataku risih" Ucap Naruto sambil memasuki pintu perpustakaan.

Di sini adalah salah satu tempat Favorit Naruto selain di atap. Itu karena, jarang murid-murid KHS pergi ke Perpus untuk belajar.

Di sudut ruangan, Naruto dapat melihat Hyuuga Hinata sedang duduk santai menunggu Naruto, dengan Papan Catur yang sudah dia persiapkan di atas meja.

"Kau telat 15 menit Namikaze Naruto. Apa kau tidak tau ? Aku itu, tidak suka yang namanya menunggu" Ucap Hinata sambil membuka Papan Catur lalu mengeluarkan bidak-bidaknya , lalu menyusun bidak putih di atas papan catur.

"Diamlah Cebol.. Aku sedang di suruh Sensei tadi" Balas Naruto sambil mencari-cari sebuah buku di susunan Rak Buku perpustakaan. Setelah menemukan buku yang Dia cari. Naruto langsung membuka dan membacanya dengan cepat sambil berjalan untuk duduk di depan Hinata.

"Buku Panduan Bemain Catur ?" Tanya Hinata kepada Naruto untuk memastikan buku yang Naruto Baca.

"Kalau Iya memangnya Kenapa ?" Naruto balik tanya kepada Hinata sambil menyusun bidak Catur sesuai dengan petunjuk gambar yang ada di buku.

"Tidak apa-apa" Jawab Hinata sambil tersenyum.

Hanya dengan melihat buku panduan catur itu, Hinata tau kalau Naruto belum pernah bermain catur sama sekali. Apa lagi saat melihat Naruto yang menyusun bidak-bidak catur hitam di atas papan catur sambil melihat gambar yang ada di buku itu.

"Apa boleh aku bermain sambil membaca buku ini ?" Tanya Naruto kepada Hinata.

Dan di tambah pertanyaan Naruto yang barusan. Itu menambah keyakinan Hinata Kalau Naruto memang benar benar belum pernah bermain catur. "Tentu saja Duren" Jawab Hinata sambil tersenyum.

Naruto masih menyusun bidak-bidak Caturnya sambil mengingat Kemampuan dari setiap bidak yang tadi di bacanya. 'Semuanya ada 6 jenis Bidak diantaranya adalah King, Qween, Bishop, Knight, Rook, Pion. Dan jumlah bidak seluruhnya ada 16 buah' Pikir Naruto

Naruto telah slesai menyusun Bidak-bidak caturnya Naruto lalu fokus membaca bukunya lagi. Melihat itu, Hinata langsung memegang Pion yang ada di depan Kingnya. "Kalau begitu pertandingannya.."

Tak!

Bunyi Suara papan catur saat Hinata memajukan bidak Pion yang ada di depan Kingnya 2 Kotak ke depan lalu meletakannya di atas papan Catur. "Di mulai" Kata Hinata memulai pertandingannya.

Naruto tidak memperdulikan kata-kata Hinata. Dia masih fokus membaca buku panduan. 'King adalah bidak terlemah dan yang paling penting. Kalau itu di makan (Checkmate), itu berarti aku akan kalah'

'Knight hanya bisa melangkah L. Kelebihannya, dia bisa melompati bidak yang lain. Qween bisa melangkah kmana pun tanpa batasan kotak, tetapi tidak bisa melangkah L. Bishop hanya bisa melangkah kesamping. Rook bisa melangkah lurus ke atas, bawah, kiri, kanan tetapi tidak bisa melangkah ke samping seperti Bishop Dan Pion hanya bisa melangkah maju max 2 kotak. Hmn..' Pikir Naruto sambil melihat gambar gerakan setiap jenis Bidak.

'Kalau di pikir-pikir Rook dan Bishop Cocok yah.. Mereka pasangan yang serasi karna bisa Saling melengkapi satu sama lain. Yang satu tidak bisa melangkah kesamping. Dan yang satu lagi tidak bisa melangkah lurus' Pikir Naruto lucu sambil tersenyum kecil.

Tak.. Naruto memajukan Pion di depan Bishop yang ada di samping kanan King.

Naruto lalu melihat wajah Hinata. Tanpa mereka sadari, saat ini mereka saling tatap menatap.

Tak..

'Dari wajahnya yang terlihat sangat yakin itu, sepertinya dia Meremehkanku karna tau kalau Aku baru pertama kali ini bermain catur' Pikir Naruto

"Giliranmu Namikaze" Ucap Hinata sambil tersenyum.

"Tentu Hyuuga" Kata Naruto sambil membalas senyum Hinata dengan senyum misterius.

Hinata yang melihat Naruto tersenyumpun menjadi sedikit heran. Dia menautkan kedua Alisnya, dan terus memperhatikan Naruto. Mencari tau maksud lain dari senyuman Naruto yang barusan itu. Ini pertama kalinya dia melihat Naruto tersenyum misterius seperti itu.

'Kau terlalu Percaya diri Cebol.. Dan terlalu meremehkanku Itu adalah kesalahan terbesarmu. Akan kutunjukan kepadamu.. Apa jadinya kalau Kau meremehkan Seorang Namikaze' Pikir Naruto Menyeringai

Tak!

40 menit Kemudian..

.

.

"Checkmate" Ucap Naruto sambil menaruh bidak Qweennya di dekat King Hinata

"A-apa.. Bagaimana mungkin ? Ini pasti hanya kebetulan"Kata Hinata terkejut sambil melihat Papan Catur yang ada di depannya dengan mata terbelalak.

Ini tidak mungkin terjadi. Seorang Hyuuga Hinata yang sudah memenangkan pertandingan catur berkali kali. Kalah oleh Duren Bodoh yang baru belajar main Catur ini ?

Tidak tidak.. Itu tidak mungkin.. Naruto pasti membohonginya. Sebenarnya Naruto sangat Ahli dalam bermain catur. Dia pasti hanya berpura-pura tidak pernah bermain catur. Agar aku meremehkannya, karna aku terlalu meremehkannya. Aku jadi tidak serius dalam pertandingan ini.

"Kenapa Cebol ?" Tanya Naruto sambil menunjukan senyum kemenangannya kepada Hinata. Atau lebih tepatnya seringai kemenangan. Dan sumpah, Hinata merasa sangat jengkel saat melihat seringainya itu.

"Kau pasti berfikir. Bagaimana mungkin aku kalah dari Duren bodoh yang baru belajar main Catur ini. Kan ? hemn ?" Ejek Naruto masih setia dengan senyuman kemenangannya..

"Berhenti mengejekku Duren!" Teriak Hinata kepada Naruto

"Kau pasti membohongiku.. Kau sebenarnya sangat ahli dalam bermain Catur kan !?" Kata Hinata berteriak dengan perasaan Kesal.

"Jadi kau menganggap kalau aku melakukan hal curang begitu ? Karena kau berfikir kalau aku sudah membohongimu ?" Tanya Naruto sambil melipat kedua tangannya di dada. 'Alasan macam apa itu ?' pikir Naruto dengan alis kiri berkedut-kedut.

"Hu,um.! Tentu saja Pertandingan yang tadi itu tidak adil!" Ucap Hinata sambil mengangguk cepat seperti anak-anak. Dan sifatnya itu malah ingin membuat Naruto tertawa.

"Oh ayolah Cebol.. Mengaku saja.. Kau pasti juga berfikir. Karna kau terlalu meremehkanku, lalu kau tidak serius dalam bermain. makanya kau kalahkan ? . Coba pikirkan sekali lagi. Salah Siapa ?" Kata Naruto tersenyum mengejek sambil menyusun bidak catur ke papan Catur seperti semula.

Hinata lalu memikirkannya lagi. Ini salah siapa ? Salah Naruto karna sudah membohonginya atau salah dia karna terlalu meremehkan Naruto ?. Tapi bagaimana kalau Naruto ternyata benar baru pertama kali ini bermain catur ?

Kalaupun Naruto tadi membohonginya lalu dia tidak meremehkan Naruto dan bermain dengan serius. Dia pasti akan menang. Dan trik bodoh Naruto untuk membohonginya pun menjadi gagal total. Itu berarti.. Dia kalah itu karna Salah...

"Yap.. Tepat sekali.. Itu salahmu.. Seharusnya kau tidak pernah meremehkan lawanmu. Siapapun itu"

Percaya diri sih boleh-boleh saja. Tetapi jangan terlalu percaya diri. Karena itu akan sangat menyakitkan ketika kau kalah nantinya. Tidak ada yang tau hasil kedepannya Hyuuga. Dan jangan lupa, keluarkan semua kemampuan yang kau miliki saat kau menghadapi musuhmu. Itu karna, agar saat Kau kalah nantinya, Kau tidak akan menyesal. Karna kau sudah mengeluarkan semua yang kau miliki entah sadar atau tidak, ini pertama kalinya Naruto berbicara Panjang x Lebar dengan murid lain. Apalagi sampai menceramahinya.

"Bagaimana rasanya di kalahkan oleh permainanmu sendiri Cebol ? Hem ?

Mendengarkan perkataan Naruto Hinata lalu menundukan kepalanya. Dia gagal mengajak Naruto bergabung ke Klubnya. Jujur dia merasa sangat sedih sekarang.

Apa tujuannya akan gagal sekarang. ?

Apa dia akan tetap seperti itu terus ?

Padahal dia ingin menolongnya. Dia tidak ingin melihat mata indah itu terlihat kosong. Bagaimana ini ? Apa yang harus dia lakukan ?

Entah tujuan apa yang Hinata punya. Siapa yang tau ? Entahlah... Hanya Kami-Sama saja yang tau. Yang jelas ada satu hal yang harus dia lakukan sekarang.

"Naruto..." Panggil Hinata dengan suara pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Naruto Naruto yang mendengar Hinata memanggilnya dengan nama belakangnya pun melihat Hinata dengan tatapan heran.

"Maaf karna sudah menghinamu terutama menghina kedua Orang Tuamu tadi Siang..."

"Gomen ne..." Ucap Hinata dengan suara yang lembut dan sangat tulus sambil menundukan kepalanya.

Mendengarkan permintaan maaf dari Hinata membuat Naruto membelalakan kedua matanya. Apa-apaan ini ?

Apa dia tdak salah dengar ?

Apa mungkin Hinata berbeda dari murid-murid yg lainnya ?

Bukannya Hinata juga orang Kaya, apa lagi dia adalah Murid Terpopuler ? Pasti dia memiliki sebuah rencana Licik.

Tidak mungkin dia meminta Maaf. Apa lagi dengan orang Miskin sepertiku.. Ingatlah Naruto! Orang Kaya selalu memiliki Gengsi yang Tinggi, Memasang Senyum palsu, dan Menggunakan kata-kata yang Manis. Jangan terpengaruh!

Dia pasti merencakan sesuatu. Dia pasti takut kalau permintaanku nanti yang aneh-aneh karna dia sudah membuatku marah tadi Siang. Ya itu benar. Dia pasti meminta maaf karna memiliki alasan tersebut.

Tapi...

Sumpah demi apapun itu. Kata-kata dari gadis Manis di depannya ini terdengar sangat lembut dan terdapat rasa penyesalan dari suaranya itu. Suaranya terdengar sangat tulus. Naruto akui itu.. Dia tidak bisa menyangkalnya. Kalau Gadis yang didepannya ini, benar-benar Meminta Maaf Kepadanya. Dari Lubuk Hatinya yang paling dalam.

Lalu ? bukankah itu berarti dia tidak perlu menggunakan permintaan pertamanya untuk membuat Gadis di depannya ini bersujud Minta Maaf kepadanya ? Kalau begitu untuk apa dia melakukan pertandingan ini ?

Naruto lebih senang begini. Dia senang bukan karna permintaannya yang tidak berkurang satupun. Tetapi karna Gadis Hyuuga di depannya ini Meminta Maaf sendiri, karna dia tau kalau dia bersalah kepada Naruto. Tanpa di suruh Naruto untuk meminta maaf kepadanya.

Jadi harus dia apakan 2 permintaannya ? Mungkin itu akan berguna untuk suatu hari nanti pikir Naruto

"Aku memaafkanmu Cebol.." Ucap Naruto sambil tersenyum tulus kepada Hinata. Kalau Hinata melihat senyum tulus Naruto itu. Dapat di pastikan kalau dia tidak akan bisa tidur satu malaman.

Mendengar perkataan Naruto. Itu membuat Hinata senang. Tetapi karna tau kalau dia tidak bisa mengajak Naruto bergabung ke klubnya tentu saja itu masih membuatnya sedih "Gomen ne Naruto.." Ucap Hinata sekali lagi tetapi dengan suara pelan.

"Sudahlah.. Tidak usah membahas masalah yang tadi. Aku juga tidak suka mengingat kejadian-kejadian yang tidak penting seperti sebelumnya setelah mengatakan hal itu. Naruto masih heran kenapa Hinata masih terlihat sedih. Ah.. mungkin karna dia gagal mengajakku untuk bergabung di klubnya pikir Naruto

Bagaimana kalau bgini. Aku memberimu sebuah kesempatan" Kata Naruto sambil tersenyum

Hinata langsung mengangkat kepalanya melihat Naruto. "Kesempatan ?"

"Iya.. Aku tidak suka karena kau menyebut kemenanganku adalah sebuah kebetulan. Kita bertanding lagi. tapi di pertandingan berikutnya. Yang menang akan mendapatkan 3 permintaan.. Pertandingan yang sbelumnya tetap di anggap sah dan sekarang aku memikiki 2 permintaan darimu"

"Tentu saja permintaanku yang sekarang juga ikut di pertaruhkan. Kalau aku memenangkan pertandingan selanjutnya aku akan memiliki 5 permintaan darimu. Tapi kalau kau yang menang. Kau hanya akan mendapatkan 1 permintaan. Itu karna 3 permintaanmu - 2 permintaanku= 1. Permintaan"

"Aku yang menang aku yang membuat peraturan pertandingan yang selanjutnya. Bagaimana ? Apa kau setuju ?" Tanya Naruto stelah menjelaskan pertandingan senlanjutnya sambil menyeringai kecil.

Dia tau kalau Hinata sangat ingin dia bergabung ke Klubnya. Karna itu dia akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil keuntungan yang lbih banyak. Kalau bisa mendapatkan lebih banyak permintaan dari Gadis di depannya ini. Kenapa tidak dia lakukan ?

Lagi pula kalaupun dia kalah, Hinata hanya akan mendapatkan 1 permintaan darinya. Dan itu bukanlah masalah besar. Kayaknya ya ?

"Kau curang! Kalau kau menang kau akan mendapatkan keuntungan lbih banyak. Sedangkan aku ?" Jawab Hinata sedikit Kuat.

"Siapa suruh kau kalah Cebol ?"

"Diamlah Durenn! Jangan panggil Aku Cebol. Aku punya nama. Namaku Hyuuga Hinata.!" Teriak Hinata Kesal. Ingin rasanya dia menjitak kepala Kuning Naruto itu.

"Baiklah.. Jadi bagaimana ? Mau atau tidak ? Hyuuga Hinata.. Ceboll" Kata Naruto sambil Menyeringai Lucu melihat Hinata yang kesal.

"Berhenti memanggilku Cebol Duren! Hanya karna aku lebih pendek sedikit darimu.!"

"Baiklah Aku terima! Jangan harap kalau kau akan menang kali ini Kuning!" Jawab Hinata sambil memanyunkan bibirnya karna kesal, sambil melipat kedua tangannya di dada.

Dan di saat itu Naruto mengeluarkan seringainya yang sebenarnya. Dia sudah tau apa yang akan dia minta nanti kepada Hinata kalau dia menang. Dan itu membuat Hinata bergedik ngeri.

Bagaimana kalau Hinata kalah lalu Naruto meminta agar Hinata mau melakukan Hal Hal Aneh dengannya ?

Nyawa dan Kesuciannya sedang terancam sekarang.

'Gawattt..!' Pikir Hinata Frustasi.

To be Continue


Yeyy..! Gimana menurut Kalian Chapter 2 kali ini ? Terlalu sedikitkah wordnya ? Gantung ?

Sengaja di buat gantung agar kalian penasaran dengan Chapter selanjutnya. Kira-kira siapa yang akan menang ya.. ? Hahaha.. xD

Jika ada kata" yang yang salah dan kurang berkenan di hati para pembaca mohon di maafkan

Jika ada Saran & Kitikan atau Ada Pertanyaan ? silahkan tulis di komentar.

Di tunggu komentarnya Minna. Kalau bisa sampaikan kesan kalian saat membaca Fanfic buatanku ini.. xD

Sampai bertemu lagi di next Chapter.. Jaa~

Review & Review

Kazu-Sensei
Out

#Author_Newbie