Dear Saga, kakak-ku tersayang nan menyebalkan.
(Bagus, sekarang Kanon nggak ngerti dia ngapain nulis puisi kayak gini.)
Saint Seiya © Masami Kurumada
Saint Seiya: The Lost Canvas © Shiori Teshirogi
You're the Light and I am The Shadow © ScorpioNoKuga
Saudara Kembar © Antares Estha
Warning : In this chapter maybe have Humor!, OOC, typo(s), GaJe, etc.
Special fanfiction for Antares Estha and Aoihoshifiqih.
Mau dibilang pemikiran Kanon itu menyalahkan UUD 1945, kek, Kanon juga nggak bakal mau tau dan nggak peduli sama tanggapan orang soal pemikirannya –yang artinya, dia juga nggak peduli sama Saga.
Toh, itu pemikirannya. Coba dipikir, iblis mana yang menghasut lelaki berbintang Gemini itu?
Intinya, ada iblis yang menghasutnya.
(Dan sungguh, izinkan dia bunuh diri.)
Aku sangat, sangat, saaaaaangaaaat membencimu
Kau menggurungku dan melupakanku
Hingga membuatku beralih pihak
Pada si pedo Poseidon
Bisa dimengerti? Nggak. Kanon nggak pernah –dan nggak mau –mengerti kenapa dia pernah sayang ke kakaknya.
Padahal, kakaknyalah yang menggurungnya di tempat yang jauh dan melupakkannya.
Melupakannya.
Jahat, 'kan? Di saat satu-satunya keluargamu melupakkanmu, dan kau sendiri dikurung hingga mau mati. Mungkin, dari kejadian tersebut Kanon membenci Saga.
Tapi, apa… memang benar dia membenci sang kakak? Apalagi sampai berpindah pihak dari Dewi-nya, Athena?
Hahaha! Menurut Kanon, itu semua salah Saga! Salah saudara kembarnya!
(Kanon sungguh nggak sudi jika, semua salahnya.)
Tapi semua berubah saat si Phoenix datang
Dan saat Athena menyelamatkanku
Karena mereka, aku pun kembali
Menjadi Gemini Gold Saint menggantikanmu
Dia adalah Seadragon Kanon, orang yang –mungkin –menggorbarkan perang antara 'mantan' dewinya dengan Poseidon.
Sedikit aneh bilang dia ingat. Waktu itu dia melawan Phoenix Ikki –yang katanya paling kuat diatara para bronze.
Sebegitu miripkan dia dengan Saga hingga sang Phoenix menganggapnya sang Gemini kakak? Seumur hidup –hingga dia masuk Tartarus –dia nggak sudi dibilang mirip Saga!
Fine jika mereka memiliki wajah yang sama. Mereka juga punya keperibadiaan yang sama.
Sama-sama ingin mengguasai dunia. Rupanya, ada iblis yang sama dalam jiwa dua Gemini tersebut.
Dan, makasih buat mantan Dewi-nya yang udah menyelamatkannya –tepatnya menyadarkannya –dari siksaan iblis nggak tau di untung. (iyalah nggak tau di untung, toh, iblis-nya keenakan tinggal ditubuhnya.)
Dan, karena dewinya, Kanon rela ditusuk-tusuk sama scarlet needle sang scorpio. Hanya untuk dewi-nya juga, dia kembali, menjadi seorang Gold Saint Gemini menggantikan Saga. Menggantikan kakak-nya –yang bodoh, by the way.
Mungkin kau kakak terkejam sedunia
Yang bermuka dua dan suka naik darah
Sisi baikmu polosnya kelewatan
Dan sisi jahatmu minta di tabok, seriously
Jujur aja, kalau Athena ngadain lomba kakak terbaik dan terkejam, sudah jelas bukan yang bakal menang siapa? Aiolos sebagai kakak terbaik dan Saga sebagai kakak terkejam. (Jika Athena melakukannya, Kanon akan memasukkan nama Saga sebagai kakak paling kejam di dunia.)
Ditambah lagi, Saga itu bermuka dua –secara hafiah ataupun bukan –tetap saja, sifat Saga itu entah lucu atau minta di tampar! Saga juga suka naik darah sedikit-sedikit, marah. Nah yang ini bikin Kanon bete setengah hidup (Setengah mati udah mainstream.).
Sisi baik Saga mungkin bisa bikin Sagittarius Aiolos, Libra Dohko, atau para Gold Saint –atau mungkin seluruh Saints, Mariner,Specter, Tenshi, dan yang lain –tertawa terbahak-bahak. Gimana enggak? Lah,ini, Saganya terlalu polos sebagai seorang Gold Saint.
Dan, jika kau menganggap lucu sisi polosnya, kau harus melihat sisi jahatnya yang minta di lempar ke kawah Gunung Kanon –oh, sorry, nampar muka cantik Saga mungkin udah cukup kayaknya. Udah jahat, sok jahat, sok ngatur, lagi.
Seenak jidat tuh sisi jahat Saga ngebunuh pope kesayangan Sanctuary, Shion. Mungkin, kalau Mu –Aries Mu –tahu yang awal masalahnya adalah Kanon, Kanon bersumpah, sang domba pasti udah memunuhnya.
Eh, back to Saga. Serius, kejadian Saga yang sok jahat udah membuat Kanon naik darah dan pengen nampar Saga. Seriously.
"Ga, kali lain lo jadi jahatm izinin gua nampar wajah cantik lo,"
(Eh, serius, Kanon udah mau nampar Saga kalau nggak di tahan Aiolos.)
Tapi apa kau tahu sesuatu?
Aku tak pernah menyesal terlahir sebagai adikmu
Karena aku sadar, jauh di lubuk hatiku
Aku masih sangat menyayangimu
kanon pernah nanya ke dewinya sama mantan dewanya, apakah mereka bisa bikin suatu alat penggetesan rasa benci atau rasa sayang dan malah di jawab dengan….
"Kurasa itu tidak perlu," Jawab Pose –sorry, maksudnya Julian Solo. " kalau ku lihat, kau sangat sayang pada kakakmu."
"Aku setuju dengan kata Julian-san,"
(Izinkan Kanon bunuh diri di tempat, ya?)
Dan sekarang, di dalam kuil ketiga, kuil Gemini, dengan memegang sebuah pulpen, seorang Gemini –seadragon juga boleh dah –menaruh pulpennya di samping kertas dan menimbang-nimbang.
Mungkin, kata kedua dewanya –yang sangta dia sayang dan cintai –itu benar juga. Mungkin saja, Kanon nggak menyadarinya, bahwa, jauh –sangat jauh –didasar (atau lubuk) hatinya, dia kayaknya sangat menyayangi sang kakak.
Mungkin, Kanonnya aja yang terlalu tsundere untuk mengungkapkannya.
Mungkin.
Iya, Kanon yang terlalu buta hingga tak menyadari bahwa Saga menyayanginya dan begitu pula sebaliknya.
Selesai pas juga tepat tanggal 14 Oktober. Jadi, Happy Monthversarry, Ore no team! Oh, spoiler Chapter 3 boleh juga~
[14-10-14]
ScorpioNoKuga
"Cain, kau harus baca kalau bangun nanti!"
Dia nggak suka dilahirkan dalam satu tubuh. Err, ya, satu tubuh dengan kembarannya –rasanya, bagaikan alter ego.
