"Oh annyeong Lee Sungmin imnida.." Sungmin membungkukkan tubuhnya.
"Cho Kyuhyun imnida.." Kyuhyun tak berhenti menatap wajah yang berada dihadapanya.
'Benar – benar mirip..' Batin Kyuhyun.
"Hey hey kalian berdua bisakah berhenti saling bertatapan? Kalian seperti oh lupakan saja.."
Sungmin dan Kyuhyun terkejut dengan ucapan Eunhyuk lalu mereka berdua pun melepaskan kontak mata mereka. Sungmin dan Kyuhyun mencoba mencari objek tatapan lain asalkan itu bukan Eunhyuk.
"Aisshh kalian ini.. Ya sudah.. Min kajja kita kekelas sebelum bel berbunyi dan guru shin datang kau tidak mau dihukum olehnya bukan?" Sungmin mengangguk dan mengikuti langkah dari Eunhyuk berjalan menuju kekelasnya.
Sementara Kyuhyun? Dia hanya memandangi Kepergian dari Sungmin dan Eunhyuk ditempat sebelum akhirnya Eunhyuk dan Sungmin menghilang dari hadapanya dan juga sebuah bel menyentaknya dirinya mau tidak mau Kyuhyun harus bergegas pergi kekelasnya meskipun masih dengan raut bingung pastinya. Setelah sesampainya di kelas kyuhyun menatap jendela yang menghubungkan langsung dengan lapangan tengah sekolahnya. Sebuah senyuman terpatri diwajah Kyuhyun ketika sebuah ide keluar dari otak jeniusnya.
'Sepertinya aku tertarik dengan dirimu Lee Sungmin.. maka bersiap – siaplah ..'
.
.
.
.
Cast:
Cho Kyuhyun.
Lee Sungmin.
Rate: T
Genre: Romance, Drama
Disclaim: KyuMin is not MINE, but this story is MINE!
Don't Bash! Don't Flame! Don't Plagiat!
enJOY!
.
.
~MY DREAM~
.
Bel istirahat berbunyi, hampir seluruh siswa dikelas sungmin memilih untuk mengisi perut mereka dikantin sementara Lee Sungmin masih duduk santai tidak berminat untuk pergi kemanapun.
"Hyung.." Eunhyuk menghampiri Sungmin yang sedang asyik menatap jendela yang mengarah pada lapangan sekolah.
Sungmin mengadahkan kepalanya hanya sekedar untuk menatapnya sebentar.
"Hyung.." Ucap Eunhyuk dengan sedikit nada manja.
Sungmin yang sedikit jengah mendengar suara Eunhyuk tersebut akhirnya berbalik dan menatap teman barunya tersebut. "Ada apa ?"
"Tidak ada.. apa kau tidak kekantin?" Eunhyuk pun meraih kursi dan duduk dihadapan Sungmin.
"Tidak.. dan berhenti memanggilku hyung Eunhyuk-ssi"
Eunhyuk yang mendengar nada tak ramah dari Sungmin hanya menundukkan kepalanya. "Sungmin kau marah?" tanya Eunhyuk yang masih menundukkan kepalanya.
Sungmin menghembuskan nafasnya dan berusaha untuk tidak meluapkan amarahnya sedikit meluluhkan ekspressinya. Sungmin memang tidak tega dengan ekspressi yang Eunhyuk berikan.
"Tidak.. hanya tidak suka dengan panggilanmu itu.." Jawab Sungmin datar.
"Oh maafkan aku... Bagaimana dengan tawaranku pertama tadi?" Sungmin mengangkat alisnya mendengar pertanyaan Eunhyuk.
"Soal pergi kekantin.."
"Tidak terima..."
"Hai chagiyaa.."
Belum sempat Sungmin melanjutkan perkataanya, seorang memasuki ruang kelas Eunhyuk dan Sungmin yang sontak membuat beberapa siswa yang masih berada didalam kelas memandangnya.
'Dia mengenal sungmin?' Batin Eunhyuk bertanya.
Siswa tersebut menghampiri Sungmin dan merangkulnya lalu duduk disebelah Sungmin. Sungmin yang mendapatkan rangkulan tiba – tiba tersebut sontak menepis lengan siswa tersebut. "Ini masih disekolah Choi Siwon" Ujar Sungmin.
Siswa yang dikenal dengan panggilan Siwon pun melepaskan rangkulanya dari tubuh yang berukuran lebih kecil darinya. Siwon hanya tersenyum yang mungkin dapat membuat semua orang terpesona apalagi tercetak lesung pipinya yang indah.
Eunhyuk hanya bisa ternganga dengan adegan yang berada didepanya, matanya pun tidak berkedip sama sekali. Terlalu mengejutkan mungkin, sebenarnya bukan hanya Eunhyuk yang memiliki ekspressi seperti itu namun hampir semua siswa yang berada didalam kelas Eunhyuk. Bagaimana bisa seorang Lee Sungmin yang hanya murid pindahan dapat mengenal bahkan mengencani seorang Choi Siwon yang bahkan sangat terkenal diseluruh sekolah High school ini. Terlebih lagi Choi Siwon juga terlihat enggan untuk berpacaran dengan gadis gadis ataupun pria cantik disekolah ini. Banyak Siswa dan Siswi menyatakan cinta kepadanya namun dengan enteng siwon menolak semuanya dan sekarang? Lee Sungmin harus memberitahukan ini kepada dirinya.
"Lee Sungmin.."
"Biar aku jelaskan.." Cegah Choi Siwon saat Sungmin ingin mengatakan sesuatu agar temanya tersebut tidak salah paham terhadap dirinya.
Siwon pun menceritakan bahwa dirinya dan Sungmin sudah dijodohkan oleh orang tuanya sejak dirinya masih smp dan setelah mereka menyelesaikan pendidikan smp, mereka akan segera dinikahkan tanpa alasan yang mereka tahu. Siwon dan juga Sungmin menolak keras perjodohan tersebut dengan alasan mereka masih ingin melanjutkan pendidikan dan mencapai cita – cita yang ingin mereka masing masing raih. Tetapi orang tua mereka tidak serta merta menyetujui alasan mereka, pada akhirnya orang tua masing masing pihak sepakat jika Siwon dan Sungmin harus menjalin hubungan layaknya seorang kekasih sampai mereka menyelesaikan pendidikan. Karena mereka tidak bisa menolak keinginan orang tua, mereka akhirnya setuju setidaknya mereka masih bisa meraih pendidikan dan juga dapat meraih apa yang mereka cita – citakan.
Eunhyuk mengangguk mendengar penjelasan dari Siwon, menurut Eunhyuk orang tua Siwon dan Sungmin terlalu rumit.
'Seperti zaman dahulu saja..' Batin Eunhyuk.
"Yah kau benar ini seperti zaman dahulu" Ujar Siwon yang sontak membuyarkan pemikiran – pemikiran dari Eunhyuk.
"Bagaimana bisa?" Tanya Eunhyuk.
"Terlalu jelas tersirat dimukamu Hyuk" Eunhyuk Hanya diam dan diapun merutuki Choi Siwon yang sangat terlihat sok akrab denganya.
"Hahaha.." Siwon tertawa melihat ekspressi yang ditunjukkan oleh Eunhyuk.
Dengan cekatan Eunhyuk mengambil tempat pensil milik Sungmin yang berada dihadapanya lalu melemparkanya tepat kearah muka siwon yang masih tertawa dengan tingkah Eunhyuk.
Plaak
Tempat pensil tersebut pun tepat mengenai muka siwon setelahnya mendapat ringisan dari pemilik muka. Sementara Eunhyuk sontak tertawa ketika lemparanya tepat mengenai sasaran.
Sungmin hanya terdiam melihat tingkah kedua orang yang berada dihadapanya. Shape M nya sedikit terangkat yang membuat seorang Lee Sungmin semakin terlihat indah dengan senyumanya yang memukau.
Eunhyuk menghentikan tawanya ketika dirinya sedikit merasa sakit diperutnya akibat tertawa yang berlebihan. Sementara Siwon menampilkan muka datarnya setelah sebelumnya dirinya meringis akibat ulah Eunhyuk.
Eunhyuk masih penasaran dengan apa yang diceritakan oleh Siwon. "Lalu kenapa kau dan Sungmin Hyung euumm.. berbeda sekolah" Tanya Eunhyuk ragu – ragu.
"Pada awal masuk sekolah tingkat pertama keluarga Sungmin pindah kejepang karena ada proyek besar yang ditangani oleh appanya. Sebenarnya proyek ini berlangsung selama tiga tahun akan tetapi Tn. Lee bisa menyelesaikan proyeknya dengan cepat dan akhirnya Tn. Lee pun kembali ke korea setelah proyek mereka selesai." Ujar Siwon panjang lebar yang mendapatkan anggukan oleh Eunhyuk. "Sudah puas?" Tanya Siwon.
"Untuk saat ini penjelasanmu sangat masuk akal, tetapi sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang ingin dia tanyakan tetapi biarlah nanti saja dia tanyakan.
"Hyung aku pergi ke kantin dulu sebentar lagi bel dan aku lapar.. bye hyung.." Eunhyuk melangkahkan kakinya keluar kelas tanpa membalikkan badanya karena dia tahu jika Sungmin sedang menatap sinis dirinya.
Sekarang tinggal Sungmin dan Siwon yang duduk bersama, hanya diam tanpa ada yang mengeluarkan suaranya. Sungmin yang sibuk dengan pemikiranya dan Siwon yang bingung dengan apa yang akan disampaikanya.
Setelah menunggu hampir lima menit akhirnya Siwon mengutarakan apa keinginanya.
"Besok eomma mengundangmu." Ujar Siwon sambil memandang mata foxy Sungmin yang sangat indah dan begitu dirindukan olehnya.
"Eumm aku sudah tahu itu.." Jawab Sungmin datar.
"Kenapa kau acuh sekali denganku ming? Apa kau marah?" Tanya Siwon lalu menangkup tangan Sungmin yang tergeletak bebas diatas meja.
"Tidak, hanya saja stop menganggapku seperti pacarmu sendiri. Kau tahu sendiri bukan jika aku benar – benar tidak ingin perjodohan ini?" Tanya Sungmin mutlak.
Siwon terdiam sebentar, ya dia tahu jika Sungmin lah yang sangat menolak dengan keras tentang perjodohan ini. Awalnya Siwon juga menolak keras perjodohan ini namun dengan seiring waktu berjalan Siwon sudah menerima perjodohan ini lagipula sepertinya dia juga menyukai Sungmin. Buktinya sudah jelas bukan bahwa Siwon menolak Siswa dan Siswi yang ingin menjadikan dirinya seorang kekasih. Jika saja Siwon tidak menyukai Sungmin bisa saja dia menerima Siswa ataupun siswi untuk menjadi pacarnya dan berselingkuh dibelakang Sungmin toh Sungmin juga tidak akan mengetahuinya dan juga tidak ingin tahu.
"Ya aku tahu.. tapi setidaknya kau bersikaplah baik denganku. Lagipula bukan aku yang meminta perjodohan ini min. Tapi orang tua kita." Siwon mengelus punggung tangan Sungmin mencoba memberi pengertian kepada calon istrinya mungkin.
Sungmin menghembuskan nafasnya, berpikir sejenak perkataan Siwon. Memang benar apa yang dikatakan Siwon bahwa dia tidak bersalah.
"Maafkan aku.." Sungmin menundukkan kepalanya.
Siwon langsung mendekap tubuh mungil Sungmin, mencoba memberi rasa aman kepadanya. Sungmin tidak menolak maupun membalas pelukan dari Siwon. Siwon merasa bersyukur setidaknya Sungmin tidak berontak seperti biasanya. "Kita akan mencari jalan keluarnya.. selama kita mencari jalan keluar kau harus berjanji untuk bertindak baik dan menurut kepadaku. Kau mengerti Lee Sungmin?" Sungmin mengangguk mendengar penuturan Siwon.
Siwon tersenyum dalam hati, setidaknya sepulang Sungmin dari jepang dia tidak terlalu berontak seperti awal mereka bertemu. Siwon melepas rengkuhanya pada Sungmin, tersenyum lalu berkata sedikit berbisik. "Kau harus mengikuti permainanku jika kau ingin membatalkan perjodohan kita" Sedikit meringis dalam hati saat Siwon mengatakan membatalkan perjodohan tapi apa daya Siwon hanya ingin Sungmin berada disampingnya tanpa ada pemberontakan.
"Sekarang aku harus kembali.. ingat bersikaplah baik kepada semua orang. Mengerti?"
Lagi lagi Sungmin hanya mengangguk tanpa mengatakan sesuatu. Siwon hanya pasrah dengan sikap Sungmin, setidaknya dia ada kemajuan dan Siwon bersyukur atas itu.
Siwon pun meninggalkan Sungmin sendiri dan melangkahkan dirinya menuju ke kelasnya. Sementara Sungmin memandang jendela yang menghubungkan dengan halaman tengah sekolahnya.
Tanpa Siwon dan Sungmin sadari, sejak tadi ada seseorang yang tengah mengawasi mereka berdua. Dirinya mengatup dan mengatur nafasnya agar dirinya tidak meledak dengan perlakukan Siwon kepada Sungmin. Setelah dilihatnya Siwon meninggalkan tempat Sungmin seseorang tersebut pun turut meninggalkan tempat Sungmin.
'Sial kaliaan' Gerutunya dalam hati.
.
.
.
.
Bel pulang sudah berbunyi, Sungmin bergegas memasukkan bukunya. Dia ingin bergegas menuju kerumahnya.
Ketika Sungmin masih sibuk memasukkan bukunya, Eunhyuk menghampirinya berniat untuk mengajaknya puang bersama.
"Sungmin-ah kita pulang bersama?" Tanya Eunhyuk.
"Maaf Hyuk Siwon mengirimi pesan agar aku ikut denganya pulang bersama." Jawab Sungmin. Sebenarnya merasa bersalah karena selalu menolak permintaan Eunhyuk agar dirinya pulang bersama, namun bagaimana lagi? Siwon sudah memintanya untuk pulang bersama terlebih dahulu.
"Baiklah.. kapan – kapan kita harus pulang bersama. Arraseo?"
"hmm.." Sungmin menganggukkan kepalanya.
"Aku pulang dulu Sungmin.." Eunhyuk meninggalkan Sungmin yang masih sibuk menata bukunya.
Setelah selesai merapikan bukunya Sungmin pun berjalan kearah tempat parkir, dirinya sudah berjanji dengan Siwon akan bertemu ditempat parkir.
.
.
.
.
Kyuhyun sudah selesai merapikan bukunya, setelahnya dia bergegas menuju ke tempat parkir. Hari ini tidak ada latihan karena donghae akan mengajak eunhyuk menonton dan yang lainya memang berhalangan hadir.
Kyuhyun sudah sampai di tempat parkir, dilihatnya Lee sungmin yang sepertinya sedang menunggu seseorang. Senyum terkembang dibibir Kyuhyun, dia berniat untuk mendatangi Sungmin. Namun itu hanya sebuah niatan saat dilihatnya seseorang yang sepertinya tidak asing menghampiri Sungmin dan melingkarkan tanganya ke bahu Sungmin.
Kyuhyun membatu menyaksikan pemandangan didepanya, dia mengenal siapa yang memeluk Sungmin.
'Choi Siwon.. apa hubunganmu dengan Sungmin?'
Kyuhyun membalikkan badanya, berjalan menuju ke tempat mobilnya terparkir. Lalu melajukan mobilnya meninggalkan gedung sekolah. Kyuhyun benar – benar bingung sekarang, dirinya merasa dipermainkan. Entah bagaimana bisa hatinya begitu sakit melihat pemandangan tadi.
Kyuhyun memukul stir mobil, merasa sedikit frustasi. Kyuhyun menambahkan laju mobilnya berharap dia bisa sampai kerumah dengan cepat.
Hanya membutuhkan lima belas menit Kyuhyun sudah sampai dirumah. Kyuhyun melangkahkan dirinya menuju kamarnya. Hari ini benar - benar sial untuk dirinya. Bagaimana bisa? Kyuhyun merasakan kepalanya ingin pecah, belum pertanyaan kemarin terjawab sekarang dirinya mendapatkan pertanyaan - pertanyaan lain.
Kyuhyun memijat keningnya pelan sesampainya dikamar. Merobohkan dirinya pada tempat tidur yang empuk, menutup matanya walaupun dirinya masih tetap terjaga. Hanya keheningan yang menyerangnya.
Lima belas menit dalam keheningan, Kyuhyun merasa dirinya sangat lelah dan pada akhirnya kyuhyun jatuh terlelap.
" kau lagi.." Kyuhyun tersentak saat seseorang memanggilnya dan menepuk bahunya dari belakang.
"Oh hai Lee Sungmin.." Kyuhyun tersenyum saat dilihatnya seseorang yang sangat mengganggu hari – harinya.
Seseorang yang Kyuhyun panggil Lee Sungmin hanya melongo "K-kau kenal aku?" Tanyanya tak percaya.
Kyuhyun pun tersentak dengan pertanyaan dirinya. "J-jadi kau benar Lee Sungmin noona?"
"Eooh?" Sungmin pun membeo mendengar pertanyaan Kyuhyun. "Ak-ku.."
Tok..tok..tokk..
"Tuan muda? Tuan muda.. saatnya makan malam.." Terdengar suara seorang maid dari luar kamar Kyuhyun. Kyuhyun yang merasa terganggu akhirnya pun terbangun.
'Aisshh lagi – lagi hanya mimpi.. Ini sudah keberapa kalinya?'
"Tuan?"
"Ya aku akan menyusul.." Setelah mendengar suara Kyuhyun. Sang maid pun akhirnya meninggalkan kamar Kyuhyun.
Sementara Kyuhyun masih terdiam dalam duduknya. Masih memikirkan tentang mimpinya, apa yang sebenarnya terjadi? Hanya bunga tidur atau?
"Yaishh.." Kyuhyun mengacak – acak rambutnya frustasi.
Kyuhyun memutuskan untuk berendam terlebih dahulu dibandingkan dengan makan malam. Berharap setelah dirinya berendam dengan air hangat badan dan pikiranya bisa lebih rileks.
.
.
.
.
Kyuhyun keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilitkan pinggangnya. setelah hampir setengah jam dirinya berendam, setidaknya tubuh dan pikiranya sudah sedikit lebih rileks.
Kyuhyun melangkahkan kakinya ke lemari pakaian, mengambil baju dan celana casual. Setelahnya Kyuhyun beranjak menuju ke ruang makan.
Berbagai makanan tersedia disini, semua makanan yang dia sukai. Hanya saja, dirinya sangat benci dengan suasana seperti ini. Tidak ada teman yang menemaninya makan. Hyungnya yang sibuk mengurus perusahaan dan juga orang tuanya yang sudah tiada membuat dirinya terkadang merindukan kasih sayang mereka yang sudah tiada sejak dia masih kecil.
"Eomma appa aku merindukan kalian" Ringis Kyuhyun.
Kyuhyun pun melanjutkan makanya dengan ditemani oleh keheningan yang selalu menyelimuti hari - harinya.
.
.
.
.
Kyuhyun terbangun dari tidurnya ketika dirinya mendengar alarm dari jam yang berada dinakasnya. Dilihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul enam pagi. Kyuhyun bergegas menuju kamar mandi dan bersiap - siap untuk pergi kesekolah.
Setelah hampir setengah jam bersiap – siap Kyuhyun pun akhirnya berangkat ke sekolah. Tanpa mengindahkan para maid yang menyarankanya untuk sarapan terlebih dahulu.
Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan cepat. Hanya butuh waktu limabelas menit untuk Kyuhyun untuk sampai disekolah. Ketika mobil Kyuhyun memasuki gerbang sekolah Kyuhyun melihat Sungmin sendirian disamping pintu gerbang.
"Apa yang sedang Sungmin lakukan?"
Tin..tin..
Kyuhyun membunyian klakson mobilnya dan dilihatnya Sungmin mengarah padanya. Kyuhyun membuka jendela mobilnya "Hai Sungmin-ah.." Ujar Kyuhyun basa – basi.
"Oh hai Cho.." Balas Sungmin ramah.
"Apa yang sedang kau lakukan sendirian disini? Dan biasanya kau bersama Eunhyuk?" Tanya Kyuhyun.
"aku sedang menunggu seseorang.. dan yah Eunhyuk sudah berada didalam kelas.."
"Oh.." Kyuhyun ber oh ria. "Baiklah aku masuk dulu.."
Sungmin hanya mengangguk dan Kyuhyun pun menutup jendelanya lagi. Kyuhyun tahu siapa yang Sungmin tunggu. Siapa lagi kalau bukan..
"Choi Siwon..."
Lagi – lagi Kyuhyun merasa hatinya sangat panas. Apalagi dengan seseorang yang baru saja dia sebut namanya.
Ah Choi Siwon.. Mengenai dirinya, memang Kyuhyun akan kalah dibanding denganya. Siwon adalah seorang anak yang sangat kaya raya, tampan, berkharisma, pintar dan banyak sekali orang – orang yang menyukainya. Namun Kyuhyun pun tak kalah dengan Choi Siwon Kyuhyun pun anak yang kaya raya walaupun mungkin Siwon masih unggul dalam kekayaan, Kyuhyun tampan, Kyuhyun berkharisma, dan pintar. Dan kepintaranya lah yang menambah nilai plus bagi Kyuhyun. Cho Kyuhyun lebih pintar dibandingkan dengan Choi Siwon.
Kyuhyun meninggalkan tempat parkir ketika dilihatnya Lee Sungmin sudah bertemu dengan seseorang yang sedang ditunggunya.
Sejak tadi Kyuhyun memang sengaja mengamati Sungmin dari dalam mobilnya ketika dirinya sudah berpamitan untuk masuk kedalam gedung sekolah.
Kyuhyun tidak pernah seperti ini sebelumnya, biasanya setiap hari dirinya lah yang menjadi object stalk, namun sekarang dirinya yang harus menjadi stalker. Tapi dirinya tidak peduli asalkan objectnya adalah Lee Sungmin dirinya akan melakukan apapun.
"Sepertinya aku mulai gila..." Kyuhyun pun bergegas pergi kekelas sebelum bel masuk berbunyi.
.
.
.
.
Bel berbunyi menandakan bahwa ini adalah waktu untuk beristirahat. Kyuhyun hanya ditempat, tidak tertarik untuk pergi kemanapun hari ini.
"Hei Kyu.. Kau tidak mau kekantin?" Ajak Donghae.
"Tidak.. aku tidak lapar.." Balas Kyuhyun.
"Oh ayolah Kyu.. aku tahu kau belum sarapan.."
Kyuhyun memicingkan matanya "Bagaimana kau tahu?"
"Maidmu menelfonku barusan.."
"Oh Shiitt.." Geram Kyuhyun.
"Ayolah Kyu.. ada Eunhyuk dan Sungmin juga.." Donghae tidak mau kalah, dia terus merajuk agar Kyuhyun mau kekantin dengan dirinya.
"Ck.. Kau ini.. Baiklah.." Senyum terkembang dari bibir Donghae, ketika acara merajuknya -sedikit memaksa- berhasil.
"Kajja.." Donghae mengapit lengan Kyuhyun dengan senang sementara Kyuhyun hanya pasrah dengan apa yang dilakukan dengan Donghae terhadapnya.
Kyuhyun dan Donghae sudah sampai dikantin, dilihatnya Eunhyuk yang sedang duduk bersama dengan Sungmin meja pojok kantin, Eunhyuk melambaikan tanganya.
Kyuhyun dan Donghae menghampiri mereka. Donghae memilih duduk disamping Eunhyuk sementara Kyuhyun? Tentu saja disamping Sungmin.
Eunhyuk memang sudah menyiapkan makan siang untuk Donghae dan Kyuhyun jadi mereka tidak perlu susah – susah untuk mengantri lagi.
Tanpa Donghae dan Eunhyuk sadari sejak tadi Kyuhyun terus melirik Sungmin. Dan mungkin hanya Sungmin yang tau itu. Maka dari itu dia pun membalas tatapan dari Kyuhyun. Kyuhyun yang kaget karena tatapanya dibalas pun hanya memalingkan tatapanya ke arah lain asal jangan kearah Lee Sungmin.
'Aisshh aku seperti orang bodoh..' gerutu Kyuhyun dalam hati.
Suasana keheningan menyapa mereka, Kyuhyun yang lebih memilih makan dalam diam, Sungmin memilih menghadap kejendela sambil menghabiskan minumanya. Dan duo Lee itu sedang asyik saling berhadapan.
"Ehheemm..." Suara seseorang mengiterupsi mereka berempat.
Mereka mengalihkan pandanganya kearah seseorang yang tersenyum sangat menawan.
"Apa aku menganggu kalian?" tanyanya.
"Tentu saja iya.." Jawab Donghae ketus.
"Oh maaf kalau begitu.. aku kesini hanya ingin meminjam Lee Sungmin.."
"Meminjam? Aissh kauu.." Balas Eunhyuk emosi.
"Sudahlah Hyuk.. Ada apa?" Tanya Sungmin ketus.
"Oh ayolah min.. kita sudah berjanji kemarin.."
"Eumm.. baiklah ada apa choi siwon.." Tanya Sungmin sambil senyum dipaksakan.
"Ayo ikut aku.."
"Tidak mau..."
"Ayolah min..."
"Choi Siwon-ssi tolong jangan memaksa dia.." seseorang yang sejak tadi terdiam pun angkat bicara, keempatnya pun mengarah kepada dirinya. Siapa lagi kalau bukan Cho kyuhyun.
"Oh kau kyuhyun bukan? Tolong jangan mencampuri urusan kami.. Sungmin adalah kekasihku.." Kyuhyun menganga mendengar pernyataan Siwon. Benarkah itu? Kyuhyun mencoba mengendalikan ekspressinya agar tetap terlihat dingin walaupun hatinya sangat sakit saat ini.
"benarkah kau kekasihnya? Bagaimana bisa seorang kekasih memaksakan kekasihnya?"
"ck.. kau tau apa Kyuhyun-ssi?" Jawab Siwon ketus.
"dasar kekasih kejam.. bagaimana bisa.."
"Cukup.. ayo siwon aku ikut denganmu.." Sungmin memotong perkataan Kyuhyun, Kyuhyun mendengus dengan apa yang dilakukan Sungmin sedangkan Siwon tersenyum lalu mengangguk mengapit lengan Lee Sungmin berjalan meninggalkan ketiga orang.
Eunhyuk berdecak tidak suka "Bagaimana bisa Sungmin hyung memiliki kekasih seperti Choi siwon? Dan lagi kenapa Choi siwon menjadi seperti monster setelah ada Lee Sungmin. Seposessive itu kah Choi Siwon?"
Donghae mengangguk setuju "Aku juga tidak menyangka Siwon begitu ganas saat disamping Sungmin. Aku kira dia benar – benar ramah."
Sementara Kyuhyun termenung. Dia masih terpukul oleh perkataan Choi Siwon. Apa benar Lee Sungmin kekasih Choi Siwon? Tapi bagaimana bisa? Padahal Siwon selalu digosipkan tidak memiliki kekasih. Ah Kyuhyun baru ingat Lee Sungmin adalah namja pindahan jadi wajar kalau Siwon digosipkan tidak memiliki kekasih karena dulunya siwon dan Sungmin berbeda sekolah.
Masihkah ada harapan untuk dirinya?
Donghae dan Eunhyuk yang melihat Kyuhyun hanya melamun, Donghae pun mencoba menyadarkan Kyuhyun. "Cho Kyu..." Teriak Donghae.
Kyuhyun tersentak "Yaak apa yang kau lakukan!" Bentak Kyuhyun.
"Aisshh kau melamun Cho.." Balas Donghae.
"eh? T-tidak aku tidak melamun.." Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ada apa? jangan bilang kau..." Eunhyuk menggantungkan pertanyaanya.
"Apa?" Balas Kyuhyun ketus.
"Kau menyukai Lee Sungmin.."
"Mwoooo!" Teriakan keras terdengar dari Kyuhyun dan Donghae dan tanpa tersadar membuat pandangan semua orang yang ada di kantin tertuju pada Kyuhyun, Eunhyuk dan Donghae.
Merasa risih dengan pandangan itu, Kyuhyun dan Donghae membungkukkan badanya mengisyaratkan bahwa mereka meminta maaf atas keributan yang dibuat.
Sedetik kemudian mereka akhirnya kembali menyibukkan kembali aktivitas yang sebelumnya terganggu oleh teriakan Kyuhyun dan Donghae.
"Ck.. kau menyebalkan.." Kyuhyun beranjak dari kursinya, meninggalkan kedua sahabatnya yang benar – benar menyebalkan baginya. Bagaimana bisa Donghae mengatakan mengatakan kalau dirinya menyukai Sungmin? Kyuhyun sama sekali tidak menyukai Sungmin dirinya hanya tertarik dengan bagaimana bisa Sungmin menyerupai yeoja yang berada dalam mimpinya tidak lebih. Walaupun yah harus Kyuhyun akui jika dirinya merasa berdebar jika berada disamping Sungmin.
"Yaahhh Choo Kyuhyuunn tunggu akuuu…." Teriak Eunhyuk dan Donghae serentak. Mereka pun akhirnya ikut menyusul Kyuhyun yang entah akan pergi kemana.
Tanpa Donghae, Kyuhyun dan Eunhyuk sadari ada seseorang yang duduk di ujung kantin mendengarkan percakapan mereka. Seseorang itu mendesis mendengarkan percakapan mereka. Seseorang itu pun berdiri dan melangkah pergi meninggalkan mereka.
"Lee Sungmin awas saja kau!"
.
.
.
.
TBC
Hollaa.. I'm comeback setelah satu abad berhibernasi (?) kekekekekee
ada yang masih nunggu nih FF? #Tidaakkkk
Maaf atas keterlambatan yang sangat lama untuk FF ini :3
Sejak kejadian itu (?) sebenarnya sempat ragu apakah harus melanjutkan semua FF yang saya publish atau tidak. tapi setelah saya pertimbangkan lagi, akhirnya saya memutuskan hanya akan melanjutkan FF ini dan mendiscontinue dua FF saya yang lain. Bukan bermaksud apa, hanya saja karena sudah sangat lama kedua FF saya itu ter abaikan membuat saya lupa dengan alur cerita tersebut dan ketika saya ingin mengubah alur kedua FF tersebut saya dibuat stuck oleh ceritanya #Mian
Terima kasih juga buat JoYers yang masih stay dengan KyuMin ^^ apapun yang terjadi kita harus berpegang teguh dengan apa yang kita yakini ^^
oh ya Happy Kyuhyun day & Happy Hangeng day ^^ #Maaf telat kekekekee
the last sorry for typo(s), alur yang berantakan dan EYD yang tidak sesuai dan cerita yang membosankan. Terima saran dan keritiknya ^^
Review please ^^
