Annyeonggg~~

Huahahaha, maafkan wolfy yang khilaf ngupload FF drabble aneh ini. Kali ini drabble nya bukan sequel yang Marrying My Jongin nih. Sekarang ceritanya beda lagi. Tapi, karena permintaan sequel untuk drabble yang kemarin banyak… wolfy bakal pikir-pikir buat bikin sequel nya.

Oh iya, untuk FF Insanity dan IOWBYF masih dalam proses yap dan akan segera diupload kalo udah selesai. Janji deh ga bakal lama-lama.

Drabble kali ini terbuat/? karena wolfy lagi suka banget sama lagunya Girls Day yang I Miss You, asli lagunya nyesek banget. Hiks. Dan akhirnya jadi inspirasi wolfy buat tulis drabble ini. Wolfy recommend buat baca nih FF sambil dengerin lagunya biar feel nya lebih dapet ya. Kkkk~

Happy Reading~

I Miss You

Don't tell me why

When I close my eyes, I see you

Don't tell me boy

You're smiling, we're both smiling

Jongin memandangi jam di dinding. Waktu masih terus berjalan, masih terus mengejar Jongin dengan kenangan pahitnya bersama Sehun. Waktu masih terus berlalu, tapi Jongin masih terjebak dengan Sehun. Berlari dan berusaha melupakan. Sesakit apapun ini, Jongin yakin ia bisa dan harus bangkit.

Waktu terus berjalan, sayangnya Jongin masih terus mengingat apapun tentang Sehun. Sosok namja yang sangat ia cintai. Sangat.

Ini tak adil, waktu terus berjalan tapi kenapa Jongin sama sekali tak bisa melupakan Sehun. Mengapa? Ini terasa sangat sakit bagi Jongin. Tiap kali Jongin memejamkan matanya, hanya bayangan Sehun yang ada dalam pikiran nya. Bahkan, kenyataan seakan tak pernah membiarkan Jongin untuk istirahat dari memikirkan Sehun. Ini terasa semakin aneh, bahkan ketika Jongin mengingat Sehun tersenyum, ia ikut tersenyum. Bagaimana bisa Sehun membuatnya benar-benar hancur dan tersenyum di saat bersamaan ketika mengingat nya? Tuhan tak adil.

Don't tell me why

When I open my eyes, I'm crying

Don't tell me boy

We were together

Jongin baru saja bangun dari tidurnya. Udara di luar begitu dingin, membuat Jongin membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut abu-abu. Biasanya, Jongin jarang memakai selimut. Sehun lah yang selalu menghangatkan tubuhnya. Tapi itu dulu. Saat Tuhan masih memberikan kebahagiaan untuk keduanya.

Jongin merasakan cairan bening mengalir di pipinya. Bahkan ia tak sadar ia menangis. Jongin baru saja terbangun dari tidurnya dan bagaimana bisa mengingat Sehun membuatnya menangis seketika setelah ia membuka mata?

Jongin bahkan tak ingat kapan terakhir ia dan Sehun bersama. Yang ia ingat hanyalah ketika Sehun mengatakan padanya bahwa hubungan keduanya berakhir. Berakhir setelah apa yang mereka lalui bersama. Berakhir seakan tak pernah terjadi, tak tersisa apapun. Seakan Sehun tak pernah mencintai pria bernama Kim Jongin.

I woke up in the morning and turned on the TV

I showered and got changed

As I got ready to go out

Today is the same as yesterday

Nothing has changed

But why…

Jongin merasakan air dingin dari shower mengaliri tubuhnya. Hari ini ia akan memulai hidup barunya. Ia yakin ia bisa dan harus bisa, bagaimanapun caranya. Karena berdiam diri dan menangis tak akan mengubah apapun pada hidupnya. Hidupnya hanya akan tetap hancur, lebih baik ia sedikit 'bermain peran bahagia' walaupun kenyataan nya tidak.

Jongin melihat bayangan tubuhnya di cermin. Sweater biru tua dan celana jeans hitam terlihat pas di tubuh nya. "Aku terlihat baik-baik saja dan memang seharusnya begitu." Jongin berkata sambil masih memandang bayangan nya di cermin. Hari ini sedikit mendung, tapi Jongin bersikeras untuk berjalan-jalan keluar, menikmati dunia yang ternyata tidak semanis yang ia bayangkan.

Tidak ada yang berbeda dari kemarin. Hari ini, kemarin, ataupun besok. Semua tetap sama. Jongin tetaplah Jongin dan Sehun tetaplah Sehun. Jongin pikir hidup tanpa Sehun tidak akan serumit ini. Lagipula, dulu ia tak pernah berpikir untuk hidup tanpa Sehun, tanpa pernah tau bahwa Sehun akan benar-benar meninggalkan nya.

Hari ini tetap sama dengan kemarin-kemarin. Sama dengan hari-hari yang dulu ia lalui bersama Sehun. Bunga mawar di taman tetap tumbuh, hujan tetap turun, burung-burung tetap berkicau dan pelangi kesukaan Jongin masih akan muncul setelah hujan turun. Tidak ada yang berbeda. Jongin pikir ini semua akan sama, tapi kenapa…..

*Flashback*

Jongin menunggu Sehun di kursi taman yang masih sedikit basah. Hari itu hujan turun, sangat deras dan pelangi kesukaan Jongin terlukis indah di langit. Menunggu dan terus menunggu. Sehun bilang ia akan datang sebelum pelangi menghilang. Tapi, nyata nya ia belum datang juga hingga warna indah lukisan Tuhan itu menghilang.

Jongin tidak mengerti. Ia kira semuanya berjalan baik-baik saja. Hanya Sehun yang sedang sibuk dengan tournament basket dan kuliah nya, jarang menemui nya, jarang menelefon nya, jarang memberikan perhatian padanya atau bahkan mengabaikan Jongin yang jauh-jauh datang untuk menonton pertandingan Sehun. Jongin mengerti akan semua itu. Yang sungguh tidak ia mengerti adalah ketika ia melihat Sehun dengan seseorang di taman hiburan. Seorang yeoja cantik, yang ia kenal sebagai teman semasa Sehun di sekolah menengah. Yeoja berparas cantik bernama Krystal.

Jika saja, Sehun hanya menggandeng tangan nya, memeluknya, bercanda dengan yeoja itu atau bahkan menciumnya, Jongin akan mengerti. Ia akan tetap diam dan menyangka itu semua hanya bentuk perhatian antar teman. Tapi, ada satu hal yang tidak dapat Jongin mengerti ketika tidak sengaja ia mendengar Sehun membisikkan "Aku mencintai mu" di telinga gadis itu. Semuanya hancur, saat itu juga. Sehun harusnya hanya mengatakan itu pada Jongin, hanya Jongin.

Jongin masih ingat jelas ekspresi datar Sehun saat ia menghampiri nya dan Krystal. Seakan tidak ada yang salah. Seakan apa yang Sehun lakukan tidak sedikitpun menyakiti Jongin. Saat itu, Jongin hanya ingin meminta penjelasan bukan permintaan mengakhiri hubungan. Jongin tak mengerti dengan Sehun. Ia yakin saat itu bahwa Sehun sedang mengerjainya. Jongin hanya ingin Sehun memeluknya agar yeoja di samping Sehun itu tau bahwa Sehun hanyalah milik nya. Tapi Sehun menolaknya dan berkata "Pulanglah, aku akan menjelaskan besok di tempat biasa kita bertemu."

Dan berakhirlah sekarang Jongin disini. Menunggu Sehun yang belum juga datang. Jongin tak mengerti mengapa dadanya terasa sangat sesak begini. Air mata yang entah kenapa Jongin keluarkan mengalir indah di pipinya.

Sampai akhirnya, Sehun datang. Lelakinya itu datang dengan wajah tanpa ekspresi, sama seperti kemarin ketika Jongin melihat nya dengan Krystal.

"Aku benar-benar minta maaf Jongin, tapi aku rasa aku masih mencintai Krystal. Masih sangat." Sehun menekankan kata 'sangat' di kalimatnya. Membuat Jongin menyadari semuanya. Menyadari bahwa Sehun mengkhianati nya, menghancurkan perasaan nya dan sekarang benar-benar ingin membuang Jongin dari hidupnya.

Jongin hanya diam dan Sehun terus menatap nya dengan wajah datar. "Ku mohon, mengertilah. Aku ingin hubungan kita berakhir dan kita bisa terus melanjutkan hidup kita masing-masing Jong. Kau pria yang baik, aku yakin kau akan bahagia walaupun tanpa ku."

Jongin mengangguk. Ia mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk. "Aku mengerti Sehun. Semoga kau bahagia. Jaga dirimu." Jongin beranjak dari kursinya. Berjalan perlahan meninggalkan Sehun yang menatap punggung nya. "Sehun, boleh aku minta sesuatu?" Jongin menghentikan langkahnya. Ia tak ingin berbalik menghadap Sehun. Sehun tau bahwa ia menangis dan Jongin tak ingin terlihat lemah.

"Tentu saja." Sehun menjawab pertanyaan Kai masih dengan wajah datarnya.

"Tolong jangan pernah kembali."

"Baiklah, aku mengerti."

*End Flashbak*

…..

Jongin mulai bisa menata hidupnya. Ia hampir baik-baik saja sekarang. Mulai membagi senyum nya kembali dengan dunia. Tapi, semua kembali gelap hari itu, saat ponsel Jongin berdering dan menampilkan nama yang paling ia tak ingin lihat.

Oh Sehun is calling…

I looked at the phone that suddenly rings

And without knowing, tears fall

Why are you doing this agai?

As if it's nothing

You shake up my heart again

Jongin tak tau, untuk apa Sehun kembali menghubungi nya. Jongin kesal saat menyadari betapa air mata nya tak bisa dibendung lagi saat melihat nama Sehun di layar ponsel nya. Jongin hanya diam, tak berniat mengangkat atau mematikan nya. Jongin lelah. Ia sungguh tak ingin menangis tapi apapun tentang Sehun selalu berhasil meruntuhkan benteng keyakinan akan hidup baik-baik saja tanpa Sehun yang ia bangun susah payah.

….

Haruskah Jongin jujur? Ia sangat merindukan Sehun, sangat merindukan Sehun hingga rasanya ia dapat melihat Sehun sedang menyesap teh pagi nya di meja makan. Hingga ia bisa mendengar suara Sehun yang mengalunkan lagu selamat tidur untuknya. Ia sangat merindukan Sehun hingga ingin mati rasanya.

Actually, I miss you so much

I miss you

I want t lean on your shoulder and cry

I want to cry

I'm smiling to try to hold it in

Mungkinkah Jongin mulai gila? Bahkan ia dapat melihat Sehun berdiri di depan pintu apartment nya dengan bunga lily di tangan nya, bunga kesukaan Jongin. Tapi ini sedikit berbeda, bahkan Sehun terlihat sangat jelas. Ia bahkan dapat merasakan pelukan Sehun lagi. Terasa begitu nyata.

"Aku..aku.. sangat merindukan mu Jong."

Kai tersadar. Ia tidak benar-benar gila. Ini memang Sehun. Sehun, namja yang tidak akan pernah ingin ia temui lagi. Kai mendorong kasar tubuh Sehun yang memeluknya. Menatapnya dengan wajah datar.

"Untuk apa kau kembali?" Jongin menatap wajah Sehun datar, persis seperti tatapan Sehun padanya beberapa bulan yang lalu.

"Aku ingin kembali Jong. Aku merindukan mu, aku mencintai mu. Sangat mencintai mu hingga gila rasanya." Sehun menggenggam tangan Jongin tapi Jongin menepisnya.

Jongin memejamkan matanya. Dari dulu, hal ini lah yang ia takutkan. Saat semuanya sudah normal kembali, saat Jongin sudah mulai baik-baik saja tanpa Sehun. Sehun datang lagi dengan jutaan kata maaf yang tak akan pernah bisa mengembalikan hati Jongin yang sudah hancur. Itu percuma, itu sia-sia.

I'm still shaking

Please don't be good to me

Don't be good to me anymore

"Kau sudah berjanji tak akan pernah kembali Hun." Jongin menatap sendu wajah Sehun yang terlihat kacau.

"Aku..aku hancur tanpa mu."

"Aku lebih hancur." Jongin memejamkan matanya lagi. Sial sekali, air mata kembali menetes dari manik hitam nya.

"Aku sangat merindukan mu." Sehun menatap Jongin.

Don't be good to me anymore

"Aku sangat hancur sekarang."

"Aku sangat-sangat mencintai mu."

"Cukup Sehun."

Stop coming into my eyes, you keep spinning around me

I'm weaker than I seem

So, I can't draw anyone but you…

I erase it then I draw you again

"Cukup Sehun. Hentikan semua omong kosong ini." Jongin lelah. Air mata nya tak berhenti mengalir tapi ia masih terus memandang Sehun datar yang sekarang berlutut di hadapan nya.

"Aku mencintai mu Jong, sangat." Sehun mulai menangis.

"Tapi kau juga mengatakan sangat mencintai Krystal." Sehun terdiam.

You're so sweet again

So you drive me crazy

You're hurting me again

So you driving me even crazier

Don't be good to me

Don't show yourself to me

"Pergilah hun."

"Tidak, tidak akan." Sehun masih terus memeluk tubuh Jongin dari belakang, menahan pinggang Jongin agar tak jauh darinya.

"Kau tau, sangat susah untuk melupakan mu. Dan di saat aku mulai menata hidup ku, kau datang lagi? Merusak segalanya yang sudah aku bangun susah payah? Kau pikir akan semudah itu?" Jongin terlihat emosi. Ia menepis kasar tangan Sehun di pinggang nya.

I'm trying to erase you from my heart

But it's not easy

"Untuk apa kau kembali? Untuk apa?!" Jongin mulai berteriak. Ia tak ingin Sehun kembali. Ia memang sangat merindukan nya, tapi bukan berarti Sehun harus datang lagi dengan cara seperti ini. Melukai kembali hati nya yang bahkan belum sembuh.

"Kalau kau ingin menghancurkan hati ku, kau sudah melakukan lebih dari itu." Sehun masih diam. Air mata semakin deras mengalir. Ruangan apartment Jongin menjadi saksi bisu kisah pilu itu.

"Aku sudah berusaha menghapus nama mu, melupakan mu. Kau pikir itu mudah? Jangan pernah kembali Sehun, kau sudah berjanji. Kau menghancurkan hati ku lagi. Lagi dan lagi. Apakah belum cukup?" Jongin melempar barang-barang di sekitar nya ke arah Sehun yang hanya diam mematung. "Pergi! Aku bilang pergi!" Jongin masih saja brutal melempari barang-barang nya ke arah Sehun. Sehun tak bergeming.

"Kenapa Sehun? Kenapa kau datang lagi? Kenapa kau bersikap manis pada ku lagi? Kenapa?" Jongin jatuh terduduk. Ia tak kuat lagi menahan beban tubuhnya sendiri. Sehun berlari memeluknya. "Aku tak akan kembali lagi jika itu mau mu, tapi berjanjilah untuk selalu bahagia." Sehun mengecup sayang pucuk kepala Jongin yang menangis terisak di pelukan nya.

"Aku mencintai mu."

"Kau tau aku bohong jika mengatakan tidak."

"Aku tau."

Actually, I miss you so much

I miss you

I want to lean on your shoulder and cry

I want to cry

I'm smiling to try to hold it in

I'm still shaking

Please don't be good to me

Don't be good to me anymore

~END~

Geje? Iya geje emang wkwk

aku nulisnya sambil ngantuk-ngantuk euy-_- semoga kalian suka deh ya, oh iya ada yang mau request ga buat drabble selanjutnya? Aku sangat menerima saran dan request loh. Tapi, bakal aku pertimbangin lagi. Pokoknya yang mau request cerita buat drabble selanjutnya langsung PM aku aja yahhhh

Wolfy ngantuk, bhayy

With Love, wolfy