The Knight Of Black Thunder

Disclaimer : Masashi Kishimoto.

Pairing : Naruto U. X OC (Amaterasu and Tsukuyomi) ]…[ Menma U. X …?

Summary : Susano'o, sang Dewa penguasa Laut dan Badai ini akhirnya mengangkat seorang Murid untuk menjalankan sebuah tugas. Mampukah sang Murid menjalankan tugasnya. (Bad Summary). [RnR]

Warning : OC, OOC, Abal, Gaje, Typo's, Godlike!Naru, HyperStrong!Menma, Smart!NaruMenma, etc..

.

.

.

Sebelum membaca isi cerita Chapter 2. Kita masuk ke dalam sesi Tanya-Jawab Chapter kemarin:

Ferianda : apa selanjutnya akan di skip time?

A : hmm, Bisa iya Bisa tidak, lihat saja Nanti.

: Berarti Pair Naruto Harem ya?

A : Yup, pair Naruto bisa dikatakan Harem, tepatnya Mini Harem.

.79 And Zum : kekuatan legenda apa ya?

A : pertanyaan anda akan terjawab di Chapter ini.

Akira No Shikigawa : Buat Kaguya jadi pair Naruto?

A : Wahh itu terlalu Extream sob. Sorry, sepertinya tidak bisa.

Namikaze Hoshi : kapan Naruto akan bertemu dengan Menma?

A : nanti setelah latihan Naruto selesai.

Namearc : berapa kali Update?

A : kalau masalah Update masih gak nentu sob. Kadang cepat kadang lambat, tergantung sibuk atau tidaknya saya didunia nyata.

Hore : Amaterasu itu perempuan ya?

A : ya, menurut Artikel-artikel yang saya baca, kebanyakan yang mangatakan Amaterasu adalah seorang dewi, bukan Dewa. Yah walaupun ada sih artikel yang mengatakan kalau Amaterasu itu laki-laki, tapi itu pun hanya 1-2 artikel yang mengatakannya.

Oke, untuk sesi Tanya-Jawab berakhir sampai disini. Oke sekarang kita langsung saja menuju isi cerita Chapter 2. Selamat membaca..

.

.

.

V

Susano'o dan Hyperion masih bercakap-cakap mengenai Murid Barunya. Dan tanpa sadar, Objek perbincangan mereka kini sudah berada didepan mereka.

"Ehem.. Sensei." Ucap murid baru sang dewa mencoba mengalihkan perhatian Sensei dan err.. Naga Emas yang menjadi lawan bicara Senseinya.

Si murid aka Uzumaki Naruto sendiri sempat terkejut dan bingung. Bagaimana tidak, baru kali ini dia melihat Se ekor Naga secara langsung dan anehnya, Naga Emas tersebut bisa bicara layaknya Manusia. Tapi, keterkejutannya dengan cepat menghilang ketika mengingat Senseinya adalah seorang Dewa Mitologi, jadi tak aneh jika Senseinya mempunyai peliharaan Seekor Naga yang bisa bicara.

Susano'o dan Hyperion yang mendengar Ucapan Naruto tadi langsung mengalihkan perhatiannya kepada sang Murid. Dan senyum lembut langsung terlukis dibibir Sang Dewa dan Seringai misterius terlukis di mulut sang Naga.

"Ahh Naruto, akhirnya kau sampai juga." Kata Susano'o pada Muridnya.

"Umm.. begitulah Sensei." Ucap Naruto nyengir. "Oh iya, apa Naga Emas ini peliharaan Sensei?" tanya Naruto sambil menunjuk Hyperion. Lagi-lagi Si Naga aka Hyperion melebarkan seringaiannya.

"Ahh iya, Naga ini adalah Naga tungganganku, Naga ini bukan sembarang Naga. Hyperion, perkenalkan dirimu." Kata Susano'o sambil memandang Hyperion yang masih menyeringai.

Hyperion yang mendengar perkataan tuannya mengangguk patuh dan menghilangkan seringaiaan Naganya.

"Namaku Hyperion, aku adalah Naga yang mengabdi pada Susano'o-sama." Kata Hyperion memperkenalkan dirinya dengan singkat. Naruto hanya menganggukkan kepalanya.

"Namaku Uzumaki Naruto, salam kenal Hyperion-san." Ucap Naruto juga memperkenalkan dirinya pada Hyperion.

"Hm Uzumaki Naruto, nama yang unik. Dan aku minta kau memanggilku Hyperion saja, jangan menambahkan embel-embel San atau apalah, aku tidak terlalu suka Formalitas." Kata Hyperion yang masih memandangang Naruto dengan pandangan yang tidak bisa ditebak.

"Baiklah kalau itu maumu, Hyperion." Ucap Naruto tersenyum tipis. Lalu pandangan Naruto beralih ke sosok Senseinya.

"Jadi, bisa kita memulai latihannya Susano'o-sensei?" tanya Naruto pada Susano'o yang sedari tadi diam memperhatikan dirinya dan Hyperion.

"Ahh, kau sudah tidak sabar lagi hmm.. baik, sekarang kita pergi kesana." Jawab Susano'o sambil menunjuk ke arah tepat di tengah-tengah Tranning Ground.

"Baik Sosano'o-sensei." Ucap Naruto.

Setelah ucapannya tadi, Naruto dan Susano'o berjalan beriringan ke arah tempat yang di tunjuk Susano'o. sedangkan Hyperion, Naga itu masih berdiri ditempatnya.

Setelah Naruto dan Susano'o sampai ditengah-tengah Tranning ground yang dimaksud Susano'o, Dewa penguasa Laut dan Badai itu lengsung menyuruh Naruto duduk bersila, awalnya Naruto bingung dengan perkataan Senseinya untuk menyuruhnya duduk, tapi tak lama kemudian, akhirnya Naruto melakukan apa yang Susano'o katakan.

"Bagus, sekarang tutup Matamu dan konsentrasi." Kata Susano'o yang kini berdiri di depan Naruto yang tengah duduk layaknya petapa.

Naruto yang tak mau ambil pusing langsung menuruti perkataan Susano'o dan memejamkan Matanya. Kemudian Susano'o memegang kepala Naruto dengan tangan kanannya. Lalu sang Dewa penguasa Laut dan Badai itu memejamkan kepalanya.

Hyperion yang melihat apa yang dilakukan oleh Guru dan Murid itu hanya mengeringai.

"Jadi Susano'o-sama akan langsung membangunkan kekuatan 'Itu' eh? Tak ku sangka Susano'o-sama akan langsung melakukan itu. Sepertinya Amaterasu Megami-sama dan Tsukuyomi Megami-sama akan segera datang saat merasakan tekanan kekuatan yang akan dikeluarkan oleh Bocah itu." Gumam Hyperion dengan pandangan yang tak lepas dari kedua orang Guru dan Murid itu.

Dan benar saja, beberapa saat setelah Susano'o memegang kepala Naruto. Tubuh mereka diselimuti oleh dua buah cahaya yang berbeda. Naruto diselimuti oleh cahaya hitam dengan sesekali mengeluarkan percikan-percikan petir berwarna Hitam. Sedangkan Susano'o, kini tubuhnya diselimuti oleh cahaya berwarna Biru transparan.

[Naruto's Mindscape]

Sekarang, Susano'o sedang berada di alam bawah sadar Naruto. Dan tak jauh darinya, terdapat empat Pilar berwarna perak yang mengelilingi sebuah Gundukan kecil, dimana di tengah-tengah gundukan itu menancap sebuah benda yang mirip dengan batu Nisan yang lumayan besar dan panjang. Di Nisan itu terdapat sebuah segel yang sangat rumit.

Susano'o mulai berjalan ke arah Nisan itu dengan langkah santai. Setelah sampai, Susano'o memandang sekelilingnya, tepatnya ke arah empat Pilar yang menjulang tinggi itu. Masing-masing Pilar tersebut terdapat ukiran-ukiran kuno yang indah.

Kembali Susano'o mengalihkan pandangannya ke arah Nisan itu, kemudian Susano'o menyentuh segel tersebut tepat ditengahnya dengan tangan kanan dan tangan kiri membentuk sebuah Single Handseal, lalu Susano'o memejamkan matanya dengan dan berkonsentrasi penuh.

"Himitsu : Densetsu Ga Umareta!"

Setelah mengucapkan nama sebuah Jutsu, keempat Pilar yang ada disekeliling Susano'o mengeluarkan cahaya berwarna Hitam kelam, ukiran-ukiran Kuno yang ada di Pilar-pilar itu mengeluarkan cahaya berwarna Emas.

Susano'o yang merasakan sebuah tekanan kekuatan yang berasal dari Keempat Pilar yang ada di sekelilingnya langsung membuka matanya lalu menarik tangannya dari Nisan itu dan mundur beberapa langkah.

Sinar hitam pekat yang menyelimuti ke empat Pilar itu lama-kalamaan semakin terang dan percikan-percikan Petir berwarna Hitam menari dengan liar.

Tiba-tiba, dari ujung masing-masing pilar itu muncul sebuah bola energi berwarna hitam pekat yang mengeluarkan tekanan kekuatanyang cukup besar serta percikan-percikan listrik yang menggila keluar dari bola-bola itu dan mengeluarkan suara seperti ribuan burung yang bercicit.

Ke empat bola itu memanjang dan bergabung di tengah-tengah tempat itu, tepatnya diatas Nisan yang menjadi pusatnya. Kemudian, bola yang sudah bergabung itu melesat tepat ke arah ujung Nisan yang cukup runcing itu.

Blaarr!

Ledakan yang cukup besar dan kuat terdengar saat bola petir hitam itu bersentuhan dengan Nisan yang penuh dengan gambar segel yang sangat rumit itu, sehingga asap hitam yang cukup tebal tercipta dan menyelimuti Nisan tersebut. Sampai-sampai tubuh Susano'o terhempas kebelakang dan membentur salah satu Pilar dibelakangnya.

"Ssshh, tak ku sangka tekanan kekuatan ini sangat besar." Gumam Susano'o sambil kembali melangkah ke arah Nisan itu.

Setelah sampai beberapa langkah dari Nisan tersebut, Susano'o menunggu asap hitam itu menghilang. Dan setelah hilang, kini Nisan tersebut sudah dikelilingi oleh aura berwarna hitam dan sesekali aura hitam itu mengeluarkan percikan-percikan Listrik berwarna Hitam. Segel yang tadi ada di Nisan itu kini berubah menjadi lebih sedikit dan mengeluarkan sinar berwarna Emas.

Susano'o yang melihatnya pun tersenyum puas, karena dia berhasil membuka segel itu dan kini Muridnya sudah bisa menggunakan kekuatan legendanya, The Black Thunder. Susano'o kembali memejamkan matanya, bertujuan untuk keluar dari alam bawah sadar Naruto.

[Dunia Nyata : beberapa detik sebelum segel dilepas.]

Tubuh Naruto yang semula hanya mengeluarkan aura berwarna Hitam Transparan, kini aura itu semakin gelap dan percikan-percikan listrik berwarna hitam itu kini mulai menggila.

Tepat setelah ledakan energi di alam bawah sadarnya, tubuh Naruto mulai bergetar. Perlahan, warna rambutnya berubah menjadi hitam kelam, tubuhnya sedikit membesar, dan percikan-percikan listrik hitam yang keluar dari tubuh Naruto semakin liar.

Hyperion yang tak jauh dari tempat Naruto dan Susano'o, mulai sesak nafas kala merasakan tekanan kekuatan di tubuh Naruto meningkat drastis.

"Guhh, luar biasa. Tekanan kekuatannya naik drastis. Aku yakin, Amaterasu Megami-sama dan Tsukuyomi Megami-sama bisa merasakan tekanan kekuatan ini." Gumam Hyperion sambil memasukkan dan kembali mengeluarkan Nafasnya dengan sedikit sulit.

.

.

[Istana Dewi Amaterasu.]

Terlhat disebuah ruangan yang cukup luas, dengan aksesoris-aksesoris dan barang-barang mewah yang menghiasi ruangan tersebut.

Terlihat disana, ada beberapa orang dan semua orang disana berjenis kelamin perempuan. Dan diruangan itu terdapat sebuah singgasana yang sangat mewah dan singgasana itu sedang diduduki oleh sebuah gadis yang sangat cantik. Ketika di lihat baik-baik, gadis itu baru berusia 17 tahun, tapi nyatanya gadis itu sebenarnya berusia ratusan tahun. Gadis itu berparas sempurna, dengan sebuah makota yang dikenakannya berbentuk seperti matahari, gadis itu memakai pakaian bernuansa putih dengan jilatan api hitam di setiap ujung pakaiannya. Yap, bisa ditebak bahwa gadis itu adalah sang Dewi penguasa Matahari, Dewi Amaterasu.

Sang dewi hanya menatap seluruh sisi ruangan itu dengan pandangan bosan, para dayang-dayangnya sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Sang Dewi mengalihkan pandangannya ke arah samping kirinya, disana berdiri seorang wanita dewasa yang juga sedang menatap sang dewi.

"Mayumi-chan, apa yang harus ku lakukan untuk menghilangkan rasa bosanku ini?" tanga sang Dewi pada wanita itu atau bisa dibilang, tangan kanan sang Dewi.

Wanita yang dipanggil Mayumi itu menatap sang Dewi dengan pandangan lembut.

"Hamba juga tidak tahu Megami-sama. Ahh, atau anda bisa mengunjungi saudara-sudara anda, Tsukuyomi Megami-sama misalnya." Jawab Mayumi memberi saran pada sang Dewi.

Sang Dewi aka Amaterasu hanya mendesah panjang saat mendengar saran Mayumi.

"Hahh, kemarin kan aku sudah berkunjung ke Istana Tsuki-chan, Mayumi." Kata Amaterasu dengan menyebut nama Tsukuyomi dengan panggilan Tsuki-chan.

"Ahh atau anda bisa mengunjungi Susano'o-sama, anda kan jarang-jarang mengunjungi saudara anda yang satu itu." Kali ini Mayumi membicarakan Susano'o.

Amaterasu kembali memandang Mayumi dengan pandangan bosannya.

"Hahh, memang benar sih aku jarang-jarang ke istana si Baka itu. Tapi aku malas pergi kesana." Kata Amaterasu lagi. Mayumi yang mendengar perkataan sang Dewi hanya terkikik mendengar Sang dewi memanggil Adik laki-lakinya aka Susano'o dengan sebutan Baka.

"Jangan memanggil Susano'o-sama dengan sebutan itu Megami-sama, itu tidak baik." Nasihat Mayumi pada Amaterasu dengan nada lembutnya.

DEG!

Amaterasu terkejut saat merasakan tekanan Energi yang tak asing barusan. 'I-ini..' batin Amaterasu yang masih dengan keterkejutannya.

Dengan cepat, sang Dewi berdiri dari duduknya lalu memandang Mayumi dengan pandangan serius. Yang dipandang hanya bingung melihat gelagat tuannya itu.

"A-ada apa Megami-sama, kenapa anda memandang saya dengan pandangan seperti itu." Kata Mayumi sedikit gugup.

"Aku akan pergi ke Istana Susano'o. Selama aku pergi, aku memberimu tanggung jawab menjaga Istana ini." Kata Amaterasu dengan nada tegasnya.

"Ba-baik Megami-sama." Jawab Mayumi semakin gugup.

Setelah mendengar jawaban Mayumi, Amaterasu mengeluarkan sepasang sayap api berwarna Hitam dipunggungnya. Tanpa menunggu lama, Amaterasu langsung mengempakkan sayapnya dan melesat ke luar istana dengan buru-buru.

Mayumi hanya bisa memandang bingung ke arah Tuannya itu yang kini terbang menjauh. "Ada apa sebenarnya? Kenapa Megami-sama terburu-buru begitu." Gumam Mayumi.

.

.

Balik ke tempat Naruto..

Susano'o perlahan membuka matanya dan mulai memandang tubuh Muridnya, seulas senyum tercipta dari bibir sang Dewa kala melihat Tubuh Naruto yang ada didepannya. Menarik tangan kanannya dari kepala Naruto, Susano'o berjalan mundur 5 langkah.

"Sekarang buka matamu Naruto." Kata Susano'o pada Naruto yang masih tak bergeming dari posisinya.

Mendengar perkataan sang Sensei, Naruto mulai membuka kelopak matanya perlahan-lahan. Setelah kelopak mata itu terbuka, kini tampaklah iris Naruto sugah berubah. Iris yang tadinya berwarna Blue Shaffire kini berubah menjadi warna Emas bening yang sangat menawan.

Merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya, Naruto mulai mengedarkan pandangannya ke arah tubuhnya dan seketika, Bocah Uzumaki itu terkejut setengah mati. Bagaimana tidak, sekarang tubuhnya sedang terselimuti oleh aura berwarna Hitam Transparan yang sesekali mengeluarkan percikan-percikan listrik berwarna Hitam. Dia pun langsung berdiri dari posisinya, sekali lagi dirinya terkejut merasakan tubuhnya lebih besar dan tinggi dari sbelumnya.

"Se-sensei.. Apa yang terjadi dengan tubuhku?" tanya Naruto bingung sepertiga sekarat pada senseinya.

"Hm, aku sudah membangunkan Kekuatan yang terpendam didalam tubuh mu, dan sekarang inilah hasilnya. Bukan Cuma Fisikmu yang berubah, kecepatan, kekuatan, reflex, dan daya tahan Tubuhmu sudah meningkat drastis. Sekarang umurmu masih berusia 10 tahun, tapi semenjak kau menggunakan kekuatan mu itu seperti saat ini, bentuk fisikmu sudah seperti remaja berusia 15 tahun. Dan mulai sekarang, aku akan melatihmu untuk mengendalikan kekuatanmu itu secara sempurna, yah walaupun latihan yang akan kau jalani memakan waktu bertahun-tahun." Jelas Susano'o santai sambil menyilangkan tangannya didepan dada.

Naruto hany bisa terperangah mendengar perkataan Susano'o, dirinya takjub dengan kekuatan yang dimilikinya. Sekali lagi dirinya meraba-raba tubuhnya sendiri mulai dari Rambut, dia sempat bingung saat memegang rambutnya, karena rambutnya kini lebih panjang. Oh iya, warna dan Gaya rmbut Naruto juga berubah menjadi hitam membentuk gaya Harajuku-Style. Pandangannya kembali mengarah pada Senseinya.

"Umm.. kalau boleh tau, apa nama kekuatanku ini Sensei?" tanya naruto penasaran dengan kekuatannya.

"Nama kekuatanmu itu adalah Kuroi Kaminari atau bisa dibilang Petir Hitam Suci, kekuatanmu ini adalah kekuatan legenda yang sudah dilupakan keberadaannya. Sebenarnya kau adalah manusia kedua yang memiliki kekuatan itu. Kekuatan ini adalah kekuatan suci yang diturunkan langsung oleh leluhur para dewa, Kotoamatsukami-sama pada Manusia yang dipilihnya dulu jauh sebelum adanya Shinobi diduniamu itu. Sekarang ini kau sedang memakai mode kekuatan Petir hitam milikmu, namanya [Thunder Mode]." Jawab Susano'o.

Naruto kembali terkagum dengan kekuatan yang dimilikinya. Tapi sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul di kepalanya.

"kalau aku adalah manusia kedua yang memiliki kekuatan ini, siapa yang pertama Sensei?" tanya naruto lagi.

"Manusia yang pertama kali memiliki kekuatan ini adalah Inazuma Kagami." Jawab Susano'o singkat.

Naruto Cuma mengangguk mengerti, entah kenapa dirinya merasa sekarang dia lebih pintar dari sebelumnya, apa karena salah satu keunikan kekuatannya? Entahlah, hanya Tuhan dan Author yang tau.

"Ano Sensei, bagaimana caranya supaya tubuhku kembali seperti semula?" tanya Naruto lagi.

"Sebelumnya, apa kau merasakan sebuah Energi yang sedang mengalir didalam tubuhmu?" Susno'o balik bertanya. Dan dijawab dengan anggukan oleh Naruto.

"Nah, cara mengentikan Mode ini, kau tinggal tutup matamu dan konsentrasi. Hentikan aliran Energi yang mengalir didalam tubuhmu." Kata Susano'o memberitahkan cara mnghentikan Thunder mode yang dipakai Naruto saat ini.

Mendengar perkataan sang Sensei, Naruto kemudian menutup matanya dan berkonsentrasi. Beberapa detik setelahnya, aura Hitam yang menyelimuti tubuh Naruto berangsur-angsur menghilang, rambut Hitam Harajuku-Style nya perahan mulai memendek dan kembali berubah menjadi warna Blonde Jabrik. Tapi tidak dengan tubuhnya, tubuhnya tetap seperti saat Naruto memakai [Thunder Mode] nya, tinggi dan bentuk tubuhnya tiak ikut berubah.

Susano'o yang sedari tadi memperhatikan Naruto hanya tersenyum. Tapi senyumnya itu bukan untuk Naruto, melainkan untuk kedua Saudarinya, Amaterasu dan Tsukuyomi. Dewa Laut dan Badai ini sedang terkekeh dalam hati, ketika membayangkan bagaimana reaksi kedua Saudarinya itu saat bertemu dengan Naruto tak lama lagi, walaupun Naruto baru berumur 10 tahun, tapi fisiknya sudah seperti remaja berusia 15 tahun dan mempunyai wajah dan Karisma yang mengagumkan, semua itu karena Naruto mewarisi ketampanan dan Kharisma sang Ayah, Yondaime Hokage aka NamikazeMinato.

Susano'o kembali tersadar dalam lamunannya ketika mendengar Muridnya memangil namanya. Susano'o pun memandang Naruto dengan tampang bingungnya.

"Ada apa Naruto?" tanya Susano'o bingung.

"A-ano, kenapa tubuhku tetap seperti ini, bukannya kembali seperti semula?" tanya Naruto sambil memperhatikan tubuhnya.

"Oh, aku kira apa. Soal itu kau tenang saja, memang tubuhmu akan tidak akan kembali seperti semula, itu karena salah satu keunikan kekuatanmu. Tapi tenang saja, tubuhmu akan tetap tumbuh seperti para manusia pada umumnya, tapi tubuhmu akan berhenti bertumbuh saat kamu berusia 20 tahun, karena kau sekarang bisa dikatakan hampir abadi, tapi kau tetap bisa mati kalau kau terbunuh oleh musuhmu. Itu semua karena kau telah menerima 25 % kekuaranku." Jelas Susano'o panjang lebar.

Sekali lagi, Naruto mengangguk mengerti dengan penjelasan Senseinya, tapi apa mau dikata, dia hanya mengangkat bahunya.

"Nah, karena kau sudah mengerti aku aku akan membuka latihanmu hari ini dengan kau harus melakukan Push Up 250 kali, Back Up 250 kali, Sit Up 250 kali, dan terakhir, berlari mengelilingi Tranning Ground ini 100 kali." Kata Susano'o enteng.

Naruto langsung Jawdrop mendengar perkataan Senseinya, mengorek telinganya beberapa kali untuk memastikan pendengarannya sedang terganggu atau tidak, setelah yakin pendengarannya baik-baik saja, Naruto mengedarkan pandangannya ke sekeliling Tranning Ground dengan tatapan sendu(?). oke, kalau masalah Push Up, Back Up, atau Sit Up, dia mungkin bisa menyelesaikannya. Tapi masalahnya, dia harus berlari mengelilingi Tranning Ground ini, 100 kali pula, luasnya saja bahkan bisa menyaingi diameter luas Desa Konoha bahkan lebih. 'Sensei, kau Kejam!' teriak Naruto nangis Anime didalam hati.

"Err.. apa itu tidak berlebihan Sensei?" tanya Naruto, dirinya berharap kadar latihannya dikurangi, yah minimal setengahnya lah.

"Ehh? Tidak, menurutku itu tidak berlebihan, sempat aku berfikir memberikan latihan pertamamu ini 5 kali lipat dengan yang aku sebutkan tadi." Jawab Susano'o dengan tampang polos, namun menyeringai sadis dalam hati. Naruto yang mendengar jawaban polos sang Sensei, rahangnya hampir jatuh ketanah dengan nistanya.

"Apa kau mau menambah kadar latihanmu menjadi 5 kali lipat Naruto?" tanya Susano'o menggoda(?). buru-buru Naruto menggeleng kuat dambil mengibaskan tangannya.

"No Wayy!" teriak Naruto Nista dan buru-buru berlari menjauh dari Sensei edannya.

Susano'o hanya tertawa puas melihat Naruto terbirit-birit menjauhi dirinya. Kemudian Susano'o melangkah menuju tempat Hyperion berada.

Si Naga Emas itu sendiri kini hanya memasang tampang Sweatdrop karena mendengar percakapan Nista Guru dan Murid itu. "Betapa nistanya dirimu wahai Uzumaki Naruto, anda juga Susano'o-sama." Gumam si Naga dengan sangat pelan.

Dirinya takut kalau Tuannya mendengar ucapannya, bisa-bisa Tuannya itu menghukumnya dengan menempeleng wajah sekseh miliknya seperti dulu. Hyperion yang mengingat kejadian itu langsung bergidik ngeri. Pasalnya, tuannya itu menempelang wajahnya bukan dengan tangan kosong biasa, kalau biasa sih sekeras apapun tempelengan yang mendarat diwajah sekseh nya gak bakalan kerasa. Tapi tempelengan yang dibumbui energi Distruction, lain lagi ceritanya.

Setelah Susano'o sampai didepan Hyperion, Susano'o langsung duduk bersila sambil memandang muridnya yang sedang melakukan Push Up.

"Apa tidak terlalu berlebihan anda memberikan latihan Extrim seperti itu padanya Susano'o-sama." Ucap Hyperion tiba-tiba dan langsung dijawab dengan Tawa Susano'o.

"Tentu tidak Hyprion, sudah ku bilang bahwa aku akan menjadikan dia menjadi seorang Ksatria yang sesungguhnya dengan kekuatan miliknya itu. Tapi aku harus Extra keras untuk melatih dirinya, supaya dia bisa menguasai kekuatannya dan kekuatan yang aku anugrahi padanya dengan sempurna. Apalagi jika Amaterasu dan Tsukuyomi nanti juga akan memberikan seperempat kekuatan mereka seperti yang aku berikan padanya. Bukan hanya kekuatannya saja yang harus dia kuasai, tapi kekuatan kami bertiga juga harus bisa dikuasainya dengan sempurna." Jawab Susano'o tanpa mengalihkan pandangannya dari sang Murid.

"Hahh, sungguh malang nasib Naruto itu ketika menjalani latihannya. Oh iya, apa maksud anda Tsukuyomi Megami-sama dan Amaterasu Megami-sama akan memberikan sedikit kekuatan mereka pada Naruto?" tanya Hyperion sambil memandang sang tuan.

"Hmm, kami bertiga sudah sepakat sedari dulu, ketika Manusia yang ditakdirkan memiliki kekuatan itu sudah menunjukkan keberadaannya, kami bertiga sepakat untuk menjadikan manusia itu menjadi seorang Demigod atau Manusia setengah dewa melalui kekuatan yang akan kami berikan pada manusia itu. Dan sekarang, aku sudah memberikan 25 % kekuatanku pada Naruto. Tinggal Amaterasu dan Tsukuyomi yang belum memberikan 25 % kekuatan mereka pada Naruto." Jawab Susano'o yang masih juga belum mengalihkan perhatiannya dari Naruto.

Dia pun mengambil gelas yang berisi The Hijau disampingnya yang dibuat ole pelayan-pelayannya. Dan Susano'o pun mulai meminum tehya dengan tenang.

"kenapa kau menyebut-nyebut nama kami Baka!"

Sebuah suara bentakan tiba-tiba terdengar diarah belakang Susano'o dan Hyperion, dan hal itu sukses membuat Dewa Laut dan Badai itu keselek tehnya sehingga membuatnya Batuk-batuk Gaje.

Dengan cepat, Hyperion menengok ke belakang untuk mencari tau siapa yang mengeluarkan suara bentakan tadi, dan dirinya melihat dua orang perempuan berrambut Raven, dengan mahkota yang bertengger manis di kepala mereka. Yap, bisa kita ketahui salah satu perempuan itu adalah sang Dewi Matahari aka Amaterasu. Dan satunya lagi, perempuan yang mengenakan mahkota berlambangkan bulan dedepan mahkotanya. Memakai pakaian khas seorang dewi, dan memakai sepasang anting berbentuk bulan sabit, memiliki sepasang iris Onixnya yang menyejukkan. Dia lah sang Dewi Bulan, Tsukuyomi.

Sepasang sayap juga terlihat di balik punggung sang Dewi, sayap Amaterasu terbuat dari Api Hitam miliknya sedangkan sayap Tsukuyomi berbentuk seperti sayap Merpati yang cukup besar.

Hyperion dengan cepat menunduk Hormat pada Amaterasu dan Tsukuyomi.

"Uhuk..uhuk.. Tak bisakah kau mengagetkanku Nee-sama." Kata Susano'o yang masih terbatuk ria.

Amaterasu yang mendengar perkataan adik Laki-lakinya hanya memandangnya dengan pandangan bosan.

"Sudahlah. Aku datang kesini bukan untuk berdebat denganmu, aku datang kesini karena aku merasakan tekanan kekuatan yang aku kenali berpusat disini." Kata Amaterasu.

"Nee-sama benar Nii-sama, aku juga merasakan tekanan kekuatan yang aku kenal berasal dari sini, kalau tidak salah, kekuatan yang kami rasakan tadi adalah milik Manusia yang akan menjadi pasangan hidup Nee-sama dan aku." Timpal Tsukuyomi.

"Hahh, terus kalian mau apa?" tanya Susano'o dengan nada Jutek(?).

Amaterasu yang mendengar perkataan Susano'o yang menurutnya menyebalkan itu ingin sekali memanggang adiknya itu dengan api miliknya.

"Tentu saja kami mau menemuinya Baka." Sembur Amaterasu kesal.

"Hahh, tenanglah Nee-sama. Manusia yang kalian cari itu ada disini. Itu dia." Kata Susano'o sambil menunjuk ke arah Naruto yang kini sedang melakukan Back Up.

Amaterasu dan Tsukuyomi pun menengok ke arah tempat yang ditunjuk oleh Susano'o, tatapan sang Dewi langsung tertuju ke arah Naruto. Amaterasu dan Tsukuyomi sejenak saling pandang kemudian kembali melihat ke arah Naruto.

"Ahh, ternyata calon suamiku masih berumur 15 tahun." Kata Amaterasu tiba-tiba, semua yang mendengar perkataan itu langsung menatap sang pemilik suara.

Amaterasu yang sadar kalau sekarang semua pasang mata mengarah ke arahnya langsung mengalihkan pendangannya ke arah tiga makhluk yang ada disampingnya.

"Apa? Memang benarkan kalau dia adalah calon suamiku?" tanya Amaterasu dengan tampang Innocent.

"Ehem, sepertinya Nee-sama salah sangka, bocah itu bukan berumur 15 tahun, bocah itu masih berumur 10 tahun." Kata Susano'o.

Amaterasu dan Tsukuyomi terkejut mendengar perkataan Susano'o, kedua dewi itu kemudian memandang Naruto sekali lagi dan kembali memandang Susano'o lagi.

"Apa kau bercanda? Jelas-jelas fisiknya itu menunjukkan kalau umurnya itu berumur 15 tahun." Kata Amaterasu dengan nada tak percayanya.

"Itu benar Nee-sama, tubuhnya begitu karena aku sudah membuka segel dan membangunkan kekuatan Petir Hitam yang ada di tubuhnya, yah, memang itulah efek dari kekuatan itu." Jelas Susano'o.

Amaterasu dan Tsukuyomi hanya ber-Oh-ria.

"Hahh, lebih baik kalian berdua duduk di sampingku dari pada kalian terus berdiri disitu." Kata Susano'o lagi sambil mentap kedua saudarinya itu.

Amaterasu dan Tsukuyomi pun ikut duduk disebelah Susano'o sambil memandang Naruto.

"walaupun dia masih berumur 10 tahun, tapi dia sudah tampan seperti itu, apa lagi nanti kalau dia sudah dewasa." Gumam Tsukuyomi sambil memerah. Tapi gumaman itu terdengar oleh kedua kakaknya dan Hyperion.

Amaterasu yang mendengar adiknya yang paling muda itu hanya tersenyum, bagaimana pun perkataan adiknya itu memang benar. Lain halnya dengan Susano'o dan Hyperion, mereka berdua malah menyeringai.

"Ahh, ternyata adikku yang manis ini menyukai calon suaminya ya? Aku kira adikku ini akan menolak untuk menjadikan Naruto sebagai calon suaminya." Ucap Susano'o dengan nada menggoda.

Tsukuyomi yang mendengar godaan dari kakak laki-lakinya itu semakin memerah. Lain halnya dengan Amaterasu, Dewi Matahari itu menaikkan sebelah alisnya. "Naruto?" cicitnya.

"Ahh aku lupa. Calon suami kalian itu bernama Uzumaki Naruto." Kata Susano'o yang mendengar ucapan Amaterasu.

"Uzumaki Naruto. Nama yang Unik." Kata Amaterasu sambil tersenyum dan kembali memandang Naruto yang sudah milai berlari mengelilingi Tranning Ground.

.

.

[Konohagakure : Menma's Apartement.]

Menma saat ini sedang meringkuk dipojok kemarnya sambil memegang sebuah Foto dimana difoto itu terlihat gambar dirinya dengan sang kakak aka Uzumaki Naruto. Kalau kita perhatikan baik-baik, sebuah Liquid bening keluar dari kedua matanya, dan sebuah isakan yang bisa membaut orang-orang iba terdengar dibibirnya walaupun samar-samar.

Menma masih sedih karena dirinya kini kehilangan kakak yang sangat disayanginya. Bagaimanapun, kakaknya itu adalah sosok pahlawan baginya, kakaknya rela menerima siksaan penduduk asalkan dirinya tidak terkena atau disakiti oleh para warga yang sering mengejarnya.

Pernah dirinya berfikir menerima tawaran Kyuubi yang ada didalam tubuhnya untuk membunuh para penduduk yang sering menghina dan menyiksa dirinya. Tapi dia sadar, kalau dia melakukan itu, sama saja dirinya menjadi monster seperti yang dikatakan oleh para penduduk.

Didalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia yakin kalau kakaknya masih hidup dan kini entah berada dimana, dia tak terima ucapan Sandaime Hokage yang bilang bahwa kakaknya mungkin sudah mati dan tubuhnya diseret oleh binatang buas karena tempat kejadian itu dekat dengan Hutan Kematian.

"Kakak.." gumam Menma sambil memandang wajah Naruto yang ada didalam Foto yang dipengangnya itu.

"A-aku yakin kakak masih hidup, aku akan berlatih menjadi kuat dan mencarimu dimanapun kau berada. A-aku merindukan kakak. Jika aku menemukanmu nanti, aku akan membawamu pulang." Ucap Menma lagi sambil membelai wajah kakaknya, air matanya masih setia mengalir dari matanya.

"Ka-kalaupun kakak tidak mau pulang jika nanti kita bertemu. Aku akan meninggalkan desa terkutuk ini dan ikut dengan kakak kemanapun kakak pergi." Ucap Menma sambil mengepalkan tangannya.

Dirinya kemudian berdiri dan berjalan ke arah puntu kamarnya, dan sekarang dirinya sudah berada dan duduk diruang tamu apartemen milik dirinya dan kakaknya.

Tak sampai semenit Menma duduk di kursinya, dia mendengar seseorang mengetuk pintu apartemennya. Menma pun berjalan ke arah pintu dengan langkah gontai.

Setelah sampai, Menma membuka puntu tersebut dan tampaklah seorang Anbu yang mengenakan topeng kucing berdiri didepan pintu apartemennya.

"Ada apa?" tanya Menma datar. Sejak dirinya ditinggal oleh kakaknya, Sifat dan kelakuan Menma mulai berubah, dia yang dulunya Ceria dan Periang, kini menjadi pendiam dan dingin.

"Kau dipanggil oleh Hokage-sama." Jawab sang Anbu tak kalah datar.

Menma hanya mengangguk sebagai jawabannya, Anbu Neko yang melihat itu langsung pergi menggunakan Shunsin.

Menghela nafas lelah, Menma mulai melangkah ke luar Apartemennya tak lupa mengunci pintu. Dia mulai berjalan ke arah Kantor Hokage.

Tak sampai lima menit, akhirnya Menma sampai didepan pintu ruang Hokage. Tanpa basa-basi, dia langsung membuka pintu itu dan langsung masuk ke dalam.

Saat didalam, menma hanya melihat Sang Sandaime Hokage dan seorang Pria berkulit Tan dengan bekas luka goresan dihidungnya itu dengan datar.

"Ada apa Jiji memanggilku?" tanya Menma dingin dan langsung To The Point.

Sandaime dan Pria yang ada disampingnya itu menaikkan sebelah alisnya kala mendengar Ucapan dingin Menma.

"Ahh Menma-kun, aku memanggilmu kesini karena aku akan memberitahukanmu kalau mulai besok pagi, kau akan masuk ke Akademi Ninja untuk bersosialisasi dengan anak-anak yang sebaya denganmu. Aku juga telah menyiapkan segala keperluanmu. Bagaimana, apa kau mau masuk ke Akademi?" ucap Sandaime dengan senyum yang tercipta dibibir Tuanya.

"Hn." Jawab Menma dengan singkat, padat, dan tidak jelas.

Sandaime dan Pria yang ada di sampingnya itu bingung dengan gumaman Menma. Tapi Sandaime mengerti bagaimana perasaan Menma sekarang, jadi dia tidak terlalu memusingkan itu.

"Baiklah, hanya itu saja yang ingin ku sampaikan padamu, kau boleh pergi sekarang Menma-kun." Kata Sandaime masih dengan senyumnya.

"Hn." Sekali lagi, Menma membalas perkataan Sandaime dengan Gumamannya, dia pun mulai berbalik dan berjalan keluar dari ruangan itu.

Sandaime yang melihat Menma sudah menghilang di balik pintu itu hanya memasang wajah sendu. Dirinya sedih karena sifat bocah yang sudah ia anggap seperti cucunya itu berubah menjadi pendiam dan dingin seperti itu.

"A-ano Hokage-sama. Bukankah anda berkata bahwa Menma itu seorang yang ceria dan periang, tapi kenapa dia pendiam dan dingin seperti itu?" tanya pria itu pada Sandaime.

"Dia menjadi seperti itu karena dia sedih dan frustasi karena ditinggal oleh kakaknya beberapa waktu yang lalu." Jawab Sandaime pada pria itu.

"Ahh, karena kau sudah melihatnya. Kau bisa kembali ke Akademi Iruka." Lanjur sang Sandaime Hokage.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu Hokage-sama." Ucap pria yang dipanggil Iruka itu pergi menggunakan Shunsin.

Dan di ruangan itu kini hanya tinggal Sandaime Hokage sendiri. Dia kemudian kembali mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda tadi.

.

.

[To Be Continue]

.

.

Yo! Neon balik lagi. Huh, akhirnya Chapter 2 selesai juga. Semoga para Reader suka..

Oke, untuk Chapter ini mungkin tak ada yang perlu dijelaskan.

Kita beralih ke Menma's Pairing. Disini saya adakan Volting untuk Chara yang akan menjadi pairing Menma, silahkan pilih pilihan para Reader di bawah ini :

Haruno Sakura.

Yamanaka Ino.

Hyuuga Hinata (Penampilan seperti di RTN).

Uzumaki Karin.

Uzumaki Naruko.

Nah, silahkan dipilih menurut reader yang paling cocok untuk menjadi pairing Menma.

Terakhir, sampaikan semua pendapat para reader sekalian untuk Chapter ini dalam bentuk Review. Bagi yang mau memberi saran dan masukan-masukan, silahkan.

Oke, sekian untuk chapter 2 ini. So, SEE YAA!