1.
SIANG
Bisa dibilang, keluarga mereka ini masih kategori tenang dan kalem –contoh yang heboh dan ribut, Seokmin dan Soonyoung misalnya, atau Hansol dan Seungkwan yang lebih mirip tom and jerry.
Apalagi kalau tengah hari. Mingyu masih di kantornya, Wonwoo akan sibuk beres-beres rumah dan baca novel kalau pekerjaannya sudah selesai, dan biasanya Dongjin akan berkunjung ke apartemen Soonyoung untuk main bersama Lee Chan, atau Lee Chan yang mampir ke apartemen mereka lalu main dengan lego set di ruang tengah.
Ya, biasanya, sih. Kalau Soonyoung tidak sedang dalam mood untuk jalan-jalan bersama Chan.
Seperti sekarang ini. Chan –dan Soonyoung tentunya, pergi belanja ke supermarket –yang sepertinya bakal lama, karena kalau tidak mampir kemana-mana bukan Soonyoung namanya. Kalau sudah begini, Dongjin sudah tidak punya teman main.
Lee Chan dan Dongjin itu satu-satunya anak-anak yang tinggal di gedung apartemen yang segini besarnya. Ada, sih, satu anak lagi, Yoojung –anaknya Seungcheol dan Jihoon. Tapi Yoojung pasti di daycare karena Seungcheol dan Jihoon sama-sama kerja dan Yoojung tidak bisa ditinggal sendiri.
Padahal dulu rasanya ramai sekali. Ada Yoobin yang sekarang tinggal di L.A. Ada Pinky –namanya sebetulnya Jieqiong atau koreanya Kyulkyung, karena sulit diucapkan Dongjin memanggilnya Pinky karena dia suka pakai warna pink, dan adik kembarnya Tzuyu –beruntung, namanya lebih mudah diucapkan. Tapi kembar cantik itu sekarang tinggal di Cina. Juga Samuel yang sudah migrasi ke New York.
Kan, kasihan Dongjin jadi hanya bisa tidur-tiduran diatas karpet bulu yang sengaja Wonwoo gelar di ruang tengah setelah lelah main lego sendirian. Bukannya Wonwoo tidak mau mengajak Dongjin main bersamanya atau apa. Malah Dongjin yang tidak mau main dengan Wonwoo. Katanya Wonwoo tidak asik. Wonwoo pasrah saja dibilang tidak asik oleh anaknya sendiri. Jadi ia cuma bisa mengawasi Dongjin sambil membaca atau ngemil.
Dongjin sepertinya sudah bosan guling-guling diatas karpet, diliriknya Wonwoo yang sedang duduk selonjoran diatas sofa, lalu merangkak naik keatas sofa menghampiri Wonwoo.
"Ma, lapar," Katanya sambil menyingkirkan buku yang sedang dibaca Wonwoo dari hadapannya. Wonwoo bangkit, merapikan sedikit ikat rambutnya, buku ditangannya diletakan diatas meja.
"Tapi Dongjin baru makan siang satu jam yang lalu." Wonwoo ingat baru satu jam yang lalu Dongjin menyantap habis telur mata sapi dan nasi buatannya. Masa sudah lapar lagi?
"Lapar lagi," Wonwoo tertawa mendengar jawaban polos Dongjin. Lalu Wonwoo mengisyaratkan pada Dongjin untuk ke dapur. Dongjin dengan senang hati mengikuti Wonwoo ke dapur.
"Mau makan apa?"
Dongjin malah menunjuk kaleng besi diatas kulkas. Wonwoo baru ingat kalau ia meletakan kaleng cookies diatas kulkas. Pasti Dongjin sudah mengincar kaleng cookies kesukaannya itu sejak lama.
Wonwoo berjinjit untuk meraih kaleng biskuit rasa coklat yang sejak minggu lalu iia letakkan diatas kulkas. Kalau dia ini Mingyu, sudah pasti tidak akan sulit meraih kaleng biskuitnya -bukannya Wonwoo pendek, malah dia termasuk kelewat tinggi untuk ukuran seorang perempuan sebenarnya, Cuma si Kim Mingyu itu umurnya tiga puluh satu tapi hormon petumbuhannya belum berhenti. Berapa tinggi Mingyu terkahir kali diukur? Nyaris 190? Iya, sekitar situ.
"Lee Chan pergi belanja?" Dongjin tiba-tiba bertanya setelah hening beberapa saat karena biskuit. Suaranya jadi agak tidak jelas karena Dongjin bicara sambil mengunyah. "Iya, kenapa?"
"Kapan Chan dan Soonyoung-noona pulang? Dongjin bosan,"
Wonwoo tersedak biskuitnya sendiri saat mendengar kata 'noona' yang disebutkan setelah nama Soonyoung. Wonwoo tidak salah dengar, Dongjin betul-betul memanggil Soonyoung -yang jelas-jelas lebih tua dari Wonwoo- dengan sebutan noona. Astaga. Ingatkan Wonwoo untuk mengomeli Soonyoung karena mengajarkan yang tidak-tidak pada anaknya.
"Tunggu saja, ya. Mungkin sebentar lagi."
Sorenya, saat Lee Chan bersama Soonyoung berkunjung ke apartemen mereka. Lee Chan langsung ditarik ke kamar Dongjin untuk diperlihatkan lego setnya yang baru. Sementara Soonyoung diruang tengah bersama Wonwoo. Dengan mata berapi-api Wonwoo bertanya, "Siapa yang suruh Dongjin memanggilmu noona?"
Soonyoung hanya cengengesan setelahnya. Astaga, Wonwoo bisa penuan dini kalau begini caranya.
