Kim Beaudine Family Secret
.
.
.
Title : Kim Beaudine Family
Main Cast : Do Kyungsoo, Oh Sehun, EXO Member
Genre : Romance, Family, Hurt
Rate : T
Leght : Chaptered/sequel
Note : This Is HunSoo, disini aku menggunakan character di novel Susan Elizabeth Phillips – Cal Me Irresistible, dan novel Lorraine Heath – A Duke Of Her Own.
.
.
.
= Happy Reading =
.
.
.
Chapter 1
.
.
.
"bersiaplah sayang, jadwal penerbanganmu sebentar lagi bukan?"
Benar, jadwal penerbangannya dua jam lagi, dan apa yang gadis manis itu lakukan dari tadi? Bukannya membantu ibunya mengemasi barang-barangnya yang akan ia butuhkan nantinya, ia malah bersenang-senang dengan bergelayut manja pada lengan ayahnya.
"sebentar lagi Dad," ujarnya tanpa melepaskan pegangannya pada lengan ayahnya.
"putri kecil ayah akan terlambat jika tak segera berkemas," laki-laki itu menatap putrinya lekat-lekat, putrinya yang selalu tertawa dan manja pada dirinya sekarang akan jauh dari jangkauannya. "mandilah sweatheart, kau bau"
"apa Dad aru saja mengataiku bau?"
"benar. Agar kau cepat mandi"
"Dad, aku akan merindukan Daddy dan Mommy, bisakah aku tak pergi ke Korea? Disana pasti sangat membosankan jika tak ada Dad dan Mom"
"ada Junmyeon dan Jongin yang akan menjagamu sayang, anggaplah Suho seperti Mom dan anggaplah Jongin sebagai Dad cepatlah mandi atau kau akan tertinggal pesawat"
Gadis manis itu menuruti perkataan ayahnya, masalahnya akan lebih rumit jika ia tertinggal pesawat, dan akan semakin rumit jika ayahnya marah padanya.
"Soo~ya, mandilah dengan air hangat sayang, Mom sudah menyiapkannya sedari tadi"
"yes Mom"
Hanya gumaman kecil yang dapat ibu muda itu dengar. Ia menghampiri suaminya dan duduk disamping suaminya, well. Suami tampannya kini sedang sangat serius membaca berita yang entah kenapa sepertinya sangat menarik.
"apa yang kau baca?"
"Wu Spence Skipjack berada di Korea"
...oOo...
Suasana bandara beegitu ramai, para pengunjung berjalan kesana-kemari, berpisah dengan orang tuanya dan sebagainya, Kyungsoo terus menerus memandang ayah da ibunya dengan lekat-lekat, matanya yang merah dan berkaca-kaca siap menumpahkan air mata kapanpun. Sekali saja ia mengedipkan matanya, maka air mata itu akan tumpah.
"Dad, Mom. Aku mencintai kalian, tetaplah sehat saat aku tak ada, dan jangan lupa berkunjung, aku tak akan sanggup hidup tanpa kalian"
Mrs Kim dan Mr Kim terkekeh dengan adegan tangisan Kyungsoo yang terlihat seperti dibuat-buat, memeluk tubuh kecil putrinya dan mengecup keningnya lama. Seakan mencoba menyalurkan kekuatan pada putrinya agar tetap sehat dan tetap menjaga diri.
"Dad dan Mom tak akan lupa untuk berkunjung sayang"
"jika kalian berbohong, aku akan melarikan diri dan kembali ke Wynette"
"akan Dad pastikan jika itu tak akan terjadi"
"Mom juga akan memastika itu tak akan terjadi sweatheart"
Kyungsoo perlahan-lahan menyeret koper besarnya meninggalkan kedua orang tuanya, Kyungsoo menyeka air matanya dan mengautkan dalam hatinya jika ini hanya perjalanan biasa, dan, bukankah Kyungsoo sudah terbiasa dengan perjalanan Amerika-Korea? Bahkan itu sangat menyenangkan, well. Karena saat itu Mr Kim dan Mrs Kim ikut dalam perjalanan itu.
...oOo...
Pesawat yang Kyungsoo tumpangi mendarat di bandara Incheon tepat pukul 09:30 pagi, Kyungsoo mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari keberadaan kakaknya yang akan menjemputnya, namun Kyungsoo tak menemukan mereka. Kyungsoo mulai gelisah saat tak dapat menemukan keberadaan Suho dan Jongin, dalam pesan yang beberapa jam yang lalu, yang Kyungsoo terima dari Jongin mengatakan jika mereka akan menjemput adik manisnya tepat pukul 09:30. Namun sekarangpun batang hidung mereka tak terlihat.
Ponsel yang berada didalam saku jaket yang Kyungsoo kenakan berdering, terdapat sebuah pesan dari ibunya yang menanyakan apakah Kyungsoo sampai dengan selamat. Tanpa pikir panjang Kyungsoo membalasnya, mengatakan dalam pesan jika ia sampai dengan selamat dan baik-baik saja. Lalu menyimpan kembali ponselnya kedalam saku jaket.
Dari pada berlama-lama menunggu Suho dan Jongin menjemputnya,, Kyungsoo memilih menghentikan taksi, namun saat itu juga sebuah mobil BMW keluaran terbaru berhenti didepannya, sosok Jongin dalam balutan jas yang masih rapi keluar dari dalam mobil dengan sangat anggun. Tak lupa melepas kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya.
"oppa sangat lama"
"maafkan aku sweatheart, dalam perjalanan kemari Suho mendapat panggilan dari kantor kejaksaan dan kami terpaksa memutar balik untuk mengantarkan Suho ke kantornya"
"oppa memang sangat pandai dalam membuat alasan"
"ohh...apa kau marah sekarang? Maafkan aku sayang, tadi benar-benar mendadak"
Kyungsoo tak mendengarkan permintaan maaf Jongin, ia sibuk menarik koper besarnya dan memasukkannya dalam bagasi mobil, Jongin membantunya. Jongin melihat sepatu yang Kyungsoo kenakan, sepatu yang sebulan lalu ia berikan sebagai kado ulang tahun Kyungsoo. Jongin tersenyum melihat adiknya memakai sepatu yang ia berikan.
"apa sneakers nya nyaman dipakai?"
"tentu saja, terima kasih untuk sepatunya oppa"
"sama-sama. Ngomong-ngomong, apa yang ingin kau lakukan sekarang? Akan ku pastikan kau akan merasa bosan setelah berada didalam rumah"
Kyugsoo memikirkan sesuatu yang menarik yang bisa ia lakukan dengan Jongin, dulu saat Kyungsoo dan Jongin pergi bersama ke Lotte World banyak orang yang mengira mereka adalah sepasang kekasih, namun dalam kenyataannya mereka adalah kakak beradik. Dan Kyugsoo tak ingin hal seperti itu terjadi lagi.
"apa oppa tak ada metting hari ini?" tanya Kyungsoo
"tidak, hanya beberapa pertemuan dengan klien, dan itu bisa di lakukan besok. Sekarang aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan adik manis ku"
Kyungsoo mendengus sebal.
"kau terdengar seperti uncle-uncle mesum"
Jongin terkekeh pelan, memeluk adiknya dan menggumankan kata maaf karena terlambat menjemputnya selama tiga puluh menit. Pelukan itu berlangsung lama, jika Kyungsoo boleh mengakui, ia juga merindukan kakaknya yang paling tampan ini.
"aku merindukanmu Soo Beaudine"
"aku juga merindukanmu oppa" Kyungsoo melepaskan pelukannya, dan bibir Jongin mendarat di kening Kyungsoo. sebuah kasih sayang dari seorang kakak untuk adiknya. "aku ingin pergi ke sekolah baruku, aku ingin melihat apakah sekolah baruku sangat istimewa"
"apapun untukmu tuan putri"
Mereka memasuki mobil, Kyungsoo duduk di samping kemudi dan Jongin yang mengemudikan mobilnya, Kyungsoo sesekali melihat-lihat keadaan Korea yang tak banyak berubah. Sebuah toko ice cream yang ramai membuat Kyungsoo ingin mencicipinya, namun segera ia tahan karena tak mungkin menghentikan mobil saat baru beberapa menit di jalankan.
"oppa. Apa nama sekolah baruku?"
"Han Young High School" gumam Jongin pelan. "kau pasti pernah mendengarnya, sekolah itu sangat luar biasa Soo, kau akan takjub saat melihatnya, apapun yang kau butuhkan, ada disana"
Kyungsoo ber oh ria mendengarkan cerita Jongin yang sepertinya tak akan ada ujungnya, Jongin itu jika sudah berada didekat Kyungsoo akan terus menerus bercerita, seolah tak pernah kehabisan bahan untuk diceritakan. Terkadang Kyungsoo berpikir, kenapa Jongin tak menjadi seorang guru saja jika dia suka bercerita.
"yeah, terserah. Apapun yang oppa katakan, aku yakin itu tidak seratus persen benar"
Lampu merah menghentikan laju mobil yang Kyungsoo dan Jongin tumpangi. Kyungsoo merasa pengap saat terlalu lama berada didalam mobil, ia membukan jemdela mobil dan hal pertama yang ia lihat adalah seorang yang menaiki sebuah motor sport putih.
Badannya tinggi dan kulitnya putih, pria yang Kyungsoo lihat itu melepas helm yang dikenakan, dan wajah tampan itu terlihat dalam jelas saat pria yang Kyungsoo lihat itu menghadap ke arahnya dan tersenyum manis. Sangat manis.
"Jasper"
Lampu kembali menyala menjadi hijau, pria yang Kyungsoo lihat kembali mengenakan helmnya dan melajukan motornya bersamaan dengan berjalannya mobil yang ia tumpangi bersama Jongin.
"apa tadi kau mengatakan sesuatu?"
"ah...tidak, oppa pasti salah dengar"
"benarkah? Tapi aku tadi sangat yakin jika kau mengatakan sesuatu seperti J—"
"mengemudilah dengan benar dan jangan banyak bicara" Jongin terdiam.
"siap tuan putri" ucapnya dengan lantang.
...oOo...
Mereka sampai di tempat tujuan, Kyungsoo keluar terlebih dahulu dari mobil dan berjalan mendahului Jongin.
"jadi ini yang oppa sebut dengan Han Young High school?"
"benar. Menakjubkan bukan?"
"yeah, aku mengakuinya"
Seorang pria paruh baya yang Kyunngsoo asumsikan sebagai kepala sekolah Han Young High Scool menghampirinya dan menyapa Jongin, tak lupa memberikan sebuah peghormatan.
"Tuan Kim, kapan andai sampai? Seharusnya anda menghubungi saya terlebih dahulu agar saya dapat menyiapkan segala sesuatunya dengan sempurna."
"tak ada sesuatu yang sempurna Mr Jeon"
Jongin tersenyum pada kepala sekolah. Dan memperkenalkan Kyungsoo. "Kim Kyungsoo Beaudine, anda bisa memanggilnya Soo Beaudine. Adik ku."
Kyungsoo tersenyum pada kepla sekolah, hanya tersenyum dan kembali menatap bangunan yang ada didepannya.
"Mr Jeon, bisakah anda menemani adik saya berkeliling? Saya akan mengurus formulir pendaftaran Kyungsoo"
"tetu saja"
Mr Jeon dan Kyungsoo melihat-lihat isi sekolah yang sebentar lagi akan menjadi tempat Kyungsoo menuntut ilmu, sementara Jongin mengurus pendaftarannya. Kyungsoo beberapa kali takjub dengan berbagai bunga yang tertanam taman belakang sekolah ini, sangat indah.
"Mr Jeon. Saya pikir saya siap berangkat sekolah hari ini juga. Sangat menarik"
Mr Jeon terkekeh sebentar.
Kyungsoo kembali melihat-lihat apapun yang bisa ia lihat hingga pandangannya tertuju pada sebuah motor sport yang tadi ia lihat di lampu merah. Motor sport putih. Meskipun Kyungsoo tak terlalu yakin jika itu motor yang sama, well. Dikorea tak hanya satu motor yang seperti itu, mungkin beribu ribu.
Ponsel kepala sekolah berdering, Kyungsoo mendengarnya, dan sepertinya hal yang buruk akan terjadi, dan benar saja, kepala sekolah harus menghadiri rapat mendadak dan tak bisa menemani Kyungsoo melihat-lihat seisi sekolah.
"tak apa sir, kau bisa pergi, kurasa Jongin oppa sebentar lagi akan selesai dengan formulir pendaftarannya"
"tidak tidak, aku akan memanggilkan seseorang untukmu, dia akan menemanimu melihat seisi sekolah"
"baiklah"
Tak lama kemudia seorang pria jangkung dengan wajah datar dan kulit putih pucat mendekat ke arah kyungsoo dan kepala sekolah.
"Sehun~ah bisakah kau menemaninya melihat seisi sekolah?" tanpa mendengar jawaban lawan bicaranya, Mr Jeon meninggalkan Kyungsoo dan Sehun di taman.
Keduanya dilanda kecanggungan dan keheningan, Sehun terus menatap Kyungsoo seolah pernah melihat gadis manis itu, dan Kyungsoo juga sebaliknya, menetap Sehun dengan kedua hazelnya yang bulat dan menggemaskan.
Sehun memalingkan mukanya terlebih dahulu, berdehem untuk membersihkan tenggorokannya dan kembali menatap Kyungsoo.
"sepertinya aku mengenalmu"
"lampu merah"
"ahh...benar, kau gadis yang ada dilampu merah itu. Wow, aku tak menyangka jika kau Soo Beaudine, tuan putri Kim Beaudine"
Kyungsoo menatap Sehun lagi, menatapnya dengan lekat-lekat, sedangkan Sehun mulai merasa aneh ketika Kyungsoo menatapnya. Kyungsoo tetap pada pandangannya, langkah kakinya mendekat ke arah Sehun.
"dimana letak perpustakaan di sekolah ini?"
Sehun tersentak kaget dengan pertanyaan Kyungsoo yang menurutnya mendadak, Sehun mengalihkan pandangannya dan menunjuk arah selatan.
"disamping laboratorium komputer"
Kyungsoo Pov
Apakah ini yang dinamakan reingkarnasi? Dia begitu mirip dengan seseorang yang pernah kucintai, dan seandainya jika dia memang seorang yang dulu pernah ku sukai maka aku tak akan melepaskannya untuk yang kedua kalinya, aku sangat merindukannya hingga mati-matian dalam diri ku kutahan rasa rindu itu sampai sekarang.
Kau memang mirip dengannya Sehun, tapi aku percaya bahwa kau tetaplah kau, dan Jasper tetaplah Jasper.
Bisakah aku memelukmu dan menganggapmu sebagai Jasper? Pasti tak bisa bukan? Itu hannyalah harapanku saja. Jadi lupakanlah.
Aku berjalan dibelakang Sehun, melihat langkahnya yang sepertinya semakin lama semakin jauh, well, itu karena aku dan Sehun sedang berjalan. Aku melihat murid-murid sempat melirikku dan tatapan mereka seperti tatapan seorang yang sedang iri.
Yah, mungkin mereka ingin melihat-lihat isi sekolah dan ditemani Sehun juga, ku akui Sehun memang tampan, dan dia sangat tinggi, mungkin tinggiku hanya sampai dadanya saja, tapi aku berani bertaruh jika Sehun itu orang yang tidak sopan.
Kita lihat saja, apakah tebakanku benar atau kah salah.
"disini letak perpustakaan sekolah ini, kau bisa mendapatkan jenis buku apapun yang kau mau kecuali yang berbau pornografi dan hal-hal terlarang lainnya" aku mengangguk mengerti.
Aku berjalan lebih dekat didepan pintu masuk perpustakaan, aku melihat banyak siswa yang berada didalam sana, mungkin mereka sedang membaca buku atau sejenisnya.
"apa lagi yang ingin kau lihat di sekolah ini?" tanya Sehun, membuatku berpikir.
Namun sebelum aku menjawabnya, Jongin oppa datang dan menghampiriku dan Sehun, ia berkata jika ia mencariku kemana-mana dan ternyata aku ada di perpustakaan sekolah. Jongin oppa menatap Sehun sebentar dan mengucapkan terima kasih karena telah mau menemaniku melihat seisi sekolah, padahal aku belum melihat segalanya, yang baru kulihat hanyalah kelas-kelas murid kelas sepuluh sampai dua belas, lapangan olahraga seperti basket dan lainnya, lalu perpustakaan.
Jongin oppa mengacaukan segalanya saat dia datang, tiba-tiba mood ku hancur begitu saja, dan memilih mengajak Jongin oppa pulang ke rumah.
"oppa, bisakah kita pulang sekarang? Aku mengantuk"
Sehun sudah pergi sejak Jongin oppa mengucapkan rasa terima kasihnya, entah pergi kemana. Yang jelas aku tak mau tau dia pergi kemana, itu bukan urusan Kim Kyungsoo Beaudine.
Kyungsoo Pov end
...oOo...
Para pelayan berlarian kesana kemari, menyiapkan makan malam besar untuk tuan rumah dan juga tuan putri mereka, sejak mereka mendengar jika putri Mr Kim akan pindah ke korea semua pelayan sibuk dengan urusan mereka, mereka disibukkan dengan segala keperluan yang akan dibutuhkan oleh Kyungsoo.
Mobil BMW itu memasuki area mansion Kim 2 –karena yang pertama ada di Wynette- dengan perlahan, Jongin keluar dari dalam mobil dan berputar untuk membukakkan pintu untuk Kyungsoo.
Semua pelayan yang ada di luar membungkuk sopan. Seakan yang berjalan di depan mereka adalah presiden Amerika Serikat.
Berbagai macam makanan terhidang di meja makan. Kyungsoo mengedarkan pandangannya kesegala penjuru dan tak menemukan yang ia cari, well. Yang Kyungsoo cari itu Suho, sedari tadi ia belum melihat kakaknya yang pintar itu? Sekarang dimana Suho? Ohh...atau jangan-jangan Suho masih berkutat dengan berkas-berkasnya yang ada dikantor? Atau mungkin sedang menghadiri persidangan.
Kyungsoo memaklumi ketidak adaanya Suho di rumah, karena Suho memang orang yang sibuk diantara orang yang paling sibuk sekalipun.
"sepertinya Suho hyung belum pulang Soo, apa kita akan makan terlebih dahulu?"
"tidak, kita harus menunggu Suho oppa pulang, aku akan masuk kedalam kamar sebentar untuk mengganti pakaian" Jongin mengangguk. Ia juga masuk kedalam kamar dengan tujuan yang sama dengan Kyungsoo.
Apapun yang terjadi mereka tak akan makan jika Suho belum menampakkan batang hidungnya, dan hingga tiga puluh menit kemudian, Suho pulang dengan wajah lelahnya. Saat melihat Kyungsoo berada didepan telivisi Suho mengembangkan senyumannya dan memeluk adiknya dengan erat.
"kau sudah sampai rupanya. Aku merindukanmu Soo"
"yah...dan oppa, kenapa tak menjemputku dibandara?"
"maaf, ada sebuah pertemuan mendadak yang mengharuskan semua anggota divisiku hadir"
"apa kau sudah makan?" tanya Suho sambil melepaskan pelukannya.
"bagaimana bisa aku makan jika oppa belum pulang dari kantor?"
"kau adik yang baik" menyentuh hidung Kyungsoo gemas. "ayo kita makan,panggil Jongin di atas sweatheart"
Kyungsoo naik ke lantai dua, dan mengetuk pintu kamar Jongin sedikit keras, lalu suara Jongin terdengar mengatakan sebentar, dan Kyungsoo turun, duduk di kursi sambil menunggu Jongin turun ke bawah untuk makan. Suho masih mengganti bajunya di atas, mungkin sebentar lagi akan turun.
Jika boleh jujur, Kyungsoo sudah sangat lapar sedari tadi, tapi ia tahan karena makan tanpa kakak-kakak tampannya itu akan tidak lengkap nantinya, dan ditambah dengan pertemuannya dengan Sehun yang kembali mengingatkan Kyungsoo pada Wu Jasper Skipjack. Orang pernah bilang jika di dunia ini ada tujuh orang yang berwajah mirip, mungkin Sehun dan Jasper salah satunya.
"Soo. Apa kau melamun"
Kyungsoo tersentak kaget. "ah...tidak, hanya memikirkan Dad dan Mom"
"mereka baik-baik saja Soo. Tak perlu khawatir" ujar Jongin sambil duduk di depan Kyungsoo.
"bagaimana dengan Korea? Lebih menarik dari Amerika Bukan?"
"hmm" yah benar, Kyungsoo akui jika Korea memang lebih menarik dari Amerika. Alasannya hanya satu, karena disinilah Kyungsoo bertemu dengan orang yang wajahnya begitu mirip dan berhasil mengguncang hatinya.
"mulai sekarang kau siswa tingkat dua Han Young senior high school, jadilah gadis manis yang baik saat di sekolah"
Kyungsoo hanya mengangguk pasrah, perkataan Suho harus ia camkan dalam hati dengan baik-baik karena Suho tak akan menerima kesalahan barang sedikitpun, dalam hidupnya, seorang Kim Junmyeon Beaudine tak akan pernah mengalami kesalahan, dan jika ia mengalami kesalahan ia akan segera memperbaikinya dengan sangat cepat.
"aku akan menginap di apartemen, jaga rumah ini untukku" ujar Suho seenak jidat.
"jadi untuk apa kita mempunyai rumah sebesar ini jika tuan rumah selalu menginap di apartemennya? Apa hyung berencana meniduri kekasihmu?"
"kau sangat cerewet Kim Kai Beaudine"
"nama ku Kim Jongin Beaudine bukan Kim Kai Beaudine, jangan panggil aku Kai saat dirumah hyung"
"terserah kau saja"
"bisakah kalian berdua diam? Selera makan ku jadi hilang karena kalian selalu bicara hal yang tak ku mengerti"
Jongin dan Suho terdiam setelah mendengar teguran Kyungsoo yang menurut Suho sama seperti teguran ibu mereka. Mereka makan dalam diam, tak ada yang berani bicara karena takut dengan mulut pedas Kyungsoo. well, perempuan memang seperti itu, menakutkan jika sudah marah.
...oOo...
Ruangan itu didominasi dengan warna putih dan hitam, sangat terang dan sangat menyeramkan namun menenangkan, berbagai foto tertempel dengan sangat rapi, beberapa mainan tersimpan rapi dalam rak yang sudah disediakan. Tangan kekar itu terus-menerus menekan stik playstation, memainkan game dengan sangat serius dan akan mengerang saat game berakhir.
"ahh, seharusnya aku memukulnya dengan ertubi-tubi agar aku menang"
Suara dering ponsel dari pemuda tinggi itu terdengar, sebuah panggilan masuk. Menekan tombol hijau di ponselnya dan mendekatkan ponselnya ketelinga.
"halo?"
"hei, Changyeol~ah, ahh rasanya aku sangat merindukanmu, bagaimana kabarmu sekarang" tanya suara diseberang telefon.
"aku baik-baik saja, ohh apa ini Kyungsoo?"
"benar"
"wow, aku tak menyangka kau sudah berada di Korea"
Kyungsoo tau dan sangat tau, pasti teman kecilnya itu sekarang sedang ertingkah aneh karena mendengar kabar keberadaan Kyungsoo di Korea. Well, Park Chanyeol Hawkhurst akan sangat senang jika melihat sahabat kecilnya yang sangat ia rindukan berada di Korea.
"tuan putri sudah berada di Korea, dan aku akan menghajarmu besok karena tak datang menjemputku"
"kau terlalu kejam"
"benarkah? Ahh, lupakan tentang itu, aku mendengar dari bibi Luoisa jika kau murid Han Young High School? Apa benar"
"yeah, ada apa dengan sekolah itu?"
Kyungsoo berteriak histeris diseberang telepon, membuat Chanyeo menjauhkan ponselnya dari telinga, demi keselamatan telinga besarnya.
"ada apa denganmu? Apa kau gila setelah datang ke Korea?"
"tidak. Wow! Sepertinya kita akan satu sekolah lagi setelah ini"
Chanyeol berpikir sejenak, menerka-nerka perkataan Kyungsoo yang membuatnya bingung, dan menepuk jidatnya sedikit keras saat tau makna tersirat dari ucapan Kyungsoo barusan.
"jangan, jangan"
"benar, aku murid Han Young High School mulai besok, bersiaplah kau Chanyeolie"
Lalu panggilan itu berakhir, Chanyeol menyumpah serapahi Kyungsoo dalam hati, bagaimana bisa dirinya dan Kyungsoo akan satu sekolah lagi? Harga diri seorang Park Chanyeol Hawkhurts akan menurun jika Kyungsoo mengatakan pada seluruh sekolah tentang rahasianya, dan jika Baekhyun mendengarnya? Hancurlah kau Mr Park.
"gadis itu benar-benar"
Chanyeol merebahkan badannya diatas kasur yang empuk, pikirannya melayang ke masa lalu, masa-masa dimana ia masih sangat kecil dan masih bersama Kyungsoo yang manis dan polos, Chanyeol sejujurnya merindukan Kyungsoo, namun ketika mengingat rahasia buruk Chanyeol ada ditangan Kyungsoo, rasa rindu Chanyeol di gantikan dengan kemarah yang tentu hanya bercanda.
"sepertinya sekarang kau bertambah cantik saja Soo, ahh, aku merindukanmu"
...oOo...
"Lu, sebaiknya kau cepat-cepat mencari pekerjaan sayang"
Wanita itu menghela nafas berat. "aku akan mengambil pekerjaan yang direkomendasikan Dad, Mom tak perlu khawatir"
"apa kau bersungguh-sungguh?"
"tentu saja" ujar Luhan dengan mantap.
Sejujurnya Luhan tak menyukai pekerjaan yang direkomendasikan ayahnya. Well, itu karena pekerjaan yang direkomendasikan ayahnya adalah seorang sekertaris perusahaan, ohh, itu sangat tidak cocok dengan Luhan, seharusnya Luhan menjadi model atau penyanyi saja, untuk apa wajah cantiknya jika ia seorang sekertaris perusahaan?.
"kalau begitu, mulai besok kau akan bekerja..." Mrs Oh mengangkat tangannya saat melihat Luhan hendak menyela perkataannya. "tak ada bantahan" Luhan menghela nafas berat.
"Mom, setidaknya beri sedikit waktu"
"kau pasti hanya ingin bersenang-senang"
"ahh, molla. Aku sudah berjanji pada Sehun akan mengajaknya ke jeju besok, lalu jika aku besok bekerja bagaimana dengan jeju?"
"jeju bisa menunggu sayang"
"baiklah aku menyerah"
Terdengar suara motor yang diparkirkan didepan rumah, dan seorang pria tinggi dengan kulit putih pucat masuk kedalam rumah dengan wajah lelahnya, lekas menaruh ranselnya dikursi dan ikut duduk bergabung dengan keluarganya.
"ada apa? kenapa kalian semua diam?"
Pertanyaan pertama Sehun saat masuk ke dalam rumah membuat Luhan muak, tatapannya tajam dan mengarah ke Sehun, Sehun diam tak tau dengan situasinya, jika ia bicara mungkin Luhan akan berubah menjadi monster yang menakutkan, hah, seperti anak kecil saja.
"Sehun~ah, mulai besok Luhan akan bekerja sebagai sekertaris perusahaan yang di rekomendasikan ayahmu"
Pernyataan itu membuat Sehun melongo, apa apaan ini, Oh Luhan Romanov yang tak pernah memikirkan tentang pekerjaan mulai besok akan bekerja? Dan sebagai sekertaris di perusahaan yang di rekomendasikan ayahnya, Sehun senang bukan main, kini kakaknya yang seperti anak kecil dan suka membuat masalah sedikit demi sedikit mengerti dengan keadaan dan memulai lembaran baru.
"selamat nonna, semoga kau tidak bosan dengan pekerjaannya" Sehun tertawa dalam hati.
"hmm" awas saja kau Oh Sehun.
Ruang makan itu lenggang, meyisakan bunyi wortel yang sedang di potong, tak lama kemudian Mr Oh pulang dengan senyum cerah, namun terlihat sekali jika wajahnya sangatlah lelah karena begitu banyaknya pekerjaan di kantor.
"Dad, apa benar Lu nonna akan mulai bekerja besok?"
"diamlah Oh Sehun, jangan membahasnya lagi" telingaku rasanya ingin terbakar mendengar tentang 'pekerjaan'.
Mr Oh dan Mrs Oh terkekeh, Luhan terlihat sangat kesal dengan Sehun yang terus menerus membahas tentang pekerjaan.
Makanan itu terhidang dengan sangat rapi diatas meja makan, Luhan yang pertama kali senang, lalu disambung senyuman manis Sehun dan aura tampan Mr Oh, mereka makan tanpa suara, karena memang peraturan dalam keluarga Oh saat makan tak ada yang boleh berbicara, tetap fokuslah pada makananmu saja.
Tak lama kemudian makan malam berakhir, jam menunjukkan pukul 19:00, belum terlalu malam, dan tak apa jika menghabiskan waktu sambil bermain ponsel didalam kamar sambil menikmati cemilan malam.
Sehun menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya, melepas charger ponsel dan mulai membuka akun media sosial, beberapa berita baru langsung memenuhi pemberitahuan diponsel Sehun, Sehun mengabaikannya dan memilih mencari nama yang sedari tadi mengganggu otaknya.
Sehun mengetik nama 'Kim Kyungsoo Beaudine' di dalam kolom pencarian dan menekan tombol 'cari'. Dalam sekejap beberapa nama yang mirip ikut muncul, hanya satu nama yang Sehun butuhkan, dan pencariannya tak berujung sia-sia, akun media sosial yang ia cari terdapat di arutan paling atas. Di bukanya akun itu, Sehun melihat beberapa foto Kyungsoo bersama keluarganya.
Dan juga ternyata Kyungsoo sangat terkenal di negaranya, bahkan di Korea, mungkin lebih terkenal daibandingkan dengan artis sekalipun.
"woah! Dia memang menarik"
...oOo...
Rumah besar itu didominasi dengan warna putih dan lantai marmer. Di setiap sudutnya terdapat bunga yang bermekaran indah, seorang gadis cantik keluar dari dalam kamar dengan pakaian kasualnya, sepatu sneakers yang memperlihatkan jika ia akan bermain basket.
"Baek, kau mau kemana sayang? Dimana eonni mu?" tanya seorang wanita paruh baya itu.
"aku tak tau Mom, saat aku pulang sekolah eonni sudah tak ada di rumah"
"bisa bantu Mom mencari Yixing?"
"maaf Mom, tapi aku ada janji bermain basket dengan Chanyeol"
"semalam ini?" Baekhyun mengangguk.
Mrs Byun mengeryitkan dahinya, jam sudah menunjukkan pukul 21:00 dan Yixing belum juga pulang, lalu Baekhyun di jam seperti ini akan bermain basket dengan Chanyeol? Sebenarnya ada apa dengan putri-putrinya, ini sudah malam dan mereka keluar masuk kedalam rumah dengan seenak jidat.
"jangan terlalu lama"
"baiklah"
Baekhyun mengamil bola basketnya dan memasukkannya kedalam ransel, lalu berjalan keluar rumah, namun berhenti tiba-tiba dan menoleh ke arah ibunya. "Mom, aku melihat jadwal Yixing eonni hari ini, dan kemungkinan ia lembur, jadi jangan terlalu cemas" lalu kembali berjalan keluar dari rumah.
"benar, semoga saja seperti yang Baekhyun katakan"
...oOo...
"sebentar lagi aku sampai, tunggulah sebentar"
Panggilan itu berakhir, Suho memilih fokus pada kemudinya dan tak ingin menerima panggilan, panggilan apapun itu tak akan ia jawab jika ia sedang terburu-buru seperti saat ini. Laju mobilnya semakin lama semakin cepat, bahkan menerobos lampu merah, untung saja tak ada polisi yang sedang berpatroli. Tak butuh waktu lama bagi Suho untuk segara sampai di tempat tujuannya, mobilnya terpakir di basement, dan segera menuju apertemennya.
Suho segera berlari menuju apartemennya dengan tergesa-gesa, Yixing pasti sudah menunggunya sangat lama. Well, Suho memang tidak memberitau Yixing password apartemennya, karena bagaimanapun Suho itu seorang jaksa yang mempunyai sebuah privasi tentang dokumen kasus-kasusnya, dan Yixing adalah pengacara. Bagaimana jika Yixing melihat dokumen yang Suho kerjakan? Itu akan berdampak buruk pada divisinya.
"apa kau menunggu sangat lama?" Yixing tak berkata, sibuk memandangi wajah Suho.
"maaf, tadi macet dan adikku baru saja pulang dari AS, jadi aku..."
Yixing menghentikan ucapan Suho dengan cara menempelkan jari telunjuknya ke bibir sexy Suho. Suho diam dan tersenyum, dipeluknya tubuh kecil kekasihnya itu, dan mencium wangi aroma rambut Yixing.
"aku merindukanmu"
"hmmm, aku juga"
Pelukan itu tak berlangsung lama, Suho dengan cekatan membawa Yixing masuk ke dalam apartemennya dan menurunkan Yixing di sofa depan televisi, tak lupa dengan Suho yang ikut duduk disebelah Yixing, kembali memeluk kekasihnya dan memencet remote, menyalakan televisi acara kesukaan mereka berdua.
"apa kau sudah makan sayang? Kau terlihat lebih kurus?" Yixing menggeleng, tanda ia sudah makan sebelum berkunjung ke sini.
"bagaimana denganmu? Apa pekerjaanmu membuatmu lelah?" Suho mengangguk, jujur saja, ia lelah dengan semua kasus-kasus bodoh itu.
"ingin makan sesuatu?"
"aku ingin memakanmu"
Yixing sedikit menggeser jarak duduk mereka, Suho yang mesum pasti sebentar lagi akan muncul saat mereka sedang berdua seperti ini.
"aku aka membuatkan sup tahu, tunggu disini, tak akan lama" Suho megangguk.
Namun tuan Kim Suho Beaudine itu sangat mudah merasa bosan, hingga mematikan televisi dan menghampiri Yixing yang sedang berkutat dengan peralatan dapur. Tangan kekar itu dengan sempurna melingkah di pinggang Yixing da meletakkan kepalanya di ceruk leher Yixing.
"kenapa sangat lama sekali hmm"
"sebentar lagi sayang"
Suho tersenyum, dan menghadiahi Yixing dengan kecupan-kecupan ringan di tengkuknya. Saat itu juga Yixing merasa geli dan berbalik menghadap Suho. Dan Suho tau jika ini akan terjadi, maka tanpa meyianyiakan kesempatan, Suho mendaratkan bibirnya ke bibir Yixing. bibir itu hanya menempel, namun lama-kelamaan lumatan-lumatan kecil itu mendominasi ciuman mereka.
Yixing memukul dada bidang Suho saat nafasnya mulai menipis, Suho melepaskan ciumannya, menempelkan keningnya dan kening Yixing, sedikit kecupan kecil lagi dan Suho melepaskan pelukan mereka. Mempersilahkan Yixing untuk melanjutkan masakannya.
Suho duduk di kursi dan menatap kekasihnya, Yixing sangat sexy jika sedang berkutat dengan dapur, apalagi saat memakai apron bergambar kartun itu, sangat mirip dengan ibunya, cantik dan manis.
"aku lapar sayang"
"sebentar lagi akan selesai Mr Kim"
"hmm, pastikan tidak memasukkan terlalu banyak garam kedalam supnya"
...oOo...
Laki-laki paruh baya itu menggeram tak terima, seolah-olah bumi sebentar lagi akan berhenti berputar dan berubah bentu menjadi kotak, dasinya yang tadinya sangat rapi kini berantakan, tak terpakai degan rapi.
"apa saja yang kalian lakukan hah!"
"menangkap satu gadis saja tak bisa, apa aku menggajimu untuk bersenang-senang?"
"tidak tuan" jawab mereka serempak.
Pria itu mengusap wajahnya kasar, dan menatap anak buahnya tajam. Uangnya melayang dengan sia-sia karena kelalaian anak buahnya, dan ia harus sedikit bersabar untuk itu, apapun yang terjadi ia harus bersabar dan menunggu saat yang lebih tepat lagi.
"kalian memang bodoh!. Untuk apa aku menggaji kalian jika pekerjaan kalian tak pernah membuahkan hasil"
"tuan kami..."
"tutup mulut sialanmu itu, aku bosan mendengar erbagai alasan membosankanmu"
Mereka diam, pria paruh baya itu memikirkan segala hal, memikirkan bagaimana rencananya kedepan, bagaimana agar bisa mendapatkan gadis kecil itu dan membunuhnya.
Dering ponsel yang ada didalam kantong jas mahalnya mengalihkan pikirannya, tanpa melihat siapa yang menelepon, pria itu segera menggeser tombol hijau. Terdengar suara anak buahnya yang lain. Pria paruh baya itu kembali menatap ponselnya, mengecek siapa yang meneleponnya.
"tuan, sepertinya kita mendapat kabar baik"
"cepat katakan dan jangan berbasa-basi"
"gadis yang anda cari berada di Korea tuan..."
.
.
.
TBC
Awww...entahlah di Chapter pertama ini memuaskan atau enggak.
Ku tunggu kritik sarannya Chinguya...
Review Juseyeo.
