Title : "We Meet Agains"

Author : Y. Sunshine

Main Cast : Min Yoongi (Suga)

Kim Seok Jin (Jin)

Genre : hurts, sad romance (maybe)

Legth : chaptered

Summary : "apa kau percaya pada kehidupan kedua?" . "hyung.. jika aku di beri kesempatan untuk bisa kembali ke masa lalu.. aku ingin lebih awal bertemu denganmu, agar aku memiliki waktu lebih lama untuk dapat melihatmu" . "aku mencintaimu Min Yoongi" . "semoga nanti aku bisa bertemu denganmu di kehidupanku selanjutnya"

Note : ff ini murni pemikiran saya, jika ada alur atau watak dari tokoh yang mirip dengan ff lain itu bukanlah unsur kesengajaan. Don't be plagiat~

Happy Reading

We Meet Agains

"annyeong hyung~ sampai bertemu lagi" ucapnya dengan nada ceria, sementara Jin seketika membeku saat mendengar jawaban Yoongi barusan.

'Dia penderita—Kanker?'

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 2

Namja bersurai kemerahan itu terlihat begitu sibuk dengan kegiatannya kini –berjongkok di depan etalase yang di dalamnya berjajar rapi macam-macam roti dan cake dengan berbagai warna dan hiasan di atasnya.

"aish.. aku bingung harus membelikan Yoongi yang mana" kembali namja itu mengacak rambutnya frustasi, oh ternyata dia sedang memilih beberapa cake yang akan ia bawa sebagai oleh-oleh untuk Yoongi –namja manis yang ia temui di rumah sakit baru-baru ini. Pandangannya terhenti saat melihat cake dengan krim putih dengan beberapa irisan buah stroberi diatasnya, entah kenapa ia jadi teringat saat Yoongi tersenyum jika melihat cake di depannya sekarang.

"aku pilih strawberry cheese cake" Jin segera mengulurkan beberepa lembar uang pada karyawan toko roti langganannya tersebut.

"untuk kekasihmu ya? hahaha biasanya kan kau hanya membeli beberapa buah roti manis kesukaan kakekmu itu Jin-ssi" tanya pemilik toko yang sudah hafal dengan Jin karena ia sering membeli roti di tokonya.

"eng.. anu—itu u-untuk teman kok.. haha iya untuk temanku" Jin sedikit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, memang selama ini dia tidak pernah membeli cake-cake yang terlihat begitu manis seperti ini karena dia sendiri tidak begitu suka makanan manis.

"tidak usah malu-malu begitu Jin-ssi hahaha" timpal pemilik toko tersebut yang terlihat suka sekali menggoda Jin.

"bukan kekasih.. hanya teman kok ahjusshi" jawab Jin malu-malu, ia segera pamit untuk pergi ke rumah sakit dengan alasan takut kakeknya menunggu lama sebenarnya sih ia ingin segera bertemu dengan namja bernama Yoongi itu.

.

.

.

Jin melangkahkan kakinya sedikit tergesa saat melewati koridor rumah sakit di lantai dua, setelah sampai di depan kamar kakeknya dengan tidak sabar ia mengetuk pintu kamar tersebut. Begitu mendegar jawaban dari kakeknya, dengan semangat ia membuka pintu tersebut.

"hai kakek~~ ini aku bawakan roti manis kesukaan kakek" ucap Jin dengan nada ceria, jangan lupakan senyum di bibirnya yang tak pernah hilang sejak ia masuk rumah sakit ini. Ia segera menaruh kantong plastik yang berisi beberapa potong roti manis untuk kakeknya di atas meja. Sebenarnya ada apa ini? Kenapa seorang Kim Seokjin yang sebelumnya paling malas jika harus ke rumah sakit sekarang jadi begitu bersemangat?

"kau terlihat sangat senang hari ini? Eh dan apa itu yang di dalam kantong plastik satunya lagi? Untuk kakek juga?" tanya sang kakek penasaran dengan tingkah cucu kesayangannya ini.

"eh bukan.. bukan.. jatah kakek kan yang aku taruh di meja" Jin segera menggelengkan kepalanya saat kakeknya bertanya apa bungkusan kotak yang tengah ia bawa sekarang juga untuk kakeknya.

"lalu itu apa?"

"ini untuk temanku, aku pergi dulu ya kek? mau menjenguk temanku dulu"

"teman atau kekasih? apa karena itu kau jadi terlihat begitu senang?"pria tua itu sedikit terkekeh saat melihat cucunya jadi begitu bersemangat hanya untuk menjenguk temannya. Ia sadar bahwa cucu kesayangannya kini tengah jatuh hati pada seseorang.

"y-ya.. apasih kek? dia hanya temanku kok.. aku pamit dulu ya"Jin buru-buru keluar dari kamar kakeknya sebelum ia di tanyai yang macam-macam.

Begitu sampai di lantai 3, Jin bermaksud menanyakan letak kamar Yoongi. Tapi di urungkan niatnya tersebut saat ia secara tidak sengaja mendengar seorang dokter yang berjalan di depannya berbicara pada asistennya sambil membawa-bawa nama Yoongi. walaupun sempat ragu, ia-pun berinisiatif untuk mengikuti dokter tersebut. Ternyata benar, dokter paruh baya dan asistennya itu berhenti di depan kamar nomor 7b –sesuai dengan perkataan Yoongi kemarin. Jin memutuskan untuk tidak masuk dan tetap menunggu di luar sampai dokter tersebut menyelesaikan urusannya dengan Yoongi. ia duduk di bangku panjang yang terletak di depan kamar Yoongi, sesekali Jin melirik gelisah ke arah kamar nomor 7b itu. pasalnya ia sudah menunggu di luar hampir 30 menit, ia jadi berpikir yang tidak-tidak saat ingat Yoongi pernah bilang padanya bahwa namja manis itu menderita kanker. Hell! Itu membuatnya tak nyaman, ia ingin segera masuk kedalam dan menanyakan pada Yoongi sendiri tentang penyakitnya. Saat Jin tengah bergelut dengan pikirannya sendiri pintu tersebut terbuka, membuatnya sedikit mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa yang baru saja keluar dari kamar tersebut.

"apa kau tamu Yoongi-ssi?" tanya pria paruh baya dengan setelan jas putih khas rumah sakit yang sekarang tengah tersenyum ramah pada Jin, Jin segera berdiri dan memeberi salam kepada dua orang di depannya sekarang.

"ah annyeong, ne aku teman Min Yoongi.. apa sekarang aku sudah boleh masuk?" Dokter itu segera mengangguk pertanda bahwa ia di ijinkan untuk masuk ke kamar Yoongi.

"terimakasih dokter.. emm maaf sebelumnya—kalau boleh tau sebenarnya Yoongi menderita kanker apa?" tanya Jin dengan hati-hati. Dokter tersebut terlihat menghela nafasnya, sebelum kemudian ia membenarkan letak kaca matanya.

"kanker lambung stadium 3" jawabnya dengan nada berat, Jin sedikit melebarkan matanya mendengar penuturan dokter tersebut.

"k-kanker lambung? Stadium 3?" Jin masih tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, dokter itu kembali mengela nafasnya.

"iya.. dari begitu banyak kasus yang pernah saya tangani kemungkinan pasien sembuh total hanya sekitar 5% sebagian malah akan menimbulkan kanker baru setelah kanker di lambung sudah di angkat. Yoongi-ssi butuh banyak dukungan dari orang-orang terdekatnya termasuk temannya, jadi saya mohon jangan berhenti untuk menyemangatinya" Jin segera menganggukkan kepalanya dengan cepat saat dokter itu memintanya untuk tidak berhenti memberi semangat pada Yoongi.

"baiklah saya permisi dulu, masih banyak pasien yang harus saya kontrol keadaannya" dokter paruh baya itu kembali tersenyum saat akan meninggalkan Jin yang masih setia berdiri di depan pintu kamar Yoongi. dengan sedikit ragu Jin mengetuk pelan pintu berwarna coklat tua itu, sebelum kemudian sebuah jawaban terdengar dari dalam.

"masuklah" suara Yoongi terdengar lemah, tidak seceria dan sesemangat sebelumnya saat mereka bertemu untuk pertama kali. Jin segera memutar kenop pintu tersebut, sedikit melongokkan kepalanya ke dalam untuk melihat penghuni kamar nomor 7b tersebut.

Yoongi terlihat duduk di sofa kecil yang menghadap ke arah jendela, tubuhnya terlihat mungil dengan balutan seragam rumah sakit yang kebesaran itu. Jin berjalan mendekati namja bersurai cokelat itu dengan hati-hati.

"Yoon" panggil Jin dengan nada lembut, takut mengganggu kegiatan namja manis yang tengah terduduk sambil memegangi kamera tersebut. Yoongi sedikit mendongakkan kepalanya, sebelum kemudian mata sipitnya melebar sempura.

"H-Hyung? kau benar-benar datang ya?" tanya Yoongi sambil menaruh kamera miliknya di atas meja yang tak jauh dari tempatnya duduk. Jin masih tersenyum lembut sambil memandangi wajah pucat Yoongi.

"kau tidak menyuruhku duduk?"

"e-eh.. iya duduklah hyung.." Yoongi sedikit mengeser tubuhnya ke kanan, sedikit menepuk-nepuk sisi kosong di sebelahnya –bermaksud menyuruh Jin untuk duduk di sampingnya. Dengan senang hati Jin segera duduk di sebelah Yoongi, tangannya mengulurkan sebuah kotak berukuran sedang yang ia masukkan ke dalam kantong plastik. Yoongi sedikit mengerutkan dahinya, bingung dengan kotak yang di bawa Jin.

"itu apa hyung?"

"emm.. tadi kebetulan sekalian membelikan roti kesukaan kakekku, aku membeli ini untukmu" Jin segera menaruh kotak tersebut di atas meja kecil tempat Yoongi menaruh kameranya tadi, lalu dengan hati-hati ia membuka kotak tersebut –menampakkan sebuah cake berukuran sedang dengan krim vanilla dan irisan stoberi segar diatasnya. Yoongi mengerjap-ngerjapkan matanya lucu.

"cake?" tanyanya lagi. Jin menoleh ke arahnya sambil tersenyum.

"ne.. strawberry cheese cake.. mian kalau seandainya kau tidak suka, habis aku tadi bingung mau membeli apa. Tapi begitu aku melihat cake ini aku jadi teringat senyummu hehe" Jin kembali mengusap tengkuknya, dapat ia lihat kedua pipi pucat Yoongi sedikit memerah. Menambah kesan manis dimatanya.

"itu untukku hyung? aishh aku suka kok.. kenapa juga repot-repot membelikanku cake sebesar itu?" tanya namja manis itu masih dengan wajah lucunya, Jin yang gemas akan hal itu segera mencubit pelan pipi putih Yoongi, membuat si pemilik protes dan menyuruh Jin untuk segera menjauhkan tangan itu dari pipi miliknya.

"kau cerewet sekali sih? Kkk jam makan kan masih lama siapa tau kau sedang lapar. Lagipula akukan membelikan dengan ukuran sedang.. kajja dimakan, kau ada piring kecil kan?" tanya Jin kemudian.

"ehm di laci kecil sebelah ranjangku hyung" Jin segera beranjak dari duduknya, dengan cepat ia mengambil sebuah piring kecil dan garpu sebelum kemudian ia kembali duduk di sebelah Yoongi. dengan hati-hati Jin memotong cake di dalam kotak tersebut dengan ukuran sedang, sementara Yoongi masih sibuk memperhatikan setiap gerak-gerik Jin. Merasa di pandanginya Jin segera menoleh ke arah Yoongi, membuat namja manis itu sedikit gelagapan.

"kkk ketahuan sedang memandangi wajahku ya? awas naksir loh" Jin terkekeh melihat reaksi Yoongi yang ketahuan sedang memandanginya.

"e-eh siapa yang memandangi hyung.. a-aku melihat cakenya kok.. sini aku lapar~" dengan cepat Yoongi menyambar piring kecil di tangan Jin, lalu menyendokkan potongan besar cake di tangannya ke dalam mulut mungilnya, membuat krim yang membalut cake itu menempel di sudut bibirnya. Jin menggelengkan kepalanya, dengan lembut ia mengusap sisa krim yang menempel di sudut bibir Yoongi dengan ibu jarinya. Hal itu membuat Yoongi reflek menghentikan kegiatan mengunyah cake di dalam mulutnya. Kembali rona merah samar itu tampak di kedua pipinya, sangat kontras dengan warna kulit pucatnya.

"aigoo~ kau ini sangat lapar ya? lihat jadi belepotan krim begini bibirmu.. kkk"

"h-habis ini sangat enak hyung~ sudah lama aku tak makan sesuatu yang manis seperti ini kkk disini aku hanya makan makanan rumah sakit, rasanya hambar dan jangan lupa obat-obatan dengan rasa yang menyiksa lidahku ini" Yoongi sedikit mengerucutkan bibirya saat ia bercerita tentang bagaimana rasa makanan di rumah sakit tempat ia di rawat. Jin yang gemas melihat hal itu dengan cepat segera mengacak pelan surai karamel milik Yoongi.

"kkk kau suka manis ya?"

"ne! semua makanan dengan rasa manis aku suka" jawab Yoongi memperlihatkan gummy smile miliknya itu, hal itu seketika membuat Jin menghentikan kegiatannya mengacak rambut Yoongi –terpesona.

"Seokjin hyung.. gomawo" Yoongi masih tersenyum ke arah Jin, dengan cepat Jin menjauhkan tangannya dari rambut Yoongi –terlihat sedikit gugup.

"e-eh untuk apa Yoon?" tanya Jin bingung, dipandanginya wajah namja di depannya kini yang masih menatapnya dengan senyuman di bibirnya.

"untuk cake-nya dan... untuk menemaniku hari ini.."

.

.

.

.

.

.

TBC

Balasan riview di chapter sebelumnya :

Litlesugar : gimana ya? kkk lihat saja nanti endingnya sad apa happy, tetep di tunggu next chap ya XD

Princeseokjin : harus so sweet dong x) tenang saja.. ini ff full Jinsuga moment kok kkk, tetep di tunggu lanjutanny dan satu lagi.. jangan panggil author-nim. aku kan sudah pernah bilang -3-

Wujisung : karena saya sedang ingin membuat seperti itu huhuhu.. sebagai JinSuga shipper aku pengen nulis ff JinSuga yang banyak wkwk.. mereka kan juga gak kalah manis sama pairing lainnya u.u kakeknya Jin... emmbelum dijelasin ya disini sakit apa? Yaudah deh di tunggu di chapter depan aja XD

Kamong Jjong : iya ya.. aku sebenernya gatega nulis ini.. tapi yah mau gimana lagi u.u

Phylindan : benarkah udah tau jalan ceritanya? Waaah selamat (?) kkk tetep di tunggu next chap ya..

JSBTS : iya.. dia kena kanker u.u kalo untuk ending nya bakal kayak gimana.. liat saja entar XD

: makasih udah riview XD itu udah dijelasin kan dia kena kanker apa.. tetep di tunggu next chap nya ya