Take Me To The Beginning

Chapter 2

[Days Ridiculous]

Warning : YAOI, BL, SEMI RATED M, MPREG!

Story : Chanbaek – Other cast SM

{CB}

Baekhyun masih menunduk dengan kedua tangannya yang tertaut gugup. Ia duduk bersebelahan dengan Chanyeol di sampingnya. Mereka berdua tengah menjadi terdakwa dalam kasus kericuhan di atas altar tadi pagi. Tatapan tajam Yoona seolah menyiratkan sebuah hukuman mengerikan, melebihi vonis pancung.

"Ada yang ingin menjelaskan disini ?" Yoona berkata lembut namun masih tersirat kemarahan, elusan lembut Boyoung di pundak nya tidak cukup membantu meredakan emosi nya.

"Ma-maaf ma, ta-tapi dia sudah mengambil ciuman pertama ku." Baekhyun menjawab dengan takut-takut.

"Dia ? dia siapa yang kau maksud ? Park Chanyeol ? Suami mu ?"

Baekhyun pikir acara pemberkatan dan di lanjut dengan resepsi seharian ini akan memberi efek lelah, dan mengundur hukumannya sehari. Namun prediksi nya salah, emosi mama nya seakan melenyapkan kesan lelah setelah seharian menjamu tamu undangan.

"Yoo, sudah jangan terlalu keras dengan menantuku. Dia mungkin belum terbiasa." Boyoung membela Baekhyun.

"Boo, dia sudah keterlaluan" Yoona menghela nafas dan menyandarkan punggung nya di sofa.

Chanyeol menyeringai samar, memainkan kuku-kuku tangannya. Merasa menang satu langkah dari Baekhyun karena mendapat support dari sang ibu mertua.

"Sandi apartemen kalian 6104, pulang lah ke apartemen kalian. Papa yakin kalian sangat lelah dengan acara hari ini."

Heechul memberi instruksi, sementara Baekhyun membelalakkan mata nya lebar.

"Pa… aku mau tidur di kamar ku." Bekhyun merengek dengan tatapan khas anak anjing yang menggemaskan.

"NO! kalian sudah menikah. Dan apartemen itu kami berikan sebagai hadiah. Kalian harus mandiri!" Hyungsik menimpali rengekan Baekhyun.

Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga kediaman Byun. Menampilkan emosi masing-masing, ada lelah marah dan sebal. Baekhyun melirik Chanyeol dengan rasa menggebu-gebu ingin menjambak hingga botak kepala pria tinggi itu. Sedangkan yang dilirik hanya menjulurkan lidah mengejek. Oh astaga, baru hari pertama menikah Baekhyun sudah memiliki hasrat yang besar untuk menimpuk muka menyebalkan Chanyeol. Membayangkan setiap hari nya harus bertemu dari pagi hingga pagi lagi. Baekhyun bergidik ngeri membayangkan apa jadi nya hari-hari nya jika serumah dengan Chanyeol. Dan ia harus membiasakan diri hingga waktu yang tidak di tentukan.

"Ayo pulang sayang!" Chanyeol menyeret paksa Baekhyun hingga membuat suami mungil nya itu hampir tersungkur.

"Lepaskan idiot, aku bisa jalan sendiri SIALAN!" Baekhyun memberontak namun gagal karena cengkraman tangan kekar Chanyeol semakin mengeras.

Cup

"Kasar sekali, setiap ucapan kasar akan mendapat satu ciuman"

Baekhyun membolakan mata puppy nya. Ya Tuhan, drama apalagi ini ? kenapa si dumbo ini pintar sekali mencari muka di depan orangtua dan mertua-nya ?

"Breng….!" Baekhyun reflek menutup mulut nya karena tidak ingin mendapat ciuman menjijikkan lagi dari Chanyeol.

"uuuhhh, kalian menggemaskan sekali." Boyoung ber-aegyo ria melihat interaksi menggemaskan anak-menantu di depannya ini.

"Mami. Papi, mama, papa kita pulang ke apartemen dulu ya. Terimakasih untuk hadiahnya." Chanyeol membungkuk 45 derajat.

"Maaaaaaaa…." Baekhyun memelas, berharap mama nya akan memberi belas kasihan dan memberi izin untuk tidur di kamar nya saja.

"Pulang lah kalian. jika ada waktu, berkunjung lah kemari. Tolong jaga Baekhyun ya Yeol. Jika dia berbuat onar, hukum saja." Yoona bangkit dari posisi duduknya, dan mengelus puncak kepala Baekhyun singkat.

"Maaa, mama mama….. MAMA !" Baekhyun masih meronta-ronta , sedang Chanyeol kian gencar menarik pergelangan tangan Baekhyun untuk masuk ke dalam mobil.

{CB}

"Dasar raja drama!" Baekhyun bersedekap dada, saat ini mereka sedang dalam perjalanan ke apartemen baru mereka menggunakan mobil sport milik Chanyeol.

"hhmmm, hmmm, hmmm" Chanyeol tidak bergeming, malah asyik bersenandung di balik kemudi nya.

"Turunkan aku idiot brengsek!" seketika Chanyeol menepikan mobilnya dengan sedikit hentakan.

"As you wish! Cepat turun, sebelum ku lempar keluar." Chanyeol berujar kelewat santai tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan. Sementara Baekhyun hanya menganga tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Baekhyun itu, sekalipun badannya kecil tetapi memiliki gengsi yang amat besar. Menelan kembali ucapannya,adalah bukan gaya Baekhyun sekali. Meskipun ia tau resiko nya harus terlantar di jalanan seperti sekarang. Memang penyesalan itu datang nya di belakang – kalau di depan itu pendaftaran. Baiklah ini bukan saat nya berbasa-basi. Baekhyun menendang-nendang udara melampiaskan kekesalannya dengan pria kurang ajar yang baru saja menurunkan nya di pinggir jalan. Sebenarnya bukan salah Chanyeol, karena jelas Baekhyun sendiri yang meminta. Namun Baekhyun enggan mengakui itu, ia tetap menyalahkan Chanyeol. Bahwa Chanyel itu brengsek, kurang ajar, sialan, bodoh, dan idiot.

"Dompet ku, oh SHIT! DUMBO IDIOT, MATI KAU SETELAH INI!" Baekhyun berteriak-teriak seperti orang sinting. Tentu saja, siapa yang akan menganggapnya waras. Dengan pakaian formal lengkap yang sudah kusut sisa resepsi, rambut acak-acakan bekas jambakannya sendiri karena frustasi, eyeliner yang sudah luntur sana sini, dan berteriak-teriak serta mengumpat-umpat tanpa henti.

"DEMI TUHAN, AKU TIDAK AKAN PERNAH DAN TIDAK AKAN SUDI JATUH CINTA DENGAN MANUSIA SEPERTI MU PARK CHANYEOL!"

JEDEERRRR

Baekhyun terperanjat karena petir tiba-tiba menyambar, bahkan saat langit dalam keadaan cerah berbintang. Ia lupa, bahwa sumpah yang di teriakkan di bawah langit bisa saja berbalik jika Tuhan sudah berkehendak. Siapa yang tau ?

"ahjussi, bisa tolong antarkan aku ke gedung apartemen Skypark Myeong-dong 2 ? tapi aku akan membayar saat sampai sana. Dompet ku tertinggal." Baekhyun menangkupkan kedua tangannya di bawah dagu, memohon. Mengintip di balik jendela yang sedikit terbuka dalam taksi berwarna kuning itu. Supir taksi itu hanya mengangguk ringan melihat tatapan memelas Baekhyun, mirip seperti anak anjing yang kehilangan induknya.

{CB}

"PARK CHANYEOL, PARK FUCKING CHANYEOL, PARK BASTARD CHANYEOL! KELUAR KAU IDIOT!" sudah bisa di tebak seharusnya siapa yang berteriak nyaring nyaris membuat tuli. Bahkan sebelum melepas sepatu, Baekhyun sudah tidak dapat menahan umpatannya, dan berakhir seperti tarzan yang tengah marah karena rumahnya di rusak oleh musuh.

"Sudah selesai mencari udara malamnya ?" Chanyeol keluar dari dalam kamar, melihat handuk yang masih melilit di leher. Bisa dipastikan Chanyeol baru saja menyelesaikan ritual mandi malam nya, nampak segar dan kontras dengan penampilan Baekhyun saat ini.

"Brengsek! Bayar ongkos taksi ku sekarang. Dompet ku tertinggal di rumah mama"

Chanyeol mengedikkan bahu acuh dan berlalu pergi.

Ting tong ting tong

"Siapa yang bertamu malam-malam ?" Chanyeol bermonolog, sudah 10 menit ia duduk santai di sofa ruang tamu apartemen, sejak mendapat umpatan dari Baekhyun tepat nya.

"Siapa ya ?" Chanyeol melongokkan kepalanya di balik pintu.

"Ongkos taksi nya belum di bayar oleh adik tuan tadi." Itu ahjussi taksi, yang ditelantar kan selama 10 menit yang lalu oleh Baekhyun.

"Ah, maafkan adikku ahjussi. Ini…" Chanyeol merogoh uang dari saku celana pendek yang ia kenakan saat ini.

"Apa ahjussi baik-baik saja ?" Chanyeol bertanya setelah menyodorkan uang nya, sedang ahjussi taksi memberi tatapan bingung.

"Maksud ku, adik ku tadi sedikit tidak waras. Dia akan kambuh jika suasana hati nya sedang buruk, dan berkeliaran di jalan tanpa membawa uang sepeser pun. Aku takut jika tadi dia mengamuk dan mencakar muka ahjussi." Chanyeol menahan tawa mendengar ucapannya sendiri. Geli melihat ekspresi ahjussi taksi yang percaya dengan ucapan bohong nya.

"Tidak, tadi dia hanya diam. Jangan di perbolehkan keluar rumah kalu begitu. Kasihan dia, padahal masih muda." Ucap ahjussi taksi prihatin, sedang Chanyeol mati-matian menahan tawa nya agar tidak meledak.

"PARK CHANYEOL! KAMARKU MANAAAAA!" Teriakan Baekhyun membahana lagi, semakin membuat ahjussi taksi bergidik ngeri. Karena kenyataan yang ada, bahwa baru saja dia membawa penumpang gila di dalam taksi nya.

"sa-saya permisi tuan, seperti nya adik mu sedang kambuh."

Chanyeol kembali memasuk apartemen dengan tawa terbahak-bahak hingga membuat perut nya kram. Bagaimana bisa ahjussi tadi percaya dengan ucapan dusta nya. Dan keadaan semakin bertambah lucu karena teriakan Baekhyun tadi seolah mempertegas bahwa lelaki mungil itu benar gila.

"Kenapa kau tertawa ?" Baekhyun memicingkan matanya. Sekarang ia sudah kembali segar dan wangi. Dengan balutan kaos dan celana pendek, ia terlihat lebih santai dan menggemaskan.

"Bukan urusanmu!" Chanyeol menjawab ringan.

"kamarku sebelah mana ?"

"kau tidak lihat ? kamar tidur nya hanya satu. Kau tidur di sofa, dan aku di kamar"

"APA ?!" Baekhyun terkejut dengan apa yang baru saja Chanyeol ucapkan. Jangan kan berpikir satu kamar dengan pria kelebihan kalsium ini, berpikir untuk kenal saja -tidak sama sekali.

{CB}

Yoona menangis tersedu-sedu dengan tumpukan album foto dalam pelukannya, album foto Baekhyun sejak masih dalam kandungannya hingga dewasa. Sedangkan suaminya Byun Heechul, masih setia menemani dan menyodorkan lembar demi lembar tissue untuk mengusap ingus sang istri. Ini sudah dimulai sejak kepergian Baekhyun tadi. Sesekali dengan sabar Heechul mengelus lembut pundak istri nya itu.

"Hiks.. anak nakal itu, kenapa cepat sekali dewasa ? hiks.. huwaaaaaa" Heechul cukup kualahan jika tangis Yoona mulai pecah.

"Memang sudah waktu nya, tidak mungkin dia kecil terus"

"Tapi bocah itu masih sangat manja, bagaimana bisa dia harus mandiri secepat ini." Heechul mulai malas mendengar drama ini. Wanita selalu plin-plan, ia yang mengusulkan untuk membelikan apartemen agar mereka mandiri. Namun lihat, sekarang ia sendiri yang menyesal.

"Ayo tidur sayang, ini sudah malam. Apa kau tidak lelah dengan acara seharian ini ?"

"huuuwaaaaaaa, dasar laki-laki tidak peka. Aku ragu kau sayang dengan Baekhyun. Lihat, bahkan tidak ada kesedihan dari wajahmu Byun." Lelaki memang selalu salah, tolong catat.

"Ayo kita buat little Bee ? supaya kau tidak sedih lagi sayaaang" Heechul berucap setengah terlelap, tiba-tiba PLETAK! Seketika Heechul terjaga dengan kepala benjol nya.

Kriiinngg kriiiinnnggg kriiinnggggg

Yoona mebelalakkan mata nya, dengan binar bahagia. Jika di intip Heechul dari balik punggung nya, itu adalah panggilan masuk dari Baekhyun.

"Ikatan ibu dan anak memang yang terbaik." Yoona bergumam senang sebelum mengusap layar smartphone nya.

"MAMA!" Refleks Yoona menjauhkan gagang handphone nya dari telinga, jika tidak ingin gendang telinganya pecah dengan teriakan nyaring Baekhyun. Seketika Yoona menyesal sudah menangisi anak itu.

"Apa papa sudah bangkrut sehingga membelikanku apartemen dengan fasilitas hanya satu kamar tidur?"

"Ma, aku tidur dimanaa ? kamar nya hanya satu." Baekhyun terus merengek dan sesekali berteriak di seberang sana.

"Apa yang sedang kau bicarakan mini Byun ? untuk apa banyak kamar, sedang kalian hanya berdua ?"

"Tapi aku tidak mau satu kamar dengan idiot ini maaaaa" Suara Baekhyun bergetar hampir menangis.

"Kenapa tidak ? Chanyeol sudah suami sah mu Baek. Berhenti mengeluh! Kami akan membelikanmu rumah jika kalian sudah memiliki anak. Sekarang tidur dan jangan hubungi mama jika bukan masalah penting." Pip-

Yoona merutuki segala sifat menyebalkan putra nya itu. Apa yang dilakukannya saat mengandung dulu ? Baekhyun sangat cerewet, hobi berteriak dan hyperactive untuk ukuran lelaki seusia nya. Yoona menghela nafas sejenak sebelum menyusul suami nya ke alam mimpi.

{CB}

Mulai malam ini, dengan sangat terpaksa Baekhyun tidur satu ranjang dengan Chanyeol. Mereka berdebat hebat untuk menentukan siapa yang tidur di sofa, dan siapa yang tidur di kamar. Baekhyun tidak kuat dengan hawa dingin, jika tetap keras kepala untuk tidur di sofa bisa dipastikan besok pagi akan terbangun dengan hidung memerah dan demam tinggi. Ini sudah tengah malam, bahkan hampir menjelang dini hari. Tapi dua manusia berbeda postur itu masih menyibukkan teritori pembagian tempat dan luas kasur. Lihat lah, mereka hanya berbagi luas kasur, bukan berbagi luas wilayah strategis. Namun berdebat seolah-olah mereka adalah kubu Korea Selatan melawan kubu Korea Utara.

"Kau tidak boleh melewati batas guling ini" Baekhyun merentangkan guling di tengah kasur dengan bagiannya yang sedikit luas.

"Aku curiga matematika mu dapat nilai A! kau bahkan tak tau arti 50:50. Wilayahmu terlalu luas Byun!" Chanyeol sedikit menggeser guling nya, untuk memperluas wilayah nya sendiri.

"Nah, sesuai fifty fifty" Chanyeol bertepuk tangan senang saat di rasa wilayah mereka seimbang. Melompat ringan dan menyamankan posisi, Chanyeol mulai memejamkan mata. Sedangkan Baekhyun masih bersedekap dada di tepi ranjang bagiannya, tak percaya jika malam ini harus berbagi ranjang dengan Chanyeol.

"Selamat malam suamiku Park Chanyeol! " DUG! Baekhyun menendang pantat Chanyeol hingga si jangkung itu jatuh tersungkur ke lantai dengan gerakan tidak elit.

ARGH!

"Apa yang kau lakukan Byun Bitch Baekhyun ?!" Chanyeol segera bangkit dan menatap nyalang ke si mungil.

"Aku benci satu ranjang dengan mu." Kini giliran Baekhyun yang menyamankan posisi tidurnya dan mulai memejamkan mata.

Sebenarnya bisa saja Chanyeol membalas, menendang pantat sintal Baekhyun lebih keras. Namun ia urungkan karena jika di lakukan, perdebatan mereka akan terus berlanjut sampai besok pagi. Sedangkan saat ini Chanyeol hanya butuh tidur setelah seharian menyalami seribu tamu undangan.

Seketika apartemen menjadi hening saat masing-masing sudah terlelap nyaman dalam mengarungi mimpi. Jika saja apartemen ini tidak di fasilitasi kedap suara, sudah sejak tadi mereka di grebek oleh tetangga. Karena terlalu ribut dan berisik. Dua manusia berwatak menyebalkan ini sangat manis jika terlelap, hembusan udara malam seolah membawa mereka masuk ke dalam takdir baru. Takdir yang akan membawa mereka ke kehidupan yang lebih indah tanpa sadar dan semakin dalam.

.

.

.

.

.

Udah ya jangan panjang-panjang, nanti kalian gumoh. Wkwk

Kalo ada yang masih minat bakal di lanjut. Haha

Seperti biasa, feel free to review, terbuka kritik dan saran.

Klik love dong, kalo kalian cinta aku. Hehehe (maksa)

Spesial thanks to : jakun nya baek , real12gcgs , chanbaek1597 , khakikira , parkbaek267 , poppy20

(Makasih ya review nya, bikin semangat , flying kiss) HAPPY READING!

Thankseu – salam CBHS