Absolute love
Raten : T
Disclamer : Fujimaki Tadatoshi, tapi boleh ngak Ryouta-chan jadi milik Yuki, nanti Yuki tukar dengan semua karakterku waktu smp?#plak!
Story : Namikaze Yukiko-chan
Pairing : OcReaderMale x Akashi
Type : Multi-chap
Warning : Typo(S) yang tak pernah luput dari mata anda, serta karakter yang OOC, serta hal-hal yang tak berkenan yang lainnya. Masih dengan tema bumbu BL alias shonen-ai
Summary : *Tiba-tiba pingin ganti summary* Cinta itu tak ada batas. Karena cinta memiliki arti luas. Dan cinta juga tak mengenal umur, suku, ras, agama, serta …. tinggi badan. *Yuki langsung kabur, takut ada Sei-tan nogol lalu membunuh yuki dengan gunting kratmanya.*
.
.
.
.
Langsung aja di baca!
Don't like, don't read.
.
.
.
CHAPTER 02 DOKI-DOKI NO KOKORO!
.
.
Mungkin jam makan siang adalah surganya untukmu, sebab belajar setengah hari membuat perut kosong, dan kalau kosong berarti kau tak akan bisa konsentrasi di kelas karena bahan bakar di tubuhmu sudah habis. Oke, mungkin terdengar seperti yang ada di otakmu hanya makan dan basket. Tapi bukankah itu sangat masuk akal, mengingat manusia mendapatkan sebagian besar tenaganya dari apa yang dia makan.
Bagi sebangian murid di jepang, jarang sekali orang yang mau menghabiskan makan siangnya di atap sekolah. Mereka menganggap makan siang di atap apalagi sendiri karena dia tak punya teman atau sedang ingin menyendiri*. Tapi kau dan teman barumu saat ini hendak makan siang di tempat yang Author sebutkan tadi. Menikmati makan siang dengan tenang di atap mungkin adalah pilihan yang bagus. Di tambah cuaca hari ini tidaklah terlalu panas, dan langit siang ini sangat indah di pandang mata. Sebenarnya ada alasan tersendiri kau mau ikut dengan mereka. Yaitu kau tak ingin dekat-dekat dengan pemuda berambut merah, bermata dwi warna –Akashi Seijurou— yang ada di kelasmu.
"Ne, [marga keluarga]-kun akan masuk klub?" Tanya pemuda berambut hitam yang tertata rapih dan bermata sipit karena pake kacamata berwarna hitam yang berada di samping kananmu.
"Aku akan–"
"Pastinya kau mau masuk klub teniskan? Katamu tadi kau lumayan ahli bermain tenis." Sebelum kau membalas ucapannya. Kata-katamu sudah terpotong oleh temanmu yang satu lagi yang berada di samping kirimu. Dan dengan sengaja merangkul bahumu dengan kuat. Pemuda berambut coklat berambut ayam itu sangat percaya diri berbanding lurus dengan yang satu lagi.
"Benarkah itu, [marga keluarga]-kun?"
"Tentu saja bukan! Aku berencana masuk klub basket." Jawabmu mantap.
"HEEEHH…!" teriak mereka berbarengan. "KAMU SERIUS MAU MASUK KLUBNYA SI AKASHI…!" Lanjut mereka berbarengan.
"Tentu aja aku serius dengan yang aku katakan~" Jawabmu santai sambil memakan bekal makan siangmu.
"Kau mau masuk ke klub sinting itu?" Sembrot pemuda berambut coklat itu di wajahmu hampir saja kau mati tersedak kalau kau tak buru-buru meminum botol air mineralmu itu.
"Sinting?" Ucapmu mengulang pertanyaan teman barumu. "Apa maksudmu? Kaito?" Lanjut tanyamu bingung.
"Begini [Marga keluarga]-kun. Kau pasti pernah dengar Kiseki no Sedai-kan?" tanya pemuda berambut hitam.
"Tentu saja aku tahu, Yukimura." Jawabmu malas sambil memutarkan kedua bola matamu. 'aku kesini karena ingin masuk ke ke klubnya.' Batinmu.
"Jadi begini, Kiseki no sedai adalah sekumpulan cowok warna-warni yang memiliki kekuatan melebihi monster di klub basket. Ku dengar banyak sekali orang yang ingin masuk ke klubnya, tapi setelah beberapa hari, orang yang masuk klub itu akan langsung ingin cepat-cepat keluar dari klub karena tekanan mental." Jelas Kaito.
"Tekanan mental? Apa maksudnya?" Tanyamu.
"Itu di karenakan salah satu dari keajaiban suka sekali menghancurkan mental lawan yang sudah berkerja keras, [marga keluarga]-kun." Balas Yukimura.
"Namanya Murasakibara Atsushi, jika kau masih ingin masuk ke klub itu, kau harus jaga jarak dengannya. Atau paling tidak kau keluarkan kelebihanmu dalam bermain basket."
"Kelebihanku, ya…?" jawabmu bingung. Lalu kau berpikir dengan keras.
.
"Ada apa, [nama kecil]? Kau terlihat bingung…." Tanya Kaito.
"Sepertinya aku tak memiliki kelebihan deh..?!" jawabmu sambil nyegir kuda.
"Idiot" Ucap Kaito.
"A-APAN KAU MEMANGGILKU IDIOT…!" Balasmu.
"KAU MEMANG PADA DASARNYA IDIOT. MAU MASUK KE KLUB ITU SAMA AJAH MENCARI MATI…!"
"Sudahlah kalian berdua…!"
"NANI…?!" Gerammu.
Namun pertengkaran kalian pun terhenti oleh suara –
.
Teng …. Teng …. Teng …(suara bel)
.
.
Hening beberapa detik….
.
.
"Oke, kita lanjutin lagi besok…!" Ucapmu.
"Oke, siapa takut…!" Balas Kaito.
Yukimura hanya memandang dengan penuh khawatir ke kalian berdua. Memang pertemanan tidak seharusnya selalu akur, tetapi kalau hari pertama sudah bertengkar. Gimana seterusnya?
.
.
.
.
.
.
Menurut kalian gimana rasanya menjalani kehidupan sekolah? Lelah atau capek? Ataukah menyenangkan karena bisa berinteraksi dengan seumuran kalian di suatu tempat. Ya mungkin adakah yang mau menambahkan? Silahkan di ripiu setelah fic geje ini selesai #plak! Abaikan saja kata yang di ujung.
Nah, kalau di tambah ekstrakulikuler? Mungkin akan lebih capek lagi, namun menyenangkannya . Saat ada orang-orang yang entah seangkatan atau lebih tinggi satu klub yang sama dan hobby (kegiatan klub) yang sama di klub mungkin itu akan jauh lebih menyenangkan dari pada di kelas, karena bisa bertukar pikiran.
Dan di jepang, setiap siswa-siswi di wajibkan untuk mengikuti ekstrakulikuler setelah jam sekolah.
Dan tak terkecuali kamu, yang saat ini sudah berada di kantor guru. Untuk mencari pelatih pria basket di sekolah barumu. Ngak banget kali, kalo kamu dateng-dateng ke klub dan lalu bilang mau jadi anggota baru. Entar malah kamu bakal di lempar gunting sama si kapten neraka.
Setelah sesi wawancara dengan pelatih. Akhirnya kau di terima olehnya. Oh, betapa senangnya engkau saat itu. Dan pelatih menyuruhmu untuk ke lapangan basket denganya. Mungkin untuk memperkenalkan dirimu secara resmi dengan para anggota yang telah lebih dulu masuk jadi anggota dan juga menyelamatkan nyawamu dari sebuah gunting sakti.
.
.
.
.
"Ho~ jadi si cewek ini akan masuk anggota? "
"Ye, [marga keluarga] ternyata masuk klub kita suu~ nanti pulangnya kita one on one yuk~"
"Jadi kamu beneran masuk, bu-bukan karena aku ngitip kamu saat di ruang guru. Aku kebetulan lewat saja!"
"[marga keluarga]-kun, ku harap kamu bisa betah di sini."
"[marga keluarga]chin, apa kamu punya makanan lagi?"
"Ah, anggota baru ya~ selamat datang di klub basket~ ah, namaku Momoi Satsuki yoroshiku."
Entah kenapa suasana di GYM serasa damai, mungkin di karenakan kapten neraka belum muncul karena ada yang harus di kerjakan. Jadilah mereka hanya bisa mengobrol karena latihan tidak di awasi oleh si surai merah. Mereka keliatan sangat menikmati suasana damai ini di tambah pelatih ada urusan dadakan dan langsung cabut dari GYM.
Semua terlihat baik-baik saja sebelum kau dan semuanya menyadari bahwa ternya—
BRAK!
"Semua lari keliling sekolah 20 kali."
—ta si kapten berdarah dingin sudah menyelesaikan urusannya.
.
Baru beberapa putaran, hujan secara tiba-tiba turun dengan deras. Membuat para member Kiseki no Sedai basah kuyub, termasuk juga kau. Untungnya Akashi memberi perintah untuk melanjutkan lari di dalam GYM.
Setelah berlari, pemanasanpun di mulai untuk para member klub minus Kuroko, karena dia sudah pingsan duluan karena kecapean berlari.
'Seandainya aku bisa pingsan kayak Kuroko.' Batinmu dan para member klub nista, kecuali Akashi tentunya.
Latihanpun berakhir pukul 6 sore, namun hujan masih belum berhenti. kau menyesal tak mendengar nasehat ayahmu untuk selalu membawa payung apalagi ini adalah musim hujan. Anggota yang lain sudah pulang duluan, dan hanya kau yang masih berada di GYM sekolah. Namun saat kau keluar dari tempat ganti, kau melihat Akashi sedang bersandar di pintu GYM.
"Akashi-san kenapa belum pulang?" Tanyamu.
"…." Dia tidak membalas pertanyaanmu.
Kau melihat dia beberapa saat lalu sebuah suara Akashi memecahkan keheningan ketika dia hendak pulang menggunakan payung yang tersedia di koridor sekolah.
"Kau mau pulang tidak. Atau kau mau menginap di GYM, kebetulan penjaga sekolah sedang sakit hari ini. Kalau mau kau bisa menggantikannya" Ujar Akashi mengejutkanmu.
"Mn, sebenarnya aku juga mau pulang, ta-tapi—" sebelum kau menyelesaikan ucapanmu.
"Kau berniat untuk menunggu sampai malam. Hujan seperti ini tak akan bertahan lama. Kalau mau kau bisa sepayung denganku." Sebelum ucapanmu selesai Akashi sudah memotong ucapanmu.
"Eh, ta—" inginya sih kau membantah namun belum selesai kau sudah di pelototi oleh mata dwi warna itu.
"Ba-baiklah." Jawabmu terpaksa ikut perintahnya di karenakan takut sama dia, di tambah si Akashi memasukan kedua tangannya ke saku celana, takut ada gunting merah yang mendadak mendarat ke kepalamu.
Setelah itu kalian berdua berjalan ke gerbang SMP Teiko dengan menggunakan payung Akashi ehem berdua. Entah kenapa suasana seperti ini membuat hati para fujodashi yang kebetulan lewat berdoki-doki ria sambil menahan jeritanya di bawah pohon sekolah. Melihat kemesraan kalian.
.
.
.
—Ano Yuki? Tidakkah kau berfikir bahwa naskah yang di atas sepertinya salah deh?
—Eh, benarkah…?
—Wah….. inikan naskah buat tugas novel bahasa Indonesiaku! *baru sadar*
.
.
.
Back to real naskah! Adegan di ulangi lagi!
Entah kenapa suasana seperti ini membuat hatimu berdoki-doki ria. Kamu sendiri pun tak bisa mengartikannya.
Entah kenapa waktu terasa seakan lambat buatmu. Ingin sekali kau lari dari Akashi, namun kau tak bisa melakukannya di karenakan kau yang memegang payung milik Akashi. Kalau kau kabur dari dia, otomatis payung berwarna transparan tersebut akan terbawa olehmu yang artinya serangan gunting tepat sasaran ke kepalamu karena meninggalkan Akashi dengan keadaan basah oleh hujan. Kalaupun di lempar, hasilnya bakal sebelas-duabelas, bakal kena serangan gunting. Kalaupun di berikan ke Akashi, kamu bakal seratus persen yakin bakal kena tusukan gunting sebelum kau bisa meloloskan diri.
Ouh…
ouh…
Dan lihatlah mukamu yang agak memerah, wah terlihat kawaii sekali apalagi sambil gerogi di sebelah Seto Kaicho** tersebut. Andaikan kau tau bahwa tingkahmu membuat sebuah senyuman —atau dalam hal ini seringai— dari bibir seksi Akashi mengembang. Dan kali ini dia dengan sengaja merapatkan dirinya . Hampir saja kau mati meledak karena menahan malu yang berkepanjangan. Kalau saja kau sudah sampai di halte bus terdekat. Lalu dengan secara tak sopan kau pergi dari Akashi tampa memberi salam terlebih dahulu.
.
.
.
.
.
.
Kembali ke sekolah bukanlah hal yang patut di harapkan terutama olehmu. Bukan, bukan karena kau ingin menghindari pelajaran sejarah jepang, bukan juga menghindari ulangan matematika yang akan di laksanakan hari ini.
Di karenakan kau akan bertemu kembali dengan pemuda dwi warna yang selalu mengatakan kata Absolute.
'Oh Kami-sama, andai engkau tau hambamu yang paling ganteng dan kece badai ini tak kuat menahan cobaan darimu.' Batinmu nista saat memasuki pintu kelas.
Ingin sekali kau berteriak 'AKU BUKAN KARAKTER HOMO!' namun jika kau berteriak seperti itu di lorong atau di jalan yang ramai. Dapat di pastikan kau akan langsung di bawa kerumah sakit jiwa. Dan ayahmu tersayang akan mengutukmu seumur hidup karena mencoreng nama keluarga sendiri. Ups, kayaknya kau dulu terlalu sering bergaul dengan otaku cewek yang menamakan diri mereka Fujoshi, makanya otakmu ikutan konslet.
Hah~ menghela nafas untuk kesekian kalinya. Kau tak bisa mundur lagi, apalagi kau sudah memutuskan untuk tetap sekolah di SMP Teiko. Kalau kau pindah sekolah mau di kemanakan mukamu yang saat itu kau memohon-mohon pada ayahmu agar pindah sekolah dengan syarat harus mendapatkan nilai yang bagus saat ujian masuk dan ujian lainnya di sekolah barumu.
Mau taruh di kemana?
Di tempat sampah?
Kau memasuki kelas dengan langkan percaya diri walau dalam kenyataannya, dalam hati. Kau takut setengah mati. Karena masalahnya kau duduk di belakang Akashi, yang pasti saat pelajaran berlangsung kau tak akan bisa berkonsentrasi dengan baik karena menatap pemuda yang berada di depanmu secara terus-menerus 'kan?
Dan siapa sih yang tidak akan peduli dengan seseorang yang kau kagumi dan yang kau sukai tersebut. Apalagi saat ini dia saat ini menghadap k arahmu dan menatapmu dengan intens. Kau pun berpura-pura membaca sesuatu agar kalian tidak saling melempar pandangan. Namun hal ini tak berlangsung lama, berterimakasihlah pada Himuro Tatsuya-sensei yang saat ini hendak mengajar mata pelajaran bahasa inggris di kelasmu.
.
.
.
"Baiklah anak-anak, bagaimana kalau kita mengadakan presentasi kelompok yang terdiri dari 5 orang yang harus mempresentasikan Water Cycle*** besok." Sebuat kalimat yang mengejutkan dari Himuro-sensei kepada murid di kelasmu, langsung membuat mereka langsung kompak mengatakan—
"EEEEHHHH….! APA NGAK KECEPETAN PRESENTASINYA…!" Protes para siswa-siswi bersamaan di kelas.
" Soalnya sensei ada perlu minggu depan, jadi besok saja presentasinya ….. Kalau tidak ada salah satu kelompok mengerjakan maka sensei akan menyuruh kalian buat bersihin lantai sekolah pakai lidah kalian masing-masing loh~" Jawab Himuro-sensei dengan memasang muka mempesona sekaligus mengeluarkan Pheromone berlebih, yang membuat para siswi di kelas kelepek-kelepek.
Seperti pepatah lama mengatakan, jangan melihat seseorang dari sampul mereka. Bisa jadi orang yang terlihat baik di matamu, bisa jadi sewaktu-waktu ke mode kejam kayak Himuro-sensei. Yang hampir sebelas duabelas sama dengan murid SMA di fandom tetangga, yang menceritakan tentang anime American football. Dan dia selalu membawa senjata dan suka bawa buku hitam laknat, yang membuat orang lain takut denganya.
"Nah sensei memberikan kebebasan buat kalian buat kelompok masing-masing"
'Aduh aku sekelompok sama siapa ya? Jangan sampai aku sekelompok sama Akashi.' Batinmu.
Lalu kau melihat temanmu Kaito dan Yukimura sepertinya kekurangan anggota, dengan segera kau meluncur ke tempat mereka yang berada di seberang sana*emang sungai*
"Hei boleh aku gabung kelompok kalian?" tanyamu.
"Boleh kok… jadi tinggal 2 orang lagi" balas Yukimura ramah.
"A-ano, boleh aku ikut kelompok kalian" Ucap seorang gadis yang kalau kau tak salah dia di panggil Hajime oleh para siswa di sini saat perkenalanmu waktu itu.
"Boleh-boleh! malah kami malah seneng banget ada di kelompok kami." Balas Kaito terlihat senang.
"Cuma kaito-kun doang yang ngarep. Hihihi …." Canda Yukimura yang di balas Kaito dengan membisikan sesuatu di telinga Yukimura hingga membuat si empunya memerah. Entah apa yang di bisikan olehnya, yang pasti itu adalah sesuatu yang memalukan buat Yukimura itu sendiri.
"Berarti tinggal satu lagi." Gumanmu.
"Apa masih ada kelompok yang anggota kurang?" Tanya Himuro-sensei tiba-tiba. Refleks saja Kaito mengangkat sebelah tangannya.
"di sini sensei, kurang 1 orang lagi!" Jawabnya bersemangat.
"Baiklah, Akashi akan masuk kelompok kalian."
'Oh, Akashi akan sekelompok dengan ki— EEEEHHH….! Se-sekelompok dengan si raja setan?!' batinmu rada loding please wait tadi.
"Nah, pembagian sudah selesai. Sekarang kalian presentasikan besok, pertama adalah…."
.
.
.
.
.
~To Be Continue~
Yuki : selamat pagi *entah yang baca fic geje ini sore atau malem and ini fic di publis kayaknya sore*, Kembali lagi dengan saya, Jeremy tet-*langsung lempar sandal ke Yuki*
Readers: yang bener dong, ngasih salamnya! *sambil ngamuk*
Yuki : iye, aku ulang ya~. Hai semuanya~ ketemu lagi bersama Yuki nih yang membawakan fic nista multi-chap yang nomor wahit! *soal'y baru sekali buat multi-chap di fandom ini :3* . pengakuan cinta OC kita ke Sei-tan belum kelihatan di sini, nanti di chap tiga. Dan entah kenapa aku kepikiran buat Tatsu-chan jadi sensei di sini. Mungkin gara-gara ada yang riques kali ….. kalian pasti menunggu sangat lama sampai jamuran gak? #plak!
Readers : iya bener kami kelamaan nunggu, biasanya dalam waktu kurang dari seminggu udah publish kelanjutan fic.
Yuki : habis hujan melulu sih, jadi gak bisa ke warnet. Kalau pake laptop sendiri susah buka fanfiction net di tambah alat pengisi baterai laptop rusak jadi gak bisa di lanjutin buat ngetik fic-fic ku.
Readers : alesan.
Tetsu-chan : dan ini fic tidak akan ada nyawa tampa ada yang meripiu hasil kerja Yuki-san. *sambil pasang muka datar*
Yuki : AAH…! Tetsu-chan sejak kapan kamu di sini?! *kaget*
Tetsu-chan : aku sudah ada di sini dari tadi Yuki-san. Dan tolong bisahkah anda memanggil saya tampa akhiran –chan?
Yuki : kan, Tetsu-chan terdengar kawaii~ di bandingin Tetsu-kun. Lagipula Tetsu-kun itukan panggilan sayang Satsuki-chan ke kamu. Udah ah, di tutup ajah. Nah, Ryouta-chan monggo di tutup dengan big thanks'y sama balasannya!
Ryouta-chan : oke-suu~ ini special thank buat —
Yuuki Hanami Kata Yukicchi ini udah lanjut.
Keita (Guest) Kata Yukicchi ini juga udah updet. Kata Yukicchi ini Tatsu-chan*bukan Tetsu-chan* udah di munculin, walau Cuma sebentar sih. Hehehe…..
—Tapi kok aku juga di tambah –chan, suu~ sedangkan Akashicchi ngak?
Yuki : soalnya kalau di panggil 'Sei-chan' kok serasa mirip panggilan sayang Reo sama dia. Hehehe….
Readers : 'tapi kedengaran kayak setan bukan 'Sei-tan' kalau gak di dengerin baik-baik' batin.
Minna (para chara) & Yuki: kami akan muncul tahun depan *supaya bikin penasaran ajah*
Readers : KELAMAAN!
Yuki :iya deh, kalau Yuki sempat bikin *di hajar massa* habis banyak tugas Yukinya setelah Yuki udah kelas XII. ah, minna-san pernah di suruh buat tugas presentasi bahasa inggris ngak?
Keterangan
*menurutku. Soalnya rata-rata di anime kalau chara makan sendiri di atap berarti pingin menyendiri makanya datang ke atap sekolah.
**Seto Kaichou artinya bisa jadi ketua OSIS.
*** Bagi yang gak tau, water cycle berarti siklus air dalam bahasa inggris.
.
.
.
.
.
.
Words : 2,654
Salam Yukiko-chan ^-^
