Pairing : SasuSaku x GaaSaku
Rate : M
Genre : Friendship, romance, humor, hurt/comfort (maaf jika banyak typo, hehe)
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
WARNING : 00C, alur gaje cerita buatanku, lebay (mungkin), author masih pemula (maklumi), untuk yang sengaja maupun yang tidak sengaja membaca fanfic abal-abal ini tolong komen ya *0* (plak).
/
/
"Ini…"
"Android!"
"Saku?"
/
Chapter 2
/
/
Sebuah mobil Sport hijau kini tengah terparkir dengan kecepatan putaran hampir menyerupai lingkaran sempurna. Sang pengemudi-pun keluar dengan gerakan yang sangat tergesa-gesa, beberapa kali ia benarkan letak kacamatanya yang melorot. Wajahnya tak lepas memperhatikan layar ponsel, dan jemarinya dengan lihai mengetik beberapa nomor, dan langsung mengkilik tombol 'Call'.
"Kimimaro, segera siapkan tiket menuju Amerika, sekarang!" perintahnya cepat saat mendapat jawaban diseberang sana.
Langkahnya semakin cepat saat melihat jam tangan hitam miliknya, "Ck, aku tidak boleh membuang waktu." Decaknya entah sudah berapa kali. "Kau merepotkan, CB-02 Cherry."
/
/
/
/
"A-aku, tidak salah lihat kan, Teme?" Tanya Naruto menoleh pada Sasuke.
Pemuda Emo itu tidak menjawab, mana mungkin ia menjawab disaat dirinyapun bingung setengah mati. Kini, ada sebuah fenomena luar biasa terpampang jelas dikedua mata pemuda itu. Sosok yang tengah mereka perhatikan sedang duduk dengan tenang, kepala yang dihiasi rambut Bubblegum itu bergerak miring saat memperhatikan kedua pemuda tampan yang juga tengah menatapnya Intens.
Sasuke masih mempertahankan posisinya saat mata Onyxnya menemukan sosok pink itu keluar beranjak pergi dari peti batu itu. Satu kali lagi, mata Obsidan itu menyapu bersih penampilan sosok pink disana, mata Emeraldnya yang indah, kulit seputih susu tanpa cacat, warna rambut yang unik, dan sikapnya yang terkesan polos.
Sedangkan Naruto sedari tadi masih menggumamkan kata 'Ini mimpi?' atau 'Ini nyata?' dua pertanyaan yang sejenis. Tidak hanya pernyataan Sasuke barusan membuat sosok pink itu terlihat sangat tidak biasa, bahkan pemikiran Naruto berkata akan sangat terkesan luar biasa saat menyadari sosok itu adalah seorang 'Andorid'.
Android, teknologi canggih masa kini, tidak dalam bentuk ponsel atau yang lainnya, melainkan bentuk manusia yang sempurna. Memiliki berbagai program yang bahkan sangat langka, sebagian besar untuk mengaktifkannya butuh password yang khusus. Tentu yang mengetahuinya adalah sang penciptanya, tapi berbeda dengan yang ini. Sosok yang ternyata adalah Android itu bergerak tanpa dikendalikan sedikitpun layaknya manusia normal.
Masih dengan rasa kagum bercampur bingung, Naruto menghampiri sosok pink itu, "Kau, apa benar kau Android?" tanya Naruto hati-hati.
Sosok itu memiringkan kepalanya kekanan dan kekiri, mata Emeraldnya begitu indah dan bercahaya, bibirnya yang begitu natural membuatnya seperti sebuah boneka yang imut. (Ehm, dia robot). Naruto bergeming saat melihatnya dari dekat, sungguh pemandangan yang indah.
"Siapa namamu?" tanya Sasuke tiba-tiba.
Naruto pun segera kembali dari pikirannya saat mendengar pertanyaan Sasuke, meski ada benarnya juga. Apa salahnya mereka tahu nama Andorid ini.
Sekali lagi, sosok pink itu memiringkan kepalanya kesamping, jika diteliti sepertinya ia sedang bingung. "Saku?" Jawabnya seraya menopang dagu.
"Dari tadi dia bilang begitu." ujar Naruto heran.
"Sepertinya ada masalah dengan program Andorid ini," tebak Sasuke seraya mendekati sosok pink itu. mata Onyx miliknya memperhatikan sosok itu Intens, sedangkan yang diperhatikan masih dengan wajah yang dimiringkan bergantian.
Naruto bersorak, "Aha, bagaimana kalau kita memberinya nama?" usulnya menjentikkan jari.
Sasuke menatap Naruto datar, "Kalau begitu kita bawa pulang saja dia, menjadikannya istri, dan hidup bahagia selamanya." jawab Sasuke sekenanya.
Naruto melongo mendengar jawaban itu dari Sasuke, "Kau gila!" tuduh Naruto.
Sasuke mengerling, "Kau yang gila, seenaknya ingin memberinya nama, bagaimana kalau Andorid ini memiliki sistem yang biasa disebut 'Cherry Blossom' kau mau mati ditangannya?" gertak Sasuke.
Naruto mengerutkan alisnya, "Apa maksudmu?"
Sasuke menghela napas, "Program dalam setiap robot berbeda-beda, ada yang memakai Otomatis system dan non, jika yang non, kita dapat mengetahui apa saja kelebihan dari program tersebut karena sejak awal memang belum dirancang, tapi sebaliknya jika program itu otomatis maka kita tidak tahu kelebihan apa yang terdapat dalam robot tersebut," Sasuke mendekati Andorid itu, "Kebanyakan Andorid Man Type telah dipasang Software mematikan dengan berbagai peralatannya." pemuda Emo itu menoleh pada Naruto.
Naruto masih mengerutkan alisnya, "Jadi, menurutmu Andorid ini diciptakan sebagai mesin pembunuh?" tanya Naruto.
"Aku masih belum yakin, tapi sepertinya~" perkataan Sasuke terpotong saat sosok pink itu menodongkan sebuah Mecanincgun yang tiba-tiba keluar dari tangannya.
Sasuke dan Naruto bergeming, entah takut atau bingung, yang jelas kini mereka diam melihat perlakuan dari Android ini.
"Programpenghancur, Standbuy!" Tiba-tiba sebuah suara keluar dari Andorid itu, seperti rekaman otomatis yang aktif tak kala bahaya datang.
"A-apa yang terjadi?" tanya Naruto pada Sasuke, namun sayang yang ditanya ternyata berekspresi sama, -bingung.
"Siapa kalian berdua sebenarnya? kenapa kalian tahu banyak tentang program kami?" tanya Andorid itu dengan sikap siap tempur.
Seakan mengerti mengapa sikap Android ini tiba-tiba berubah, Sasuke segera angkat bicara. "Tenang saja, apa kau berpikir kami adalah sebuah ancaman untukmu?" tanya balik Sasuke.
Android itu memperhatikan Naruto dan Sasuke bergantian, tatapan intograsi. "Sepertinya tidak," Jawabnya seraya kembali bersikap normal.
Naruto hanya mengangkat sebelah alisnya, bingung dengan perubahan sikap makhluk dihadapannya ini. Tadi bersikap polos, ekh sekarang malah seperti perajurit yang sedang mengawasi tawanannya.
"Kini aku ingin tahu, dari mana asalmu?" tanya Sasuke penasaran.
Biip. Tiba-tiba Andorid itu kembali berdiri tegap, mata Emeraldnya sesaat berwarna kemerahan dan kembali kewarna semula. "System off!" Ujarnya bergeming. "Saku?" Sambungnya.
"Yaah, dia bilang begitu lagi." desah Naruto bingung.
'Ck, jadi begitu ya.' batin Sasuke kesal.
"Sasuke, apa kau mengerti tentang program Andorid ini?" tanya Naruto yang angkat tangan mencoba berpikir tentang hal berbau ilmiah seperti ini.
Sasuke menoleh pada Naruto, "Andorid ini dipasang program rahasia, setiap kita melontarkan pertanyaan yang berhubungan dengan penciptaannya, secara otomatis dia akan mematikan programnya sendiri." jelas Sasuke.
Sebuah lampu muncul dikepala durian itu, "Oh, jadi diibaratkan seorang anak yang mematuhi perintah orang tuanya agar tidak mudah menjawab pertanyaan yang bersifat pribadi dari orang asing." ujar Naruto.
Sasuke menatap sahabatnya itu datar, tidak menjawab kepastian yang baru saja dilontarkan Naruto tadi. Biarlah sipirang itu mengerti penjelasannya dengan caranya sendiri.
"Susah kalau begini caranya, tidak ada gunanya kita melontarkan pertanyaan." ujar Sasuke terduduk.
"Bagaimana kita bawa pulang saja dulu, bisa gawat kalau orang lain yang mengetahui keberadaannya." tawar Naruto.
Perkataan Naruto ada benarnya juga, dua orang saja sudah cukup untuk mengetahui kejutan dari misteri piramida dikawasan Amerika ini. entah bagaimana jadinya jika yang menemukan benda itu~Android~ adalah orang yang tidak bertanggung jawab. Dan Sasuke pun tidak mau mengambil resiko karena dianggap membawa wanita kedalam apartemennya. Karena kalian sudah tahu, Android ini memiliki fisik layaknya seorang wanita.
Kini Sasuke dan Naruto sudah sampai keapartemen mereka 'L.A Apartement', tempat tinggal sementara selama mereka berada diNegeri matahari ini. Sebuah gedung yang dikhususkan untuk para pelajar dari berbagai negeri yang mencari ilmu disini, ukurannya cukup untuk menempatkan dua hotel sekaligus. Apa masih pantas disebut Apartemen?.
Sasuke dan Naruto berada disatu kamar atau bisa dibilang satu ruangan besar yang sama. Mereka tidak mau repot-repot beda kamar, karena tentu saja pekerjaan penelitian mereka tidaklah hanya dikerjakan pada saat tertentu bukan?.
"Yosh, ayo masuk Sakura-chan." ujar Naruto pada seseorang? siapa?.
"Siapa? Sakura?" tanya Sasuke menoleh pada Naruto.
Naruto mengangguk, "Ya, aku memberinya nama itu, bagus bukan?"
"Kau, gila?"
"Lagipula nama itu cocok untuknya," jawab Naruto seraya menatap sendu sosok Android yang kini bernama 'Sakura'.
Sasuke tersentak dengan perubahan mimik Naruto, jarang sekali siblonde itu terlihat redup. "Ya, terserah kau saja." ujar Sasuke mengalah.
Sakura pun -masih dengan sikap polosnya, masuk kedalam. Ekspresinya tetaplah biasa, seperti seekor peliharaan yang menurut pada tuannya. Disana terlihat Naruto yang menyimpan barang-barang dilemari, entah apa itu. Sedangkan Sasuke berjalan memasuki kamar mandi, badannya begitu lengket dan kusam, mungkin karena mengurusi Android yang kini sah bernama Sakura itu. Berbicara tentang Sakura, Sasuke langsung menoleh kearah sosok pink itu, dia sedang duduk manis disofa, kedua tangannya ditumpu diatas pahanya, mata Emerladnya tetap kosong berbeda dengan saat programnya aktif, matanya terlihat begitu hidup dan bercahaya.
Merasa kini pikirannya sudah melenceng, Sasuke segera berbalik dan kembali berjalan memasuki kamar mandi.
/
/
/
/
Hari semakin menunjukkan gelapnya malam, namun kota diNegeri matahari itu masih saja belum terlihat lelah, sebaliknya kesibukkan semakin melanda kota. Suara mobil BMW hitam itu menambah ricuhnya malam, kecepatannya benar-benar diatas batas standar, beberapa polisi lalu lintas sering kali mengejarnya karena melanggar peraturan. Namun sayang mereka selalu gagal, entah mesin apa yang ditanam dalam mobil itu, begitu cepat.
"Cih," beberapa kali sang pengemudi berdecih tak kala melihat jam tangannya.
"Ingatlah, aku hanya memberimu waktu tiga hari, lebih dari itu kau akan binasa, Kabuto!"
"Cih,"
.Piiiip. ponselnya berbunyi, matanya yang dilapisi kacamata itu terlihat membulat.
"Halo Tayuya, apakah sudah ketemu?" Tanyanya antusias.
"Maaf Kabuto-sama, kami belum menemukannya." Jawab seseorang diseberang sana.
Kabuto menghela napas berat, "Tapi apakah kalian sudah sampai di piramida itu?"
"Sudah, umm maaf tuan, kami memiliki kabar buruk." Ujarnya.
Oh ayolah, selama beberapa hari ini adalah hari terburuk dalam hidupnya, apakah masih belum cukup penderitaannya selama ini?.
"Apa maksudmu?" tanya Kabuto dengan raut wajah yang mulai panik.
"Beberapa waktu saat kami mendapat perintah dari tuan untuk mengambil Android itu dipiramida, ternyata." ujar Tayuya ragu.
Wajah Kabuto semakin pucat, "Ternyata apa?" jangan sampai pikirannya ini menjadi nyata.
Terdengar Tayuya sedang mendesah panjang, "Ternyata dia sudah hilang."
Ciiiiiit. Reflek Kabuto mengerem mobilnya, kini napsanya terengah-engah, bukan karena tubrukan mobilnya dengan pagar pembatas jalan, namun karena pikirannya saat ini. Bagaimana tidak, dia sudah diberi peringatan oleh Gaara agar bisa mendapatkan Android itu kembali, namun kenapa sekarang malah hilang?. Apa yang akan terjadi padanya jika Gaara tahu hal ini?.
"Tidak boleh, Gaara tidak boleh tahu tentang ini, aku harus segera menemukannya jika tidak aku akan dipenggal olehnya." ujar Kabuto ketakutan.
Tangannya bergerak liar mencari tombol untuk mengaktifkan GPS mobilnya, tak lama muncul sebuah alternatif seperti sebuah tempat flashdisk namun lebih kecil. Dengan segera Kabuto memasukkan Chip dan menekan tombol On. Beberapa saat kemudian setelah layar GPS itu mencari data, sebuah gambar tertera disana, sebuah gambar yang berbentuk gedung besar dan bertuliskan…
"L.A Apartement, umm?" ujar Kabuto menyeringai.
Kabuto, yang menciptakan segala macam teknologi canggih dimasa modern ini. menggunakan berbagai macam program terkenal didunia, mengolahnya menjadi sesuatu yang bahkan belum ada, contohnya sebuah Android, ciptaan keDua-nya adalah Sakura, sebuah robot yang dikhususkan untuk bertarung atau penghancur 'Cherry Blossom', berbagai perusahaan rela memberikan harga tinggi demi mendapatkannya, namun bagi Kabuto ciptaannya bukanlah untuk diperjual belikan, tapi untuk mencari sesuatu yang baru, hanya itu.
Tapi suatu ketika, seseorang yang selama ini menjadi saingan terberatnya dalam hal teknologi adalah perusahaan Sabaku diSuna, mereka adalah perusahaan kedua yang terbaik didunia setelah Kabuto. Namun yang berbeda, Sabaku rela menggunakan cara apa saja agar mereka tetap jaya, bahkan dengan cara licik sekalipun. Hal itu membuat Kabuto muak. Pernah suatu ketika Kabuto membantah tentang penghargaan yang didapat Sabaku, karena menurutnya yang pantas mendapatkannya adalah dia. Namun hal itu membuat dirinya jatuh kedalam perangkap mereka. Kabuto dituduh sebagai peniru karena hampir semua ciptaannya sama dengan milik Sabaku, dan bukti-bukti pun banyak dimiliki oleh mereka. Saat itu Kabuto jatuh, dirinya tak lagi menjadi nomor satu, bahkan karirnya berhenti saat itu juga. Dan semua itu terjadi dengan bukti-bukti palsu.
Hal itu juga yang membuat Kabuto mengabdi kepada Sabaku, memberikan semua ciptaannya pada mereka termasuk yang kini Gaara inginkan, yaitu Android miliknya.
"Ck, sebenarnya siapa mereka yang tahu keberadaan Androidku?" tanya Kabuto heran.
Selama ini hanya ia yang tahu tentang keberadaan Sakura, dan alasannya menyembunyikan Sakura adalah agar Sabaku tidak mendapatkannya, kalian pasti tahu jika Android seperti Sakura yang memiliki program Cherry Blossom bisa jatuh ketangan mereka? berbahaya. Namun sayang, sebuah informasi penting itu bocor karena salah satu pengabdi Kabuto adalah mata-mata suruhan Sabaku, saat itu Kabuto tak bisa mengelak.
"Dua hari, jika hari ini aku masih belum juga mendapatkannya, tamatlah riwayatku." lirih Kabuto seraya kembali menyalakan mobilnya.
"Untung saja aku memasang Chip yang bisa melacak keberadaan Android itu, jadi aku tahu harus kemana untuk mencarinya." Pemuda itu segera menancap gas.
/
/
/
/
"Woi Sasuke! lama sekali sih? aku mau mandi." omel Naruto seraya menggebrak pintu kamar mandi.
Sasuke membuka pintu itu dengan wajah kesal, "Baka, lama apanya? aku baru lima menit disana." Ujarnya seraya berjalan dengan handuk diatas kepala.
"Benarkah? kalau begitu cepat sekali kau mandinya?" tanya Naruto heran.
Sasuke duduk dikursi kerjanya seraya menyeruput teh hangat, "Berlama-lama mandi dimalam hari itu tidak baik untuk kesehatan." Jawabnya.
Naruto menepuk jidatnya, "Aku lupa, hehehehe." Ujarnya cengengesan seraya memasuki kamar mandi.
Sasuke mengerutkan alisnya, dia baru sadar teh siapa yang kini diminumnya ya?. rasanya tadi dia tidak membuat teh. Haah, dasar Uchiha yang satu ini, terkadang seenaknya berbuat sesuatu yang bahkan belum dipikirkannya sama sekali.
'Tapi ini teh herbal, kesukaanku.' batin Sasuke bingung. Mungkin Naruto yang membuatnya.
"Hei Dobe, apa kau yang membuatkanku teh herbal ini?" tanya Sasuke pada Naruto yang ada dikamar mandi.
"Apa? aku tidak membuatnya." jawab Naruto didalam sana.
Sasuke semakin mengerutkan alisnya, jika memang bukan Naruto yang membuatnya lalu, siapa?. Reflek Sasuke menoleh kearah dimana Sakura berada, dan betapa kagetnya saat mengetahui Android itu sudah tidak ada. 'Kemana dia?' batin Sasuke.
"Apakah tehnya enak, tuan?" tanya Sakura tiba-tiba muncul dihadapan Sasuke.
"WHOAAA!" teriak Sasuke, hey seumur hidupnya baru kali ini dia berteriak sekencang itu.
. Terdengar suara ricuh didalam kamar mandi, "Ada apa Teme?" tanya Naruto panik keluar dan dari kamar mandi, dengan penampilan yang masih~err. Ano, belum berpakaian.
"GYAAAAA!" teriak Sakura saat melihat Naruto dengan tubuh polosnya.
Sasuke melongo melihat dan mendengar Sakura berteriak, tapi bukan itu yang kini ia pikirkan, "Baka Dobe, pakai bajumu!" perintah Sasuke dengan menendang Naruto kembali masuk kamar mandi. Apa-apaan sih siBlonde itu, keluar masuk kamar mandi dengan sembarang penampilan disaat ada seorang wanita, benarkan Sakura wanita?.
Sialnya, bukannya masuk kekamar mandi, Naruto malah terpeleset kelantai dengan berputar-putar karena dorongan Sasuke begitu kuat. Dan ~BUAGH.
"KYAAA!" teriakan Sakura semakin histeris saat Naruto menabrak dinding dengan gaya yang, sungguh tak layak dibicarakan. "Apa dia gila?" tanya Sakura pada Sasuke.
"Kenapa kau bertanya begitu? lihat saja tingkahnya." jawab Sasuke memijit keningnya. Tunggu dulu, apakah tadi Sakura bertanya padanya? bukankah programnya sudah mati? akh Sasuke lupa bukankah Sakura Android type robot non otomatis.
"Hihihihi, tapi lucu." ujar Sakura tertawa lepas.
Sasuke bergeming saat melihat wajah cantik nan manis itu memperlihatkan kegembiraannya. Bagaikan terkena hembusan angin musim semi. "Kawaii." ujar Sasuke tanpa sadar.
Sakura menoleh pada Sasuke dan memiringkan kepalanya, "Nani? kawaii?" tanya Sakura.
Sasuke sadar akan perkatannya barusan, ayolah, selama bertemu dengan Android ini dia jadi sering berpikir diluar logikanya. "Maaf, bukan kepadamu aku mengatakan itu." ujar Sasuke membuang muka, mencoba menyembunyikan rona merah diwajahnya. 'Sial, kenapa aku jadi begini?'
Sakura kembali memperhatikan Naruto yang masih menggelepar dilantai tanpa ~pakaian sehelaipun. Perlahan Sakura menghampiri sebuah lemari dan mengambil beberapa pakaian, dan menyerahkannya pada Naruto dengan mata yang ditutup. "Pakai ini," Ujarnya, lebih tepatnya sebuah perintah.
Naruto yang sepertinya masih setengah sadar, mencoba meraih pakaian itu. tapi, bukannya mengambil pakaian yang digenggam Sakura, dia malah meraih tangan Sakura karena pandangannya agak kabur. Alhasil yang ditarik adalah Sakura, kedalam pelukannya?.
"GYAAA~"
"BAKA DOBE~"
.
~Skip Time~
.
"Uugh~"
Sasuke menolehkan wajahnya kearah Kingsize milik Naruto, pemuda pirang itu sudah sadar rupanya. Jika kalian bertanya mengapa Naruto bisa sampai pingsan, jawabannya adalah karena Sasuke memukulnya. Entah apa yang Sasuke lakukan benar atau tidak terhadap sahabatnya yang super bodoh itu, hanya karena memeluk seorang perempuan dalam keadaan telanjang?.
"Hei Teme, apa yang terjadi?" tanya Naruto yang masih merasakan pening dikepalanya.
Sasuke memutar matanya bosan, "Aku memukulmu karena memeluk Sakura dalam keadaan telanjang bulat." jawab Sasuke to the point.
Naruto membatu, ia baru sadar. Saat tergelincir dilantai tadi, Sakura memang sempat melihat tubuh polosnya. "Ya ampun, bagaimana keadaan Android itu?" tanya Naruto saat menyadari Sakura tidak ada.
"Dia tidur disampingmu, bodoh." jawab Sasuke seraya berjalan menuju meja kerjanya.
Mendengar itu sontak Naruto menolehkan wajah kesamping, ketempat dimana Sakura sedang tertidur lelap, lebih tepatnya pingsan. Naruto berpikir, mungkin saja Sakura kaget saat menerima perlakuan tiba-tiba dari dirinya. Mengingat itu wajah tannya memerah, baru kali ini ia memeluk seorang wanita selain Ibunya.
Pemuda Blonde itu kembali merasakan saat tubuhnya memeluk Sakura, yang tak lebih dari seorang robot. Tapi ia merasakan kelembutan pada tubuh wanita itu layaknya manusia biasa, namun begitu ringkih dan terasa rapuh. Meski hanya sebentar, tapi Naruto ingin merasakan lebih dalam lagi, entah karena apa dia menginginkannya.
"Ngomong-ngomong, pakai bajumu dulu, kau ingin kejadian tadi terulang lagi?" ujar Sasuke memperingatkan.
Naruto terkesiap, langsung saja ia mengambil pakaiannya dilemari lalu memakainya., kaos putih dan Jeans selutut menjadi pilihannya. Naruto kembali berjalan disamping tempat tidur dan memandangi sosok yang sedang tertidur itu.
Blueshappire Naruto memandang Sakura lekat, wajah perempuan itu begitu halus. Saat tertidurpun dia masih terlihat cantik untuk seorang Android. Matanya ia kerjap-kerjapkan saat Sasuke berujar kepadanya.
"Jangan memandanginya seperti itu, kau seperti harimau yang akan menerkam mangsanya saja." ujar Sasuke melirik Naruto.
Wajah Naruto memerah saat tertangkap basah oleh Sasuke, "A-apa yang kau katakan? mana mungkin aku menyukai Android ini."
"Aku tidak bilang kalau kau menyukainya," ujar Sasuke menaikan sebelah alisnya. Sahabatnya itu terlalu polos untuk berbohong.
Poor Naruto, dia malah bilang apa yang dipikirkannya pada Sasuke, alhasil pastilah Sasuke menyangka kalau dirinya memang menyukai makhluk yang terbaring disampingnya kini. Tapi jika ingin jujur, Naruto memang hanya ingin jujur pada dirinya sendiri. Android ini mengingatkannya pada sesuatu, akh~ bukan, tapi seseorang. Tapi siapa?.
"Naruto." panggil Sasuke membuyarkan lamunan Naruto. "Lihatlah ini." ujar Sasuke menujuk layar Laptop-nya.
"Apa?" tanya Naruto seraya bangkit menghampiri Sasuke –yang tengah berkutat dimeja kerjanya.
Sasuke kembali menunjuk sebuah dokumen Sodtcopy yang ia unduh, Onyx-nya menatap serius rentetan kalimat dengan bahasa komputer-nya. "Aku mengunduhnya dari Blog milik Corporation Sabaku, aku pikir mereka-lah yang menciptakan Android itu." ujar Sasuke menjelaskan.
"Maksudmu, Sakura?"
Sasuke memutar bola matanya bosan, "Hn." jawab Sasuke, ia masih belum mengerti dengan sikap Naruto yang seenaknya memberikan Andorid itu nama.
"Tapi Sasuke," ujar Naruto menopang dagu. "Bukankah Sabaku Corp hanya mengelola teknologi informasi, seperti tablet terbaru yang aku beli." ujar Naruto bangga.
Sasuke kembali menatap layar Laptop-nya, "Benar, selama ini memang tak ada kabar tentang penciptaan mesin sesempurna Sakura."
Naruto sedikit risih saat Sasuke mengatakan Sakura sebagai 'Mesin.' Entah kenapa ia merasa keberatan, meski kenyataannya seperti itu. namun bagi Naruto itu terlalu kejam, mau bagaimanapun sosok Sakura adalah seorang wanita, yang terkadang memiliki sikap seperti manusia biasa.
"Bagaimana kalau besok, kita membawanya ke Lab." usul Sasuke.
Alis Naruto mengernyit, "Kau ingin menelitinya?"
Sasuke menggeleng, "Aku hanya ingin mengecek bagaimana cara kerja Sakura yang sebenarnya, aku khawatir jika dia diciptakan untuk hal yang akan merugikan banyak orang." Ujarnya menerawang.
Bingo Sasuke, pemikirannya sudah mencapai kebenaran yang ada, namun hanya waktu yang dapat menunjukkannya. Otak jenius Pemuda Raven itu dapat dengan mudah mencerna apa yang akan terjadi, sebuah ciptaan yang luar biasa pasti bertujuan untuk hal yang luar biasa, begitu pikirnya.
Naruto mengangguk, ia sependapat dengan Sasuke. "Baiklah, tapi sebelum itu…" Ujarnya seraya menoleh pada Sakura yang sedang tertidur, "Kita harus merubah penampilannya, bisa gawat jika dia keluar dengan pakaian aneh itu." Sambungnya.
Sakura, Andorid itu memang menggunakan pakaian bak ksatria cantik, jika ditangannya menggenggam sebuah pedang, para fans Final Fantasy pastilah sangat kagum karenanya (?).
"Kau benar." respon Sasuke.
"Masalahnya," Naruto menggaruk pipinya yang tak gatal. "Bagaimana caranya kita mendapatkan pakaian wanita?" Tanya-nya pada Sasuke.
BLUSH.
"Kenapa kau bertanya padaku, BAKA!"
/
/
/
/
Kabuto, kini pria berkacamata itu tengah berdiri disebuah gedung nan megah dan besar, "L.A Apartement, tepat berkumpulnya para ilmuan diseluruh negeri." Ujarnya tersenyum.
Bagaikan bernostalgia saat kembali ketempat ini, pasalnya saat sebelum dirinya menjadi seorang ilmuan yang menciptakan berbagai benda canggih, ia adalah mantan penghuni diApartemen ini.
Tanpa buang-buang waktu, Kabuto segera mengeluarkan GPS-nya lalu mencari letak dimana titik merah atau targetnya berada. Lantai satu sampai lima ia lewati dan masih belum ada tanda positif tentang keberadaan Androidnya. "Ck, dimana sih dia."
Kini sampailah ia dilantai tujuh, matanya terbelalak saat GPS-nya menunjukkan keberadaan Android itu. Langkah Kabuto semakin dipercepat saat bulatan merah itu berkedip semakin cepat. Dan…
"Tuuut"
Kabuto berhenti didepan kamar bertuliskan '255'. Ia menyeringai, "Ketemu."
/
/
/
/
"Teme, aku lapar." rajuk Naruto seraya duduk dikursi kerja-nya.
"Makan saja kepalamu yang mirip durian itu." ledek Sasuke, Onyx-nya masih setia menatap layar Laptop.
Naruto menDathglare Sasuke, "Kau pikir itu lucu." Ujarnya kesal. "Ha-ha-ha," tawa Naruto begitu dipaksa.
Sasuke tak menggubris Naruto, ia masih sibuk membaca artikel tentang berbagai bahan energi yang digunakan untuk membuat robot, seringkali ia mendengus karena hanya 'Baterai' sebagai jawaban dari pencariannya. Oh ayolah, Sasuke bukan anak sekolah dasar yang bisa langsung mempercayai semua robot menggunakan benda itu sebagai seumber energi. Masalahnya, robot yang ini sangat berbeda, mana mungkin hanya menggunakai sebuah baterai?.
Dalam benaknya, entah kenapa Sasuke merasa sangat penasaran dengan asal muasal Sakura. dan bagaimana bisa seseorang menciptakan teknologi secanggih itu?.
Punggungnya ia senderkan pada kursi, kedua tangannya ia letakkan dibelakang kepala, Onyx Sasuke menatap langit-langit atap kamar Apartemennya. Ia yakin, tidak hanya Sakura satu-satunya Andorid didunia ini, pasti masih ada lagi bahkan mungkin banyak.
"Oi, apa kau tidak lapar?" tanya Naruto, masih dengan topik yang sama –lapar.
Sasuke menoleh pada siBlonde, "Kau cari saja makanan sana, berisik sekali."
Naruto mengembungkan pipinya kesal, "Baik, jika aku membawanya kemari, kau jangan memintanya, se-di-kit-pun." Ujarnya seraya mengambil dompet lalu beranjak keluar.
'Siapa juga yang mau makananmu, paling hanya ramen dan ramen.' batin Sasuke.
Sebelum tangan kekar Naruto memutar kenop pintu dengan Card System itu, Blueshappire-nya menangkap sosok yang tertera dilayar Minicam di samping pintu. Alisnya mengernyit, "Siapa dia?" tanya Naruto entah pada siapa.
Mendengar itu, Sasuke segera menghampiri Naruto. "Ada apa?"
Naruto menunjuk Minicam dengan gambar seorang laki-laki beridiri disana, "Ada orang berdiri didepan kamar kita." jawab Naruto.
Onyx Sasuke memperhatikan sosok itu, ia sama sekali tak mengenalinya. "Buka saja pintunya, dan tanya apa keperluannya." saran Sasuke.
"Kita tidak mengenalinya Teme, bagaimana kalau dia mengincar…" Ujarnya seraya menoleh pada Sakura. "Sakura?"
Sasuke menautkan alisnya, "Mana mungkin, kita membawa Sakura dengan memastikan keadaan bukan?"
"Lihat, dia memegang GPS." ujar Naruto saat melihat laki-laki itu menggenggam sesuatu.
Sasuke memperhatikannya, "Ck, kalau itu mungkin saja," Ujarnya menoleh kebelakang –dimana Sakura berada. "Sepertinya, Sakura dipasang sebuah Chip untuk melacak keberadaannya."
Naruto terlihat panik saat laki-laki itu menekan Bel kamar mereka, "Kita harus bagaimana, Sasuke?"
/
/
/
/
To Be Continued
/
/
/
/
A/N : Huwaaaaaaa , gomen ne minna-chan, chibi terlalu telat publishnya, chibi benar-benar sibuk diduta. Tapi chibi harap minna-chan dapat memaafkan chibi (_ _). Chibi akan berusaha untuk chapter selanjutnya, akan dipublish seminggu setelah chapter terbaru, GANBATTE!
Hadduuuh, chibi menyelesaikan semua story setiap harinya, sampai-sampai muncul bulatan hitam dibawah mata chibi T.T. tapi gax apa-apa deh, demi minna-chan ^0^.
R&R yaaaaaa? hihi.
Semoga terhibur dan sampai jumpa dichapter selanjutnya.
Dewa Mata Nochi Hodo ^^
