Myao~!
Akhirnya udah ketemu ide buat nglanjutin Youkai's Lovely Case (YLC)! terimakasih buat si L –hayo, bagi yang sekelas denganku harusnya sudah tahu~ *gampared by all*- yang menjadi sumber inspirasi bagi cerita ini. Dengan munculnya dia mondar-mandir lewat di mejaku membuat ide mengalir tenang, apalagi sambil dengerin Toeto versi Prima dan versi Yuki Kaai~ ohoho, dasar siswi baduuung, musti ditiru! :D
Udah cukup curhat colongannya, dan buat Kak Vocii-PlumBoom, makasih udah review! Segala pertanyaan Kakak akan terjawab separuhnya di chapter ini hueheheheheee.. –ditimpuk Toeto-
Enjoy ajalaah~
Youkai's Lovely Case- Chapter 2
"Etto.. bisakah Kakak mencintai Gakkun untukku?"
Luka hampir tersedak saat mendengar permintaan gadis bertopi kucing itu. tersedak apa juga gag tau. Tapi yang pasti, wajah Luka memerah dan kelihatan seperti sedang tercekik.
"Hah? Siapa itu Gakkun? Aku nggak mau naksir sama orang gag jelas!" tolak Luka lebay.
"Tapi, Kakak.. etto.. aku hanya bisa mengandalkan Kakak saat ini.." Toeto menarik-narik topi kucingnya, seakan ingin menyembunyikan mata merah mudanya, menghindari kontak mata dengan Luka.
Luka menghela napas. Lalu menarik topi kucing Toeto ke atas sampai bola matanya tersembul.
"Kenapa.. harus aku?" Luka menunjuk dirinya sendiri. Ia menyejajarkan pandang matanya setinggi mata sang youkai kucing imut itu.
Tapi Toeto tak menjawab. Entah apa yang ia rasakan saat ini.
{"Etto.. Gakkun.. aku mau…"
"Gakupo-kun! Ini aku bawa kue!"
"Aku bawakan tasmu yaa.."
"Gakupo met pagii~"
"Eh, eh.. aku mau ngomong sama Toeto, minggir dikit dong.."
"Sama aku aja Gakupo!"
"Eh, enggak! Sama aku!"
"Aku ngomongnya ama Toeto, bukan kalian! Loh, Toeto? Ke mana dia?"}
Paginya di sekolah..
"Hoi Luka! Tumben melamun!" Miku mengguncang bahu Luka pelan.
"Aku nggak tidur, nggak ketiduran.." gumam Luka pelan, kebiasaannya kalau ia ingin mengeset ulang otaknya saat sedang dalam keadaan kacau begitu.
"Ada apa? Kayaknya kamu lesu gituu..? Jangan-jangan gara-gara yang kemarin, ya?" tanya Miku sedikit khawatir, tapi berbalut nada jahil yang terdengar ringan.
"Kemarin apaan?" Luka memasang tampang bego.
"Itu loh, kalimatku yang nggantung kemarin! Vocii aja nyadar loh!" Miku menunjukkan kertas kecil berisi review fic YLC yang entah dari mana ia dapatkan. Luka membacanya sebentar, lalu mengalihkan pandangannya pada buku Biologi di hadapannya.
"Oh itu. Aku juga tahu kamu mau bilang apaan. Luka jutekan, kan?" nada suara Luka menohok Miku.
"Gehehehe, bukannya gitu siiihh.. yaa.. tapi juga mau ngomong itu siiihh.. yaa.." Miku meringis gaje.
Ni anak sama Author sama sarapnya ya.. batin Luka
Lalu datanglah Gakupo Kamui lewat di hadapan meja mereka berdua. Miku berdehem saat menyadari sepasang mata milik cowok itu mencoba mencuri pandang ke arah teman sebangkunya.
"Napa lagi ni anak gaje, sakit tenggorokan?" tanya Luka. Matanya masih belum lepas dari buku Biologi.
"Nggak kok, cuman mau ngbenerin pita suara.." jawab Miku ngasal.
Luka membulatkan mulutnya, memutar matanya, lalu kembali menekuni buku Biologi.
"Wah, tatapan Gakupo tadi mesra sekali yaa..~" gumam Miku dengan nada sengaja menggoda.
Luka tersentak, tapi cepat-cepat dihapusnya pikiran nista itu. Maklum, Luka kan penganut LUPUS, Lupakan Urusan Pacaran Utamakan Selamat eh Sekolah!
"Psst.. Luk.. Luka!" Lily, si rambut pirang mencolek-colek bahu Luka dari belakang.
Yang dicolek menoleh, menyusul Miku yang merasa ikutan terusik.
"Mau denger cerita kagak?" tanyanya.
"Cerita apaan nih? Cerita doongg..!" Miku langsung semangat mendengar kata 'cerita'. Ia mengubah posisi duduknya menjadi berhadapan dengan Lily dan Miki, teman sebangkunya, serta tak lupa menyikut Luka agar ia melakukan hal yang sama.
"Siip.. nah, gini ceritanya.." Lily celingak-celinguk sebentar sebelum memulai ceritanya. Kebetulan jam pelajaran Biologi sedang tidak ada gurunya. Entah kemana itu ibu guru pergi.
"Tau nggak? Di jalan xxxx ada hantunya loh!" Lily memulai ceritanya.
"Hiiyyhh..?" Miki bergidik.
"Rumahmu di jalan xxxx kan, Lukaa?" tanya Miku dengan suara horor sambil memegang pundak Luka.
"Biasa aja, kali. Rumahku emang di situ tapi aku nggak pernah dengar ada hantu, tuh?" sahut Luka santai.
"Nah, Luka dengerin nih biar Luka tahu! Nih ya! umm.. Bentar-bentar.. umm.. nah! Ciri-ciri tuh hantu adalah…"
Miki, Miku dan Luka merapat ke arah Lily karena penasaran dengan cerita hantu jalan xxxx tersebut.
"Adalah.."
"Eh, ada yang ngobrol nih! Gumi ikut yaa!" Gumi merusak suasana tegang yang menyelimuti keempat gadis itu, sehingga ia mendapat tatapan horor dari mereka. Tapi toh Gumi tetap cuek dan mengambil tempat di samping Lily, sehingga Lily duduk diapit Miki dan Gumi.
"Yah, mari kita lanjutkan. Hantu itu punya ciri-ciri yaituu.."
Semua pasang tampang horor andalan.
"Punya cakar tajam dan panjang seperti kucing!"
Miki merinding, hiiyyhh..!
"Terus, kulitnya pucat dan dingin seperti mayat!"
Miku menggigil, bbrrrr..!
"Apa lagi yak? Umm.. oh! Wujudnya kayak anak kecil dan rambutnya warna pink!"
Loh, kok kayak gue warna rambutnya? batin Luka gaje.
"Dan yang paling terkenal dari hantu ini adalah topi kucingnya yang hampir menutupi matanya!"
"Aku tahu! Itu hantu Toeto!" pekik Gumi penuh semangat.
Mengheningkan ciptaa..~
Jadi..
Toeto itu HANTU?
As. Ta. Ga.
Luka memasang tampang apa neraka alias WTH. Ia tidak menyangka kalau gadis yang kemarin mampir ke kamarnya dan memintanya menyukai orang nggak jelas itu adalah.. hiiyyhh!
"Hah? Pada ngomongin hantu Toeto?"
Gadis-gadis itu dikejutkan dengan suara berat Gakupo yang berdiri di belakang Gumi.
"Gakupo-san kenal? Gakupo-san tahu hantu Toeto?" Miku memberondongnya dengan sederet pertanyaan.
"Tahu sih ada anak namanya Toeto, tapi nggak begitu ingat," Gakupo mengusap-usap tengkuknya.
"Loh, Gakupo tahu?" Luka refleks bertanya.
"Eh?"
Sepasang mata merah muda mengintip dari balik jendela kelas. Luka yang menyadarinya menoleh untuk meyakinkan dirinya, tapi hanya sekelebat lambaian rambut merah mudanya yang terlihat.
"Dia ada di sini.."
"Hah, siapa Luka? Siapa yang ada?" Miki mulai ketakutan sungguhan.
"Ah, bukan apa-apa kok.."
TEEEEEEEEEEEEEEEEEETTTTTT..!
Kelima gadis dan murid lain di kelas itu berhamburan ke luar kelas. Tapi Luka hanya terdiam.
"Luka?"
Luka butuh waktu untuk mencerna semua yang ia dengar tadi. Seorang hantu cilik, youkai kucing, bernama Toeto, yang memintanya mencintai Gakkun, Gakupo, Gakupo yang mengetahui Toeto..
"Luka-san?"
Untuk kedua kalinya Gakupo mencoba membangunkan Luka dari lamunannya.
"Eh, nggak, aku nggak tidur.." gumam Luka.
"Luka-san tahu Toeto?" tanya Gakupo. Ia mengambil tempat duduk di samping Luka, di kursi Miku.
"A.. aku.. tahu. Kan baru dikasih tahu Lily tadi," Luka bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan Gakupo. Ia ingin pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Saat ia menatap ke arah cermin di atas wastafel, ia menangkap sosok Toeto.
"Etto…"
Luka menoleh ke arah Toeto yang balas memandang Luka dengan tatapan sendu.
"Kakak Luka, tolong jangan beritahukan soal aku pada siapapun…" lirihnya.
Sosok itu pun langsung lenyap. Mungkin tak terbiasa pada suasana pagi yang cerah. Hantu kan doyannya keluar malam.
Toeto, Toeto, sebenarnya siapakah dirimu?
Yeaaaakkk..~
Cepat-cepat kuketik setelah aku bisa pegang laptop.
masih ada yang kurangkah? tolong diberitahukan, jangan sungkan yah! XDD
