Chapter 2
Tittle: Your Side
Disclaimer:Naruto Masashi Kishimoto
Genre:Romance/friendship/ Hurt/Comfort
Rating:T semi M
Warning:OOC,17tahun,geje,typo,amburadul,etc.
#ZZZ#
"hai,salam kenal
namaku Sakura Haruno.,
panggil saja Sakura,pindahan dari Paris,tujuanku pindah ke sini,tentu saja! untuk selalu dekat dengan Sasuke-kun.
Mohon bantuannya teman-teman",serunya semangat.
Terdengar bisik-bisik dari siswi X-e,terang saja pujaan hati mereka telah memiliki tunangan,merasa kalah sebelum bertanding. Lihat saja gadis haruno itu, bukan hanya cantik,dia juga ceria dan sepertinya juga pintar,ugh jangan di tanyakan bodynya,jelas sekali dari bentuk badannya yang berbentuk walaupun ukuran dada yang bisa di bilang kecil,serta rok seragam yang dibuat mini memperlihatkan ke dua kaki jenjangnya,seperti bukan ke sekolah saja, so..siapa yang peduli tak akan ada yang berani menegur tunangan dari sang bungsu uciha,bahkan nama wali dari Sakura Haruno adalah Fugaku Uciha.
"ya..ya.,silakan duduk di tempat yang kosong nona Haruno"
"hai...kakashi sensei"
Sakura gadis itu menyusuri deretan meja,sudah dipastikan tujuaanya adalah bangku kosong yang ada di baris belakang pojok kanan tepat di samping sasuke-kun nya. Sebetulnya penempatan kelasnya,sudah di atur agar satu kelas dengan sasuke.
"Sasu-kun...",
sapanya ceria langsung berglayut manja di lengan sasuke,tak peduli dengan guru yang sudah mulai mengajar dan siswa-sisiwi yang memandang mereka iri.
"ck..menyingkirlah"
tanpa menghiraukan ekspresi cemberut sakura,sasuke menyentakkan paksa tangannya.
Bukan bermaksud kasar terhadap tunangan sejak kecilnya itu(walaupun mereka hanya di jodohkan.,Tapi bukan secara paksa,mereka saling mencintai,tapi entahlah untuk sekarang), hanya saja perasaan kecewa dan sakit hati terhadap gadis bermata emerland itu masih mengglayuti hatinya,walau sudah 5 tahun terlewat semenjak kepindahannya dari paris.
#ZZZ#
bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi,dan juga tanda waktu untuk istirahat pertama .
Siswa-siswi KHSI banyak yang berhamburan keluar kelas ada yang ke kantin,halaman sekolah,perpustakan atau sekedar bergosip disepanjang koridor dengan teman-teman,ada juga yang tetap di dalam kelas.
Seperti halnya juga dengan murid baru kelas x-e yang tetap berdiam diri di bangkunya dengan memasang muka masam tanda sedang kesal, siapa yang tidak kesal?, bila di cueki oleh tunangannya sendiri dan di tinggal pergi entah ke mana, memang dia tidak rindu apa? 5 tahun tidak bertemu bukannya mendapatkan pelukan hangat, malah muka dingin yang di dapatnya.
"hufthh...",hembusan nafas bosan dari haruno sakura mewakili perasaan jengkelnya,dan juga bosan,
dia kan belum tau seluk beluk sekolah ini,
bisa bertanya sih tapi lihat saja mereka memandangnya aneh huaa,,
di telungkupkan kepalanya di atas meja dengan berbantalkan tangan kanannya.
"ha..ha..runo-san ?"
'hm.,seperti ada yang memanggilnya'
"hei haruno.."
'tuh kan ?'
di dongakkan wajahnya,terlihat dua kepala berambut pirang dengan cengiran anehnya,dan gadis berambut indigo dengan ekspresi malu-malunya.
'eh,bukannya mereka teman sasu-kun'
"hai sakura-chan,, boleh aku panggil begitu?. Aku naruto uzumaki, panggil naruto-kun, juga boleh hehehe"kekeh naruto mengulurkan tangannya, belum sempat berjabat tangan dengan sakura,sebuah senggolan kasar dari ino,membuatnya terjungkal.
"minggirlah baka, kita juga mau kenalan.,"seru ino ketus, dan di tanggapi dengan gerutuan naruto yang sedang di bantu berdiri oleh kekasihnya.
Sakura hanya bisa cengo menyaksikan kelakuan calon temannya in, lucu pikirnya, dan sepertinya mereka akan cepat akrab.
Dan sesi perkenalan merekapun di lanjutkan dengan Ino Yamanaka yang terlalu bersemangat dan Hinata Hyuga yang malu-malu. Mereka memutuskan untuk di panggil dengan nama kecil masing-masing. Obrolan mereka berhenti saat bel di mulainya pelajaran ke dua berbunyi.
Tak adanya sasuke saat pelajaran ke dua dan ke tiga membuat sakura lesu. Tak di perhatikannya sang guru yang sedang mengajar.
Semangatnya yang pagi tadi menggebu-gebu karena pertemuannya dengan sasuke,menguap entah ke mana. Apa salah keputusannya menyusul sasuke? apa sasuke masih belum bisa memaafkannya?
Tapi mau bagaimana lagi,itu kan memang ke salahannya.
#ZZZ#
"kau sudah tau kan?",seruan keras terdengar dari salah satu kamar apartement Uciha's. Dari namanya saja sudah dapat di ketahui pemilik bangunan bertingkat 12 ini,hunian mewah dengan salah satu kamar yang di tempati oleh bungsu uciha. Ya sudah lama sasuke anak dari Mikoto Uciha ini tinggal jauh dari ke dua orang tua serta kakaknya.
"Berhentilah berpura-pura Itachi"lagi-lagi terdengar bentakan keras dari lantai 7. Tepatnya di kamar bernomor 2303.
Terlihat seorang pemuda berambut emo mengacak rambunya gusar. Terselip iphone 5 di antara telinga dan bahu kanannya.
'hei..hei., pelan-pelan sasuke kau bisa mengganggu ketentraman tetanggamu'
terdengar sahutan dari sebrang telefon.
"Urusai...baka itachi"
'sopanlah sedikit outouto,panggil aku 'aniki'
"peduliku,, jangan bertele-tele"
terdengar kekehan dari sebrang telefon membuat geram sasuke,anikinya ini selalu membuatnya kesal.
'he...' belum sempat itachi melontarkan jawaban,bentakan kesal sudah di layangkan oleh adik tersayangnya itu,adiknya ini memang mudah emosi.
"SA,..KU...RA"
oh jadi tentang sakura haruno ya?
'aku tidak tau Sasuke, tanya saja ke tou-san atau kaa-chan'
"bukankah kau sama saja ?,. Sakura, apa dia tinggal di rumah?
'hm,kau tau kan saku-chan tidak punya saudara di sini,sudah pasti satu-satunya tempat yang di tujunya adalah rumah sang kekasih., hei seharusnya kau senang karena ternyata sakura mau menyusulmu ke sini khekhe'
"diamlah",godaan dari itachi uciha membuatnya sedikit bersemu merah,.
'masalah sakura yang datang ke konoha aku pun baru tau tadi pagi setelah kaa-chan menelfon,karena aku sedang ada di Oto.,
oh ya, jangan lupa angkat telfon dari kaa-chan dan pulanglah ke rumah,atau anak buah tou-san akan menyeretmu'.
"ck.." tut tut tut
decakan sebal dan suara terputusnya sambungan telefon mengakhiri percakapan duo saudara uciha,
sebetulnya sasukelah yang mengakhiri sambungan telefon dari kakaknya itu,dia malas bila harus di suruh pulang,apa lagi ada sakura di rumahnya.
Dia memang sedang menghindar dari gadis bermata emerland itu. Bahkan dia kabur dari sekolah.
Kalo boleh jujur dia senang, melihat gadis yang selalu membayanginya selama 5 tahun ini. Gadis yang di cintainya dan juga yang telah melukainya,ternyata begitu dekat . Dia tidak marah ataupun dendam,hanya kecewa yang ia rasakan. Dan egonya yang menolak untuk bertemu gadisnya itu,. Kehadiran sakura mengacaukan hatinya.
"sakura"
gumamnya,
di genggamnya kalung berbandul cincin berukir nama sakura di dalamnya. Memejamkan mata dan membiarkannya larut dalam dunia mimpi. Tanpa memperdulikan baju seragam yang belum di gantinya.
#ZZZ#
TING...TUNG...TING...TUNG
Suara dentingan bel membangunkan sasuke dari tidur lelapnya. Decakan sebal keluar dari ke dua belah bibir Seksiynya, di liriknya jam weker yang ada di atas meja Samping ranjang,sudah jam 7malam rupanya. Suara bel lagi-lagi mengagetkannya, beranjak dari kasurnya sambil melepaskan dasi yang menggantung asal di kerah baju seragamnya.
Di langkahkan kakinya menuju pintu depan apartemennya, terdengar gerutuan kecil seperti 'pengganggu,tidak sabaran,beraninya'
cklek
"sia..."
BRUGG
"Ugh,,,sial"
sial sekali nasib uciha bungsu hari ini, lama-lama tulangnya bisa patah di tubruk setiap bertemu orang.
Eh di tubruk?
Sia...?
"sasu-kun"
eh
glayutan manja di rasakan pada ke dua bahunya.
Di telusurinya tangan seputih porselen itu.
"sakura?"
keterkejutan tercetak jelas di wajahnya.
"phuft..., sasu-kun kenapa tadi tidak kembali ke kelas?"
"kenapa ada di sini?",bukan jawaban, tapi pertanyaan yang di dapatkannya.
"tentu saja untuk bertemu denganmu"jawab Sakura sebal
"bagaimana bisa?"
"apa kau terbentur lantai?, kau aneh sasu-kun, kenapa kau jadi secerewet ini?.,(delikan tajam di layangkan sasuke atas pertanyaan sakura,dan hanya di balasan dengan cengiran lebar gadis tersebut), eum...sebetulnya aku kabur"
"APA,,..?,(seruan keras sasuke mengagetkan sakura.,
di pandanginya sasuke aneh), bagaimana bisa?".
pertanyaan sasuke membuat sakura mengerutkan dahi lebarnya,sasuke ooc sekali pikirnya.
"berhenti bertingkah seolah kau bukan sasuke !,kau jadi tidak keren tau.(dan delikkan tajam di dapatinya kembali dari sasuke),hehehe...,
aku bosan sendiri di rumah sebesar itu,
cuma ada para maid.,
tou-san dan kaa-san sibuk,itachi-nii juga tidak ada,
kenapa sasuke-kun tidak tinggal di rumah?
Untung itachi-nii memberikan alamat apartement sasu-kun!"
'aku akan membunuh itachi'gumam sasuke
"apa?"
"hn.,
menyingkirlah,kau berat"
"Ck, aku tidak berat !",protes sakura manyun.'masa badan langsing begini di bilang berat'gerutunya kesal.
Memang sih posisi mereka dari tadi tidak berubah,dengan sasuke yang masih setengah duduk di lantai depan pintu apartement dan sakura di atas pangkuannya.
"ehm...
(deheman keras dari seorang kakek tua menghentikan adu mulut mereka) ,dasar anak muda,, kalau mau berbuat yang IYA-IYA,tutup pintunya !."tegur kakek berambut putih itu dengan menekankan kata 'iya-iya'.
sasuke dan sakura pun buru-buru bangkit berdiri,terlihat semburat merah tipis di wajah ke duanya.
"ck,kami tid..."
"gomen... jii-san"
perempatan siku-siku muncul di dahi sasuke,'gadis ini selalu saja memotong ucapannya., lagian kenapa harus minta maaf ?,mereka kan tidak berbuat yang di tuduhkan ero mesum itu.
"khekhe..,wah-wah sasuke sudah besar ya?,goda jiraiya nama kakek tsb.
"cih, diamlah!,ero mesum." tetangganya ini memang menyebalkan.
"ya ya ya,terserah kau sajalah., kalau begitu sampai jumpa lagi sasuke dan kau maniss...,
lanjutkan yang tadi ya, jangan lupa tutup pintunya,hahahaha"
delikkan sinis di layangkan sasuke, lain halnya dengan sakura yang wajahnya sudah semerah buah tomat kesukaan sasuke.
Jiraiya pun melenggang pergi, terdengar gumaman seperti rindu masa muda,memang menyenangkan.
"masuklah" perintah sasuke.
Sakura pun masuk dengan menggeret koper yang sedari tadi ternyata ada di balik dinding apartement sasuke.
"kenapa membawa koper?"
"aku akan tinggal di sini".
"Apa...?!"
"aku akan tinggal dengan sasu-kun",ulangnya sebal dengan ke-ooc an sasukenya.
"tidak...! Kau tak boleh tinggal di sini"
"kenapa? dulu kan kita sering tidur bersama"ucap sakura polos.
"i..itu kan beda bodoh"
di palingkan muka merahnya ke arah lain.
Tidur bersama yang di maksud sakura di sini bukan mengarah ke hal yang iya-iya loh.
terdengar alunan lagu keep the faith-Bon jovi dari arah kamar sasuke,mengintrupsi perdebatan sasu-saku
di tinggalkan sakura untuk melihat siapa gerangan yang menelfonnya. Sakura hannya mengangkat bahu acuh,dan lebih memilih untuk melihat-lihat apartement yang akan menjadi tempat tinggal barunya.
#ZZZ#
dari kaa-san gumam Sasuke,
pasti ada hubungannya dengan sakura fikirnya.
Di angkatnya telefon yang dari tadi terus berdering.
"sasuke...,
sakura hilang !"
tuhkan,
"sakura di sini kaa-san"
"eh..,benarkah?, syukurlah,kaa-san kira dia di culik".
"hn,,jemput dia kaa-san"
"apa...?"
"suruh paman Asuma jemput sakura sekarang !"
asuma adalah kepala pelayan keluarga uciha.
"kenapa..?
Biarkan sakura tinggal bersamamu sasuke, mungkin saku-chan tidak betah di rumah,makannya dia kabur".bujukknya.
"tapi kaa.,...,
"memang kau tidak kasian, tou-san dan kaa-san kan sibuk anikimu juga., pokoknya jaga sakura,jangan buat dia menangis dan jangan macam-macam, mengerti!"
"ck..aku tidak mau !"
"baiklah , tolong ya sasu-chan,
kaa-san sayang padamu"
tut...tut...tut
argggh..Siall
to be continue...
ternyata jadi author itu tidak mudah, ini pengalaman pertama saya bikin cerita.
Jadi harap di maklumi.
