Title :
My Name Is Luhan
Desclaimer :
©Hatsune Ryuu©
Rate :
T – M
Cast :
Luhan As Main Cast
And Other Cast
.
.
.
Happy Reading ^^
.
.
.
"Permisi miss, maaf saya terlambat." Luhan masuk kedalam kelasnya dengan perasaan waswas setelah tadi dia sedikit berlari agar sampai secepat yang dia bisa.
"silakan duduk nona, lain kali lebih baik anda tidak terlambat lagi." Ucap dosennya sedikit ramah. Beruntung dia belum pernah terlambat sebelumnya. Setelah membungkuk, luhan langsung duduk ditempat yang kosong.
"ho, apa sudah lama?" Tanya luhan pada suho yang kebetulan duduk disampingnya.
"tidak juga, tumben kau telat luhan." Alih-alih menjawab, luhan malah menyengir. Dan lelaki itu pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"apa tugasnya sudah dikumpulkan?"
"belum, nanti di akhir pertemuan."
Selanjutnya mereka fokus pada mata kuliah yang sedang diterangkan oleh dosen didepan kelas. Luhan memang bukan tipe mahasiswi yang pintar dan menonjol. Justru dia tidak ingin menonjol di dalam kelasnya. Tapi bukan berarti dia juga bermalas-malasan. Dia hanya berusaha untuk menjadi mahasiswi biasa tanpa perhatian lebih dari orang-orang sekitar. Tapi berbeda halnya jika berada di club. Tidak ada satupun anggota club yang tidak mengenal luhan.
"suho tunggu," panggil luhan saat melihat suho sudah beranjak dari kursinya. Kelas mereka baru saja selesai.
"kau langsung ke aula?" Tanya luhan yang dibalas anggukan santai dari suho. Suho memang tipe orang yang santai tapi tidak banyak bicara.
"kita bersama. Tidak apa-apa kan?" Suho sedikit mengernyit
"tentu, pertanyaanmu aneh sekali luhan. Ayo." Ajak suho setelah sebelumnya terkekeh karena pertanyaan luhan yang dianggapnya sedikit aneh. –aneh karena tidak biasanya luhan meminta jalan bersama dan aneh dengan pertanyaan yang diajukan luhan.
"hehehe baiklah." Mereka berjalan beriringan menuju aula yang memang jaraknya tidak telalu jauh –dalam diam. Tiba-tiba luhan yang melihat mahasiswa baru –yang tadi pagi mengacuhkannya– dari jauh, berusaha membuat percakapan dengan suho agar terlihat akrab sekaligus menarik perhatiannya –kalau bisa.
"suho, kudengar tahun ini banyak sekali yang mendaftar di club kita. Benarkah?" Mulai luhan, suho langsung menengok ke arah luhan dan tersenyum.
"heum, begitulah. Aku senang sekali ternyata club kita se-terkenal itu."
"tapi apa semuanya akan kita terima?"
"kau gila? Pendaftar dari fakultas kita saja hampir lima puluh persen dari keseluruhan jumlah mahasiswanya. Belum lagi pendaftar di fakultas lain. Kita sendiri nanti yang akan kerepotan mengurus mereka. " ujar suho terkekeh.
"hahaha benar juga, jadi kali ini seleksinya akan sulit?" Tiba-tiba luhan dan mahasiswa baru itu bertemu pandang, awalnya ragu, tapi luhan memaksakan dirinya untuk tersenyum dan ternyata tanpa diduga lelaki diseberang sana membalas senyumnya bahkan dia mengedipkan satu matanya pada luhan. Padahal luhan sudah menyiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
"yatuhan! Dia membalas senyumku!" Batin luhan. Tetapi dia kembali fokus pada suho.
"harus sulit luhan. Kita hanya akan menerima pendaftar yang benar-benar memiliki kemampuan. Targetku, kita akan menerima sekitar 30 atau 40 mahasiswa. Dengan sekitar 10 atau 15 orang pada masing-masing divisi"
"kau serius? Kita hanya akan menerima kurang dari dua puluh lima persen pendaftar? Apa itu tidak terlalu kejam ho?"
"hahaha ya, ku akui memang terlihat sedikit kejam. Tapi apa boleh buat? Aku tidak ingin mengambil resiko keteteran mengurusi anggota kita nantinya."
"hhh~ benar juga."
"kau nanti mengurusi seleksi di divisi vokal atau dance?"
"sepertinya vokal ho"
"bersama baekhyun dan kyungsoo? Sudah kuduga. Kalian memang tidak bisa dipisahkan."
"heheha tapi nanti aku juga akan membantu divisi dance. Bagaimana pun aku wakil disana."
"sudah seharusnya nona luhan."
"hehehe kau sendiri?"
"aku akan berkeliling nanti. Yasudah, persiapkanlah secepatnya divisi vokal dan langsung ke divisi dance."
"aku mengerti pak ketua. Semoga seleksinya lancar hingga sore nanti."
"yahh semoga saja."
Mereka berpisah di pintu aula. Luhan langsung pergi ke tempat seleksi divisi vokal. Sedangkan suho langsung berkeliling seperti katanya tadi.
Sedikit penjelasan. Suho adalah ketua umum club seni yang menaungin 3 divisi. Vokal, dance dan alat musik. Divisi vokal diketuai oleh baekhyun dengan kyungsoo sebagai wakilnya –mereka sahabatku. Divisi dance di ketuai oleh lay dengan aku sendiri sebagai wakil. Dan divisi alat musik diketuai oleh henry dengan chanyeol sebagai wakil.
Saat ini, club seni akan melaksanakan seleksi penerimaan anggota baru yang ternyata ada sekitar 230 pendaftar dari seluruh fakultas dengan kapasitas yang akan diterima hanya maksimal 40 pendaftar –seperti kata suho tadi. Setelah ku hitung, hanya dua puluh persen yang akan masuk kedalam club. Seleksi yang benar-benar ketat –oke cukup penjelasannya. By the way, kira-kira dia mendaftar club apa ya –ups. Oke kini aku harus focus pada seleksi.
"tumben bersama suho lu?" Tanya kyungsoo yang memang tadi melihat luhan masuk ke aula bersama suho sebelum akhirnya berpisah disana.
"entahlah kyung, tadi saat kelas selesai aku tiba-tiba malas berjalan sendiri kemari. Yasudah aku bersama suho saja. Kau sudah lama? Baekhyun kemana?"
"lumayan, kelas kami tadi ternyata keluar lebih awal. Dia sedang ke divisi alat musik. Dia mulai sedikit centil sekarang." Kyungsoo sedikit berbisik di kalimat terakhirnya.
"hahaha biarkan saja, aku yakin sebentar lagi kau akan menyusul."
"tsk, yang benar itu kau, bukan aku. Lihatlah dandananmu hari ini. Ingin tebar pesona huh?" Remeh kyungsoo bergurau.
"yahh aku memang sedikit risih sejak di kelas tadi banyak yang memperhatikan aku. Tapi ini demi image baru dan demi mahasiswa baru yang kemarin mengajakku kenalan."
"kau sungguh-sungguh lu? Astaga kukira kau hanya main-main."
"hehe aku memang ingin merubah imageku kyung. Sedikit girly tidak ada salahnya kan"
"yayaya terserah kau saja. Memang namanya siapa lu?"
"entahlah, aku terlalu gengsi untuk menanyakan namanya. Dan dia pun tidak memberitahukan namanya."
"sayang sekali. Kalau kau tahu namanya, kita bisa melihat-lihat di formulir-formulir ini. Siapa yahu dia mendaftar di club kita."
"kurasa dari wajahnya dai tidak berminat pada seni."
"tapi kau bilang waktu itu dia datang ke stand kita saat aku dan baekhyun sedang ke kantin"
"benar juga sih, entahlah kyung."
"yasudah, sudah waktunya lu. Coba panggil baekhyun. Aku akan memulai untuk sementara waktu."
"okay kyungii" kyungsoo langsung segera pergi ke tempat para pendaftar berkumpul –untuk menunggu audisi dimulai– untuk memberitahukan bahwa audisi akan segera dimulai lewat pintu depan atau pintu utama. Sedangkan luhan lewat pintu samping –yang memang disiapkan sejak dulu– segera beranjak untuk menghampiri baekhyun di ruang alat musik seperti yang kyungsoo katakana tadi.
"hei apakah sudah mulai?" Tetapi saat baru saja luhan akan berjalan, baekhyun sudah berada dihadapan luhan.
"ah kau sudah disini. Ya, kyungsoo baru saja akan memulai. Yasudah ayo kita bersiap, sebentar lagi para peserta akan masuk satu persatu."
Mereka pun langsung memulai audisi divisi vokal dengan 5 juri yaitu baekhyun, kyungsoo, luhan, taeyeon, dan kyuhyun. Masing-masing dari mereka menyeleksi satu pendaftar. Jadi audisi akan cepat selesai. Setelah berjalan setengah jalan, suho datang ke divisi vokal.
"luhan, sekarang kau ke divisi dance. Biar aku disini." Seru suho saat menghampiri luhan yang baru saja akan menilai pendaftar didepannya yang sedang bernyanyi.
"ah, baiklah. Apa disana kerepotan ho?"
"tidak terlalu, tapi pendaftarnya masih banyak."
"benarkah? Yasudah aku kesana."
Luhan langsung beranjak dan pergi ke divisi dance. Saat tiba disana, memang pendaftar masih lumayan banyak. Tidak seperti di divisi vokal tadi.
"lay, apa kau kesusahan?"
"eh, luhan. Ya, kurasa sedikit. Kau darimana saja huh?"
"emm maaf kukira yang akan mendaftar di divisi dance tidak akan sebanyak ini, seperti tahun kemarin. Jadi aku membantu di divisi vokal. Hyo eonni kemana?"
"iya, aku juga tidak terlalu mengerti kenapa tahun ini pendaftar club kita membludak. Yasudah ayo lanjutkan seleksinya. Dia sedang ada urusan sebentar."
"heum baiklah, selanjutnya siapa?"
"ini bagianmu." Lay menyerahkan setumpuk berkas formulir pendaftaran.
"lho? Tidak menilai bersama"
"kita harus segera menyelesaikan ini luhan, jika hyoyeon eonni datang nanti kita akan lebih cepat lagi selesainya."
"oh, oke, baiklah." Lay memang sangat tegas jika sudah dalam suasana seperti ini.
"banyak sekali. Yosh! Semangat!" Batin luhan.
"baiklah selanjutnya, pendaftar nomor 017 kim jong in silakan masuk." Panggil luhan lewat microphone yang telah disediakan. Saat lelaki yang dirasa bernama kim jongin itu maju kedepan, luhan terkejut.
"k-kau?" Tanya luhan tidak percaya.
"hai noona, namaku kim jongin."
.
.
.
TBC or END/?
.
.
.
n/b : terima kasih untuk review para readers di chapter sebelumnya, untuk pertanyaan-pertanyaannya nanti bakal kejawab seiring berjalannya ff ini/? dan yang udah nge follow sama nge favorite juga makasih banyaaak, i love you pokonya =3 kalau ada typo atau ada yang kurang dari ffnya mohon maaf yaps, bisa kasih kritik dan saran juga kok ;)
.
.
.
Silakan Review jika Berkenan ^^
