Shade... log in

Disclaimer: I don't own anything. Just the idea of the story and imagination that push me to write it is mine.

Warning: gaje, newbie, bahasa gak baku, typo (s), godlike (maybe), OOC, Harem, etc.

Don't like, Just ignore it.

Chapter 1

5 years later

Di sebuah jalan jauh dari konoha terlihat dua buah siluet orang yang sedang berjalan dengan santai. Yang satu terlihat seperti anak kecil berumur 10 tahun dengan tinggi diatas rata-rata anak seumurannya, dan yang satunya lagi terlihat seperti seorang berumur awal 30an dengan badan yang tegap dan ideal. Kedua siluet ini adalah Gilgamesh dan Naruto yang saat ini sedang berjalan menuju konoha.

" Naruto.., aku sudah terlalu lama disini jadi aku akan memberi mu satu hadiah terakhir. Aku harap kau bisa memanfaatkannya dengan baik" Ucap Gilgamesh dengan nada yang terdapat kesedihan di dalamnya.

Mendengar hal itu sontak saja Naruto seperti tersambar petir di siang bolong. Tapi beberapa saat kemudian Naruto hanya menganggukan kepalanya, karena mengerti bahwa tidak baik bagi Gilgamesh untuk berdiam diri terlalu lama disini.

" Aku mengerti sensei, aku juga tidak bisa menahanmu lebih lama lagi.., kau adalah satu-satunya orang selain Jiji, kurama dan keluarga ichiraku yang memperdulikan aku. Arigato Gilgamesh-sensei!!" Ucap Naruto yang saat ini sedang mencoba menahan air matanya supaya tiidak keluar, dia tidak mau terlihat lemah di depan gurunya.

" Tak apa Naruto, aku juga akan mengawasimu dari sana. Kau tenang saja hadiahmu bukanlah sesuatu yang instan, kau harus mencari kekuatanmu sendiri." Gilgamesh menyerahkan sebuah gelang yang sangat indah terbuat dari giok dengan lambang uzumaki di atasnya dengan warna emas.

" Naruto, gelang ini adalah tempat penyimpanan tak terbatas di dalamnya ada sebuah jutsu yang bisa membuatmu membuka portal untuk ke dunia para dewa. Selain itu disitu juga menyimpan pengetahuan tentang setiap universe yang ada. Dan satu hal lagi, berikan tontonan yang menarik untukku ya!.., dan jangan lupa untuk pergi ke dunia para dewa." Dengan itu Gilgamesh pergi dari hadapan Naruto, dengan hanya meninggalkan debu emas yang berterbangan.

" Ha'i sensei!!, AKU TIDAK AKAN MENGECEWAKANMU!!" Teriak Naruto dengan air mata yang beberapa saat lalu ditahannya kini akhirnya tumpah dengan sendirinya.

" Baiklah, sebaiknya aku masuk lewat Shi no Mori saja supaya tidak ada yang curiga. Aku jadi merindukan semua senseiku yang lainnya."

Dalam perjalanannya dengan Gilgamesh Naruto bertemu dengan banyak orang kuat di Elemental Nations dan dia juga mempelajari beberapa hal dari mereka. Saat ini Naruto tergabung di dalam kelompok yang bernama Hakumei yang berfokus untuk memerangi Akatsuki.

Naruto: Adapt BMS

Saat ini di hutan kematian terlihat seorang anak kecil yang sedang meloncati setiap pohon, dan beberapa saat kemudian dia berhenti dan duduk di salah satu dahan pohon yang ada disitu.

Anak kecil ini mengenakan celana standar anbu berwarna hitam, dengan jaket abu-abu yang terdapat garis biru dan merah di sisinya yang terbuka memperlihatkan kaos orange gelap dengan lambang uzumaki di tengahnya.

Yap, anak itu adalah Naruto yang sekarang sudah bertukar dengan bunshinnya. Dari ingatan bunshinnya Naruto mengetahui beberapa hal penting yang terjadi di konoha selama dia melakukan training trip dengan Gilgamesh. Salah satunya adalah insiden pembantaian uchiha karena rencana kudetanya, mereka dibantai oleh Uchiha Itachi kakak dari Sasuke. Tapi rencana kudeta mereka menjadi rahasia besar di konoha. Selain itu dia juga mengetahui kalau pandangan para warga lebih baik sedikit— terutama para wanita—, hal itu disebabkan karena wajah dan penampilannya, serta sifatnya yang menurut mereka lebih sopan. Jangan salah sangka Naruto tetap melakukan pranknya tapi kali ini dia melakukannya dengan menggunakan henge, jadi tidak ada yang tahu.

" Hei, Naruto jadi kapan kau akan mentransplantasikan semua dojutsu itu?" Ucap Kurama secara tiba-tiba, yang hampir membuat Naruto jatuh dari atas pohon.

" Apa-apaan kau ini Kurama!!, kau mengagetiku saja!!" Teriak Naruto saking terkejutnya.

" Grrr, Jawab saja pertanyaanku aku ingin menikmati waktu bersantaiku lagi." Jawab Kurama dengan ketus.

" Cih.., untuk pertanyaanmu itu aku akan memasangnya saat aku mendapat sharingan milik Shisui dari luwak tua itu, dengan itu dojutsu ini akan sempurna."

" Kalau begitu aku akan tidur lagi. Bangunkan aku saat ada hal yang menarik" Ucap Kurama dengan nada yang terdengar sangat malas.

' Dasar bola bulu, aku rasa konoha tidak akan seburuk itu, disini juga banyak wanita cantik yang berpotensi menjadi anggota haremku. Ahh!.., aku rasa virus mesum Gilgamesh-sensei sudah mulai menyerangku!!' Pikir Naruto dengan agak frustasi, tapi tidak bisa menyembunyikan seringai mesumnya.

Selama lima tahun pelatihan Naruto selalu mendapat pelatihan tentang cara mengerti wanita dan menaklukannya. Gilgamesh bilang kalau ini akan bisa membantunya di masa depan. Selain itu, Naruto selalu diajak Gilgamesh ke pemandian air panas dan entah tidak ada wanita yang marah saat mereka mandi di bagian wanita, mungkin itu adalah kekuatan dewa, pikir Naruto. Terkadang Gilgamesh juga mengajaknya ke bar, lagi pula dia seorang dewa hukum moral tidak terlalu berlaku kepadanya. Selain pelajaran tentang wanita, Naruto juga diajari tentang banyak hal lainnya.

Karena kemampuan yang diberikan Gilgamesh yaitu Adapt BMS, yang membuat tubuh,pikiran, dan jiwanya— yang mana terhubung langsung ke inti cakhra nya— bisa beradaptasi dengan kondisi apapun, selama Naruto bisa bertahan di kondisi itu, saat ini sekurang-kurangnya 5 detik. Dan jika bisa bertahan maka dia bisa beradaptasi dengan itu, tergantung apa yang diterimanya. Kecuali serangan yang berbasis atau ditambahkan cakhra alam maka Naruto tidak bisa beradaptasi selama dia belum bisa menguasai mode sage. Saat Naruto bisa menguasainya pun itu hanya sebagian kecil yang bisa dikurangi efeknya.

Misalnya, jika tubuh Naruto diserang oleh api yang sangat panas dan dia bisa bertahan maka jika dia diserang dengan api yang sama, rasanya hanya sama seperti digigit semut. Dan jika cakhra Naruto diserang seperti dengan jyūken dan bertahan jika diserang lagi maka itu akan berkurang dampaknya, dan karena itulah Naruto bisa bertahan dari 1% kekuatan Gilgamesh dan saat ini Naruto dan Kurama sudah sepenuhnya bergabung. Dari 1% itu Naruto mendapat kekuatan lain untuk menunjang kemampuannya salah satunya yaitu Bloodline Destroyer. Hal yang sama juga berlaku untuk kecepatan menangkap informasi oleh pikiran Naruto.

Karena kurama adalah makhluk yang terbuat dari cakhra murni maka dia tidak akan bisa terbunuh. Tapi karena saat ini cakhranya telah sepenuhnya menyatu dengan Naruto maka mereka tidak akan bisa dipisahkan meski Kurama dipaksa disegel ke dalam gedo mazou sekalipun itu hanya akan menjadi sia-sia. Hal ini juga menyebabkan cakhra Naruto yang sudah besar, menjadi hampir tak terbatas jika Kurama bisa berevolusi menjadi ekor 10.

Karena pelatihan itu jugalah yang membuat pola pikir Naruto sangat berbeda dengan sebelumnya. Saat ini Naruto setidaknya tidak terlalu ceroboh dan juga sekarang Naruto adalah seorang super mesum tertutup, dia tidak akan memperlihatkan niat bejatnya secara langsung, tapi menggunakan wajah dan auranya yang dianggap polos oleh orang dewasa dan tampan menurut anak seumurannya.

" Sebaiknya aku langsung ke rumahku lalu langsung tidur."

Dengan itu Naruto mulai meloncat dari dahan ke dahan menuju rumah atau mungkin sebuah mansion karena saking besarnya. Naruto memang diberikan sebuah mansion oleh Gilgamesh sejak pertama kali dia pergi, walaupun tidak sebesar milik uchiha maupun hyuga, tapi tetap saja mansion ini sangat luas, mansion ini bergaya arsitektur campuran antara jepang dan eropa, dengan taman dan kolam ikan sebagai hiasan serta training ground dibelakang rumahnya. Dan juga banyaknya para maid yang berlalu lalang di mansion ini. Juga jangan melupakan fakta bahwa mereka mempunyai badan yang sangat bagus dan wajah yang cantik.

Naruto: Adapt BMS

Pagi hari yang cerah telah menerangi desa konoha dengan cahaya mataharinya yang sangat menghangatkan. Di salah satu mansion di pinggiran desa konoha, Naruto mulai bangun dari tidur nyenyaknya, dia mulai mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan intesitas cahaya yang masuk ke matanya.

Naruto mulai bangkit dari tidurnya dan memulai kegiatan paginya seperti mandi, berpakaian, lalu sarapan bersama para maidnya, setelah itu dia langsung pergi ke akademi dengan berjalan santai. Meski mansionnya ini sangat sempurna, tapi satu hal yang sangat disayangkan Naruto adalah fakta bahwa dia tidak boleh melakukan hubungan sex sebelum dia berumur 16 tahun, dan itu adalah larangan langsung dari gurunya. Katanya dia harus bisa menghargai keputusan seorang wanita.

' Tapi, guru tidak melarangku untuk melakukan foreplay dengan mereka bukan?, kalau begitu aku akan menjadikan semua wanita cantik disini milikku, setelah itu wanita dari universe lain juga akan menjadi milikku. Mulai sekarang tujuanku adalah menjadi harem king!!'

Naruto mendaklarasikan impiannya dengan sangat semangat, hingga tidak menyadari kalau dia telah sampai di depan akademi. Sebelumnya saat Naruto berjalan ke akademi dia masih melihat tatapan 'itu' dari para warga desa, tapi setidaknya mereka tidak mengeroyoknya lagi. Dan juga sesuai ingatan bunshinnya, hampir semua wanita yang ditemuinya melihatnya dengan kagum, meski yang lebih tua menyembunyikan ekspresinya, tapi dari bahasa tubuhnya Naruto bisa mengetahui kalau mereka juga kagum padanya.

Naruto mulai berjalan menuju kelasnya. Saat dia sampai, dia melihat kalau kelas masih kosong. Naruto mulai berjalan menuju tempat duduknya yaitu disamping jendela.

Setelah beberapa saat kelas mulai penuh dan ribut oleh para siswa yang satu persatu mulai berdatangan. Dari pengamatannya Naruto tahu kalau kelas ini banyak heir/heiress dari klan di konoha.

Diantaranya yaitu, dari klan aburame ada Aburame Shino yang mengenakan jaket berhoodie dengan kerah tinggi, yang hampir menutupi seluruh wajahnya, selain matanya, itupun dia menggunakan kaca mata.

Dari klan Nara ada Nara Shikamaru yang menata rambutnya dengan gaya ponytail yang mirip nanas, dia selalu terlihat malas tapi sangat pintar. Memang tipikal Nara, pikir Naruto.

Dari klan Inuzuka ada Inuzuka kiba, yang selalu mendeklarasikan dirinya sebagai alpha sejati. Dia mengenakan jaket hitam berhoodie dengan bulu sebagai pelengkapnya, dia juga memiliki tato merah berbentuk segitiga terbalik dipipinya. Dan jangan lupakan ninkennya yaitu akamaru yang memiliki bulu berwarna putih

Dari klan Akimichi ada Akimichi Choji, dia adalah anak dengan tubuh besar, dia selalu membawa keripik kemanapun dia pergi, dia juga memiliki tanda seperti pusaran merah dipipinya.

Dari klan Uchiha ada Uchiha Sasuke satu-satunya Uchiha yang masih tersisa di konoha. Dia mengenakan baju biru donker dengan lambang uchiha di punggungnya. Dia tidak terlalu peduli pada apapun satu satunya yang dia pedulikan adalah bagaimana cara membunuh kakaknya dan kekuatan untuk membunuhnya.

Dari klan Yamanaka ada Yamanaka Ino dia seorang gadis berambut pirang dengan gaya ponytail dan poni yang menutupi salah satu matanya. Dia juga salah satu orang yang sudah menjadi anggota haremnya.

Dari klan hyuga ada Hyuga Hinata dia diusir oleh ayahnya dari klan setelah insiden penculikannya. Saat ini dia tinggal di apartemen lama Naruto, tapi Naruto akan mengajaknya pindah saat pulang akademi bersama Ino. Karena pengusirannya dia jadi lebih kuat karena pelatihannya dengan bunshin Naruto. Meski saat ini dia berperan sebagai gadis pemalu, tapi itu hanyalah topeng belaka.

Dan yang terakhir dari keluarga Civilian council Sakura Haruno. Memiliki rambut pink yang sangat tidak cocok untuk seorang kunoichi, serta Fansgirl nomor1 Uchiha Sasuke, dan juga yang paling fanatik. Dia juga target prank no.1 Naruto, karena dia mulutnya terlalu mengganggu, dan selalu menganggap kalau Naruto mengejar cintanya, dan itu sangat mengganggu Naruto.

" Ohayou, anak-anak.."

Pintu kelas terbuka memperlihatkan laki-laki yang mengenakan rompi chunin dengan bekas luka di hidungnya dan gaya rambut yang hampir sama seperti Shikamaru. Dia adalah Umino Iruka guru yang mengajar di kelas ini. Dia mengucapkan salam tapi sepertinya para murid tetap sibuk dengan urusannya sendiri. Dengan terpaksa Iruka menggunakan Big Head Jutsu nya untuk menenangkan para muridnya.

Setelah para muridnya tenang dia mulai menjelaskan sesatu kepada para muridnya, dan Naruto bersumpah ini bahkan lebih buruk dari bagaimana cara para ulat berkomunikasi. Ini sangat membosankan bahkan dia sudah mengetahui semua materinya. Dan dia masih memiliki dua tahun tersisa untuk ini. Naruto melihat ke sekelilingnya, ternyata banyak yang satu pikiran dengannya, bahkan Shikamaru sudah tidur lelap. Karena tidak ada hal yang menarik Naruto memutuskan untuk tidur.

' Kapan-kapan aku akan mengirim bunshinku saja, dan aku akan berlatih. Yah, seharusnya aku melakukan itu.' Naruto membuat mental note supaya mengirim bunshinnya ke sini. Lagi pula materi ini hanya akan berguna bagi para Civillian, dengan pemikiran itu Naruto mulai tidur lelap. Sepenuhnya menghiraukan Iruka yang sedang meratapi nasibnya setelah melihat kebanyakan muridnya memperlihatkan ekspresi bosan.

' Apa pelajaranku sebegitu membosankannya?' Iruka merasa hatinya telah dirobek setelah melihat ekspresi para muridnya.

Tbc

A/n: Ini adalah cerita sampingan ku jadi jangan terlalu berharap untuk bisa update cepat dan word yang banyak. Karena saat ini saya hanya bisa melakukannya segini.

Terima kasih untuk yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca ini, dan juga terima kasih untuk fav dan follnya. Tolong masukannya untuk anggota harem Naruto.

Shade... log out