This is a KyuMin Story

Genderswicth

School life

Friendship

All Kpop Idol Cast

Chapter two

I think I like him

Ini adalah fakta buruk. Karena memikirkan kebenaran bahwa Kyuhyun mugkin menyukaiku, aku menghabiskan banyak waktu untuk berfikir semalaman. Dan inilah akibatnya, aku telat pergi kesekolah. Memang tidak lewat dari jam masuk sih, tapi tetap saja ini buruk. Aku belum mengerjakan tugas matematikaku. Walaupun pelajaran matematika ada dijam ke lima dan enam setelah istirahat, tapi ini benar-benar kesalahan fatal bagiku. Matematika adalah pelajaran favoritku, aku selalu mendapatkan nilai diatas 80. Tidak pernah lebih buruk dari angka itu, dan jika sekarang aku sama sekali belum mengerjakannya. Jadi apa aku nanti?

"Nikhun~ah berapa jawabanmu no dua?"

"min empat"

Ya aku memutuskan bertanya pada Nikhun jawaban no dua, bukan karena aku tak bisa menjawab dan mencoba mencari contekan, tapi aku butuh pencerahan. Ini adalah tugas uraian, jadi aku harus menguraikannya sendiri. Aku sudah menyelesaikan sampai no lima ya walau aku melewatkan no dua dan tiga. Aku bisa mengerjakan yang lebih mudah dulu bukan?. Dan ini kembali membuatku seperti orang kutuan, aku menggaruk-garuk kepalaku dari tadi. Kenapa aku belum menemukan jawabanya? Baik aku harus mengerjakan no tiga dulu. OK aku membutuhkan beberapa detik.

Aku benar-benar dilanda panik seperti korban kebanjiran, sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai dan jawabanku belum benar-benar juga. Tadi aku sempat bertanya pada Sandara juga, salah satu deretan siswa pintar dikelasku setelah Nikhun. Dan jawabanya sama dengan Nikhun 'Min Empat'. Arrrggggkkk aku janji tak akan memikirkan Cho Kyuhyun lagi seteah ini. Membawa masalah saja.

"Arrggk kok jawabanku tak sama. Bagaimana ini?" sebenarnya ini adalah pertanyaan retoris, aku tak membutuhkan jawaban dari siapapun kecuali aku sendiri. Yang terjadi pada buku tulisku adalah sebuah uraian panjang yang pada jawaban akhrinya tertulis angka "Empat". Hah dari mana aku harus mendaptakan tanda "Min" itu?. Ah aku menyerah.

"Kau kenapa?" itu suara Yuri, sepertinya dia baru kembali kekelas. Tadi dia memang mengajakku berkumpul dengan yang lainya, tapi aku menolak..

"tugasku kacau" aku menumpu kepalaku diatas meja setelah menjawab pertanyaan Yuri.

Dan inilah nilai matematika terburuk yang aku dapatkan selama aku menjadi siswa High School. Angka 60 tertera dibuku tugasku. Aku kesal sekali, kesal pada diriku sendiri.

"Ya! sudahlah, seonsangnim bilang nilai mulai 60 keatas tak ada tugas ulang. Jadi kau aman" YA K Kwon Yuri, aku semakin kesal kau tahu. Ingin sekali aku berteriak begitu padanya hanya saja aku sudah kesal diujung ubun-ubun jadi aku batin sajalah. Aku bukan dia, yang mendapat nilai 60 saja sudah puas.

...KyuMin...

Walaupun melelahkan tapi olahraga adalah pelajaran favoritku setelah matematika. Aku menyukai banyak jenis olahraga, kecuali basket. Karena aku tak bisa bermain basket, iyu makanya aku pendek. Dan saat ini aku sedang istirahat setelah bermain Volly.

Aku berjingkat kaget saat ada sesuatu yang dingin menyentuh pipi kiriku. Aku menoleh dan mendapatkan dia. Cho Kyuhyun berdiri disana lalu bergerak duduk disamping kiriku.

"minum" matanya melirik minuman kaleng yang belum berpindah dari tangannya ke tanganku. Perlahan aku mengambilnya lalu membuka penutup kaleng minuan tersebut.

"thanks" sambil sedikit tersenyum aku mengucapkan kata terimaksih, kemuadian meneguh minuman dingin tersebut. Segar sekali. Tapi sebentar, kenapa Kyuhyun bisa ada disini?

"kau? Kenapa disini?" aku memutuskan bertanya, masak iya aku mengabaikanya. Dia kan sudah baik memberiku minuman dingin disaat dehisdrasi begini.

"aku hanya lewat ke toilet, dan kulihat kalian sedang olahraga, jadi aku memutuskan sekalian ke kantin dan membeli ini" aku diam mendengar penjelannya. Hmm tak tau harus mengobrol apa lagi. Dia sudah menjwabnya jelas dan lengkap. Tapi apa iya dia sengaja membeli ini untukku?

"kenapa?" sepertinya dia peansaran dengan aksi diamku hingga bertanya seperti itu

"tidak. Hanya saja ini kan jam pelajaran seharusnya kau dikelas"

"aku hanya kekamar mandi sebentar saja apa masalahnya sih" sepertinya dia jengkel

"ya bukan masalahku juga sih, aku kan hanya mengingatkan kenapa kau jadi sewot begini sih" kenapa jadi berdebat tak jelas begini sih.

Kami terdiam beberapa detik, sampai aku memutuskan bicara lagi

"terimakasih minumannya" aku melempar kaleng minuman yang sudah kosong itu ke tong sampah yang kebetuan ada disebelahku. Lalu aku berdiri

"aku harus kembali kelapangan, kembalilah ke kelasmu" seperti sedikit menasehati kata-kataku ini. Tapi memang sih aku lebih suka dia jadi anak baik-baik dari pada suka bolos begitu

"aku tahu" kulihat ia berdiri dari duduknya, lalu mengangkat bahunya acuh selanjutnya ia melangkah meninggalkan pinggiran lapangan olahraga ini

"itu tadi Kyuhyun kan?" Yuri tiba-tiba menjejeriku saat berjalan mendekati lapangan

"hmmm kenapa?"

"kenapa dia disana bersamamu? Maksudku dijam pelajaran begini?"

"dia hanya lewat dan berhenti sebentar untuk mengobrol"

"denganmu?"

"apa maksudmu?" aku tak menerti dengan pertanyaan ambigunya itu, sungguh.

"ya kurasa dia ingin mengobrol denganmu. Kalian kan jarang mengobrol berdua setahu ku"

"tak ada yang perlu diobrolkan berdua dengannya" ya kurasa memang tak ada sesutu yang perlu diobrolkan hanya berdua saja dengannya

"kau pikir antara aku, Yoona atau yang lainya ada sesuatu yang harus diobrolkan hanya berdua dengan Kyuhyun?" aku mengerutkan kening tak mengerti

"maksudmu?" aku benar-benar tak mengerti

"ya walaupun kami tak ada sesuatu yang harus diobrolkan berdua denganya, tapi kami sering mengobrol hanya berdua, walau hanya basa-basi atau mengobrolkan hal yang tak penting sekalipun." ya itu memang benar

"diantara yang lain kau itu yang terlihat sekali menjaga jarak denganya Sungmin" Yuri menambahkan penjelasnnya

"YAA YEADEUL~AH PPALLIWA"

Itu suara Kang seonsengnim. Dan kulihat Yuri sudah berlari kelapangan. Akupun memutuskan untuk berlari setelahnya.

...KyuMin...

Sebisa mungkin sekarang aku mencoba memperbaiki hubunganku dengan Kyuhyun. Lagian ini kan akhir semester, sebentar lagi kami lulus jadi aku harus meninggalkan kesan yang baik kan saat sekolah.

"Lee Sungminie~" itu suara Robin salah satu temanku keturunan inggris. Aku menoleh mendengar suaranya memanggilku, saat ini aku sedang berjalan dikoridor kembali dari ruang administrasi. Ya aku menunggak administrasi sekolah lagi. Ini sudah jadi hal biasa, paling aku harus memberitahu eomma lalu eomma akan datang kesekolah dan janji akan membayar ditanggal yang akan mereka negosiasikan. Aku pernah sempat ingin mencari kerja sambilan. Tapi eomma melarangku, eomma bilang aku ini pelajar, jangan memikirkan yang lainnya cukup belajar yang benar. Aku sangat menyayangi eomma kadang juga kasihan pada eomma yang harus kerja keras sendiri. Appa ku itu lepas tanggung jawab, walau kami tinggal bersama tapi appa benar-benar tak mau mengurusi masalah biaya sekolah kami. Ya kami, aku dan adikku, Luhan. Luhan ada di tingkat satu saat ini disekolah yang sama denganku.

"ada apa Robin? Ada yang bisa kubantu?" akhirnya aku mengeluarkan suara untuk menjawab panggilannya saat Robin sudah ada disampingku

"aku belum bisa dance nya. Bisakah kau membantuku lagi?" ya kami memang mempunyai tugas akhir dibidang skill. Dan kebetulan Robin ingin menunjukan skill dibidang seni. Sebenarnya ia tak bisa dance tapi dia sangat menyukai dance. Setidaknya dia mau mencoba kan?.

"baik, kapan kau ingin latihan?"

"kapan saja Lee Sungminie ada waktu" aku tersenyum, memang hanya Robin yang memanggilku dengan nama selengkap itu

"baiklah bagaimana kalau siang nanti?"

"baiklah" ia tersenyum

"terimaksih Lee Sungminie. Aku duluan ya?" Robin melangkah menjauhiku. Aku tersenyum melihat punggungnya

"sepertinya kalian semakin akrab ya" itu suara Kyuhyun, aku hafal betul suaranya

"aku kan memang akrab dari dulu dengannya" aku melirik sedikit dia yang ada disebalahku. Darimana datangnya ia tiba-tiba ada disampingku.

"iya kau memang akrab dengannya, bahkan hampir dengan semua siswa laki-laki seangkatan kita kan?" nada bicaranya sungguh tak bersahabat

"mungkin" jawabku asal

"tapi kenapa kau tak bisa seperti itu denganku?" HAH? Apa lagi ini maksudnya

Aku hanya merengut tak mengerti

"denganmu?" aku ingin dia menjelaskannya sekali lagi

"aku merasa kau tak menyukiku. Kenapa?" ia melipat kedua tangannya didepan dada sambil bertanya padaku

"KYUHYUN..." aku dan Kyuhyun sontak menoleh saat ada yang berteriak dari koridor sebelah kanan. Disana ada Sunny teman kami sekaligus sahabat Sooyoung

"kau disini rupanya" gadis yang lebih pendek dariku ini cepat sekali jalannya tiba-tiba ada didepanku

"kenapa?" Kyuhyun bertanya datar

"Sooyoung mencari-carimu dari tadi. Kau ini hobi sekali sih mengacuhkannya" sepertiya Sunny kesal, Kyuhyun memperlakukan sahabatnya dengan tidak baik. Gadis itu mendumel tak jelas dan hey kapan ia melingkarkan lengan kanannya dilengan kiriku ini?

"Sungminie ayo kau kekelas bersamaku saja, tinggalkan saja pria tak peka ini" dan tanpa persetujuan Sunny menarikku kearah kelas kami, ya walau kelas kami berbeda tapi dari tempat ini kan searah. Dan selama berjalan menuju kelas kami bercanda-canda ringan.

Sebenarnya aku masih penasaran, apa saja yang akan Kyuhyun katakan tadi misalkan obrolan kami tak terputus karena kedatangan Sunny.

...KyuMin...

Hari ini aku dihukum membersihkan taman belakang kelasku, karena aku tertidur saat perlajaran sastra. Itu pelajaran paling menyebalkan menurutku. Banyak sekali kata-kata fiksi yang tak kumengerti dan hawanya selalu mengantuk jika pelajaran itu dimulai. Dan istirahatnya Eunhyuk mengajakku kekantin makan-makan sampai kenyang. Lalu istirahat keduanya kami ber enam berkumpul ditaman yang tadi sudah aku bersihkan. Yuri duduk disampingku sambil menyandarkan kepalanya dipundak kananku, lalu Yoona duduk didepanku berhadapan denganku karena posisi tempat duduknya agak tinggi jadi Bom yang duduk disebelahnya bisa memeluk pinggangnya sambil duduk dibagian yang lebih rendah. Heechul duduk disebelah kiriku, sedangkan Euhyuk berdiri disebelah Heechul.

Kami hanya mengobrol obrolan-obrolan ringan, kadang-kadang tertawa membicarakan hal-hal lucu tentang teman-teman kami.

"Hyuna~ya rok mu kotor" itu suara Kyuhyun yang berdiri beberapa meter didepan sana bersama teman-teman yang lain. Sepertinya ia sedang menggoda Hoobae tingkat dua yang bernama Hyuna.

"apasih Kyuhyun sunbae?" Hyuna sepertinya menyadari kalau dia hanya dikerjai saja

"ya ya itu dirokmu bagian belakang. Dibagian pantat tepatnya" lagi Kyuhyun mencoba mengecoh pertahanan Hyuna. Terlihat Hyuna memutar kepalanya untuk melihat kebelakang

"apasih, tak ada kotoran apa-apa kok" dan sepertinya Hyuna yakin kalau sedang dikerjai, gadis itu melangkah menjauhi gerombolan Kyuhyun

"YA HYUNA~YA SEPERTINYA KAU TEMBUS" kalian tahu kan tembus yang dia maksud? Ck!

"HAHAHAHAHAHAAA..."

Tawa mereka meledak setelah Kyuhyun mengucapkan kalimat keramat itu. Mereka keterlaluan sekali, bahkan Taeyang sampai duduk dilantai menertawakan wajah kaget Hyuna. Ya walaupun Hyuna itu centil, tetap saja kasihan kalau diusili seperti itu

"Ck! Dasar bocah gila" komentar Eunhyuk sambil tersenyum. Hm aku ikut tersenyum juga. Dan kepanjangannya kami jadi membicarakan beberapa hoobae centil yang setara dengan Hyuna yang sering dipermalukan sunbae mereka atau bahkan hoobae dan teman seangkatan mereka. Benar-benar lucu.

"Ck!" aku menoleh kesamping kanan saat mendengar suara decak seorang gadis, dan setelahnya kurasa Yuri mengangkat kepalanya dari pundak kananku.

"ada apa Victoria?" aku heran melihat wajah sebalnya, makanya aku bertanya

"kau tau Taemin!" itu bukan pertanyaan, tapi penegasan. Ya aku tahu Taemin, dia teman sekelasku bahkan dia satu-satunya pria yang ada di grup dance kami. Aku, Eunhyuk, Yuri, YoonA dan Victoria memang membentuk grup dance yang dipelopori Taemin. Pria yang agak kecewek-cewek an itu

"hm ada apa dengan Taemin?" aku mengerutkan keningku menunggu penjelasannya.

"kau tahu sendiri kan bagaimana Taemin selalu menegaskan kepada semua siswa kelas kita untuk disiplin mentaati aturan yang kita buat?"

"hmm" hanya gumaman yang kulontarkan untuk isyarat agar ia melanjutkan ceritanya

"tapi sekarang dia sedang mengobrol dengan Sunny dan kedua temannya itu dikelas kita dan membiarkan mereka bertiga masuk kelas kita tanpa melepas sepatunya" ya memang dikelasku sepatu harus dilepas, dan kelasku dinobatkan sebagai kelas paling rapi, paling bersih. Kelas terbaik tahun ini.

"kenapa begitu?" aku berguman, bertanya pada diriku sendiri

"aku tak tahu, seluruh isi kelas kesal dengannya" kuihat Victoria juga sangat kesal

"kenapa tak kau tegur saja? Kau kan ketua kelasnya?" Yuri menambahkan. Aku menganguk setuju, ya Victoria kan berhak menegurnya

"kau tahu sendiri kan kalau Taemin itu suka menangnya sendiri. Dan aku memang tak pernah mau beradu argumen dengannya" aku mangut-mangut

"baiklah nanti aku akan coba bicara denganya" aku tersenyum, dan victoria juga tersenyum

"baikalah" kulihat ekspresi lega diwajahnya.

Pada saat bel pulang berdentang aku menghampiri bangku Taemin. Aku menyampaikan apa yang tadi kubicarakan dengan Victoria saat istirahat, semuanya tanpa kutambah-tambahi ataupun aku kurangi. Yuri memperhatikanku dari bangku kami, ia sudah menggendong tas punggungnya. Dan perdebatan itu dimulai

"huh Sungmin, kau seperti anak kecil saja. Hal sepele seperti itu saja kau permasalahkan" HAH apa katanya? Aku yang seperti anak kecil? Jelas-jelas dulu dia yang membuat peraturan ini, yang pada akhirnya disetujui semua anggota kelas

"kau bilang aku yang seperti anak kecil? Kau sendiri Taemin yang membuat peraturan ini. Bahkan kau pernah marah-marah saat Kangin kembali kekelas hanya untuk mengambil uang sakunya didalam tas tanpa melepas sepatunya saat itu. Padahal saat itu Kangin sudah ijin pada Victoria" aku luapkan semua emosi yang tadi sempat kutahan. Kurasa beberapa mata memperhatiakan kami, bukan hanya Yuri saja. Karena memang beberapa belum keluar dari kelas.

"lalu sekarang maumu apa hah?" sialan dia berteriak padaku

"aku ingin kau konsisten Taemin. Konsisten dengan peraturan yang kau buat. Jika tidak ya tidak, jangan hanya karena kalian dekat kau membiarkan mereka seenaknya saja" kulihat matanya melotot padaku. Menantang kau rupanya Taemin.

"BAIKLAH!" setelah berteriak seperti itu, kupikir dia akan minta maaf dan tak akan mengulanginya lagi. Tapi nyatanya dia memang mengajak bermusuhan.

"MULAI SEKARANG TERSERAH KALIAN, PAKAI SEMUA SEPATU KALIAN MASUK KELAS" dia terengah-engah setelah berteriak seperti itu. Dan aku makin dibuatnya kesal. Dia pikir dia siapa? Apa dia pikir kami akan menurutinya apa?. Peraturan tetap peraturan, dan kelasku akan tetap jadi kelas terbaik.

"Uh Heuh,,, Victoria. Aku sudah bicara padanya dan ini hasilnya kau tahu sendirikan!" aku menoleh pada Victoria dan berujar seperti itu, aku sudah lapar dan aku mau pulang. Berdebat seperti ini tak akan ada akhirnya.

Aku kembali kebangkuku mengambi tas punggungku dengan tangan kananku. Tanpa memakainya aku menjinjing tas tersebut.

"Ayo Kwon kita pulang" Yuri mengikutiku, kami menuju pintu keluar kelas. Lalu memakai sepatu kami yang diletakan dirak sebelah pintu masuk. Ya memang selama didalam kelas kami hanya memakai kaos kaki saja. Dan tak perlu kawatir kotor karena kelas kami bersih, setiap hari di pel oleh anak-anak yang dapat jadwal piket. Kalau musim dingin akan dilapisi karpet penghangat, jadi aman.

...KyuMin...

Selama ini diantara kami ber enam akulah yang tak pernah mendapat musuh. Tapi kali ini empat sekaligus. Taemin dan Sunny serta teman-temannya itu.

Dan pada akhirnya kami saling perang dingin, sering Sunny yang memang cerewet itu menyindir kami. Aku sih tak pernah menanggapinya, tapi tidak untuk Eunhyuk. Kalian tak lupa kan kalau Eunhyuk itu adalah member geng kami yang paling beringas.

Kami saling bersaing untuk msalah nilai juga, benar-benar permusuhan yang sesungguhnya. Dikelas, Taemin jarang punya teman. Mereka semua memang kesal padannya.

Sindir-menyindir itu sering terjadi sampai aku muak rasanya. YoonA dan Eunhyuk yang paling semangat mengoceh, kadang-kadang Bom juga ikut-ikutan perang mulut. Yang pada akhirnya malah mengundang tawa dari kami semaua. Bom itu aneh kalau marah-marah, seperti Ahjuma.

Karena bermusuhan dengan geng Sunny, yang artinya ada Sooyoung didalamnya. Aku memutuskan menghindari Kyuhyun. Aku pernah suatu kali ngobrol dengan Kyuhyun, memang aku lumayan akrab akhirnya dengan Kyuhyun. Dan saat itu Taemin melihat kami yang mengobrol akrab, anak ember itu sepertinya mengadu pada Sooyoung. Dan ya begitulah akhirnya, mereka gembar-gembor menyindirku. Yang katanya kecentilan mendekati kekaih orang, yang katanya gak laku sampai-sampai pacar orang diincar. Seperti itulah yang intinya mereka mengharap aku tak dekat-dekat lagi dengan Kyuhyun.

Sekarang aku lebih suka berdekatan dengan Nikhun dan Donghae, siswa-siswa pintar dideretan sepuluh besar. Setidaknya aku tak akan dapat sindiran dekat dengan mereka. Karena Nikhun itu menyukai Victoria, aku tahu itu. Dan donghae itu menyukai Sandara, jadi aku aman. Karena mereka berdua Victoria dan Sandara juga lumayan dekat dengaku.

Tapi sepertinya Kyuhyun itu benar-benar tak paham situasi. Sesering aku menghindarinya, maka pria itu lebih menyebalkan dengan sering mendatangiku. Kadang-kadang menyinggung kedekatanku dengan Robin. Apalagi ini? Aku dan Robin tidak ada hubungan apa-apa. Robin pernah curhat padaku kalau dia menyukai Victoria. Iya Victoria yang sama dengan yang disukai Nikhun, teman sekelasku.

Aku benar-benar dibuat pusing dengan situasi saat ini.

Saat berjalan dikoridor aku melihat Kyuhyun, Taeyang dan Jiyoung di seberang berjalan kearahku. Baik aku harus menghindar apapun caranya.

Akhirnya aku memutusakan berbalik, dan apalagi ini? Ada Baekhyun disana. Memang tak ada hubungan apa-apa semua ini dengan Baekhyun, tapi kan kalian tau aku, Aku masih suka berdebar setiap kali melihatnya. Aku masih menyukai Baekhyun.

Aku memutuskan melangkah pelan-pelan. Bukannya tadi aku mau kabur dari sosok Kyuhyun, tapi kenapa sekarang malah hanya bejalan pelan-pelan?

Aku sedikit memejamkan kepalaku karena pusing memikirkan ini semua

Tap

Tap

Tap

Tap

Derap langkah itu terdengar nyaring ditelingaku, dari depan dan belakang. Dua orang yang sama-sama aku hindari.

"Hay Sungmin?" oh Tuhan dia menyapaku. Byun Baekhyun kenapa harus menyapaku?

"uh hay Baekhyun" aku menjawab seadanya saja sambil tersenyum, yang kuyakini itu senyum yang sangat aneh.

"apa kau melihat Robin?" aku berfikir sejenak, mungkin Robin dikelas.

"mungkin dikelas, aku belum kekelas. Aku dari kelas 3-6" kurasa aku sudah mencoba mengobrol dengan wajar.

"aku baru saja dari kelasmu dan aku tak menemukan Robin" Robin memang ada dikelas yang sama denganku, dan dia tak menemukan Robin disana katanya.

"begitu ya?" aku hanya menjawab sekedarnya

Karena menghabiskan beberapa menit mengobrol dengan Baekhyun, aku tak sadar kalau ketiga pria ini sudah disekitarku.

"hoy" Jiyoung langsung merangkul pundak Baekhyun setelah menyapa dengan gaya bahasanya sendiri

"Dragon, kau lihat Robin tidak?" Dragon? Itu panggilan akrab Jiyoung

"Robin, aku tak lihat. Ada apa memangnya?" raut muka Jiyoung terlihat penasaran. Mereka bertiga memang akrab. Robin, Jiyoung dan Baekhyun.

"dia membawa CD game ku, dan katanya hari ini akan dibawanya" sepertinya aku harus pergi, didalam obrolan ini aku kan tak tahu menahu

"game apa?" kyuhyun ikut-ikutan nimbrung. HUh pria kalau sudah membicarakan game.

"aku duluan ya semuanya" aku benar-benar pergi setelahnya.

...KyuMin...

Kali ini pelajaran olahraga, karena bersamaan dengan anak tingkat dua. Akhirnya kami ditandingkan futsal

Dikelompokku ada aku, Yuri, Victoria, Eunjung, dan Minzy. Kami berlima memang punya hobi sama 'Bola Sepak'. Dan kami pemain terbaik kelas 3-1

Kami sangat berkonsentrasi bermain, semakin bersemangat saat gendang telinga mendengar teriakan anak-anak kelas kami mensuport. Kadang-kadang anak kelas dua juga ada yang mensuport kami.

Aku tak hafal suara mereka yang saling bersahutan.

Ini babak kedua stelah istirahat, babak pertama score 3-1 kemenangan untuk kelasku. Tentu saja ada Eunjung yang berbadan tinggi dan lihat olah kaki, lalu Minzy yang gesit sekali dalam berlari. Victoria juga sangat jeli melihat kemana arah bola berlari sehingga jarang kebobolan untuk gawang kami. Yuri yang pintar mengoper dan aku yang mampu menendang dengan keras, Luhan saja dulu sempat heran saat pertama kali melihatku main bola. Kemudian mengatakan pada eomma "eomma ternyata Sungmin noona mampu menendang bola dengan sangat keras". hehhehee

Ini babak penentuan, walaupun hanya pertandingan main-main, kami harus tetap maximal bermain.

Aku rasa waktu hampir berakhir. Tapi satu gol pun belum tercipta, aku jadi kesal. Pertahanan mereka ketat sekali.

"SUNGMIN~AH FIGHTING!" aku menoleh kearah sumber suara. Aku tahu pasti suara siapa itu. Aku hanya memastikan saja. Dan benar saja,disana sudah ada Cho Kyuhyun tersenyum dengan sangat lebar padaku. Aku tersenyum tak habis pikir melihatnya.

"Sungmin" itu suara Yuri sebelum mengoper bola padaku. Aku menerima bola itu lalu mengoper pada Minzy. Aku kembali menoleh kearah tadi, tempat dimana Kyuhyun berada. Dan dia masih disana. Mengepalkan kedua tangannya, sambil tersenyum mengucapkan kata "Fighting" dengan gerak bibir yang jelas. Aku semakin tersneyum lebar melihatnya. Semangatku penuh lagi. Satu gol, iya aku harus dapat satu gol lagi.

Dan pada akhir permainan kelas kami lah yang jadi pemenangnya, 4-1 scor akhirnya.

Haaaaaah aku senang sekali. Terimakasih Cho Kyuhyun karena suportmu aku memcetak satu gol lagi. Tadi saat diakhir pertandingan, aku melihat Kyuhyun tersenyum senang disana sambil melambaikan tangannya, kemudian berlalu.

Entah kenapa aku senang sekali. Aku tak tahu ada yang menyadari interaksi kami tadi atau tidak. Aku tak begitu peduli. Bodoh amat kalau sampai ada yang melapor pada Sooyoung dan akhirnya gadis itu melabrakku. Itu urusan nanti. Yang jelas aku senang sekali.

Aku merasa memang masih menyukai Baekhyun. Tapi aku juga tak bisa bohong, Aku rasa aku mulai menyukai Kyuhyun.

note: GS, ada minimarket 24 jam dikorea.

Terimaksih buat Lee Minry, yang selalu kasih dukungan. n sering sharing lewat bbm.

Terimakasih juga buat TiffyTiffanyLee buat Review diChapter satu.

saat liat views ada 90, tapi kenapa yang nonggol namanya cuma 1? heheehehhe