story by sehunomaya
15
boyxboy or yaoi
no plagiat !
if you don't like boyxboy area! please don't read my story !!!!!!!
.
.
.
wattpad : sehunomaya
.
.
.
2019
.
happy reading
Hari kembali gelap, malam mulai menyambangi Korea dengan hujan rintik yang belum terlalu membasahi tempat baekhyun berpijak. Pria manis itu baru saja keluar dari apartmentnya dan terjebak di sebuah perempatan jalan yang terlihat cukup sepi. Dia merutuki mobil mewahnya yang sangat menjadi pertanyaan besar -mengapa bisa mati secara tiba-tiba tanpa bisa dihidupkan kembali- dengan menyandang status mobil baru keluaran tahun 2019.
Baekhyun yang sama sekali tidak mengerti masalah mesin, mencoba menjadi sok pintar dengan mengutak-atik beberapa mesin mobil yang jelas tidak dia ketahui berfungsi untuk apa. Kemeja linen tembus pandangnya semakin melekat dengan lekuk tubuhnya saat secara perlahan kemeja itu mulai basah seluruhnya bersamaan dengan derasnya hujan yang turun kemudian.
Dengan panik, baekhyun kembali memasuki mobilnya, menyembunyikan diri dari hantaman hujan yang semakin deras menghantam kota Seoul malam ini. Sedikit merutuki kebodohannya yang sama sekali tidak mengingat bahwa didunia ini memiliki ratusan pria yang bisa menangani hal seperti ini, dia seharusnya menghubungi montir, bukan malah mencoba tenggelam dengan jalinan rumit beberapa kabel yang sama sekali tak dia mengerti.
Baekhyun meraih handphone nya yang memang sedang dikantongi di hot pants yang sedang dikenakannya. Dan sekali lagi dia merutuki kebodohannya yang lupa meninggalkan benda elektronik itu didalam mobil, dan sekarang keadaan handphonenya adalah mati total karna air yang merasuki mesin ponsel itu. Dengan kesal baekhyun membanting ponselnya ke dashboard dengan kondisi akhir semakin mengenaskan.
Sudah hampir dua jam lamanya baekhyun menunggu hujan reda hingga akhirnya hujan itu benar-benar berhenti. Baekhyun memutuskan men-stop satu Taxi yang berlalu lalang dijalanan sepi tersebut dan membiarkan mobilnya teronggok seperti sampah ditempat ini. Dia akan memanggil montir nanti setibanya di pub dengan menggunakan ponsel luhan.
Baekhyun tiba di pub satu jam setelahnya. Matanya dengan segera mencari sosok luhan yang tidak pernah absen datang ketempat ini, dia pasti sedang berdansa atau menggoda bartender yang memang menjadi incarannya sejak lama. Dan benar saja, baekhyun menangkap sosok luhan yang tengah berciuman panas dengan bartender yang dipikirkan baekhyun tadi di lantai dansa. Lelaki itu benar-benar tidak melihat sekitar untuk melakukan kebiadaban.
Luhan melepas ciumannya saat baekhyun telah berada dihadapannya bertolak pinggang melihat kearah luhan dengan tatapan jijik. Lelaki cantik itu hanya tersenyum tanpa dosa setelah dirinya dipergoki mencumbui lelaki yang usianya 6 tahun dibawah usia remaja itu. Si bartender yang merasa menjadi pengganggu, melarikan diri menjauh dari lantai dansa dan kembali ketempat seharusnya dia berada.
"Menjijikan sekali, luhan-ssi." Sindir baekhyun dengan tatapan menjijikan. Bukannya tersinggung, lelaki cantik itu justru meraih punggung baekhyun lalu ditariknya untuk mendekat dan mengernyit heran karna kemeja yang dikenakan baekhyun masih terasa lembab akibat dari hujan tadi.
"Apa kau telah 'bermain' sebelum datang ketempat ini? Kemeja mu basah, byun." luhan mengusap seluruh kemeja baekhyun dari atas hingga bawah, dan benar saja, semuanya memiliki tingkat kelembaban yang sama. Baekhyu mendorong kepala luhan menggunakan satu jarinya kesal saat lelaki cantik itu benar-benar berpikiran tidak logis. Apakah yang ada diotak lelaki ini hanyalah seputaran masalah seks?
"Sudah berapa lama kau berada disini ? Diluar hujan, bodoh. Pinjamkan ponselmu." baekhyun menjulurkan tangannya meminta ponsel luhan yang dua detik setelahnya ponsel itu telah berada dalam genggaman baekhyun.
Setelah menghubungi orang mahir yang akan menyulap mobilnya menjadi pulih kembali, baekhyun mengembalikan ponsel luhan dengan ucapan terimakasih yang secukupnya. Pria manis itu sangat anti dengan kata penuh keajaiban yang jika kita mengatakan pada oranglain, orang itu akan tersenyum manis kearahnya. Benar-benar satu kata penipu yang bisa menyulap seseorang dengan duakata. Terima kasih.
Pandangannya kembali mengerling keseluruh penjuru tempat maksiat ini, berniat bermain sebentar sebelum dia benar-benar berjalan kearah toilet untuk mengganti pakaiannya yang memang masih lembab dan berhasil membuat tubuhnya menggigil ringan.
"Oh astaga!" Jerit luhan yang ternyata amsih mengikuti baekhyun tepat dibelakangnya. Sontak baekhyun berbalik untuk memandang sinis kearah luhan. Lelaki cantik tengik pengacau yang selalu merusuhi hidup baekhyun dengan ocehan-ocehan tidak penting miliknya.Oh, tidak .. Tolong jangan sekarang. Pinta baekhyun dalam hati. Namun sepertinya Tuhan benar-benar tidak akan mengabulkan do'a dari seorang pelacur, dan luhan sebentar lagi akan merusuhi hidupnya.
Astaga astaga, lihat! Itu park chanyeol." Jerit luhan berlebihan seperti baru saja melihat seorang malaikat yang akan mengampuni seluruh dosanya dan siap untuk mengantar luhan ke surga. Namun, setelah mendengar nama park chanyeol diikut sertakan dalam ucapan luhan, baekhyun mengikuti arah pandang luhan untuk menemukan sosok yang juga dikenal lelaki cantik itu. Si pangeran penyelamat yang menyelamatkannya dari kesedihan tingkat tinggi karna kehilangan sebuah sepatu incarannya.
Saat menemukan sosok yang dicarinya, hanya satu pemikiran yang terlintas dikepala baekhyun: Apakah sekarang malaikat sudi memasuki tempat maksiat? Sial, gambarannya benar-benar seperti malaikat! Tubuh tinggi yang ramping itu dibalut kemeja pas badan berwarna hitam, dipasangkan dengan celana jeans berwarna senada. Baekhyun tidak luput memandangi hal-hal yang dianggap remeh oleh orang lain, seperti.. Rambut pria itu yang sialnya terlihat sangat menggoda walau orang normal akan menyebutnya dengan kata 'acak-acakan' kulit putih bersih nyaris pucat menjadi pemanis tersendiri dari pesonanya. Jangan lupakan soal penampilan. Kancing kemeja paling atas sengaja dibuka dua buah, dan juga lengan panjang itu dilipat hingga siku, selain memamerkan kulit putih bersihnya, chanyeol mengenakan sebuah jam tangan mahal yang sangat pas bertengger dilengan kirinya, dan juga beberapa tali yang beralih fungsi menjadi sebuah gelang menghiasi lengan kirinya juga tepat dibawah jam tangan itu berada. Dan juga sebuah cincin! Oh, astaga. Siapapun yang melihatnya akan buta karna silau oleh pesonanya. Termasuk seorang Leria yang terkenal dengan kata 'dingin dan pemilih' untuk pria.
Belum sempat bernapas dengan normal setelah menahan napas selama beberapa detik karna terlalu antusias melihat sang 'malaikat', kini napasnya kembali terhenti saat pria bernama chanyeol yang dikira sebagai jelma malaikat melihat kearahnya lalu tersenyum. Sangat sialan! Ternyata bukan hanya penampilan pria itu yang menyilaukan mata, tapi senyumannya juga menyesakkan dada.
Degupan jantung baekhyun meningkat dari sebelumnya setelah melihat chanyeol yang tak pernah lepas memandang kearah baekhyun berjalan menghampiri gadis itu. Luhan mengira chanyeol akan menghampirinya, jadi dia berusaha dengan cepat membenahi tatanan rambut serta pakaiannya sebelum sang malaikat datang.
"Demi Tuhan aku akan membuang bartender sialan itu jika aku mendapatkan chanyeol. Dia prioritas utama para pria dan wanita." Gumam luhan entah untuk dirinya sendiri atau untuk berbagi kenyataan dengan baekhyun yang masih berada didekatnya.
Baek hyun membalas tatapan chanyeol yang memang ditujukan untuknya, tidak membuang kesempatan emas mendapatkan pria itu. Well, baru kali ini baekhyun merasa dia harus memiliki pria ini bukan hanya karna uang, terlebih pada apa yang dapat dipandang dari pria ini. Terlalu seksi untuk ukuran seorang pria lajang yang kesepian.
Luhan terperanah hebat saat chanyeol benar-benar berada didekatnya, melihat wajah setampan itu dengan jarak paling dekat membuatnya menahan napas sejenak. Astaga, apakah benar yang sedang dihadapannya ini adalah chanyeol? Park chanyeol yang itu, kan? Si pria incaran nomor satu para pria dan wanita untuk dijadikan pasangan hidup.
Gila
Gila
Aku gila melihat ketampananya.
"Wannadance?" Tawar chanyeol pada baekhyun yang tidak disangka-sangka sama sekali. Chanyeol si penakluk pria manis dan wanita dan baekhyun si penakluk pria. Pria manis pub dan Raja dunia bertemu dan bersatu. Apakah riwayat hidup dunia hanya akan sampai disini? Apakah dunia akan runtuh sebentar lagi?
Seluruh tatapan terpaku pada pasangan paling seksi yang pernah ada. Leria dan chanyeol. Saat baekhyun menganggukkan kepalanya menyetujui, sebuah senyuman kemenangan hadir dibibir chanyeom. Dia berhasil menaklukan pria manis yang diinginkannya. Bukankah itu menyenangkan? Ditambah saat dia mengetahui bahwa pria manis ini terlalu sulit untuk didekati, jadi chanyeol menganggap ini sebagai bonusnya.
Chanyeol meraih lengan baekhyun dan menariknya mendekat saat mereka telah sampai dilantai dansa. Entah ini sudah direncanakan atau tidak, saat mereka tiba dilantai dansa lagu tiba-tiba berubah menjadi sebuah lagu yang sangat romantis. Membuat baekhyun mau tak mau memeluk leher chanyeol untuk berdansa, sedangkan kedua lengan chanyeol bertumpu dipinggul pria manis itu. Benar-benar pemandangan yang menakjubkan.
"Well, kau harus kecewa karna yang dipilih chanyeol adalah byun. Jadi, sepertinya takdirmu memang aku." Ucap si bartender yang bernama sehun yang dikencani luhan dengan nada kemenangan khasnya, membuat luhan menghentakkan heelsnya kesal melihat pemandangan paling romantis yang tercipta dari sahabatnya dan incaran prianya.
"Jadi namamu baehoon?" Tanya chanyeol berpura-pura tidak mengenal baekhyun sama sekali. Baekhyun yang menyadari kebohongan chanyeol mendenguskan napas jengkel. "Kau bahkan memanggilku baekhyun waktu itu. Panggilan yang sebenarnya hanya orang tertentu yang mengetahuinya. Jadi tdiak perlu berakting, tuan park." baekhyun mencoba menggoda pria itu dengan usapan didada secara lembut yang dilakukan baekhyun, membuat chanyeol memejamkan matanya menikmati sentuhan pria manis yang berada dihadapannya
"Jadi, boleh aku memanggilmu baekhyun? Aku menyukai nama Korea mu." Ucap chanyeol dibuat-buat seserius mungkin, berharap baekhyun akan mengangguk anggun, justru yang didapati chanyeol adalah tawa lepas dari bibir pria manis itu.
"Ada sesuatu yang lucu?" chanyeol mengerutkan keningnya saat sesuatu yang tak seharusnya terjadi, justru dilakukan pria manis itu.
"Kau. Seberapa banyak pria dan wanita yang terjebak dengan keromantisanmu, huh?" Tanya baekhyun memulai pembicaraan yang baru. Benar-benar peralihan yang sempurna.
"Kau ingin aku menjawabnya?"
"Kau mengira aku tidak tertarik dengan jawabannya?"
"Oh, baiklah. Aku tidak terlalu suka dengan .. Pelacur." Aku chanyeol yang membuat baekhyun kembali terbahak.
"Oke, oke. Sepertinya ada yang salah denganmu, kau terus menertawaiku." Ujar chanyeol kesal mendapat reaksi yang sama sekali diluar dugaannya dengan tertawa! Walaupun chanyeol sedikit kesal, namun dia menyukai cara pria manis itu tertawa. Benar-benar berbeda dengan pria lain.
"Pelacur," baekhyun menegaskan apa yang didengarnya. "Kau berkencan dengan pelacur?" Kali ini tawa dari bibir baekhyun benar-benar hilang, digantikan dengan tatapan sendu menggoda milik baekhyun. Pria manis itu seperti sedang memulai aksinya untuk membawa chanyeol pada puncak kenikmatan.
"Beberapa ya, tapi aku tidak menyukainya."
"Kalau begitu kau tidak menyukaiku." Sahut baekhyun dengan senyuman tipis dari bibirnya, yang sontak ditanggapi chanyeol dengan elusan lembut di pipi pria manis itu dengan tangan kirinya. Sial, tangannya entah kenapa bisa sehangat ini. Membuat baekhyun memejamkan matanya menikmati sensasi menakjubkan yang terjadi saat kulitnya dan kulit chanyeol bersentuhan.
"Kau bukan pelacur. Kau termasuk dalam golongan penipu. Aku telah mencari seluk beluk dirimu, byun." Ujar chanyeol dengan bangga, seperti mengerti baekhyun luar dalam.
Baekhyun memang memiliki sebuah batasan didalam hubungannya dengan beberapa teman kencan. Jika pria itu seperti 'pemain' dia hanya mengandalkan kehebatan lekuk tubuhnya dan juga satu botol penuh wine untuk membuat lawannya kandas. Jadi dia hanya akan memamerkan bentuk tubuhnya dan setelah pria itu roboh dari pertahanannya, dia hanya akan membawa kabur uang yang telah dijanjikan oleh si pria.
Tapi jika pria itu termasuk kedalam kategori 'pria baik-baik' dia akan mengencani pria itu dalam beberapa waktu tanpa terikat hubungan apapun. Yang dimaksud disini adalah, dia lagi-lagi hanya memanfaatkan uang pria itu untuk bertahan hidup. Bedanya, dia tidak menggunakan tubuh untuk mendapatkan uang itu.
Dan untuk kategori terakhir adalah 'pria yang disukainya'. Disini dia melibatkan perasaan, bukan hanya untuk sekedar memeras uang, tapi dia membutuhkan kasih sayang yang jarang dia dapatkan. Tapi lagi-lagi dia memiliki batasan untuk hal ini. Selain membenci ucapan terimakasih, dia juga sangat membenci 3 kata maut yang membuat segalanya berubah dalam sekejap. Berawal dari kata 'aku' dan berakhir dengan kata 'kamu'. Menurutnya untuk mengutarakan perasaan tidak selalu menggunakan cara seperti itu kan? Cinta bukan diukur seberapa seringnya kata 'Love You' terucap, tapi dari seberapa banyak kau membuktikan bahwa semua itu nyata. Jadi dia tdiak akan memilih pria yang terllau sering mengumbar 3 kata ajaib itu. Menurutnya, lebih jarang kata itu terucap, akan lebih romantis jika dikatakan sesekali.
"Jadi?" Tanya baekhyun berusaha menemukan sesuatu yang berusaha diucapkan chanyeol.
Chanyeol sempat kesulitan mencari kata yang pas untuk mengutarakan apa yang dia ingin. Pertemuan pertama adalah yang paling berharga, menjadi tolak ukur untuk sebagian orang seberapa baiknya orang tersebut, dan chanyeol takut jika pria manis yang tengah memeluknya ini menganggap chanyeol adalah pria yang tidak pantas untuknya. Jadi dia hanya mengatakan, "Boleh aku mengantarmu pulang?" Yang mendapat tatapan geli –lagi- dari baekhyun.
"Hanya itu?" Biasanya pria lain akan dengan semangat menyebutkan nama hotel bintang lima yang akan mereka kunjungi setelah keluar dari pub, namun berbeda dengan pria ini. Mengantarnya pulang? Apakah dia tidak salah dengar? Walalupun ini memang hampir tengah malam, tapi masih terlalu sore untuk penikmat dunia malam kembali kerumah pada pukul 3 pagi.
"byun baekhyun?" Gumam chanyeol menyadarkan pasangan dansanya saat pria manis itu hanya menatapnya, bukan menjawab pertanyaannya. "Oh, ya. Baiklah." baekhyun tergugup saat chanyeol kembali mengelus pipinya untuk menyadarkannya dari kediaman yang cukup memberi jeda. Pria ini benar-benar sialan!
"Oh, baiklah."
Tbc ...
Review please ? Aku tau chapter ini diki banget ya ?
Sorry banget karena aku lagi sibuk sama kegiatan aku lainya di rl jadi ya aku agak slow update hehe but untuk kedepanya doain aja semoga bisa fast update !
guys sorry banget di story ini aku gak buat nc hot gitu TT dan gak buat chapter ini jadi banyak paling 3 atau 4 chapter mungkin jadi sekali lagi maaf banget buat kalian yang berharap story ini dia setiap chapter ada scene nc, tapiii jangan marah dulu! karena aku udah siapin oneshoot nc ter hotteu wkwk.
story nya soon akan aku update ! setelah ff ini selesai.
terima kasih abgi kalian yang udah setia nunggu ff abal abalan ini and see you next chapter !
