The Earth's Sun

Perlambang kekuatan

Dianugerahkan dan ditakdirkan untuk dimiliki oleh mereka yang terkuat

Mereka yang terpilih

Mereka yang akan belajar tentang pentingnya makna ketulusan serta tanggung jawab

Karena mereka pemimpin sumbu arah utama

Para Cardinal…

"Katakan siapa sebenarnya dirimu. Sekarang juga!"

"Apa yang tadi itu perintah?"

"Katakan saja, atau―"

Sret

Prang

Dianugerahkan kepada sang Utara

Kekuatan mengendalikan pikiran

Jung Yunho menatap tajam iris kelam di depannya yang sesaat lalu berkilat terang seperti miliknya ketika vas bunga itu melayang di udara, namun berhasil dihalau sesuatu tak terlihat sebelum tepat mengenai namja di depannya.

"Hanya ini kekuatan kalian?"

Sesaat setelah kata-kata itu meluncur, sebuah percikan air hampir saja mengenai wajah tampan itu. Dan…

Jleb

Crack

"Oops, meleset."

Dianugerahkan kepada sang Selatan

Kekuatan samudra dan lautan

Tan Hankyung menatap tajam namja yang masih menyeringai di depannya setelah percikan air yang telah bertransformasi menjadi kepingan es setajam pisau itu jatuh ke lantai berkapet. Beberapa kepingan itu tertancap di karpet tebal dan kepingan yang lain pecah berkeping-keping bergabung dengan pecahan vas bunga.

"Air tidak cocok membasahi wajahku, maaf saja."

Tap tap

Yesung berdiri dan berjalan perlahan ke depan. Kedua tangannya ia kaitkan di belakang tubuhnya.

Dianugerahkan kepada sang Barat

Kekuatan api yang membara

"Aku kagum. Sebaiknya kita berteman."

"Aku tidak butuh teman sepertimu."

"Begitukah? Setidaklah terima bunga dariku!"

Sret

Sraash

Yesung memejamkan matanya sesaat setelah bunga api birunya hilang begitu saja ketika akan menerjang wajah yang masih bertahan dengan seringaiannya itu.

Slap

"Kau mau bermain petak umpet dalam gelap seperti ini?"

Dianugerahkan kepada sang Timur

Kekuatan Cahaya

Grep

Bruk

Lee Donghae menegakkan tubuhnya yang entah ditangkap siapa setelah terdorong keras kebelakang sesaat setelah kegelapan itu berhasil di datangkannya. Hankyung di belakangnya hanya masih menatap namja yang masih berdiri angkuh di depannya.

Lhaap

Cahaya yang sempat menghilang itu kini kembali lagi bersamaan dengan sosok namja yang sempat dianggap berandalan tadi duduk di salah satu kursi besar disana dengan kaki bersilang dia atas kaki yang lain.

Dianugerahkan kepada sang Poros

Kekuatan mengatur semua mata angin utama

Choi Siwon menatap empat namja yang masih menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Lesung pipinya yang dalam mengiringi senyum di wajahnya.

"Kalian tidak bisa melawanku, Axis."

Para Axis… Para Cardinal

Adalah pemimpin

Mereka memegang kekuatan dan tanggung jawab utama

Yang harus bersatu membentuk arah mata angin yang lengkap

Yang akan mengendalikan keseimbangan dunia

.

.

THE POWER OF HIGH POLAR

Chapter 1: Welcome to Spamcos!

Genre: Romance, Romance, Friendship, Fantasy, Supranatural, School-life

Rating: T

Main Pair: WONKYU

Other Pair: YUNJAE, HANCHUL, HAEHYUK, YEWOOK

Warning: YAOI, BOYSLOVE, OOC, TYPOS

Summary:

Kekuatan matahari ada di tangan mereka. Namun persahabatan dan cinta sejatilah yang menjadi kekuatan terbesar yang mereka miliki nantinya.

DON'T LIKE DON'T READ

BabyWonKyu proudly presents

.

.

_Wonkyu_

Matahari pagi menyinari jalanan utama kota tersibuk di Korea Selatan itu dengan terang. Cuaca sedikit terik walau hari ini masih pagi. Sepertinya musim gugur tidak berpengaruh pada suhu udara saat itu. Beberapa orang tampak menggunakan peralatan tambahan untuk melindungi kulit mereka yang bisa saja tersengat matahari pagi itu. Tidak terkecuali para murid yang mulai berlarian menuju halaman depan luas di salah satu jalan utama itu. Blazer musim gugur yang seharusnya mereka pakai dengan rapi, kini mereka gunakan sebagai penutup kepala mereka dari sinar matahari yang semakin menyengat.

SPAMCOS HIGH SCHOOL

Ditulis dengan huruf-huruf besar berwarna abu-abu yang berdiri tegak di sepanjang jalan masuk menuju gerbang sekolah yang kokoh. Sebuah pagar besi setinggi tiga meter menghiasi gerbang itu. Beberapa langkah di depan gerbang itu mulai dipercepat begitu gerbang itu bergerak. Para pelajar itu mulai berlari.

Tap tap tap…

'Sedikit lagi… sedikit lagi…'

Tap tap tap

'YES! Rekor baru kali―"

Bruk

"Yah! Kau tidak punya mata, huh?"

"Hei, kau yang menghalangi jalan, bodoh!"

Namja yang sudah berada di balik gerbang raksasa Spamcos itu hanya bisa memperhatikan dua namja yang masih saling berdebat tepat beberapa meter di sisi luar gerbang. Padahal dirinya tadi hendak memuji kemampuan berlarinya yang sudah semakin meningkat setelah berhasil melewati gerbang sekolah yang hendak tertutup di depannya.

Tunggu. Tertutup?

"Kau bilang aku apa?!"

"Memangnya masalah―"

"HEI, KALAU KALIAN MASIH BERDEBAT, KALIAN AKAN TERKUNCI DILUAR!"

Perdebatan kecil itu terhenti begitu seruan itu terdengar. Namja yang masih tersungkur di tanah itu segera berdiri sambil mengibaskan bagian seragamnya yang kotor, sedang namja yang satunya lebih memilih berlari meninggalkan namja pertama.

'Akh! Sial! Sepertinya terkilir.' Batin namja yang baru saja bangkit dari posisi jatuhnya itu sambil menggigit bibirnya sendiri ketika merasakan rasa sakit di pergelangan kakinya.

"HEI, KAU! CEPATLAH!" seru namja yang jika dilihat-lihat lebih mirip seorang yeoja yang berpakaian siswa itu sambil melambai di balik pagar yang sudah dalam perjalanan tertutup.

"Geezz, Kau―"

"Uhm permisi, apa kau tidak keberatan membantuku?"

Namja yang masih sibuk memberikan death glare dan merutuki orang yang telah seenaknya menabraknya tadi itu terkejut saat suara yang datang begitu saja tak jauh dibelakangnya.

"Bisakah kau membantu membawa koperku? Aku kesusahan membawanya." ucap namja mungil yang masih berusaha menyeret beberapa kopernya, belum lagi beberapa tas yang dibawanya.

Namja yang dipanggil segera saja berjalan dengan sedikit meringis ketika gerakannya membuat kakinya yang terkilir terasa sakit. Beberapa siswa mulai berlarian menuju gerbang otomatis yang hampir tertutup itu.

"Gomawo! Kau baik sekali mau membantuku." Ucap namja berbadan mungil itu sambil tersenyum kearah namja di depannya sesaat setelah namja itu mengambil alih kopernya.

"Gwaenchana. Apa kau juga murid baru di Spamcos?"

"Eh? Kau juga? Yup, aku pindahan dari―"

Bruk

"Hei, bisakah kau memperhatikan jalanmu?!" seru namja mungil tadi ketika seorang namja yang lain menabrak 'teman' yang telah membantunya. Membuat namja yang masih membawakan kopernya itu jatuh terduduk di tanah.

"Kenapa banyak sekali yang membuatku jatuh hari ini?!" gerutu namja berwajah manis itu sambil berusaha berdiri namun kakinya yang terkilir membuatnya kesusahan.

"YA! KALIAN INI SEDANG APA SIH?! KALIAN AKAN TERLAMBAT!"

"Hei, gwaenchana? Seperti kakimu terkilir, ya?"

Tap

Namja yang masih berlari itu berhenti dan menoleh ke belakang. Namja yang tidak sengaja di tabraknya tadi masih terduduk sambil meringis menatap kakinya. Tanpa pikir panjang, namja yang juga berparas cantik itu berbalik dan menghampiri dua namja di belakangnya.

"Bagaimana jika mereka terlambat?"

"Sepertinya terjadi sesuatu."

Dua namja yang sudah berada di balik pagar itu kini juga ikut keluar menghampiri ketiga namja yang lain tanpa menghiraukan gerbang sekolah yang mulai menutup sempurna di belakang mereka. Sesuatu yang aneh jauh di dalam diri mereka lebih memilih untuk peduli kepada orang-orang yang belum mereka kenal itu.

_Wonkyu_

"Kalian murid baru disini, benar begitu?"

"Ne, Sonsaengnim."

"LALU MENGAPA KALIAN TERLAMBAT DI HARI PERTAMA SEKOLAH?!"

Kelima siswa itu hanya menunduk. Sang guru hanya menghela nafas pelan sambil mulai berjalan mengelilingi murid-murid barunya itu.

"Ada yang bisa memberikan alasan?" ucap sang guru sambil berdiri di samping namja mungil yang sejak tadi seperti ingin mengatakan sesuatu.

"Ini semua karena aku, Sonsaengnim." Ucap namja mungil itu pada akhirnya dengan wajah yang masih menunduk, "Jika saja saya tidak menyuruh membawakan koper, maka tidak akan seperti ini jadinya. Jeongmal mianhamnida."

Sang guru kembali menghela nafas ketika namja mungil di depannya itu membungkuk penuh ke arahnya. Keempat namja yang lain menatapnya memohon.

Ada sesuatu di dalam tatapan mata kelima pasang mata itu yang membuat sang guru harus mengulas sebuah senyum. Senyum yang lebih memilih untuk memaafkan.

Kelima pasang mata itu menyiratkan tekad dan kemurnian yang dalam.

_Wonkyu_

"Ya, noona! Enak sekali kau hanya duduk di tempat teduh sambil bercermin, sementara kami berpanas-panasan disini!"

"Aku tidak mau kulitku terbakar sinar matahari! Dan jangan memanggilku 'noona', aku ini namja yang tampan, Pabbo!"

Namja bername-tag Lee Hyukjae itu hanya bisa mencibir sambil menirukan gaya bicara namja yang masih sibuk menata tatanan rambutnya di bawah pohon maple besar. Kim Heechul hanya balas menatapnya sambil menyeringai iblis, membuat namja ber gummy smile itu kembali melanjutkan kegiatan menyapunya lagi.

Saat ini kelima murid baru itu sedang menjalani hukuman karena terlambat di hari pertama sekolah. Mereka berlima diharuskan membersihkan halaman belakang Spamcos yang luas. Untung saja hanya daun maple merah yang mulai berguguran saja yang mengotori halaman super luas itu. membuat pekerjaan mereka sedikit lebih mudah. Setidaknya mereka dibebaskan dari poin keterlambatan oleh Park Sonsaengnim tadi.

"Ahh~ Aku lelaaaah!"

"Aku jugaaa~"

Dua namja yang lain yang tadinya masih sibuk dengan sapu mereka, kini juga tergeletak di lapangan berumput itu. Sudah hampir dua jam lamanya mereka membersihkan lapangan itu, namun setelah bersih, angin kembali menerbangkan dedaunan itu dan membuatnya kotor lagi.

"Hari pertama sekolah yang indah, eh?" ucap namja mungil bername-tag Kim Ryeowook sambil menatap namja manis yang berbaring di sampingnya.

"Ya. Jadi seperti ini rasanya jadi anak SMA."

Cho Kyuhyun, namja yang kini hanya bisa menatap langit biru di atasnya hanya bisa menghela nafas panjang. Jejak-jejak awan itu terpantul jelas di iris coklat karamelnya.

"Omo! Kyuhyunnie, apa kakimu sudah tidak apa-apa? Ayo kuantar ke ruang kesehatan, Kajja!" seru Ryeowook sambil berdiri dari posisi tidurnya dan menatap khawatir namja manis yang masih berbaring di halaman berumput itu.

"Tidak perlu, Ryeowook-ssi. Kau pikir aku namja lemah yang akan pingsan hanya karena terkilir kecil seperti itu? Hahaha!" sahut Kyuhyun sambil menatap geli Ryeowook yang masih menatapnya khawatir. Heechul dan Hyukjae mulai memperhatikan mereka berdua.

Incident kecil di gerbang sekolah dan hukuman membersihkan halaman belakang yang sudah berlangsung berjam-jam itu membuat mereka saling mengenal dan akrab. Kelima namja yang berstatus sebagai murid baru itu sudah saling berkenalan dan mulai bercerita panjang lebar mengenai diri mereka masing-masing.

Kecuali satu orang…

"Ya! Kim Jaejoong! Kemarilah dan mengobrol bersama kami. Mengapa kau masih belum mau mengatakan sepatah katapun selain namamu, huh?"

Kim Heechul hanya memutar bola matanya jengah saat namja cantik yang diajaknya bicara itu hanya menatapnya datar lalu memilih melengos menatap halaman luas di depannya. Ryeowook dan Hyukjae hanya bisa mengangkat bahu sambil terkikik melihat ekspresi kesal di wajah Heechul. Sedangkan Kyuhyun hanya menatap Jaejoong yang berdiri tak jauh di sampingnya dengan pandangan bertanya.

Sret

Tap

'Sial, kakiku sakit sekali!' batin Kyuhyun saat akan menggerakkan kakinya untuk melanjutkan membersihkan halaman. Rasa sakit itu semakin menjadi sejak pagi tadi. Ditambah terik matahari diatasnya membuatnya merasa lelah dan pening. Jika terus seperti ini dia bisa―

Grep

"A-apa yang kau lakukan, Jaejoong-ssi?!"

Seruan Kyuhyun keluar saat tiba-tiba Jaejoong menarik lengan kanannya dan mengalungkannya di bahunya sendiri. Lalu menuntunnya berjalan menuju gedung Spamcos.

"Kakimu sakit, kita ke UKS." Sahut Jaejoong pendek masih menuntun Kyuhyun tanpa menatapnya.

"Hei, jangan menyeretnya sembarangan!" seru Heechul setelah sampai di tempat Jaejoong dan Kyuhyun berdiri. "Biar aku saja yang mengantarnya, lagipula aku yang membuat kakinya terkilir, kau tidak perlu―"

Tap tap tap

"Ya! Aku bicara padamu, Kim Jaejoong! Kau―"

"Sakit." ucap Jaejoong pada akhirnya masih memapah Kyuhyun yang hanya menatapnya tak mengerti.

"Eh?"

"Kakimu juga akan sakit jika terus bicara yang tidak perlu." Sambung Jaejoong kemudian.

Dengan berakhirnya kalimat pendek dan dingin itu, Jaejoong kembali memapah Kyuhyun yang masih bingung dengan apa yang terjadi di sekelilingnya. Otaknya terlalu sibuk dengan rasa sakit di kakinya hingga namja manis itu tidak menyadari kilatan terang yang tergambar di doe-eyes namja yang masih menuntunnya itu.

"Apa maksudnya itu? Dasar namja an―Akh!" ucapan Heechul terpotong saat tiba-tiba rasa sakit menyerang kaki kirinya.

"Heechul-ssi, kau baik-baik saja?" tanya Hyukjae begitu sampai di samping Heechul. Ryeowook menyusul setelahnya.

"Sepertinya kakiku sedikit kram."

_Wonkyu_

BRAK

Pintu bercat putih itu sukses menutup saat sebuah kaki menendangnya cukup keras. Beruntung tidak ada orang di dalam ruangan serba putih itu.

Bruk

Sesosok namja tampak menjatuhkan tubuhnya di salah satu dari sekian banyak ranjang yang berjajar di ruangan yang merupakan ruang kesehatan itu. Setelah meletakkan kepalanya di bantal, namja itu memijat pelipisnya pelan sambil mulai terpejam.

"Siapa sebenarnya dirimu, Choi Siwon?"

"Tidak penting siapa aku, yang terpenting adalah kalian tidak akan pernah bisa melawanku dengan kekuatan yang kalian miliki itu."

"Katakan saja siapa dirimu? Kekuatan apa yang kau miliki, huh?"

"Rasanya menyenangkan sekali membuat orang lain penasaran~ Hahaha!"

"Sial kau, Choi Siwon!"

Namja itu hanya bisa mengumpat saat teringat dengan percakapannya dengan salah satu murid yang menurutnya 'berbahaya'. Dirinya sama sekali tidak menyangka bakal bertemu dengan beberapa orang yang memiliki 'kelebihan' seperti dirinya di sekolah barunya ini. Namun hal yang lebih mengejutkan dan sedikit membuatnya takut adalah dirinya juga bertemu dengan seseorang yang memiliki 'kelebihan tak wajar'.

Namja itu kembali mengusap wajahnya kasar ketika mendengar bunyi bel pergantian pelajaran. Diliriknya arloji yang bertengger di tangan kirinya, lalu namja itu kembali menghela nafas keras.

11.00

Berarti dia sudah membolos dua jam mata pelajaran. Sepertinya tertidur sejenak di ruang kesehatan yang kosong dapat sedikit mengurangi beban pikirannya. Namun saat matanya hampir terpejam, pintu UKS kembali terbuka.

Ceklek

"Sebaiknya kau kembali saja bersama yang lain, Jaejoong-ssi. Aku bisa mengurus kakiku sendiri."

Cho Kyuhyun hanya menggembungkan pipinya kesal saat perkataannya tidak digubris sama sekali oleh namja cantik yang saat ini membantunya menaiki ranjang UKS. Bahkan namja yang sudah memapahnya sejak tadi itu tidak menatapnya sama sekali.

Kim Jaejoong mengelilingi sekeliling ruangan luas itu untuk mencari salep atau obat oles lainnya yang bisa meringankan kaki 'teman' barunya itu. Namja yang sejak tadi berusaha tertidur itu mulai terusik saat suara langkah laki dan gemerincing botol obat-obatan menganggu acara membolosnya.

Saat matanya terbuka, sosok seorang namja yang sedang memunggunginya dan sesosok namja yang lain sedang terduduk di atas ranjang sambil memegangi kakinya adalah hal yang pertama kali dilihatnya.

"Percuma saja jika kau mengobati kaki terkilir dengan obat seperti itu."

Jaejoong menghentikan langkahnya begitu menyadari namja yang ada di belakangnya itu berbicara kepadanya.

Tap tap tap

Namja itu turun dari ranjangnya lalu berjalan menuju ranjang tempat Kyuhyun. Matanya yang setajam musang menatap iris caramel yang menatapnya penuh tanya itu.

"Kakimu terkilir? Bisakah aku melihatnya?" tanya namja itu. Kyuhyun hanya mengangguk saat namja di depannya itu tersenyum lembut.

"Jangan sentuh dia. Aku bisa mengobatinya sendiri."

Gerakan tangan namja itu terhenti ketika suara dingin dan pendek itu di dengarnya. Namja bersorot musang itu kembali tersenyum masih melanjutkan kegiatannya membuka sepatu dan kaos kaki Kyuhyun.

"Aku Jung Yunho kelas 2-D. Apa kau murid pindahan?"

Lagi-lagi Kyuhyun hanya mengangguk masih menatap sorot musang di depannya. Jaejoong mulai berjalan mendekat. Yunho mulai memberikan pijatan ringan di kaki yang kini ada dalam genggamannya itu.

"Siapa namamu?" tanya Yunho sambil membelai lembut kaki pucat itu.

"Cho Kyuhyun imni―AKH! APPO!"

Kalimat Kyuhyun terhenti ketika tiba-tiba Yunho menarik kakinya yang sakit dengan sedikit keras hingga terdengar bunyi menyerupai tulang-tulang yang bergesekan. Sedangkan Jaejoong sudah akan menerjang Yunho yang masih saja tersenyum mengamati ekspresi kesakitan Kyuhyun.

"Coba gerakkan kakimu, Kyuhyun-ah."

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya ketika akan menggerakkan kakinya. Rasa sakit itu masih ada, namun ketika kakinya bergerak, rasa sakit itu sudah menghilang dan kakinya sudah berangsur-angsur membaik.

"Kakiku sudah tidak sakit lagi! Terima kasih banyak, Yunho sunbaenim!" seru Kyuhyun sambil tersenyum kearah Yunho yang juga tersenyum kearahnya.

Yunho beranjak dan mengambil blazernya yang sempat ia lepas di ranjangnya. Kyuhyun masih sibuk memeriksa kakinya yang baru saja sembuh. Sedangkan Jaejoong masih menatap tajam dan dingin kepada namja bermata musang di depannya.

"Jaejoong-ssi, sepertinya kau meninggalkan ini di bawah kotak obat." Ucap Yunho begitu sampai di depan Jaejoong yang masih menatapnya tajam lalu menyerahkan name-tag bertuliskan 'Kim Jaejoong' ke tangan namja cantik yang lebih pendek beberapa centi darinya.

"Kau harus belajar masalah pengobatan lebih banyak dariku, Jaejoong-ssi~"

Jaejoong hanya memalingkan wajahnya begitu bisikan Yunho sampai di telinganya. Doe-eyesnya menatap Yunho yang beranjak keluar ruangan setelah sebelumnya mengacak surai ikal coklat Kyuhyun. Namja cantik itu melihat jelas seringaian yang menghiasi wajah tampan Yunho tepat sebelum pintu UKS itu tertutup sempurna.

_Wonkyu_

"Perhatian semuanya, hari ini kelas kita kedatangan murid baru. Nah! Perkenalkan dirimu kepada teman-teman baru di Spamcos, anak muda!"

Kata-kata itu seakan serempak diucapkan di lima kelas yang berbeda itu. Bahkan kelas-kelas yang biasanya sangat ramai itu kini semuanya hening menyaksikan murid-murid baru di depan mereka.

Kelas 3-A

"Annyeonghaseyo, Kim Heechul imnida. Aku pindahan dari Seoul. Dan jangan sekali-kali mengatakan aku 'yeoja' atau 'cantik' atau lain sebagainya, karena aku adalah namja tulen yang tampan. Yeah~ walaupun aku akui bahwa aku memiliki wajah yang cantik."

Semua yang ada di kelas itu hanya bisa sweatdrop mendengar dan menyaksikan perkenalan teman baru mereka.

Kelas 3-D

"Annyeong, aku Kim Jong Woon. Panggil saja Yesung. Jika kalian berani memanggil nama asliku, kalian akan terbakar di tanganku. Dan aku akan menari diatas abu kalian."

Sang guru hanya bisa bergidik ngeri melihat seringaian dan aura gelap yang menguar di sekitar salah satu murib barunya itu.

"Kurasa cukup perkenalannya, Yesung-ssi." Ucap sang guru mencoba mengantisipasi suasana yang semakin mencekam.

"Tha jiao hao, wo shi Tan Hankyung. Aku adalah siswa pindahan dari China. Senang bertemu dengan kalian semua."

Kelas 2-C

"Annyeonghaseyo, Lee Hyukjae imnida. Aku siswa pindahan dari Barkeley, USA. Dan aku sangat suka menari."

Kelas 2-D

"Annyeong~ Lee Donghae imnida. Aku pindahan dari Mokpo. Senang bertemu kalian semua."

"Annyeonghaseyo, Jung Yunho imnida. Aku murid pindahan dari St. Fintbar, England. Nice to meet you all."

"…"

Sang guru terheran saat murid barunya yang terakhir hanya terdiam menatap lurus kedepan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

"Uhm, kau bisa mulai sekarang, anak muda." ucap sang guru dengan pandangan bertanya, begitu pula dengan semua murid yang ada disana.

Hening. Namja itu masih bungkam dan hanya memilih menatap keluar kelas.

"Namanya Kim Jaejoong. aku tidak tahu dia pindahan darimana. Dan yang pasti jika siapapun diantara kalian yang bisa membuatnya bicara, aku akan sangat berterima kasih."

Kim Jaejoong hanya menatap tajam namja yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya dengan senyum tipisnya. Sedangkan Jung Yunho hanya bisa menatap doe-eyes disampingnya dengan tatapan penuh arti.

"Sepertinya kita kekurangan satu orang lagi." Ucap sang guru sambil membaca kertas di depannya. "Dimana Choi Siwon?"

Kelas 1-D

"Annyeonghaseyo, Kim Ryeowook imnida. Aku pindahan dari sekolah musik Seoul. Senang bertemu dengan kalian, teman-teman semuanya. Mohon bantuannya~"

"Ryeowook-ssi, kau tahu dimana rekanmu yang satu lagi?"

"Jeosonghamnida, Sonsaengnim. Kyuhyun-ssi masih belum bisa dihubungi."

_Wonkyu_

Tap tap tap

"Oh, sial! Aku terlambat! Semua ini gara-gara seragam sialan itu! Uhhh~"

Sesosok namja manis terlihat terburu-buru menyusuri koridor besar Spamcos yang sepi. Semua murid sudah masuk ke kelas masing-masing, mengingat ini adalah jam terakhir pelajaran.

Salahkan saja hari pertama sekolahnya yang terlambat hingga harus menjalani hukuman dan melewatkan pelajaran jam pertamanya. Salahkan saja hari pertama sekolahnya yang sial karena harus terjatuh dan terkilir hingga membuatnya tidak bisa mengikuti pelajaran selanjutnya. Dan kali ini salahkan saja dirinya yang pelupa menaruh blazer barunya, hingga membuatnya harus berkeliaran di sekolah barunya ini hanya untuk mencari blazer sialan itu.

"Dimana sih?!"

Cho Kyuhyun hanya berteriak frustasi sambil menyandarkan tubuhnya yang sudah lelah ke salah satu pilar besar di belakangnya. Jika saja bukan seragam baru, dirinya tidak mungkin terlalu repot mencari seperti sekarang.

"Apa tertinggal di halaman belakang, ya?" monolognya sambil mengacak surai ikal coklatnya yang sudah berantakan. "Ya! Sepertinya disana!"

Tap tap

"Mencari ini, Cho Kyuhyun?"

Deg

Langkah Kyuhyun terhenti saat suara berat itu terdengar di belakangnya. Begitu tubuhnya sudah menghadap belakang sepenuhnya, sesosok namja tinggi dengan seringaian di wajahnya yang pertama kali dilihatnya.

"Oh, jadi ini Cho Kyuhyun pemilik blazer yang ia tinggalkan dengan ceroboh di halaman belakang? Sungguh diluar dugaan." Ucap namja tinggi itu sambil berjalan mendekat menuju Kyuhyun yang masih terdiam di tempatnya

"Oh, terima kasih telah menemukan blazerku! Bisakah aku memintanya, aku harus masuk ke kelas." Sahut Kyuhyun sambil membungkuk penuh lalu menatap namja tampan yang masih menyeringai sambil menenteng blazer miliknya.

Oke! Cho Kyuhyun mengakui kalau namja di depannya ini memang tampan.

"Untuk apa kembali di jam terakhir, Kyuhyun-ssi. Hahaha~"

Kyuhyun hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal mendengar tawa namja di depannya. Namun sopan santunnya sebagai siswa baru membuatnya harus menahan diri untuk tidak melabrak namja tampan namun menyebalkan di depannya itu.

"Hmm, kau murid kelas satu, ya? Kau harus memanggilku 'sunbae'. Panggil aku 'Siwon Sunbae'!"

"N-ne, Siwon Sunbae. Sekarang bisakah kau mengembalikan blazerku!"

Choi Siwon hanya bisa tersenyum geli melihat wajah kesal Kyuhyun yang terlihat menggemaskan di matanya. Namja tampan itu tidak menyangka bahwa namjamanis di depannya yang terkesan galak itu sangat menarik di matanya.

Tap tap tap

"Y-ya! Kau mau apa?!"

Kyuhyun hanya bisa gugup saat SIwon semakin mendekat kearahnya dengan seringaian mengerikan di wajahnya. Bahkan sekarang, namja manis itu sudah tidak bisa mundur lagi karena terhalang oleh pilar di belakangnya, sementara namja tinggi di depannya semakin mendekat.

"Akan kuberikan jika kau~"

"Jika apa?!" sahut Kyuhyun cepat masih berusaha melesakkan tubuhnya ke pilar di belakangnya.

"Jika kau mau menciumku."

"MWO?! KAU PIKIR KAU SIAPA, HAH?!" seru Kyuhyun tepat di depan wajah Siwon yang sudah dekat dengannya. Siwon hanya bisa tersenyum geli.

Tap tap

"H-hei, tunggu! Kembalikan blazerku!" ucap Kyuhyun sambil menahan lengan Siwon yang sesaat lalu berjalan menjauhinya.

"Kau tidak mau menciumku, ya sudah!" ucap Siwon sambil melanjutkan jalannya, sementara Kyuhyun masih mengekor di belakangnya.

"K-kau berjanji akan mengembalikannya?"

Langkah Siwon berhenti. Seringaian kembali menghiasi wajahnya.

Sret

Bruk

"Y-ya! Apa yang kau lakukan?!" seru Kyuhyun begitu Siwon menarik tubuhnya dan menguncinya di salah satu pilar disana.

"Lakukan." Ucap Siwon sambil membelai dagu Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun hanya bisa gemetar di tempatnya dan berusaha menetralkan detak jantungnya yang seakan bisa terdengar dalam radius 100 meter itu.

"Kau berjanji akan mengembalikammmppt!"

Cho Kyuhyun hanya bisa membelalakkan matanya begitu ciuman itu mendarat di bibirnya dan menghentikan perkataannya.

Ciuman yang ia berikan kepada seseorang yang tak dikenalnya itu, ciuman pertamanya.

Para Cardinal…

Mereka masih begitu murni, masih begitu kecil, masih begitu polos.

Mereka masih tidak menyadari kekuatan besar dalam diri mereka.

Mereka masih diperbolehkan bersenang-senang, bermain-main…

Namun sesuatu yang besar telah menunggu mereka… jauh di depan mereka.

.

.

.

Mian telat update #BOW

Semoga suka dengan chapter satu ^^

Apakah masih begitu abu-abu? Ikuti dan tunggu chapter-chapter berikutnya.

"Mereka akan memulai semuanya disini, di Spamcos"

LOST IN BETWEEN dan WONKYU M STORY will be update soon. Just wait, readers ^^

Setiap review readers adalah sumber perbaikan bagi saya. Jadi jangan sungkan bila ada yang tidak berkenan. XOXO for you all ^3^

Fic ini murni BOYSLOVE/YAOI bukan GENDERSWITCH, dan main pair disini adalah WONKYU ^^

FEEL FREE TO REVIEW ^^

Wonkyu is Love,

BabyWonKyu