Disclaimer © Masashi Kishimoto
"Perfect Husband"
Story by 'Ms. Hatake Yamanaka'
Pairing : Yamanaka Ino X Uchiha Sasuke
Genre : Romance, Drama, Family, Friendship
Warning : OOC, Little bit Humor, Mainstream Idea Maybe?
Rate : M
Summary : Seorang gadis remaja 19 tahun memiliki sifat yang labil, cerewet, manja, sering menghabiskan waktu bersenang-senang di klub malam dan tidak memikirkan masa depannya. Tiba-tiba di jodohkan dengan seorang pria dewasa berusia 26 tahun yang memiliki sifat berkebalikan dengannya yaitu dingin, tenang, cuek. Dan yang terpenting dia telah di anggap sebagai pria gay? Bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka? Apakah mereka bisa mempertahankannya?
Chapter 2
Enjoy My Story!
.
.
.
Yamanaka Residence, 6 Februari 2017
- Senin, 8.46 AM -
Ino sedang berbaring di atas sofa ruang keluarga sambil berbicara dengan seseorang di ponselnya. Hari ini ia tidak kuliah karena akan fitting gaun pengantin dengan calon suaminya, yang tak lain dan tak bukan adalah Uchiha Sasuke. Ino sudah mengenal Sasuke sejak kecil, karena ayahnya dan ayah Sasuke merupakan sahabat dekat sejak mereka masih kuliah. Dan Ino juga sudah sangat mengenal keluarga Uchiha apalagi Izumi, mereka sudah bersahabat sejak kecil. Ditambah, kakaknya Yamanaka Shion juga sudah menikah setahun yang lalu dengan Uchiha Shisui yang merupakan sepupu Sasuke.
"Kenapa kau tidak bilang padaku jika Sasuke-nii di jodohkan denganku?! Kau tega sekali Izumi!" Sewot Ino pada Izumi sambil menekan-nekan remot televisi mencari chanel yang menarik. Ia sangat-sangat kesal, tega-teganya Izumi menyembunyikan berita yang sangat penting ini darinya.
'Maafkan aku barbie, tapi aku memang ingin kau yang menjadi kakak iparku. Dan kalian sangat cocok menurutku. Sasuke-nii jelas sangat tampan, mapan, keren, seksi, dan pria single 'Most Wanted' untuk di jadikan suami oleh para wanita Jepang bahkan mungkin seluruh wanita di dunia. Harusnya kau senang di jodohkan dengannya. Bukankah kau pernah bilang jika kau tertarik padanya?' Jelas Izumi panjang lebar, dan kalimat terakhir Izumi membuatnya meringis.
"Hey, itu dulu saat aku SMP dan sebelum kau bilang Sasuke-nii itu gay. Walaupun aku masih 19 tahun, aku juga seorang wanita dan ingin memiliki anak. Dan kenapa kau ingin aku jadi kakak iparmu? Kau tahu sendiri kan, kalau aku itu tidak bisa masak, tidak bisa mengurus rumah, suka bersenang-senang ke klub malam denganmu, apalagi merawat seorang suami." Ino menghembuskan nafas keras.
"Jelas-jelas aku bukan calon istri ideal untuk kakakmu. Dan kenapa kau bisa menyebut kami sangat cocok? Lalu, kenapa juga Sasuke-nii menerima perjodohan ini?" Lanjut Ino sambil menonton acara gosip artis Jepang.
'Kau itu sahabatku sejak kecil Ino, aku sangat mengenal baik dirimu. Walaupun kau cerewet, manja, suka bersenang-senang ke klub denganku-'
"Aku tahu itu, tapi kau juga sama!" Potong Ino cemberut.
'Dengarkan aku dulu Ino, jangan memotong ucapanku!' Balas Izumi kesal.
"Iya iya, calon adik ipar." Ino memutar matanya bosan.
'Tapi kau gadis yang baik, tidak sombong, dan juga perhatian. Karena aku akui kau juga gadis yang cantik, seksi, populer, nakal, tapi juga cerdas. Jadi kau sangat cocok dengan kakak tampanku itu.'
"Terima kasih adik ipar, kau memang beruntung mendapat kakak ipar cantik sepertiku." Bangga Ino sambil tersenyum puas, sedangkan Izumi memutar matanya bosan namun segera berubah serius.
'Sebenarnya Sasuke-nii sempat menolak, tapi tou-san bersikeras dan membuat nii-chan menerima perjodohan ini.' Ino menghentikan senyumannya, entah kenapa ia merasa agak kecewa mendengar Sasuke menolak. Tapi, bukankah dirinya juga begitu?
'Dan Ino, aku meminta tolong padamu.. Umm, tolong bantu kakakku untuk sembuh dari gay-nya, aku mohon padamu Ino...' Ucapan Izumi membuatnya terkejut.
"Jadi benar Sasuke-nii itu gay?!" Tanya Ino sambil menegakkan tubuhnya. Ia kira itu cuma prasangka Izumi saja selama ini.
Ya ampun, walaupun Sasuke-nii sangat tampan, aku tidak mau menghabiskan waktu seumur hidup dengan pria gay!
Aku tidak mau! Aku tidak mau! Aku juga ingin punya anak!
'Dengar Ino, sebenarnya Sasuke-nii bilang dia bukan gay dan terlihat sangat marah saat aku bertanya padanya. Tapi, tolong bantu aku memastikannya saat kalian sudah menikah nanti. Ya, ya aku mohon...' Mohon Izumi yang memelas pada Ino. Ino sendiri juga tidak tega mendengarnya.
"Jadi kau masih berpikiran Sasuke-nii itu gay walaupun dia sudah menyangkalnya? Dan juga, bagaimana caranya aku memastikan dia bukan gay?" Ino mengerutkan dahinya bingung, tapi dia merasa lega jika ternyata Sasuke sudah bilang sendiri kalau dia bukan gay.
Yosh, aku masih punya kesempatan untuk memiliki anak.
'Kau tahu sendiri kan Sasuke-nii itu tidak pernah pacaran, tidak pernah dekat dengan wanita, ataupun pergi bersenang-senang ke klub. Intinya dia merupakan pria yang tidak suka membuang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna. Dan, untuk memastikan nii-chan bukan gay..' Izumi terdengar ragu, membuat Ino penasaran.
"Apa? Apa? Apa yang harus kulakukan? Jangan membuatku penasaran Izumi!" Ino geregetan sendiri.
'Kau harus mengajak Sasuke-nii bercinta-'
"APA?!" Teriak Ino langsung berdiri dan menjatuhkan remote tv yang di pegangnya.
'Jangan berteriak seperti itu, kau membuat telingaku sakit Ino!' Sewot Izumi kesal sambil mengusap-usap telinganya.
"Tapi perkataanmu itu membuatku kaget Izumi, dan... Ber-bercinta dengan Sasuke-nii? Ya ampun.." Ino jadi gugup sendiri membayangkannya.
'Kenapa? Bukankah kau selalu penasaran bagaimana rasanya bercinta. Jadi, kau bisa mengetahuinya saat bercinta dengan Sasuke-nii nanti. Dan berusalah menggodanya dengan tubuh seksimu itu. Jika dia tergoda dan mau bercinta denganmu berarti Sasuke-nii itu laki-laki normal. Dan dia buk-'
"Ino-chan bersiap-siaplah sekarang, Sasuke-kun akan menjemputmu. Kaa-chan pergi dulu, berhati-hatilah dan jangan lupa kirimkan foto gaunnya ya?" Hanami muncul dari arah dapur, Ino terkejut lalu segera menghampiri ibunya.
"Iya nanti aku kirim fotonya, kaa-chan juga berhati-hatilah dan selamat bekerja." Ino memeluk Hanami dan mencium pipi kanannya.
"Iya, bersikap baiklah pada calon suamimu sayang. Kaa-chan pergi dulu ya." Hanami segera pergi menuju teras depan, lalu masuk ke mobil setelah seorang pria paruh baya membukakan pintu untuknya.
"Hm, sampai jumpa!" Ino tersenyum dan melambaikan tangannya. "Hufft, untung kaa-chan tidak mendengar perkataanku." Ino menempelkan ponselnya lagi di telinga.
'Halo Ino, apa kau masih mendengar-'
"Maaf, tadi kaa-chan menyuruhku bersiap-siap karena Sasuke-nii akan menjemputku."
'Ah benar, hari ini kalian akan fitting gaun pengantin kan? Jangan lupa kirim fotonya padaku ya? Aku masuk dulu, sebentar lagi Kurenai sensei datang. Selamat bersenang-senang ya, jaa na! Ah, dan jangan lupakan perkataanku tadi, bye!' Izumi memutuskan sambungan telepon secara sepihak, membuat Ino menggerutu sebal dibuatnya.
"Hn, dia menyebalkan sekali!" Kesal Ino, lalu dia teringat ucapan Izumi dan membuat wajahnya memerah.
"Menggoda Sasuke-nii agar mau bercinta denganku?! Huh, yang benar saja! Aku bukan wanita jalang Izumi bodoh!" Umpat Ino kesal, "Lebih baik aku segera bersiap."
Ino segera berlari menuju lantai dua rumahnya. Dan segera masuk kamar untuk bersiap-siap. Ino bertekad untuk tampil cantik di depan calon suaminya hari ini.
- Perfect Husband -
Ino sedang bersenandung kecil di ruang tamu rumahnya, menunggu kedatangan Sasuke sambil memainkan ponsel. Ino tampil sangat cantik hari ini. Ia memakai gaun selutut tanpa lengan berwarna soft purple berbelahan dada rendah, rambutnya Ino kuncir kuda seperti biasa memamerkan leher jenjangnya. Di tambah kaki jenjangnya yang di balut heels warna putih. Membuat Ino terlihat sempurna.
Ting tong!
"Ah, itu pasti Sasuke-nii." Ino segera berjalan menuju pintu depan dan segera membukanya. Terlihat Sasuke sedang berdiri dengan wajah datarnya dan memakai setelan jas berwarna hitam. Ino tidak berkedip menatapnya, membuat Sasuke mengerutkan dahi heran.
Ya ampun, Sasuke-nii terlihat sangat tampan!
"Kau sudah siap?" Tanya Sasuke datar membuyarkan lamunan Ino.
"A-ah iya, aku sudah siap. Silahkan masuk nii-chan, aku akan mengambil tas dulu." Sasuke menganggukkan kepalanya dan mengikuti Ino masuk.
"Silahkan duduk, nii-chan mau minum apa?"
"Tidak usah."
"Baiklah, tunggu sebentar." Ino segera ke kamarnya untuk mengambil tas.
"Ayo kita berangkat nii-chan." Suara Ino membuat Sasuke mengalihkan pandangannya dari ponsel. Ia segera berdiri dari duduknya dan berjalan ke luar.
Ino segera mengikuti Sasuke dan menutup pintu. "Sikapnya dingin sekali sih!" Gerutu Ino sebal sambil mengerucutkan bibir.
Sasuke masuk ke dalam mobilnya tanpa membukakan pintu untuk Ino. Gadis pirang itu menghentikan langkahnya, melongo tak percaya.
Oh my god! Dia tidak membukakan pintu untukku?!
What the fuck!
"Ada apa?" Tanya Sasuke datar dari jendela mobil yang terbuka, Ino mengerjap-ngerjap pelan lalu menggeleng.
"Tidak, tidak ada apa-apa." Jawab Ino kikuk, lalu ia segera masuk ke kursi penumpang depan.
Perjalanan menuju butik di isi dengan keheningan. Diam-diam Ino melirik Sasuke yang tengah fokus mengemudi. Gadis itu menghela nafas pelan, ia paling tidak suka keheningan seperti ini.
"Umm, nii-chan sudah lama ya kita tidak bertemu? Terakhir kita bertemu saat aku masih kelas 3 SMP." Mulai Ino dengan ragu dan menoleh memperhatikan Sasuke.
"Hn."
Hanya itu?! Ya ampun!
Ino meneguk ludahnya, ia terus memandang wajah Sasuke yang terlihat datar dan tidak meliriknya sama sekali.
"Kau sudah banyak berubah nii-chan, kau sudah menjadi pengusaha muda yang sukses sekarang. Usahamu tidak sia-sia selama ini ya?" Ino tesenyum mengingat penampilan Sasuke yang dulu dan sekarang, Sasuke tidak banyak berubah tetap tampan, hanya wajahnya saja yang terlihat lebih dewasa dan tegas.
"Hn." Lagi-lagi Sasuke hanya merespon seperti itu, membuat Ino menghela nafas lagi.
"Aku tidak menyangka kita akan menikah seminggu lagi." Ino terdengar ceria, namun tidak ada balasan dari Sasuke.
"Nii-chan, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" Kali ini Ino terdengar serius.
"Hn."
"Umm... Kenapa nii-chan menyetujui perjodohan ini dan mau menikah denganku dalam waktu dekat?"
Satu detik, dua detik, tiga detik, empat detik, lima detik. Masih belum ada jawaban, lagi-lagi Ino menghela nafasnya pelan.
Percuma saja mengajaknya bicara.
"Maaf sudah mengganggumu." Sambung Ino kesal lalu mengalihkan perhatiannya ke jendela di sampingnya.
"Bagaimana denganmu?" Akhirnya Sasuke bersuara, Ino melonjak kaget lalu segera menghadap Sasuke. Ia menatap pria itu lekat-lekat, lalu tersenyum manis.
"Awalnya aku terkejut, kau tahu sendiri kan aku masih 19 tahun? Lalu aku bersikeras untuk menolak, namun setelah melihat tou-chan dan kaa-chan sedih, aku menyetujuinya. Dan saat tahu nii-chan yang akan menikah denganku, aku lebih terkejut lagi dan berusaha menolak," Ino menghela nafasnya lagi, "Namun tou-chan marah, dan dia tidak pernah marah padaku selama ini walaupun aku sering bersikap nakal. Jadi, aku juga menerima perjodohan ini." Ino mengerucutkan bibir masih menunduk memainkan jari-jarinya.
"Nii-chan tahu, aku bahkan baru di beritahu kemarin malam tentang perjodohan ini. Dan aku sangat syok bahwa kita akan menikah seminggu lagi. Terlebih lagi Izumi juga tidak memberitahuku, sungguh menyebalkan! Dan aku tahu, nii-chan juga menolak dan terpaksa menerima perjodohan ini kan? Maaf aku sudah menerimanya, aku juga tidak ada pilihan lain." Ino mengangkat kepalanya menatap Sasuke lagi.
Sasuke melirik sekilas lalu kembali fokus menyetir. "Hn." Ino tersenyum, ia sudah tahu kebiasaan irit bicara pria itu dari Izumi. Ino senang, setidaknya perkataannya di dengarkan Sasuke.
Mulai sekarang aku harus terbiasa dengan ini! Izumi saja bisa, aku juga harus bisa!
Ino sudah bertekad sekarang, tidak ada yang bisa mencegahnya. Dia sudah mulai menerima Sasuke sebagai calon suaminya.
- Perfect Husband -
Mereka akhirnya tiba di sebuah butik mewah di pusat kota Konoha. Sasuke segera keluar di ikuti Ino. Mereka segera masuk dan di sambut oleh seorang wanita berambut hitam.
"Selamat datang tuan Uchiha, nona Yamanaka. Silahkan ikuti saya." Ucap wanita itu ramah dan di balas anggukan Sasuke dan senyuman Ino.
Mereka mengikuti wanita berambut hitam itu, tibalah mereka di sebuah ruangan yang berisi sofa dan sebuah meja, lalu di depannya terdapat sebuah tirai berwarna coklat yang lebar.
"Silahkan duduk sebentar, saya akan memanggil Nyonya Namikaze dulu." Wanita itu segera keluar setelah membungkuk sopan.
"Nyoya Namikaze? Jadi ini butik ibu Naruto?" Tanya Ino terkejut, ia tidak sempat melihat nama butik ini tadi karena terpesona dengan gaun-gaun yang di pajang di etalase.
"Hn."
"Wow, aku dari dulu selalu menginginkan memakai gaun pengantin buatan Kushina ba-chan, dan sekarang aku akan memakainya. Kau memang yang terbaik nii-chan!" Ino segera memeluk Sasuke dari samping dan membuat pria itu terkejut. Namun Sasuke tidak membalas ataupun menolak pelukan Ino.
"Ehem! Kalian pasangan yang romantis dan sangat mesra sampai tidak menyadari kedatanganku." Ucap seorang wanita berambut merah yang sedang berdiri di depan pintu. Mendengar itu Ino segera melepaskan pelukannya.
"Kushina ba-chan!" Seru Ino lalu menghampiri wanita cantik itu. Mereka berpelukan erat dan saling mencium pipi satu sama lain.
"Lama tidak bertemu ba-chan, bagaimana kabarmu?" Tanya Ino setelah melepas pelukannya.
"Kabarku baik Ino-chan, bagaimana denganmu?" Tanya Kushina sambil mengelus lengan Ino.
"Aku juga baik ba-chan, ba-chan terlihat semakin cantik membuatku iri saja." Ino mengerucutkan bibir membuat Kushina terkekeh.
"Ino-chan juga terlihat semakin cantik saja. Sayang sekali kau tidak bisa menjadi menantuku dan akan menjadi menantu Mikoto. Dia lebih cepat bergerak untuk mendapatkanmu daripada aku." Balas Kushina sambil mengusap pipi kiri Ino sayang. Mereka sama-sama tertawa.
"Lama tidak berjumpa Kushina ba-san." Sasuke sudah berdiri di samping Ino dan membungkuk sopan.
"Iya Sasuke-kun, kau juga terlihat semakin tampan saja. Pantas saja Ino-chan memilihmu, jika aku belum menikah aku juga akan memilihmu." Ucap Kushina dan mengedipkan sebelah matanya pada Sasuke membuat semua orang tertawa, tentu saja kecuali Sasuke yang hanya tersenyum tipis.
Ah, dia semakin tampan saat tersenyum, walaupun hanya senyuman tipis.
Ino menghentikan tawanya dan terpana melihat Sasuke. Tiba-tiba pria itu juga menatapnya, mereka saling bertatapan selama sedetik karena pria itu segera mengalihkan tatapannya pada Kushina yang mengajukan pertanyaan pada Sasuke.
"Ino-chan?" Tanya Kushina bingung, "Iya ba-chan?" Jawab Ino cepat.
"Jangan melamun, tidak baik calon pengantin melamun seperti itu. Ayo kita coba gaun-gaun ini, ini adalah beberapa karya terbaruku. Dan belum launching loh, khusus untuk kalian aku memperlihatkannya. Karena pernikahan kalian mendadak jadi aku tidak bisa mendesign khusus untuk kalian. Tapi, kuharap kalian akan menyukai salah satu dari ini." Jelas Kushina panjang lebar sambil menunjuk gaun-gaun yang tergantung rapi yang di bawa oleh para karyawannya.
"Ya ampun, mereka cantik sekali ba-chan! Aku jadi ingin memakai semuanya!" Seru Ino sambil mengelus pelan gaun-gaun itu, matanya berbinar-binar takjub membuat semua orang tersenyum. Dan jangan lupakan Sasuke karena pria itu juga ikut tersenyum tipis melihat tingkah Ino.
"Kau suka?" Tanya Kushina tersenyum geli, "Umm, tentu saja ba-chan! Sangat sangat suka sekali! Bolehkah aku mencoba semuanya? Rasanya aku ingin memakai mereka semua di pernikahanku nanti!" Seru Ino gembira membuat Kushina terkekeh.
"Tentu saja boleh Ino-chan, jadi gaun mana yang ingin dicoba terlebih dulu?" Tanya Kushina menghampiri Ino, "Yang ini, aku ingin mencoba yang ini dulu!" Tunjuk Ino riang menunjuk gaun putih brukat berlengan panjang.
"Pilihan yang bagus sayang, ini memang gaun favoritku. Ayo, ikut aku!" Mereka berdua segera masuk ke sebuah pintu di sebelah kanan ruangan. Sasuke yang di abaikan dari tadi segera duduk di atas sofa.
"Sambil menunggu, anda ingin minum apa tuan?" Tanya wanita yang mengantar mereka tadi.
"Aku ingin kopi."
"Baik, akan saya ambilkan tuan." Setelah membungkuk sopan, wanita itu berlalu pergi. Sasuke kembali membuka ponselnya membaca beberapa email yang belum selesai dibacanya tadi.
- Perfect Husband -
"Buka tirainya!" Perintah Kushina membuat Sasuke mendongak.
Tirai berwarna coklat itu mulai terbuka, memperlihatkan Ino yang tersenyum manis pada Sasuke. Ino terlihat sangat cantik dalam balutan gaun putih lengan panjang yang terlihat indah menjuntai panjang menyentuh lantai di bagian belakangnya. Gaun ini memperlihatkan lekuk tubuh indah Ino, dengan belahan dada rendah, dan mengekspos leher jenjangnya, bahu, serta tulang selangkanya. Bagian dada atas, punggung, dan lengannya sedikit terekspos karena terbuat dari brukat. Sedangkan dari bagian pinggang ke bawah terbuat dari sutra yang mengembang indah dengan motif bunga menutupi kaki jenjang Ino, dan di bagian pinggangnya di lingkari kerlap kerlip batu saphire kecil. Terlihat simple namun elegan dan mewah di saat bersamaan.
"Bagaimana Sasuke-kun? Bukankah Ino-chan terlihat sangat cantik? Apakah kau menyukainya?" Tanya Kushina berturut-turut, Ino juga terlihat penasaran dengan pendapat calon suaminya itu.
"Ya, itu sangat indah." Jawab Sasuke dengan suara datar dan menatap Ino lekat-lekat, lalu mengangguk pelan dan kembali berkutat dengan ponselnya. Ino menghentikan senyumannya dan mendesah pelan.
Seharusnya dia juga memujiku cantik memakai gaun ini, bukannya hanya memuji gaun ini saja!
Sungguh tidak romantis!
Menyebalkan!
Dasar pria dingin sialan!
Ino terus mengumpat dalam hati. Jika pria lain pasti akan memujinya habis-habisan dan memelototinya memuja. Namun, dia adalah UCHIHA SASUKE. Tidak mungkin pria itu akan melakukan hal yang bodoh seperti itu. Sasuke bahkan lebih tertarik melihat ponselnya daripada dirinya yang terlihat cantik dan anggun seperti ini.
"Wah Ino-chan terlihat sangat cantik dan anggun memakai gaun ini. Sepertinya gaun ini hanya cocok di pakai olehmu." Puji Kushina yang terkagum melihat Ino disertai anggukan dari para karyawannya. "Dan Sasuke-kun juga menyukainya, jadi bagaimana sayang?" Kushina memandang Ino.
"Umm, ba-chan bolehkah aku memotretnya. Aku akan mengirim fotonya pada kaa-chan untuk meminta pendapatnya. Tapi, aku juga sangat menyukai gaun ini. Namun aku ingin mencoba gaun yang lain, bolehkah?" Tanya Ino dengan puppy eyesnya membuat Kushina gemas sendiri.
"Tentu saja boleh sayang, ah kau terlihat menggemaskan sekali. Aku tidak menyangka Hanami akan mempunyai putri cantik yang terlihat seperti barbie. Aku jadi ingin menculikmu dan menjadikanmu putriku." Kushina mencubit pelan kedua pipi Ino gemas. Membuat semua orang tertawa melihatnya.
"Yuki tolong ambil gambar Ino ya." Perintah Kushina pada wanita berambut hitam tadi. "Ah, ini ponselnya!" Ino segera memberikan ponselnya setelah mengambilnya dari tas.
"Baik nona." Ino mulai berpose dengan anggun.
Cekrek! Cekrek!
"Ba-chan berfotolah bersamaku! Kaa-chan pasti akan terkejut melihat ba-chan yang mendesign gaun ini." Pinta Ino, "Baiklah, ayo kita buat Hanami dan Mikoto ternganga melihat pose anggun kita berdua!" Seru Kushina gembira dan segera berdiri di samping Ino.
"Oh, aku hampir lupa." Kushina menepuk jidatnya pelan, "Sasuke-kun kau juga harus mencoba tuxedo-nya sekarang. Mina, tolong antar Sasuke untuk mencoba tuxedo-nya!" Perintah wanita berambut merah itu.
"Baik nyonya." Wanita berambut coklat sebahu itu mengangguk paham dan segera menghampiri Sasuke. "Tolong ikuti saya tuan." Ujarnya pelan, Sasuke segera berdiri dan mengikuti wanita itu keluar.
"Ayo kita mulai pemotretannya!" Seru Kushina gembira yang dibalas anggukan antusias Ino.
Dimulailah pemotretan dadakan oleh Ino dan designernya Namikaze Kushina. Mereka tidak berhenti melakukan berbagai pose hingga melibatkan para karyawan.
Beberapa menit kemudian Sasuke masuk kembali ke ruangan Ino dan telah mengenakan tuxedo berwarna putih yang terlihat sangat sempurna di tubuhnya. Ino dan Kushina tidak menyadari kedatangannya, karena masih sibuk berpose. Sasuke bersandar pada tembok di belakangnya dan melipat kedua tangannya di dada. Pria itu tengah memperhatikan calon istrinya dan ibu dari sahabatnya yang tengah berpose mengedipkan sebelah mata mereka genit. Sasuke tersenyum tipis merasa geli dengan tingkah kedua wanita itu.
Mina memberitahu Kushina bahwa Sasuke sudah selesai, dan membuat semua orang menolehkan pandangannya pada Sasuke. Segera saja mereka memandang pria itu takjub. Ino membulatkan matanya dan ternganga takjub melihat calon suaminya.
Kyaaa, calon suamiku sangat tampan!
Jerit Ino dalam hati, namun pipinya segera merona merah karena menyebut Sasuke dengan embel-embel calon suami.
"Ino-chan calon suamimu sangat tampan! Sasuke-kun kemarilah, kalian berdua berfotolah bersama! Hanami dan Mikoto akan menjerit histeris melihat foto kalian nanti!" Kushina tersenyum senang dan segera menggandeng Sasuke menghampiri Ino.
Ino dan Sasuke sudah berdiri berdampingan sekarang. Mereka benar-benar pasangan yang serasi.
"Ya ampun, kalian benar-benar serasi. Yang satu cantik bak barbie dan yang satunya tampan seperti Ken!" Jerit Kushina dan mendapat anggukan setuju dari para karyawannya, membuat Ino lagi-lagi merona merah. Ino melirik Sasuke yang hanya terdiam dengan wajah datarnya, dan membuatnya mendengus sebal.
"Ino-chan mendekatlah dan lingkarkan tanganmu di lengan Sasuke-kun!" Perintah Kushina bossy, Ino segera menurut. "Okay, kita mulai!"
Cekrek! Cekrek! Cekrek!
"Sudah selesai?" Tanya Sasuke datar, membuat semua orang terkejut. "Umm, ba-chan sepertinya aku harus mencoba gaun yang lain sekarang." Tambah Ino yang sudah merasa tidak nyaman dengan Sasuke.
"Ah benar juga, ayo Ino-chan kita coba gaun selanjutnya."
Ino segera melepas rangkulan tangannya dari lengan Sasuke. Ia segera mengikuti Kushina untuk mencoba gaun yang lain. Sasuke sendiri kembali duduk di sofa dan berbincang dengan seseorang di telepon. Hari ini, ia memang mengosongkan jadwalnya sampai jam makan siang nanti untuk fitting gaun pengantin bersama Ino.
Beberapa menit kemudian Ino telah mencoba gaun pengantin yang lain. Dimulai dari gaun tanpa lengan yang memamerkan tangan, bahu, dan lehernya. Lalu gaun pendek selutut tanpa lengan dan di bagian belakangnya terdapat ekor yang menjuntai ke lantai. Selanjutnya, gaun panjang yang pas di tubuh Ino dan memamerkan seluruh lekuk tubuhnya sampai mata kaki membuat Ino terlihat seksi dan menjuntai ke belakang di bagian kakinya. Terakhir, gaun pendek selutut dan berlengan panjang dengan aksen brukat di bagian lengan dan dadanya terlihat sederhana namun elegan.
Untuk gaun resepsi, pilihan Ino jatuh pada gaun berwarna violet berlengan pendek di bagian lengan atas sampai siku Ino dan memamerkan belahan payudaranya, bahu, tangan, leher, serta punggung mulus Ino sampai bagian pinggangnya, dengan bagian yang mengembang dari bagian pinggang ke bawah dan menjuntai ke lantai menutupi kakinya. Sungguh terlihat elegan dan mewah membuat Ino seperti seorang princess.
Ino juga tidak lupa memotret dirinya saat mengenakan gaun-gaun itu. Lalu segera mengirimnya pada ibunya, ibu Sasuke, dan Izumi. Namun mereka semua menyukai gaun pertama yang Ino pakai.
"Baiklah, aku akan mengambil gaun yang pertama saja ba-chan. Mereka sudah setuju dan sangat menyukainya. Aku juga sudah menyukainya sejak pandangan pertama tadi. Dan untuk resepsinya aku akan mengambil gaun berwarna violet itu. Maaf sudah merepotkanmu." Ujar Ino dengan puppy eyes andalannya.
"Baguslah, ba-chan juga sangat menyukai gaun itu. Gaun itu memang sangat cocok untukmu sayang. Dan jangan sungkan Ino-chan, aku justru senang kau mencoba gaun-gaunku. Sepertinya kau berbakat jadi model Ino-chan, apalagi kau menyukai dunia fashion." Balas Kushina sambil menatap Ino lekat dari atas ke bawah.
"Benarkah? Aku memang menyukai fashion, dan melihat koleksi-koleksi ba-chan yang luar biasa ini membuatku tersanjung bisa mengenakannya. Mereka benar-benar sangat cantik. Lain kali aku akan berkunjung kesini lagi."
"Terima kasih Ino-chan, aku tunggu kunjunganmu selanjutnya. Aku juga sudah tidak sabar untuk segera datang ke pernikahan kalian nanti. Berhati-hatilah dan selamat bersenang-senang." Kushina melambaikan tangannya setelah memeluk Ino.
"Kami permisi dulu, sampaikan salamku pada Naruto-nii dan Minato ji-chan."
"Hm, tentu saja!"
"Terima kasih Kushina ba-san, kami permisi dulu." Pamit Sasuke membungkuk sopan.
"Iya, jaga Ino-chan baik-baik ya Sasuke-kun."
"Hn."
Ino dan Sasuke pun meninggalkan butik Kushina dan segera masuk ke dalam Audi hitam Sasuke. Mereka berencana untuk makan siang bersama. Ino tak berhenti tersenyum dan terkekeh melihat hasil pemotretan dadakannya tadi. Dan tersenyum manis melihat foto dirinya dan Sasuke.
Kau sangat tampan nii-chan, namun sayang kau seorang gay.
.
.
.
- To be Continued -
Author Note :
Maaf reader aku baru bisa update sekarang setelah hiatus 11 hari, sekali lagi aku minta maaf. Terima kasih banyak untuk para reader yang masih setia nunggu ff gaje aku, dan juga aku benar-benar terima kasih banget untuk reader yang udah review, ngefav, ngefollow karena itu bikin aku semangat untuk nulis. Dan jejak kalian membuat aku sangat sangat senang karena itu artinya kalian udah menghargai karya-karyaku, sekali lagi aku ucapkan terima kasih.
Terakhir, sekarang ini aku udah mulai sibuk kerja. Jadi, mungkin aku bakal telat update, tapi aku bakal selesaikan semua ff aku kok. Maaf ya aku bikin kalian nunggu lagi, semoga karya-karya aku ngehibur kalian.
Dan juga maaf banget, aku gak bisa balas review kalian satu persatu. Terima kasih masih setia dan mendukung ff aku. #kecupsatu-satu :D
InoSuke : Kalo kamu gak mau lagi rnr ff aku, silahkan aku gak larang juga kok, itu gak masalah buat aku. Untuk pertanyaan kamu, aku lebih sering berkeliaran di ffn, untuk wattpad aku baru bikin akun pada 11 September 2017, dan aku jarang banget buka wp, paling kalo ada info story yg baru update baru aku buka wp. Kamu bisa liat akun wattpad aku Ms. Hatake Yamanaka dan aku baru upload ff Serendipity chap 1. FYI, kalo aku baca di wattpad, aku selalu kasih vote walaupun gak ngasih komen, karena itu merupakan apresiasi dari aku untuk authornya. Aku bikin ff SasuIno karena emang aku suka pair ini, dan aku tahu kok populasinya emang dikit. Makanya aku buat ini untuk melestarikan SasuIno. Dan yang paling penting, bukannya aku pengen dapet popularitas karena menulis ff, tapi setidaknya jika kalian tidak ingin meninggalkan komentar, tolong apresiasi dengan memfav/memfollow jika kalian suka dan ingin terus membaca, karena untuk para author apresiasi kalian sangat berarti. Udah, terserah kamu mau bilang apa, jadi terima kasih udah pernah baca.
P.S : THANK YOU AND SEE YOU GUYS!
