VENUS
Dazai and All the Girls Around
[A Remake Story by Phoebe ; Bungou Stray Dogs belong toKafka Asagiri and Sango Harukawa ]
[ Cast: Dazai x Atsushi slight Akutagawa x Atsushi ; Dazai x Chuuya ; Rated M ]
Warning : AU, GENDERSWITCH (GS), OOC, TYPO(S), DON'T LIKE? DON'T READ!
.
.
.
.
[ Bagian 2 ]
[London, delapan tahun kemudian]
Harusnya makan malam kali ini berlangsung sangat romantis. Dazai sudah mengatur semuanya dengan maksimal dan malam ini seharusnya ia melamar seorang gadis Jepang yang merupakan rekan kerjanya di kedutaan besar Jepang di London. Meskipun bukan seorang wanita yang Dazai cintai, tapi Chuuya adalah wanita yang sempurna dan membuatnya sangat bergairah. Chuuya juga wanita yang sangat ideal untuk menjadi istri Dazai karena wanita itu bukan tipe yang pencemburu. Ia mengetahui kebiasaan buruk Dazai dan selalu memahaminya, berasal dari keluarga baik-baik dan pasti akan di sukai keluarganya. Tapi sekarang semuanya tinggal rencana karena saat ini Dazai hanya bisa merasakan nyeri di pipi kananya karena Nakajima Atsushi menamparnya tepat di depan Chuuya. Ini sudah yang kedua kali dalam kurun waktu setahun terkhir dan kali ini sangat mengesankan, mereka bahkan di potret beberapa orang wartawan.
"Diplomat brengsek!" Cacinya. "Kapan kau akan berhenti melakukan hal ini kepada perempuan? Kau sudah menyengsarakan banyak wanita!"
Dazai mengerang. Lagi? Baru sekitar dua bulan yang lalu ia terbebas dari skandal dengan seorang perempuan yang merupakan putri seorang pengusaha besar dan juga artis kenamaan di London. Pada saat itu ia merasa akan segera berangkat kesurga setelah terbebas dari Nakajima Atsushi. Wanita ini, tidak bisa di pungkiri sangat menarik. Meskipun gayanya sedikit maskulin dan keras, Nakajima Atsushi memiliki tubuh yang sangat menarik bagi laki-laki manapun yang memperhatikannya, termasuk Dazai. Dazai seringkali berfikir yang tidak-tidak setiap kali bertemu dengan pengacara muda itu, Tapi kekejaman kata-katanya membuat Dazai melupakan semua minatnya.
"Kali ini siapa? Aku akan menyelesaikanya!" Bentak Dazai. "Kau tidak perlu melakukan hal seganas ini, Bukankah kau seorang pengacara?"
Atsushi menggigit bibirnya geram. Sebagai seorang pengacara, akan lebih baik bila menyerang seseorang dengan kata-kata saja di pengadilan nanti. Tapi untuk Dazai Osamu, semuanya adalah pengecualian. Walau bagaimanapun Atsushi yakin kalau dirinya tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk menyerang. Jika tidak sekarang, pada akhirnya Atsushi hanya akan gigit jari karena kasus yang berkaitan dengan Diplomat muda itu tidak akan pernah sampai kepengadilan begitu saja. Semuanya akan selesai dengan damai dan wanita-wanita bodoh itu selalu bersedia memaafkanya entah dengan cara apa. Dazai Osamu selalu medapatkan apa yang dirinya mau. "Kau akan terima suratnya di apartemenmu!" Kata Atsushi akhirnya dan pergi meninggalkan Dazai dengan membawa kekesalannya.
Dazai masih mengelus pipinya beberapa kali sambil memandangi Atsushi dengan perasaan kesal. Tenaganya sangat luar biasa untuk seorang perempuan. Kalau saja Atsushi dan dirinya tidak bertemu dengan cara seperti ini, Dazai yakin dirinya akan sangat menyukai gadis itu. Sebagai pengacara fresh graduate yang di kenal kejam, seharusnya juga semakin menabah sisi menarik dari Atsushi, jika saja Atsushi tidak bermasalah denganya.
"Kau tidak apa-apa?" Chuuya menyapanya.
Dazai mengusahakan senyumnya yang tebaik. Meskipun Chuuya adalah orang yang paling mengerti dengan keberadaanya dan segala tingkah lakunya, ia tidak ingin Chuuya merasa kalau dirinya sedang tidak baik-baik saja. Persahabatanya dengan wanita ini di mulai sejak ia di tugaskan di London lima tahun silam. Sebagai lulusan terbaik dengan cumlaude di Tokyo University memberikan jalan bagi Dazai untuk melanjutkan magister dimana saja yang pada akhirnya mengantarkanya pada jalan ini, menjadi diplomat muda yang tampan dan di cintai banyak wanita. Ini bukan salahnya kan? Tapi mungkin hanya Chuuya (dan Nakajima Atsushi tentunya) yang terlihat tidak begitu tertarik pada keunggulanya. Tidak, kadang-kadang adakalanya Chuuya tidak begitu tertarik meskipun ia dan Dazai sering bersenang-senang sedangkan Atsushi sepertinya lebih dari sekedar tidak tertarik, wanita itu sangat memusuhinya.
"Fine, Tenanglah, ini hal yang biasa!" Jawab Dazai sambil memandang beberapa orang Security restoran mengusir wartawan yang terus berusaha memotretnya dari jendela kaca. Dazai mendesah, besok pagi namanya akan menjadi topik pembicaraan hangat di surat kabar pagi dan mungkin dirinya tidak akan bisa keluar dari apartement untuk beberapa hari. Ia harus menghubungi Akutagawa. Pengacaranya itu harus segera menyelesaikan semua kekacauan ini dengan anggun seperti biasanya.
"Oh, Ya! Apa yang ingin kau bicarakan tadi?" Chuuya bertanya lagi.
"Oh, tidak. Aku hanya ingin merayakan ulang tahunmu saja." Dazai berdehem berusaha menyembunyikan kekikukanya. Ini bukan saat yang tepat untuk menyampaikan lamaranya karena Chuuya pasti tidak menginginkan lamaran yang seburuk ini. "Selamat ulang tahun!"
Chuuya Tersenyum. "Kau memang laki-laki yang romantis. Sayang semuanya terjadi seperti ini tapi kau cukup membuatku gembira. Aku juga punya kabar baik untuk dirimu!"
"Benarkah? Apa?"
"Aku akan segera menikah."
Senyum Dazai tiba-tiba memudar. Chuuya akan menikah dan meninggalkanya? Jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam ia bersyukur Atsushi datang tadi, setidaknya Atsushi menghindarkanya dari sesuatu yang lebih memalukan daripada berdebat dengan pengacara kejam itu. Chuuya akan menikah dan Dazai baru mengetahuinya? Diam-diam ia melirik ke jari manis Chuuya dan disana memang sudah melingkar sebuah cincin perak yang indah. Chuuya akan menikah dengan siapa? Dia tidak perlu tau dan tidak ingin tau.
"Kenapa dengan wajahmu itu?" Tanya Chuuya.
"Kau akan meninggalkanku? Kita tidak bisa bersama lagi? Bersenang-senang bersama, menghabiskan malam bersama!"
"Kenapa semuanya harus berakhir? Aku menikah untuk menyenangkan kedua orang tuaku tapi aku tidak akan bisa meninggalkan kesenanganku sendiri. Kita masih bisa memiliki Affair yang menyenangkan, kan?"
Dazai lagi-lagi berusaha tersenyum. Itu artinya Chuuya masih tertarik kepadanya meskipun hanya untuk bersenang-senang. Baiklah, Chuuya yang meminta dan Dazai akan melakukanya. Dia akan membuat Chuuya senang hingga Dazai merasa bosan dan menemukan perempuan baru. Lagipula apa yang sedang di khawatirkanya? Semua wanita menginginkanya kan? Tidak ada wanita di dunia ini yang bisa menolak pesona Dazai Osamu dengan ketampanan dan hartanya yang melimpah. Dengan kebahagiaan seperti ini Dazai merasa ingin terus hidup selamanya dan tidak pernah menikah. Ia tidak pernah menyukai satu wanita dalam satu waktu, jadi tidak menikah adalah pilihan yang baik. Tuhanpun sepertinya tidak mengizinkan Dazai untuk menikah karena satu-satunya perempuan yang di anggap pantas menjadi istrinya sudah di ikat oleh orang lain. Bukan masalah, hal seperti ini tidak akan jadi masalah selagi dunia masih terus memproduksi makhluk bernama perempuan.
[ Bersambung ]
a/n: Fyuhhh, saya update kilat, karena memang babnya cukup banyak jadi kalau saya tidak sibuk, saya usahakan update setiap hari xD
Saya sangat sangat berterima kasih untuk yang sudah memberikan review. Saya balas reviewnya disinia ya.
[ .m.k ] Kita sama ya, dari awal nonton BSD saya memang sudah kepincut sama couple ini, saya sebenarnya juga suka Dazai x Chuuya, tapi nggak sebesar rasa suka saya sama Dazatsu xD
Btw, karya aslinya saya baca dimana? Sebenarnya saya orangnya malas ya mau beli Novel aslinya, jadi saya lebih suka download versi Pdf-nya di Google. Aku ubek-ubek deh yang bisa didownload, lebih murmer (?) Banyak kok kalau mau cari Novel ini di internet xD
Saya sempat berfikir pengen Vanessa diperanin sama Chuuya aja, cuma gimana ya, saya pengen bikin Atsushi jadi kelewat OOC, lucu juga sepertinya, masa' Chuuya terus yang galak *ketawa nista*. Terima kasih untuk sarannya juga masalah nama, saya rasa namanya tidak perlu diganti, karena nama 'Atsushi' itu udah kelihatan cewek (?) banget *digampar* :''
Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca fanfic ini. Jangan lupa terus ikuti dan tinggalkan jejak di kolom review xD
[ Asheera Welwitschia ] Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca fanfic ini. Aduhh, saya takut kalau digentayangin xD
Sudah saya lanjut kok ini. Beberapa chapter kedepan saya usahakan update kilat, insya allah… xD
Cukup untuk cuap-cuap dichapter ini, semoga kalian terhibur dan sampai jumpa di chapter selanjutnya. Love, Boni ^^
