Hai. Duh aku nangis masa ngetik bagian Keiji :" #hah
Abaikan elah. Mea kan belom pernah bikin fic sedih wehehe
Bales review lagi, seperti biasa.
Dissa-CHAlovers : Argh sankyuu. Masaryuu gitu lho.
Oh ya, Masaryuu itu ceritanya murid kesayangan Matsu-sensei haha (?) aku jadi inget masa-masa UAS kelas 6, kalo Ujian gitu kan setiap hari lesnya. Dalam satu rumah (Rumah guruku) itu bisa ada 17 anak yang les XD dan, 87% nya adalah temen sekelasku. (Readers : HAH?)
Makasih lagi, ini aja baru nyoba-nyoba lho. Dulu aku pernah bikin, ga jadi. Bikin lagi, ga jadi lagi, bikin lagi, ga jadi lagi. Terus ketemu foto yang dikasih Alenmura (?), Eaa pun menemukan ide yang langsung membendung di otak, minta ditumpahin XD akhirnya aku minta usulan di grup itu dan jadinya YEY~ (?)
Cindy ChiLolicon999 : KAAAAK! MAKASIH BANGET SOAL USULAN NAMA DAN PERSONALITYNYA~ Jadi terbantu banget, soalnya puyeng lage kalo mikirin nama anak anaknya, apalagi aku ga jago bikin nama ==" Oh ya, lanjutin FF kakak dong, aku dulu ngakak ampe merosot dari kasur lho (?)
Well well, nah, jadi disini akan kumasukkan 3 pasangan lainnya dan 4 OC lainnya.
Selamat baca.
"Otou-san..,"
"Otou-san.. hiks..,"
"Otou-san kapan pulang..?"
"Otou-san.. Hanakura kangen…,"
"Hiks.., Otou-san pulaaang..,"
…
"Hanakura, kamu ngapain sendirian di halaman rumah?" tanya Keiji lembut sambil mengelus kepala putrinya, Matsunaga Hanakura.
"Hanakura.. kangen otou-san, okaa-san," jawab Hanakura sedih.
"Otou..san?" ulang Keiji.
Hanakura mengangguk. "Kok otou-san nggak pulang-pulang?" tanyanya.
"Otou-san kerja di luar kota," jawab Keiji sambil menahan perasaan sedih. Ia tak mau membuat sedih hati kecil anaknya.
"Tapi kenapa lama pulang?" tanya Hanakura lagi.
Keiji memeluk Hanakura. "Sabarlah. Otou-san kerja untuk cari uang. Doakan saja otou-san cepat pulang, agar kamu bisa main lagi sama otou-san kayak.. hiks..,"
"Okaa-san.. kenapa okaa-san nangis?" tanya Hanakura.
"Okaa-san.. uhm," Keiji berusaha menyembunyikan perasaannya. "Enggak.. Okaa-san cuma.. kangen sama otou-san..,"
"Okaa-san 'kan yang bilang sendiri kalau Hanakura harus berdoa? Okaa-san juga harus ikut doa biar otou-san cepet pulang," ucap Hanakura.
"Ya.. ya sayang. Masuk yuk," ajak Keiji. Hanakura mengangguk. Ia kembali masuk ke dalam rumah dengan riangnya.
Gomenasai, Hanakura sayang, batin Keiji.
Keiji melangkahkan kakinya ke dalam rumahnya tertjintah.
Ia masuk ke rumah, terus jalan ke kamar, buka pintu, trus masuk. #apasih (Readers : WOY! LAGI SERIUS WOY!)
Keiji menghempaskan dirinya ke kasur. Ia menengok ke arah kiri. Kasur itu—tempat dimana suaminya selalu menghilangkan rasa penat setiap malam. Namun sekarang.. beliau mungkin takkan menidurinya lagi, untuk selamanya.
"Hisahide..," lirih Keiji. Ia mengambil buku diarynya dari laci meja kecil yang ada di sebelah tempat tidurnya. Ia juga mengambil pena dari dalam situ.
Keiji mulai menggoreskan pena di lembaran buku tersebut.
Terulang lagi perkataan anakku, akan keinginannya terhadap kepulangan Hisahide.
Namun aku tahu, aku takkan bisa memenuhi keinginan putri kecilku.
Mustahil bagiku dapat menyatukan anakku dengan Hisahide kembali.
Karna aku.. telah bercerai dengannya setahun yang lalu.
Penyataan hidup yang menyakitkan—terutama bagi Hanakura.
Anak itu masih terlalu kecil dan polos untuk menghadapi kenyataan pahit ini.
Aku tak akan lagi mau menerima Hisahide, tapi aku juga tak mau melihat air mata turun dari kelopak mata putri kecilku.
Ini seperti memakan buah simalakama.
Aku hanya dapat berharap keluargaku dapat kembali tenang dalam perdamaian.
Tanpa ada dusta dan dengki.
"OKAA-SAAAAAAN!" teriak Hanakura sambil berlari ke dalam kamar Keiji.
"Apa sayang?" tanya Keiji.
"Aku boleh main ke rumahnya Shinju dan Raito?" tanya Hanakura.
"Sekarang?" tanya Keiji.
"Besok! Ya sekarang lah!" seru Hanakura kesal.
"Iya. Iya. Boleh kok. Jam 12 siang pulang ya," pesan Keiji.
"Oke! Makasih Okaa-san!" seru Hanakura sambil berlari keluar rumah.
"Hanakura..,"
"Lalala..," senandung Hanakura sambil melangkahkan kakinya riang.
"Hanakura! Hai!" sapa Chosokabe Shinju sambil berlari ke arahnya.
"Shinju-chan? Aku baru saja mau ke rumahmu," kata Hanakura.
"Begitukah? Main disini aja yuk, bareng Raito-kun!" ajak Shinju sambil menunjuk kembaran laki-lakinya, Chosokabe Raito, yang sedang bermain dengan daun-daun gugur. Oiya, ceritanya disitu lagi musim gugur. Argh musim kesukaanku T_T aku pengen ngerasain musim gugur T_T temenin ke Saitama yuk T_T Saitama itu tempat Hakuhou-san tinggal di Jepang T_T (Readers : Kite juga pengen ke Jepang keleees!)
"Ayo!" seru Hanakura. Mereka berdua pun pergi menghampiri Raito.
"Eh, Hanakura, hai!" sapa Raito.
"Hai, Raito-kun! Lagi apa?" tanya Hanakura sambil berjongkok di samping Raito.
"Aku lagi ngancur-ngancurin daun!" jawab Raito.
"Tau nggak, Hanakura-chan, Jum'at kemarin Raito-kun berantem lho sama Masaryuu," kata Shinju tiba-tiba.
"Iya, aku sudah tahu, gara-gara Masaryuu nggak terima dapet nilai jelek 'kan? Aku heran, kenapa Masaryuu nilainya bisa jelek-jelek, padahal 'kan dia pintar," jawab Hanakura sambil mengambil satu helai daun coklat.
"Masaryuu ngeselin, dia irian!" seru Raito manyun.
"Irian Jaya?" tanya Hanakura bingung.
"Bukan, maksudnya Masaryuu itu rangnya cepet ngiri!" seru Raito.
"Jangan gitu ah, kasian Masaryuu. Kita lempar-lempar daun aja yuk!" ajak Shinju.
"YEEEY!" jerit Hanakura dan Raito sambil melempar-lempar gundukan daun itu.
"Oh ya, sudah tahu belum kalau Mitsuki dirawat di rumah sakit?" tanya Shinju.
"Hah? Mitsuki sakit?" tanya Hanakura.
"AAAPAAAH?" Raito shock. Lebay elah kamu ini. *dipukul* (Mea sengaja pake 'kamu', soalnya disini, tiga sekawan itu 8 tahun ;-; nanti mereka malah jadi kagak sopan (Readers : FF WOOOY! FF!))
"Kata Matsu-sensei sih DBD, tapi aku nggak tau apa itu DBD!" cerita Shinju.
"Ck. DBD itu Demam Berdarah Dengue!" Raito tertawa.
"Hah? Cacar?" tanya Hanakura bingung.
"Bukan, tapi penyakit darah gitu lah," jelas Shinju.
"Kondisi dimana trombosit darah dan hemoglobin kurang dari jumlah normal sehingga pembekuan darah tidak berjalan dengan normal, begitulah, mungkin," jelas Raito.
"RAITO JENIUSSS!" sorak Shinju dan Hanakura.
"Raito gitu lho!" Raito nyengir.
"Kita kan belum belajar itu, Raito udah tau duluan!" puji Hanakura.
"Raito demen banget pelajaran gituan, 'kan," kata Shinju.
"Hehehe,"
Sementara itu di rumah sakit, kamar VVIP 603.
"Otou-saan.. Mitsuki mau pulaang..," rengek sang Tokugawa Mitsuki pelan.
"Sabar ya Mitsuki, trombositmu rendah, harus naik dulu baru boleh pulang." Ieyasu mengelus kepala Mitsuki.
"Tapi aku bosen tiduran! Mau jalan-jalan!" rengek Mitsuki.
"Mitsuki, trombositmu cuman 51 ribu, pasti badanmu jadi lemes nanti," kata Mitsunari yang sedang membaca buku.
"Maksudnya?" tanya Mitsuki sambil mengusap air matanya.
"Ya pokoknya gitu lah. Kalau trombositmu udah 112 ribu keatas, kamu baru boleh pulang," jawab Ieyasu sambil tersenyum. Ini seinget Mea ya begini lho. Mea pernah DBD 2x hehe. Yang terakhir itu Agustus 2014 kemaren.
"Tapi Mitsuki mau pulang sekarang!" teriak Mitsuki sambil menangis.
"Kamu harus banyak minum air kalau gitu," kata Ieyasu sambil mengambilkan gelas berisi air. "Minum dulu, nih,"
"Gak mau!" tolak Mitsuki.
"Kan Mitsuki mau cepet pulang, makanya banyak minum biar trombositnya cepet naik." Mitsunari menutup bukunya.
"AAAH! Mitsuki kembung perutnya! Nanti Mitsuki muntah kalau dikasih air terus!" teriak Mitsuki.
"Ya sudah, tapi janji nanti minum," kata Ieyasu.
Mitsuki mengangguk.
"Gitu dong." Ieyasu mengelus kepala Mitsuki.
"Tapi bener kan Mitsuki pasti cepet sembuh..,"
"Iya.. Mitsuki..,"
To Be Continued ya, Readers ku sayang. *dibantai*
Readers : "Kok pendek banget sih yang Mitsukinya?"
Ya itu Mea males.. Tapi Mea semangat ngetik soalnya temen cowok Mea ada yang memotivasi..
Motonari : "Cie haha. Jangan jangan suka tuh Mea..,"
Mea : "GAAAAK! Gue deket ama dia tuh cuma gara-gara suaranya mirip mantan ketiga gua! Oh ya, epic banget lho, Jumat kemaren gua disiram Dante ahaha,"
Motonari : "Bodo, peduli gitu? Trus lu sukanya apa siapa?"
Mea : "Mea cuma suka ama si 'seme' itu dan LU! GUA CINTA MATI AMA LU MOTONARI!"
Motonari : "Lebay. Masamune , Yukimura, Ieyasu, dan Mitsunari dilupakan?"
Mea : "Gak dong! Pokoknya di urutan 1 itu lu, Masamune, dan Ieyasu! Posisi 2 diduduki oleh Yukimura! Ketiga Mitsunari! Mitsunari jarang bikin gua ngefly sih haha,"
Mitsunari : *gendong Mitsuki* "Bacot,"
Chapter ini tentang apa yang membuat Keiji dan Hisahide cerai itu masih dirahasiakan sama Mea. Apa kalian bisa menebaknya? :D
Nah, Mea mau ngasihtau. Disini, Masaryuu, Raito, Shinju, Mitsuki, dan Hanakura umurnya 8 tahun dan mereka semua sekelas. Kazue juga 8 tahun. Saki dan Shirayuki umurnya 6 tahun. Sudah jelas? Yowis! Chapter depan tentang activity mereka di sekolah.
CHAPTER DEPAN MATSU-SENSEI HADIR YEEEE! (Keiji : Mampus, ada Matsu-neechan)
Review please! Siapa tau bisa ngasih ide tentang konflik keluarga mereka :D
