[Sehun POV]
"Sialan ada apa dengan mobilku mengapa jadi begini hah?" kataku mengomel tidak jelas melihat keadaan mobilku yang sangat parah dan tidak memungkinkan untuk di pakai. Ah sudahlah mungkin aku akan menyerah atas keadaan ini, "Bagaimana Sehun-a?" kata Kai dengan muka yang cengo karena mobilku yang parah ini. Aku menggelengkan kepala.
"Sudahlah, mungkin mobil ini memang sudah tidak layak untuk dipakai, kita pergi ke lotteria, tinggalkan saja rongsokkan ini." kataku tidak peduli dan langsung meninggalkan mobilku dengan tidak teganya, itu adalah hadiah ulang tahunku 2 tahun yang lalu, mengapa sekarang menjadi seperti ini. Sudahlah aku tidak peduli.
"Kita naik mobilku saja, ayo!" kata Kai sambil berjalan menuju sekolah lagi karena mobilnya berada di sana, aku dan Chanyeol hanya mengikutinya. Aku merasa menyesal memarkirkan mobil di luar sekolah.
Setelah sampai di mobil Kai, Kai menyetir, Chanyeol duduk di depan dan aku di belakang. Aku berpikir ini adalah ulah kakaknya Kai, tetapi aku tidak tega pada Kai. Aku menyayanginya. Atau tunggu.. sejak ada Kai dalam hidupku aku menjadi seperti ini. Atau memang hanya takdir dan kebetulan? Hah, aku tidak boleh negative thinking dulu.
"Sehunya melamun saja kau. Nanti kalian mau traktir aku apa nih? keke" kata Chanyeol menyadarkanku dari lamunan. Ia melihatku dari kaca spion belakang.
"Kami akan mentraktirmu air putih hahaha." kata Kai bercanda sambil tertawa.
Karena Kai menyetir sambil tertawa, ia menjadi tidak berkonsentrasi dan citt, mobil di rem mendadak oleh Kai, aku sangat kaget sampai jantungku seakan berhenti 2 detik. Kai langsung turun dari mobil, Chanyeol menutup mulutnya, aku yang dari tadi hanya diam tidak tahu apa-apa langsung melihat ke depan... Kai menabrak seseorang.. Aku langsung turun dari mobil dan membantu mengangkat wanita itu ke dalam mobil. "Kajja kita ke rumah sakit!" kataku agak panik sambil menggendong wanita itu ke dalam mobil.
"Kok bisa begini sih! Aku takut kita akan di salahkan dan dilaporkan ke polisi." kata Chanyeol panik.
"Kau berlebihan Chanyeol! Sudahlah jangan ganggu Kai, ia sedang menyetir." kataku sambil terus melihat wanita yang berada di sampingku, ia memakai baju yang sangat tertutup bahkan ia memakai masker lengkap dengan topi.
Tidak sampai 15 menit kami sudah sampai di rumah sakit terdekat, Chanyeol turun untuk memanggil suster untuk membawakan kasur yang ada rodanya itu entah aku lupa namanya, setelah suster ada di sana aku menggendongnya ke atas kasur gerak itu, tampaknya kepalanya berdarah. Yang kurasakan sekarang hanya satu.. Panik.
Suster sudah mengangkut wanita itu ke dalam Unit Gawat Darurat, aku kembali memasuki mobil dan melihat ponsel terjatuh dikursi belakang mobil, tampaknya itu punya wanita tersebut, punya siapa lagi? Aku membukanya, sialnya handphonenya di password dengan 9 titik menyebalkan tersebut. "Apa yang kau lakukan Sehun? Menelepon untuk menuntut diri sendiri?" kata Kai yang ikut masuk ke dalam mobil.
"Dimana Chanyeol?" kataku sambil terus memecahkan kunci 9 titik tersebut.
"Dia membeli makanan,sudah kuberi dia uang, tidak usah repot. Apa yang kau lakukan?" katanya sambil melihat ke arah ponsel yang kupegang.
"Aku sedang mencoba membuka kunci untuk menelepon panggilan nomor satu di ponselnya." kataku bingung.
"Bodoh! Kenapa tidak tekan Emergency Call saja? Pikiranmu seharusnya panjang." kata Kai sambil menjitakku.
Betapa bodohnya aku tidak langsung menekan tombol itu, karena hapenya menggunakan huruf piyin jadi aku tidak begitu mengerti. Karena tidak mengerti aku memberikan handphone itu kepada Kai dan ia mengotak-ngatik ponsel tersebut. Dia sangat pintar dalam piyin, aku saja hanya mengerti sedikit huruf hanja apalagi piyin. Nanti kapan-kapan aku akan memintanya mengajariku.
[Author POV]
Kai yang sedang mengotak-atik ponsel tersebut berhasil membuka kunci 9 titik tersebut, ternyata kuncinya sama dengan yang miliknya, padahal ia hanya asal saja ternyata benar. Setelah itu ia mencoba mencari nomor yang pantas dihubungi. Sehun hanya cengo melihat huruf-huruf yang tidak ia mengerti sama sekali tersebut karena wanita tersebut menggunakan tema kue.
"Kenapa tidak menelepon ibunya saja?" kata Sehun memberi usul. Wajah Kai langsung aneh, mana mungkin ia menelepon ibunya. Ibunya pasti menyalahkan mereka dan panik karena anaknya kecelakaan. Bodoh sekali. Lalu ia mencari lagi ke bawah dan... ditemuilah di Recent Call. 'Huang Ji Tao'. Kai memutuskan untuk meneleponnya, jantungnya berdegup antara panik,takut dan juga hal-hal yang tidak ia pikirkan. Kai menyalakan speaker agar Sehun juga bisa mendengarnya.
"Nuna yeoboseo? Nuna sedang sibuk kan? Sempat-sempat saja menelepon." kata orang diseberang telepon.
"Mmmm... Nunamu..." kata Kai dengan tangan gemetar.
"Hah? Nuguieyo? Nunaku kenapa?!"
"Nunamu kecelakaan... Kami membawanya ke rumah sakit di daerah Gangnam. Cepat ke sini.. Kami janji akan menanggung semuanya."
"MWEO?! Kenapa bisa begitu? Kau tidak gila kan?" nada bicaranya menaik.
"Tidak. Tolong anda cepat ke sini. Kami tidak bohong."
"Baiklah, jangan apa-apakan nunaku! Aku akan pergi ke sana secepat tupai."
Nuut nuut...
Orang itu memutuskan panggilannya. Kai langsung melempar handphone wanita itu ke jok depan. Untung saja tidak jatuh, lemparannya keras sekali dan untung saja tidak membuat ponsel itu pecah. Sebenarnya siapa perempuan itu? Dan siapa Huang Ji Tao itu? Mengapa perempuan itu menggunakan piyin untuk ponselnya? Mengapa ia menggunakan pakaian tertutup?
Banyak sekali pertanyaan yang ingin mereka ajukan sekarang, hanya ada rasa penasaran dan panik mereka hanya hening yang ada sekarang. Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan mereka berdua. Wajah mereka memucat khawatir dan... Clek.
Chanyeol membuka pintu mobil dan langsung menatap Kai dan Sehun aneh, wajah mereka pucat sekali dan mereka melamun tidak jelas. Chanyeol melambaikan tangannya di depan muka mereka dan tidak ada respon sama sekali. "Ya sudah aku makan sendiri burgernya." kata Chanyeol memecahkan keheningan dan membuat mereka tersadar kembali. "Yakk Park Chanyeol! Rakus sekali." kata Sehun yang melihat Chanyeol hampir menutup pintu mobil kembali.
Chanyeol membuka pintu mobil lagi dan tersenyum memperlihatkan giginya, "Lebih baik kita makan di dalam rumah sakit. Di dekat ruang tunggu. Kami sudah menelepon adik dari wanita tersebut." kata Kai sambil membuka pintu mobil dan keluar. Sehun ber-tiga mulai berjalan ke dalam rumah sakit dan berjalan ke ruang tunggu UGD, lampu emergency masih merah. Itu artinya operasi masih dijalankan dan mereka memutuskan untuk makan dulu.
Mereka makan sambil melamun. Mulutnya mengunyah tetapi matanya melihat hanya ke satu arah. Bahkan orang-orang yang lewat kadang melihat mereka.
"Kau yang tadi menelepon?.." kata seseorang menyadarkan Chanyeol dari lamunannya. Chanyeol hampir saja berteriak melihat seseorang berpostur tubuh gagah dengan warna hitam di kantung matanya. Telingannya juga ditindik membuat Chanyeol mengira itu adalah orang jahat jadi ia kaget. Kai yang melihat ke arah orang itu hampir hanya melihat orang itu dan mengaga lagi.
Lampu emergency mati. Beberapa menit kemudian seorang dokter keluar dari UGD dan mereka bertiga langsung berdiri, "Ada luka di kepalanya.. Kami sudah menjahitnya, ia baik-baik bisa mengunjunginya 30 menit lagi setelah pemulihan. Biaya administrasi bisa dibayar di informasi. Terimakasih." kata dokter itu sambil membungkukkan badan lalu pergi kembali. Mungkin ia sangat sibuk.
"Hmm... Namaku Zitao panggil saja Tao. Jadi kalian siapa?" kata orang yang namanya sama dengan kontak di handphone yang ia telepon tadi. Kai menjelaskan mereka siapa dan memberikan handphone wanita itu kepada ternyata seumuran dengan mereka, dikiranya Tao sudah kuliah ternyata masih sekolah sama dengan mereka. Orangnya baik tidak seperti yang mereka duga, Tao bercerita banyak sambil berkeliling rumah sakit. Dan sampai 30 menit berlalu. Mereka pun berkunjung ke kamar nunanya Tao. Tao dan nunanya berasal dari China, kadang kadang Kai dan Tao berbicara bahasa China untuk mengerjai Chanyeol dan Sehun.
Clek, Tao membuka pintu kamar tersebut, bisa dilihat seorang wanita berambut hitam panjang sedang tertidur dengan perban di kepalanya dan juga infus yang ada ditanganya. Mereka mendekati wanita itu dan...
"Victoria Song?..." kata Chanyeol sambil menutup mulutnya tidak percaya. Kai dan Sehun yang melihat wanita itu langsung kaget tidak percaya karena wanita itu memang benar-benar Victoria Song, leader dari girlband yang sangat mereka idolakan, f(x).
"Ya, Song nuna.. Kenapa?" kata Tao sambil mengambil kursi dan duduk di sebelah kasur.
Kai menatap Victoria kaget sambil agak membulatkan matanya, mereka tidak percaya akan bertemu idolanya bahkan membuat idolanya kecelakaan seperti ini.. Mereka merasa sangat bersalah. "Sudahlah, tidak apa-apa. Kalian sudah mau bertanggung jawab." kata Tao sambil melihat nunanya yang terbaring di situ.
Sehun langsung mengeluarkan handphonenya dan mencari kata 'Victoria' di akun SNSnya. Ia bernafas lega, tidak ada pemberitahuan tentang kecelakaan tersebut. Tao berjanji akan menutup mulutnya dan tidak memberitahukan kepada publik. "Hmm.. Margamu Huang tapi mengapa nunamu Song?" kata Kai agak bingung.
"Ohhh tidak, aku hanya lebih suka menyebut dia nuna. Dia sepupuku." kata Tao tersenyum.
Mereka ber-tiga mengangguk, "Kau tidak menelepon member f(x) lainnya?" kata Sehun.
"Mau sekali bertemu Luna? Hahaha" kata Chanyeol agak menahan tertawanya.
Sehun melakukan pout.
"Kalian tidak pulang? Sudah selarut ini, pasti kalian harus sekolah besok. Aku berjanji akan menjaganya." kata Tao.
Mereka ber-tiga mengangguk dan pamit untuk pulang,masalah mobil Sehun seakan sudah tidak ada dipikiran mereka, mereka sangat senang bisa bertemu idola mereka dan mendapatkan teman baru. Mereka juga bertukar nomor telepon dan juga akun SNS agar bisa kenal lebih dekat.
"Kai-ah, Sehun-ah, aku dikirim pesan oleh eomma, katanya aku harus ke rumah nenekku. Apa kalian tidak keberatan kalau aku pulang duluan?" kata Chanyeol. Kai dan Sehun mengangguk dan berpamitan dengan Chanyeol, dan melihat Chanyeol pergi ke arah stasiun bus dan mereka berdua pergi ke mobil Kai.
"Tertarik untuk makan malam dulu?" kata Kai yang sudah duduk di bangku supir.
"Hanya berdua?"
"Siapa lagi?"
"Apa ini? Kencan?"
"Hmm... Mungkin?"
"..."
"Diam berarti menerima."
"..."
"OKAY! Ini kencan pertama kita, aku akan mengantarmu ke tempat makan malam yang paling bagus." kata Kai dan langsung melajukan mobilnya ke tempat makan malam mereka.
Di mobil terasa sangat dingin dan hening sekali, hanya ada suara nyanyian di radio yang baru saja Sehun nyalakan, AC tidak dinyalakan karena memang udara malam ini dingin sekali. Bahkan mereka masih menggunakan baju seragam. Jadi Sehun melepas jas seragam mereka dan menggunakan jaket, ia juga mengambilkan Kai jaket.
Beberapa menit kemudian setelah perjalanan yang panjang, mereka berdua sampai di sebuah restoran yang cukup berkelas tetapi sangat sepi. Saat mereka masuk juga hanya ada beberapa orang yang sedang makan di sana. Atau mungkin ini restoran baru? Entahlah, mereka pasti sangat menikmatinya. Mereka memutuskan duduk di lantai atas, di luar, di udara dingin yang sedang berhembus kencang. Walaupun dingin tetapi pemandangannya sangat bagus. Itu yang membuat mereka memilih duduk di sana.
Mereka memesan zuppa soup, pasta, pudding untuk dessert dan juga coklat hangat untuk minumannya. Terdengar melodi piano dan biola dari dalam yang terdengar sangat indah, cukup menyenangkan sekali di sini. Sehun menghembuskan nafasnya. Kai tidak mengalihkan pandangannya dari Sehun. Menurut Kai Sehun sangat manis. Ia menyukainya.
Keheningan masih menyelimuti mereka, hanya ada suara hembusan angin dan melodi indah dari dalam. Makanan belum juga datang, Sehun memejamkan matanya, "Hyungmu apa kabar?" kata Sehun memecahkan keheningan sambil terus memejamkan matanya. Kai masih menatap Sehun. "Tidak usah dipikirkan, dia memang seperti itu." kata Kai.
Tidak lama kemudian zuppa soup datang, mereka mulai memakannya dengan sangat baik, hangat sekali di udara yang dingin seperti ini, lalu makanan mulai datang bergantian dan mereka makan dalam hening. Tidak berbicara sama sekali. Setelah makanan habis baru ada pembicaraan...
"Kau kedinginan?" kata Kai. Sehun mengangguk.
Kai langsung memegang tangan Sehun, Sehun mengeratkan pegangannya. Sehun memejamkan matanya, "Aku mengantuk." kata Sehun. Kai tersernyum lalu berdiri, "Ayo kita pulang, atau mau aku gendong?" kata Kai membuat Sehun tertawa malas. Mereka pun pergi dari restoran itu.
Kai mengantar Sehun ke rumahnya dengan mobilnya, Sehun tertidur di mobil, ia benar-benar sangat manis saat tertidur, bahkan Kai hampir tidak bisa konsentrasi karena terus-terusan melihat ke arah Sehun. Ia bisa gila karenanya. Ia jatuh cinta padanya. Rasa yang benar-benar tidak bisa dihilangkan,banyak orang yang menyebutnya juga sebagai kutukan. Ya, cinta adalah kutukan.
Kai tidak terlalu tahu di mana rumah Sehun, tetapi ia tahu alamatnya. Ia tidak ingin membanggunkan malaikat yang ada di sampingnya yang sudah damai sekarang. Akhirnya Kai berhenti di sebuah rumah biru dengan pagar coklat lantai dua yang minimalis tetapi sangat bagus. Nomor rumahnya sama dengan alamat rumah Sehun.
Kai melihat ke muka Sehun, ia memegang pipi Sehun dan mendekatkan mukanya ke muka Sehun.
Chu~
Kai mencium bibir Sehun sekilas dan membangunkan Sehun.
"Hmm..." desah Sehun yang mulai membuka matanya.
"Kau sudah sampai di rumah, ayo cepat masuk. Takut orang tuamu khawatir." kata Kai sambil tersenyum.
"Yaa,gamsa Jonginya~" Sehun mencium pipi Kai.
Kai tersenyum lalu Sehun turun dari mobilnya, melambaikan tangan dan akhirnya masuk ke dalam rumah. Kai pun pulang ke rumah dengan mobilnya.
Saat sampai di rumah, ia sudah menekan klakson beberapa kali tetapi tidak ada yang membukakan pagar. Terpaksa ia membuka pagar rumahnya sendiri. Ia masuk kembali ke dalam mobil dan memarkirkan mobilnya di luar karena garasi penuh. Itu artinya pasti hyungnya sudah datang. Tapi mengapa ia tidak membukakan pagar?
Setelah memarkirkan mobilnya ia masuk ke dalam rumah, perasaanya sangat tidak enak sekarang.
"Aku pulang." kata Kai yang masuk ke dalam rumah dan langsung tepar di sofa.
"Mengapa pulang malam sekali? Apa yang kau lakukan di restoran itu? Kau ke mana saja?" kata hyung Kai turun dari tangga.
"Maksudmu hyung?" kata Kai. Jantungnya berdegup kencang. Mengapa ia bisa tahu kalau ia berkeliling hari ini?
"Bodoh, untuk apa kau ke rumah sakit? Bercinta dengan orang yang tidak punya malu itu? Dan kerestoran itu? SUDAHKU BILANG JANGAN DEKAT DEKAT DENGAN ORANG ITU!" kata hyung Kai dengan keras sambil mendekatinya mengepalkan tangannya dan memukul Kai.
"Awas saja kalau kau mendekatinya lagi... bisa bisa aku tidak akan membayar sekolahmu."
To Be Continue.
rainrhainyrianarhianie : Menurutmu ini hot? O.O Author ga percaya wkwk. Iya ini udah update lagi~ Author bakal terus bikin yang terbaik buat readers^^ Gamsa ne.
ohsehun79 : Kris bukan ya? Takut aja jadi Donghae, atau Eunhyuk /ga. Oke ini udah update~^^ Chapter selanjutnya ditunggu.
askasufa : Untuk kakaknya Sehun masih dirahasia kan ciri-cirinya /? Kris bukan ya? Hayo tebak, makanya baca terus wkwk.
daddykaimommysehun : Tidak ini bukan cinta segitiga, melainkan cinta segi hatimu padaku /eak. Sengaja bikin Kainya pervert lol. Oke oke~ Ditunggu part selanjutnya.
: Kenapa tiba-tiba jadi Kris'-' Ini KaiHun kok tenang aja wakakak.
miszshanty05 : Sip sip^^ Makasih udah mau baca~
sehunsnoona : Hot ya? wkwk.Bisa jadi bisa jadi. Siapa ya? Hayo tebak. kkk~
Keepbeef Chiken Chubu : Tenang saja, ini Kaihun bukan yang lain /?
vephoenix : Ini adalah ulah si pirang, salahkan si pirang! /demo/. Kurang hot kan? wkkwk. Di chapter selanjutnya bakal ada nc lagi okay~ Ditunggu ya.
Makasih untuk yang mau meninggalkan jejak dan comment. Maaf part yang ini agak pendek karena author sedang dalam masa penganuan/? Author masih labil maap wkwk. Okay ditunggu part selanjutnya. Hwaiting...
