Love, Death and Reincarnation

Pair:SasuSaku

Genre: Romance, Drama.

Rate: T

Disclaimer © Masashi Kishimoto


Summary:

Haruno Sakura seorang penerus tunggal perusahaan Haruno corp. yang tidak pernah menyerah untuk lari dari takdir yang ditentukan oleh almarhum ayah dan ibunya. "Menggapai impian dan membuat kisah cintaku sendiri adalah hal terindah," kata Sakura bersemangat sambil mengepalkan tangan. Kisah perjuangan hidup seorang Sakura dengan kondisi tubuh yang lemah bersama Ino dan Deidara yang selalu mendukung Sakura sampai akhir hidupnya.


Chapter 2: "Fiance"

"Hime-sama…"

"NO WAY! I DON'T WANT MEET HIM!"

.

.

.

Baru tiga bulan aku menjalani hidupku di tempat kelahiranku, masalah baru datang menghantuiku. Bahasa jepangku masih belum sempurna dan usiaku masih berumur 18 tahun dan pamanku Jiraiya memutuskan untuk menepati wasiat kedua orangtuaku. Untuk pertama kalinya aku menolak tentang sesuatu yang mereka mereka berikan padaku. Bibi Tsunade juga sepertinya sudah tidak bisa lagi menolongku.

Paman Jiraiya dan bibi Tsunade adalah pengganti kedua orangtuaku. Mereka terkadang bergantian menjengukku di mansion milikku ini. Banyak hal yang telah mereka upayakan untukku. Mulai dari jadwal latihan privat untuk mengurus perusahaan Haruno yang untuk sementara dipegang oleh pamanku hingga aku harus menjadi pasien tetap di Rumah Sakit.

Aku melakukan semua yang mereka inginkan tanpa ada penolakan. Aku awalnya merelakan semua impianku untuk menjadi seorang dokter yang hebat seperti bibi Tsunade, tapi ini sudah benar-benar di luar batas. Mereka mencampuri urusan pribadiku yang tidak lain adalah masalah percintaan. Aku tahu kalau hidupku ini tidak akan bisa bertahan lama karena aku lahir dengan kondisi tubuh yang lemah.

.

.

.

"Sakura hime-sama…"

.

.

.

Suara maid yang memanggilku dan suara ketukan pintu kamarku membuat aku frustasi. Aku hanya bisa menangis di sini. Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah cukup menderita dengan semua ini dan mereka sama sekali tidak pernah peduli dengan perasaanku. Sama sekali tidak bebas dan tidak bisa menentukan jalan hidupku sendiri.


Hari ini sekolah bubar lebih awal karena ada rapat mendadak, Onii-chan mejemputku dan Ino. Saat aku tiba di rumah, pamanku sudah menungguku. Sepertinya dia membawa seseorang ke rumah.

.

.

.

"Sakura, kemarilah. Ada seseorang yang ingin paman kenalkan padamu…"

"Eh? Siapa dia? Guru Privat baru?" tanyaku hati-hati.

"Bukan, tapi kau pasti akan menyukainya…"

.

.

.

Aku menuruti ajakan paman menuju ruang keluarga. Sampai di sana, aku tersentak kaget. Ada laki-laki berambut merah dengan tato 'ai' di dahinya. Kalau dilihat dari ujung rambut sampai ujung kepala, dia mirip seperti panda yang dipakaikan sebuah kemeja lengkap dengan celana panjang.

.

.

.

"Perkenalkan, laki-laki ini adalah Sabaku Gaara dari Sabaku corp. yang berada di kota Sunakagure."

.

.

.

Paman Jiraiya memperkenalkan laki-laki yang dibawanya ke mansionku dengan selengkap-lengkapnya. Sabaku Gaara-san yang memiliki umur yang sama dengan Onii-chan. Aku tidak begitu memperhatikan penjelasan dari paman, namun aku mendengar satu satu kalimat membuatku kaget.

.

.

.

"Laki-laki ini adalah tunanganmu dan sudah diwasiatkan dalam surat wasiat keluarga Haruno yang ditulis oleh kedua orangtuam dan disetujui oleh kedua belah pihak."

.

.

.

Mendengar hal itu, aku menjadi diam. Aku tidak butuh penjelasan dari paman ataupun bibi. Aku langsung meninggalkan ruang keluarga itu dan berlari menuju kamar. Paman dan bibi boleh mengatakan bahwa aku tidak sopan kepada dia. Aku bahkan sudah tidak peduli dengan semua etika. Mereka hanya tidak mengerti dengan apa yang kurasakan dan aku sendiri tidak mau menyalahkan mereka.


"Sakura… Sakura… Ada apa ini? Buka pintunya…"

.

.

.

"Onii-chan."

.

.

.

Aku mendengar suara Onii-chan dari balik pintu kamarku. Tapi bagaimana dia bisa di sini? Apa seorang maid di mansionku yang memberitahu keadaanku sekarang kepadanya? Aku tidak bisa memperlihatkan keadaanku yang sekarang padanya.

.

.

.

"Biarkan saja dia seperti itu. Mungkin dia hanya shock," kata Gaara dari balik pintu kamar Sakura.

"Siapa kau dan mau apa dengan Sakura?" tanya Deidara ketus sambil memperlihatkan tatapan matanya yang penuh amarah.

"Ah, kau pasti Deidara yang dibicarakan oleh Jiraiya-sama. Pelindung dan kakak angkat dari Sakura. Aku Gaara, tunangannya Sakura."

.

.

.

BUAGH!

.

.

.

Satu kepalan tangan milik Deidara melesat dan mengenai muka Gaara. Ditatapnya Gaara dengan penuh amarah. Sudut bibir Gaara mengeluarkan sedikit darah hasil dari pukulan yang diberikan Deidara. Gaara-pun hanya menyeka dengan tangannya sambil tersenyum.

.

.

.

"JANGAN BECANDA KAU!"

"Aku tidak becanda. Aku serius…"

"SAKURA TIDAK AKAN BAHAGIA DENGAN KEPUTUSAN SEPERTI INI!"

"Aku akan membuatnya bahagia."

"PEMBOHONG! BAGAIMANA KAU BISA BERKATA SEPERTI ITU, SEDANGKAN KAU TIDAK TAU APA-APA TENTANG SAKURA?"

"Aku mencintainya. Sejak dari awal aku melihatnya."

.

.

.

BUAGH!.

.

.

.

"JANGAN JADIKAN INI SEBAGAI PERMAINAN!"

"Kau boleh memukulku bekali-kali sesuai keinginanmu, namun aku tidak akan menyerah mendapatkan Sakura. Karena aku mencintainya. Ini memang pertemuan pertama antara aku dan Sakura. Sejak pertama aku melihatnya, saat itulah aku menganggap dia sebagai seseorang yang berarti untukku." kata Gaara panjang lebar.

"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU DEKAT DENGANNYA, BAHKAN HANYA UNTUK BERBICARA SATU PATAH KATAPUN!"

"Terserah, tapi kau tidak akan pernah punya hak untuk melarangku. Karena aku adalah tunangannya."

.

.

.

Pertengkaran mereka begitu hebat. Aku bahkan tidak mengerti mengapa Onii-chan selalu melindungiku. Onii-chan sudah terlalu baik padaku. Bahkan, perhatiannya hanya tertuju padaku melebihi Ino. Sebenarnya ada apa ini? Aku ingin mendengarkan penjelasan darinya.

.

.

.

"Sakura, buka pintunya! Biarkan aku masuk." Kata Deidara.

.

.

.

Pada akhirnya, aku membukakan pintunya untuk Onii-chan. Kami saling bertatapan dan tatapan Deidara-lah yang menurutku penuh arti. Mataku masih mengeluarkan air mata dan aku masih terisak. Sepertinya aku telah membuat Onii-chan menjadi cemas.

.

.

.

"Sakura…"

.

.

.

Onii-chan memelukku dengan lembut dan aku mulai menangis lagi. Aku sudah tidak peduli siapa yang melihat kejadian ini. Gaara-san atau paman Jiraiya, aku benar-benar tidak peduli. Tapi, mengapa terasa hangat? Padahal ini baru pertama kalinya Onii-chan memelukku dan membuatku menenggelamkan kepalaku pada dada bidangnya. Mungkin inilah yang dinamakan perasaan sayang antara saudara seperti yang dikatakan oleh orang-orang di luar sana.

Aku akhirnya membawa Onii-chan ke dalam kamarku. Kututup pintu kamarku rapat-rapat. Hingga akhrinya hanya ada aku dan Onii-chan di sini. Onii-chan terlihat sangat cemas dan ia berusaha menghapus butiran air mata yang mengalir di kedua mataku.

.

.

.

"Sudah jangan menangis, Sakura. Ada aku di sini…"

.

.

.

Aku yang sudah tidak tahan dengan semua ini dan mulai mengungkapkan semuanya. Entah harus mulai dari mana, aku tidak tahu. Aku ingin melepas semuanya, namun aku tidak ingin membuat Onii-chan menjadi semakin cemas.

.

.

.

"Maaf, Sakura soal keributan tadi. Kau pasti mendengar semuanya ya?"

"I-iya…" jawabku setengah terisak.

"Jangan percaya padanya."

"Aku tidak tahu yang dikatakan soal 'tunangan' itu benar atau tidak, tapi aku akan melidungimu darinya." Lanjut Onii-chan padaku.

"Mengapa Onii-chan selalu melindungiku? Mengapa bukan Ino yang harusnya Onii-chan lindungi?" tanyaku.

"Mengapa? Karena aku mencintaimu, Sakura."

.

.

.

Mendengar pernyataan yang dilontarkan Onii-chan, menjelaskan semua yang menjadi pertanyaanku terhadap dirinya. Sejak 3 bulan lalu, sikapnya berubah dan mulai menjadikan aku sebagai seseorang yang penting bagi hidupnya. Namun, bagaimanapun aku tidak bisa mencintainya. Bagiku Deidara adalah kakak yang baik untukku dan juga Ino..

.

.

.

"Aku tidak bisa mencintai Onii-chan…" kataku padanya.

"Aku tahu itu Sakura. Aku tahu dan aku tidak akan memaksa…" balas Onii-chan sambil tersenyum kearahku.

"Aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Melihatmu selalu tersenyum, tertawa dan bisa berada disampingmu, bagiku itu sudah cukup." lanjut Onii-chan sambil mengelus rambut pink milikku.

.

.

.

Aku melihat kebahagiaan terpancar darinya. Onii-chan selalu tersenyum setiap aku berada di sampingnya. Membuat semua rasa sedihku menghilang dan mulai berganti menjadi keceriaan. Onii-chan adalah kakak yang hebat. Kakak yang selalu bisa membuat aku tersenyum dan tertawa.

.

.

.

"Sakura…"

"Ya, Onii-chan…"

"Aku berjanji akan selalu melindungimu. Melindungimu dari apapun, terutama dari si Gaara…"

"Masa hanya aku yang dilindungi?"

"Hahaha… Ino juga pasti akan selalu aku lindungi karena kalian berharga bagiku, terutama kamu, Sakura…"

.

.

.

To be Continued

.

.

.


BaCotan Author

Yaak kembali lagi dengan saya. Untuk Chapter pertama sepertinya ga ada serunya. Tapi kok sepi reviewer ya? *pundung di pojokan*

Memang sih ada reviewer yang bilang kalau dari Chap pertama banyak misterinya. Sebenarnya memang segaja seperti itu, karena di chapter selanjutnya akan menjadi semakin jelas.

Karena ini Pair Sasu-Saku, kan ga harus selalu Sasu-Saku ber duaan melulu.

Biar aja kali ini pairingnya Sasu yang akan jadi hidangan di tengah-tengah fanfic ini.

Pada akhirnya, nanti endingnya akan jadi romantis banget.

Yang penasaran, silahkan lanjut baca sambil nunggu.

Bagi yang udah review di chapter 1, aku mengucapkan "Arigatou Gozaimasu" yang artinya terima kasih.

Kalau ada kata-kata asing yang masih bingung, Pm aku dan tanyakan aja semuanya. Aku pasti akan jawab.

note: minta saran dan masukan ya biar memudahkan aku menjalankan fanfic ini.