ACUTE

.

.

.

Chapter 2.

A/N: HAI SEMUAAAAAAAAA! UDAH DUA TAHUN YAAMPUN. AKU BALIK SEMUANYA. MAAFIN AKU YANG LAMA GAK UPDATE CERITA INI YA?

Oiya, aku ganti penname haha jadi rivaicchi. Maaf ya, aku sibuk banget di rl.

Enjoy by the way.

.

.

.

.

"Teman selamanya?" Tanya Tao dengan senyumnya.

"Selamanya!" Jawab Kris.

xXx

'Aku pikir semua akan baik-baik saja walau aku hanya melarikan diri dari kenyataan.'

Seorang lelaki bersurai pirang terlihat tengah meneguk minuman keras yang baru saja dituangnya kedalam gelas.

"Hari ini membosankan sekali." Ujarnya.

Wu Yi Fan atau biasa kita sebut Kris adalah pewaris sah Perusahaan Wu. Kelihatannya hari ini merupakan hari yang sangat buruk bagi dirinya. Terlihat dari wajahnya yang tampan menampilkan ekspresi yang menyedihkan.

"3 bulan lagi, ya? Apakah aku memang harus menikahi Tao?" Gumam sang lelaki tampan tersebut.

'Someone call the doctor nal butjapgo malhaejwo-'

Ponsel Kris berbunyi dan lelaki tersebut sebenarnya malas mengangkatnya karena ia tahu yang menelponnya adalah tunangannya.

"Gege!" Sapa Tao dengan suaranya yang sangat besar dan melengking.

"Halo, Tao?" Kris berusaha menjawab dengan nada yang baik.

"Ummm, hari ini apakah gege punya waktu senggang? Hari ini temani aku belanja, ya? Ada diskon di toko favoritku, Gucci!" Tanya Tao padanya dengan harapan Kris menerima ajakannya, namun..

"Maaf, Tao. Hari ini bukan hari yang tepat. Besok saja, ya?" Tolak Kris halus.

"A-apa? T-tapi.. Aku ingin sekali membelinya, ge! Ayolah temani ak-"

"Maaf, Tao. Hari ini moodku sedang tidak bagus." Sebelum Tao menyelesaikan kata-katanya Kris telah memotongnya dan memutuskan panggilan tersebut.

'Someone call the doctor nal butjapgo malhaejwo!'

"Geez, mengapa anak ini begitu menyebalkan?" Keluhnya.

Namun, keluhan tersebut berhenti ketika ia melihat nama pemanggil tersebut.

'Incoming call from Byun Baekhyun.'

Dengan cepat-cepat Kris menekan tombol Answer.

"H-hallo?" Sapa Baekhyun.

Ah.. Byun Baekhyun. Hanya mendengar suaranya saja Kris bisa merasakan surga.

"Ya, Baekhyun-ah? Ada apa?" Jawab Kris dengan lembut.

"Hari ini maukah kau menemaniku pergi?" Tawar Baekhyun.

"T-tentu saja! Kapan? Dimana?" Tentu saja seorang Wu Yi Fan menerima tawarannya. Mana mungkin ia bisa menolak permintaannya?

Byun Baekhyun adalah orang yang dicintainya. Namun, karena faktor lain ia tidak bisa mendapatkan namja manis tersebut.

"U-uh.. Aku akan menunggumu di tempat biasa datanglah tepat waktu pada jam 2, oke?" Jawabnya.

"Baiklah. Tunggulah aku, tuan putri." Goda Kris padanya.

"Ugh.. Hentikan, Kris. Kau mau aku dibunuh Tao hah? Hahaha. Yasudah ya, jangan telat!" Ujar Baekhyun sebelum memutuskan panggilan tersebut.

'Sepertinya ini bukan hari yang benar-benar buruk kan?'

Tao's side.

'Aku ingin kau hanya melihatku.. Dan berkata bahwa aku milikimu.'

'Namun.. aku tidak mungkin berkata hal seperti itu didepanmu langsung kan?'

Tulis Tao di diary-nya. Huang Zitao, seorang anak yang dikatakan beruntung karena terlahir sebagai pewaris sah Perusahaan Huang yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Asia. Tapi apakah anak ini benar-benar beruntung? Semenjak kecil anak ini tidak mempunyai teman karena sifat pemalu dan sifatnya yang dikatakan 'aneh'.

"Gege.. Kenapa kau tidak mau bersamaku?" Gumam Tao.

Tao membenamkan dirinya kedalam leher boneka panda besar yang berukuran sepanjang kaki Tao.

"Neee? Panda? Kenapa? Kenapa? Kenapa gege tidak mau pergi bersamaku?" Tanyanya terhadap boneka panda tersebut.

..

Keheningan menyelimuti kamarnya yang sangat besar.

Tao mengambil pisau yang terletak di samping tempat tidurnya.

Dan.. menghunuskannya kepada boneka panda yang diberikan pada Kris pada pertemuan mereka yang pertama kali.

"KENAPA? KENAPA KAU TIDAK MENJAWABNYA?" Ia terus menghunuskan pisau itu hingga bagian perut boneka tersebut robek.

Ya, inilah Huang Zitao. Zitao sangat terobsesi dengan Kris karena itulah ia disebut aneh. Ia bahkan pernah mengancam akan membuat hidup seorang gadis yang menyatakan perasaannya terhadap Kris menjadi hancur berkeping-keping.

Keheningan mulai menusuk ruangan besar tersebut dan tiba-tiba Tao tersadar dengan perbuatannya. Airmata pun keluar dari matanya.

"Aku.. aku ini aneh ya? Makanya gege tidak mau bersamaku?" Ucapnya sambil menangis dan memeluk boneka panda tersebut

"Aku.. sangat menyayangi gege dan aku tidak akan pernah mau dia meninggalkanku. Walaupun aku harus melawan takdir, aku tidak akan mau berpisah dengannya."

Obsesi.

Tao tidak peduli walau cinta ini disebut obsesi oleh orang lain. Pikirannya semakin berkabut, perasaan ini membuatnya gila.

'Um.. Baekhyun-gege maukah kau berjanji?'

Baekhyun teringat oleh kata-kata namja yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri.

Janjinya.. Bisakah ia memegang janjinya?

Byun Baekhyun takut ia akan menghancurkan janji tersebut. Dia takut apa yang akan dilakukan Tao jika ia menghancurkan janjinya.

Mendengar janji ini dapat membuat hatinya hancur.

Sampai kapan aku harus berbohong seperti ini?

"Baekhyun-hyung." Ucap seseorang seraya membuka pintu kamarnya.

"Ah? Chanyeol-ah? Sedang apa disini?" Tanya Baekhyun yang terkejut akan kedatangan Chanyeol ke-kamarnya.

"Tidak bolehkah aku memasuki kamar sahabatku?"

Park Chanyeol adalah sahabatnya selain Tao dan Kris. Ia berkenalan dengan Baekhyun pada saat mereka berdua masih SMP, dan saat itu Chanyeol adalah juniornya. Park Chanyeol memiliki perasaan spesial untuk Baekhyun. Namun, Baekhyun sama sekali tidak mengetahui akan perasaan lelaki tersebut padanya.

"Kau..mau kemana rapi begitu?" Chanyeol bingung. Jarang sekali Baekhyun memakai pakaian sebagus itu dan ditambah lagi serapi itu.

"A-aku hanya pergi dengan teman!" Jawab Baekhyun gugup.

Chanyeol meletakan tangannya di pundak Baekhyun.

"Hyung. Kau mau menemui namja yang bernama Kris tersebut?"

Mata Baekhyun membulat. Bagaimana mungkin Chanyeol mengetahui hal tersebut?

"Hyung, dengarkan aku! Ia sudah mempunyai orang lain kan? Apakah kau mau dirimu sakit karena hal ini? Bukankah juga kau pernah bilang bahwa kau mempunyai janji dengan anak bernama Tao tersebut?" Perkataan Chanyeol mengenai telak kedalam hatinya.

"Lepaskan aku, Chanyeol-ah." Meski pelan, ia tahu Park Chanyeol mendengar perkataanya.

Chanyeol akhirnya melepaskan tangannya dari pundak Baekhyun.

"Aku.. saat ini aku sedang tidak ingin mendengar hal itu... Aku pergi dulu." Ujar Baekhyun lalu melirik jam dan ia segera berangkat menuju tempat yang akan ia kunjungi dengan Kris.

'Aku tidak tahu berapa lama lagi hatiku akan tahan akan semua ini? Kumohon hilangkan lah semua rasa sakit ini.'

Starbuck Coffee.

Kris menunggu dalam diam. Banyak wanita yang terpesona akan ketampanannya namun ia hiraukan. Yang ia tunggu sekarang adalah Byun Baekhyun.

Setelah sekian lama menunggu akhirnya orang yang Kris tunggu tersebut datang. Kris terpesona akan penampilan rapi Baekhyun yang menurutnya sangat imut dengan eyeliner yang menghiasi matanya.

"Kris! Maaf apakah kau sudah lama menunggu?" Baekhyun segera menempatkan dirinya disebelah Kris.

"Tidak, aku baru saja sampai." Jawabnya.

Bohong. Kris sudah sampai dari 1 jam yang lalu. Ia tidak ingin telat di kencan mereka. Walau ia tidak tahu apakah ini bisa disebut kencan atau tidak.

"Kau mau pesan apa, Baekhyun-ah?" Tanya Kris.

"O-oh aku Strawberry Frappuccino. Kalo kamu?"

"Aku Mocha Light saja."

Kris memanggil pelayan restoran tersebut dan memesan kedua minuman itu.

"Jadi, Baekhyun? Ada apa mengajakku kemari?" Sambil menunggu, Kris memecahkan keheningan tersebut.

"Aku hanya ingin keluar. Memang tidak boleh?" Canda Baekhyun padanya.

"Kau jarang mengajakku keluar. Kau selalu mengajak Tao."

'Itu karena aku tidak ingin mencintaimu lebih dalam, Wu Yi Fan..'Ucap Baekhyun dalam hatinya.

"Baru saja, Tao mengajakku jalan." Ujar Kris sambil menyesap Mocha Light yang baru saja diantarkan oleh sang pelayan restoran.

"Apa? Kau menolaknya?" Baekhyun sangat kaget. Bagaimana bisa..

"Aku.. tidak tahu apakah aku harus menikahi dia. Aku hanya menggangap dia adikku. Kau mengerti kan, Baekhyun?" Mata Kris menatap Baekhyun dengan serius.

"K-kau harus menikahi dia, WuYiFan." Ucap Baekhyun dengan nada yang serius.

"Bagaimana bisa? Kau tahu kan, aku sama sekali tidak merasakan perasaan apapun padanya?" Protesnya pada Baekhyun.

"Suatu saat nanti.. mungkin kau akan mencintainya, YiFan." Percakapan ini benar-benar membuat hati Byun Baekhyun sakit. Ia merasa sangat munafik.

Tao berlari kecil sambil memegang pandanya yang baru saja ia rajut kembali. Saat ini dia sedang berada di pusat perbelanjaan Seoul.

"Ne, panda. Hari ini sepi sekali ya.." Ucapnya terhadap boneka tersebut.

"Andai saja kau bisa berbicara.. Mungkin aku tidak akan kesepian." Sambil berjalan ia memutuskan untuk menghampiri Starbuck Coffee untuk mengistirahatkan dirinya sehabis berbelanja.

Langkah kecilnya terhenti saat melihat kedua orang terdekatnya duduk berdua di cafe tersebut sambil bercanda-ria.

DEG.

'Apa yang mereka lakukan disini? Bukankah Kris-gege tidak mau pergi bersamaku hari ini? Lalu mengapa Byun Baekhyun berada tepat disampingnya?' Pikiran negatif seketika memasuki diri Tao.

Namun, Huang Zitao bukanlah lelaki yang akan pergi menangis pasrah begitu saja melihat kekasihnya bersama orang lain seperti di drama-drama. Ia tidak akan segan menghampiri dan menghancurkan momen bahagia tersebut.

Langkah demi langkah dan Zitao akhirnya berada tepat di depan mereka.

"Selamat siang, Kris-gege dan Baekhyun-gege!" Sapa Tao dengan nada riang. Riang? Jangan tertipu dengannya. Saat ini Tao sedang mengenakan topeng dengan senyumnya yang lembut dan menakutkan.

Sontak Baekhyun dan Kris shock dengan kehadiran Zitao.

Tao mendekati Kris dan mengelayutkan tangannya manja di lengan Kris. "Gege pergi dengan Baekhyun-gege tidak bilang-bilang! Aku kan juga ingin ikutan!"

Byun Baekhyun yang melihat adegan tersebut hanya bisa tersenyum. Tidak mungkin kan dia menunjukan wajah sedihnya didepan mereka?

'Keberadaanku hanya akan menggangu mereka. Aku tidak akan bisa masuk ke dalam dunia mereka yangindah.'

Baekhyun beranjak dari tempat duduknya dan berkata "Kurasa aku harus pulang. Kris kau temani Zitao jalan-jalan, oke?"

"S-secepat itu?" Tanya Kris dengan nada kecewa.

"Dadah, gege! Nanti kalau sudah sampai hubungi aku, neeeeeee~" Zitao memeluk Baekhyun. Baekhyun membalas pelukannya dengan lembut.

'Kau harus bahagia, Zitao.'

Tao masih bergelayut manja di lengan Kris sembari memeluk boneka pandanya. Mereka berjalan menyusuri Pusat Perbelanjaan Seoul.

"Sudah malam, Tao. Bukankah sebaiknya kita pulang?" Jujur Kris capai menemani Tao. Huang Zitao tidak pernah mengerti perasaanya. Kris muak.

Ya, Wu Yi Fan muak. Namun apa yang bisa ia lakukan? Membatalkan pernikahan ini dan menghancurkan persahabatan mereka yang telah mereka bina selama 10 tahun? Kris mengenal Tao semenjak ia masih berumur 11 tahun, waktu itu Zitao hanyalah anak polos yang masih berumur 8 tahun dan tidak mempunyai teman sama sekali. Mungkin karena Kris merupakan teman pertamanya adalah salah satu faktor yang membuat Tao sangat mencintai Kris.

"Aku tidak mau." Sontak jawaban Tao membuat Kris marah.

"Apa maksudmu? Sudah malam, Zitao! Aku cap—"

Perkataan Kris dipotong oleh Tao sebelum ia menyelesaikan perkataanya. "Hari ini mengapa kau bisa bersama Baekhyun-gege padahal kau menolak ajakanku?" Nada suara Tao sangat gelap.

"Zitao, Baekhyun dan aku sudah lama tidak berpergian bersama. Sedangkan kita hampir setiap hari." Jelas Kris padanya.

Ia menatap Kris dengan matanya yang sayu. "Gege.. Aku sangat mencintaimu." Tao membenamkan dirinya di dada Kris.

'Hangat. Kris-gege sangat hangat.'

Mata Kris membulat. Ia tidak mungkin bisa menolak pernikahan ini. Ia tidak mungkin setega itu menghancurkan hati Tao. Namun.. Ia sangat mencintai Byun Baekhyun.

Mianhae, Zitao-ah.

xXx

TAO'S POV

"Hari ini mengapa kau bisa bersama Baekhyun-gege padahal kau menolak ajakanku?" Aku bertanya tanpa sadar suara nadaku berubah menjadi gelap.

Kau memberi alasan yang aneh. Padahal aku tahu kau selalu pergi bersamanya selama ini. Aku tidak tahan lagi.

Aku memeluknya dan membenamkan diriku di dalam dirinya yang hangat.

"Gege, aku mencintaimu." Ucapku.

Aku sangat mencintaimu. Apakah itu salah? Apakah aku meminta terlalu banyak untuk bisa merasakan kehangatanmu? Pikiranku mulai berkabut, mungkin aku akan gila. Apakah kau bisa melihat semua perbuatanmu ini, gege?

'Bayangan seseorang muncul dan menghilang, dengan membawa semua rasa sakit dan rasa ketakutan'

Takut, aku takut. Aku takut ia akan merebut gege. Tapi ia sudah berjanji kan? Apakah Byun Baekhyun akan merusak janji ini?

"Tao, kau baik-baik saja?" Suara gege membangunkanku dari batinku. Dia melepas pelukanku. "Kita pulang, ya?" Ajaknya.

Aku hanya menganguk dan kami pulang dalam diam.

Kris telah sampai dirumahnya setelah mengantar Tao. Kini ia sedang berbaring di kamarnya. Ia bisa mendengar suara hujan yang mengingatkannya akan rasa sakit hatinya.

Suara hujan berbunyi nyaring seperti membunuh keberadaannya.

Benci. Dia benci dengan situasinya sekarang. Kris benci cinta segitiga! Cinta segitiga hanya membawa masalah rumit dan tidak bisa diselesaikan dengan mudah.

Kris menatap bingkai foto yang menampakan foto dirinya, Baekhyun dan Zitao. Antara kedua lelaki tersebut manakah yang harus ia pilih?

Semenjak kapan semua ini menjadi begini?

Kris masih ingat dia dulu menyukai sosok Zitao, senyumnya, matanya, rambutnya, dan segalanya tentang Zitao.

Saat itu Kris masih begitu naif sehingga mengira hal tersebut sebagai perasaan cinta. Namun, semuanya salah. Ia tidak menyangka rasa sayangnya ke Zitao dapat hancur berkeping-keping segampang ini.

Sewaktu Byun Baekhyun memasuki dunia mereka 7 tahun yang lalu, Kris terpesona dengan keberadaannya. Tidak, bukan berarti Kris tidak menyayangi Zitao. Kris sangat menyayangi Zitao. Ia sudah pernah berjanji akan selalu bersama Zitao dan menyayanginya.

Namun, perasaannya terhadap Baekhyun berkembang hari demi hari dan membuatnya merasa takut. Ia tidak mengerti perasaan apa ini. Ia berharap perasaan ini berhenti.

Ia juga merasakan hal yang aneh tentang Zitao. Zitao, namja manis yang Kris kenal berubah. Ia tidak tahu jelas semenjak kapan, Zitao selalu menghubunginya, menanyakan ia berada dimana, dengan siapa. Seharusnya ia merasa terhibur karena Zitao sangat menyayanginya.

Tapi, perasaan apa ini? Takut?

Mata Zitao berubah. Itu bukan mata yang ditunjukan Zitao sewaktu ia masih kecil, matanya berubah menjadi kelam dan tidak lupa senyum gelap Zitao yang selalu menghiasi wajahnya. Kris takut Zitao dapat melakukan apa saja demi mendapatkan dirinya.

Kris selalu menceritakan ketakutannya akan perubahan Zitao. Baekhyun hanya berkata Zitao sangat menyayanginya karena itulah Zitao bersikap seperti itu. Baekhyun juga menyuruhnya untuk membuat Zitao bahagia dan tidak akan membuatnya sedih.

Baekhyun selalu menemani Kris. Baekhyun mengerti Kris.

Dan saat itulah Kris menyadarinya. Ia mencintai Byun Baekhyun.

Ia tahu ia sedang bermain dengan api saat ini, kondisi mental Zitao sedang tidak stabil saat ini. Mungkin dia akan melakukan hal yang berbahaya jika ia mengetahui perasaannya terhadap Baekhyun.

Damn, I don't know how much longer my heart will hold out.

xXx

A/N : MAAF LAMA UPDATE. AKU SIBUK BANGET. MAAF KALO CHAPTER INI SANGAT GAJE MAAFMAAF AKU LAGI GAK PUNYA IDE

REVIEW YA. KALO GAK AKU MALES LANJUTINNYA

KURASA GAK AKAN ADA CHARACTER DEATH TAPI AKU MASIH GAK TAU.

Kris sama Tao/Baekhyun? Aku masih bingung. See you again! ;)